Ketika Getaran Itu Hilang

 

Hidup di Jakarta dimana semua orang berlari untuk mencari dunia memang sangat beda dengan hidup di kota santri tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, bahkan disini fungsi adzan sudah bukan lagi panggilan untuk shalat tapi hanya alarm, iya hanya “alarm

Adzan Dzuhur telah menjadi alarm panggilan untuk makan siang, meninggalkan meja dan cari warung, Adzhan Asyar dijadikan panggilan untuk rehat sejenak minum kopi atau teh dan bahkan patungan untuk beli gorengan dan makan bersama lupa shalat, Adzan Magrib waktunya meninggalkan dan beres meja kantor kemudian pulang atau mereka yang dirumah seperti saya, Magrib adalah waktunya untuk sejenak meninggalkan layar televisi untuk mandi dan habis mandi nonton TV lagi, Adzan Isya waktunya makan malam, kemudian Adzan Subuh waktunya untuk bangun, mandi dan berangkat kantor … nauzubillahimindzalik, adzan bukan lagi panggilan untuk shalat.

Iya, jika keadaan diatas sudah terjadi, maka dimana ALLAH saya letakan, dunia menjerat saya dengan kesibukannya, harusnya saya sadar bahwa panggilan adzan itu adalah panggilan untuk menghadapNYA, apakah saya yang hidup dikota besar ini sudah tidak lagi membutuhkan ALLAH, tidak ingin lagi mencari ketenangan dengan berlama lama diatas sajadah, mengadukan semua masalah dunia dan akhirat saya kepada yang memiliki napas saya, tidak inginkah saya bersyukur atas napas yang ALLAH berikan dari Dzuhur ke Ashar, dari Ashar ke Magrib, dari Magrib ke Isya dan tidak inginkah saya bersyukur dengan bersujud sejenak setelah ALLAH membangunkan saya dalam keadaan sehat di waktu Subuh … ya ALLAH sungguh getaran itu telah hilang dari hati. :(

Lupakah saya ketika musibah itu datang bertubi tubi, dan ALLAH telah menjadi penolong saya melalui shalat shalat saya, melalui sabar saya, tidak inginkah saya kembali bersujud panjang dan menitikan airmata seperti dulu namun kali ini karena rasa syukur atas segala nikmat yang ALLAH berikan, bukankah saya yang membutuhkan shalat saya, iya shalat ini untuk saya bukan untuk orang lain, ALLAH tak membutuhkan saya, tapi saya yang membutuhkan ALLAH … apa harus menunggu ALLAH murka dulu, menjewer saya dengan satu musibah lalu baru saya mau shalat tepat waktu, nauzubillahimindzalik :( ya ALLAH, hamba macam apa saya ini, bersyukur saja saya tak mampu bahkan bisa bisanya menempatkan pemilik napas saya diurutan ke-100 untuk saya temui :(

Shalat … kenapa saya harus shalat? pertanyaan bodoh yang tidak perlu diungkapkan, karena jawabannya jelas, shalat membuat saya tenang, shalat adalah ungkapan rasa syukur saya, shalat adalah ungkapan kerinduan setelah waktu waktu yang melelahkan begitu menyita membunuh waktu, kesia siaan yang saya biarkan berkelanjutan, jika fungsi adzan sudah berpindah dari panggilan shalat menjadi alarm, lalu dimana saya letakan ALLAH, inikah bukti cinta saya kepada ALLAH yang saya gembar gemborkan bahwa saya mencintaiNYA melebihi apapun, padahal ketika DIA memanggil, saya males malesan datang, jadi jangan marah deh kalau suatu hari saya butuh ALLAH, dan ALLAH juga ntar ntar aja nolongnya begitu saya sudah kolaps !! padahal saya membutuhkan ALLAH dihentakan pertama ketika luka itu datang, dan untuk membuat ALLAH selalu menolong saya maka saya harus membuktikan bahwa saya mencintai ALLAH, ketika ALLAH mencintai saya, apa sih yang gak dikasih?

Bayangkan ketika kekasih saya meminta saya duduk disebelahnya, badan saya gemetar, kaki saya lemes membayangkan indahnya duduk disebelah kekasih saya, jantung saya mau copot karena bergetar hebat seperti kena aliran listrik… sudah beginikah getaran itu ketika ALLAH yang memanggil saya melalui adzan, padahal saya mengaku mencintaiNYA, munafik gak !!! jawabannya ada dihati nurani saya … sudahkah saya menjadikan ALLAH kekasih saya, dan mampu membuktikannya?

Ketika getaran adzan tak lagi menggetarkan hati saya, ini pertanda bahwa hati saya mendekati azal, nyaris mati atau jangan jangan sudah mati suri dan jika ini yang terjadi maka waktunya untuk menghidupkan kembali hati saya “caranya gimana De?” caranya adalah dengan dzikir, ingat selalu kepada ALLAH, hidupkan kesadaran bahwa hidup adalah perpindahan dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain, bahwa shalat bukan sekedar kewajiban tapi juga kebutuhan, bahwa shalat adalah amalan yang pertama dihisab, bahwa shalat adalah tiang agama, bahwa shalat adalah syukur, doa … bahwa saya BUTUH shalat :)

WE HAVE NOTHING except ALLAH … apa sih yang saya punya didunia ini selain ALLAH, kekuatan apa sih yang saya miliki kecuali ALLAH, dan jika mencintai ALLAH saja saya sudah tidak mampu lalu mau apalagi? jika bersyukur saja saya tak mau melakukan lalu akan saya kembalikan kemana jiwa yang kering ini :) sekian banyak hati yang luka karen lupa shalat, sekian banyak hati yang penuh amarah karena jarang wudhu, sekian banyak pencarian hanya palsu dan semu karena bukan ALLAH yang dicarinya.

Kini waktunya menjadikan shalat sebagai kebutuhan, bukan hanya kewajiban …

Saya jadi ingat ucapan guru mengaji saya “indikasi bahwa shalat saya diterima oleh ALLAH adalah bahwa saya selalu merindukan panggilan adzan dan panggilan itu mampu menggetarkan hati saya untuk menemui ALLAH, melepas kerinduan yang dalam, melepas lelah setelah berlari mengejar dunia … indahnya merindukan ALLAH” mari ukur seberapa rindunya kita kepada ALLAH di saat adzan menggema.

 

Inilah mengapa blog saya bernama RINDUKU, ungkapan kerinduan saya kepada ALLAH … semoga semua tapak yang saya buat dikebun ini adalah tapak tapak yang mampu diikuti untuk bersama sama merindukan ALLAH, amin ya Rabb :)

Sadar sadar seharusnya kita sadar, kau dan aku tercipta tak boleh terpisah [Slank feat Rindu]  :P

 

 

 

 

About these ads

68 thoughts on “Ketika Getaran Itu Hilang

  1. syukron ukhti terima kasih informasimnya, mudah2kan kita jadi hamba allah swt yang selalu istiqomah dan mejalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya..

  2. Hal tersulit dalam hidupku menanamkan sifat kehambaan didalam hati ku…..
    Memahami dengan penuh kesadaran bahwa kita hanyalah seorang “Hamba” Allah SWT…
    Bila kita sering melanggar perintah yang telah di kumandangkan maka hamba seperti apakah kita…?
    Mudah untuk diucapkan tapi sulit sekali untuk di translasikan kedalam kehidupan sehari-hari..
    Moga-moga ada yang bisa memberi pencerahan…

  3. Sungguh luar biasa manusia yang beriman itu hingga keimanannya dikagumi oleh para malaikat penduduk langit.

    * Bukankah kita bersujud menyembah Allah Azza wa Jalla, sedangkan kita sendiri belum pernah selama hidup kita melihat bagaimana dan seperti apa Allah itu?

    * Bukankah kita sering memohon surga-Nya Allah, sedangkan kita sendiri belum pernah mencium bau surga apalagi melihat keindahannya?

    * Bukankah kita memohon perlindungan kepada Allah dari adzab neraka, sedangkan kita sendiri belum pernah merasakan hawa panasnya apalagi melihat siksaannya?

    Pernah
    suatu ketika dalam suatu ri­wayat Rasulullah saw menangis di hadapan para sahabatnya, lalu salah seorang sahabat bertanya ” Ya Rasulullah kenapa engkau menangis?”

    , “Sungguh aku merindukan mereka.” jawab Rasulullah saw

    Para sahabat terperanjat. Mereka cemburu,
    karena Rasulullah merindukan orang lain ketimbang mereka.

    “Siapa gerangan yang engkau rindu­kan, ya Rasulullah? Apakah kami?” tanya mereka penasaran.

    “Bukan. Kalian adalah sahabatku, kalian berjuang bersamaku. Tentunya aku mencintai kalian.”

    “Apakah para malaikat Allah?”

    “Bukan…,” jawab Baginda.

    “Lalu
    siapa, ya Rasulullah?”

    “Mereka
    adalah umatku nanti. Mere­ka tidak pernah bertemu aku, tapi mere­ka mengikuti
    sunnah-sunnahku dengan penuh keimanan. Hati mereka dipenuhi kecintaan
    kepadaku.”

    Siapakah yang dimaksud Rasulullah SAW? Tiada lain adalah umatnya yang hidup berabad-abad setelah Rasulullah wafat. Di antaranya kita.
    Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita mencintai beliau dengan benar?
    Kepada siapa kita belajar mencintai beliau?

  4. Getaran-getaran jiwa yang menyentak takkan hilang oleh waktu yang berlalu dikala Dia mulai memanggil. Hati ini tetap akan menyala oleh getar zikir yang menghentak.

  5. Saat itu adalah ketika saya pulang dari shalat dzuhur di masjid komplek rumah. Saat itulah saya merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasa sebelumnya. Entah apa yang kurasa. Tapi sangat nyaman. Senyuman terus terpasang di wajahku..
    Bertahun-tahun kulalui, kini kurindukan rasa itu……

  6. barokallah fiikum mba Ade.

    baru pertama saya mengunjungi blog ini, rasanya saya akan subscribe terus tulisan anti. :)
    salam kenal, salam ukhuwwah.

    Assalamu’alaikum.

  7. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh ade.. :-)

    Hehe.. jadi merasa tersindir..^^”, trimakasih ya Ade’.. tuk kesekian kalinya aku di ingatkan kembali di blog ini akan lakuku yang masih belum bisa melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, tapi… insyallah akan selalu tetap berusaha kok…hehe.. :-)

    Aku setuju dengan Ade’…,

    “ ALLAH tak membutuhkan saya, tapi saya yang membutuhkan ALLAH … “,
    (*tapi ternyata tidak mudah juga ya tuk timbulkan rasa kita butuh Allah dalam keseharian kita (walaupun kita sebenarnya telah menyadarinya..) tidak seperti menimbulkan rasa kebutuhan tuk makan dan minum ^^”, kecuali pada saat kita benar-benar merasa terpuruk dengan ujian yang sedang Allah berikan pada kita…(patah hati, kehilangan benda atau apapun yang paling kita sayangi yang kita anggap milik kita :-( ), baru deh kita bener-bener sadar kalo kita butuh Allah, bahwa semuanya adalah milik Allah…(*saat itu saja…, biasanya bila sudah senang ya…) )

    Jadi timbul pertanyaan dalam diri…, bagaimana caranya ya biar kita selalu sadar bahwa.. ya!!.. kita butuh Allah?, dan kita sholat bukhan karena sekedar kewajiban…, tapi lebih karena kita memang butuh Allah…

    Jadi inget lirik lagunya opick…, judulnya tombo ati..^^”

    ♫♪♫….Obat Hati… ada lima perkaranya.. ♫♪♫….
    ♫♪♫…Yang pertama baca Qur’an dan maknanya…. ♫♪♫….
    ♫♪♫…Yang kedua sholat malam dirikanlah…. ♫♪♫….
    ♫♪♫…Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh…. ♫♪♫….
    ♫♪♫…Yang keempat perbanyaklah berpuasa…. ♫♪♫….
    ♫♪♫…Yang kelima dzikir malam perbanyaklah…. ♫♪♫….

    Lho kok aku malah nyanyi ya.. ^^”?, maaf ya Ade…, ^^

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…:-)

  8. Terimakasih De, ternyata itu juga yang saya rasakan, Insya Allah kita bisa mengambil hikmah dari kebun ini….. terimakasih sudah mengingatkan…..

  9. sebenarnya siapa yg rindu siapa ya? sesungguhnya jauh dalam lubuk hati kita semua pasti rindu cintaNYA Allah,tapi gak semua benar2 bisa mewujudkannya. kalau Allah jelas rindu kepada kita untuk kembali ke jalanNYA. mudah2an kita bisa menjadikan azan itu sebagai panggilan Allah langsung kepada kita,bukan sekedar alarm untuk aktivitas dunia saja tentunya

  10. Ass…. pa kbr sist… ? :)
    kembali ke kebun hikmah spt kembali mendptkan pencerahan…. :)
    itu sebabnya knapa sll ada getaran rindu yg mendalam bila tak menengoknya,
    spt getaran rindu padaNya stiap kali adzan memanggil…..
    smoga getaran itu tak pernah lenyap dan tak lekang oleh waktu….. Amin…. :)

  11. Aku buka renungan ini jam 12 malam rasanya nggak terasa air mata sy jatuh karena tugas saya belum selesai untuk mengajak Suami agar mau melaksanakan 5 waktu. memang sy sudah membawanya menjadi seorang muslim tp hidayah tuk menjalankan sholat kok belum jg.. ya.. saya Rindu di Imamin untuk sholat bersama . terus cium tangan suami setelah sholat kapan ya…. saya rindu bisa sholat tahajud bersama suami. berzikir bersama saya rindu2 kapan ya itu terjadi…Ya.. Allah… bukakanlah mata hati suamiku turunkan hidayahMu agar dia mau menjalankan sholat sesuai perintahMu .

  12. Seorang hamba memiliki dua tempat pemberhentian di hadapan ALLAH SWT. Tempat pemberhentian yang pertama, ketika ia Sholat di hadapan-Nya, dan pemberhentian kedua ketika ia berdiri di hadapan-Nya ketika Hari Kiamat. Barang siapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama, maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barang siapa yang meremehkan tempat pemberhentian yang ini dan tidak menunaikan haknya maka Allah akan mempersulitnya di tempat pemberhentian yang kedua. Allah berfirman, “Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Kiamat).” (QS. Al Insan : 26-27)

    (Ibnu Qayyim Al Jauziyah)

    Assalamu’alaikum kak Ade…
    bebek dungu kembali lagi neh.. pa kabar kak? lama neh ga maen2 di kebun ini tnyta bnyak bgd yg berubah… semoga ga ketinggalan pelajaran dr kakak hehe…

  13. Assalamualaikum wr.wb
    Mb Rindu….Mohon doanya Mb buat Adiku yang sekarang lagi di RS.
    Ku tak bisa menahan air mata ini..saat aku menatap matamu adiku tercinta……lafazkan selalu SYAHADAT..hanya ALLAH yang bisa menolongmu…Semoga Ramadhan ini kita bisa bersama dan merasakan hari yang fitri AMin :(

      • inna lillahi wa inna ilaihi roji’un….,

        kak zen…, aku turut berduka cita…, insyallah segala amal perbuatan adik kak zen selama dunia di terima oleh Allah SWT…,

        untuk kak zen dan keluarga yang di tinggalkan insyallah di beri kesabaran, keikhlasan, ketabahan dan kekuatan serta ketetapan iman dalam menghadapi ujian ini…., karena semua adalah milik Allah SWT dan kepada-Nya lah kita semua khan kembali…, sabar ya kak zen…

        • Makasih akhi…ini yang terbaik bagi adik aku..Kasian banget kalau melihat dia seperti kemaren,,, :( matanya kdang melotot…ya allah…gak tegaaa…. :(

  14. :( :( :( :(

    mampir sini sambil sedih…. saya tanya seorang teman kenapa dia ngga sholat ? jawabannya males.
    katanya kalaupun saya nyuruh dia, dia ngga mau terus saya bisa apa?

    katanya saya mempermalukan dia di depan temen2 setiap ngajak sholat dia ngga juga mau bangkit.. salah saya sih mbak ade… saya gampang kesel.. karena ngga dituruti padahal maksud saya baik..

    pertanyaan besar dikepala saya : kenapa orang bisa lebih malu pada makhluk ketimbang pada Tuhannya ya? kenapa ya?

  15. Oyi DE…!!! Se7 dg tulisan mu… getaran2 itu pergi disaat lupa dan lalai… Oyi ketika mencoba utk merenungi kalimatmu… Berapa keringanan yang ALLAH berikan kepada kita yang berkaitan dengan kewajiban kita terhadap ALLAH?, Berapa kebutuhan yang diberikan ALLAH kpd kita sebagai rasa tanggung jawab Allah menciptakan kita?, Berapa kenikmatan yg selalu diberikan kpd kita ketika kita memohon kpdNYA?, Berapa jalan keluar yg telah diberikan ALLAH kpd kita disaat kita mengalami kesulitan?…. Terimakasih DE…!!! umak telah membangunkan hatiku yg terlalu lama tertidur… dan membatu… sebagai hamba yg tidak pandai bersyukur … Semoga ALLAH selalu mengajari kita semua untuk menjadi hamba2 yg pandai bersyukur… dg mengamalkan Syahadat, menegakkan Sholat, menunaikan Zakat dan mengerjakan puasa serta beribadah haji ketika mampu… kemudian dg meningkatkan keyakinan dan ketaqwaan dg selalu mengingat ALLAH setiap saat dan dimana saja… Insyaallah…!!!

  16. gambarnya asyik!!! (komunikatif), jadi inget waktu masa di sekolah, sala satu dosen saya sering mengingatkan kami, kalian sebagai mahasiswa arsitecture dalam mendisain suatu rancangan harus searsitectural mungkin, kenapa saya malah ngomentarin gambar yah??? megenai tulisan di atas, cukuplah saya menyimaknya tanpa harus mengomentarinya, mudah mudahan bermakna bagi orang seperti saya,…

    “addajaajatul nggodan laisa khoirun minnal baidhoo’ul an”, ayam hari esok belum tentu lebih bagus dari pada telor hari ini… bener ga’ sih tulisan maffuthot saya? takutnya salah, kalo salah tolong di benerin yah!

  17. =======
    Assalaamu’alaikum Ndut..

    Yang gak bisa begitu aja dilupakan, bersegeralah saat panggilan-NYA memanggil.. Jangan membiasakan diri mengerjakan sholat di masa injury time…

    *mengingatkan diri sendiri*
    =======

  18. Memang salat semestinya jadi kebutuhan. Rasa gelisah bila tdk salat sebenarnya karena alarm hati kita berbunyi kencang.

    Berbahagialah orang yg masih merasa membutuhkan salat.

  19. sholat yang bagaimana….
    yang menggetarkan hati,
    yang melunakkan hati,
    dan membawa hati syahdu bersamaNya,
    sehingga rindu kembali menanti waktunya…

  20. Yth.Rindu…
    saudara -saudara semua yg ku hormati.

    yah,,, lelah juga … dr malam sabtu memformat komputer ,
    baru hari senin selesai itupun langsung di sambut hujan yg menyejukkan dan menyegarkan,
    Alhamdulillah, ahirnya komputer ini baik lg,
    padahal biasanya format cuman butuh waktu 1jam.

    iya deh… yook mari sholat seblum nanti di sholati…

    makasih semuanya ….
    mohon ma,af adanya….

  21. Sabda Rasulullah SAW “Tidak ada seorang muslim pun yg ketika shalat fardhu telah tiba kemudian dia berwudhu’ dgn baik dan memperbagus kekhusyu’annya serta ruku’nya terkecuali hal itu merupakan penghapus dosanya yg telah lalu selama dia tidak melakukan dosa besar dan hal itu berlaku sepanjang tahun itu.”

    Postingan yang baik yang bisa meningatkan kita akan pentingnya sholat.

  22. Alhamdulillah bisa kasih komentar di no yang nggak terlalu buncit, biasanya dapet kebagian bontot aja.
    Sedih kala getar iman sudah tak terasa sehingga ringan untuk berbuat keji dan maksiat tanpa perasaan bersalah, Astaghfirullah

    • Mba’ toko barcode, permisi numpang nanya’ ! toko Sampean nyetok computer (pc,notebook,Accessoris) juga kah? kalo iya minta’ pricelistnya dong! terima kasih atas perhatianya, saya tunggu kabar selanjutnya,..

  23. tulisan yg menggetarkan jiwa saya,menyadarkan dan membisikan hati saya untuk lbh baik lg dlm beribadah..insyaAllah amin.
    Lama tak kesini,lama tak menanyakan kbrmu de?

  24. Karena sholat adalah waktu dimana kita bisa langsung berkhalwat dengan Dzat Yang Maha Agung, Maha Pengasih dan Maha Penyayang…

    Thank’s atas postingan mbak Rindu, Alhamdulillah dan Insya Allah bermanfaat serta mengingatkan akan pentingnya tiang agama ini. Semoga dengan kasih sayang Allah, kita para Rindumania (fans mbak rindu … hehehe just kidding aja kok mbak) bisa diberikan kemudahan agar bisa menjaga shalat kita..

  25. Adzan adalah panggilan Yang Maha Kuasa kepada hamba-Nya untuk mengistirahatkan diri dan jiwa dari hiruk pikuknya dunia. Panggilan yang jika diresapi mampu menggetarkan jiwa, panggilan yang kekuatannya sungguh luar biasa. Dalam beberapa kasus, bahkan adzan mampu ‘mengislamkan’ orang non Islam.
    Adzan juga bisa menjadi salah satu indikator seberapa besar kecintaan seorang muslim terhadap Tuhannya. Saat adzan dikumandangkan bisa dilihat reaksi dari seorang muslim, apakah langsung menyambut panggilan tersebut atau menunda-nunda memenuhi panggilan tersebut.

    Mbak Ade tahu gak, ternyata akibat dari perbedaan waktu di berbagai belahan dunia, membuat adzan berkumandang secara terus menerus di seluruh belahan dunia tanpa putus? Subhanallah.
    Ini ada ilustrasinya, saya ambil dari Youtube (http://www.youtube.com/watch?v=xs7WnOd-R0w)

  26. Saya merindukan kawan-kawan yang senantiasa hatinya tergetar ketika mendengar dengung adzan, se’akan kecintaan terhadap Allah sudah menjadi satu dengan nafas dan detak jantungnya

  27. Ukhti…
    kok saya jadi malu! Heu, sedikit banyak pernah mengalami hal tersebut di atas! :'(
    Sukron! jadi semangat lagi memperbaiki diri…
    Nice blog! Ups, ralat! more than nice!
    SO COOL blog!
    Like it much!

  28. “ Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya ; Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani). ”

    (Sebuah Prolog + Koment)
    Sebuah ironi di negeri ini. Ketika masjid-masjid dan mushola-mushola berjamuran di sana-sini, tetapi sayang kosong dari penghuni. Satu pemandangan yang kini mungkin menjadi hal yang ‘lumrah’ di dalam perjalanan Islam adalah bertaburannya masjid dan musholla di mana-mana, sedangkan penghuninya hilang entah kemana. Ya, ironi bukan ?? Padahal masjid-masjid serta mushola-mushola tersebut berdiri kokoh di tengah-tengah penduduk yang mayoritasnya ‘mengaku’ sebagai muslim. Tetapi ketika adzan berkumandang, seolah-olah itu hanya sebuah ‘nyanyian’ yang tak perlu kita indahkan. Yang salah ?? Apa yang membangun masjid ?? atau para jamaah yang tak mau ke masjid ??

    ” Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging apabila segumpal daging itu baik maka akan menjadi baik semuanya dan apabila segumpal daging itu jelek maka akan jeleklah semuanya ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. ” (Hr-Bukhari-Muslim)

    Ehm, miris memang, apalagi ditambah jika getaran itu hilang. Ya, ketika hati sudah tidak bisa merespon apa yang dinamakan ‘panggilan suci’ berarti ada masalah dengan hati nurani. Sehatkah ?? Sakitkah ?? atau Matikah ?? Naudzubillahimindzalik, apabila hati kita sedang sakit atau bahkan mati. Perlu kita ketahui bahwa islam membagi hati menjadi tiga kondisi, sehat (bersih), sakit, dan mati. Hati yang bersih yaitu hati yang senantiasa mengingat Allah swt., ketika mendengar ‘ayat-ayat’ Allah bergetar dan semakin bertambah keimanannya. Hati yang sakit yaitu hati yang senantiasa gundah gulana, ragu dan tidak pernah merasakan nikmatnya iman dan Islam, ibarat orang yang kehausan di padang pasir, ketika akan minum, ia tak mampu menelan air karena tenggorokannya sakit. Hati yang mati yaitu hati yang keras laksana batu granit jauh dari hidayah dan sulit menerima kebenaran. Tergolong kondisi manakah hati kita ??
    Astaghfirullah :-(

    Ya, salah satu diantara penyebab ‘penyakit hati’ adalah terlena akan dunia. Lagi-lagi dunia. Betapa tidak ?? kita memang secara tidak langsung ‘terikat’ dengan dunia. Ehm, mengobati hati ada beberapa cara diantaranya, Qiyamul lail, tilawah, Dzikrullah, memperbanyak amalan sunnah, dan sabar. Mudah-mudahan hati kita tergolong hati yang sehat…

    ” Dari Ibnu ‘Umar. la berkata : Rasulullah saw. pegang dua bahu saya, lalu ia bersabda : ” Beradalah di dunia seolah-olah engkau orang asing atau musafir “; dan adalah Ibnu ‘Umar berkata : Apabila engkau masuk pada waktu petang, maka janganlah engkau tunggu waktu pagi; dan apabila engkau masuk pada waktu shubuh, maka janganlah engkau tunggu waktu petang, tetapi ambillah (kesempatan) dari sehatmu untuk (masa) sakitmu, dan dari hidupmu untuk matimu. ” (HR-Bukhari)

    Merci sudah mengingatkan Teh, tulisan ini sedikit banyak menjadi sebuah tamparan buat saya..
    Jazakillah :-(

  29. =======
    Hmm.. akhirnya jadi juga De tulisannya :)

    Kita semua pada dasarnya adalah para pejalan (musafir) yang menempuh jalur kehidupan yang sangat panjang, jauh dan penuh liku. Terkadang perjalanan panjang ini membuat kita stress, lelah, penat, resah, gelisah, gundah, badan dan kaki terasa pegal. Dan tentunya kita membutuhkan istirahat untuk memulihkan diri dari kelelahan dan kepenatan yang kita alami setelah menempuh perjalanan panjang ini. Karena tanpa istirahat, cepat atau lambat kita akan terjatuh meskipun kita tangguh, cerdas dan kuat. Kita membutuhkan rehat atau istirahat sejenak di tengah perjalanan kehidupan yang panjang dan penuh dengan ujian ini.

    Istirahat sejenak dalam kehidupan adalah dengan melakukan perenungan, muhasabah, merefleksi diri, berkaca diri, membersihkan diri, mengoreksi diri.. mereview diri selama perjalanan yang telah kita tempuh, minum seteguk air ruhani untuk penenang diri. Dan shalat yang kita lakukan pada hakikatnya adalah istirahat. Istirahat untuk mengisi bahan bakar yang telah kehabisan di perjalanan. Kita istirahat untuk menuju aktivitas yang lebih besar lagi, dengan energi utuh kembali, dengan ruh baru, pikiran baru, menatap masa depan dengan lebih optimis.
    =======

    Rindu: “Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.

    • Saya terharu membaca renungan ini tak terasa air mata sy jatuh .. masih ada tugas sy yg belum selesai, kapan ya suamiku mau melaksanakan 5 waktu, walaupun saya sudah membawanya menjadikannya seorang muslim… tapi saya belum bisa membawanya untuk sholat…. sy rindu sy dapat sholat bersama, sy ingin di imamin oleh suami dan saya merindukan sy dpt sholat malam brsama suami berzikir bersama kapan ya…… ya…Allah Engkau yg mampu menggerakan hati manusia turunkanlan hidayahMu untuk suamiku agar dapat bersujud sholat 5 wkt di hadapanMu ya Allah…….

  30. semoga getaran itu tetap ada mba…tak lekang hingga masa penghidupan kita habis…

    Rindu: bayangkan ketika ajal menjemput saat kita sujud, saat kita menyerahkan seluruhnya kepada ALLAH, subhanallah … kepulangan yang indah, meninggal dalam keadaan berwudhu.

  31. smoga getaran itu tetap ada,selamanya..

    Rindu: amin ya Rabb, nikmat shalat adalah nikmat yang hanya dimiliki oleh umat Islam, kita diberi kesempatan untuk menghadap ALLAH 5x sehari sedang mereka mungkin hanya seminggu sekali. Harusnya hati kita sudah lebih suci … iya seharusnya.

  32. Ayo shalat selagi nafas masih ada, sebelum kita dishalatkan ketika nafas kembali ke Allah!

    Rindu: ketika shalat, berpikirlah bahwa ini adalah shalat terakhir …

  33. Semoga kita, dan keluarga kita senantiasa dijaga ALLAH dari kelalaian dan menyia-nyiaan sholat.
    “Kerjakanlah sholat dengan tegak untuk mengingatKU”, bahwa :
    Tiada yang diibadahi/disembah selain AKU,
    Tiada yang dituju selain AKU,
    Tiada yang dibersamai selain AKU,
    Tiada yang disadari keberadaannya selain AKU.

    Dzikir bagi ruhani manusia adalah sebagaimana nafas bagi jazad.
    Tanpa nafas, jazad akan mati. Tanpa dzikir, ruhani pun mati.
    Maka sholat wajib 5 waktu adalah seminimal-minimalnya dzikir bagi ruhani sehari-semalam.
    Dan karena esensi manusia adalah ruhaninya, maka matinya ruhani berarti matinya kemanusiaannya.
    Semakin hidup ruhani dengan memperbanyak dzikir (termasuk sholat sunat), maka semakin sehatlah kemanusiaan.

    Laa haula walaa quata illa billaahil ‘Aliyil Adziim.

    Rindu: … orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [QS. Al-Ra'du: 28] Dan Allah menjadikan balasan bagi orang yang berdzikir kepada Allah bahwa Allah akan menyebutnya (dengan sebutan yang mulia), maka apakah ada sebuah kedudukan yang lebih mulia dari kedudukan seseorang mu’min yang disebut oleh Allah dengan sebutan kemuliaan?. Firman Allah SWT: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. [QS. Al-Baqarah: 152]

    Dan ALLAH tidak pernah berdusta bukan, dengarlah bahwa ALLAH akan menempatkan mereka yang ibadah dikedudukan yang mulia, dengan sebutan kemuliaan, dan ingatlah selalu pada pemilik napas. Shalat adalah pengingat ALLAH

    • I Like This :D

      Para ahli makrifat bahkan tidak akan pernah mau menukarkan kenikmatan ibadah shalat dengan dunia dan seisinya. Kenikmatan shalat akan semakin dapat dirasakan tergantung dari seberapa besar kita mencintai dunia. Jika semakin cenderung hati kita kepada dunia maka saat shalat pun akan muncul berbagai hal tentang dunia, seperti barang yang lupa taruh, rumah yang belum dikunci atau pekerjaan yang terlewatkan. Dan itu mungkin anehnya :D

      Seperti pesan kyai, Jika ingin khusyuk dalam shalat maka mulailah untuk tidak mencintai dunia :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s