Pusara…

kamboja

Setiap kali pulang ke kampung halaman, setiap pagi pula saya ke makam Ibu, untuk melepas kerinduan yang membuncah, untuk berceloteh apa saja yang terjadi dengan saya, untuk membersihkan rumput rumput liar yang tumbuh hidup diantara rumput hijau indah penghias makam Ibu, untuk membersihkan nisan bertuliskan nama Ibu dengan lap yang saya basahi dengan air, untuk membawakan Ibu seikat mawar dan anggrek bunga kesayangan Ibu dan untuk menyiram sebotol dua botol air mawar pengharum makam Ibu :)

Dan pagi ini sengaja saya datang lebih awal, iya selepas subuh saat matahari masih malu malu untuk keluar sehingga yang terlihat hanya cahaya dibalik pohon dan sepagi ini saya sudah menyusuri jalan setapak berbatu koral seragam yang menyembul ke arah makam Ibu, rumput-rumput setengah tinggi berembun di sana-sini. Semerbak bunga kamboja sudah pasti ada   dan dengan berbisik saya mengucapkan salam kepada penghuni makam nan sunyi ini “Assalamu ‘alaikum ya ahladdiyaar” salam itu bergaung, menerobos keheningan sebuah tempat yang luas, berpenghuni kesunyian :)

Saya jadi teringat ucapan Buya saya semasa hidup dulu, ketika itu Buya selalu menjadi teman saya ke makam Ibu dan Buya bilang bahwa ketika kita memberi salam kepada para ahli kubur maka para penghuni kubur berebutan menjawab salam, karena salam bagi mereka adalah doa dan orang-orang yang sudah meninggal sangat bergantung dari doa dan kasih sayang dari orang-orang yang masih hidup :) sangat tergantung bahkan.

Dan setiap kali melewati makam yang cantik dihias porselen atau keramik selalu saja Buya berucap “Inong [gadis dalam bahasa Aceh, dan inilah panggilan Buya untuk saya], bahwa kita yang hidup tidak akan pernah tahu apakah di bawah makam berpualam itu lapang, terang dan menyenangkan ataukah dibalik keramik indah itu penghuninya merasakan kesempitan, kengerian dan kegelapan mencekam. Siapa tahu yang kuburannya hanya bernisan sederhana adalah mereka yang sungguh beruntung, tidak mengalami siksa pedih alam kubur, berbahagia karena ditemani seseorang berparas tampan [melebihi ketampanan Nicholas Saputra kali yah? :) ] atau biadari cantik mempesona sebagai wujud dari amal-amalan yang ia tunaikan selagi di dunia. Kita tidak pernah akan tahu”

Iya, sungguh setiap kali datang ke makam, maka jiwa ini terasa tertohok oleh sebuah kesadaran bahwa suatu hari kelak napas saya akan terhenti, dan dibawah liang lahat yang sempit didalam makam itu saya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya selama saya bernapas disini, selama kaki dipijakan dibumi ALLAH ini :)

 

Duh sungguh kematian tidak ada yang dapat memperkirakan, tak memandang usia dan jabatan, tak peduli rupa, tak memilih kaya atau miskin lalu bagaimanakah keadaan saya saat kematian datang menjemput saya? Mudah-mudahan ALLAH menerima amal kebaikan yang saya jadikan bekal selama hidup, ahhh, hanya masalah waktu sayapun akan menyusul Ibu dan Buya :(

Bergelar tikar dibawah pohon kamboja yang rindang yang saya biasanya mengaji untuk Ibu, berdoa sedalam dalamnya dan terisak isak sejadi jadinya, kalau saya lelah dengan tangis maka saya akan meletakan kepala saya yang kini telah terbungkus jilbab diatas badan makam, dengan begini saya merasa bahwa saya sedang meletakan kepala saya di atas pangkuan Ibu, berharap ada tangan lembut yang mengelus elus kepala saya, menghapus airmata saya dan yang dengan kelembutannya mampu meluluhkan semua perih di hati saya, yang dengan senyum manisnya mampu membesarkan hati saya dan mengatakan bahwa semua akan baik baik saja Ade, semua akan baik baik saja :(

 

Dan inilah salam ketika mengunjungi PUSARA …  

“Assalamu ‘alaikum ya ahlad diyaar, minal mu’miniina wal mu’minaat. Wa innaa insya Allahu bikum laahiquuna. As-alullaaha lanaa wa la kumul’afiyaat [Saya mencoba memahami artinya, mohon koreksi jika salah Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung mu’min dan mu’minat. Insya ALLAH kami pun akan menyusul kalian. Kami mohonkan kepada ALLAH kesejahteraan bagi kami dan kamu semuanya” :)

Bahwa napas pasti akan TERHENTI, hanya masalah waktu, sudah kah saya menyiapkan diri untuk terus mendekat kepada cinta ALLAH agar jauh dari amarahnya agar saya mendapat ampunan dan tidak mengalami azab kubur yang maha dahsyat, sudahkah saya meminta maaf atas luka demi luka yang saya torehkan kepada manusia lain agar tak gelap kubur saya, dan sudahkan saya memenuhi janji janji kepada sesama manusia dan kepada ALLAH agar tak terhimpit lubang lahat saya, atau saya masih saja memakai pakaian kesombongan yang bukan pakaian saya.

Nauzubullahimindzalik … takut yah? :( :(

 

 

About these ads

48 thoughts on “Pusara…

  1. Gaya tari tulisan itu mengenalkan kita kepada jatidiri penulisnya. Anda menggambarkan keindahan watak insan yang kreatif dan istiqomah menjejaki landasan yang menuju kepada jalan yang menjanjikan ketenangan dan kedamaian. Moga anda sampai ke destinasi yang menjadi buruan wanita solehah. Doa ikhlas dari hamba yang jauh.

    Rindu: wah, tersanjung nih saya … :)

  2. tanpa kau ketahui telah lama aku menjadi pembaca setiamu, setiap kata dan kalimat yang kau torehkan dalam kebun hikmah ini tanpa disadari telah menjadi inspirasi nuraniku tuk terus bergugah. Banyak hikmah dan perasaan yang telah kupetik dari kebunmu…

    tanpa aku ketahui siapa yang menanam pohonnya dan pemilik kebunnya. Aku bersyukur sekali telah menemukan Kebun rindumu ditengah-tengah pencarian jalan untuk keluar dari kesesatan luasnya hutan belantara. Ya Alloh ijinkan dalam hidupku, suatu saat nanti dapat mengetahui dan bertemu dengan insan yang selalu menanam dan meyiram pohon di kebun rindu ini. Amiin.

    Rindu: amin ya ALLAH, semoga suatu hari kita bisa bersilaturahmi bukan hanya dikebun saya ini, tapi juga di masjid masjid yang kita singgahi :)

  3. kematian adalah nasihat buat setiap manusia… bila kita arif membaca nasihat itu, maka bukan mustahil akan memberikan hikmah yang dalam sekaligus juga kearifan dalam hidup…

    Rindu: iya, kematian memang peringatan yang menohok setiap jiwa yang ingat ALLAH, kalo gak ingat yah biasa aja ketika ke makam juga :) semoga kita tergolong orang orang yang selalu ingat yah :)

  4. Mampir lagi untuk baca-baca tulisanmu ya De :)

    Rindu: silahkan … saya buatkan teh hangat dan pisang goreng yah, semoga betah baca semua tulisan saya disini ;)

  5. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang tuk sahabatku

    Rindu: gak komen gitu? salamnya buat siap sih kang? :D

  6. Makasih De atas komentarnya….
    Abang atau mas ya, mohon maaf kalau komentar abang kurang dapat difahami Ade..
    Kita hampir sama ya, kalau ade ngasi komentar dari bawah ke atas kalau abang membaca buku suka dari halaman terakhir…
    Semoga kebun ini bertambah banyak varian tanamannya….

    Rindu: semoga kebun ini bisa bermanfaat, dan jadi ladang ibadah untuk penulis dan pembaca yah mas :)

  7. setiap jiwa yang beramal sholeh, itulah nantinya jiwa2 yang lapang di alam kuburnya

    Rindu: amin ya ALLAH, semoga kebaikan mampu menghapus segala dosa dosa yang mulai berkarat dihati :)

  8. Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya adalah dengan banyak mengingat Mati kata Rasulullah…Ziarah kubur adalah salah satu cara kita mengingat bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara, dan kehidupan akhiratlah yang kekal abadi…maka sebaik2 bekal untuk kehidupan nanti adalah Takwa…
    Terima kasih tulisannya…Nice post

    Rindu: Bila waktu telah berakhir, maka hanya amal soleh yang terbawa … jadi ketika kita begitu menggagungkan dunia, tunggulah akan teguran ALLAH, makanya hidup adalah hanya masalah taqwa kata guru mengaji saya :)

  9. bener2 penuh hikmah postingan mbak rindu..
    di tunggu postingan yg lain nya..^^

    Rindu: silahkan menunggu hikmah berikut dari sang RINDU … hahaha, apa sih? :) mas, yang indah datangnya dari ALLAH, jika ada kesalahan itu karena saya.

  10. wahhhh dinda udah lama gag kesini mbak

    kalo semua manusia sadar akakn adanya hal itu mungkin ketentraman dunia akan tercapai mbak, tapin saayng gag semuanaya mau menyadari

    Rindu: ketika kita merasa memiliki segalanya digenggaman, biasanya manusia melupakan pusara, padahal apa yang digenggam akan hilang dan tersisa hanya pusara :)

  11. Dik, ko dr 1 – 5 nggak dkomentari?
    Ada Apa Dengan Rindu?

    Rindu: belum sempat mas, sekarang deh saya komentari… tadi malam membalasnya mulai dari bawah, semoga hari ini cukup waktu yah. Sok sibuk nih Ade :)

  12. Sebuah petuah bijak mengatakan:

    Apabila Anda kehilangan Taqwa dalam Istiqamah, maka Anda jangan kehilangan Taubat dan Istighfar.

    Salah satu hikmah dianjurkannya berziarah kubur adalah agar mereka yang sudah dimakamkan bisa menjadi pengingat yang masih hidup bahwa suatu hari nanti mereka pun akan tinggal bersama penghuni makam.

    Bagi mereka yang ‘sadar’ tentu setelah berziarah akan banyak-banyak berintrospeksi diri dengan memohon ampunan kepada Allah Swt. agar kelak ketika mereka menjadi penghuni makam maka mereka bisa menjadi penghuni makam yang bahagia karena terbebas dari azab kubur :).

    Mudah-mudahan kita termasuk orang yang ‘sadar’ tersebut.

    Sebuah doa permohonan kepada Allah Swt.
    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keteguhan dalam agama, beramal secara yakin dan mohon perlindungan kepada-Mu dari pertemuan dengan dosaku. Sebab dosa itu bisa melemahkan hatiku. Berikanlah kesaksian diriku demi Engkau dengan kesaksian yang lebih menguatkan batin jiwaku dan lubuk hatiku. Ya Allah, tabirilah diriku dengan ampunan-Mu, kasihanilah daku dengan rahmat-Mu, berilah kemampuan diriku dengan Kekuasaan-Mu, lapangkanlah diriku dengan Kehendak-Mu, berilah ilmu padaku dengan ilmu yang sesuai dengan ilmu-Mu, dan berikanlah diriku anugerah hikmah yang selaras dengan hikmah-Mu, berikanlah padaku ucapan jujur dalam ibadah kepada-Mu, jadilah diri-Mu sebagai pendengaran dan penglihatan, ucapan dan hati, serta akal bagiku, tangan dan penguat bagiku. Lindungilah diriku dari kesalahan, penyimpangan dan penentangan. Lindungilah diriku dari dusta dalam ucapan dan tindakan serta tingkah laku. Lindungi diriku dari dusta dalam akad, persangkaan, dugaan, penglihatan mata dan penglihatan hati. Lindungi diriku dari kesalahan intuisi dan berpikir, begitu pula dari rahasia tersembunyi dalam godaan dan was-was, citarasa dan pemikiran, kemampuan dan kehendak, gerak dan diam, dan segala yang Engkau ketahui, wahai Dzat Yang Maha Tahu segala yang rahasia. Engkaulah Tuhanku, dan bagiku cukuplah ilmu-Mu. Aku tidak memohon dan tidak merinci (Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya dan Maha Murah). Ini sekadar ibadah yang berlaku menurut kehendak-Mu, yakni ubudiah memohon dan meminta, merinci dan mengglobal, ucapan dan tindakan, janji dan keadaan ruhani, dan sebagainya, berupa usaha, di diberi tanpa usaha dan meminta. (Sesungguhnya Tuhanku Maha Tahu segala sesuatu).”

    Rindu: doa yang indah, makasih yah kang, semoga kita semua tersadar bahwa Pusara adalah tempat kita kembali :) bukan tempat yang lain.

  13. sedikit OOT (out of topic)

    BOM MEGA KUNINGAN, CARUT MARUT PENANGANGAN KASUS TERORISME

    selengkapnya hanya ada di http:rohayadi.wordpress.com

    Rindu: no comment deh saya kalau urusan terorisme :) gak paham jalan pikiran para pengebom.

    :)

  14. setiap kali melihat, setiap kali lewat, sungguh membuat hati bergetar, membuat mata meneteskan airmata, apakah yang tlah kupersiapkan untuk menjadi penghuni perkampungan mereka…..entah sempit atau lapang nanti tempat tinggal saya berbau harum atau berbau bangkai ya Allah lindungilah aku dari siksa kubur lapangkanlah tempat kembaliku, dan ampunilah saudaraku yang tlah mendahuluiku.

    Rindu: semua isi alam ini hendaknya mengingatkan kita akan tujuan akhir hidup kita yaitu Pusara, semoga kita tergolong orang orang yang cepat tersadar bahwa dunia ini hanya sementara, dan semua yang kita miliki saat ini tak akan membantu kita sama sekali di dalam pusara nanti, orang tua, kekasih, anak anak, siapapun akan mengantar kita hingga ke tapak berbatu itu saja, gak ikut ke liang :)

  15. Semoga Allah Menjaga kita dari sikasa kubur dan siksa neraka..
    Ya Allah,semoga KAU lindungi kedua orang tua kami, sebagai mana KAU menlindungi orang-orang yang KAU cintai…
    Amin ^_^

    Rindu: amin ya ALLAH, doa akan yang soleh/solehah adalah satu satunya yang bisa dibawa oleh orang tua kita di alam sana mas :)

  16. Pusara kidung sunyi yang membisu diantara jiwa – jiwa yang tak bersuara.
    Hanya sayup sayup terdengar derita sengsara meratapi hidup didunia yang sia-sia.
    Inilah hidup yang bersifat fana yang membuat kita terlena..
    Hemmm…

    Rindu: semoga kita menjadi manusia yang mampu mengisi dunia dengan kebaikan kebaikan, agar tak sia sia waktu yang sedikit untuk hidup di bumi ALLAH ini, semoga ALLAH selalu menarik kita kembali kepadaNYA setelah kesalahan demi kesalahan kita lakukan … ah, indahnya sepi, ketika kita tahu bahwa ada ALLAH yang tak pernah meninggalkan kita :P

  17. saya belum kebayang bakal ngunjungin pusara orang yang saya sayang dan hormati..

    mudah2an orangtua saya tetep diberi rezeki dan kebaikan oleh ALLAH SWT.

    Rindu: kalau gitu kapan kapan ikut ke makam Ibu saya aja kang? gimana? :P

  18. just postingan blue nich jeung’ku harap masih mau kasih ide aza juga tak masalah untuk arisan di bulan depan hehehe…………….smille
    salam hangat selalu

    Rindu: arisan dikebun saya aja gimana Blue, tapi isinya pengajian yah… :) gimana?

  19. lagi pulang kampung ya mbak..?
    teriring doa untuk almarhumah ibunya mbak rindu
    jangan lupa oleh olehnya yach,(tentunya dalam bentuk tulisan).

    Rindu: hari ini sudah di Jakarta lagi … kangen yah? haih :)

  20. mengunjungi pusara Ibu dan kampung halaman..
    ada kesyahduan, keharuan mendalam dan suasana hati yang membuncah disana..
    aku bisa merasakannya seperti halnya ketika aku mengunjungi pusara Ayahku..

    Rindu: iya mas, rasanya gak pengen balik ke Jakarta … karena disini ada Ibu :(

  21. ke makam memang mengingatkankita akan masa depan yang pasti datang
    tapi bukankah seorang wanita makruh jika ke makam?mohon petunjuknya kakak2…

    Rindu: iya, masa kita berada dibawah tanah itu PASTI datang, oh masalah makruh? saya selalu datang ke makam Ibu bersama Ayah, Buya, dan guru mengaji saya sejak saya bayi, dan tak ada satupun yang mengatakan bahwa perempuan makruh ke makam :) artinya selama ini tak ada yang salah.

  22. Saya dan kita smua harus mempersiapkan bekal perjalanan abadi itu..
    Kunjungan silaturrahmi de..

    Rindu: yo siap siap mas, siapa tahu besok tak lagi menjadi milik kita yah :) terima kasih yah sudah silaturahmi kesini, alhamdullilah masih ingat saya meski setelah ini mau pamit ya mas? :) meski nanti jauh, datanglah ke kebun saya sekali kali yah.

  23. Apakah bekal kita sudah cukup untuk menghadap sang pencipta?? mari berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk bekal di akhirat kelak :), semoga amal ibadah ibunda kakak diterima Allah SWT, amin.

    Rindu: amin ya ALLAH, makasih doanya untuk Ibu yah, semoga orang tua kita dicintai ALLAH, seperti mereka mencintai kita tanpa batas :)

  24. disaat pelik masalah menerpa, disaat airmata mengalir, disaat tiada lagi keinginan, disaat …… hanya padamu Allah hidup ini, gerak ini, keinginan ini, … dalam tidur / setengah tidur, ibu hadir membelai diri ini, mencoba menenangkan hati ini, mencoba menguatkan hati ini. ibu hadir …. meski raganya tak lagi terlihat, tersentuh.
    Ya Allah, luaskan tempat ibuku.. amin.:( :)

    Rindu: saat mulut tak lagi mampu berucap, ALLAH maha mendengar doa kita, bahkan ketika hanya terucap dalam hati saja :)

  25. mengambil hikmah dari ziarah, mengambil hikmah dari ambulance yang lewat dengan sirene yang meraung-raung dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita temui dan alami. suatu saat diri inipun akan seperti mereka yang sudah lebih dulu berpulang.. diri ini juga akan dibungkus kain kafan.. sudah siapkah???

    Rindu: pertanyaan yang sama setiap kali ke makam Ibu, kapan saya bisa bertemu Ibu? ah indahnya bersama Ibu nanti :) sesuatu yang saya rindukan seumur napas saya.

  26. Ketakutan akan kematian merupakan sesuatu yang manusiawi. Ketakutan kita yang didasari karena kita akan meninggalkan kesuksesan secara materi kita selama hidup, atau karena kita belum bisa mempertanggungjawabkan kehidupan kita. Pastinya kita yang memperoleh kehidupan akan menghadapi kematian, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban kita.

    Rindu: iya sist, setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban akan semua hal, termasuk hal hal kecil. Saya pernah ditegur guru mengaji saya ketika saya lupa membalas salamnya lewat sms, katanya “Ade, setiap salam itu wajib dijawab, dan akan dimintai pertanggung jawaban di mahkamah ALLAH nanti” kecil menurut saya namun mampu menyeret saya ke neraka yang bahan bakarnya manusia, nauzubillahimindzhalik :)

  27. Assalamu’alaikum Kak Meutia

    Mari sama-sama perbanyak ISTIGHFAR, memohon ampunan atas dosa-dosa kita yang menggunung.

    Ya ALLAH ringankan langkah kami semua untuk berbuat kebaikan.

    Semoga ALLAH mudahkan di saat malaikat maut datang menjemput ruh kita. Amin Ya ALLAH.

    Terima kasih Kak meutia sudah mengingatkan jadwal pulang ke kampung akhirat bagi saya dan semua pencinta kebun hikmahmu. (Saya sendiri lebih sering lupa kalau harus pulang ke kampung akhirat…, wah siaga satu atuh imam kalo sampai lupa)

    Wassalamu’alaikum

    Rindu: Meutia adalah nama tengah saya yang berasal dari nama Ibu :) dan nama itu kini terukir indah dinisan makam Ibu, dipusara Ibu … Ibu, saya mencintai Ibu :) ya ALLAH bangunkan syurga untuk Ibu.

  28. “kita yang hidup tidak akan pernah tahu apakah di bawah makam berpualam itu lapang, terang dan menyenangkan ataukah dibalik keramik indah itu penghuninya merasakan kesempitan, kengerian dan kegelapan mencekam.”

    nasehat yang sangat menyentuh, jadi mikir nasib diri ini nanti, mungkinkah bisa meraih tempat yang lapang dan terang di alam kubur..
    Astaghfirullah…

    Rindu: sering sering berkunjung ke kebun saya kalo gitu mas, akan banyak waktu untuk menghisab diri :) narsis mode ON

  29. kak Ade ni…
    bikin aku rindu Abah & Umiy di rumah u_u *kangen banget*

    Rindu: panggilan abah dan emie mengingatkan saya pada seseorang di Indramayu sana :) ah andai mereka bisa menjadi orang tua saya, hahahah… gak ah.

  30. salam ade…
    ada kebahagiaan yang tersirat dihati, adalah kebahagiaan yang tentunya tidak bisa diungkapkan dengan kata. izinkan aku tersenyum tulus untukmu hari ini, sebagai ganti salam jumpa.
    ade, salam untuk ibu disana ya…
    dialah yang mampu memberikan kita bahagia. dipangkuannyalah kita bisa berbagi. senyumnyalah yang yang membuat kita selalu merasa ada.
    ——
    sekarang aku tidak dipereantauan, sekarang aku setiap hari bertemu emak bapak (ibu bapak), do’akan akau mampu membahagiakannya, demi sebuah janjiku padanya.
    ——
    ade, tetaplah disitu, untukku ucapkan rindu.
    ——
    dari sini juga, aku titipkan rindu unuk yang lainnya.

    Rindu: kayanya harus baca ulang tulisan saya deh, baru komen ini benar adanya … ada makna yang hilang atau kurang dimengerti gitu :P

  31. De, Kok komennya nggak dibalas sich?…..
    Are U Fine ?…. Khawatir juga nich apalagi setelah membaca postingan ni…Bales donk!!

    Rindu: saya sehat mas Arfan, alhamdullillah … kemarin pulang ke Banda dulu karena libur kuliah, sekarang sudah kembali :)

  32. balik lagi yah rumahnya……..nice jeung
    dan blue harap u sealu siap untuk melengkah ke pusara yg sangat aman bagi jiwa serta amal kebaikanmu,jeung
    salam hangat selalu

    Rindu: amin ya ALLAH, makasih doanya untuk saya dari dimensinya Blue yah :P blue mode ON.

  33. Pingback: Pusara… | Update Blog Terbaru

  34. Horay… kembali hitam!!
    pas bgt de, postingan kali ini. pagi ini saya ingat bapak dikampung kesunyian nan jauh disana, usai denger mp3 ‘Yg terbaik bagimu(jangan lupakan ayah)–Ada band feat Gita G’.

    De, mang wajah tampan selain Nicholas ga ada yah?? saya misalnya.. haha..
    Bosen de, denger nama Nicholas, skali kali ganti dunk yg laen :) setia bgt ma Nicholas ya De.
    just kidding.

    Rindu: hahahah, sejauh ini bang Nicho masih memiliki tempat teratas di jiwa saya kang, hahaha… mari kita tunggu, barangkali nanti ada yang mampu menggantikan posisinya, ah saya menanti lelaki berbaju koko dan berjanggut tipis, asik !! :D

  35. Pingback: Laki-laki Biasa

  36. mari kita semua siap menyongsong kehidupan yang tak terbatas, kita seharusnya tidak takut mati dan juga tidak cari mati tapi kita rindu mati karena mati adalah jalan satu-satunya utk bertemu dengan-Nya…

    yang sabar ya rindu, saya juga kangen sama abi saya… :)

    Rindu: iya, saat terindah katanya saat bertemu dengan ALLAH dan orang orang yang kita sayangi dan telah mendahului kita :) semoga saat itu telah cukup amal ibadah saya, sehingga saya bisa mencium baunya syurga dan bertemu Ibu :) amin ya ALLAH.

  37. Di alam kubur ini, qt akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir tiga buah pertanyaan. Dan pertanyaan ini sudah dibocorkan oleh Rasulullah, diantaranya sebuah hadits shahih yg sangat panjang, yg diriwayatkan sahabat al-Bara’ bin Adzib. Bahkan, lengkap dg jawabannya. Wah, enak to? manteb to?

    Siapa Tuhanmu? Apa Agamamu? Dan siapa Nabimu?

    Smg kita sukses menghadapi fitnah kubur. Org mukmin, kuburannya diluaskan seluas-luasnya sejauh mata memandang. Datang kpdnya kenikmatan2 surga. Dan amal shalihnya datang dlm bentuk org yg wajahnya menyenangkan. Bajunya bagus dan baunya wangi. Menyertai dia sampai hr kiamat. Inilah ORANG YG SUKSES. Mudah2an qt termasuk golongan org yg ini. Allåhumma åmîn.

    Rindu: kemarin guru mengaji saya bilang “De, berbuat baiklah sebanyak banyaknya tanpa berharap syurga, gapai cinta ALLAH karena syurga adalah janji ALLAH dan jangan ragukan ketika ALLAH berjanji, syurga itu pasti, tapi cinta ALLAH adalah sesuatu yang harus diperjuangkan” begitu bukan yah?

  38. Terima kasih…
    tulisannya bagus, semoga bermanfaat bagi kita2

    Rindu: amin ya ALLAH, semoga bermanfaat yah mas :) doakan saya.

  39. Asalamu ‘alaikum wr wb.

    Alhamdulillah, Allah karuniaimu ekspresi yang bagus dalam tulisan.

    Saya titip sedikit ekspresi tentang ziarah ini.

    Salam yang disampaikan kepada penghuni adalah doa: “Semoga keselamatan menaungi kalian semua”. Mereka adalah para hambaNya yang sudah berakhir [seharusnya] segala urusannya dengan dunia. Maka Allah tempatkan mereka di alam yang tidak mungkin lagi menghadap dunia. Kegelapan di alam barzah adalah bila yang bersangkutan masih tetap ingin bertemu dengan dunia, karena semua perhatian dan kecintaannya masih tertinggal di dunia. Karena tak mungkin ditemuinya (inilah kegelapan) maka semua hal yang ditemui justru membuatnya terganggu dan menyiksanya. Sedangkan bagi mereka yang tidak lagi punya perhatian atau kecintaan sedikit pun dengan dunia, maka apa yang ada akan dapat diterima sebagai karunia dari Sang Maha Mencinta Yang Maha Baik. Sehingga akan berlaku baginya sebuah alam yang terang benderang penuh karunia dan membuatnya merasa berada dalam kedamaian (salam).

    Jadi makna doa tersebut, adalah harapan agar mereka semua dalam keadaan yang telah benar-benar lepas dengan urusan dunia. Dan bagi yang belum, maka semoga mereka segera dapat melepaskan diri dari segala ingatan (perhatian) dan kecintaan pada dunia, lalu mengalihkan perhatian dan kecintaannya kepada Allah semata.

    Semoga dengan begitu para ahli barzah senantiasa dapat menikmati karuniaNya yang indah, dan beristirahat dari segala urusan dunia yang semu dan sementara ini.

    Akan halnya peziarah, maka lanjutan doa tadi adalah untuk mengingatkan diri sendiri. Bahwa diri ini juga tidak akan lama lagi berurusan dengan dunia. Bahwa diri ini juga harus segera memupus perhatian dan kecintaan kepada dunia. Kemudian mengalihkan dan mengisinya dengan kecintaan kepadaNya semata.

    Alhamdulillah, kecintaanNya kepada kita semua telah disampaikanNya melalui para pendahulu kita. Terutama melalui rasulNya, hamba dan kecintaanNya Muhammad SAW. Dengan doa yang begitu indah dan mencakup segala keperluan.

    Mohon maaf lebih dan kurangnya.

    Wasalamu ‘alaikum wr wb.

    Rindu: alhamdulillah, banyak sekali yang melengkapi tulisan tulisan saya dengan doa dan hadits, semoga ALLAH ridho dengan kebun yang indah ini, dan kita dapat berbagi lagi begitu banyak hikmah …

  40. Semoga bertemu ibunda dlm keadaan yg diridoi Allah y mbk..

    Rindu: amin ya ALLAH … tak ada yang lebih saya inginkan ketika berpulang nanti, selain bertemu Ibu :)

  41. Dik Rindu yg istiqomah,
    Abg sngt trsentuh dg apa yg adik tls itu..
    Kematian itu sngat pasti, qt hdp ibarat menunggu hukuman mati..kpn jth vonis n mnghadap regu tembak..qt g prnh tau!
    Tp saran abg jgn lah qt jdkan ketakutan akn alam barzakh mjd lndasan qt beramal, tkt cm 1 tkt pdNYA bkn pd makhlukNYA!
    Kematian adlah pintu/jln menuju Sang Kekasih..Hny stlh mati qt dpt brtemu dgNYA…
    Tq dik rindu…tlsnx tlh mmbuka cakrawala pndang qt smua ttg Ketuhanan…
    Smg dik rindu akn sll dilimpahi kshtan n kbhgiaan!
    Maf kl ad kt2 abg yg krg brknan dht adik…

    Rindu: sekali lagi saya minta, untuk tidak menulis komen dengan bentuk singkatan singkatan kaya gini mas, JUJUR, saya kesulitan membacanya, gimana saya harus menanggapi yah kalo komennya aja saya gak ngerti isinya … *sedih*

  42. ketika ku ke pusara ayahanda, aku selalu terkenang masa-masa indah bersamanya ,masih ingat di pelupuk mata ketika ayahku agar diri inituk mengaji , dan masih ingat ketika Ayahan sedang sakaratul maut dan menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan aku dan ibundaku sambil kita talqinkan Alhamdulillah dan setelah itu adzan subuh berkumandang dan itulah adzan subuh yang tak terlupakan

    Terima kasih atas tulisanya mengingatkanku pada saat itu

    Rindu: kepedihannya ke Ayah disampaikan lewat doa yah… orang tua kita disana sangat membutuhkan doa kita dari sini, hanya itu yang mereka harapkan TIDAK lebih :)

  43. masih butuh editan dikit mba tulisannya. ^_^

    Rindu: sudah selesai saya edit mas :P kasih komennya kecepetan yah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s