009. Page 365 of 365

009. Page 365 of 365


  Chapter 2015 berlalu sudah, tahun PELAJARAN bagi saya, karena ada banyak sekali pelajaran hidup yang saya dapatkan di 2015, setahun keluar dari zona nyaman setelah tobat profesi alias meninggalkan dunia pekerjaan kantor yang semua serba pasti hijrah ke hutan belantara yang semuanya tak pasti, tak pasti pergi kerja setiap hari, tak pasti dapat gaji … Continue reading

008. Surat Untuk Ibu

008. Surat Untuk Ibu


Ibu, hari ini semua orang dibumi tempat saya berpijak memperingati hari Ibu, ada yang mengirim bunga, ada yang membuat surat, bahkan anak anak balita yang baru pandai menggunting gunting kertas membuat ucapan untuk Ibu dan saya hanya bisa berkirim doa sebagai ucapan terima kasih atas 9 bulan menjadi bagian dari hidup Ibu.. gak apa apa … Continue reading

007. Lampu Merah

007. Lampu Merah


When you get stuck at one point of life, what you should do? You want to move ahead, but you are not able to. Are you stuck up in the traffic of life? Are you going to “Give Up” or do something else ahead?  Yes, ketika hidup kita terasa berhenti dilampu merah, mau nyusul mobil depan gak … Continue reading

006. Sakit Dan Pengingat

006. Sakit Dan Pengingat


MInggu lalu adalah waktunya saya kembali ke rumah sakit untuk kembali memeriksakan paru paru saya yang sempat terinveksi dan melihat perkembangannya pasca rawat inap, diruang tunggu dokter duduk seorang perempuan muda yang yang langsung melemparkan senyum manisnya ketika saya datang dan mengambil duduk disebelahnya, paras ayunya nyaris menipu saya karena bukan seperti orang sakit, dibandingkan … Continue reading

005. From Aceh to Rohingya

005. From Aceh to Rohingya


Hari Sabtu hingga Senin kemarin saya diizinkan Allah untuk mengisi trainig menulis sekaligus menjadi mentor untuk para relawan ACT  yang hendak membukukan semua cerita tentang Rohingya, dalam rangka menyambut “Rohingya International Convention” begitu kira kira misi perjalanan saya ke tanah lahir saya (Aceh) kali ini, dengan sejuta pertanyaan mengapa Allah memilih Aceh untuk untuk menjadi … Continue reading

004. Sampah

004. Sampah


Hampir setiap pagi pekerjaan saya adalah menjalankan tugas negara, menjadi sopir untuk orang orang tersayang atau ketemu client atau keluar mengajar, dan seperti yang biasa terjadi di Jakarta, pagi adalah waktunya berjibaku dijalanan yang hampir semua jalur pasti ada macetnya, pasti !! ribuan motor, ratusan mobil berdesakan dijalan berperang dengan waktu, dikejar hantu, semua ingin … Continue reading

003. Airport

003. Airport


Saya selalu suka pemandangan di airport, setiap kali mengantar Ayah saya atau saya sendiri yang bepergiaan saya selalu mengambil tempat di sudut salah satu caffee atau restoran agar saya bisa mengamati setiap orang yang lalu lalang dengan segala kesibukannya, ada sang gadis yang berurai airmata melepas kekasihnya yang hendak pergi jauh, yang entah akan kembali … Continue reading