Judulnya bagi sebagian orang tidak terlalu menarik, tidak merespon untuk dibaca, “garing kalau kata anak sekarang” begitu juga dengan saya, setiap kali para ustadz, para guru mengaji mengajarkan, meminta saya untuk mensyukuri nikmat Islam, mungkin bukan syukur yang saya lakukan, tapi seperti angin lalu yang tak mewajibkan saya melakukan apapun, saya merasa Islam kan udah pemberian dari sananya, sejak saya masih diperut Ibu juga sudah islam jadi gak perlu disyukuri syukuri amat dalam gitu loh, cetek banget mikirnya dan ternyata saya salah, kalau saya tak beriman dan beragama Islam apa jadinya hidup saya, saya akan tersesat, LOST !!, babi yang banyak kutunya saya makan, pakaian yg bikin saya masuk angin akan saya kenakan, parah !!
Coba perhatikan ini deh, baru saya sadari ternyata selama sekian tahun saya hanya mampu mensyukuri segala nikmat yang bentuknya terlihat oleh mata saya, nikmatnya dapat saya sentuh
ketika lulus menjadi sarjana saya syukuri nikmatnya karena besok gak akan lagi dikejar kejar ujian dan tugas, ketika mendapat pekerjaan saya syukuri nikmatnya memiliki uang sendiri tanpa menunggu pemberian Ayah, ketika saya sakit, rasanya nikmat sehat luar biasa, tak pernah tuh terpikir bagaimana mensyukuri nikmat Islam, apa harus dikafirkan dulu baru mensyukuri jadi Islam? kan gak mungkin begitu toh?
Saya jadi teringat seorang sahabat saya yang mualaf, ketika selesai mengucapkan syahadat, dia merasa seperti memasuki kehidupan baru dengan melepaskan semua beban dipundak, dia merasa punya arah hidup sekarang, dia belajar sebanyak-banyaknya tentang Islam, tentang menjadi seroang yang beragama Islam lalu mengamalkan dalam kehidupannya sehari-hari, sangat tekun, bahkan untuk yang sunnah-sunnah seperti zikir dia lantunkan sebanyak-banyaknya, seakan-akan ingin meng-qodha puluhan tahun kealpaannya sebelum memeluk Islam.
Dia tenggelam dalam kerinduan kepada ALLAH yang membuncah, Subhanallah, sedang saya?
Ah, berpuluh puluh tahun saya terlahir sebagai Islam, tapi jarang sekali mensyukuri nikmat ke-Islaman saya, bayangkan betapa tersesatnya saya jika tak ber-Islam, saya tidak akan punya jadwal pasti kapan harus membersihkan diri dengan wudhu dan shalat, saya tak akan tahu nikmatnya bertahajud disaat orang orang sedang terlelap dan saya berkasih kasihan dengan pemilik napas saya, jika tak beragama Islam saya tak akan pernah merasakan indahnya mimpi pergi ketanah suci,
Dan satu hal yang pasti jika saya tak beragama Islam saya tak akan pernah dapat merasakan cantiknya jiwa dan raga saya yang berhijab, tak bertelanjang bahu berkaos tengtop, tak berpamer betis karena tak memakai rok mini, indah sungguh indah
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mewujudkan rasa syukur saya yang satu ini selain berdoa agar ditetapkan dalam Iman dan Islam tentunya, simple yaitu menikmati setiap melaksanakan kewajiban-kewajiban yang fardhu dan sunnah, senang meninggalkan setiap yang haram dan makruh, terus berusaha untuk taqwa agar hingga sakaratul maut saya masih dalam Islam, kalau engga, ih serem !!
Ya ALLAH tetapkanlah kami dalam agama Islam dan peliharakanlah iman kami, ingat kan teman teman yang lain yah, kan kita gak mau kan cuma kita yang masuk syurga, nanti syurganya sepi dong !!
follow: @rindu_ade

i love to be muslim.
subhanallah mbak,,, ngrasain ini bgt… :’)
bangga menjadi muslim. tapi ngga hanya berbangga dengan mencari kbanggan di mata orang, karena yang terpenting adalah berbangga diri menjadi muslim sejati yang melaksanakan seluruh syariat Allah dan menjadi muslim sekaligus juga menjadi orang yang mukmin…
pernah baca dalam sebuah tulisan :
muslim adalah kewajiban setiap makhluk ciptaan ; muslim itu ternyata terjemahannya “berserah diri kpd Allah” (setelah di cek dlm Quran memang begitu artinya). menjadi muslim adalah kewajiban setiap makhluk ciptaan baik secara sukarela atau terpaksa, seperti dalam firman Allah ketika menciptakan langit dan bumi kemudian keduanya diseru untuk menghadapnya ” Datanglah kepadaKu baik secara sukarela maupun terpaksa, mreka menjawab kami datang dengan sukarela”(kira2 gitu maksud ayatnya ). yg jadi pertanyaan sekaligus renungan adalah bukan cuma orang islam aja donk yang muslim? semua manusia atw jin atau lainnya jika dalam hatinya berserah diri kepada Allah atw kpd Tuhannya langit dan bumi ato kpd Tuhannya matahari dan bulan juga muslim?
mukmin adalah sebuah pilihan ; mukmin diterjemahkan sebagai orang yg beriman /percaya/yakin. dalam alquran biasanya awal kalimat Allah menyeru ” Yaaayyuhalladzinaamanu/hai orang2 yang beriman bukan yaayyuhalladzinamuslimu/hai orang2 yang berserah diri”. setiap manusia dianugerahkan kehendak bebas/freewill oleh Tuhan jadi mereka mempunyai pilihan sebagai salah satu nikmatNya, karena setiap jiwa dalam penciptaannya memang diilhami oleh kejahatan dan kebaikan sehingga mereka bisa memilih untuk condong kpd kejahatan ato kebaikan, pun mengenai mau beriman ato tidak.
siddiqin adalah anugerah Allah : siddiqin atau orang2 yang benar2 yakin/beriman adalah tingkatan manusia yang sudah diterima dipintuNya. perjalanan panjang mereka untuk mencari Tuhan, mencintai Tuhan dengan balacobaan serta ujian yang dilaluinya menjadikan mereka dianugerahi kedekatan bersamaNya dan keteguhan iman kepadaNya. menjadi siddiqin tidak bisa dicitaicitakan, predikat tersebut di berikan oleh Allah kpd makhlukNya yang tidak berhenti bersimpuh dan mengetok pintu kerajaan Allah walaupun sering terusir dan tertolak hingga Allah sendiri menilai apakan dia sudah pantas menjadi hambaNya dalam istana kerajaanNya.
betapa keislaman ini merupakan nikmat yang sangat besar dan harus disyukuri ya, Mbak.
Aamiin Ya Rabb….
SUBHANALLAH…..
makasih buat pesan dan kata2 syurganya…smoga kita dapat trus berjihad dijalannya…
lama juga gak berkunjung…. kangen sama tauziyahnya…makasih De
Berdoa untuk setiap apa yang akan dilakukan dan bersyukur atas setiap nikmat karunianya adalah wujud penghambaan kita kepada Allah SWT, bahwa kita betul betul sangat bergantung kepadaNya karena tiada musibah yang jatuh menimpa kita tanpa ada ijinNya dan tida nikmat yang diberikan kepada kita tanpa kehendakNya…..tapi kadang manusia lupa (termasuk saya ini) akan betapa tak terhitungnya nikmatNya…walaupun semua lautan sebagai tintanya dan semua pohon sebagai pena nya takkan mampu menuliskan semua nikmatNya…subhanallah
Barakallah … semoga kita mampu terus menghamba dalam Islam, dan dikumpulkan di syurgaNya
Amiiiin Ya Rabb…
Amin Ya Robbal Alamin…