Didalam Setiap Helaan

Didalam setiap hembusan napas kita, ada hak ALLAH

Didalam setiap helaan napas saya ada hak ALLAH” Kalimat indah itu saya dapat dari guru tafakur saya malam ini, katanya “De, mari belajar bernapas secara sadar dan hadirkan ALLAH dalam setiap hembusan napas dengan melafalkan “Subhanallah” jujur saya takjub dengan kalimat ini, karena selama ini saya bernapas bas bus – bas bus hanya memasukan oksigen kedalam paru paru saya tanpa memasukan ALLAH ke dalamnya, padahal napas yang saya hembuskan adalah milik ALLAH, hak nya ALLAH, bayangkan ketika saya meminjam milik orang lain, hak orang lain, lalu saya gunakan sesuka saya bahkan saya lupa berterima kasih dengan sang pemiliknya, kira kira marah gak tuh pemiliknya? :)

Marah sih engga, tapi saya pasti dicuekin, emang enak dicuekin oleh ALLAH, nauzubillaimindzalik. Kemana lagi saya meminta kalau bukan kepada ALLAH, iya kemana lagi?

Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah apa hak ALLAH didalam napas saya? yaitu menghadirkan pemiliknya dan selalu mengingatnya. Lalu bagaimana menghadirkan ALLAH dalam setiap helaan napas saya agar tidak masuk dan keluar percuma, sia sia, harusnya saya sadar “bukankah semua titipan akan dimintai pertanggung jawaban oleh pemiliknya?” artinya ketika saya berpulang nanti, ALLAH sang pemilik napas akan bertanya “De, napas yang dititipkan dipergunakan untuk apa?”

Dan bayangkan pertanyaan itu diajukan di Mahkamah ALLAH yang tidak memiliki pengacara yang akan membela saya, di sana tak ada pula jaksa yang bisa saya bayar untuk meringankan hukuman saya, dan hakimnya adalah sang Maha Pemilik Keadilan yang gak bisa berkurang adilnya oleh kedipan mata saya :)

Sudah mulai ngelantur dari judul nih saya :) kembali bicara soal napas, enteng banget kan rasanya bernapas itu dan emang gak rumit untuk napas itu karena saya melakukannya secara tidak sadar, padahal ketika saya sadar begitu banyak bagian dari tubuh yang bergerak seiring dengan napas saya, maka saya akan takjub dengan sang pemiliknya :) mengingat sang pemilik akan mendekatkan saya dengan pemiliknya.

Kemudian apa cukup dengan mengingat “oh ya ternyata napas milik ALLAH” terus sudah itu tidak melakukan apa apa untuk menjadikan napas itu ladang ibadah? Rugi banget !! Coba isi napas dengan dzikir, dengan menyebut nama pemiliknya, maka sesungguhnya ALLAH sangat dekat … ini lah yang disebut dengan ALLAH lebih dekat dengan urat leher kita. Kalau cuma sekedar napas tanpa mengingat ALLAH ya emang gak tahu rasanya ALLAH itu dekat, yang ada malah gak terasa kalau ALLAH itu ada :)

 “AKU adalah menurut persangkaan hambaKU, dan AKU bersamanya ketika ia menyebutKU, jika ia menyebutKU dalam dirinya, maka AKU menyebutnya dalam diriKU… Aku bersama hambaKU selama ia mengingatKU dan selama bibirnya masih bergerak menyebut namaKU”

Ketika saya tahu bahwa ALLAH sangat dekat dengan napas saya, harusnya saya tidak gunakan napas saya untuk bermaksiat, untuk menyakiti hati orang lain, bagaimana akan timbul rasa takut kepada ALLAH jika saya tak merasa ALLAH itu ada di dalam setiap helaan napas saya? Bagaimana saya bisa merasa tenang jika setiap helaan napas saya ingat urusan dunia saja?

Padahal menghadirkan ALLAH secara sadar akan membawa saya mengingatkan dialam bawah sadar, ketika tertima musibah saya akan otomatis berucap “innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun“, ketika mendapat kebahagian saya berucap “alhamdulillah“, ketika berbuat salah saya berkata “astaghfirullah“, memulai kehidupan dengan “bismillah“, dan mengagungkan ALLAH dengan “subhanallah“, terasa kan ALLAH hadir? :)

As simple as that menghadirkan ALLAH dalam setiap helaan napas, pertanyaan selanjutkan ketika kalimat itu tidak keluar dari bibir saya, ketika macet panas saya sebut “setan nih macet banget” ketika ada yang mengusik kebahagiaan saya saya sebut “monyet lo” astagfhirullah, dimana ALLAH saya tempatkan? jadi JANGAN bertanya ALLAH ada dimana? Tapi tanyakan diri kita sudahkah kita menghadirkan ALLAH …

 

Iya, STOP mempertanyakan kehadiran ALLAH jika kita tidak pernah menghadirkanNYA … :) malulah sama ALLAH, masa gak tahu ALLAH di mana, padahal napasnya kita pake !!

 

 

About these ads

71 thoughts on “Didalam Setiap Helaan

  1. assalamualaikum.. de’ mohon maaf, saya baca tulisan yang mirip dengan punya Ade’ di blog tinta islami dengan judul “helaan nafasku bersama ALLAH”

  2. wanita cantique meluhis kekuatanlewat masalah yang di hadapinya……tetap bisa tersenyum saat tertekan dan tertawa saat hatinya menangis. Wanita cantique mengasihi tanpa pamrih dan selalu makin kuat dalam doa dan pengharapan…Saya kirim tulisan ini untuk semua wanita cantique kepunyaan ALLAHswt..Amiin.

  3. Karena dalam helaan nafas selalu ada nikmat Allah swt maka seharusnyalah dalam setiap helaan juga ada rasa syukur atas nikmat itu.

    Salam hangat dari Plesiran- blog untuk mempromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Jika artikel dimuat maka pengirimnya akan mendapatkan tapi asih berupa sebuah buku yang menarik dan bermanfaat. Silahkan bergabung dengan Plesiran.
    Terima kasih

  4. sedang berjalan mencari air di kebun hikmah… :D

    Rindu: dikebun ini ada sungai yang mengalir, yang gemericiknya mampu menenangkan jiwa jiwa yang kering oleh dunia, kalau mau wudhu juga dari aliran sungai yang saya buatikan alirannya dari bambu, dibelakan dekat mushola … nemu mas?

  5. saya bersyukur telah diberi kesempatan membaca penyejuk hati dan menambah syukur dengan taqwa yang sebenarnya

    salam kenal ya Rindu

  6. subhanalloh …. adek yg baik, saya share ya tulisan nya, semoga banyak orang membaca dan menyadari semuanya … :)

  7. Aku bukanlah aku tubuhku, namun aku adalah pikiran disetiap perilakuku…..
    Semuanya…… Lanjutkan yah…. Hehehehehe….

  8. Sebuah nasehat dari Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani:

    “Engkau cukup bodoh jika Allah memperlakukanmu secara baik, sayang, dan setia, sementara engkau memperlakukan-Nya dengan sikap menentang dan acuh.”

    Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa sholat dhuha 2 rakaat menjadi pembayar sedekah anggota tubuh kita kepada Allah Swt. Hal ini mengandung makna bahwa setiap anggota tubuh kita, wajib kita syukuri dengan menjalankan perintah Allah swt., yaitu menunaikan shalat dhuha sebelum melakukan aktivitas-aktivitas lainnya.

    Tidak banyak yang Allah tuntut dari kita, hambaNya. Apabila Dia telah memperlakukan kita dengan baik, dengan penuh kasih sayang dan terus menerus melimpahkan berbagai macam kenikmatan kepada kita maka apakah kita masih saja menghiraukan hal tersebut dan secara samar-samar atau bahkan terus terang menentangNya.

    Maafkan dan ampuni kami Ya Allah, yang selama ini baik sadar atau tidak sadar telah banyak melakukan dosa. Maafkan dan ampuni kamu juga Ya Allah, jika selama ini kami sengaja atau tidak sengaja telah menentangMu.

    Rindu: ALLAH Rahman, ALLAH Rahim … ALLAH ya Ghafar, Ya Nurul Qolbu

  9. dan kita pun punya hak. tunaikanlah hak Allah dan hak kita sebagai manusia. intinya ialah tidak boleh guluh atau ekstrim dalam beribadah kepada Allah. sesuaikan dengan dalil, serta kadarnya, jangan karena ingin ketemu Allah misalnya sampai lupa bahwa kita punya hak kita di dunia ini yakni bermuamalah dengan sesama manusia dan sebagainya. jangan kayak mereka yang uzlah yang terlaru berlebihan, hanya karena takut terkena fitnah dunia. Tujuan kita memang Akhirat, tapi jangan lupakan dunia…. :D

    aku rindu, tapi baru mampir ke sini lagi, teh. :lol:

    bagaimana makan dipinggir jalannya? maknyus kan?

    kok kagak ngajak-ngajak sih :cry:

    Rindu: emang hak manusia apa sih?

  10. hmm… lama ga main kesini ternyata kebunnya udah berubah warna…
    ada apa nih??
    hehehe…

    Rindu: iya, habis gelap terbitlah terang … seperti jiwa saya yang semakin dewasa, semakin hidup yang hitam putih, seperti waktu yang terus bergulir, dan saya ingin berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, agar meninggal husnul khatimah :) amin ya Rabb.

  11. trims ya mbak Ade, sudah di ingatkan untuk sesalu Dzikir bahkan salam setiap hembusan nafas sekalipun

    Rindu: sama sama mas … dan demi napas yang telah kita hembuskan, mengingat ALLAH adalah wajib.

  12. Yah…manusia terkadang egois, termasuk juga saya..seringkali mereduksi keberadaan dalam subtansi setiap nafas kita, apa karena ketidakterpenuhan doa kita, manusia begitu mudah menganggap Allah itu tak adil….
    “Tak ada alasan untuk pesimis karena Tuhan tak pernah berhenti
    memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis
    dan keyakinan kita pada kekuasaan-Nya telah menipis ”
    (Mohammad Fauzil Adhim)

    Rindu: iya jangan pesimis, seorang abrar adalah apabila amal perbuatannya telah bersih dari riya‘ baik yang jelas maupun tersamar. Sedangkan tujuan amal perbuatannya selalu hanya pahala yang dijanjikan Allah SWT. Adapun keikhlasan seorang hamba yang muqarrabin adalah ia merasa bahwa semua amal kebaikannya semata-mata karunia Allah kepadanya, sebab Allah yang memberi hidayah dan taufik.

    Dengan kata lain, amalan seorang hamba yang abrar dinamakan amalan lillah, yaitu beramal karena Allah. Sedangkan amalan seorang hamba yang muqarrabin dinamakan amalan billah, yaitu beramal dengan bantuan karunia Allah. Amal lillah menghasilkan sekedar memperhatikan hukun dzahir, sedang amal billah menembus ke dalam perasaan kalbu.

    • Mulakan semua dari hati. Siapa sebenar “s a y a”…..untuk apa hidup “s a y a”….Darimana semua yang di dapatkan oleh “s a y a”……Kemanakah “s a y a” akan kembali? Mereka yang telah matipun pernah hidup jgak. Berfikir seperti itu, ulang setiap hari, keikhlasan itu akan datang dengan tanpa qt sadari. Perjalanan itu jauh dan panjang …..qt akan semakin sadar bahwa qt mesti menyimpan bekal yang banyak. HAUS…xkan ad orang yang jual minuman es jeruk d tepi jalan. LAPAR…xkan ad gerai yang jual makanan campur atau bakso d kelokan jalan. PANAS pun datang….penjual payung dah pulang kampung. HUJAN menyapa….penjual tenda dah tidur d beranda. GELAP paaaak….obormu dah cukup minyakkah untuk mnerangi sepanjang perjalanan? M E N A K U T K A N! andaian itu lebih baik untuk qt bayangkan….untuk mempersiapkan semuanya. ‘AKU ADA DAN AKU DEKAT, SEDEKAT URAT LEHERMU”.

  13. Maaf jika hamba lancang,
    Setiap nafas selalu diiringi dengan asma Allah, stiap helaan nafas slalu dzikir kepada Allah,
    kmdn Kolbu pun berdzikir kepada Allah, Pandangan pun hanya tertuju pada Allah, gak peduli anggapan yang selain – Nya.

    klo boleh hamba membandingkan, mungkinkah dirimu yang meneruskan Rabi’ah Adawiyyah,
    Perempuan yang begitu Cinta kepada Allah melebihi cintanya kepada ciptaan-Nya?

    Rindu: saya pernah bercita cita menjadi Rabiah di zaman modern, yang mencintai ALLAH tanpa menyisakan ruang untuk cinta yang lain … dan saya ditertawakan banyak orang, mungkin aneh yah? :)

  14. yang kusebut hanya namaMu

    Bawalah aku bersamaMu, setelah aku lelah berjalan, melintasi alam semesta, melewati malam yang penuh bintang, dan sang purnama yang sedang bermadu kasih.
    kucinta Engkau dengan segala keindahanMu, karena kutahu hanya cintaMu yang abadi, kupuja Engkau dengan segala kebesaranMu, karena kutahu hanya Engkau yang pantas dipuji. di setiap hembusan napasku, di setiap denyut nadiku, dan di setiap langkahku, yang kusebut hanya namaMu, Tuhan bawalah aku, merindukanMu, mencintaiMu, mengagungkanMu, Tanpa lelah, yang kusebut hanya namaMu

    Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan. Tak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintai-Nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar; menjadi matanya yang dengannya dia melihat; menjadi tangannya yang dengannya dia memegang; dan menjadi kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya; jika meminta perlindungan-Ku, niscaya Aku beri perlindungan. [HR. Bukhari].

    Rindu: Tuhan bawalah aku, merindukanMu, mencintaiMu, mengagungkanMu, Tanpa lelah, yang kusebut hanya namaMu … indah banget kalimatnya mas :)

  15. Bismillah,
    Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma berkata: datang seorang pemuda kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah, beritakanlah kepadaku dengan satu hadits yang engkau menjadikannya ringkas.” Maka bersabda beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada pemuda itu: “Shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah, seolah-olah engkau melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala, apabila engkau tidak melihat-Nya maka ketahuilah sesungguhnya DIA melihatmu…

    http://alkarawanjy.blogspot.com/2010/01/hadits-16-shalatlah-seperti-shalatnya.html

    Rindu: Mengingat kematian adalah salah satu cara untuk khusu :)

  16. Siraman ruhani yg menyejukan dari seorang hamba Allah dengan jemarinya yang indah dituangkan sebagai penyejuk hati yang terkadang panas oleh gersangnya hawa padang pasir dunia yang selalu dahaga dengan nafsu manusiawi

    Rindu: terimakasih yah, terima kasih atas komennya “… Dan hati kan menjadi tentram manakala kau pasrahkan semua hanya kepadaNya…” Ketika kebimbangan itu menyentuh nurani, ingatlah padaNya. Ketika merasa seperti tak ada pilihan arah tuk berjalan, tetapkan hati hanya kepadaNya. Ketika kebahagiaan sepertinya sangat jauh terjangkau, syukuri banyak nikmatNya. Ketika harapan seakan memudar, jangan pernah putus asa dari ahmatNya.

  17. *istigfar* diriku sering banget terlupa akan nikmat-Nya :(

    Rindu: Sesuatu yang menurut kita baik untuk diri kita, kadang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Karena belum tentu menurut pandangan ALLAH sesuatu yang disukai itu membawa kita pada kebaikan untuk diri kita atau pun lingkungan sekitar kita, dan belum tentu pula bisa menghantarkan kedekatan dengan ALLAH Ta’ala.

  18. Allah… cukuplah hanya dengan Dia.
    karena setiap detik
    setiap helaan nafas..
    hanya ada Dia.

    Rindu: “…… jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan Rahmat-Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku . Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri”. (QS. Az-Zumar:38)

  19. Dalam setiap tarikan nafas kita juga ada nikmat Allah. Syukuri nduk.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.

    Rindu: maka nikmat ALLAH yang mana lagikah yang sanggup saya ingkari :) napas adalah nikmat yang tak ternilai… tak ada yang mampu memberi kecuali ALLAH.

  20. Makasih ilmu dan hikmahnya ya Ade :)
    Seperti biasa, begitu banyak ilmu dan hikmah yg bisa kita dapatkan di blog ini…

    Semoga setiap orang yang datang ke blog ini (dan juga blog-blog lain yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengajak ke jalan ALLAH) mendapatkan pencerahan, ilmu dan hikmah yang gak cuma berguna untuk di dunia tetapi juga untuk di akhirat nanti…

    Semoga setiap orang yang datang ke blog ini bersedia untuk membuka hati dan pikirannya tanpa syarat, agar dapat memetik dan mengambil hikmah yang ada di sini dengan lebih mudah…

    Semoga ALLAH SWT selalu menganugerahkan kesehatan dan keselamatan kepada Ade, menjernihkan hati dan pikiran Ade agar dapat terus berbagi ilmu dan hikmah kepada semua yang berkunjung ke blog ini…

    Semoga ALLAH SWT selalu menjaga dan merendahkan hati Ade agar gak sombong dan takabur, karena kesombongan adalah awal kejatuhan dan kehancuran dari seseorang…

    Amin ya ALLAH, Amin ya Rabb al’alamiin…

    Take care yah, jaga diri dan kesehatan Ade baik-baik… :)

    Rindu: saya kutip kalimat ini untuk menasehati saya “Semoga ALLAH SWT selalu menjaga dan merendahkan hati Ade agar gak sombong dan takabur, karena kesombongan adalah awal kejatuhan dan kehancuran dari seseorang…” amin ya ALLAH.

  21. Semoga saya tidak pernah melupakan-Nya di setiap hembusan nafas saya..insyaAllah amin

    Pakabar de?smoga slalu sehat dan barokah..amin
    Ehmm

    Rindu: terlalu banyak Elang yang hadir dikebun saya, semoga ini bukan Elang yang suka mencakar dan mencabik cabik tanaman di kebun saya kemudian terbang jauh… makasih ya mas sudah hadir kembali, Ade sehat. Alhamdulillah …

  22. Ade telah mengingatkan kita pada Allah semoga kita tidak perlu membahas keberadaan Allah tapi yang penting meyakini Bahwa Allah sebagai Robb yang telah mengatur segala sesuatunya termasuk rezeki, jodoh dan Kematian. Salam sehat untuk ade , semoga Allah memberi keberkahan untuk ade dan keluarga.

    Rindu: iya ALLAH maha mengatur … oh ya mas, iklan di blog saya ini saya hapus karena blog saya bukan koran untuk pasang iklan :P

    • Itu bukan iklan de, tapi memang undangan. kalo itu diangap iklan ya hapus saja.dan memang sudah diijinkan sama sang calon pengantin.

      Rindu: iya, terima kasih yah … tapi kalau menurut saya sebaiknya sang pengantin sendiri yang menyampaikan undangan, sebagai bentuk dari menghargai para tamu, bukankah tamu adalah raja, bukankah restu mereka sangat dibutuhkan :) buat saya pribadi, sangat tidak pantaslah jika undangan disebarkan lewat beberapa blog tapi oleh orang lain, toh belum tentu yang diundang kenal dengan sang messanger … sekali lagi hanya pendapat saya

  23. Aduuuh… kenapa selama ini aku hanya pengeluh, padaha aku sudah dapat banyak limpahan dariNYA… CKCKCKCK…

    Rindu: mengeluh karena kita merasa mampu memiliki dunia, padahal dunia tak akan lari dikejar, kalau jatahnya segitu ya segitu … sedang nikmat ALLAH, tanpa batas :)

  24. Kala itu aku, setelah sekian lama melakukan pengembaraan kesana kemari. Di dalam perjalanan, aku melihat suatu tempat (kebun) yang terlihat dari kejauhan sangat indah. Aku jadi ingin mendekati untuk melihat lebih dekat. Semakin dekat dan masuk lebih ke dalam. Terasa teduh sekali beristirahat di kebun itu (ini). Dalam hati sempat bertanya siapa pemiliknya yang merawat kebun ini? Melihat sekeliling akhirnya aku tahu mbak Rindu-lah yang merawat, menyiraminya setiap saat.

    Setiap kali aku capai dalam perjalanan sejak saat itu aku singgahi kebun itu. Merasa tentram, teduh, hati aku. Waktu itu aku sempat meninggalkan jejak di sekeliling kebun.
    Semakin lama semakin indah.

    Entah sudah berapa banyak teman-teman aku yang mengikuti jejak langkahku.
    Jika teman-2ku capai dan mencari tempat untuk beristirahat inilah tempatnya (kebun).
    -maaf aku ijinnya terlambat, aku telah menunjukkan jalan (link) ke kebun yang mbak rawat ke teman-2. Maaf juga koment aku diluar topik.

    Rindu: saya lah perawat kebun hikmah ini, dengan harapan apa titian yang saya tulis disini akan menjadi titian safaat saya diakhirat nanti, dan titian ini tak akan berarti apa apa tanpa pengunjung, tak akan sampai ke mata mata yang lain, semoga ALLAH ridho dengan titian titian yang kian kita perpanjang …. sehingga satu demi satu gerbang akan terbuka, dan kita akan terkaget kaget di akhirat nanti … pahala datang dari titian titian yang kita sampaikan, yang kita panjangkan alurnya.

    Terima kasih sudah memperpanjang titian disini ke titian yang lain… sambung menyambung kebaikan insya ALLAH mengalir, dan ALLAH tidak pernah ingkar janji untuk memberi kita pahala jika kita berada diajalanNYA.

  25. wah blognya bagus sekali, banyak dapat pencerahan salam kenal di kunjungan pertama ini, semoga bisa menjadi sahabatnya walau hanya di blog, salam

    Rindu: semoga ALLAH ridho dengan apa yang saya tulis yah, semoga tidka membuat saya tinggi hati pula …

  26. artikel selalu bermakna……
    lama tak mengisi kolom koment

    Rindu: sering sering kesini ya mas, agar rame kebun saya :) *ngarep*

  27. well done..

    filsosofi ke-islaman ade sudah sangat baik..

    selamat atas ke-istiqomah-nya de..

    Rindu: doakan saya mampu Istiqomah … just like my name :P

    • Insya ALLAH de’…

      so… what ur name actually :)

      Rindu: Cut Istiqomah Meutia … bagus yah *narsis mode ON*

      • Bagus banget :thumb:

        *Jadi keinget novel Edensor-nya Andrea Hirata bahwa “nama berurusan dengan agama dan dianggap sumber aura” :)

        Rindu: garuk garuk kepala kalo di puji, saya pernah bercita cita menjadi penulis sekelas Andrea Hirata :P

  28. hhmmm manusia terkadang tahu jika ada yang mengawasi tapi hawa nafsu yang besar selalu mengalahkan akal ….. dan sudahnya hanyalah penyesalan karena merasa Tuhan menjauh

    salam mba

    Rindu: Pernah dengar hari PENYESALAN mas? “Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika (detak) jantung (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. ” (Q. S. Ghafir 40:18)

    Begitu banyaknya orang yang akan menyesal pada hari Kiamat nanti, sehingga Allah (S. W. T.) menyebut hari Kiamat ini sebagai “Hari Penyesalan.” Allah (S. W. T.) berfirman:

    “Dan berilah mereka peringatan tentang Hari Penyesalan” (Q. S. Maryam 19:39)

  29. IHSAN

    Rindu: Dalam hubungan dengan Allah, Ihsan adalah kita beribadah seolah-olah kita melihat Allah atau kita meyakini bahwa Allah melihat kita. Sehingga kita beribadah dengan penuh kekhusyukan melebihi ketika kita menghadap seorang pejabat seperti presiden.

    • dan ternyata Allah memang terlihat dalam setiap gerak mahkluk-Nya tanpa harus melihat seperti apakah dzat-Nya, Dia yang tak terjangkau oleh suatu persepsi apapun namun Dia ada hadir dan melingkupi setiap gerak mahkluk-Nya.

      Rindu: ALLAH selalu ada, sepanjang mata hati memandang, disitu ada ALLAH …

  30. guru tafakurnya siapa ya kira2?? mungkinkah saya kenal juga ,kok belajarnya sama ya kita?? :D

    btw soal mendapat musibah ,kalau bilang inna lillahi itu sudah biasa,bagaimana kalau kita bilang sama diri kita alhamdulillah?

    lalu saat mendapatkan pujian maupun kebahagiaan kita katakan inna lillahi wa inna ilaihi rojiun? kayaknya lebih tepat deh de?? setuju gak?

    Rindu: pertanyaan saya kembalikan, emang secara syariat boleh kita balik balik gitu mas? meski pengertiaannya Ade ngerti… tapi apa syariat membolehkan dibalik balik yah? tanya guru tafakur kita …. kayanya satu guru nih kita :P

    • Bagaimana kalau setiap yang ada dan terjadi dalam kehidupan kita, kita kembalikan semua pada Allah; “Inna Ilahi wa inna Ilaihi Roji’un” – aku (an nafs) berasal dari Allah (lewat Ruh Amr Rabb), dan aku akan kembali pada Allah – meski aku ada didunia.

      “istilahnya- menjadi nol”

      Bukan hanya sekedar ucapan lafadz saja tapi meresapi dan memaknai semua lafadz tersebut hingga Ihsan hadir didalam diri kita.

      maaf, bila kurang berkenan.
      kawulo mung wong bodoh sing ora ngerti ilmu.

      Rindu: “Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia selalu melihatmu” salah satu pertanyaan Jibril kepada Rasulullah.

      • seperti guru ngaji saya bilang,berada di titik zero atau nol. ini akan jadi tulisan sendiri nantinya. menjadi nol berarti tidak memandang mahluk lagi,semua yg dilihat hanya Allah,gak ada yg lain.

        tidak perduli penilaian mahluk,tidak bangga saat dipuji ,tidak marah saat dihina,karena semua hanya untuk Allah.

        itulah ikhlas yg sebenar2nya.

        tapi dalam hidup,saat menghadapi sesuatu yg kita tidak suka,kita disuruh bersabar,nah bagaimana jika sabar itu kita wujudkan dengan kata syukur,karena kita yakin Allah selalu bermaksud baik terhadap kita,jadi itu pasti jadi suatu keberuntungan kita,bukan kesialan kita :)

        Rindu: Cukupkan dirimu dengan ridha Allah. Bila Dia menjadi kekasihmu, maka semua akan menjadi kekasihmu… limpahan kasih sayang, curahan cinta kasih.

        • Dan itulah saya baru paham apa yang pernah Syeh Ibn Athaillah pesankan; “barang siapa merasa telah mampu ikhlas sedang ia melihat ikhlasnya (amal-nya) dalam satu waktu (dimasa depan) maka ikhlas-nya (amal) itu masih membutuhkan ke-ikhlasan kembali”.

          kuncinya ternyata ada di lafadz “la haula walla quwata illa billahil aliyil adhim”.

      • @ mas Didot;

        Ya, bukan kah Iman itu terbagi dalam dua hal, separuhnya dalam sabar…dan separuhnya lagi dalam syukur…dan keduanya terikat dalam sikap berbaik sangka pada Allah…seperti yang rindu tulis, Allah berada di balik sangkaan hamba-Nya.

        Saat seseorang telah mengaku dalam titik nol maka tidak akan ada lagi susah dan senang, tidak akan ada beda lagi bencana, musibah maupun suka…semuanya sama…tak akan beda lagi sabar dan syukur..karena yang ia pandang dalam “hal” ia adalah Allah.

        Mengurai definisi ikhlas sangatlah mudah namun masuk dan menjalaninya tak semudah saat berbicara…jalani sajalah “hal” yang Allah tetapkan pada diri kita saat ini. Saat Allah menempatkan “hal” kita pada kondisi sempit, maka Allah menyuruh kita bersabar, maka bersabarlah dengan berbaik sangka pada Allah maka dengan baik sangka itu insya Allah adalah salah satu bentuk syukur pada diri-Nya. Juga pada saat Allah menempatakan “hal” kita pada kelapangan maka bersyukurlah dengan mencegah diri kita tengelam dalam maksiat pada kelapangan tersebut, dengan begitu kita telah bersabar dalam kelapangan yang Allah berikan.

        Mohon maaf bila tidak berkenan,
        kawulo nyuwun pangapuro, mung wayang sing bodoh.

        Rindu: Dunia ini adalah kebodohan dan kematian kecuali ilmu.Semua ilmu merupakan hujjah ke atas pemiliknya kecuali yang di amalkannnya.Semua amal akan sia-sia kecuali yang dilaksanakan dengan ikhlas.

        • makasih mas mamad atas sharingnya,seandainya menjadi seorang mukhlisin itu mudah,niscaya tidak akan ditaruh sebagai salah satu maqam tertinggi di hadapanNYA. tidak semua manusia diberi anugerah melihat wajah Allah dalam berbagai hal di dunia ini,sungguh suatu tingkatan yg amat tinggi bila telah mencapainya.

          saya sendiri masih jauh dari ikhlas,masih berharap pujian dari mahluk,masih menghindari hinaan mahluk.

          dalam setiap doa saya minta diberikan keikhlasan,namun saya tau saat saya diberikan keikhlasan,berarti saya akan dibenturkan dengan hal2 yg justru akan membuat saya ikhlas,yaitu kehilangan semua yg saya cintai dalam hidup ini,semoga Allah memberikan kekuatan dan keikhlasan dalam mengarungi hidup ini ,meningkatkan setapak demi setapak derajat ketaqwaan dihadapanNYA :)

          Rindu: Nabi SAW, kekasih Allah yang paling mulia bersabda,“Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril a.s.apakah ikhlas itu?Lalu Jibril berkata,“Aku bertanya kepada Tuhan yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya?“ Allah SWT yang Mahaluas Pengetahuannya menjawab,“Ikhlas adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.“(H.R Al-Qazwini)

          Dari hadits diatas nampaklah bahwa rahasia ikhlas itu diketahui oleh hamba-hamba Allah yang dicintai-Nya. Untuk mengetahui rahasia ikhlas kita tidak lain harus menggali hikmah dari kaum arif, salafus shaalih dan para ulama kekasih Allah.

          • Ya Ade, Ikhlas itu adalah salah satu sirr milik Allah yang ada ditempatkan dalam hati hamba-hamba pilihan-Nya. Saran yang Ade katakan memang benar dengan mendekat pada mereka para kekasih Allah maka insya-Allah kita akan mengerti dan diberi bagian akan sirr ini oleh Allah S.W.T.

            @ mas Didot,

            Dari komen balasan mas Didot saya mendapat cercahan ilmu baru, seperti yang termuat dalam Al Hadits bahwa, Iman itu separuhnya berada dalam sabar dan separuhnya berada dalam syukur, secara tidak langsung ini adalah isyarat bahwa Allah akan selalu membolak-balikan hamba-Nya dalam dua keadaan Lapang dan Sempit yang dapat membuat seorang hamba itu bersyukur ataupun bersabar.

            Disini Allah mengajarkan pada kita akan Sirr ikhlas ini melalui dua keadaan tersebut, keadaan dalam syukur dan keadaan dalam sabar.

            Kalau mas Didot dalam doanya ingin ditunjukan bagaimana itu ikhlas maka Allah jawab doa Mas DIdot dengan mengambil satu persatu yang mas Didot miliki dan sayangi hingga mas Didot lahir rasa ikhlas kehilangan itu semua, maka Allah S.W.T. mengajarkan pada anda Ikhlas dalam “hal” sabar.

            Sebaliknya Allah S.W.T. mengajarkan seseorang akan Ikhlas dari “hal” syukur maka Allah akan melapangkan keadaan dirinya maka saat dilapang dirinya dan ia dimampukan oleh Allah beramal saleh maka kesesudahan itu Allah akan dengan mudah dan cepatnya membalik keadaan ia dengan kesempitan dan Dia mengizinkan hawa nafsu hamba tersebut untuk mengodanya dalam bentuk lintasan hati akan amal-amal yang telah ia kerjakan apakah ia (hamba tersebut) akan mengerundel (ngedumel) akan amal yang telah ia lakukan; sebagai contohnya andai kemarin aku amalin nya separuh nya saja kan masih ada sisa uang saat ini.

            Atau, Allah tetap membiarkan ia dalam kelapangan dan kemudian dalam beberapa waktu berlalu, Allah utus hamba-Nya yang lain untuk datang dan memuji amal yang pernah ia lakukan maka ia akan dapat melihat dirinya dalam pujian itu apakah ia mengharapkan, tersanjung dan merasa oh ya itu karena saya, atau ia malah merasa itu semua karena Allah.

            Dari dua keadaan tersebut adalah Allah mengajarkan pada hamba-Nya akan ikhlas dalam syukur.

    • gak ada masalah dengan syariat kok de,kalau kita bicara buat diri kita pribadi bukan buat orang lain. kalau buat orang lain,kita bicara alhamdulillah saat ada yg meninggal itu namanya kurang empati hehehe ,bisa digampar bolak balik dari sini ke mesir tuh :P

      nah kalau mendapatkan pujian boleh juga kita kembalikan kepada Allah,karena segala kelebihan kita memang berasal dariNYA bukan?? ;)

      iya ternyata guru kita sama de,tadi saya baru nanya beliau :)

      Rindu: iya sama … semoga kita terus mampu menjadi pion ALLAH untuk menebar kebaikan, mendorong yang lain untuk terus bergerak mendekat kepada ALLAH, kalau guru ngaji saya bilang kita harus mampu menjadi gerbang untuk membuat orang lain mengenal ALLAH, menjadi jendela untuk membuat mereka sadar dengan kehadiran ALLAH, semoga ALLAH ridho ya mas :)

  31. DIA jauh dari kita tidak lain karena kita menjauh dariNYA… aku mendekatiNYA maka DIA kan lebih dekat, aku berjalan menuju kepadaNYA maka DIA kan berlari menuju kita, Subhanallah…

    Rindu: aku jauh, ENGKAU jauh, aku dekat ENGKAU dekat … hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa berpadu [mau dengerin petikan gitar Ade mas? :P]

  32. Barang siapa yang mau bersukur maka akan ditambah kenikmatannya,dan jika kufur siksannya ALLAH pedih rasanya.
    Punya istri satu kalau mau syukur bakal ditambah jadi dua,punya mobil satu kalau mau bersyukur bakalan ditambah jadi dua,tapi kalau punya anak lima bakalan ditambah jadi berapa ya dek….he…he…
    Bisakanlah dalam hidup ini selalu bersukur walaupun sekecil atau sebesar apapun kenikmatan itu tetap kita tidak bisa menggantinya dengan apapun yang apa yang ada di dunia ini,dan secara tidak sadar ALLAH telah memberikan nikmatnya kepada kita tanpa kita sadari semisal bernafas……YA BERNAFAS kata ade”

    Kita bersyukur bukan karena ada dan tiada tapi bersyukur cara menyikapi antara ada dan tiada itu.
    Semua milikNYA dan semua akan kembali kepadaNYA,dan sebaik baiknya tempat kembali hanya kepaNYA
    Jadi tetap dijaga amanah dari ALLAH ini,sayangilah,rawatlah apa yang ada dengan apa apa adanya diri kita selama kita bisa dan sebelum kita kembali kepadaNYA…Alkhamdulillah hirobbil alamin.

    Rindu: ” Allah ada dalam setiap hembusan nafas kita “, kata salah seorang ahli hikmah, yang juga merupakan Wali Allah, yaitu Imam Al-Ghazali. Beliau dikenal dengan ajaran estoterik-nya mengenai nafas Allah, ungkapan beliau yang terkenal adalah sebagai berikut :

    ” Fayalma’u fil-qulubi min waroo’i sitril-ghoibi syay’un min ghoro’ibil ilmi”, yang artinya : Maka bersinarlah dalam hati ini, pengetahuan yang unik dan luar biasa, dari balik dinding kegaiban. Beliau membuktikan bahwa gaibnya Allah adalah kekuatan, dan anugerah Allah ( fadlal Allah ), dapat diberikan kepada orang yang dikehendaki-Nya.

    • Bener dek ALLAH memberikan atau mencabut hidayahnya terhadap orang yang dikehendakinya,dan bila ALLAH mencabut hidayah ini,ALLAH tidak rugi sedikitpun malah akan menggantinya dengan umat yang lebih baik……
      Jadi marilah kita berpagi pagian bersore sorean dalam agamanya ALLAH karena itu lebih baik dari pada dunia seisinya….

  33. De, kita itu biasanya menganggap enteng sesuatu yang kita masih miliki dan sering menyia-nyiakannya.

    Ketika dia pergi barulah berasa betapa berartinya nikmat itu. Dikasih nikmat bisa bernafas umumnya kita menganggap itu bukan nikmat, padahal agak 5 menit aja nafas kita terhenti kan bisa tamat hidup kita. Makanya benar De sudah seharusnya setiap helaan nafas kita harus berisi dengan berhisab diri bukannya hanya berisi dengan berhisap rokok, he, he, he ……

    Di berbagai rumah sakit kita liat, betapa banyak orang berjuang hidup dengan tabung oksigen dan mengeluarkan jutaan rupiah hanya masalah bernafas ini. Sungguh soal bernafas ini merupakan nikmat yang teramat berharga yang sering kita lupakan. Terimakasih ya atas sharenya, semoga kita senatiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur hingga akhir nafas kita …….

    Rindu: Dalam Manthiq ath-Thair disebutkan, bahwa hakikat pencarian Allah – Yang Maha Benar, tidak hanya dapat dilakukan oleh kita dengan tekun setiap hari mengamalkan ibadah wajib saja. Tapi dibutuhkan juga, usaha perenungan dan belajar pada ciptaan Allah yang lain. Alam, mungkin tepat dikatakan sebagai kitab sucinya Allah setelah Alquran yang diturunkan kepada kekasih-Nya Rasulullah SAW. Termasuk belajar dari mereka yang sakit … bagaimana napas begitu berarti.

    Terkadang saya berpikir: untuk mengartikan – memberikan makna – dan menjelaskan arti (tafsir) ayat-ayat Allah yang terkandung di dalam Alquran harusnya saya juga membaca kitab Allah yang satunya lagi yaitu “Alam dan segala isinya” secara tartil.

    • Setuju mba, namun masalahnya yang terjadi adalah ahli tafsir terhadap alam semesta ini (ayat kauniyah) justru kebanyakan bukan dari ulama islam. Sebuah ironi yang menyedihkan, disaat kita berselisih tentang fiqih, soal mazhab, soal faraidh dll, tapi disisi lain orang di luar islam tengah melakukan ekplorasi besar-besaran terhadap angkasa luar, tentang pengembangan teknologi dan pengusaan terhadap persenjataan dan perang.

      Ya de, setuju kita harus belajar dengan alam ini. Kata orang minang : alam terkembang jadi guru. Ketika kita mampu memahami kedua ayat Allah ini (kauniyah dan kitabah) secara selaras maka pemahaman kita tentang betapa kebesaran dan keagungan Allah akan semakin terpatri di dalam hati. Puncaknya adalah fanah dan cinta. Kalau sudah sampai ke etape ini maka setiap helaan nafas kita akan ada Allah. Detak jantung kita akan berisi Allah meskipun tidak selalu berzikir secara lisan. Iya ngga De? kok Ade diam ajah sich? he, he, he …

      De, diam-diam saya termasuk aktif ikut pengajian CakNun [Emha Ainunnadjib] di TIM. Namanya KENDURI CINTA meskipun duduk paling belakang dan biasanya jarang berkomentar. Disana berkumpul berbagai strata orang. Ada pejabat, pengamen, politisi, preman aktif, gelandangan, mantan copet, seniman, orang gila, ilmuan, ustadz, atheis, pendeta, muallaf, sufi, bahkan ada yang ngaku dari jaringan kafir liberal. Pokonya sesama makhluk Allah lah. Semua duduk melingkar kadang-kadang hingga jan 03.00 pagi. Disana kita berbagi tentang cinta, budaya, agama, tentang perkembangan politik nasional, tentang ketimpangan sosial.

      Dari hal-hal kecil hingga persolan rumit Arab-Israel. Disana kita berzikir, bernyanyi dan bershalawat bersama, dan kadang-kadang mentertawakan nasib bersama. Ah, asyiknya dengar celoteh anak-anak bangsa itu. Nikmatnya mendengar celoteh sesama orang kecil. Intinya saya hanya ingin belajar tentang kehidupan ini. Indahnya kebersamaan dan indahnya perbedaan dan ternyata semua itu harmoni. Allah, Allah, Allah sungguh agung Engkau mencipta semua ini …………

      Rindu: menyimak tanpa mampu membalas komen … saya pernah ikut sekali “kenduri cinta” Cak Nun :) insya ALLAH nanti ikut lagi, liat liat kebelakang yah, kali aja ada si cantik berkerudung, bukan saya maksudnya :P

      • Iya De, sekali-kali liat ke belakang sembari ngelirik si cantik berkerudung. Namanya juga usaha De … tapi utamanya sich ngawasin dompet dari copet. Kok Ade tahu kalo saya liat2 kebelakang. Jadi Ade ya yang duduk dibelakang saya malam itu? He, he, he ….

        Iya De, datang ya kalo ada Acara KENDURI CINTA di TIM, disana juga kita bisa berbagi hikmah …..

        Rindu: insya ALLAH, jika ALLAH berkehdak maka tak ada yang dapat menolaknya

  34. Bener mba rindu,
    semua hanya titipan dan selayaknya meminjam harus dijaga dengan baik :)
    seneng nich maen ke kebunnya mba rindu :)

    Rindu: sering sering main kesini yah, agar saya gak kesepian lagi …

  35. bener sekali mba, aku sering kali bahkah sangat sering lupa kalau tiap nafas adalah karunianya, nikmat yang kita pun gak bisa menghitung jumlahnya.

    Oh iya mba mohon maap nih mo ngajuin koreksi, kalau kata-kata menghadirkan Allah diganti dengan mengingat Allah mungkin akan lebih tepat maknanya. Soalnya terkesan bahwa Allah itu dalam kendali manusia yang bisa terserah dihadirkan atau tidak.

    Sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya :D
    salam

    Rindu: menghadirkan beda dengan mengingat, kalau hanya ingat yah sepintas lalu aja … tapi menghadirkan adalah menanamkan ALLAH dalam napas kita, kalau cuma ingat manusia tempatnya lupa loh, dan menghadirkan ALLAH bukan dalam konteks kebendaan, ALLAH adalah Dzat segala Dzat, dimensi menghadirkan tentulah beda, dengan mengendalikan konteks manusia dong … kan ada hati nurani.

    Sepertinya kita harus merenung kembali: bedakan nih, mencintai hidup, ataukah mencintai Sang Pemilik dan Pencipta hidup dan mati. Terkadang manusia lupa, bahwa amanah “amar ma’ruf nahi munkar” dan “syi’ar tauhid – laailaha illa allah” hanya bisa dilakukan, ketika jasad masih memiliki ruh – kehidupan. Baiknya kita jangan mengelak dari substansi sifat peng-hamba-an yang berisikan arti “sujud dan syukur” artinya apa? ketika kita bicara mencintai ALLAH, kita bukan bicara dalam dimensi manusia yang cetek dan terukur.

    Ketika bicara kematian, kita bukan bicara jasad yang terbujur kaku bukan? tapi meninggalkan semua yang kita miliki dan cintai di dunia. Kematian akan meniadakan kita dari unsur materi duniawi. Tapi kematian tidak meniadakan sifat-sifat dari unsur materi duniawi yang kita miliki selama hidup di dunia. Sebab sifat-sifat di dunia yang kita miliki, akan menjadi dasar penghakiman diri oleh Allah Sang Maha Adil dan Maha Benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s