Cinderella

“Bulan ini bulannya orang menikah:) kata hati nurani saya berontak, bertanya, mungkin berkeluh kesah, mungkin mengadu dan tulisan ini menjadi lemparan kegelisahan saya, ketakutkan  saya lebih tepatnya, “Kenapa De?“  karena beberapa minggu ini saya mendapatkan 5 undangan pernikahan dari sahabat saya, keluarga dan kerabat saya,  dan dari si jamrud yang dulu pernah menjadi bagian dari sudut hati saya, hehehe bahasanya :)

Semua undangan bernuansa ceria, merah dengan bunga, pink dengan lekukan hati, dan hampir semua menyertakan gambar photo calon pengantin yang sudah saling berpelukan di photo photo pre-wedding padahal belum resmi menjadi suami istri, iya prewedding menjadi symbol cinta bagi yang mencinta, tak pelak sayapun pernah mempunya mimpi yang sama, punya prewedding ditengah sawah, dengan berpegangan tangan dan jatuh ke tengah sawah, hahaha… lucu, tapi itu dulu, sekarang? gak ah kan belum halal gak boleh dong :P   dan kemudian kemegahan di pelaminan dengan biaya yang bisa dijamin puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka saya membayangkan seperti pesta cinderela saja, megah dan meriah, semua tersenyum, tanpa memikirkan anak anak yang kelaparan di pinggiran kali, siapa peduli yang penting pesta “sirik aja lo De” :)

Ada yang terus bergejolak dihati saya menyaksikan mereka yang menikah, ada luka dihati saya dan jujur saya kesulitan menjelaskan rasa yang ada dihati saya selama sebulan ini ketika menyaksikan para sahabat sahabat saya ini mendahului saya naek ke pelaminan, dan dari senyum sumringah mereka, nampaknya mereka bahagia, nampaknya semua indah dan dunia berputar putar indah, langit berwarna pink bukan lagi biru,  ah saya tidak tahu rasanya, tak terbayangkan dan tak bisa membayangkan, yang saya tahu pernikahan mengobati semua luka karena ada beberapa sahabat saya yang pernah teriak patah hati dan gak mau nikah, toh akhirnya menikah jua dengan senyum sumringah itu :) iya betul, dan katanya lagi, tidak semua nampak indah seperti yang saya lihat dan bahagia bak cinderela yang dipinang oleh pangeran berkuda :)

Gejolak hati saya tidak berhenti hingga dipesta cinderela ini, karena yang saya tahu, cinderela hanya bahagia sampai jam 12 malam, setelahnya? sang cinderela akan kembali menjadi upik abu, dengan baju compang comping mengosek dapur, mencuci pakaian, dan menapak bumi menghadapi kehidupan nyata, pesta tadi malam bak mimpi, sirna ditelan waktu :) lenyap tak bersisa, dan saya jadi teringat beberapa sahabat saya yang gagal pernikahannya, mereka tak menyebut alasan mengapa cerai, hanya mengatakan “ternyata gak seindah warna aslinya De, cinderela kan hanya dongeng dan hidup didunia nyata gak sama dengan dongeng” hehehe…

ya iyalah, kan hidup memang hitam putih, siang malam, bahagia dan luka, jadi bukan pernikahan yang salah tapi manusianya tidak siap menghadapi gelombang tsunami yang terjadi setelah itu, ini kata saya loh !!

Kata seorang sahabat saya “nikah itu enak De, tidur ada yang nemenin” apa iya nikah hanya menyelesaikan tuntutan syahwat? dan ada lagi sahabat lain bilang “nikah itu mengubah cinta jadi toleransi De” artinya pernikahan bisa menghilangkan cinta dan berganti menjadi toleransi, berkorban tepatnya, menurunkan ego kalau masih mau terus berpasangan, “cape  yah?” pupus sudah cinta seiring dengan sudah terpenuhinya semua keinginan, karena selebihnya adalah perjuangan dan doa, ehmmm.. kesian. Dan ada lagi yang bilang “nikah itu cuma enak setahun pertama De, selebihnya penyesuaian dan penyesuaian itu gak mudah, karena seumur hiudp akan terus menyesuaikan” yang ini saya setuju karena manusia itu dinamis, PEOPLE CHANGE dan kita harus siap menghadapi perubahan ini… HARUS.

Rumit perenungan saya sebulan ini, dan setelah sebulan merenung tetap saya tidak mengerti,  tetap terheran heran mengapa semua orang tergesa gesa ingin menikah, dibuat bengong dengan dongeng cinderela, yang pasti saya masih belum siap, iya belum siap menghadapi orang yang tidur disebelah saya lalu berubah menjadi moster yang menakutkan, kaya di kartun, dan dititik ini dan sepanjang napas saya maka saya akan ketakutan, keluar tidak bisa karena terikat dengan perjanjian pernikahan, duh !! seperti dikubur di sumur dan atas nya di semen, pengap dan gak bisa napas :)

Baiklah, tak perlu gelisah lagi, hanya perlu mengingat janji ALLAH bahwa kalau mau dapat suami yang baik dan lemah lembut yah harus baik dulu diri saya, jadi tugas saya hanya memperbaiki diri, karena perempuan yang baik untuk laki laki yang baik, dan baik tak selalu ganteng loh De !! jadi jangan terus bermimpi dapetin Nicholas Saputra, baiklah. Jikapun saya tak berjodoh dengan bang Nico didunia ini, saya sudah sibuk memperbaiki diri, pasti ada si tampan yang akan menemani saya di syurga nanti, lelaki harum yang selalu perjaka :) dialah amal soleh saya. Biarlah bang Nico pergi asal amal ibadah saya tak luntuh karena saya gadaikan ketika mencari cinta dunia, nauzubillahimndzalik.

Jadi menikah tak menikah tak mengapa, karena inilah keputusan ALLAH atas kita, dan siapa yang ridho atas takdir ALLAH maka ALLAH akan ridho atasnya, biarlah semua pergi, biarlah semua menikah, tak perlu gelisah apalagi iri, hehehe rugi banget sih iri hati … subhanallah, maka nikmat ALLAH yang mana lagikah yang sanggup saya ingkari, tak menikah saat ini? tak perlu gelisah !!

Comments
45 Responses to “Cinderella”
  1. 4n4belajar mengatakan:

    Setuju banget mba Rindu, tak menikah sekarang tak perlu gelisah. Karena Allah Maha Tahu kapan waktu dan tempat terbaik kita akan menikah. Sekarang yang perlu dipersiapkan adalah menjemput pendamping terbaik dengan cara membuat diri kita menjadi pantas untuk menjadi pendamping terbaik pula. Betul ga sih?

    Salam ukhuwah, senang baca tulisan mba. Kl ada waktu, silakan berkunjugn ke blog saya juga yang masih sederhana : http://www.4n4belajar.wordpress.com. Boleh minta alamat FBnya?

  2. bebe days mengatakan:

    alhamdulillah, postingan ini bikin sy sedikit mengingat dan harus bersyukur!
    gak selamanya hal yg indah kt lihat, akan indah seterusnya!

    dan dunia, tak begitu penting utk d fikirkan!
    yang terpenting adlh bekal untk akhirat!

    semoga sy jg menemukan pangeran sy d akhirat nanti!
    amin ya rabbi…

    dan sy jg sangat setuju!
    perempuan baik2, akan mendapatkan lelaki yg baik2 pula!

  3. 9oliwet mengatakan:

    Habis baca tulisan mb Rindu jadi semangat lagi….alhamdulillah..
    pas banget…makasih mb..:)

  4. Retno Ayu Widiyanti mengatakan:

    Beberapa waktu lalu saya pernah merasakan hal seperti ini mbak Ade.. Tapi akhirnya saya menemukan bahwa banyak yang masih harus dilakukan ketimbang bermimpi pangeran itu datang menjemput. Mungkin dia belum menjemput karna keretanya rusak di jalan, atau nggak punya ongkos naek angkot.. Meanwhile, saya beberes dulu sama kehidupan sekarang ini.. :D

    Great writing!

    Btw kita udh friends di FB lho.. Kalau berkenan dan punya waktu, kunjungi blog aq ya mbak :)

  5. zainab ali mengatakan:

    tetapi iri untuk hal-hal yg baik, gpp kan mb ade….

  6. ajeng mengatakan:

    Duuh..menyentuh banget tulisannya..Baru saya sadar bahwa ALLAH menyayangi saya..dengan memberikan ujian jodoh buat saya…Alhamdulillah saya ga pernah merasa sendiri..karena ALLAH bersama saya….

  7. tokoel rwana mengatakan:

    Salam kenal ade,terima kasih sudah memberikan banyak tulisan insprirasi buat sy.semoga tetap produktif menulis ya.

  8. Masbro mengatakan:

    Hmmm.. benar juga. Tak perlu resah dan gelisah manakala kita belum menikah. Allah pasti punya rencana yang lebih indah atas mahluk Nya..

  9. Taqiyya mengatakan:

    Izin share ya mba

  10. syarmy mengatakan:

    saya suka sama web site anda bagus banget!!!

    kalau ada waktu berkunjung bentar ya di blog ku!!!

  11. deta mengatakan:

    Haha.. ternyata ada yang perasaannya sama juga kek saya :D . Lam kenal mba

  12. ninda mengatakan:

    baca sambil ketawatawa deh… mbak de pikirannya mirip saya sih… pertama soal prewed.. kedua soal ngapain gituh buru2 hahahaa
    seangkatan saya aja udah pada gelisah mikir nikah..
    haduh batin saya
    saya masih pengen nerusin sekolah, masih pengin kerja … tanggung jawab atas orang tua yg selama ini membiayai kita
    baru deh memilih, menetapkan adam untuk jadi suami…
    bahkan mikirinnya saja saya masih maluuu, merasa masih terlalu keciiiilll… merasa masih pengin main2 ke banyak tempat wisata, travelling, menimba ilmu.. nikah?
    nanti aja pasti Allah tau kapan saat tepat bagi saya

  13. aro mengatakan:

    whaha…maaf kaleee kalau ngeledek whehe…tapi beneran sumpah nikah enak bued sempurna lagi

    buruan bang niko dilamar seperti ibu khadijah…apa abang ajja yang ngelamar ade’ whehe..
    Kadar Keimanan,rasa cinta dan kasih sayang kepada ALLAH berkurang atau bertambah itu remotenya terletak pada hati kita masing2 bukan pada/orang lain atau karena menikah juga bukan….
    Yazidhu wayan kushu itulah keadaan dalam hati kita, , , pahami dan mengerti agar cinta dan kasih sayang kita tidak berkurang sedikitpun kepdaNYA…
    INNALLOHA ASSAMI’UL ALLIM

  14. ika mengatakan:

    Seneng baca tulisan terbaru mba ade,, yup mba apapun yg sekarang allah kasih semoga mmg itu yang terbaik buat kita saat ini. Allah yg paling tau yang terbaik buat kita.

  15. Putri mengatakan:

    Insyaallah… ntar pangeran-nya mbak Rindu dateng….
    bersabar, ya, mbak…

    btw…

    Nicholas saputra, ya, mbak ? he… he…. ;)

  16. Desudjia (DSK) mengatakan:

    yang ade rasakan saya pun pernah merasakan, perasaan yang bercampur.
    tetap semangat your writing is true …..

  17. mas stein mengatakan:

    jodoh sudah ditetapkan, ndak perlu dikejar :smile:

  18. nirma mengatakan:

    Tentu saja kuingin menikah…atas izin dan kehendakNya karena Dia kekasih hatiku……Amin Ya Allah…

  19. rumputsliar mengatakan:

    embak rindu sedang cemas ya??

  20. icetea mengatakan:

    senang bisa berkunjung lagi ke kebun hikmah…

  21. bluethunderheart mengatakan:

    blue datang jeung rindu
    p cabar
    jadi ingin mencari cinderella buatku……
    salam hangat dari blue

  22. orange float mengatakan:

    iya ya de, saya juga sering merasa begitu. hampir semua teman saya pada sudah menikah bahkan sdh punya dua anak sedangkan saya masih sama seperti yg dulu.

    yang terpenting memperbaiki diri untuk terus menjadi baik agar allah memberikan yang baik pula bahkan yang terbaik tuk kita

  23. jatiridho mengatakan:

    jika cinta makhluk ini ingin dicintai Allah.. menikahlah..
    sebuah cinta yang ingin dicinta(Allah)

    tapi mbak rindu kekna lagi ga jatuh cinta ya? ehehe..

  24. Eko mengatakan:

    Ihhh kog gitu Sih, …

    nui Aq juga lagi bingung ..lhooo
    Mohon d sapa donkz..

  25. Joko Setiawan mengatakan:

    Saatnya untukku menikah nanti pasti akan tiba dengan perjuangan yang benar-benar membuat saya pantas untuk menjadi Imam bagi isteri saya nanti,, Amiinn ya Rabb

    Syukron Mbak Rindu untuk postingannya yang menahan gejolak keinginan menikah saya ;)

    Salam semangat selalu dari Bandung

  26. tunsa mengatakan:

    tak menikah saat ini? harus gelisah.. :-D

  27. arik mengatakan:

    tetap semangat mbak>>>..semoga menjadi lebih baik dari hari hari sebelumnya……..salam kenal

  28. ahmad shaaf mengatakan:

    untuk menambah luas wawasan dan menambah kemantapan hati bagi yang mau menikah, barangkali baca saja buku “Ku pinang engkau dengan Hamdallah” karya Fauzil Adhim. cukup inspiratif.
    “setelah sebulan merenung tetap saya tidak mengerti, tetap terheran heran mengapa semua orang tergesa gesa ingin menikah,” saya pikir mereka menyegarakan nikah jika sudah ada calon dan siap bukan tergesa – gesa. karena beda maknanya.
    “… yang pasti saya masih belum siap, iya belum siap menghadapi orang yang tidur disebelah saya lalu berubah menjadi moster yang menakutkan, kaya di kartun, dan dititik ini dan sepanjang napas saya maka saya akan ketakutan, keluar tidak bisa karena terikat dengan perjanjian pernikahan, duh !! seperti dikubur di sumur dan atas nya di semen, pengap dan gak bisa napas ” untuk ini saya pikir kita harus menyiapkan hati dan jiwa bahwa segala sesuatu tak ada yang sempurna, sehingga kita harus siap jika sesuatu sesuai dengan harapan dan tidak sesuai dengan harapan.

    ” contohlah kisah Rosulullah” makan, tidur, puasa, menikah… bahkan pada jaman Rosul ada yang menikah dengan maskawin cincin besi, atau bacaan Alfateh.. karena orang tidak punya, tapi punya tekad kuat untuk menjadi golongan umat Nabi agung Muhammad Shoalallohu ‘Alaihi Wassalam”. kepanjangan ya de? maaf ya… oya mbok kalo mimpi jangan nicolas terus dunk… tapi orang2 yang soleh dan memberi bobot kepada bumi dengan perjuangan Lillahi…hehe..

  29. Sembahku padaMu mengatakan:

    maaf mbk. , ,bukankah nikah sunnah rasul ya mbak??!!! apa kita akan terus2 menghindar??? semoga mbak ade dapat pendamping yg sholeh n punya keluarga yg sakinah, mawaddah, warohmah. hemmm izin share ya mbak mampir2 ke blog saya ya mbak. , ,

  30. Diko mengatakan:

    Mbak Ade…. Indahnya menikah …. subhanallaaaah…

  31. bamu kun mengatakan:

    menyitir quote teman saya :

    “Yes, love can break your heart apart, and only love that can fix it again…”

    entah bener ngga, just wait and see…

    ah, it’s really blue… ^_^

  32. purwatiwidiastuti mengatakan:

    so sweet

    purwati

  33. yanrmhd mengatakan:

    sip! menikah adalah menggapai berkah yang lebih besar, semua yang dilakukan setelahnya akan bernilai lebih unggul, apakah tidak tertarik?? :)
    urusan jodoh memang ada ditangan Allah, tapi kita jugalah yang menentukan kapan itu akan hadir, jodoh adalah rezeki yang harus dijemput…yup di j.e.m.p.u.t…terutama bagi sobat ikhwan nih…

    semakin kita mempelajari ilmu nikah, rumah tangga, dan kehidupan didalamnya, akan semakin tertarik kita untuk menikah, barakallahulaka…buat sobat semua yang telah menikah…selamat! :D

    buat cinderella…jangan putus asa, insyaAllah pangerannya akan datang… :mrgreen:

    do the best, bismillah… ;)

    Rindu: kalau gitu besok Ade mau melamar bang Nico, menjemput pengeran berkuda :) *garuk garuk kepala*

    • yanrmhd mengatakan:

      haha…siiip! semangat De :mrgreen:
      seperti Siti Khadijah melamar Muhammad dong jadinya, luar biasa…dan rumah tangga Nabi Muhammad saw. menjadi teladan buat seluruh keluarga muslim sampai akhir zaman…

      “pelajari ilmu rumah tangga maka kita makin siap sedia” semoga pangerannya segera menjemput ya De… do the best ;)

  34. aro mengatakan:

    nikah yesss…..sunnah ROSUL kaleeee….
    barang siapa yang membenci sunnah ROSUL maka dia besok di akhirat tidak termasuk golongannya…..

    nikah ibadah kerja ibadah……sama sama ibadah dapet pahaa lebih baik disempurnakan separuh dari agama kita ….

    Rindu: no future comment, tak ada salah dari menikah dan tak menikah, Rabiah al adawiyah menjadi kekasih ALLAH dan beliau tidak menikah, semua kehendak ALLAH, menikah bukan satu2 nya ibadah, jika jodoh belum datang tak perlu mengejek dengan bahasa “kaleeee” :) perbaiki bahasa, perbaiki tutur kata yah :) be smart !!

    • ninda mengatakan:

      saya rasa anda salah tangkap ya soal postingnya mbak ade… ngga ada sedikitpun kalimat yang membenci sunnah rosul dsb kok…

      sebagaimana sunnah, tidak dikerjakan juga tiada dosa
      kalau keburu2 dan jadi serampangan juga ngga baik toh
      hidup bersama seseorang untuk jangka panjang butuh pikiran matang, harus benar2 kenal latar belakang dan kepribadiannya karena tentu saja tanpa blablabla yg kata anak muda jaman sekarang penjajakan… dalam tanda kutip.
      ngga cuma satu dua hari lo…hidup bareng orang itu…

  35. isti mengatakan:

    Asal semuanya diniatkan ibadah…bisa jadi ibadah kok.single juga bisa beribadah :)

    Rindu: yup, semua demi ALLAH … syahdu rasanya :)

  36. Goda-Gado mengatakan:

    “mengingat janji ALLAH bahwa kalau mau dapat suami yang baik dan lemah lembut yah harus baik dulu diri saya”
    dimana ya mbak aku bisa membaca janji Allah ini??? :-s

    https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/10/10/laki-laki-baik-harus-memperoleh-wanita-baik/

    Rindu: bisa dicari di web, jelas dan banyak koq … let’s find it dan amalkan

  37. kurniaeno mengatakan:

    alhamdulillah ada tulisan baru dari mbak Rindu…
    jadi seneng berkunjung di rumah ini :D

    Rindu: terima kasih sudah setia menunggu saya, di kebun saya meski kadang sepi, kadang rame, kadang hening, kadang syahdu … romantis banget yah saya :)

  38. alia mengatakan:

    Mba Ade…
    seneng di kebun hikmah ada tulisannya lagi :)

    Rindu: Lia, iya seneng juga bisa menulis lagi, agak kaku nih jari jemari karena udah lama gak nulis, hehehe…

  39. Iksa mengatakan:

    Syukurlah sudah kembali lagi ….

    Rindu: mas Iksa, iya alhamdulillah … kemarin menepi sejenak mas, merenung kenapa cinderella cuma bahagia sampe jam 12 malam saja :)

  40. dhika mengatakan:

    pertama :D

    alhamdulillah, ada postingan baru :)

    sbntar aku baca dulu ya Ka ;)

    Rindu: masih di edit sist tulisannya … hehehe, baru nulis lagi jadi gak pede gitu, maaf kalau tak terlalu bagus tulisan kali ini yah :)

    • dhika mengatakan:

      ” … hanya perlu mengingat janji ALLAH bahwa kalau mau dapat suami yang baik dan lemah lembut yah harus baik dulu diri saya, jadi tugas saya hanya memperbaiki diri, karena perempuan yang baik untuk laki laki yang baik …”

      your writing still good as usual, Sist… :)

      Rindu: makasih, jadi semangat lagi menulis nih !! yuk semangat … cita cita menjadi penulis buku harus tercapai, jadikan gading

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya.