Seroja …

seroja

Hanya pemuda sederhana. Yang kecemerlangannya muncul lewat senandung yang ia hafalkan, terlihat dalam cahaya yang terpancarkan dari sepasang mata. Kecemerlangan yang terlihat bagai matahari perlahan muncul, atau menghilang di kaki langit”

Tulisan ini saya buat karena saya tahu dia akan membacanya, bulan April ini adalah tahun kenangan buat saya, mengenang April 2008, iya  saya punya seseorang yang selama 6 tahun tahun hadir dalam hidup saya, dia tidak pergi meninggalkan saya meski kadang saya tinggalkan, dia hadir saat sejuta luka menusuk bahkan saat badai menerpa hidup saya, bahkan tsumani menghantam saya, dia ada tepat disamping saya, mengulurkan tangannya untuk membangunkan saya, memapah saya untuk berjalan dan bahkan berlari bersamanya, meski kadang saya berlari lebih cepat darinya dan meninggalkannya dibelakang, dia tetap ada menunggu hingga saya tersadar bahwa saya telah meninggalkannya jauh, ah !! kata orang cinta selalu berayun ayun diantara harapan dan ketakutan :)

Kini setelah 6 tahun bersama saya sadar ada rasa yang tak bisa saya buang, lebih tepatnya terlambat untuk menghindar dari mencintainya, terlambat untuk tidak merindukannya, terlambat untuk tidak memikirkan betapa dalam luka yang akan saya dan dia torehkan ketika pada akhirnya kami harus saling merekan diri, berpisah !! iya berpisah adalah sebuah kepastian dari setiap pertemuan tapi tetap saja menakutkan buat saya, trauma masa lalu, serpihan luka yang berlum berhasil saya susun rapih harus berantakan lagi, hancur lagi, menepi lagi dan luka dan luka dan luka, ya Allah izinkan tak ada luka lagi dari pertemuan yang ini :) 

Seroja, begitu dia memangil saya, iya bunga seroja adalah satu satunya keindahan yang bisa dilihat ditengah kesepian dan keheningan, ia jarang tumbuh diantara bunga bunga cantik lainnya, ia tumbuh menyendiri, meski tak seharum melati tapi indahnya sama, mekarnya sama, menyejukannya sama …

Terima kasih atas segala yang sudah kamu berikan untuk saya selama enam tahun ini, jikapun pada akhirnya satu persatu bunga seroja ini akan runtuh dan kita tak bisa saling memiliki, kamu tahu dimana harus menemui serpihan bunga yang jatuh, atau sekedar melihat dan menunggunya tumbuh lagi…

Cinta itu rasanya seperti getar sayap kupu-kupu. Lembut, ringan, indah dan rapuh, tapi di sisi lain itu membuatmu merasa kuat

 #mendadakromantis 

About these ads

4 thoughts on “Seroja …

  1. Bila memang nanti harus terjadi
    Biarlah air mata ini tetap mengalir
    meski tak bisa membuatnya hadir
    walau hanya sebagai bayangan atau kilatan dalam pikir

    Tangis karena sayang itu biasa
    Ratap karena tak rela itu binasa
    Tak perlu kau usap tangis di wajahku
    dan biarkan aku menikmati “loh” ini

    Air mata itu tidak sampai ke tanah
    melainkan meresap ke dada,
    mencoba masuk ke hati
    Di sana ia bertemu luka,
    akan dia bersihkan dengan perlahan atau dibiarkan menganga
    Biarlah aku yang menjawabnya

    *loh (jawa) = air mata

  2. sedih amat story nya de…kliatab bgt ade bgtu dlm mencintainy…hoho…aneh ya…kamu bilang cinta yang dalam hanya untuk allah tapi tulusan ini bertolak belakang… 6th msh berlalu tapi…..hohoho….. makany de buruan nikah biar ga mellow swallow… hidup berpasangan dalam dunia nyata biar tau rasany berkeluarga… :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s