Pahitnya Cinta …

Sudah lama sekali saya tidak menyiram kebun hikmah saya dengan mawar merah, hehehe … malam ini saya paksakan diri untuk menulis, meski singkat seperti orang baru belajar menulis, tapi insya ALLAH masih ada hikmah dibalik rangkaian kata ini, dan  yang pertama kali melintas dan menari nari dikepala saya adalah menulis tentang cinta, iya cinta adalah bahasa yang paling mudah dimengerti oleh seluruh alam, dengan segala suka dan duka pastinya, karena semua yang ada didunia ini berpasangan, begitupun cinta, tak hanya berisi yang indah indah, tapi juga luka luka :)

Baiklah mari mulai menulis, seperti kebiasaan saya dan teman teman juga mungkin kita semua bahwa pada bulan Ramadhan untuk menyambung silaturahmi kami akan berkumpul untuk bukber alias makan malam bareng karena biasanya kemacetan Jakarta membuat kami semua terpaksa harus buka dijalan jadilah acara bukber berganti judul menjadi makan malam bersama, dan seperti biasa juga kami akan saling melepas kangen, bercerita dari yang tak penting menjadi penting, saling bertukar cerita adalah hal yang pasti karena biasanya kami memang bertemu setahun sekali jadi selalu ada cerita, dan yang menarik adalah biasanya kami datang bersama seseorang, yang jombol tahun lalu tahun ini datang dengan pacar, yang tahun lalu dengan pacar kali ini datang dengan suami, yang tahun lalu bersuami kini datang dengan membuat perut buncit dan yang tahun lalu datang dengan perut buncit kali ini akan datang dengan bayi bayi lucu, dan yang ampes yang belum menikah alias jomblo pertanyaan yang sama “Kapan lo nyusul nikah, gila udah umur segini” wak waw jleb jleb banget itu pertanyaan, mau dijawab gak tahu jawabannya, mau didiemin diledekin terus, pasrah !!

Tapi ada yang menarik dari pertemuan ini, seorang sahabat saya yang datang terlambat kali ini tidak membawa siapa siapa padahal tahun lalu dialah yang paling komplit membawa suami dan anak, bahkan suaminya adalah suami tertampan yang mampu didapatkan oleh sahabat sahabat perempuan saya yang lain, hehehegak seganteng bang Nico kan De? yuhui :) tentu tidak #eh dan dari semua yang hadir malam ini menumpuk pertanyaan dikepala masing masing “kemana suami nya? kemana anaknya yang lucu lucu itu” tapi bisa dipastikan tak ada yang berani bertanya, melihat wajahnya yang terbingkai kesedihan saja kami sudah kehilangan kata kata, wajah sendunya melukiskan pedihnya isi dalam hatinya, sungai yang bak bendungan hendak jebol itu ikut menyekat tenggorokan saya untuk tidak bertanya apa yang sebenarnya terjadi, semua menuggu dia bercerita,  dengan tingkat ke kepo an yang kian meninggi #jreng jreng

Sepulang dari acara bukber ini saya sempatkan diri mengajaknya duduk disebuah warung kopi tempat dulu biasa kami duduk sekedar melepas lelah atau sekedar menyeruput aroma kopi kesukaan kami, perempuan cantik dengan alis melengkung membingkai wajahnya menambah nilai kedewasaannya “De, suami gue pergi dari rumah sudah tiga bulan ini, dia tergoda teman kantornya duuuaarrr !! sejuta rasa meledak dihati saya entah rasa apa, rasa yang tidak bisa saya mengerti, antara marah dan bingung, segitu aja yah yang namanya cinta, sejuta sesal yang tidak saya mengerti mengayun ayunkan pikiran saya :( sekali lagi cinta mampu mencabik cabik rasa di bagian tubuh saya yang berwarna merah jambu 

Inilah hidup saat bahagia tidak abadi dan luka juga tak menetap, saya jadi ingat pesan Ayah saya agar tidak mencintai manusia berlebihan karena perpisahan juga yang akan terjadi, dan jangan membenci berlebihan agar tiada dendam terbawa mati, Ayah memang hebat, setiap nasehatnya itu pas gitu … hehehe “kebetulan aja kali ya De?”

Ada yang menarik dari kisah sahabat saya malam ini “De, ujian ini gue terima sebagai penghapus dosa dosa gue, ikhlas tiada berujung, sabar tiada bertepi, udah bagus gue diuji begini De, setidaknya gue tahu siapa suami gue, coba kalau ujian gue sakit, lumpuh gak bisa jalan kan kasihan anak anak gue”

Dan saya pun dibuat bungkam oleh kata katanya, andai saya yang tertimpa musibah itu, mungkin tak akan sekuat dia, sumbu sabar saya akan meledak, dan membakar semua hidup saya

About these ads

14 thoughts on “Pahitnya Cinta …

  1. Jika dalam setiap aspek kehidupan, Anda menghabiskan hidup dengan berserah diri kepada kekuasaan mutlak Allah, menerima tujuan penciptaan-Nya kemudian menyadari kebaikan dalam segala hal, serta sadar akan kesempurnaan dalam setiap rencana Ilahiah yang di tetapkan oleh Allah, Anda dapat memastikan bahwa hasil akhir Anda akan baik.

  2. maha adil Allah menciptakan segalanya begitu seimbang, begitu adil. suka duka, lapang sempit, bahkan manis pahit cinta bisa membaur dalam satu kisah :’)

  3. Itulah rahasia keindahan Cinta, patah hati atau dikhianati-pun akan bisa diambil hikmah didalamnya kalau kita mau sedikit merenung..#subhanallah, menggugah sekali tulisannya. semoga mbak dilimpahkan kesehatan agar bisa terus menginspirasi kami semua. amien

  4. saya suka sekali tulisannya mba,…cinta itu memang pahit./ketika saya adalah perempuan tak sempurna tapi suami saya menginginkan kesempurnaan didalam diri saya..lalu dia menceraikan saya di 8bulan pernikahan kami..tapi itulah hidup ya mba..semua sudah dengan waktu dan proporsi masing2,tiada yang kecepatan ataupun terlambat,semuanya tepat..#please send your email mba,.my email maisarah02589@gmail.com..

  5. Segala puji hanya bagi Allah,hal skecil apapun yg trjadi pst memiliki hikmahnya. Sungguh bruntung tmanmu mb Ade,dpt dgn cepat mnerima dgn ikhlas & mngmbil hikmah dr kjadian yg dialaminya.Smg Allah senantiasa mmbrikn taufik&hidayah Nya kpd qt smw..Amiiiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s