Tuhan, Maaf Kami Sibuk !

Sering bahkan terlalu sering kita mendengar kata “bahagia“, dan seberapa sering kita temukan bahwa mereka yang sedang berbahagia, lupa siapa yang memberinya kebahagiaan, hingga Allah kembali menegurnya dengan luka, saya mau share sedikit, hari Sabtu lalu ditemani seseorang (ehm .. ehm ..) saya nonton film RUSH, menceritakan tentang perjalanan karier dan kehidupan Niki Lauda, pembalap F1 era tahun ’70 an, ada satu kata yang cukup jleb buat saya yaitu “Bahagia itu melemahkan … ” awalnya agak membingungkan dengan kata melemahkan bukankah setiap orang ingin bahagia? bukankah tujuan dari hidup ini adalah bahagia? apanya yang melemahkan? :)

Pertanyaan ini saya ajukan kediri saya, ternyata begini, seberapa sering ketika bahagia ibadah saya tidak sekenceng ketika saya patah hati, seberapa banyak mereka yang menikah kemudian ibadahnya tidak lagi sekuat ketika jodoh itu masih dilangit, mohon mohon sambil nangis ke Allah agar jodohnya diturunkan ke bumi, setelah turun dia lupa berterima kasih, bahkan lupa shalat subuh karena sibuk, #eh!! seberapa sering melihat mereka yang ketika tak punya uang tahajud 40 hari tanpa putus berharap mendapatkan rejeki, tapi setelah kaya lupa bahwa sebagian dari hartanya adalah milik fakir yang Allah titipkan lewat dia, jreng jreng !! inilah yang disebut bahagia itu melemahkan

Saya jadi teringat buku yang baru selesai saya baca, judulnya “Tuhan, maaf kami sedang sibuk” saya coba kutip yah “Tuhan, maaf, kami orang orang sibuk, kami memang takut neraka tapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan amalan yang menjauhkan kami dari nerakaMU kami memang berharap syurga tapi kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju syurgaMu” … mantap menusuk kata katanya buat saya, mari kembali bertanya pada diri yang lemah ini, yang kadang tidak mampu berterima kasih pada Allah, kalau udah bahagia apalagi, makin lupa, baru dikasih cinta sedikit dari si tercinta, rakaat tahajud sudah berkurang, parah !!

Inilah manusia termasuk saya, lemah ketika bahagia, loyo ketika kenyang, sibuk buat Allah tapi maunya doa dikabulkan semua, gak pake ditunda “hello… ” sulitnya berterima kasih atas nikmat yang tertebar sibuk mencari cari nikmat yang belum datang untuk disyukuri, Astaghfirullah, begitu sempitnya hati saya sebagai manusia, menuntut menuntut terus, lupa bersyukur, panas ngeluh, macet marah, padahal justru amarah itu yang membawa kita ke neraka, gak mau sabar sedikit, sabar ini yang akan membawa kita ke syurga … belajar lagi dan belajar lagi, belajar memahami takdir, belajar memahami maunya Allah, belajar menjadi hamba yang baik, iya saya paham bahwa berkata tak semudah melakukan, paham banget !! tapi setidaknya saya sedang berusaha menjadi seperti yang Allah inginkan, menyusun harapan ketika berpulang nanti, maaf sudah saya dapatkan, ampunan sudah saya pegang, dan syukur sudah saya torehkan.

Buat kamu yang sedang berbahagia, jangan terlena, jangan sok sibuk kemudian lupa pada Allah … mari sebelum bobo, kita tanyanyan pada diri kita “andai ini tidur terakhir saya, sudah siapkan saya menghadap Allah? andai ini malam terakhir saya, dosa apa yang sangat ingin saya mintakan ampunan? andai ini malam terakhir saya, amalan apa yang akan saya lakukan untuk yang sanggup menyelamatkan saya dari siksa kubur?” 

Selamat memejamkan mata dan bertanya !! :) 

About these ads

26 thoughts on “Tuhan, Maaf Kami Sibuk !

  1. Setiap kita pasti tahu mana yang dosa n pahala… Semoga disisa umur ini dapat membekali diri dengan segala amalan2 yang sholeh disela2 kesibukan n rutinitas kita sehari2…. Amin.

  2. Saya pesen tempat duduknya Mbak, buat menatap, menelaah dan memahami semua tulisan-tulisan di website ini, Mbak ^_^
    Trims udah mengingatkan lewat tulisan ini.

  3. Pingback: Tuhan, Maaf Kami Sibuk ! | jejak jejari

  4. Saya jadi teringat salah satu umat pada masa Moses AS, bernama Karun, dia minta bantuan kepada Moses agar didoakan dimohonkan keapada ALLAH SWT supaya diberi kekayaan, setelah diberi akhirnya Karun menjadi sibuk mengurus hartanya. Dia bahagia karena diberi harta, tetapi akhirmalah melemahkan imannya.

  5. Selalu dan selalu mencintai tulisan tulisanmu…. jleb nyess bangeett… dan saya masih suka melemah ketika bahagia. dan semua yg mba tulis benar terjadi pada saya.. semoga saya selalu ingat pada Allah dalam keadaan apapun. Aamiin.. :D

  6. Copass –> saya mau share sedikit, hari Sabtu lalu ditemani seseorang (ehm .. ehm ..) saya nonton film RUSH, menceritakan tentang perjalanan karier dan

    Wewww….ade nonton d temenin si ehm2 ? Cowo kn mksudny?? Hoho…nonton sm cowo d bioskop? Ini bagian dari ta’aruf?? Yakin de? Maaf sblmny de, sy cuma penasaran si ehm g mgk cewek kn?

  7. Makanya kita hrs MELAWAN LUPA…jgn lupakan yg lalu,jgn pula lupa yg akn datang[kematian pasti].jika sdh mensingkronkan kedua hal yg bertolak belakang tadi,maka yg terjadi: BAHAGIA YG MENGUATKAN.

  8. ”Bahagia itu melemahkan … ” , iya mbak ingat yang lima sebelum datang yang lima. :)

    Karena hidup itu adalah proses, proses untuk terus mendedikasikan diri untuk terus menjadi abdi Allah ta’ala yang terbaik.

    Semoga kita kita juga termasuk orang yang bersyukur.dengan datangnya “kebahagiaan” :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s