Gelap …

Bulan

Beberapa hari yang lalu listrik dirumah saya tiba tiba padam, pekat tiba tiba, gelap, kelam, tak ada satupun yang mampu saya lihat bahkan untuk mencari senter saja yang tempatnya sudah saya hafal, saya harus terjatuh dua kali menabrak kursi dan kepentok meja *lebay nih De*,  ah sungguh tiada daya dan upaya bola mata ini tanpa setitik cahaya yang ALLAH berikan :) mau marah rasanya, tapi marah sama siapa yah? PLN kan emang udah biasa byar pet :) dan bisa dipastikan sebagai manusia biasa, bibir mungil saya akan spontan mengeluh, dan nyerocos bak meteor “gimana sih nih PLN, mati mulu padahal bayar gak pernah boleh telat :) ” dan jawaban PLN pasti “emang gue pikirin lo mau gelap keq, mau gak punya Ac, bodo” lepas tanggung jawab deh kalau sudah begini, ah gak mau ngomongin PLN nanti salah bicara bisa kena setrum loh De :)

Daripada marah marah ke PLN yang jelas jelas gak mau denger saya marah mending saya nikmati gelap ini, takutkah saya dengan kegelapan? saya bukan perempuan yang takut dalam kegelapan, saya kadang menikmati gelap ini, setidaknya ketika saya membuka jendela ada bulan yang tersenyum indah ke saya, ada bintang yang bertaburan di langit yang kelam, dan ini sekaligus menyadarkan saya betapa maha besar ALLAH yang telah menciptakan gelap, gelap ini membuat alam bercerita banyak tentang kebesaran ALLAH bukan? ada rembulan, ada suara angin, ada gemericik daun, ada bintang bertebaran, ada suara jangkring :) coba kalau ada listrik maka bisa dipastikan saya akan sibuk menikmati keindahan lelaki lelaki ganteng pemain sinetron di TV, coba kalo listrik ada saya akan sibuk menjelajah dunia maya, berselancar lewat layar mini netbook saya, coba kalau ada listrik telinga saya akan tersumbat dengan musik buatan manusia yang membuat patah hati saya semakin terasa :( maka mari mensyukuri matinya listrik !! ALLAH memang sangat luar biasa menciptakan gelap.

Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar :) hitam itu JUJUR bukan?

 

Gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan, saya belajar dari kegelapan, bahwa suatu saat nanti ketika napas saya berhenti, saya akan berada didalam lipatan tanah yang sangat pekat, gelap dan sendiri, dan seberapa gelap dan terangnya alam saya nanti tergantung dari kebaikan, amal dan perbuatan saya selama ditempat yang terang ini.

Habis terang terbitlah gelap, bukan habis gelap terbitlah terang kaya PLN, teori yang terbalik :) dan kenyataannya malam ini terbit gelap.

Iya, kini terbayanglah betapa gelapnya liang lahat yang akan melipat jasad saya dialam kubur nanti, lalu apakah saya akan memiliki cukup cahaya ketika akan masuk ke dalam ruang gelap liang lahat sehingga alam barzakh itu akan tetap terang, nyaman, luas dan hangat karena kebajikan dan iman yang menjadi suluh/pelita bagi saya. Bukankah hati yang penuh iman akan selalu tergerak untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya sumber cahaya sebagai teman yang akan menemani saya terbaring kaku di perut bumi nanti sampai waktunya saya dibangkitkan. Hingga saya dapat menikmat komplek pekuburan, sampai-sampai insya ALLAH mampu merasakan betapa cepatnya kiamat terjadi saat saya masih menikmati indah, terang dan sejuknya alam kubur saya :)  bukankah kehidupan alam kubur yang seperti ini yang saya inginkan?

Ketika PLN mati saya sibuk menelphone PLN dan complain “kenapa gelap, kenapa gak dibetulian cepet cepet karena saya mulai kepanasan gak ada AC” ketika saya sampai di gelapnya alam kubur, kira kira bisa gak saya complaint kenapa disini gak ada AC, gak ada bohlam yang menggelantung menerangi alam kubur saya, gak ada internet disini :) kan gak bisa kan? yang harus saya lakukan bukan complaint [complaint apa yah bahasa Indonesianya kira kira? :) cari sendiri !! ] kembali ke persiapan bagaimana menerangi alam kubur saya kelak, yang pasti bukan seperti dibumi, ketika saya tidak nyaman maka saya akan sibuk mencari kesalahan si PLN. Bukan, bukan begini cara menerangi alam kubur, tapi seberapa mampu saya menerangi hidup banyak orang, menolong sesama, menjadi sandaran mereka yang tak mau hidup lagi, meminjamkan pundak untuk menampung airmata sahabat tapi ini konteks kemanusiaan, konteks keTUHANan pasti beda.

Kata guru mengaji saya manusia yang akan terang alam kuburnya adalah manusia yang menjadikan bumi ALLAH yang terhampar luas ini adalah masjid baginya, kantornya, kampusnya adalah musholah yang selalu mengingatkan kepada ALLAH, meja kerjanya, notebooknya adalah sumur ilmu untuk mengenal ALLAH, memfungsikan tatapan matanya, lidahnya menjadi mata dan  lidah yang penuh rahmat, melihat dan berkata kata dengan kasih sayang dan kelembutan, pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih [subhanallah, walhamduillah, lailla ha illah] gerak hatinya adalah doa untuk memohon ampunan, bicaranya bernilai dakwah, diamnya dzikir, gerak tangannya sedekah, langkah kakinya hanya untuk ALLAH, sibuknya sibuk memperbaiki diri bukan sibuk mencari kesalahan orang lain :)

Gampang gak kira kira menabung kebaikan untuk menerangi alam kubur nanti, anggap saja sekarang kita hidup dalam kegelapan, ini susah itu susah dulu tak mengapa, gak bisa berbuat yang enak enak atau gak bisa gelap gelapan dengan si dia tak mengapa, karena yang enak dan gelap mopdel gini banyak dosanya bukan? :) tak mengapa disini gelap dulu, yang penting gak gelap di alam kubur, karena gelap disini kan gak abadi kan? tapi gelap di dalam lipatan tanah, akan lama sekali, lama sekali dalam gelap, saya sih gak mau kubur saya pekat, PLN mati aja udah sesak begini maka terbayang gak gelap di alam kubur :( nauzubillahimindhalik.

Jadi mulai sekarang, say NO untuk semua yang akan membuat PLN didalam kuburan kita mati :) disana gak ada PLN kali De? hahahha …

yang ada PLL [Penerang Liang Lahat] :) jayus banget lo De !!

 

 

 

About these ads

118 thoughts on “Gelap …

  1. sebuah sikaf yang bijak,,, terkadang dari gelap baru kita menyadari betapa berartinya cahaya, walaupun itu hanya setitik kunang 2,, bersyukurlah bagi yang maasih di berikan kesempatan untuk melihat gelap dan terangnya dunia, karna masih banyak juga di sekeliling kita yang tak dapat lagi membedakan mana terang dan mana kegelapan, ,,,,, salam suksus buat semua,,,,,,,,,,,,,,,

  2. ah.. seperti biasa, kalo hati ini mulai gelisah dan gersang, selain lari ke shalat dan dzikir, saya selalu lari ke blog ini, dan lagi-lagi mendapat pencerahan.

    Saya tercerahkan oleh kata-kata guru mengaji nya Ka Ade.. bahwa semua yang ada di dunia ini adalah lahan pembelajaran dan lahan pembekalan diri menuju akhirat.. Subhanallah..

    Teruslah menulis ya Ka :)

  3. Pingback: Pemadaman Listrik Negara « Tulisan Kehidupan

  4. Gelap … ketika dunia memalingkan mukanya, gelap … ketika matahari menyembunyikan dirinya …, gelap ketika manusia tak lagi mengindahkan peringatan Sang Kuasa, gelap … ketika sesak dada akan kecewa dan syukur yang hampa. thanks 4 share, nice post :D

  5. Terkadang awan gelap menghalangi hidup kita..tapi percayalah saat kita mengikuti anginnya Allah..Dia akan menghembuskan awan gelap itu menjadikan langit penuh dengan bintang..
    jadi apapun permasalahan dihidup kita..percayalah Allah memberikan jalan keluar dan menjadikan hidup kita lebih indah..

    Hidup adalah anugerah..terimalah..
    Salam hangat tuk sahabat..
    Natan Sumiyarto
    http://www.natansumiyarto.blogspot.com
    http://www.RahasiaWebsitePemula.com/?id=natan

  6. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan sesudah itu pasti ada kesulitan lagi, karena setelahnya nanti akan ada kemudahan lagi. begitu seterusnya sampai kita mati,karena hidup memang terus berputar:)

    salam kenal ya de,saya kagum sama kamu,jarang2 wanita punya pemikiran2 yg berbeda dalam melihat segala sesuatu seperti kamu (gak usah geer deh,nanti terbang tuh kepala;p )
    ok deh,tetap istiqomah dalam menulis tentang kebaikan ya.

    btw kok gak punya fesbuk? ada alasan tertentu kah?? fesbuk bisa buat dakwah juga lho.

    saya udah sering memakainya juga buat menyampaikan ayat2 quran,soalnya banyak yg gak sempet (ngakunya sih gitu) buka quran,tapi sempet buat buka fesbuk berjam2,hahaha… jadi dakwahnya sekarang mesti jemput bola;)

  7. Assalamu’alaikum…
    Wah telat nih berkunjung ke kebun yang damai ini…tugas luar kota 1 minggu penat rasanya…Alhamdulillah, ditengah hingar bingarnya situs yang ga jelas….masih ada yang mengajak dan menyeruh kebajikan tanpa orang lain merasa digurui..Jazakumuwohu khairan khatsira…
    Wassalam

  8. di tempat saya, ketika mati listrik dan segalanya gelap gulita, saya tdk bs memandang bulan karena jendela tdk bs dibuka, tak ada suara jangkrik dan gemerisik daun karena saya tinggal di ruko dipinggir jalan raya, dan yang terdengar hanyalah bising genset tetangga dan makian serta sumpah serampah dari karyawan kepada PLN…

    mungkin karena itu saya jadi tidak pernah menyadari keindahan alam ya^^

  9. quote:
    “Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar :) hitam itu JUJUR bukan?”

    nice post ^_^

    salam kenal, mbak

  10. Pingback: Untuk Para Teroris di seluruh dunia, demi kemanusiaan gunakanlah E-BOMB !! « OTAKU

  11. May day 3x, rumah HATIku sedang gelap neh, cahaya terang hanya sebatas lewat doank depan pintu hatiku dan Ups..!!! gelap lagi deh.

    bagaimana caranya supaya cahaya terang itu mau masuk dan menetap dalam rumah HATIku??

  12. Gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan, seperti bulan yang menampakan keindahannya justru hanya di dalam pekatnya malam…( newbi)

  13. langsung mrinding baca paragraph terakhir…
    cuplikannya gini “tak mengapa disini gelap dulu, yang penting gak gelap di alam kubur, karena gelap disini kan gak abadi kan? tapi gelap di dalam lipatan tanah, akan lama sekali, lama sekali dalam gelap”.

  14. ngomongin gelep, jadi inget warana kulit saya yang gelap juga…
    hahahahaha :-D
    ————————-
    bagaimanapun juga warana kulit saya saya tetap bersyukur karena dilahirkan tanpa cacat satu apapun :cool:
    thx God..

  15. tadi malam ditempat saya juga mati lampu. cari kunci kendaraan gak ketemu-ketemu, padahal dah harus berangkat ngeles privat. sempat jengkel juga. he..he..tapi untungnya bapak masih menyimpan kunci rangkapnya.

    loh, malah jadi curhat. he..he..
    gmna kabarnya mbak? cukup lama daku gak berkunjung ke taman ini.

  16. -
    ..(Al-Quran adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
    (lih.QS.14.Ibrahim:1)
    -

  17. Syekh Imam Mahmoud Al Kurdy Al Khalwaty berpesan:

    Ketika engkau melihat pelaku keburukan menjadi terhormat ketahuilah hal itu adalah sebuah tipu daya (Allah) dan istidraj (tipuan Allah untuk menjatuhkan secara berangsur), sebaliknya, dan ketika engkau melihat ia ditinggalkan (dihinakan) karena keburukannya maka ketahuilah bahwa dia tengah dicintai dan mahkotai (cahaya kebenaran).

    Kedua mata fisik kita merupakan sebuah keajaiban ciptaan Allah Swt. Darinya kita dapat melihat keindahan alam semesta beserta isinya dan darinya pula kita bisa mengamati lingkungan sekitar.

    Selain untuk melihat ‘wujud’ fisik suatu benda, kedua mata fisik ini juga sering kita gunakan untuk menilai seseorang. Jika ada seseorang berpakaian baju koko, berwajah cerah dan bersih, maka asumsi kita dia adalah seorang yang baik, alim dan beribadah. Jika ada seseorang yang berpakaian ala preman, bertato, wajah penuh bekas luka, maka asumsi awal kita menganggap orang ini jahat.

    Selain mata fisik manusia juga memiliki mata batin. Seperti telah banyak disebutkan bahwa mata batin mampu menerobos hijab (penghalang) sehingga bagi seseorang yang diberikan karunia ketajaman mata batin maka penilaiannya akan sesuatu hal tidak akan terpaku pada suatu wujud semata.

    Tentu tidak sembarang orang akan diberikan karunia ketajaman mata hati, bagi kita yang setiap saat masih diliputi oleh lalai dan lupa dalam ketaatan kepada Allah Swt. maka jangan berharap karunia tersebut akan datang karena ibarat cermin mata hati kita yang penuh dengan maksiat akan menjadi gelap, gelap karena tertutup oleh debu-debu dosa dan maksiat yang kita lakukan baik sadar atau tidak sadar, baik sengaja atau tidak disengaja.

    Semoga Allah Swt. memberikan kita anugerah dan limpahan rahmat serta hidayah agar kita dapat menjadi hamba yang ‘bersih lahir batin’.

    Rindu: mata batin … ini kata kata yang saya cari, ketika jiwa kita mampu melihat maka semua akan terasa terang, jiwalah yang akan memberi penerangaan kepada seluruh jiwa ini, semakin sensitive semakin baik, dan setiap kesalahan akan membuat titik di jiwa, lama lama akan menghitamkan jiwa. :)

  18. sama…aq juga suka warna gelap de’, tegas, mantap…dan di dalam gelap kita bisa mengaca diri..suatu hari nanti kita akan berada di dalam ruangan yg gelap sendirian, berpisah dengan semuanya yg ada di dunia ini.

    Rindu: dan perpisahan itu bernama gelap, sekarang siapkan diri seberapa mampu kita menerangi alam kubur kita tergantung perbuatan kita hari ini, yang penting jangan menyakiti hati orang lain, karena amarah orang yang kita sakiti akan mematikan bohlam di kubur kita :)

  19. Keep writing ya De. Dulu sempet 10 hari kan menepi. Saya bertanya2 waktu itu. Lagi patah hati kali ya? Apa ada hubungannya ama blog yg udah ngilang alias terhapus itu ya? (Maaf kalo lancang Dea) Jujur saya jarang ngenet. Jadi ga ngikutin critanya. Trus baru2 ni patah hati lagi ya De. Sabar ya.. :-)
    Salam ukhuwah…

    Rindu: saya menepi karena patah hati waktu itu mbak, tapi sekarang sudah agak enakan, meski lukanya belum sembuh tapi saya yakin saya mampu berlalu dari luka :) doain yah.

  20. Assalamu’alaikum Ade.
    Seneng mampir sini lagi. Sebenernya sering sih baca tulisan Ade yg sejuk dan bikin merinding di sini. Cuman pas mau nulis komen, kok puanjaaang banget barisannya. He he. Jadi blank mw komen apa.. Salam sayang tuk Ade. Uhibbuki fillah.

    Rindu: makasih ya mbak, salam sayang juga … :) sering sering kesini yah, kadang rame kadang sepi juga koq. namanya juga kebun kan emang suka pada malam main kalo hujan.

  21. yang pasti dengan gelap mata kita bisa istirahat, coba kalo blog ini berwarna putih, biasanya mata akan sedikit melotot untuk baca setiap tulisan.

    eh dunia ini kan sebetulnya gelap, seharusnya kita menyesuaikan dengan terang, bukan sebaliknya…. mending nikmati aja deh gelap-gelapan… hehehe

    Rindu: gelap gelapan itu katanya haram mas … harus sama muhrimnya :) hahaha, balasan komen yang nyambung De.

  22. Dengan gelap kita akan tahu bahwa suatu waktu kita telah berada di sebuah tempat yang terang. Itu juga yang terjadi pada orang-orang yang kemudian sadar bahwa hidup mereka telah menjadi lebih baik. Tak seperti aku, yang juga masih merasa berada di tempat abu-abu.
    Tak jelas ini putih atawa hitam.
    Lha, ini putih to?
    Eh, masih hitam!
    Gelap …
    Makassar juga lampunya byar pet melulu. Tapi aneh kalo sehari gak mati lampu, pasti ada yang terjadi dengan PLN. :mrgreen:

    Rindu: kalau masih merasa abu abu coba keluar dari ruang yang abu abu ini mas, dan pindah ke ruang yang mengajakan warna, hitam ya hitam, biru ya biru :) mau saya ajarkan mengenal warna?

    • Gimna caranya?
      Aku gak buta warna kok. BUktinya bisa punya SIM! :mrgreen:

      Rindu: bicara jiwa, kira kira buta warna gak jiwanya, bisa membedakan kan mana biru, mana merah, mana putih … :) mari belajar dibelakang kebun kang.

  23. Andai masyarakat indonesia berpikir positif seperti mbak rindu…..

    Rindu: damai deh bumi ini yah, kalau gitu seluruh rakyat akan saya suruh baca blog saya deh, biar ngerti… hahaha, lebay lo De :)

  24. -
    > Apa kabar Ade..? semoga dalam keadaan baik.. jiwa raga.. semoga Allah -ta’ala senantiasa menjagamu..
    > Dalam GELAP kita bisa melihat indahnya bintang-bintang sebagai petunjuk arah, waktu, hiasan langit, bukti keagungan Allah -ta’ala-.

    “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”(lih.QS.6.Al-An’aam:97)
    -

    Rindu: alhamdulillah saya baik mas :) dan selalu baik deh kabar Ade pokoknya.

  25. Bloghicking pagi-pagi.
    Mengunjungi para sahabat,
    siapa tahu ada suguhan hangat.
    Maklum datangnya telat.
    jangan didamprat.
    Yang penting semangat!
    Ok, sobat?

    jangan lupa; GO GREEN

    Rindu: komen borongan yah, tadi saya lihat di kebun sebelah, komennya mas sama kaya gini :D

  26. =menyinggung, menggores, mengiris,memotong?

    Biar bener2 jadi nol?
    Maafin saja kata guruku! Agar bisa tersenyum kembali. *seikat mawar lagi untukmu*

    Rindu: makasih mawarnya, akan saya tanam dikebun ini, agar harum mewangi :)

  27. -
    Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam keGELAPan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”
    (lih.QS.6.Al-An’aam:59)
    -

  28. gelapnya dunia…tiadalah mengapa
    tapi
    gelapnya hati…adalah kenestapaan segala-galanya

    cinta dunia dan takut mati…ialah pupuk kelamnya hati.

    so…

    Rindu: kesederhanaan adalah sebagian dari iman katanya, makanya tinggalkan yang berlebihan agar hati kita tetap terang, melihat semua isi bumi dengan cara yang sederhana :)

  29. waktu saya tugas di luar jawa, mati lampu dah sering bgt de, kl diibaratkan dgn minum obat dah OD kali heheheh

    so… alhamdulillah bgt kl nyala…
    beda dgn jawa mati bentar aja dah waaaawh … :)

    mati mati… selalu terngiang di kepala

    seperti apa, bagaimana.. sempitkah.. gelapkah… sejukkah..

    ALLAH jadikan kami selalu taat kepadaMU tetapkan hati kami akan islamMU…agar terang kubur kami nanti……..

    Rindu: amin untuk doa diakhir komen ini, amin ya Rabb ya nurul qolbu :)

  30. Heningnya suasana maya
    Ketenangan malam mendamaikan jiwa
    Bukti kebesaran Nya yang Esa
    Yang Maha Kuasa

    Malam yang menggantikan siang
    Menepati waktunya
    Malam membawa kegelapan
    Selimuti alam semesta

    Bersyukur atas rahmat Nya
    Pencipta segala, ya Allah
    Penentu segala

    Malam bagaikan ada tersimpan
    Sejuta rahasia
    Malam dihiasi bintang-bintang
    Keindahan tiada taranya

    Dia satu-satunya
    Penggerak segala
    Pentadbir alam semesta
    Segala yang ada adalah milik Nya
    Allah Yang Maha Esa

    Rindu: terima kasih puisinya, judulnya GELAP yah? :)

  31. Gelapnya Jakarta memang tidak menakutkan, coba saja kalau di hutan belantara papua bersama Riyani Djangkaru.

    Rindu: gelap dihutan belantara, berteman binatang buas dan kegelapan, douh gak terbayang betapa menakutkannya, mungkin segini menakutkannya jika kita tak berbuat baik, maka alam kubur kita akan pekat gelap, sesak, dan penuh cacing yang menggerogoti tubuh :)

  32. mbak saya sering bertanya tanya, mengapa mbak klo update blog sekitar jam 9-12 siang, hehehe?
    (gak penting banget komennya)

    Rindu: karena jam 9-12 saya baru sampe kampus, baru nemu hotspot gratis :) gitu ceritanya gak mau rugi deh Ade pokoknya…

  33. terang sangat berbeda-beda dan ada tingkatannya.
    Bahkan terang satu lilin (one candle) bisa meneranngi sekitarnya.

    candela adalah satuan intensitas cahaya, yang mulai diukur dengan terang 1 lilin sampai 100000 lilin.

    Indah sekali….

    Tapi kalo gelap, hanya ada satu GELAP.

    Rindu: komen yang beda, saya suka … makasih ya sist, sudah ikut meramaikan kebun saya sehingga saya tidak merasa sendiri lagi dibumi ALLAH ini :) *emang rame lah De dunia ini, lo aja yang gak pernah keluar* diluar banyak orang jahat, takut !!

  34. waduh seperti biasa heheheheh terakhirrrrrrrrr

    Rindu: dikebun saya agaknya sulit nih mas, jadi komentator yang terakhir selalu ada yang datang setelahnya :)

  35. -
    Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)… (lih.QS.2.Al-Baqarah:257)
    -

    Rindu: Hirjah inti dari ayat ini :)

  36. yang saya takutkan adalah ketika sebuah kebajikan yang saya buat bukan karena ikhlas tapi karena mengharap sesuatu kelak dan karena itu saya takut kelak saya sendiri dengan kegelapan yang amat pekat

    Rindu: maka itu harus belajar ikhlas mas, kata guru mengaji saya yang penting NIAT, dari situ semua akan terlihat apakah ini riya atau ikhlas, apakah ini tulis atau basa basi … yok, bicara dengan hati nurani :)

  37. Assalamualaikum dinda Rindu,

    lagi sy mampir di kebun ini, ini yg ketiga kali kucoba menulis sesuatu di sini. sebab semalam lampu padam, begitu pula tadi pagi, yah begitulah. Ketika gelap sayapun coba merenung bagaimana jika di alam barzakh sana? Ih… bergidik rasanya. Trus coba menelisik lebih jauh pada diri ini, duh dinda… Rindu.

    Tak kuasa kubayangkan jika bukan karena cinta dan ridhoNYA tak mungkin sy dpt menyalakan lentera untuk menerangi alam gelapku nanti. Sebab apapun amalan yg kulakukan tak secuilpun dapat membayar cucuran cintaNYA padaku, apalagi jika ingin menuntut bayaran cahaya terang di alam barzakh sana!? Sebiji bola mataku, seukir senyumku, setitik darahku, sehelai nafasku, seberkas peredaran darahku di sekujur tubuh, takkan …takkan dapat dinda. Yang dapat kita lakukan di dunia ini hanyalah mengabdi tuk sedikit mencoba mensyukuri cucuran cintaNYA yg tiada berujung itu, moga-moga dengan begitu kita dapat menggapai Riho Sang pemilik nafas kita.

    Rindu: jika ALLAH tidak ridho dengan kelakuan kita selama didunia, terbayang gak berapa lama dan menyakitkannya di alam kubur, karena ALLAH tak menerima, dan ampunan belum kita dapat, maka itu guru mengaji saya mengajarkan rule #1 untuk tidak menyakiti hati orang lain, karena sebelum maaf kita dapatkan maka tak akan ada ridho ALLAH katanya, nauzubillahimindzalik :) jangan sakiti saya yah, LOH !! kenal juga engga ya sist.

  38. dimana-mana masih mati lampu ya? :(

    Rindu: iya dimana mana, terutama dirumah saya yang hari ini nyala besok mati :) kapan ngeblognya kalo mati listrik terus, *haih Ade … *

  39. “…bahwa suatu saat nanti ketika napas saya berhenti…”

    Benar sekali De…saat nafas kita terhenti, tak ada lagi Cahaya yang mampu menerangi kita kelak kecuali 3 hal…
    Berapa lama sisa waktu kita sampai saat itu datang…
    Kita hanya bisa bersiap… :)

    Rindu: iya, berapa lama lagi napas ini dititipkan … :(

  40. Kita butuh gelap untuk lebih memahami nikmat terang…
    Alhamdulillah.

    Rindu: iya, gelap adalah cara ALLAH mengajarkan kita tentang terang, dan cara ALLAH mengingatkan bahwa suatu hari nanti kita akan berada dikegelapan :)

  41. Salam kenal ya de…
    aku baru pertama kali bertamu ke kebun ade, kata2 yg sarat dgn hikmah, semoga mendapatkan rahmat dan hidayahNYA selalu… Insya ALLAH
    GELAP, Allah menciptakan gelap dgn berbagai maksud, salah satunya berhubungan dgn waktu, dan pd malam yg gelap Allah jg menurunkan rahmatNYA, jg AzabNYA…
    dan ALLAH mengetahui setiap langkah semut hitam yg berjalan di sapi yg hitam dlm pekatnya malam.

    sekedar saran kl memungkinkan tidak memakai analogi PLN sebagai kambing hitam subyek yg negatif, kl kita mengetahui, kinerja PLN sdh cukup besar upayanya untuk menerangi jagad Indonesia ini, saya hanya berusaha belajar menghargai upaya orang2 yg sdh bekerja keras dengan segala keterbatasan yg ada untuk khalayak banyak… :)

    tp tulisan ade banyak memberi inspirasi buat saya selaku pembaca yg ingin terus belajar dari siapa pun…
    wassallam,…

    Rindu: makasih sarannya, lain kali saya pake analogi jenset aja yah, tapi dirumah saya gak ada jenset mas :) analogi apa yah yang bisa menggantikan kerja buruk PLN selama listrik mati, siapa lagi yang bisa disalahkan akibat ketidak mampuan PLN mengganti travo *koq tetep PLN De* :D

    • sama2 ade,
      jenset… hmmm boleh juga de hehe..
      kayanya ada pengalaman pribadi sm PLN ya de? janganlah kita gampang melihat kesalahan kecil dr seseorang/institusi. krn waktu listrik mati paling2 jg 1-2 hari aja kan dlm sebulan? nah selama listrik nyala apa kita jg memuji kinerja mereka? :)
      ada pelajaran menarik yg dapat diambil dr cerita nabi Musa as yg di suruh ALLAH belajar dari nabi Chaidir as, yaitu seorang nabi sebesar nabi Musa masih bisa salah dalam menafsir sesuatu yg menurutnya salah / buruk, mungkin kita semua dapat mengambil pelajaran dr kisah tsb untuk lebih berhati hati dalam menilai sesuatu hal. :)

  42. tapi aku ndak bisa tidur kalo gelap. Soalnya nyamuknya tambah banyak dan dateng semua. maklum rumah ku di kampung kecil di kota dekat laut. hawanya agak panas dan lembab. hemm paling2 nunggu subuhan baru bisa bobok.

    Rindu: tinggal di Indramayu yah? saya terbayang ketika saya berada dipantai dan gelap, yang terdengar hanya deburan ombak tanpa mampu melihat air, subhanallah … begitu mengerikan namun syahdu, beginikah alam barzah yah? wallahu alam.

  43. kadangkala ditengah kegelapan mata hati kita terasah untuk lebih peka, yang susah adalah melihat dan terang tapi matahati kita buta

    Rindu: saya teringat bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar … ini istilah untuk mereka yang tak punya hati nurani, tak mampu membedakan lagi apakah ini benar atau salah, apakah ini menyakiti hati orang lain atau tidak, apakah ini sudah bermanfaat atau bermudharat, semua panca indra akan tidak berpungsi ketika hatinuraninya lumpuh :)

  44. Setiap gelap adalah satu bukti bahwa ada perputaran dalam hidup ini…

    Terang ==> Gelap ==> Terang

    gelap punya makna, terang pun punya makna…

    makasih yach mba dah mejelaskan makna yang terkandung dalam gelap…

    Rindu: makna? kita baru akan mengerti setelah mengalaminya, menyelam dan mengambil hikmahnya, sebelum itu terjadi, makna hanyalah kata … hambarpun punya makna meski tanpa rasa :)

  45. SubhanALLAH hatimu hidup, tetap jaga hatimu jangan biarkan dia GELAP ^_^

    Rindu: insya ALLAH, semoga ALLAH tidak membawa hidayah yang telah diberi meski dengan tertatih tatih saya mengambilnya :)

  46. Weee…serem juga nih!!!
    dari gelapnya listrik mati nyambungnya ke gelapnya liang kubur…
    jadi merinding bacanya…
    hahaha….

    Rindu: mari saling mengingatkan bahwa napas pasti akan terhenti, akan habis masanya sama seperti travo PLN yang ada masa aktivnya :)

  47. saya sangat menyukai kata-kat gelap adalah instrumen dan seterusnya.

    salam kenal

    Rindu: saya juga suka dengan instrumen gelap itu … didalam gelap, kita hanya bisa melihat hati nurani :)

  48. Kemarin saya juga nonton berita di televisi bahwa listrik di Jakarta sering padam bahkan sampai 6 jam lamanya dalam sehari.
    Tapi, dengan padamnya listrik PLN, tidak mengganggu aktivitas ngeblog kan?

    Rindu: kan notebooknya tahan 5 jam mas, masih bisa ngeblog deh pokoknya :) yang penting ngeblog walaupun listri byar pet, makasih sudah mampir lagi ya mas, rasanya sudah lama banget.

  49. Assalaamu’alaikum WTH,

    Salam kenal & salam persaudaraan. Saya Zulkifli dari Malaysia, pertama kali sampai ke Blog RINDU ini.

    Tertarik sekali dengan article yang ada di sini yang tentunya hasil nukilan seseorang yang telah mempelajari & mendalami serta menghayati dan tentu sekali telah memahami tentang diri, tentang tuhan serta tentang rahasia kehidupan. Alhamdulillah…….

    Di kesempatan ini juga saya mohon keizinan dari pemiliknya (tentu sekali RINDU namanya, betul kan?) untuk terus sesekali mengunjungi Blog ini & mungkin sesekali akan memberikan komentar sekiranya ada sesuatu untuk saya perkatakan. Saya juga memohon keizinan RINDU untuk mungkin memetik beberapa petikan dari tulisan RINDU ini yang saya rasakan boleh saya gunakan semasa berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya yang lain.

    Saya bukan seorang Bloger & bukan sering mengunjungi Blog. Saya sendiri tidak pasti bagaimana saya boleh sampai ke Blog RINDU ini, mungkin…….sudah ketentuan Nya begitu barangkali. Yang pasti saya juga sedang mencari apa yang sedang RINDU cari. Moga2 kita sama2 menemukan apa yang kita cari. InsyaAllah.

    Sekiranya RINDU ingin menghubungi saya, silahkan menghubungi saya melalui: zbm.badsa@gmail.com

    Assalaamu’alaikum WTH. Hingga ketemu lagi.

    Rindu: waallaikum salam warahmatullah, terima kasih sudah jauh jauh datang ke kebun saya, insya ALLAH silaturahmi ini diridhoi ALLAH hingga bermanfaat, sampaikan salam saya untuk yang lain disana yah, sekali lagi terima kasih dan saya tersanjung, nanti saya kirim email jika ALLAH mengizinkan, :) *emang ada waktu De* nah itu masalahnya, saya sok sibuk.

  50. dengan gelapnya PLN justru memandang bulan jauh lebih mengasyikkan, bagi saya mengingatkan masa kanak-kanak yang biasa main di bawah cahaya bulan, karena listrik memang belum ada

    Rindu: ehm, kalau masa kecil saya dulu kalau ngaji pake pelita … jadi hanya suara saya dan jangrik yang kedengeran dari bilik bambu mushola di belakang rumah. ah kangen Banda :)

  51. kalem, ntar kan bawa lilin ibadah, cieee…

    Rindu: masih ingat gak mas, kita akan naek gunung seperti dulu, dan menyalakan pelita menunggu subuh dipuncak gunung itu … :) gak akan kesampaian kayanya nih. semoga umur Ade panjang, hingga tidak hanya tinggal mimpi.

  52. Posting yang mantap..ditempat saya hampir setiap lampu mati..gelap..!
    Dalam kegelapan memang baru bisa kita menikmati rembulan dan nyanyian suara jangkrik.
    Salam kenal..!

    Rindu: ada cara lain, ambil lilin dan gitar … selamat menikmati hening kalo udah gini :)

  53. Tulisan yang keren..Dari acara mati lampu, tapi bisa nyangkut ke masalah kubur…Ternyata ada benernya kata bang Opick “bila waktu telah terhenti, teman sejati tinggal lah amal”……

    Rindu: bukan keren mas, hanya coba mengambil hikmah dari setiap kejadian selama napas ini ada :)

  54. Sedang mencari tempat pendaftaran pemasangan PLL… dimana ya??? :)
    Thanks sist…

    Rindu: dikebun saya ini barangkali bisa daftar sist … formulir ambil di pendopo itu, ngantri kayanya nih :) *kaya antri ticket XXI*

  55. kl blh tau ade ngaji ama ustadnya tiap hari ya? blh dong hasil ngajinya di share ke kita2…:)

    Rindu: gak setiap hari, tapi saya bisa telp beliau 24 jam … iya, akan saya share deh nanti, berupa hikmah yah sharingnya :)

  56. -
    43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
    (lih.QS.33.Al-Ahzab)

    -

    Rindu: gelap ke terang = hijrah :D

  57. Hitam atau gelap, salah satu warna kesukaan saya selain putih. Hitam memang penuh dengan ibrah dan hikmah. Seperti de uraikan di tulisan kali ini…

    Inspiring. :)

    Salaamun alaik,
    Gilang Ramadhan

    Rindu: selain hitam, saya juga suka warna biru … seperti langit, biru itu warna yang tanpa batas, *bukannya merah De sukanya?* hahaha, itu kan yang gak keliatan.

  58. selalu ada hikmah yang bisa kau ambil,
    bahkan dari sesuatu yang bikin orang lain, bahkan saya mengumpat tak jelas..

    saya memang harus lebih banyak belajar darimu, de..

    Rindu: mari kita belajar bareng mas, saya juga masih dalam proses mencari akhir tapak napas saya, yang penting tidak menyakiti hati orang lain, karena saya takut ketika ALLAH menghentikan napas saya dan maaf itu belum saya peroleh.. :) kita belajar saling memaafkan dulu kalo gitu.

  59. Bagus deh renungannya. Sepertinya sudah masuk babakan baru nih.

    Tinggal nantinya kita berangkat meninggalkan dunia itu untuk bertemu dengan yang dicintai atau justru meninggalkan yang dicintai dan bertemu dengan yang dibenci. Bahagia atau menderita di alam yang baru ya tergantung pada hal ini saja kan.

    Semoga cukup sesederhana itu yah :-)

    Rindu: iya, as simple as that … bahwa hidup adalah mencari bekal untuk dialam kubur nanti, hanya itu koq tugas kita :) rule no.1 JANGAN menyakiti hati orang lain, agar selalu lapang alam kubur kita

  60. tumben nulisnya tentang sosial? aku lebih suka yang dulu tentang Islam

    Rindu: ini pasti komen cuma baca paragraf pertama deh :) Ade tidak pernah berubah mas, insya ALLAH masih menggali hikmah dan mencoretkannya disini :)

  61. rehat sejenak di kebun hikmah :)

    Rindu: silahkan masup mas, saya buatkan teh manis sebentar yah … pisang gorengnya blm matang mas, gpp yah? :D

  62. dalam gelap saya sering berfikir dengan kegelapan di alam kubur yang tanpa teman dan saudara. bagus sekali tulisan mba saya ga perna bosen baca postingan mba..

    Rindu: terima kasih ya mas, padahal saya biasanya membosankan loh… :) sering sering kesini ya mas, agar kebun saya gak sepi.

  63. 16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (lih.QS.5.Al-Maa’idah)
    -

    Rindu: cahaya itu adalah jalan yang lurus, semoga kita tidak lagi keluar dari jalur yang lurus ini yah.. ya ALLAH lindungi kami dari kesesatan setelah ENGKAU beri petunjuk :)

  64. -
    > 29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (lih.QS.79.AnNaazi´aat)
    > 20. dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, (lih.QS.35.Faathir)
    > 1. Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (lih.QS.6.Al-An’aam)

    Rindu: dan gelap adalah sebuah tanda tanda kebesaran ALLAH :)

  65. -
    > Tadi pas waktu mau komen sebelum ini tiba-tiba listrik mati di daerahku.. kok bisa pas banget yah?
    > Temenku di Korea kangen mati listrik seperti di Indonesia, katanya di sana gak pernah tuh. Mati listrik punya nuansa tersendiri, kita bisa ingat kubur atau suasana zaman Nabi, mendengar/melihat alam.
    > Tulisan Ade kali ini bagus sekali.. semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah-Nya.
    -

    Rindu: tulisan Ade kan emang selalu bagus … hahaha, narsis mode ON, ampun deh si Ade :)

  66. Wahai orang2 yg beriman !
    Bertobatlah kpada ALLAH dgn tobat yang semurni-murninya, muda2han TUHAN kamu akn menhapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika ALLAH tidak mengecewakan NABI dan orang2 yang beriman bersama denganya:sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mreka, sambil mereka berkata, ” Ya TuHAN kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami:Sungguh, Enkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” ( AT-TAHRIM :8 )

    ” Ya ALLAH hindarkanlah kami dari siksa kubur kelak dan berilah kami setitik cahayaMU . Amin

    Rindu: tak ada lagi yang kita butuhkan selain cahaya ALLAH di kubur kita nanti sist, dan ALLAH juga tahu bukan hal yang mudah untuk memperolah cahaya disana, tapi dengan sifat pemurah dan kasih sayangnya kita akan dapatkan itu, ampunannya adalah iuran untuk mendapatkan cahaya itu … :) yang penting jangan menyakiti orang lain, agar mereka memaafkan kita ketika kita berpulang dan semua akan terang.

  67. saat berada di bawah cahaya lampu, tapi mata kita pejam, maka akan didapati gelap.
    saat berada dalam ruang yang gelap dan mata kita buka, maka yang terlihat gelap.
    saat tidur dalam ruangan gelap dan bermimpi dibawah lampu, maka dirasakan terang.

    semoga terang bukan dalam mimpi, semoga terang juga ada nanti setelah mati. disiapkan mulai saat ini, dari sini. semoga lipatan tanah tidak mendahului.

    Rindu: iya, mulai sekarang dan mulai dari diri kita serta mulai dari yang kecil kecil [Aa Gym mode On] masak untuk berubah harus menunggu orang lain mengubah kita, engga kan yah? jadi ayo, menabung untuk beli lampu di bahwa lipatan tanah nanti, pertama never hurt anybody :)

  68. Ha ha ha… Di Bangka Belitung, mati lampu nya teratur… 2 hari sekali…. ^_^

    Syukur lah Vampire cuma ada dalam cerita aja, coba kl beneran… bisa pesta pora mereka di Pulau Bangka… ^_^

    Rindu: waduh, petromax laku dong bang disana … kalau saya main ke Bangka semoga pas gak mati lampu :)

    • Yeee… hari gini pake Petromaks… yang bener aje…
      Boros – borosin minyak tanah wae…
      Pake lilin dunk… ^_^ aha ha ha ha…

      Rindu: dan kau lilin lilin kecil, sanggupkah kau berpijar … koq saya jadi melow yah :)

      • Boros Aa’… belum kain untuk sumbunya…
        Minyak tanah nya…
        Harus nebangin bambu pula untuk obornya…

        Gw masih bertahan ma pilihan gw aja Aa… Lilin… ^_^

        Rindu: setuju dengan lilin, lebih romantis gitu :) *ah itu sih lo aja De*

  69. gelap kadang2 memang dibutuhkan, mbak rindu. kalau tak ada gelap, konon juga tak ada terang, haks. tulisan ini sarat dengan hikmah, mbak. gelap dan terang sepertinya sudah menjadi sunatullah yang memang harus ada. berlawanan tapi sekalgius juga bersinergi.

    Rindu: hidup adalah berpindah dari gelap ke terang, jadi ingat ajaran guru mengaji saya tentang HIJRAH … kira2 hikmah lainnya dari gelap-terang adalah hijrah ini mas :) sunatullah memang.

  70. Kalau boleh jujur saya pribadi takut gelap, apalagi membayangkan suasana di liang lahat nanti…

    Tapi yang bisa dilakukan saat ini menabung sebanyak2nya untuk beli lampu nanti di liang lahat…

    Rindu: iya, mari kita nabung energy yang akan menerangi malam malam gelap kita, yang akan menemani kebisuan alam bawah tanah, hingga semua jadi indah … jangan lupa shalat taubat ya mas, :) mulai dari NOL to unlimite.

  71. gelap itu tidak ada… gelap hanya untuk menyebut ketiadaan cahaya. :cool:

    Rindu: ketiadaan cahaya = gelap, iya jadi gelap itu apa yah … kan emang gak keliatan apa2, iya itu namanya gelap, makin bingung saya :)

  72. Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar :) hitam itu JUJUR bukan?

    Rindu: :) gak komen yah? bingung saya mau bales apa nih …

    • bo’ong itu tehhhh….
      gor ngapusi tok kwi….
      hahahahaha……
      pissssssss :-D

      Rindu: iya, saya tahu koq boong … hahaha, laki2 gitu loh :)

  73. Saat listrik padam, saya sering berpikir juga, alangkah gelapnya malam ini tanpa penerangan. Apalagi gelapnya alam kubur? Saat tak ada seorangpun yang menemani. Apalagi bumi yang menghimpit. Naudzubillahi min dzalik.

    Semoga kelak Allah melapangkan kubur kita dan memberi secercah cahaya-Nya kepada kita.

    Rindu: amin ya ALLAH, semoga lahat kita akan terang seperti istana, akan lapang seluas taman bunga, sehingga tanpa kita sadari kiamat datang sedang kita masih menikmati kubur yang lapang dan indah, subhanallah :)

  74. Bagi saya gelap itu indah … saya sangat mencintai gelap .. ada kerinduan menanti datangnya gelap

    Gelap adalah kebebasan dari penjara kepalsuan ….

    Dalam gelap lepas sudah topeng topeng yang saya kenakan ketika terang …

    Dalam gelap saya adalah saya dengan segala kelelahan, kelemahan dan kekurangan …

    Dalam gelap tiba tiba ALLAH terasa begitu dekat … hanya saya dan DIA.

    hiks … :(

    Rindu: syurgaMU mengalihkan dunaiku ya mas :) alhamdulillah …

  75. Think positive mbak Rindu, anggap saja Earth Hour versi Indonesia (gerakan 1jam matikan lampu demi kelangsungan bumi dgn ketidakmampuan PLN) :) :)

    Rindu: save our planet yah … hikmah yang lain nih. :)

  76. Gelap_Terang merupakan sepektrum kehidupan yang mengingatkan kita akan keindahan karya2 TUHAN,

    gelap sering kali dianalaogikan berkaitan dg hal2 yg kurang menyenangkan/keburukan, disatu sisi kegelapan mampu mengapuskan perbedaan,sekaligus keadaan yg terkadang kita butuhkan guna mempertajam kehusukan tatkala kita sedang kencan bersama TUHAN_ sementara terang lebih sering diasosiasikan sebagai bentuk kemapanan/keindahan atas suatu keadaan, namun tak bisa kita pungkiri sesuatu yg terlalu terang mengkibatkan hal2 yg kurang menyenangkan.

    gelap_terang hanyalah cara pandang kita dalam memandang sutau keadaan.

    “Allahu Nuurun Alaa Nnuuri” kLo saya boleh mengkiaskan sekalipun kurang tepat, ALLAH bagaikan CAHAYA sementara makhluknya adalah pancaran sinar cahayaNYA, pada dasarnya setiap makhluk dalam penciptaanya telah disertai petunjuk jalan untuk kembali kepada Sang Pencipta(Fitrah)maka disitulah kegunaan Asmaa’ul Hunna yg dimaksutkan agar manusia mampu meleburkan diri bersama sifat2 ILLAHI, tapi sebagian dari kita ada yang memilih untuk mengingkari.

    Terima kasih TEMAN telah mengajarkan tentang kebijaksanaan sekaligus mengajarkan menemukan KEINDAHAN yg tertera di balik seorang PEREMPUAN, maap kLo kalimat paling belakang terkesan kurang sopan!!!

    Rindu: saya tidak sedang mengajarkan apa apa mas, saya justru banyak belajar dari para komentator yang sharing ilmunya jauh lebih tinggi dari pada tulisan itu sendiri, semoga ALLAH ridho :)

  77. kata2mu bagaikan mutiara di tanah yang berlumpur.krn ketika dunia maya bergelimang dgn dosa,tp kata2mu penyejuk qolbu.
    jazakumullah khairan. ade’ kalu bleh tanya ana mau tanya “ade’ belajar Islamnya dimana.ana ingin sprti ade’ yg paham Islam?
    http://izisfm.wordpress.com/2009/11/03/malam-bagaimana-mata-terpejam/

    Rindu: yang pasti saya banyak belajar dari Ayah saya, dari Buya saya dan dari orang orang sekitar saya yang memang islami [insya ALLAH] dan saat ini sedang belajar dari dua ustadz, juga saya banyak bicara tentang kebenaran dengan hati nurani saya :) gitu mas

  78. third podium

    Rindu: iya, jarang jarang kesini sepi yah, mumpung sepi kita ngobrol banyak yah … atau bantuian nyapuin kebun deh :)

  79. Ma’af salah ketik nama.
    Memang Tiada orang di dunia ini yang sempurna ya…
    sampe tulis nama sendiri aja salah
    *Dasar wiryo orang jelek*

    Rindu: grogi ya mas? padahal saya gak ngapa2in kan? :D

  80. Assallammuallaikum Rindu…
    Tumben siang ini aku jadi tamu kehormatan he he he… krn yang datang pertama di Blog yang sejuk ini..
    Salam sukses selalu…
    Dariku yang selalu mengagumi tulisanMU..
    Wassallammuallaikum wr wb.

    Rindu: terima kasih ya mas, minggu siang sempetin mampir kesini, padahal mustinya mustinya bobo siang tapi main ke kebun saya, bobo di kursi taman aja gih :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s