
Beberapa hari yang lalu listrik dirumah saya tiba tiba padam, pekat tiba tiba, gelap, kelam, tak ada satupun yang mampu saya lihat bahkan untuk mencari senter saja yang tempatnya sudah saya hafal, saya harus terjatuh dua kali menabrak kursi dan kepentok meja *lebay nih De*, ah sungguh tiada daya dan upaya bola mata ini tanpa setitik cahaya yang ALLAH berikan
mau marah rasanya, tapi marah sama siapa yah? PLN kan emang udah biasa byar pet
dan bisa dipastikan sebagai manusia biasa, bibir mungil saya akan spontan mengeluh, dan nyerocos bak meteor ”gimana sih nih PLN, mati mulu padahal bayar gak pernah boleh telat
” dan jawaban PLN pasti “emang gue pikirin lo mau gelap keq, mau gak punya Ac, bodo” lepas tanggung jawab deh kalau sudah begini, ah gak mau ngomongin PLN nanti salah bicara bisa kena setrum loh De
Daripada marah marah ke PLN yang jelas jelas gak mau denger saya marah mending saya nikmati gelap ini, takutkah saya dengan kegelapan? saya bukan perempuan yang takut dalam kegelapan, saya kadang menikmati gelap ini, setidaknya ketika saya membuka jendela ada bulan yang tersenyum indah ke saya, ada bintang yang bertaburan di langit yang kelam, dan ini sekaligus menyadarkan saya betapa maha besar ALLAH yang telah menciptakan gelap, gelap ini membuat alam bercerita banyak tentang kebesaran ALLAH bukan? ada rembulan, ada suara angin, ada gemericik daun, ada bintang bertebaran, ada suara jangkring :) coba kalau ada listrik maka bisa dipastikan saya akan sibuk menikmati keindahan lelaki lelaki ganteng pemain sinetron di TV, coba kalo listrik ada saya akan sibuk menjelajah dunia maya, berselancar lewat layar mini netbook saya, coba kalau ada listrik telinga saya akan tersumbat dengan musik buatan manusia yang membuat patah hati saya semakin terasa
maka mari mensyukuri matinya listrik !! ALLAH memang sangat luar biasa menciptakan gelap.
Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar
hitam itu JUJUR bukan?
Gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan, saya belajar dari kegelapan, bahwa suatu saat nanti ketika napas saya berhenti, saya akan berada didalam lipatan tanah yang sangat pekat, gelap dan sendiri, dan seberapa gelap dan terangnya alam saya nanti tergantung dari kebaikan, amal dan perbuatan saya selama ditempat yang terang ini.
Habis terang terbitlah gelap, bukan habis gelap terbitlah terang kaya PLN, teori yang terbalik
dan kenyataannya malam ini terbit gelap.
Iya, kini terbayanglah betapa gelapnya liang lahat yang akan melipat jasad saya dialam kubur nanti, lalu apakah saya akan memiliki cukup cahaya ketika akan masuk ke dalam ruang gelap liang lahat sehingga alam barzakh itu akan tetap terang, nyaman, luas dan hangat karena kebajikan dan iman yang menjadi suluh/pelita bagi saya. Bukankah hati yang penuh iman akan selalu tergerak untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya sumber cahaya sebagai teman yang akan menemani saya terbaring kaku di perut bumi nanti sampai waktunya saya dibangkitkan. Hingga saya dapat menikmat komplek pekuburan, sampai-sampai insya ALLAH mampu merasakan betapa cepatnya kiamat terjadi saat saya masih menikmati indah, terang dan sejuknya alam kubur saya
bukankah kehidupan alam kubur yang seperti ini yang saya inginkan?
Ketika PLN mati saya sibuk menelphone PLN dan complain “kenapa gelap, kenapa gak dibetulian cepet cepet karena saya mulai kepanasan gak ada AC” ketika saya sampai di gelapnya alam kubur, kira kira bisa gak saya complaint kenapa disini gak ada AC, gak ada bohlam yang menggelantung menerangi alam kubur saya, gak ada internet disini
kan gak bisa kan? yang harus saya lakukan bukan complaint [complaint apa yah bahasa Indonesianya kira kira?
cari sendiri !! ] kembali ke persiapan bagaimana menerangi alam kubur saya kelak, yang pasti bukan seperti dibumi, ketika saya tidak nyaman maka saya akan sibuk mencari kesalahan si PLN. Bukan, bukan begini cara menerangi alam kubur, tapi seberapa mampu saya menerangi hidup banyak orang, menolong sesama, menjadi sandaran mereka yang tak mau hidup lagi, meminjamkan pundak untuk menampung airmata sahabat tapi ini konteks kemanusiaan, konteks keTUHANan pasti beda.
Kata guru mengaji saya manusia yang akan terang alam kuburnya adalah manusia yang menjadikan bumi ALLAH yang terhampar luas ini adalah masjid baginya, kantornya, kampusnya adalah musholah yang selalu mengingatkan kepada ALLAH, meja kerjanya, notebooknya adalah sumur ilmu untuk mengenal ALLAH, memfungsikan tatapan matanya, lidahnya menjadi mata dan lidah yang penuh rahmat, melihat dan berkata kata dengan kasih sayang dan kelembutan, pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih [subhanallah, walhamduillah, lailla ha illah] gerak hatinya adalah doa untuk memohon ampunan, bicaranya bernilai dakwah, diamnya dzikir, gerak tangannya sedekah, langkah kakinya hanya untuk ALLAH, sibuknya sibuk memperbaiki diri bukan sibuk mencari kesalahan orang lain
![]()
Gampang gak kira kira menabung kebaikan untuk menerangi alam kubur nanti, anggap saja sekarang kita hidup dalam kegelapan, ini susah itu susah dulu tak mengapa, gak bisa berbuat yang enak enak atau gak bisa gelap gelapan dengan si dia tak mengapa, karena yang enak dan gelap mopdel gini banyak dosanya bukan? :) tak mengapa disini gelap dulu, yang penting gak gelap di alam kubur, karena gelap disini kan gak abadi kan? tapi gelap di dalam lipatan tanah, akan lama sekali, lama sekali dalam gelap, saya sih gak mau kubur saya pekat, PLN mati aja udah sesak begini maka terbayang gak gelap di alam kubur
nauzubillahimindhalik.
Jadi mulai sekarang, say NO untuk semua yang akan membuat PLN didalam kuburan kita mati
disana gak ada PLN kali De? hahahha …
yang ada PLL [Penerang Liang Lahat]
jayus banget lo De !!
120 Komentar
Assallammuallaikum Rindu…
Tumben siang ini aku jadi tamu kehormatan he he he… krn yang datang pertama di Blog yang sejuk ini..
Salam sukses selalu…
Dariku yang selalu mengagumi tulisanMU..
Wassallammuallaikum wr wb.
Ma’af salah ketik nama.
Memang Tiada orang di dunia ini yang sempurna ya…
sampe tulis nama sendiri aja salah
*Dasar wiryo orang jelek*
third podium
kata2mu bagaikan mutiara di tanah yang berlumpur.krn ketika dunia maya bergelimang dgn dosa,tp kata2mu penyejuk qolbu.
jazakumullah khairan. ade’ kalu bleh tanya ana mau tanya “ade’ belajar Islamnya dimana.ana ingin sprti ade’ yg paham Islam?
http://izisfm.wordpress.com/2009/11/03/malam-bagaimana-mata-terpejam/
Gelap_Terang merupakan sepektrum kehidupan yang mengingatkan kita akan keindahan karya2 TUHAN,
gelap sering kali dianalaogikan berkaitan dg hal2 yg kurang menyenangkan/keburukan, disatu sisi kegelapan mampu mengapuskan perbedaan,sekaligus keadaan yg terkadang kita butuhkan guna mempertajam kehusukan tatkala kita sedang kencan bersama TUHAN_ sementara terang lebih sering diasosiasikan sebagai bentuk kemapanan/keindahan atas suatu keadaan, namun tak bisa kita pungkiri sesuatu yg terlalu terang mengkibatkan hal2 yg kurang menyenangkan.
gelap_terang hanyalah cara pandang kita dalam memandang sutau keadaan.
“Allahu Nuurun Alaa Nnuuri” kLo saya boleh mengkiaskan sekalipun kurang tepat, ALLAH bagaikan CAHAYA sementara makhluknya adalah pancaran sinar cahayaNYA, pada dasarnya setiap makhluk dalam penciptaanya telah disertai petunjuk jalan untuk kembali kepada Sang Pencipta(Fitrah)maka disitulah kegunaan Asmaa’ul Hunna yg dimaksutkan agar manusia mampu meleburkan diri bersama sifat2 ILLAHI, tapi sebagian dari kita ada yang memilih untuk mengingkari.
Terima kasih TEMAN telah mengajarkan tentang kebijaksanaan sekaligus mengajarkan menemukan KEINDAHAN yg tertera di balik seorang PEREMPUAN, maap kLo kalimat paling belakang terkesan kurang sopan!!!
Think positive mbak Rindu, anggap saja Earth Hour versi Indonesia (gerakan 1jam matikan lampu demi kelangsungan bumi dgn ketidakmampuan PLN)
Bagi saya gelap itu indah … saya sangat mencintai gelap .. ada kerinduan menanti datangnya gelap
Gelap adalah kebebasan dari penjara kepalsuan ….
Dalam gelap lepas sudah topeng topeng yang saya kenakan ketika terang …
Dalam gelap saya adalah saya dengan segala kelelahan, kelemahan dan kekurangan …
Dalam gelap tiba tiba ALLAH terasa begitu dekat … hanya saya dan DIA.
hiks …
Saat listrik padam, saya sering berpikir juga, alangkah gelapnya malam ini tanpa penerangan. Apalagi gelapnya alam kubur? Saat tak ada seorangpun yang menemani. Apalagi bumi yang menghimpit. Naudzubillahi min dzalik.
Semoga kelak Allah melapangkan kubur kita dan memberi secercah cahaya-Nya kepada kita.
=======
Keep writing de, tp jgn lupa ngetik ulang thesis-nya ya..
=======
=======
Bantuin ngetik pake 11 jari ya de..
=======
Ade, cahaya yang akan kita dapatkan dialam kubur nanti juga datang dari doa orang orang yang telah kita selamatkan, semakin banyak orang yang kita tolong semakin terang kubur kita Ade.
Cahaya itu juga datang dari silaturahmi Ade, memutus silaturahmi sama dengan memutus cahaya dialam kubur, jadi silaturahmi itu adalah PLN nya alam barzah, jangan memutus jika tak ingin listrik diputus dialam kubur kita.
Saya berkunjung kesini juga untuk menyambung silaturahmi agar alam kubur saya dan Ade tidak gelap disana ya De.
Baik baik yah Ade, saya akan selalu menerangi gelapnya jiwa Ade dengan doa, siapapun diantara kita berpulang duluan, kita harus saling mendoakan yah.
http://izisfm.wordpress.com/2009/11/08/ehem-gambar-muslimahkah-ini/
nyindiir…?oh ndak cuma nabrak kok http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif smg bermanfaat
hmm…
setelah aku baca…
kayaknya semua kembali ke orangnya deh…
tergantung bagaimana orang itu menyikapinya
dan apa tujuannya….
klo dari awal tujuannya baik…
mungkin yang ditakutkan dalam tulisan izisfm ga akan terjadi…
namanya manusia ada yang kurang ada yg lebih…
hehehe….
yah… semua pasti ada manfaatnya..
Saya selalu berubah jadi alim kalo baca postingan2an disini.
bo’ong itu tehhhh….
gor ngapusi tok kwi….
hahahahaha……
pissssssss
Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar
hitam itu JUJUR bukan?
gelap itu tidak ada… gelap hanya untuk menyebut ketiadaan cahaya.
Gelap? *mikir apa yah?* auh gelap
Jadi ingat kata guru ngaji saya dulu,”Dalam pekatnya malam (gelap gulita),kalau ada sehelai daun pun rontok dari ranting pohon,itu pasti atas kehendak Allah”.. intinya sekecil apapun hal baik yang terjadi di muka bumi,itu pasti atas kehendak Allah.Kalau hal jelek kita semua tau pasti datangnya dari jin atau setan kan?..
Nah..pertanyaannya kalau PLN yang padam,atas kehendak siapa yah?..
Masalahnya kalau di kampuang saya,dah malas protes De (karena sering banget padamnya), kalau di protes jawabnya enteng banget “air di turbin pembangkit listriknya habis mas”.. aneh kan?..ironisnya ini sudah terjadi berbulan2,tapi gak pernah ada solusinya,paling2 yang untung pedagang genset karena dagangannya laris manis
Nah lho..jadi ikutan complaint kan?..
PLN..PLN,baru ngatasi listrik padam aja udah bingung,gimana kalau ngatasi gelapnya kuburan yah? (kudu belajar banyak dari Ade nih)..
btw,gambar bulannya indah banget yah
pantas gak takut,wong diluar rumah bulannya indah banget kok
Kalau boleh jujur saya pribadi takut gelap, apalagi membayangkan suasana di liang lahat nanti…
Tapi yang bisa dilakukan saat ini menabung sebanyak2nya untuk beli lampu nanti di liang lahat…
gelap kadang2 memang dibutuhkan, mbak rindu. kalau tak ada gelap, konon juga tak ada terang, haks. tulisan ini sarat dengan hikmah, mbak. gelap dan terang sepertinya sudah menjadi sunatullah yang memang harus ada. berlawanan tapi sekalgius juga bersinergi.
Ha ha ha… Di Bangka Belitung, mati lampu nya teratur… 2 hari sekali…. ^_^
Syukur lah Vampire cuma ada dalam cerita aja, coba kl beneran… bisa pesta pora mereka di Pulau Bangka… ^_^
Yeee… hari gini pake Petromaks… yang bener aje…
Boros – borosin minyak tanah wae…
Pake lilin dunk… ^_^ aha ha ha ha…
=======
Pake obor aja Bang.. lebih terang..
=======
Boros Aa’… belum kain untuk sumbunya…
Minyak tanah nya…
Harus nebangin bambu pula untuk obornya…
Gw masih bertahan ma pilihan gw aja Aa… Lilin… ^_^
SOal romantisnya nggak masuh dalam hitungan saya sih Mbak Rindu.. soal nya lilinnya yang segede pohon pisang itu loh… aha ha ha ha ha…
saat berada di bawah cahaya lampu, tapi mata kita pejam, maka akan didapati gelap.
saat berada dalam ruang yang gelap dan mata kita buka, maka yang terlihat gelap.
saat tidur dalam ruangan gelap dan bermimpi dibawah lampu, maka dirasakan terang.
semoga terang bukan dalam mimpi, semoga terang juga ada nanti setelah mati. disiapkan mulai saat ini, dari sini. semoga lipatan tanah tidak mendahului.
Wahai orang2 yg beriman !
Bertobatlah kpada ALLAH dgn tobat yang semurni-murninya, muda2han TUHAN kamu akn menhapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika ALLAH tidak mengecewakan NABI dan orang2 yang beriman bersama denganya:sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mreka, sambil mereka berkata, ” Ya TuHAN kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami:Sungguh, Enkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” ( AT-TAHRIM :8 )
” Ya ALLAH hindarkanlah kami dari siksa kubur kelak dan berilah kami setitik cahayaMU . Amin
-
> Tadi pas waktu mau komen sebelum ini tiba-tiba listrik mati di daerahku.. kok bisa pas banget yah?
> Temenku di Korea kangen mati listrik seperti di Indonesia, katanya di sana gak pernah tuh. Mati listrik punya nuansa tersendiri, kita bisa ingat kubur atau suasana zaman Nabi, mendengar/melihat alam.
> Tulisan Ade kali ini bagus sekali.. semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah-Nya.
-
-
> 29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (lih.QS.79.AnNaazi´aat)
> 20. dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, (lih.QS.35.Faathir)
> 1. Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (lih.QS.6.Al-An’aam)
16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (lih.QS.5.Al-Maa’idah)
-
..aamiin ya Allah..
dalam gelap saya sering berfikir dengan kegelapan di alam kubur yang tanpa teman dan saudara. bagus sekali tulisan mba saya ga perna bosen baca postingan mba..
rehat sejenak di kebun hikmah
tumben nulisnya tentang sosial? aku lebih suka yang dulu tentang Islam
hahaha… PLL
(pengen comment byk.. tp takut ad yg intip
)
Bagus deh renungannya. Sepertinya sudah masuk babakan baru nih.
Tinggal nantinya kita berangkat meninggalkan dunia itu untuk bertemu dengan yang dicintai atau justru meninggalkan yang dicintai dan bertemu dengan yang dibenci. Bahagia atau menderita di alam yang baru ya tergantung pada hal ini saja kan.
Semoga cukup sesederhana itu yah
selalu ada hikmah yang bisa kau ambil,
bahkan dari sesuatu yang bikin orang lain, bahkan saya mengumpat tak jelas..
saya memang harus lebih banyak belajar darimu, de..
Hitam atau gelap, salah satu warna kesukaan saya selain putih. Hitam memang penuh dengan ibrah dan hikmah. Seperti de uraikan di tulisan kali ini…
Inspiring.
Salaamun alaik,
Gilang Ramadhan
-
43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
(lih.QS.33.Al-Ahzab)
-
kl blh tau ade ngaji ama ustadnya tiap hari ya? blh dong hasil ngajinya di share ke kita2…:)
Sedang mencari tempat pendaftaran pemasangan PLL… dimana ya???
Thanks sist…
Tulisan yang keren..Dari acara mati lampu, tapi bisa nyangkut ke masalah kubur…Ternyata ada benernya kata bang Opick “bila waktu telah terhenti, teman sejati tinggal lah amal”……
Posting yang mantap..ditempat saya hampir setiap lampu mati..gelap..!
Dalam kegelapan memang baru bisa kita menikmati rembulan dan nyanyian suara jangkrik.
Salam kenal..!
kalem, ntar kan bawa lilin ibadah, cieee…
dengan gelapnya PLN justru memandang bulan jauh lebih mengasyikkan, bagi saya mengingatkan masa kanak-kanak yang biasa main di bawah cahaya bulan, karena listrik memang belum ada
Assalaamu’alaikum WTH,
Salam kenal & salam persaudaraan. Saya Zulkifli dari Malaysia, pertama kali sampai ke Blog RINDU ini.
Tertarik sekali dengan article yang ada di sini yang tentunya hasil nukilan seseorang yang telah mempelajari & mendalami serta menghayati dan tentu sekali telah memahami tentang diri, tentang tuhan serta tentang rahasia kehidupan. Alhamdulillah…….
Di kesempatan ini juga saya mohon keizinan dari pemiliknya (tentu sekali RINDU namanya, betul kan?) untuk terus sesekali mengunjungi Blog ini & mungkin sesekali akan memberikan komentar sekiranya ada sesuatu untuk saya perkatakan. Saya juga memohon keizinan RINDU untuk mungkin memetik beberapa petikan dari tulisan RINDU ini yang saya rasakan boleh saya gunakan semasa berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya yang lain.
Saya bukan seorang Bloger & bukan sering mengunjungi Blog. Saya sendiri tidak pasti bagaimana saya boleh sampai ke Blog RINDU ini, mungkin…….sudah ketentuan Nya begitu barangkali. Yang pasti saya juga sedang mencari apa yang sedang RINDU cari. Moga2 kita sama2 menemukan apa yang kita cari. InsyaAllah.
Sekiranya RINDU ingin menghubungi saya, silahkan menghubungi saya melalui: zbm.badsa@gmail.com
Assalaamu’alaikum WTH. Hingga ketemu lagi.
Maaf ya De
Wa’alaikum syalam warahmatullah..
Selamat bersilaturrahim dengan blogger Indonesia,kebetulan sekali saya pernah jadi anggota forum melayu.com (situs Malaysia),dan kebetulan saya juga sedang mencari alamat guru mengaji saya yang sekarang sudah menjadi WN Malaysia.Sekiranya tidak keberatan, Antum bisa berkunjung diblog saya. Terima kasih.
Kemarin saya juga nonton berita di televisi bahwa listrik di Jakarta sering padam bahkan sampai 6 jam lamanya dalam sehari.
Tapi, dengan padamnya listrik PLN, tidak mengganggu aktivitas ngeblog kan?
saya sangat menyukai kata-kat gelap adalah instrumen dan seterusnya.
salam kenal
Weee…serem juga nih!!!
dari gelapnya listrik mati nyambungnya ke gelapnya liang kubur…
jadi merinding bacanya…
hahaha….
SubhanALLAH hatimu hidup, tetap jaga hatimu jangan biarkan dia GELAP ^_^
Setiap gelap adalah satu bukti bahwa ada perputaran dalam hidup ini…
Terang ==> Gelap ==> Terang
gelap punya makna, terang pun punya makna…
makasih yach mba dah mejelaskan makna yang terkandung dalam gelap…
kalo “Dunia Hitam” gimana…???
kadangkala ditengah kegelapan mata hati kita terasah untuk lebih peka, yang susah adalah melihat dan terang tapi matahati kita buta
tapi aku ndak bisa tidur kalo gelap. Soalnya nyamuknya tambah banyak dan dateng semua. maklum rumah ku di kampung kecil di kota dekat laut. hawanya agak panas dan lembab. hemm paling2 nunggu subuhan baru bisa bobok.
Salam kenal ya de…
aku baru pertama kali bertamu ke kebun ade, kata2 yg sarat dgn hikmah, semoga mendapatkan rahmat dan hidayahNYA selalu… Insya ALLAH
GELAP, Allah menciptakan gelap dgn berbagai maksud, salah satunya berhubungan dgn waktu, dan pd malam yg gelap Allah jg menurunkan rahmatNYA, jg AzabNYA…
dan ALLAH mengetahui setiap langkah semut hitam yg berjalan di sapi yg hitam dlm pekatnya malam.
sekedar saran kl memungkinkan tidak memakai analogi PLN sebagai kambing hitam subyek yg negatif, kl kita mengetahui, kinerja PLN sdh cukup besar upayanya untuk menerangi jagad Indonesia ini, saya hanya berusaha belajar menghargai upaya orang2 yg sdh bekerja keras dengan segala keterbatasan yg ada untuk khalayak banyak…
tp tulisan ade banyak memberi inspirasi buat saya selaku pembaca yg ingin terus belajar dari siapa pun…
wassallam,…
sama2 ade,
jenset… hmmm boleh juga de hehe..
kayanya ada pengalaman pribadi sm PLN ya de? janganlah kita gampang melihat kesalahan kecil dr seseorang/institusi. krn waktu listrik mati paling2 jg 1-2 hari aja kan dlm sebulan? nah selama listrik nyala apa kita jg memuji kinerja mereka?
ada pelajaran menarik yg dapat diambil dr cerita nabi Musa as yg di suruh ALLAH belajar dari nabi Chaidir as, yaitu seorang nabi sebesar nabi Musa masih bisa salah dalam menafsir sesuatu yg menurutnya salah / buruk, mungkin kita semua dapat mengambil pelajaran dr kisah tsb untuk lebih berhati hati dalam menilai sesuatu hal.
Kita butuh gelap untuk lebih memahami nikmat terang…
Alhamdulillah.
“…bahwa suatu saat nanti ketika napas saya berhenti…”
Benar sekali De…saat nafas kita terhenti, tak ada lagi Cahaya yang mampu menerangi kita kelak kecuali 3 hal…
Berapa lama sisa waktu kita sampai saat itu datang…
Kita hanya bisa bersiap…
dimana-mana masih mati lampu ya?
Assalamualaikum dinda Rindu,
lagi sy mampir di kebun ini, ini yg ketiga kali kucoba menulis sesuatu di sini. sebab semalam lampu padam, begitu pula tadi pagi, yah begitulah. Ketika gelap sayapun coba merenung bagaimana jika di alam barzakh sana? Ih… bergidik rasanya. Trus coba menelisik lebih jauh pada diri ini, duh dinda… Rindu.
Tak kuasa kubayangkan jika bukan karena cinta dan ridhoNYA tak mungkin sy dpt menyalakan lentera untuk menerangi alam gelapku nanti. Sebab apapun amalan yg kulakukan tak secuilpun dapat membayar cucuran cintaNYA padaku, apalagi jika ingin menuntut bayaran cahaya terang di alam barzakh sana!? Sebiji bola mataku, seukir senyumku, setitik darahku, sehelai nafasku, seberkas peredaran darahku di sekujur tubuh, takkan …takkan dapat dinda. Yang dapat kita lakukan di dunia ini hanyalah mengabdi tuk sedikit mencoba mensyukuri cucuran cintaNYA yg tiada berujung itu, moga-moga dengan begitu kita dapat menggapai Riho Sang pemilik nafas kita.
yang saya takutkan adalah ketika sebuah kebajikan yang saya buat bukan karena ikhlas tapi karena mengharap sesuatu kelak dan karena itu saya takut kelak saya sendiri dengan kegelapan yang amat pekat
-
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)… (lih.QS.2.Al-Baqarah:257)
-
waduh seperti biasa heheheheh terakhirrrrrrrrr
terang sangat berbeda-beda dan ada tingkatannya.
Bahkan terang satu lilin (one candle) bisa meneranngi sekitarnya.
candela adalah satuan intensitas cahaya, yang mulai diukur dengan terang 1 lilin sampai 100000 lilin.
Indah sekali….
Tapi kalo gelap, hanya ada satu GELAP.
mbak saya sering bertanya tanya, mengapa mbak klo update blog sekitar jam 9-12 siang, hehehe?
(gak penting banget komennya)
ada lampu petromax ko …
Gelapnya Jakarta memang tidak menakutkan, coba saja kalau di hutan belantara papua bersama Riyani Djangkaru.
Heningnya suasana maya
Ketenangan malam mendamaikan jiwa
Bukti kebesaran Nya yang Esa
Yang Maha Kuasa
Malam yang menggantikan siang
Menepati waktunya
Malam membawa kegelapan
Selimuti alam semesta
Bersyukur atas rahmat Nya
Pencipta segala, ya Allah
Penentu segala
Malam bagaikan ada tersimpan
Sejuta rahasia
Malam dihiasi bintang-bintang
Keindahan tiada taranya
Dia satu-satunya
Penggerak segala
Pentadbir alam semesta
Segala yang ada adalah milik Nya
Allah Yang Maha Esa
no comment
Dipekatnya Malam.
Dibawah pohon ini..
hanya bunyi jangkrik
yang setia menemani
jiwa ini..
Mata ini tertutup rapat
dengan pekatnya malam
tak berangin ini.
Hanya ada satu cahaya
yang berkilauan di
mata hati ini..
Hmmmmm..sehelai daun
jatuh mengelus lembut
pipi ini..refleks tanganku
menangkap daun ini..
Ya Rabbku..sungguh tidaklah
rontok sehelai daun
di malam pekat ini..
tanpa izinMU..maafkanlah
kelancanganku Ya Rabb..
tadinya aku beranggapan
hanya bunyi jangkrik
yang setia menemaniku..
tapi dengan KasihMU..
Engkau telah membelai
lembut pipih ini..dipekatnya
malam ini..
tanpa terasa..
disudut mata sombong ini..
mengalir tetesan air..
yang hanya bisa dirasa oleh kulit
dan tangan ini..
dimalam yang teramat gelap pekat ini.
(Bandung,14 April 2009).
hi…ada hadiah untukmu *coklat* ambil sendiri yah
waktu saya tugas di luar jawa, mati lampu dah sering bgt de, kl diibaratkan dgn minum obat dah OD kali heheheh
so… alhamdulillah bgt kl nyala…
beda dgn jawa mati bentar aja dah waaaawh …
mati mati… selalu terngiang di kepala
seperti apa, bagaimana.. sempitkah.. gelapkah… sejukkah..
ALLAH jadikan kami selalu taat kepadaMU tetapkan hati kami akan islamMU…agar terang kubur kami nanti……..
gelapnya dunia…tiadalah mengapa
tapi
gelapnya hati…adalah kenestapaan segala-galanya
cinta dunia dan takut mati…ialah pupuk kelamnya hati.
so…
-
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam keGELAPan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”
(lih.QS.6.Al-An’aam:59)
-
Salam kenal!! wah artikelnya bagus, bikin otak saya fresh kembali… salam kenal yah.. mampir dunk ke blog saya http://tuxlin.wordpress.com
I have no word to say,
nice wrote,…
=menyinggung, menggores, mengiris,memotong?
Biar bener2 jadi nol?
Maafin saja kata guruku! Agar bisa tersenyum kembali. *seikat mawar lagi untukmu*
Wah, maaf salah tempatnya.
Ini sebenarnya untuk menyambung komentar untuk sdr Izisfm.
Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Dapat Menghargai Jasa Para Pahlawannya (Bung Karno) Selamat Hari Pahlawan | Foto-Foto Pertempuran 10 November Soerabadja
Bloghicking pagi-pagi.
Mengunjungi para sahabat,
siapa tahu ada suguhan hangat.
Maklum datangnya telat.
jangan didamprat.
Yang penting semangat!
Ok, sobat?
jangan lupa; GO GREEN
Sob..pagi-pagi udah bloghicking,emang enakan main dengan alam yah
hati nurani tetap terpelihara,bisa berekspresi apa adanya secara jujur,mengalir aja tanpa menentang hati nurani artinya tidak menentang Tuhan (hati dan pikiran bisa sinkron),iya kan sob
sob,ngomong-ngomong kayaknya yang punya kebun belum bangun nih
o’ow lari sob! ada yang aneh nih,keliatannya suguhan hangatnya pake ember neh..bisa basah kita..
GO GREEN!
nice…
trimakasih krn dah diingatkan…
^^
-
> Apa kabar Ade..? semoga dalam keadaan baik.. jiwa raga.. semoga Allah -ta’ala senantiasa menjagamu..
> Dalam GELAP kita bisa melihat indahnya bintang-bintang sebagai petunjuk arah, waktu, hiasan langit, bukti keagungan Allah -ta’ala-.
“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”(lih.QS.6.Al-An’aam:97)
-
> Semoga Allah -ta’ala- senantiasa memberi kita hidayah petunjuk kebenaran dan kesabaran..
Andai masyarakat indonesia berpikir positif seperti mbak rindu…..
Dengan gelap kita akan tahu bahwa suatu waktu kita telah berada di sebuah tempat yang terang. Itu juga yang terjadi pada orang-orang yang kemudian sadar bahwa hidup mereka telah menjadi lebih baik. Tak seperti aku, yang juga masih merasa berada di tempat abu-abu.
Tak jelas ini putih atawa hitam.
Lha, ini putih to?
Eh, masih hitam!
Gelap …
Makassar juga lampunya byar pet melulu. Tapi aneh kalo sehari gak mati lampu, pasti ada yang terjadi dengan PLN.
Gimna caranya?
Aku gak buta warna kok. BUktinya bisa punya SIM!
yang pasti dengan gelap mata kita bisa istirahat, coba kalo blog ini berwarna putih, biasanya mata akan sedikit melotot untuk baca setiap tulisan.
eh dunia ini kan sebetulnya gelap, seharusnya kita menyesuaikan dengan terang, bukan sebaliknya…. mending nikmati aja deh gelap-gelapan… hehehe
Assalamu’alaikum Ade.
Seneng mampir sini lagi. Sebenernya sering sih baca tulisan Ade yg sejuk dan bikin merinding di sini. Cuman pas mau nulis komen, kok puanjaaang banget barisannya. He he. Jadi blank mw komen apa.. Salam sayang tuk Ade. Uhibbuki fillah.
Keep writing ya De. Dulu sempet 10 hari kan menepi. Saya bertanya2 waktu itu. Lagi patah hati kali ya? Apa ada hubungannya ama blog yg udah ngilang alias terhapus itu ya? (Maaf kalo lancang Dea) Jujur saya jarang ngenet. Jadi ga ngikutin critanya. Trus baru2 ni patah hati lagi ya De. Sabar ya..
Salam ukhuwah…
Masih sering mati lampu ‘de ?
yang jadi masalah adalah, PLN koq ya ga profesional.. padahal konsumen udah ngebayar, tapi yah.. masih aja perlakuannya ga setimpal
sama…aq juga suka warna gelap de’, tegas, mantap…dan di dalam gelap kita bisa mengaca diri..suatu hari nanti kita akan berada di dalam ruangan yg gelap sendirian, berpisah dengan semuanya yg ada di dunia ini.
Syekh Imam Mahmoud Al Kurdy Al Khalwaty berpesan:
Kedua mata fisik kita merupakan sebuah keajaiban ciptaan Allah Swt. Darinya kita dapat melihat keindahan alam semesta beserta isinya dan darinya pula kita bisa mengamati lingkungan sekitar.
Selain untuk melihat ‘wujud’ fisik suatu benda, kedua mata fisik ini juga sering kita gunakan untuk menilai seseorang. Jika ada seseorang berpakaian baju koko, berwajah cerah dan bersih, maka asumsi kita dia adalah seorang yang baik, alim dan beribadah. Jika ada seseorang yang berpakaian ala preman, bertato, wajah penuh bekas luka, maka asumsi awal kita menganggap orang ini jahat.
Selain mata fisik manusia juga memiliki mata batin. Seperti telah banyak disebutkan bahwa mata batin mampu menerobos hijab (penghalang) sehingga bagi seseorang yang diberikan karunia ketajaman mata batin maka penilaiannya akan sesuatu hal tidak akan terpaku pada suatu wujud semata.
Tentu tidak sembarang orang akan diberikan karunia ketajaman mata hati, bagi kita yang setiap saat masih diliputi oleh lalai dan lupa dalam ketaatan kepada Allah Swt. maka jangan berharap karunia tersebut akan datang karena ibarat cermin mata hati kita yang penuh dengan maksiat akan menjadi gelap, gelap karena tertutup oleh debu-debu dosa dan maksiat yang kita lakukan baik sadar atau tidak sadar, baik sengaja atau tidak disengaja.
Semoga Allah Swt. memberikan kita anugerah dan limpahan rahmat serta hidayah agar kita dapat menjadi hamba yang ‘bersih lahir batin’.
-
..(Al-Quran adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
(lih.QS.14.Ibrahim:1)
-
Waduh.. yang saya tau klo Listrik padam itu berarti belum bayar listrik..
wkwkwkkw…
klo gelap alias mati lampu yang menemani saya adalah nyamuk-nyamuk yang nakal…
Shining light a candle in the dark, when you love me that you love me
Selamat pagi, mengunjungi dikala sinarnya matahari mencerahkan suasana hati semua ^_^…V Salam D3pd
tadi malam ditempat saya juga mati lampu. cari kunci kendaraan gak ketemu-ketemu, padahal dah harus berangkat ngeles privat. sempat jengkel juga. he..he..tapi untungnya bapak masih menyimpan kunci rangkapnya.
loh, malah jadi curhat. he..he..
gmna kabarnya mbak? cukup lama daku gak berkunjung ke taman ini.
salam dari ku wahai rinduku, aku rindu kamu
:)….
mudahan kita bisa saling rindu …..:)
dibalasya suratku
ngomongin gelep, jadi inget warana kulit saya yang gelap juga…

hahahahaha
————————-
bagaimanapun juga warana kulit saya saya tetap bersyukur karena dilahirkan tanpa cacat satu apapun
thx God..
langsung mrinding baca paragraph terakhir…
cuplikannya gini “tak mengapa disini gelap dulu, yang penting gak gelap di alam kubur, karena gelap disini kan gak abadi kan? tapi gelap di dalam lipatan tanah, akan lama sekali, lama sekali dalam gelap”.
kunjungan balik
saya ingin selama masih hidup rasa ikhlas selalu ada di diri ini dalam setiap perbuatan
Insya Allah karena itulah sumbernya cahaya
eh nganu, sbenernya ada apa sih si PLN ituh? koq pada gempar mati lampu semua…
untung aja tempatku enggak..
salam kenal, kunjungan balik nih…
sesaat kagum akan Catharsys kakak.. Tentang Cintanya Pada Allah SWT
waw, rame bener di sini
Good posting mbak…
sungguh byk manfaatnya isi dr judul ini klo kita mengilhami dgn seksama
thx mbak
salam kenal
mampir ke blog saya :http://cariuangdgnptc.blogspot.com byk info jg disana
sekedar lewat aja
Gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan, seperti bulan yang menampakan keindahannya justru hanya di dalam pekatnya malam…( newbi)
May day 3x, rumah HATIku sedang gelap neh, cahaya terang hanya sebatas lewat doank depan pintu hatiku dan Ups..!!! gelap lagi deh.
bagaimana caranya supaya cahaya terang itu mau masuk dan menetap dalam rumah HATIku??
Tumben perempuan berjilbab suka hitam, biasanya lebih memilih putih hehehehe ^^
quote:
hitam itu JUJUR bukan?”
“Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar
nice post ^_^
salam kenal, mbak
di tempat saya, ketika mati listrik dan segalanya gelap gulita, saya tdk bs memandang bulan karena jendela tdk bs dibuka, tak ada suara jangkrik dan gemerisik daun karena saya tinggal di ruko dipinggir jalan raya, dan yang terdengar hanyalah bising genset tetangga dan makian serta sumpah serampah dari karyawan kepada PLN…
mungkin karena itu saya jadi tidak pernah menyadari keindahan alam ya^^
Assalamu’alaikum…
Wah telat nih berkunjung ke kebun yang damai ini…tugas luar kota 1 minggu penat rasanya…Alhamdulillah, ditengah hingar bingarnya situs yang ga jelas….masih ada yang mengajak dan menyeruh kebajikan tanpa orang lain merasa digurui..Jazakumuwohu khairan khatsira…
Wassalam
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan sesudah itu pasti ada kesulitan lagi, karena setelahnya nanti akan ada kemudahan lagi. begitu seterusnya sampai kita mati,karena hidup memang terus berputar:)
salam kenal ya de,saya kagum sama kamu,jarang2 wanita punya pemikiran2 yg berbeda dalam melihat segala sesuatu seperti kamu (gak usah geer deh,nanti terbang tuh kepala;p )
ok deh,tetap istiqomah dalam menulis tentang kebaikan ya.
btw kok gak punya fesbuk? ada alasan tertentu kah?? fesbuk bisa buat dakwah juga lho.
saya udah sering memakainya juga buat menyampaikan ayat2 quran,soalnya banyak yg gak sempet (ngakunya sih gitu) buka quran,tapi sempet buat buka fesbuk berjam2,hahaha… jadi dakwahnya sekarang mesti jemput bola;)
Terkadang awan gelap menghalangi hidup kita..tapi percayalah saat kita mengikuti anginnya Allah..Dia akan menghembuskan awan gelap itu menjadikan langit penuh dengan bintang..
jadi apapun permasalahan dihidup kita..percayalah Allah memberikan jalan keluar dan menjadikan hidup kita lebih indah..
Hidup adalah anugerah..terimalah..
Salam hangat tuk sahabat..
Natan Sumiyarto
http://www.natansumiyarto.blogspot.com
http://www.RahasiaWebsitePemula.com/?id=natan
Gelap … ketika dunia memalingkan mukanya, gelap … ketika matahari menyembunyikan dirinya …, gelap ketika manusia tak lagi mengindahkan peringatan Sang Kuasa, gelap … ketika sesak dada akan kecewa dan syukur yang hampa. thanks 4 share, nice post
One Trackback/Pingback
[...] setelah EMP diledakkan. Keadaannya hampir mirip sedikit dengan apa yang dialami oleh salah satu blogger cewek ini, seperti dalam salah satu postingnya ketika pemadaman listrik terjadi… wak… Tinggalkan sebuah [...]