Haruskah Dipertanyakan …

Setiap kali Idul Fitri tiba, saya mempunyai kebiasaan berkumpul di salah satu rumah tetua, satu satunya garis keturunan Buyut (Ayahnya Buya – Kakek-) yang masih saya miliki, seperti hal yang diwajibkan pun juga tahun ini, anak cucu akan berkumpul, dan setiap tahun akan ada anggota keluarga baru, jika tahun lalu ada menantu baru maka tahun ini bisa dipastikan ada bayi bayi mungil baru, jika tahun lalu ada bayi mungil baru maka tahun ini ada yang sedang hamil lagi :) subur bener, begitu seterusnya, dan hal yang umum dan biasa terjadi dikeluarga besar ini adalah, yang memiliki hal baru akan menjadi topik perbincangan dan yang hidupnya tak mengalami perubahan berarti akan dilupakan, tak lagi menjadi pusat perhatian dan bahkan akan invisible, keberadaannya antara ada dan tiada alias tak dianggap, ada tak ditanya, tak ada tak ditanya :)

Dikeluarga besar ini, Saya memiliki seorang sepupu perempuan, menjelang usia 30 dia tampak lebih dewasa dari umurnya mungkin karena posisi manager yang sudah disandangnya sejak usia 25 membuatnya nampak jauh lebih dewasa, kerudung lebar yang tetap disandangnya meski dia menyandang gelar master menambah kedewasaannya, senyum manis tersipunya membuat semua terlihat sempurna, tapi sayang didunia ini tak ada yang sempurna, saat sepuluh hal dimiliki pasti ada satu yang tak, iya diusia yang sangat pantas untuk memiliki dua anak kecil dia jodohpun belum dapat, bisik bisik tetangga ada yang bilang dia patah hati ditinggal sang kekasih yang menikah dengan yang lain, bisikan lain bilang dia terlalu memilih sampai kereta terakhir lewat tak ada yang seperti kriteria yang diinginkannya, ada lagi bisikan lain Ayahnya terlalu keras melarang anaknya pacaran hingga jodoh tak kunjung tiba, lalu pertanyaannya adalah bisikan mana yang benar? salah siapa jika dia belum berjodoh? hehehehe … anehnya semua orang sibuk memikirkan jodohnya, dia santai #eh

Jodoh, kata yang tak kalah dahsyatnya dengan cinta memang menjadi kalimat yang gampang gampang susah, jadi teringat wajah Oky Setiana Dewi -maaf ya mbak- semua dia miliki, dan semua past ingin berisitrikan si cantik nak lembut dan solehah ini, tapi jodoh bukan masalah cantik dan tidak, tapi masalah kehendak ALLAH yang waktu dan tempat hanya ALLAH yang tahu, sama seperti kematian, “emang gak bisa diusahakan De” tentu bisa, ikhtiar kan wajib toh

“Ikhtiarnya apa De?” kata pak ustadz ikhtiarnya hanya menyakinkan ALLAH kalau kita siap, dengan memperbaiki diri, karena jodoh yang baik untuk orang yang baik, jadi kalau udah ikhtiar gak datang juga tuh jodoh gimana De? nah ini yang saya tidak tahu jawabannya, inilah indahnya hidup ketika semua masih menjadi misteri ALLAH dan sesuatu yang berada ditangan ALLAH tak perlu kita pikirkan, karena pikiran kita tak akan sampai kesana, kita tidak dibekali kemampuan oleh ALLAH untuk melihat masa depan bukan? bahkan pelamar yang paling ngetop pun tak mampu menebak rahasia ALLAH, makanya jangan ke pelamar, hehehe …

Jika sudah tahu jodoh ada ditangan ALLAH, masih perlukah kita pertanyakan “kapan jodoh lo datang? kenapa masih jomblo aje dah hari gini? kapan mau kawin keburu kiamat lo? dan ini yang lebih menyakitkan, ihat anaknya pak Fulan, sudah punya dua anak, dan elu masih gitu gitu aja” ehmmm …. sudah stop lah pertanyaan itu, selain menyakitkan saya juga yakin yang ditanya gak tahu jawabannya :)

Dear yang masih sendiri, percayalah menikah bukan satu satunya cara untuk bahagia, dan saya yakin meski kita belum bisa menyempurnakan agama kita, tetap ada hitungan pahala atas manfaat dari setiap napas kita, karena syarat masuk syurga itu bukan menikah tapi mengumpulkan amalah sebanyak banyaknya, dan syarat mati tak harus menikah yang belum menikah juga bisa mati, karena itu tugas kita adalah memperbaiki diri, mencari ridho ALLAH jikapun jodoh tiada bertemu dibumi ini, pasti disediakan ALLAH si tampan di syurga sebagai buah dari amalan amalan kita …

NEVER LOSS HOPE … “menasehati diri ya De”  :) :) 

.

About these ads

9 thoughts on “Haruskah Dipertanyakan …

  1. TOP banget..
    Yang terindah akan di peruntukan untuk kita, sesuai amal ibadah..
    Menunggu dengan indah,
    Dengan semakin memperbanyak bekal diri..

  2. Intiny, ikhtiar harus, berdoa pasti, tp jgn terlalu pilih2, instropeksi diri, g ada manusia yg sempurna, umur jln terus, wktu g bisa balik, biar gmn wanita tuh beda ma laki2, wanita ada expired ny, ada masa suburny, ada menoupuse, ketimbang kbyakan mikir, dan pilih2 malah g jd2 nikah nanti keburu jd pratu.

  3. Reblogged this on my life traveler and commented:
    masih perlukah kita pertanyakan ”kapan jodoh lo datang? kenapa masih jomblo aje dah hari gini? kapan mau kawin keburu kiamat lo? dan ini yang lebih menyakitkan, ihat anaknya pak Fulan, sudah punya dua anak, dan elu masih gitu gitu aja” ehmmm …. sudah stop lah pertanyaan itu, selain menyakitkan saya juga yakin yang ditanya gak tahu jawabannya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s