Bergegaslah …

Di setiap Senin dan Rabu saya biasa menghabiskan waktu ditempat anak anak belajar musik, dan jika ada waktu senggang saya akan menghabiskannya untuk sekedar berbincang dengan para Ibu yang mengantar putra putri mereka :) dari mereka saya belajar menjadi tua, belajar dewasa tepatnya…

Diantara Ibu Ibu muda usia, saya selalu menjumpai seorang nenek yang kurang lebih berusia 70 tahun, namun masih sehat, masih mampu mengantar sang cucu belajar gitar disini dengan naik angkot pula karena Ibu sang cucu ini sibuk menghabiskan waktu dikantor :) dan setiap kali saya datang, sang nenek selalu melemparkan senyum manisnya ke saya, yang bisa dipastikan akan saya balas dengan senyuman termanis saya, sambil melangkahkan kaki saya mendekat dan duduk disamping sang nenek.

Piye kabare cah ayu?” itu selalu kalimat yang keluar dari mulut sang nenek, dengan barisan gigi yang tidak lagi lengkap, kemudian sambil duduk disamping sang nenek saya akan menggenggam tangan keriputnya, menempelkan pipi saya ke pipi nenek, mencium punggung tangan sang nenek yang tak lagi mulus namun masih terasa hangatnya sambil menjawab pertanyaan sang nenek tadi “saya baik omah [begitu kami di sini biasa memanggilnya],  omah gimana? sehat kan?”

Kemudian sang nenek akan berceloteh tentang kebunnya yang dirawat bersama sang kakek, cucu cucu yang kian besar dan kian bandel, tentang anaknya yang sulit mendengarnya dan semakin membantah, iya anak anak sang nenek yang kerap meninggalkannya sendiri karena mereka sibuk dengan keluarga barunya dan nyaris melupakan sang nenek :(

Saya akan dengan sabar mendengar celotehnya karena di kali berikut sang nenek yang mendengarkan saya berceloteh, tentang kuliah saya yang sudah selesai, tentang cita cita saya menjadi penulis, tentang blog saya yang kian hari kian rame, tentang kekasih saya yang pergi meninggalkan saya, tentang lelaki muda yang hadir kemudian dan kadang menggoda hati saya :) tentang  hati saya yang retak tak kunjung sembuh, tentang apa saja :)

Dan dengan sabar sang nenek akan merengkuh saya kedalam pelukannya, kemudian saya akan menumpahkan sungai yang mengalir hangat di pipi saya jatuh dibahu sang nenek “sabar ya cah ayu, hidup ini kan pindah dari satu masalah ke masalah yang lain toh, kalau tidak begitu nanti ALLAH tidak mengajarkan kita menjadi kuat, yang penting itu sabar, tawakal, berdoa terus ya ndo, gusti ALLAH ora sare

Dan kini, sejak sore ini saya tidak akan lagi menjumpai sang nenek, karena pagi tadi ALLAH memangilnya pulang, innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Tak ada lagi senyum manis dari bibir keriput sang nenek, tak ada lagi rengkuhan hangat ke dalam pelukan tubuhnya yang gempal, tak ada lagi celoteh yang akan saya dengar yang  mendewasakan saya, tak ada lagi yang akan mendengar celoteh saya di senja hari, tak ada lagi yang memberi saya nasehat dengan bahasa jawa yang kental …

:( Iya tak akan ada lagi, ALLAH berkendak lain, cukup sampai disini kebersamaan kami, semoga ALLAH menerima kepulangan jiwa sang nenek, ya ALLAH, titip salam sayang untuk nenek, maafkan saya telat mendengar berita ini dan tak bisa ikut mengantar sang nenek ke rumah terakhirnya, karena baru sore ini saya tahu bahwa nenek telah berpulang tadi pagi :(

Sungguh hidup ini adalah perjalanan menuju kematian, napas ini suatu waktu akan terhenti, di perjumpaan saya dan nenek minggu lalu semua masih begitu indah, tapi hari ini semua hilang. Kematian tak dapat ditunda, tak tentu waktu kedatangannya, dimana dia kan menjemput, seberapa orang yang masih sangat mengharapkan melihat senyum manis sang nenek, kematian tetap datang, tak peduli lagi apakah kami semua masih ingin bersama nenek dan mendengar celotehnya, toh kematian tetap membawa nenek pulang…

Kematian TIDAK perduli, ia tetap datang, menarik jiwa keluar dari raga …

 

Saya Dimakamkan Hari Ini
(Goretan tinta calon jenazah)

Perlahan, tubuh saya ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkan saya sendiri. Masih jelas langkah-langkah terakhir mereka, saya sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayang, sendiri menunggu keputusan … Menyesal sudah tak mungkin, tobat tak lagi dianggap, dan maafpun tak bakal didengar, saya benar-benar harus sendiri …

Ya ALLAH,  jika KAU beri saya satu lagi kesempatan, jika KAU pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU beberapa hari saja… saya akan berkeliling memohon maaf pada mereka yang selama ini telah merasakan kedzaliman saya, yang selama ini sengsara karena saya, yang tertindas dalam kesombongan saya, yang selama ini telah saya sakiti hatinya, yang selama ini telah saya bohongi.

Saya dimakamkan hari ini, dan semua menjadi tak termaafkan, dan semua menjadi terlambat, dan kini saya harus sendiri, untuk waktu yang tak terbayangkan.

Tersadar bahwa hari ini kita masih bernafas, masih dititipkan nyawa oleh ALLAH, masih diberi kesempatan untuk menabung pahala demi pahala, masih diberi ruang untuk memohon ampunan, masih diberi waktu untuk menghentikan dosa yang kemarin kemarin …

Iya masih ada waktu …. bergegaslah memperbaiki diri sebelum bunga bunga berguguran menabur makam kita :( innalillahi wa inna illaihi rajiun.

BERGEGASLAH !!

 

 

About these ads

114 thoughts on “Bergegaslah …

  1. assalamu’alaikum ukhti..
    setelah meresapi tulisan antm..saya merasa berdosa..tlah meninggalkan 2 orang yang paling berarti dlm hidup saya..(ayah dan ibu saya)
    Dengan usia yang kian bertambah..mereka menghabiskan sisa usia tanpa kehadiran putra yang di banggakannya..
    sang putra berkelana ke pulau sebrang mencari bekal kehidupan dunia.

    jujur saya takut tatkala suatu saat Sang Pencipta memanggil mereka tanpa kehadiran saya..
    saya seharusnya menjaga dan merawat mereka..tp karna keadaan..smua berjalan tak seirama..
    Semoga masih ada waktu bagi saya untuk berbakti kepeda mereka..amin

    afwan ukhti..saya ingin belajar dan sharing dng antm..
    YM ,Fb,Mfb saya Yato yieb
    jazakillah..

  2. Bila izrail memanggil

    jasad terbujur dipembaringan

    seluruh tubuh kan manggil

    sekujur badan kedinginan …..

    jadi lemes ya mengingat mati ….dunia ibarat jembatan menuju akhirat ….

  3. Salam..

    Saudari Rindu,
    saya gemar membaca ruangan kamu..ia sedikit sebanyak membantu saya yang lagi kerinduan dan kesunyian. Teruskan tulisan kamu ya..

    Salam dari Malaysia

  4. Pingback: Meraih Impian Abadi « Catatan Perjalanan

  5. mbak rindu tulisannya bagus, coba dech jadi penulis, bakal sesukses blognya yang juga rame.
    terima kasih juga, tulisannya sangat menginspirasi. Jadi teringat akan rumah masa depan.
    semoga bisa meminta maaf dulu pada semua orang sebelum ajal menjemput.
    sedih kalau belum bisa melaksanakannya.
    kebun hikmah penuh makna.

    Rindu: saya punya cita cita akan menjadi penulis buku suatu hari nanti, berdakwah melalui tulisan, mengajak orang berdakwah melalui rangkaian kata … semoga ALLAH ridho, meski banyak buku hikmah terjual, tapi mereka berdakwah dengan bahasa yang beda, sayapun demikian … kan kita tak pernah tahu, dengan tulisan siapa pembaca akan tercerahkan, siapa tahu tulisan saya lebih mencerahkan dariada tulisan Mario Teguh, :P *mimpi aja dulu yah*

  6. Kematian adalah pemutus kesenangan , termasuk memutus kebahagian terhadap keluarga kita, saudara kita ,kerabat kita .

    Sukses selalu kepada pemilik blog ini semoga di beri kesehatan Oleh Allah

  7. “sudah ratusan bahkan ribuan ‘sahabat’ melihat-membaca-menyelami dirimu lewat tulisanmu yang begitu sarat makna, sedangkan dirimu baru menyebutnya belajar….”

    betapa mengagumkannya….

  8. Malam sudah lewat berganti pagi dan haripun tetap berjalan entahlah apa yang terjadi dengan hari esok. aku ingin terang benderang memulai hari yang baru. kapan hari yang baru akan datang.

  9. Nice Posting…

    “Dari bumilah Kami ciptakan kamu, dan ke dalamnya Kami akan menggembalikan kamu dan daripadanya pula Kami akan mengeluarkan kamu sekali lagi”.

  10. ————–
    inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.. turut berbela sungkawa… sungguh kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali..

    alhamdulillaah akhirnya bisa komen de… dari tadi gak bisa-bisa ternyata error, setelah direstart alhamdulillah lancar..

    Mungkin mengingat kematian bagi kita adalah seperti merestart pada komputer ya de.. komputer mati sejenak tapi kemudian fresh lagi..

    Mengingat kematian menjadikan kita kembali merenungi hakekat kehidupan kita, bahwa kita di dunia ini adalah orang asing atau penyeberang jalan..

    sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل

    “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HSR Al Bukhari no. 6053)

    Maka orang yang sadar tentang hal ini tentu akan segera meninggalkan langkah-langkah usilnya dan menggantikannya dengan langkah menuju masjid atau berdiri sholat dan bersujud kepada ALLAH.

    Kemudian ia segera menghentikan nyanyian & musiknya lalu menggantikannya dengan Bacaan Al-Quran, Hadits, dzikir, do’a, & istighfar.

    Ia segera menghentikan dari mendengar berita kekacauan dunia entertainment, kriminal, politik dsb, dan menggantinya dengan mendengarkan kajian ilmu agama, tausiyah, nasehat para ulama dan ustadz.

    Ia segera menghentikan gurauannya, dan menggantinya dengan tangisan di hadapan ALLAH.

    Karena ia hanyalah orang asing di dunia ini, kampung halamannya adalah akhirat, surga yang tlah ALLAH janjikan untuknya, dimana di sanalah dia bisa melihat Wajah ALLAH, bertemu dengan ALLAH.

    Semoga ALLAH senantiasa memberikan kita Hidayah-Nya, mengampuni kita, merahmati kita, menyelamatkan kita, menjaga & melindungi kita. Aamiin ya ALLAH.

    —————————-

  11. There is a purpose to life and there are three kinds of people
    Those who understand this race and try to compete,
    Those who know about it but ignore it, and
    Those who simply don’t know and don’t care.

    *****

  12. =======
    Ya ALLAH,
    Jadikanlah kami selalu mampu beramal yang dapat menambah keridhoan dan ketaatan kepada-MU…
    Wahai Dzat Yang Paling Mengasihi,
    Wafatkanlah kami dalam keadaan Engkau ridho kepada kami…
    Lindungilah kami dari dahsyatnya kogoncangan pada hari kiamat…
    Ya ALLAH,
    Karuniakanlah kami husnul khotimah…
    Terangi dan lapangkanlah kubur kami…
    Jauhkan kami dari siksa kubur dan siksa api neraka…
    Peliharalah kami dari fitnah dunia maupun setelah kematian…

    *Ndut.. jaga diri dan kesehatan baik-baik yah, jaga hati agar selalu bening dan bersih agar dapat selalu memancarkan cahaya hikmah kepada kami semua di sini..
    =======

  13. Innalillahiwainna illahirrajiun…
    saya turut berduka cita ya mbak,smoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT.

    “Goretan tinta calon jenazah” bikin saya merinding :) semoga masih ada kesempatan untuk saya memperbaiki semuanya, sebelum waktu itu datang menjemput saya…

  14. Kadang tubuh ini menggigil membayangkan pasca kematian, terbayang dosa2 yg mungkin telah menggunung.. Dan kesempatan utk memperbaikinya tdk ada lagi. Semua yg kita cintai di dunia ini sirna begitu saja.. Allahu rabbi.

  15. Kubur memang tidak bisa bersuara lantang layaknya seorang yang mengancam. Tetapi sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari siapapun. Ia memang tidak mempunyai tangan yang bisa diacung-acungkan. Juga tidak bisa menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menarik perhatian pendengar, karena ia hanya bisa menarik perhatian hati, bukan jasad.

  16. Turut berduka yang sedalamnya atas bepulangnya orang yang memberi banyak inspriasi buat Rindu…

    Kematian memang tak pernah dapat diduga kapan datangnya. Tugas kita hanyalah mempersiapkan diri untuk menerima kedatangannya yang tak pernah terduga..

    Semoga jika saat kita sampai kelak, kita dapat menyelesaikan urusan kita di dunia ini dengan husnul khatimah

  17. Assalamu’alaikum Semua

    Alhamdulillah ALLAH masih memperkenankan aku melihat dunia pagi hari ini.

    Saya minta maaf jika ada komen saya yang menyinggung, atau menyakiti hati pemilik kebun hikmah atau para wisatawan kebun hikmah.

    Dan marilah bersama kita nikmati hari ini dengan penuh kebaikan yang semakin mendekatkan diri kepada sang pemberi kematian. Dan semoga kematian kita menjadi kematian yang menyenangkan. Amin Ya ALLAH

    Wassalamu’alaikum

  18. Turut berduka. Maut ga da yang tau datangnya kapan!
    Smoga masih banyak ibu2 di tempat les yang bisa jadi teman kayak nenek itu.
    Salam manis.

    Mohon di bales dengan senyuman termanis dari yang punya blog!

  19. Saya Dimakamkan Hari Ini
    (Goretan tinta calon jenazah)

    Perlahan, tubuh saya ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkan saya sendiri …..

    Selimut Putih

    Bila Izrail datang memanggil
    Jasad terbujur di pembaringan ( 2X )
    Seluruh tubuh akan menggigil
    Terbujur badan dan kedinginan ( 2X )

    Tak ada lagi gunanya harta
    Kawan karib sanak saudara ( 2X )
    Jikalau ada amal di dunia
    Itulah hanya pembela diri ( 2X )

    Janganlah mau dikenang-kenang
    Engkau digelar manusia agung ( 2X )
    Sadarlah diri tahu diuntung
    Sebelum masa kerenda diusung ( 2X )

    Datang masanya insaflah diri
    Selimut putih pembalut badan ( 2X )
    Tinggal semua yang dikasihi
    Berbaktilah hidup sepanjang zaman ( 2X )

  20. Sekujur badan berselimut putih
    Rebah bersemadi sendiri
    Mengharap kasih anak dan isteri
    Apa mungkin pahala dikirim

    Terbaring sempit seluas pusara
    Soal bicara terus bermula
    Sesal dan insaf tak berguna lagi
    Hancurlah jasad dimamah bumi

    Berpisah sudah segalanya
    Yang tinggal hanyalah kenangan
    Diiringi doa dan air mata
    Yang pergi takkan kembali lagi

  21. Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Ade Meutia

    Sudahkah kita mengingat mati ????
    kalau saya masih sering melupakan hal penting tersebut, pernah suatu ketika muncul rasa takut akan kematian pada saat melihat langsung nenekku sakaratul maut, tetapi perasaan itu kembali tenggelam oleh kesibukan dunia yang seakan tak pernah ada habisnya.

    Ya ALLAH bukalah mata hati kami agar dapat senantiasa menghadirkan kematian di setiap langkah kami. Amin Ya robbal’alamin

    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

  22. sebagai bekal dihari nanti…pertanyaannya sekarang maukan kita berefleksi dari semua yang hadir didepan mata ini,..dan yang terpenting menurutku bahwa hidup ini adalah ‘b e l a j a r’ iya belajar membaca ayatNya, belajar mencintai dengan tulus , belajar berbagi …..

    salam hangat.

  23. assalamu’alaikum wr wb..

    innalillahi wa inna ilaihi roji’un…,
    aku turut berduka cita untuk sang nenek…, insyallah.. amal perbuatan beliau di terima oleh Allah SWT… amin..

    maaf ya baru mampir hari ini de’… ^^”

  24. Asslm.mba rindu…boleh kenalan ngga?aq baru ktmu dengan blog ini dan aq sangat tertarik dengan tulisan mba rindu.mba,aq juga sedang belajar mulai dari nol untuk mencari kebahagiaan yang hakiki, dan aq sangat ingin memiliki sahabat seperjuangan seperti mba.mau ngga mba jadi sahabatq?kalau boleh kita share lewat email aja.boleh tau emailnya mba rindu?

  25. kematian adalah nasehat yang terindah…dan kita memang hidup hanya untuk mati, karena disanalah kehidupan yang hakiki…

    jazakillah atas hikmah-hikmahnya, oyen selalu mampir kesini walaupun tak pernah meninggalkan jejak, Oyen lihat para komentatornya juga luar biasa…semoga hikmah itu bisa menyebar kemana-mana, dan mbak rindu terus menyirami kebun hikmahnya baik di dunia maya maupun di dunia nyata…amin

    salam rindu dari Oyen

  26. nyambung ke quote pribadi saya nih mbak : hidup bukan tentang menghafal teks, bukan tentang apakah ingatanmu cukup kuat akan buku-buku kuliah. hidup tentang terus belajar mengambil hikmah dari setiap keadaan dalam hidupmu, dan lingkunganmu.

    mbak ade, saya minta dong alamat fbnya.. misal ngga pengin di share disini.. email ke nindarahadi@yahoo.com ya mbak hehe :D

    Rindu: saya gak punya fesbuk sist, takut ngetop, halah …. nanti saya add di YM saya yah, insya ALLAH, tunggu aja Ade akan datang dengan sekuntum mawar merah :)

  27. ucapan sang nenek yang mengatakan bahwa hidup ini berpindah dari satu masalah ke masalah lain, merupakan ajaran hikmah kehidupan.
    Itulah bijaknya orang tua yang sudah kenyang dengan asam garam dunia.

    Rindu: iya bang, dan baru saya sadari juga bahwa setelah masalah itu ada hikmah, jadi hidup itu pindah dari satu hikmah ke hikmah yang lain :) kan gitu yah?

  28. wah.. lagi2 pengingat akan kematian..

    Rindu: bukan lagi mas billy, saya akan selalu ingat karena kalo gak inget mati nanti lupa bergegas menyiapkan bekalnya, kalo lupa nanti waktunya datang kita akan menyesal, dan menyesal saat itu gak akan ada artinya lagi :( gak mau ah gitu, jadi mau ingat lagi dan lagi.

  29. Turut berduka Cita ..
    Semoga Arwah beliau di terima di sisi Allah SWT.. Amin ya Rabbhal Alamin.

    Slalu mengingat kematian, memang akan slalu memberi kita kesadaran, kalau udah demikian akan membuat kita serasa ringan untuk melakukan ibadah dan meninggalkan perbuatan yg sia-sia.

    Amin Ya Allah.

    Rindu: Andakain di dalam hati kita sesekali melintas pikiran tentang kematian dan perlu bersiap-siap menghadapinya, tentu kita bersikap waspada kan? Namun kita kadang hanya berkata, “taubatnya ntar aja ah, kan masih muda, masih lama mati.” Setelah dewasa kita berkata, “taubatnya ntar aja ah, nunggu tua.” Setelah tua kita berkata, “Tunggulh masih enak nih.” kita menunda-nunda dan terus menunda-nunda, hingga selesainya kesibukan demi kesibukan dan hari demi hari, hingga ajal menjemputnya tanpa kita sadari, dan saat itulah kita akan merasakan penyesalan yang mendalam … rugi banget kan yah hidup begini? gak deh !! ”

  30. Mantaf. Mbak rindu gak pernah kehabisan kata2 hikmah.

    Rindu: :) senyum dulu … kan hidup itu pindah dari satu hikmah ke hikmah yang lain kan mas, jadi mestinya memang setiap hari kita tak akan fakir hikmah meski kadang fakir pulsa dan fakir bandwith.

  31. ok,, jd inspirasi

    Rindu: harusnya memang begitu, manusia cerdas adalah manusia yang sanggup menjadikan kematian sebagai sumber inspirasi untuk terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi :)

  32. Inalillahi wa inna ilayhirojiuunn…

    lama tak jumpa, mbak rindu makin sunyi aja…

    Rindu: mas Randu, setiap hari saya liat mas Randu online YM tapi Ade juga gak berani negur takut ganggu … jadi saya lebih memilih berdiri ditepi, melihat mas terus bergerak mencari ALLAH, semoga perjalanan mas akan semakin indah yah. Saya memang pecinta kesunyian, dalam sunyi itu terasa sekali bahwa ALLAH dekat dengan urat nadi saya, menarik napas dengan lafal “subhanallah” ah indahnya sepi.

  33. Aku kadang berfikir ketika kutak mampu menuangkan ide dalam sebuah tulisan . Aku memaknai dengan kematian kata-kata.

    dan

    Ketika pintu taubat telah ditutup maka kematian itu telah datang. Sebuah kegusaran dalam diri ketika memikirkan ini. Sungguh ini menjadi PR besar diri yang tak mampu dikerjakan.

    Entahlah apa yang terjadi dengan hari esok.Apkah masih ada waktu yang tersisa.

    Aku senang ada saudaraku ini yang selalu mengingatkan kita terus. tetap konsisten ya dengan Penulisan seperti ini.

    Rindu: Al-Hasan Al-Bashry berkata, “Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk mengingat mati, maka dunia terasa kecil di matanya dan segala apa yang ada di dalamnya menjadi remeh” artinya yang besar dari perjalanan hidup ini adalah kematian, karena disinikan hanya singgah …. seperti singgah di kebun hikmah, suatu hari akan pergi tinggalkan saya, kan gitu ya mas? :) *nyindir yang lama gak kesini*

    • Bukankah ade yang sering bahkan tak tertampak di blogku yang semakin pudar di telan waktu. aku harap engkau hadir dalam diamku,sepiku dan ramaiku serta hilangku.

      Bahkan aku semakin mendekat titik-titikmu
      maksudnya apa ya
      *biarkanlah ade berfikir apa maksudnya*

  34. innalillahi wainna ilaihii rajiun…
    semoga diterima di sisiNya

    Rindu: amin, terima kash ya mas ghalib, gak ada komen lain kan? jadi hanya mengamini saja tugas saya sebagai tuan rumah kebun :) makasih yah.

  35. Setiap manusia adalah sebuah pesan … pesan yang dikirim Tuhan untuk alam …

    Rindu: dan kematian adalah pesan yang pasti, PASTI :) pesan dari Al-Hasan, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa salam bertanya kepada para sahabat, “Apakah setiap orang di antara kalian ingin masuk surga?” Mereka menjawab, “Benar wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Pendekkanlah angan-angan, buatlah ajal kalian ada di depan mata kalian dan malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” (Diriwayatkan Ibnu Abid-Dunya) … ingat selalu pesan indah ini, dan masukan dalam jiwa, menempel. :)

  36. semanagt …lam kenal yah

    Rindu: yo semangat memperbaiki diri, Andaikan kita mau berpikir dan menyadari bahwa kematian itu tidak mempunyai waktu yang pasti, entah pada musim panas, gugur atau semi, siang atau malam, tidak terikat pada umur tertentu, muda atau tua, tentu kita akan menganggap serius urusan kematian ini dan tentu kita akan bersiap-siap menyongsongnya.

  37. salam dari Malayisa..
    wah ceritanya buat saya terharu seketika..

    Rindu: terima kasih sudah datang jauh jauh dari malaysia yah, semoga ALLAH ridho, permohonan menaruh link saya diblog kaka silahkan tapi mohon maaf diblog saya tidak ada link untuk menjaga ke orginialan blog ini, karena memang hanya berisi tulisan tulisan sederhana saya, terima kasih yah, insya ALLAH nanti saya main ke cahaya cinta :)

  38. pengen comment apa ya?
    mmm..
    kallaa idza balaghati taroooqiya wa qiilaa man..roooq..
    (Al Qiyamah..)
    —————————————–

    Rindu: La ilaha illAllahul adhimul-haleem. La ilaha illAllahu, rabbul-arshil-adheem. La ilaha illAllahu rabbus-samawaati wa rabbul-ardi wa rabbul-arshil-kareem.

    artinya kira kira begini: Es gibt keinen Gott außer ALLAH, der Mächtige die Forebearing, es gibt keinen Gott außer ALLAH, dem Herrn der mächtigen Thron, Es gibt keinen Gott außer ALLAH, dem Herrn der Himmel und dem Herrn der Erde und Lord of the Noble Throne. [mengenang Jerman] :)

  39. huuuuf….cuma bisa terdiam…tanpa kata…menahan rasa yg ga jelas di dada…gemetar juga…memang harus siap sedia…kpan pun dia datang…

    Rindu: iya mas, jika manusia sudah menyatu dengan keduniaan, kenikmatan dan belenggunya, maka hatinya merasa berat untuk berpisah dengan dunia, sehingga di dalam hatinya tidak terlintas pikiran tentang mati. Padahal kematianlah yang akan memisahkan dirinya dengan dunia. Siapa pun yang membenci sesuatu, tentu akan menjauhkan sesuatu itu dari dirinya.

    Manusia selalu dibayang-bayangi angan-angan yang batil. Dia berangan-angan sesuai dengan kehendaknya, seperti hidup terus di dunia, mendapatkan seluruh barang yang dibutuhkannya, seperti harta benda, tempat tinggal, keluarga dan sebab-sebab keduniaan lainnya. Hatinya hanya terpusat pada hal-hal ini, sehingga lalai mengingat mati dan tidak membayangkan kedekatan kematiannya. Ketika dunia masih digenggaman dan datang sang pencabut nyawa …. TELAT. maka bergegaslah.

  40. semoga yang di tinggalkan tetap lapang dadanya, dan untuk nenek, semoga di terima amal ibadahnya.

    tetap semangat yah mbak rindu,.
    karena , yang namanya maut,pasti akan datang kepada semua makhluk yang hidup.tak tau siapa,kapan dan dimana. yang pasti hal itu akan datang.

    Rindu: Hamid Al-Qushairy berkata, “Setiap orang di antara kita yakin akan datangnya kematian, sementara kita tidak melihat seseorang bersiap-siap menghadapi kematian itu. Setiap orang di antara kita yakin adanya surga, sementara kita tidak melihat ada yang berbuat agar bisa masuk surga. Setiap orang di antara kita yakin adanya neraka, sementara kita tidak melihat orang yang takut terhadap neraka.

    Apa yang sedang kalian tunggu? Tiada lain adalah kematian. Kalian akan mendatangi ALLAH dengan membawa kebaikan ataukah keburukan. Maka hampirilah ALLAH dengan cara yang baik.

  41. kemarin nenek tetanggaku juga meninggal. nggak ada hubungan apa-apa sih, tapi sedih juga seseorang telah pergi meninggalkan dunia ini.

    Rindu: sebaiknya setiap kepulangan bukan hanya mengalirkan sungai kecil diujung mata karena kepulangan sang nenek, tapi menangislah jika jasad yang terbujur kaku dihadapan kita itu adalah kita, yang kita tangisi itu adalah kita … bergegaslah.

  42. hidup ini pindah dari satu masalah ke masalah yang lain, saya sepakat ini, memang pada kenyataannya kita tak pernah lepas dari masalah, hanya silih berganti saja, jadi tak ada artinya kalau kita berkelit dari masalah toh nangti juga ketemu masalah lagi

    Rindu: dan untuk saya hidup itu bukan pindah dari satu masalah ke masalah yang lain, tapi hidup adalah pindah dari satu hikmah ke hikmah yang lain … ah indahnya hidup, semoga loncatan terakhir dari hidup ini saya berada di hikmah terindah, lepas dari masalah masalah dunia, amin ya Rabb :)

  43. innalilahi wa innailaihi roji’un…

    mg Allah menempatkan nenek dalam kedamaian surga…

    Rindu: amin ya ALLAH, sekarang giliran omah, esok mungkin kita, ya ALLAH irhamnna :)

  44. Inalillahi wa inailaihi rojiun…

    Wah de.. tulisannya menyentuh hati dan membuat mata berkaca-kaca (lebay) hehe.. jadi ‘nyadar’ de, ternyata tiap detik yang berlalu semakin mendekatkan kita pada kematian ya… semakin mengurangi ‘jatah’ hidup didunia ini.. rasanya bekal yg dikumpulkan utk melewati malam panjang menuju pengadilanNya belum cukup..

    Kematian adalah bagian dari kehidupan.. kalau gak ada mati maka gk ada hidup (bener gk?)

    Memang gak ada yang tau kapan ajal akan menjemput, yang penting kita jalani kehidupan dengan sebaik-baiknya > menjadi orang baik dengan menjalankan aturan agama.. :)

    Rindu: Na’udhu bi noori wajhikal-ladhi ashraqat lahudh-dhulumat, wa saluha ‘alayhi amrud-dunya wal-akhirah, ay-yahilla alayna ghadabuk, wa ay-yanzila bina sakhatuk, lakal-‘utbaa hatta tarda, wa la hawla wa la quwwata illa bik.

    We seek refuge in the Light of Your Face for which darknesses shine, and with which the affairs of this life and the Hereafter become good, from Your anger or displeasure fall upon us. You have the right to admonish until You are pleased, and there is no power and no might except in You.

  45. mengambil tema dari liriknya peterpan,bahwa tidak ada yang abadi.
    semua akan selalu berganti.
    sebelum waktu untuk berganti “pemain”jadilah pemain terbaik dilapangan kehidupan.

    Rindu: iya, jadilah pemenang dari permainan jiwa dilapangan kehidupan :) menang melawan hawa nafsu, memang melawan setan yang maha halus dan demi napas telah KAU titipkan kalo kata Ungu :) gak ngefans sama peterpan. haha.

  46. sebelumnya Inalilahi waina ilaihi roji’un

    Lama ga nenggok kebun nya ade nich?wah udah ada tanaman baru lagi,dah dua posting ga nonggol baru kali ini bisa nengok kebun hikmah…..

    Alloh memberikan makhluk di dunia ini 24 jam sehari..tiada seorang pun yang mendapat kurang atau lebih sesaat pun….
    1/3 Umur kita hilang karena masa kecil—–dan cari ilmu—-
    1/3 Lagi hilang karena sibuk bekerja…menikah….punya anak…..
    1/3 Lagi sibuk karena kebanyakan harta____tambah bini “ hee….hee…. ” *kalau aku insya Alloh cukup satu aja…* tambah anak===>[ itu yang diharapkan diberikan keturunan-keturunan yang sholeh/sholekhah “ banyak anak banyak rezeki “]…………………terus tambah padang golf….lepas itu……..MATI……….

    Rindu: kalau model menghabisakan waktu begini, kapan ingat matinya yah kang? :)

  47. absen Teh Ndu… waduh kematian adalah hal yang paling dekat dengan kita..

    ya Alloh jadikan kematianku adalah jalan mencapai cinta-Mu

    jadi ingat embah putri waktu sedo(meningga)ku tunggu sampai sakaratul maut dan aku pun turut memandikan beliau.. subhanalloh tampak lebih cantik.. muga ALLOH menjaga embah di sana…amin

    Rindu: tugas kita adalah mengambil pelajaran dari sebuah kepulangan, kematian sist “Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk “pergi.”

  48. Ditinggalkan memaang gak nyaman rasanya, tapi mau bagimane sudah aturannya begitu.

    Rindu: Hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya… iya kematian itu memang pasti, dan memang begitulah adanya :( semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan

  49. Innalillahi wainna ilaihi rojiun allahhumma’jurni fimusibati wa akhlifli khoiron minha…

    Ade” ini gimana udah tau mati itu datangnya sewaktu waktu kok malah pengen pacaran ma si diya…abang nicolas…
    Bersentuhan ajj dosanya puwolllL…apalagi pacaran???
    Waduh ndak nyambung ni cometn

    Rindu: bang Nico yah? ehm … gimana yah? saya gak pacaran koq sama bang Nico, sebenarnya dia mau tapi saya bilang “gak deh bang, Ade masih ingat mati” *tambah gak nyambung* :)

  50. tu;isanmu selalu membuat blue jd sellau harus mengingat keMatian itu sendiri
    salam hangat dari blue

    Rindu: Blue, mulai mengisi waktu dengan yang baik baik yah, kata guru ngaji saya nih ” Didiklah jiwamu dengan ilmu yang bermanfaat, maka ia akan mempertinggi derajatmu, sesungguhnya jiwa itu bagaikan kaca dan akal pikiran bagaikan lampunya, sedangkan hikmah (kebijakan) ALLAH laksana minyaknya. Apabila ia bercahaya, maka dirimu akan menjadi hidup dan apabila ia padam,maka dirimu akan seperti mati”.(al hadis). jadi didik dengan mengingat kematian salah satunya :)

  51. Innalillahi wa innailahi rooji’un.

    semoga menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita yang masih hidup. :(

    Rindu: harusnya memang menjadi pelajaran, kalau mau menjadi manusia yang cerdas jadikan kematian ini sebagai materi kuliah utama, yang kalau gak lulus yah gak bisa naek kelas :) jadi jangan sampai ketika kematian itu tiba, kita gak tahu apa yang akan kita bawa, karena koper kita ternyata kosong.

  52. Kematian adalah PIALA BERGILIR bagi setiap makhluk ALLAH, yang akan memaksa kita keluar menuju surga atau neraka. Setiap hamba dipastikan akan “memenangkan” piala tersebut. Tentang bagaimana memenangkan piala tersebut tergantung dari amalan-amalan yang dikerjakan selama di dunia, apakah akan memenangkannya dengan cara yang terbaik (husnul khotimah) atau dengan cara yang buruk (su’ul khotimah).

    Rindu: mari berlomba lomba menuju kebaikan, berlomba lomba menabung pahala agar ketika piala itu datang merupakan piala kemenangan, kan hanya juara yang dapat piala kan? juara adalah mereka yang menang, menang melawan hawa nafsu, menang mengalahkan setan yang terkutuk, menang mengalahkan kelemahan, kemalasan … pokoknya harus jadi juara, harus jadi pemenang … *duh cape bales komen ini, terlalu semangat* gitu deh pokoknya :)

  53. mengingatkan kita, jika kita juga akan mati.. :)

    Rindu: makanya kita harus bergegas mengisi dengan kebaikan kan “Demi massa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat – menasehati supaya menetapi kesabaran”.

    Firman ALLAH diatas menerangkan bahwa manusia yang tidak mau mempergunakan massa (waktunya) dengan sebaik-baiknya, bukan diatas dunia ini saja rugi tapi diakhiratpun manusia itu akan ditimpa kerugian. Nauzubillahimindzalik.

  54. Hidupmu sebelum matimu…. (Hadits Nabi)

    Rindu: artinya apa mas? terlalu singkat komennya, saya bingung jawabnya :)

    • Kata Nabi, gunakan yang lima sebelum datang yang lima. Salah satunya adalah gunakan hidupmu sebelum matimu.

      Rindu: 5 perkara sebelum 5 perkara. Itu yang harusnya sering kita ingat. Agar langkah kita tetap terjaga di jalan-NYA. Agar kita ingat bahwa waktu kita di dunia fana ini akan segera habis. Bahwa kita akan bertemu dengan ajal kita. Entah kapan, namum pasti. Agar waktu yang diberikan oleh-NYA tidak terbuang sia-sia. Agar kita tidak menyesal nanti. Mari kita isi waktu kita dengan yang bermanfaat. Semoga….

      ingat muda sebelum tua, ingat kaya sebelum miskin, ingat sehat sebelum sakit, ingat lapang sebelum sempit, ingat hidup sebelum mati :)

  55. innalillah wainnailaihirojiun, semoga Arwahnya diterima disisiNya dan yang ditinggal diberi kesabaran.. untuk Ade semoga selain Allah akan ada lagi mahlukNya yang dapat diajak berbagi cerita seperti omah… bergegaslah … cara yang bijak memaknainya … seperti pesan Nabi Muhammad SAW ingat lima sebelum datangnya lima..

    Rindu: kata guru ngaji saya “De, Mengingat mati adalah sebuah hidayah tersendiri, liatlah berapa banyak orang yang tiap hari lewat kuburan tapi lupa bahwa suatu hari nanti dia yang akan berada dikuburan” jadi mengingat mati itu hidayah mas, yok lembutkan hati dengan mengingat kematian :)

  56. Innalillahai wainnaillaihi raji’un…

    Semoga diterima Iman Islamnya, diberikan tempat yang terbaik di sisiNYA…

    Membaca “goretan Tinta Calon Jenazah” , miris sekali, karena kesempatan Hidup hanya diberikan sekali olehNYA…sayang sekali jika disia2kan, bener de…kita yang hidup segeralah bergegas menuju kepadaNYA, jadikan kematian sebagai Pelajaran, persipakan diri kita untuk kematian yang semakin datang mendekat…

    ada tiga bencana kematian menurut Imam Al Ghazali,
    (1) Rasa sakit saat hendak dicabut nyawa,
    (2) adanya rasa takut ke dalam hati saat melihat Malaikat Pencabut Nyawa,
    (3) ketika org yg banyak berbuat dosa melihat bakal tempatnya di Neraka…

    Semoga kita yang masih hidup segera bergegas, memperbaiki diri, bertobat, mensucikan jiwa kita, memperbanyak amal ibadah dalam rangka mengharap RidhoNYA…

    Rindu: Mas, banyak yang memilih mati sebelum mati loh ternyata yaitu ketika telinga mereka berlubang dan bisa mendengar, tapi tidak mau mendengarkan nasehat, anjuran, perintah dan larangan Dzat yang menciptakan telinga. Inilah yang disebut telinga pasif oleh ALLAH.

    Bukan berarti telinga ini tak aktif terhadap yang lain. Begitu musik disetel, nyanyian diperdengarkan, fitnah digunjingkan, telinga itu menjadi normal kembali, Mata mereka juga melek, tapi untuk membaca kalimat ALLAH mata itu menjadi rabun, malah buta sama sekali, Berbeda bila melihat lenggak lenggok artis, baik di pentas terbuka maupun di layar televisi, mata itu tiba tiba jernih, sejernih kaca TV … nauzubillanimindzalik, ini karena tak menghadirkan ALLAH, tidak dzikir, tidak tafakur. Jiwa jadi kering ya mas? inilah pelajaran hati kan? :)

  57. Dimata Allah dunia ini nilainya lebih rendah dari seekor nyamuk, sudah permainan menipu pula.

    Rindu: ” ……………. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadiid [57]: 20)

  58. Qur’an menyatakan bahwa kematian, selain sebagai akhir perjalanan hidup di dunia, adalah sekaligus awal dari suatu kehidupan yang sejati. Kematian hanyalah sebuah media transisi dari kehidupan dunia yang fana untuk selanjutnya menuju kehidupan akhirat yang abadi. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini tidak lebih dari sebuah permainan dan keisengan, bermegah-megah, dan adu kesombongan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan, dan keturunan.

    Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
    (QS. Al-Jumu’ah [62]:8)

    Sebuah analog :
    Dulu kita pernah tidak ada, lalu hidup dalam rahim ibu, tempat yang sempit, gelap dan ruang gerak yang sangat terbatas. Kita menyangka rahim itu adalah tempat yang paling indah dan nyaman, setelah kita terlahir, ternyata dunia ini lebih luas dari rahim, lebih bebas kita bergerak. Begitupun alam barzakh yang pada mulanya kita takuti pasti akan lebih nyaman dan lebih luas lagi karena disana kita tidak lagi bergantung kepada jasad yang menghalangi gerak kita. Dan alam barzakh itu masih belum sempurnah puncaknya ada pada alam akhirat. Allah telah menciptakan syurga dan menghiaskannya untuk hambaNya yang berusaha mendapatkannya. Iaitu untuk hamba-hambaNya yang berusaha keras dan serius serta istiqamah untuk mendapatkan keredhaanNya sepanjang hidup mereka. Allah menerangakn dalam pelbagai ayat tentang keindahan syurga. Antaranya boleh rujuk dalam ayat 71 surah az-Zukhruf “Diedarkan kepada mereka pinggan-pinggan besar dan piala-piala daripada emas dan di dalam Syurga itu pula disediakan segala yang diingini oleh nafsu serta di pandang indah oleh mata dan (dikatakan kepada mereka): Kamu adalah tetap kekal di dalamnya”, dan banyak lagi.

    Rindu: Mas, terima kasih atas komen yang panjangnya melebihi tulisan saya, yang isinya jauh lebih bagus dari tulisan saya, saya mohon maaf karena harus saya potong, karena saya ingin memfokuskan komen hanya yang mengacu ke tulisan, diluar itu harus saya batasi mas, karena ketika kita bicara kematian kemudian komen menjadi 4 halaman yang isinya bukan lagi tentang kematian tapi tentang syurga dan neraka maka akan sangat sulit untuk menarik hikmahnya …

    Ilmu yang didapat otomatis tidak fokus, misalnya ketika kita belajar tentang shalat, dan kita bahas sekalian tentang puasa dan dzakat, kan inti dari pelajaran shalat akan sedikit banyak hilang kan? jadi sekali lagi mohon maaf, harus saya potong komen mas yang panjang dan lebar :) demi kemudahan saya dan semua yang membacanya, kasihani kami yang baca dari hape harus scroll down … lelah :)

    Terima kasih atas pengertiaannya
    Ade a.k.a RINDU

    • Komennya kepanjangan ya sist? ya De, kalo lagi nulis aku suka nglantur nich! tapi setelah dipotong malah lebih bagus. Lebih ngepas ya De. Maklum lagi senang nulis! Doain ya De aku punya blog yang indah kaya Ade! Biar suatu saat kalau aku sudah berpulang kayak si Omah itu masih ada yang dikenang! Tapi Kapan ya??? ah, masih mimpi! Syukran katsir!

      Rindu: saya juga sedang belajar menulis mas, menulis apa yang saya pikirkan dan pikirkan apa yang saya tulis :) menanamkan dalam jiwa, meresapi dan menjalankan. semoga ALLAH ridho ketika bahasa jiwa saya disini mampu menjadi penerang, menjadi tapak yang bisa dikenang ketika saya meninggal nanti :)

  59. Masalah merupakan jalan untuk menuju suatu kedewasaan dan ke-arif-an ketika kita mampu melihatnya dari berbagai sudut pandang. Kita pahami bahwa tangga-tangga kehidupan ini harus terlewati setahap demi setahap, dari lahir dan sampai kembali pada Sang Pencipta, dan kita pun akan mengalami demikian bahkan mungkin tidak sesempurna Pahlawan Keluarga dlm cerita ini.

    Rindu: iya mas betul, hidup adalah perjalanan menuju kematian, jantung akan berkurang fungsinya, rambut akan hilang hitamnya, kulit yang kenyal akan mengendor dan keriput, inilah tanda tanda kematian itu …

    kita pasti tua karena tua itu memang pasti, namun sudah cukup dewasakah kita untuk menjadi tanda tanda ketuaan ini sebagai sinyal ALLAH bahwa waktu kepulangan sudah dekat, jangan raga menjadi tua tapi kelakuan tetap condong ke dunia, kan arti dewasa gitu ya mas? ayo bergegas, rambut sudah ada yang putih :)

  60. setelah membaca tulisan diatas , saya semakin menyadari bahwa “kematian ” adalah sahabat yang paling dekat dengan manusia, setiap hari kita semakin dekat dengannya, untuk berpulang menuju “after life” kampung akhirat. semoga bekal kita cukup untuk perjalan yang jauh itu :)

    Rindu: bicara bekal untuk alam akhirat, kita ini memang benar benar hidup sehingga harus mengisi lintasan kehidupan ini dengan penuh perhitungan matang. Kita dengan sadar melangkahkan kaki ke tujuan yang baik, Dengan sadar mengayunkan tangan ke arah yang benar. Kita buka tutup lisan kita dengan kalimat yang baik, benar, dan menyenangkan

    Jangan sampai raga kita hidup tapi jiwa kita mati … mati sebelum mati karena lupa akan mati. *bingung sendiri nih Ade pake kalimat ini* :)

  61. MMM… Bagus sekali tulisannya sist…

    Rindu: terima kasih ya sist, sungguh bagus karena ALLAH … ALLAH itu indah :)

  62. Bagi pencinta sejati, kematian adalah gerbang untuk pertemuan dengan KEKASIH! Kehidupan dunia ini hanya sebuah peron di sebuah stasiun dalam sebuah penantian kereta agar lekas membawanya untuk bertemu dengan sang kekasih!

    Rindu: ketika kerinduan begitu membuncah, pertemuan adalah hal yang paling dinanti, itulah kematian bagi para kekasih ALLAH :)

  63. semua makhluk yang bernafas akan kembali kepadaNya. kata orang jawa,”urip iki diumpamakke mampir ngombe”. semoga kita termasuk orang2 yang beruntung dan mati dalam khusnul khotimah.amien!!!

    Rindu: amin ya ALLAH. jagnan sampai kita menjadi orang yang mampu berdiri tapi mati, orang yang hatinya mati, bisa kita lihat dari berbagai tanda loh, Misalnya, mereka tidak peduli ada peringatan ALLAH atau tidak, Mereka tenang saja melenggang bahkan berjalan dengan sombong di muka bumi. Seolah dia akan bisa hidup selamanya,

    Orang yang hatinya mati, sering kali tidak bergetar mendengar nama ALLAH disebut, dan tidak bergeming meski dibacakan ayat ayat ALLAH. Baginya semua itu seperti tidak ada kaitan sama sekali dengan masa depan, yaitu masa depan yang begitu abadi, akhirat :)

  64. semoga kita hepi ending alias Khusnul Khatimah

    Rindu: semoga yah … amin. untuk ini penting melakukan perenungan, muhasabah (menghitung diri), muroqobah (mendekatkan diri pada Allah), yang untuk manusia sekarang hampir tiada lagi sama sekali. Jangankan shalat malam, sedang shalat Isya saja dikerjakan sambil ngantuk, pikirannya masih tertuju pada lain yang sifatnya keduniaan. Apalagi disaat shalat, TV tidak dimatikan, sebab anak istri lagi nonton, Bagaimana bisa khusyu yah? ah dunia memang mengalihkan syurganya ALLAH. :) katanya mau husnul khotimah, yo muhasabah.

  65. salam kenal buat Rindu,

    Innalillah wainnailaihiraajiuun..

    suatu kisah yang menyayat perasaan buat direnungi tentang kematian yang bakal hadir dalam setiap insan..tnks for remembering me..
    alqaswa

    Rindu: mas, kita semua punya hati, tapi mungkin hanya sekedar gumpalan daging yang terbalut rongga dada, Hati yang berupa qolb tak lagi kita punyai, paling tidak sudah lama tak terpakai. Usang, sulit dicari. Jika harus diaktifkan, masih perlu dibersihkan, diservis, bahkan mungkin dibongkar pasang dulu. inilah hati mereka yang tak pernah ingat mati :)

  66. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun…

    Turut berduka cita…

    Rindu: terima kasih mas Rock, sungguh kita pasti mati, semua pasti akan berakhir, semua pasti akan kita tinggalkan, dan kita akan sendiri dibawah lipatan tanah yang gelap, penuh cacing, pengap tanpa AC, dimanakah jiwa kita saat itu? mampukah kita menunggu kiamat dengan ditemani bidadari dalam cahaya yang terang? pilihan ada ditangan kita… bergegaslah memilih kepulangan terindah, tak terasa saat jiwa dipisahkan dari raga, terang dibawah lipatan tanah. :) ayo.

  67. Kematian itu sebuah gerbang bagi pencinta untuk bertemu KEKASIHNYA. Maka bagi pencinta, kematian adalah jalan, sedangkan dunia ini baginya ibarat sebuah peron dari sebuah setasiun, tempat menunggu kereta agar lekas mengantarnya menemui kekasihnya …..

    Rindu: saya pernah dengar kalimat ini dari buku Rabiah al Adawiyah … betapa dia sangat merindukan bertemu dengan kekasihnya ALLAH, ya ALLAH seadainya kematian tidak lagi menakutkan barangkali inilah indikator bahwa kita telah mampu husnul khatimah. Irhamnna ya ALLAH :)

  68. Subhananallah… Hidup adalah suatu perjalanan menuju kematian, dan jika kematian sudah datang maka siapapun tidak bisa menghindar atau bahkan menundanya…

    Ya Allah berikanlah kami umur yang panjang sehingga kami dapat menghimpun pahala tuk bekal menuju Akhirat nanti, trims Mbak Ade atas peringatannya.

    Rindu: “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” kata Allah dalam surah Al –israa’ 36.

    Sebelum hari pertanggungjawaban itu, sebaiknya kita memanfaatkanya untuk merenung sebelum mati, adakah ketiga tiganya sudah berfungsi sebagaimana yang diharapkan oleh Yang Menciptakan? Atau kita masih beralasan, belum ada waktu untuk merenungkan?

  69. Ass, De ….

    terharu sekaligus membikin saya jadi tercenung De, membaca dan mengikuti postingan Ade ini. Banyak sekali yang teringat. Teringat akan arti dari perjalan ini. Benarkah hidup ini hanya sesaat selintas waktu? Benarkah semua ini hanya permainan dan senda gurau lalu kemudian hilang tak berbekas? Benarkah kehidupan ini tidak punya arti apa-apa dan hanya kosong belaka? ataukah semua ini awal dari sebuah perjalanan panjang menuju keabadian yang tak berhingga? Ketika kita bicara tentang kematian, dalam perkara ini ilmu dengan segenap metodologinya memang akan buntu. Agamalah yang akan mampu menjelaskan misteri ini : dari mana, untuk apa dan akan kemana tujuan kehidupan ini. Karena otak secerdas apapun dia tetaplah dia benda yang berawal dan berakhir. Kemampuannya sangat relatif dan temporer. Ketika persoalan yang amat misteri ini kita sandarkan kepada filsafat dan logika maka kematian adalah hal lenyap dan kaegelapan saja.

    Benar perkataan Ade, kalaulah hidup ini adalah sebuah perjalanan, dan supaya kita tidak tersesat dan nyasar tentu kita harus berpedoman kepada peta. Ya peta kehidupan yakni Qalamullah bernama Al-Qur’an dan As-Sunnah berita dari Rasul. Tapi kadang kala De, peta sudah ditangan tetapi kita masih sering salah arah, masih sering tidak tahu jalan pulang lantaran peta itu jarang atau tidak pernah kita buka. Ya De, dunia ini terlalu sering malalaikan bahkan membutakan!

    Padahal hidup ini hanya sebentar. Pada hal dunia ini hanyalah tempat teransit sementara, untuk kemudian menuju kepada kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat yang khulud, abadi-abadan dan tidak akan berakhir lagi.

    Ya Allah tetapkan hati kami untuk senantiasa dijalan-Mu, tetapkan langkah kami agar selau istiqomah untuk mencari redha-Mu.
    Ya Allah, ampuni kami, maafkan kami, bukalah pintu taubat jika kami banyak melalaikan-Mu.
    Ya Allah, kami tahu bahwa hidup ini akan kami pertanggungjawabkan kelak dihadapan-Mu di yaumul hisab, maka jika tidak Engkau beri ampun Ya Rabb kemana lagi kami akan menghadap?

    Kullu nafsin zaikatul maut! Semua yang bernyawa pasti akan mati. Entah besok, entah lusa entah malam ini kematian itu akan datang. Kalau saatnya itu datang ya Rabb, maka mudahkanlah kematian itu atas kami. Allahummah hawwin ‘alaina fi syakaratul maut! Tidak ada yang kami cari Ya Rabb, melainkan hanya redha-Mu, cinta dan kasih sayang-Mu!

    De, terimaksih atas postingan yang indah dan mengingatkan ini….. Ya Rabb, curahkan kasih sayang-Mu kepadanya, kepada penulis yang selalu berkisah tentang hikmah untuk selalu dekat dan menggapai redha-Mu, dan curahkan rahmat-Mu kepada semua shabat-shahabat di kebun ini. Amiin!

    Rindu: Orang yang jiwanya hidup, perilakunya terkontrol. Hidupnya dinamis, dan dia mempunyai standar dalam mengukur dirinya, Jika merasa salah, maka segera minta ampun, dan jika dirasakan benar, tidak menyombongkan diri. Tidak ada kata terlambat untuk mengubah arah jarum jam kehidupan ini, Kalau selama ini dirasakan arahnya salah, maka segera putar dengan penuh kesadaran ke arah yang benar.

    Niat dan tekad mendalam untuk menjadi manusia baik hendaknya selalu ditumbuhkan setiap kali bangun tidur. Dan meminta ampun dari segala salah dan khilaf disaat akan tidur. Bisakah?

  70. aku harus bergegas…, mempersiaplan diri dan anak2 agar mereka juga bergegas…,ah padahal aku sudah menjadi ibu..mengapa langkahku masih terseok2…,bagaimana nanti langkah anak2ku???…start from today…bergegaslah.., dan untuk ade..sabar ya, kehilangan adalah hal yang akan kita hadapi disetiap fase usia kita..,dan semoga oma diterima amal ibadahnya,amiinn..

    Rindu: makasih kalimat terakhirnya mbak, Ade pernah denger ini mbak, orang yang lupa mempersiapkan akhirat itu adalah Mayat Berjalan yaitu orang hidup yang lupa mempersiapkan untuk hari esok, iya seperti mayat hidup yang sedang berjalan. Artinya, fisiknya hidup, tetapi hatinya telah mati. Nauzubillahimindzalik ya mbak. :)

  71. semua yg hidup pasti mati ,demikian janji Allah.

    mengingat mati adalah mantra sakti pelembut hati yg paling manjur ,apalagi melihat langsung saudara kita yang sedang terbujur kaku,kita jadi ingat bahwa semuanya akan berakhir suatu hari nanti :)

    Rindu: iya semua akan berakhir mas Didot, semua. ALLAH menyindir dalam firman NYA ”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat ayat ALLAH. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak dimanfaatkan untuk melihat tanda tanda kebesaran ALLAH, mereka mempunyai telinga, tapi tidak dipakai untuk mendengar ayat ayat ALLAH. Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi, Mereka itulah orang orang yang lalai,” (QS. Al A’raaf [7]: 179 ). ”

    Kira kira kita lalai gak dalam mengingat mati? jawabannya menjadi iya ketika kita masih sibuk memikirkan dunia. :) gitu kali ya mas?

    • tapi saya gak mau mati dua kali lho de

      walaupun katanya semua manusia mati dua kali dan hidup dua kali ,sebagaimana diayat berikut :

      “mereka menjawab: “Ya Tuhan Kami Engkau telah mematikan Kami dua kali dan telah menghidupkan Kami dua kali (pula), lalu Kami mengakui dosa-dosa kami. Maka Adakah sesuatu jalan (bagi Kami) untuk keluar (dari neraka)?” (Qs : Al Mu’min : 11)

      sekali aja sakit banget katanya sakaratul mautnya,gimana dua kali ya?? 8O

  72. Innalillahi wainna ilaihi rojiun…
    semua pasti berpulang kepadaNya. Kita saja yang sering kali sok jumawa dan pura-pura gak ingat…

    Rindu: ketika jiwa tak lagi ingat mati, itulah mati sebelum mati. Diakui atau tidak, banyak orang yang tidak sempat mengadakan perenungan. Dengan kesibukan yang padat, rasanya sulit mencari waktu yang tepat untuk berpikir soal mati. Hari hari hanya diisi dengan kerja dan kerja. Seakan semua waktu dalam hidup ini habis sekadar untuk mencari nafkah.

    Malam hari yang semestinya waktu paling cocok untuk melakukan perenungan ternyata juga tersita untuk sekedar urusan dunia. Malam, utamanya dikota kota besar tidak lagi ada bedanya dengan siang, Tetap ramai, tetap sibuk. Lampu lampu kota kini telah menjadi ‘pengganti’ matahari, hati telah mati … karena lupa mati.

  73. Ade, saya jadi ingat bebrapa hadist Qudsi yang saya dapat dari bukunya Imam Al Ghazali:
    Allah berfirman: ” Wahai anak cucu Adam ! Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti akan mengalami kematian, masih bisa gembira? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti akan dihisab, masih saja gemar menimbun harta?

    Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetrahui pasti akan dimasukan kedalam kubur sendirian, masih bisa tertawa? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti datangnya hari akhirat masih saja bisa santai? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui dunia dan isinya pasti akan sirna, masih saja merasa tenang?

    Aku heran, dengan orang yang pandai berbicara, tapi hatinuraninya tumpul? Aku heran dengan orang yang selalu membersihkan dirinya dengan air, namun hatinya masih saja kotor?

    Aku heran dengan orang yang sibuk mengurus aib orang lain, namun ia lupa dengan aibnya sendiri, atau orang yang mengetahui bahwa Allah selalu melihatnya , tapi masih saja berbuat maksiat kepada Nya? Atau orang yang mengetahui pasti bahwa ia akan mati sendirian, akan dihisab sendirian, tapi masih saja bergantung kepada orang lain? Tidak ada tuhan selain Aku, Tuhan yang sesungguhnya,dan bahwa Muhammad adalah hamba Ku dan Rasul Ku.

    Saya kutip dari ” Hidup Tanpa Beban , Imam Al Ghazali. ” mudah mudahan jadi bahan introspeksi kita semua yang membacanya untuk segera bergegas, ya Ade.

    Rindu: Dengan belajar dari kematian, maka manusia akan lebih mengontrol hidup dan kehidupannya. Manusia boleh berencana namun semua itu ALLAH-lah yang menentukan. Masa lalu biarlah sebagai kenangan yang indah sebagai guru bagi kita manusia. Masa depan adalah penuh misteri yang belum tahu kemana ALLAH akan membawa kehidupan kita. jadi,
    dengan kita memaksimalkan hari ini kita akan bisa merasakan nikmat ALLAH yang tiada tara.

    Artinya bagaimana kita berkonsep bahwa hari ini kita niati untuk lebih baik dari hari kemarin dalam segala aspek kehidupan kita menuju keabadian, ayo tahajud tadi malam dijadikan kebutuhan … pecut diri kita untuk terus mendekatkan diri ke ALLAH, hingga di akhir napas akan ingat ALLAH, bukan ingat dunia dengan segala isinya, kan istri gak mungkin ikut kita pulang kan ya mas? kan harta yang mas kejar sampe malam malam dikantor kan gak akan dinikmati lagi disana kan yah? jadi “heran” lah dengan diri yang masih saja sibuk dengan dunia.

  74. innalillaahi wa innalillaahirajiun….
    ..( *Ade,maaf sy baru sadar ternyata ada hikmah baru……)

    Rindu: iya, padahal kemarin sempet nanya di YM ya mas :P gimana sih.

  75. Jika saja sosok-sosok di dalam kubur dapat berbicara, tentu mereka akan memberi peringatan kepada yang masih hidup,

    “Wahai manusia, aku mempunyai cita-cita, tetapi ajal telah memangkasku untuk dapat mencapai cita-cita itu.
    Maka hendaklah seseorang bertakwa kepada Allah, Tuhannya, hendaklah ia memanfaatkan kesempatan hidupnya seefektif mungkin untuk beramal.
    Bukankah Anda telah melihat, aku dibaringkan di tempat ini seorang diri, setiap orang juga akan dipindahkan di tempat yang sama.”

    Kematian seseorang, dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi manusia yang masih hidup karena di dalamnya kita dapat mengambil beberapa hikmah.

    Diingatkan dengan kematian seseorang, akan membuat kita sadar bahwa suatu hari pun kita akan bernasib sama seperti orang yang telah mendahului kita.

    Diingatkan dengan kematian seseorang, akan menjadikan hati dan segala perbuatan yang dilakukan berorientasi kepada kehidupan akhirat yang kekal dan menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk hidup di sana.

    Diingatkan dengan kematian seseorang, akan membuat kita tergerak untuk berbuat yang terbaik, bagi diri kita sendiri, bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

    Semoga Allah Swt. melembutkan hati kita sehingga menjadikan musibah yang terjadi ini sebagai suatu pelajaran dan pembelajaran yang berharga bagi kita.

    Rindu: kang Jaffar selalu datang dengan komen yang indah melengkapi, ini ada tambahan dari Ade ya kang tentang “Lembut dan Kerasnya Pencabutan Ruh” Dari ayat-ayat Al-Qur’an dapat kita simpulkan bahwa para pencabut nyawa itu tidak menyamaratakan dalam pencabutan ruh-ruh manusia. Terkadang mereka mencabut ruh seseorang dengan penuh kelembutan dan penghormatan. Pada kesempatan lain, mereka mencabut ruh secara kasar dan keras. Mengenai pencabutan ruh orang-orang mukmin, Allah SWT berfirman, “Mereka yang dimatikan oleh para malaikat yang baik itu berkata, ‘salam sejahtera atas kalian.’” (QS. An-Nahl: 32)

    Dan mengenai pencabutan ruh orang-orang kafir, Allah SWT berfirman, “Jika saja kamu melihat ketika malaikat itu mematikan orang-orang yang kafir, mereka memukul-mukul wajah mereka dan punggung mereka.” (QS. Al-Anfal: 50) Dapat juga dikatakan bahwa cara pencabutan ruh itu, baik keras atau pun lembut, berbeda-beda di antara kaum mukmin dan kaum kafir sendiri, tergantung derajat keimanan dan kekufuran mereka.

  76. salam ade..

    nama saya hafizah..dari Malaysia..mohon sangat dan berharap dapat kenal lagi rapat dengan ade..email mungkin boleh dikongsi..

    Saya amat gembira singgah di kebun ini setiap kali…:)

    Rindu: wallaikum salam warhamatullah, terima kasih kak sudah datang jauh dari Malaysia, kemarin saya sempatkan singgah di blog mbak, tapi tak bisa mengisi komen karena blogspot dan saya akan kesulitan untuk meletakan tapak disana, Kak, dikolom hijau dibawah blog saya ini jika di klik akan terkirim email kepada saya, jadi bisa letakan alamat email disana, nanti ketika saya ada waktu [sok sibuk nih Ade] akan saya balas dan kita bisa bertukar cerita :) *siap siap mendengar saya berceloteh*

  77. Innalillahai wainnaillaihi raji’un. Moga sang nenek tenang disisiNya ya Mbak. Dan moga kenangan-kenangan itu tetap menjadi kisah manis dalam hidupmu.

    Rindu: terima kasih ya mas … semoga kitapun akan berpulang setenang nenek ini, tak merasakan sakit bahkan tak sempat dibawa ke dokter karena kondisinya memang sehat dan kuat, masih bermukena karena selesai shalat subuh dan memang belum tidur lagi sejak tahajud malamnya, ALLAH mencintai nenek dan memanggilnya pulang, agar istirahat dari dunia yang panas ini, ya ALLAH pulangkan kami dalam husnul khatimah.

  78. Innalillahi wa innalillahi roji’un.

    Rindu: Dunia ibarat kebun akhirat. Kalau tak ditanami dengan kebaikan di dunia ini, apa yang akan kita petik di akhirat nanti kan? jika napas kita isi tidak dengan kebaikan maka terbayang hanya lapangan kosong yang kering kerontang yang akan kita tempati abadi di akhirat nanti, tak ada hijau tak ada air mengalir, GERSANG … nauzubillahimindzalik, ALLAH lah tempat kita kembali, teirma kasih yah.

    • Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. Orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Menurut Imam al-Ghazali , semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah “kematian”

      Rindu: apa yang pasti akan kita temui? kematian … itu PASTI. ketika kita tahu itu pasti datang, yang kita tak tahu kapan akan datang, sudah cukupkah bekal yang akan kita bawa pulang nanti? sudahkah termaafkan semua luka yang kita torehkan pada orang orang yang pernah kita sakiti :( ah rasanya ngilu banget. Bergegaslah.

  79. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…
    Semoga sang Omah duterima disisiNya, Amien

    Rindu: amin ya Rabb, terima kasih ya mas, salamnya akan saya sampaikan ke keluarga Omah :)

  80. Bila umurku sisa sebentar, ya Allah, matikan diriku dalam khusnul khatimah.

    Rindu: amin ya muahimmin, “Sesungguhnya kamu adalah rangkaian dari hari-hari, Jika satu hari berlalu, maka jatah hidup kamu berkurang, Sampai akhir ajal menjelang”, semoga akhir itu saat dzikir ada ditenggorokan kita ya mas, hingga dzikir itu menghlangkan sakit yang kita rasakan saat sakaratul maut. amin ya ALLAH.

  81. Pemutus kenikmatan dunia telah datang.

    Rindu: iya, ketika napas terhenti, bercerailah kita dari dunia … istri/suami tak akan mau ikut, anak anak apalagi :) mobil, rumah, jabatan, temen temen kantor, sahabat dekat sekalipun akan minta cerai saat kepulangan kita, yang setia hanya amal, PERBANYAKLAH, agar terang liang lahat kita, agar ada bidadari yang menemani. irhamnna ya ALLAH.

  82. Sesuatu itu paling dekat dengan kita. Bagaimanapun kita berlari menghindar dengan kecepatan cahaya sekalipun dia tetap dekat.

    Rindu: “Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (QS. 55:26). Namun bagaimana kita mati, itu adalah pilihan. Kita tinggal pilih, mau meninggal dalam kondisi husnul khatimah atau su’ul khatimah. Pertanyaannya, Bagaimana kondisi kita saat ajal menjelang? Bagaimana seorang mukmin mengakhiri hidupnya? Bagaimana orang munafik dan orang kafir menghembuskan nafas terakhirnya? kan banyak contoh tuh … silahkan pilih :) kalau mau husnul khatimah kita tahu caranya, jikapun sebaliknya kita juga tahu cara mati orang orang kafir, banyak contoh, silahkan pilih :) kan gitu ya mas?

  83. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
    Turut berduka cita sis,semoga amal ibadahnya di trima disisi Allah.Amin

    Rindu: amin ya ALLAH, terima kasih doanya ya mas, akan saya sampaikan ketika saya ziarah nanti :) insya ALLAH.

  84. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun… smoga amal ibadah oma dtrima d sisiNYA. saya terpengarah terperangah membaca goretan tinta calon jenazah,makasih ya sist :)

    Rindu: amin atas doanya, puncak perjalanan seorang manusia di dunia ini adalah kematian. Kematian selalu mengintai manusia. Suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, mau-tidak mau setiap manusia pasti akan mengakhiri hidupnya. Tanpa terkecuali. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Kematian adalah sebuah kepastian yang tak dapat dibohongi … ketika kita tahu mati itu adalah pasti, kira kira masih sanggupkah kita mengisi napas dengan dosa dosa, dengan menyakiti hati orang lain, dengan kesombongan? harusnya tidak kan ndut :P eh cesa yah bukan ndut, duh si Ade, MAAF.

    • Subhanallah…makasih sist,smoga saya slalu ingat akan datangnya kematian n jika saat itu datang,smoga hanya Asma Allah yg ada dtenggorokan :)

      **makasih koreksinya,lupa2 ingat ma perbendaharaan kata. iyah ndut panggilan sayang saya,trimakasih sist tlah menyayangi saya (GR bener ya saya) :D

      Rindu: saya akan emang penyayang :P hahaha, I love you sist from the bottom of my heart.

  85. =======
    Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun…

    Begitulah kematian..tak pernah memilih; tua atau muda, kaya atau miskin, sehat atau sakit. Tak pernah peduli apakah ia seorang pemimpin dan penguasa sebuah negeri atau hanya seorang rakyat jelata.

    Kematian melenyapkan kemegahan. Ia datang untuk mengeluarkan manusia dari rotasi kehidupan yg selama ini dijalani.

    Kematian mengeluarkan seseorang dari istananya, untuk kemudian membenamkannya ke dalam liang lahat yg sempit.
    Semua itu dilakukan tanpa meminta ijin terlebih dahulu..

    Semoga kita semua meninggalkan dunia ini dg sebaik-baiknya keadaan (baca: husnul khotimah)..amin ya ALLAH..
    =======

    Rindu: “Sesungguhnya kematian adalah haq, pasti terjadi, tidak dapat disangkal lagi. “Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS: Qaaf: 19) jadi mulai sekarang sepertinya kita harus belajar mencari amalan yang ringan tapi berat timbangannya di mata ALLAH, dzikir “Subhanallah” misalnya, mencoba melakukan tafakur dengan sebutan Subhanallah, bukan hanya menyebut ALLAH tapi juga menghadirkan ALLAH, coba deh Aa, rasanya akan beda banget :) beda antara menyebut dengan menghadirkan ke napas kita …

    • =======
      Iya.. gak ada yg bisa menunda atau mengulur kematian, semua telah ditentukan waktunya..

      Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali ‘Imran [3]: 145)

      Mengenai kalimat tasbih, yang ini bukan hadits-nya De?

      Ada dua kalimat yang sangat ringan diucapkan, tetapi sangat berat timbangannya, dicintai oleh ALLAH Yang Maha Pengasih, kalimat itu adalah, Subhaanallaah Wabihamdih, Subhaanallaahil ‘Azhiim (Mahasuci ALLAH dan Segala Puji bagi-NYA, Mahasuci ALLAH Yang Maha Agung).
      (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

      =======

      Rindu: dari buku yang saya baca, ketika Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu ingat mati, maka dia menggigil seperti burung yang sedang menggigil. Setiap malam dia mengumpulkan para fuqaha, lalu mereka saling mengingatkan kematian dan hari kiamat, lalu mereka semua menangis, seakan-akan di hadapan mereka ada mayat… sangat luar biasa para sahabat saling mengingatkan yah

  86. innalillahi wainnallilahi rajiun…
    semoga roh nenek ditempatkan di kalangan mereka yang beriman serta beramal soleh kepada Allah S.W.T…
    amin ya rabbal alamin…

    Rindu: amin ya ALLAH, Kematian adalah tahapan yang paling sulit dalam perjalanan manusia. Kondisi ini barbanding lurus dengan baik atau buruknya seseorang dalam hidupnya. ALLAH: ”Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. 50:19). Padahal lari kemanapun ajal pasti datang, napas pasti terhenti… hanya masalah waktu. iya hanya masalah waktu :(

  87. jujur.. banyak hal yg bisa sy pelajari disini… sy jadi betah di kebun ini.. termasuk cerita yang mbak ade sampaikan ini, jadi terharu membaca nasehat omah yang meminta mbak ade utk sll bersabar… spt nasehat itu utk sy… ^_^

    Rindu: makasih ya sist, jika apa yang saya tulis ini memberi manfaat itu karena ALLAH yang memberi nasehat untuk kamu, semoga ALLAH ridho, nasehat ini melalui saya :)

  88. cerita yang menggugah jiwa..

    Rindu: cerita tentang kematian sering membuat kita merasa tidak nyaman. Kita kadang menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Padahal tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya, masih adakah napas didetik berikutnya?.

    Tiap hari, kita menyaksikan kematian orang lain di sekitar kita tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian diri kita kan?. Kita tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggu kita juga! bergegaslah

  89. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun… turut berduka cita ya sist, smoga Allah mengampuni sgala kesalahan dan menerima sgala amal kebaikan almarhumah…..
    setuju… memang qta hrs sesegera mungkin memperbaiki diri sndiri mulai detik ini… :)
    btw, mbak ade jg pernah merasa kehilangan seseorang… mmm… boleh tau tipsnya nich, selain curhat pada oma… :)
    masih ku tunggu add nya lho… :)thx

    Rindu: Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia loh sist, dan Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimakan untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan yang sangat penting menurut ukuran manusia..

    Pernahkah terpikir, hari ini sedekah apa? setelah gajian mau bayar zakat dimana? Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, kalau hari ini pake apa, makan apa, mustinya ditanya juga dan dijadikan kelengkapan ibadah itu, hari ini sudahkah kita mengisi napas dengan dzikrullah sehingga ketika napas terhenti, dzikir itu ada di tenggorokan. indahnya … :)

  90. Ehm, tunggu selesai diedit yah. Entar balik lagi deh.

    Rindu: iya masih diedit mas, nanti balik lagi yah … Ade tunggu loh *duduk manis nunggu mas Pram* :)

    • Kecelakaanlah bagi mereka yang tidak mengenal Tuhannya.

      Celaka itu bertingkatan.
      Semua manusia akan celaka, kecuali mereka yang beriman.
      Semua orang yang beriman juga akan celaka, kecuali mereka yang beramal sholih.
      Semua yang beramal sholih juga akan celaka, kecuali mereka yang ikhlas.
      Semua orang yang ikhlas pun akan celaka, kecuali yang benar-benar telah terlepas dari keakuannya dan berserah diri lahir dan batin kepada Sang Maha Ada.
      Contohnya doa orang-orang yang di syurga : “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 66:8). Mereka pun masih mempunyai permohonan kepada Tuhan. Yaitu ampunan dan kesempurnaan cahaya. Bagaimana kalau Tuhan tidak mengabulkannya? Inilah salah satu tingkatan dari tingkatan yang lain.

      Namun bagi yang mengenal Tuhannya, hadirnya di mana pun adalah karuniaNYA dan rahmatNYA semata. Maka bergegaslah, kenali dan temukan DIA.
      Laa haula walaa quwata illa billahil ‘Aliyil ‘Adziim.

      Rindu: saya selalu terkesima dengan komen mas Pramu, memang Konsekwensi manusia dalam mempersiapkan kematian ini merupakan suatu perwujudan amal perbuatan yang direpresentasikan sebagai menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

      Dan manusia juga akan menerima konsekwensi logis dalam kehidupan sesudah mati. Disinilah sebenarnya kalau kita mau berpikir bahwa kehidupan di akherat ini adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Bahagiakah kita di sana (akherat) ? Semua ini tergantung kita, sebagai manusia. Jika kita banyak menabung amal didunia, maka kita akan bahagia di akherat, namun kita akan menderita di akherat karena amal perbuatan buruk kita selama diberi kesempatan oleh ALLAH di dunia, telah kita isi dengan yang dilarangnya, dilarang zina kita zina, dilarang judi kita judi, dilarang mabuk kita mabuk [termasuk mabuk cinta kali yah? :) ].

      Banyak misteri kehidupan ini di mana manusia sebagai aktor yang diberi karunia akal budi ini tidak mau merenungkan betapa indah karunia ALLAH.

  91. Innalillahiwainna illahirrajiun…
    semoga omah di lapangkan kuburnya..
    di terima amal shalihnya..
    dan di ampuni segala dosa dan kekhilafannya..amin ya rabbal alamin..
    tapi Goretan tinta calon jenazahnya itu bikin saya merinding de…

    [assalamu'alaikum]

    Rindu: Iya goresan itu untuk kita semua mas, “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan, melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghazali mengutip atsar Al-Hasan).

  92. pertamax dulu ya de… :mrgreen:
    jarang² dpt pertamax di kebun hikmah sini hihihihi

    Rindu: mendengar kata pertamax disini agak merinding saya mas, bayangkan apa yang pertama kali akan kita temui saat kita dihidupkan kembali diliang lahat? apa yang pertama akan menjadi teman kita saat liang lahat itu ditutup? apa yang pertama kali akan kita rasakan ketika cacing tanah mulai mencicipi hidangan daging segar kita? masya ALLAH … ayo bergegas mengumpulkan pahala, agar tak gelap liang lahat itu, agar jiwa kita tenang tertidur hingga tak terasa kiamat datang sudah, ya ALLAH ampuni hamba :(

    • Inilah yang terjadi saat ada di dalam kubur (berdasarkan pengalaman Umar bin Abdul Aziz ra.)

      Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz ra. mengurusi jenazah keluarganya. Ketika mayat telah ditanam ke liang lahat dan tanah sudah dimampatkan, Umar menghadap orang-orang yang bertakziah sambil berkata, “Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahu apa yang ia katakan kepadaku?”

      Mereka menjawab, “Tentu.”
      Umar berkata, “Kuburan itu memanggilku dan berkata, “Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?”
      “Tentu”, jawabku.

      Kuburan itu berkata, “Aku bakar kain kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya?” “Tentu,” jawabku. “Aku cabut (satu per satu dari) telapak tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. Dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya.”

      Lalu Umar bin Abdul Aziz r.a. menangis dan berkata, “Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan. Pemudanya akan menjadi renta, dan yang hidup di dalamnya akan mati. Celakaah yang tertipu olehnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s