
Beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan dari seorang sahabat saya “De, pernah gak merasa hidup ini koq hampa yah? hidup ini koq kosong yah? hidup ini koq gelisah, bahkan gue merasa sepi ditengah keramaian De” intinya sahabat saya ini merasa tidak bahagia hidupnya, kosong kaya mati tapi hidup :) kemudian saya mulai bertanya kepada hati nurani saya, pernahkah saya merasa hidup saya kosong seperti sahabat saya ini, dan hati nurani saya menjawab tanpa basa basi “PERNAH banget lah De, lo kaya gitu”
tapi itu dulu, sekarang gak lagi kan? iya, karena sekarang saya mengerti arti dari hidup ini, arti dari bahagia ini dan itu dan arti siapa saya, karena dengan mengenal diri saya maka saya mengenal pencipta saya, bukan begitu?
Dulu saya pikir bahagia itu adalah semua yang berada diluar diri saya, ketika saya naek angkot ke kampus maka saya berpikir pasti bahagia kekampus bawa mobil sendiri, ternyata TIDAK, dulu saya pikir pasti bahagia banget deh pake BlackBerry ketika HP saya hanya HP standard, ternyata TIDAK, dan bodohnya saya juga pernah berpikir pasti bahagia punya kekasih yang ganteng dan wangi seperti Nicholas Saputra, setelah saya memiliki meski gak mirip tapi memang ganteng banget
ternyata bahagia itu lenyap bak embun tertelan matahari ketika si dia ternyata melukai saya … artinya bahagia itu akan sirna seiring dengan saya memiliki apa yang saya pikir bisa membuat saya bahagia, ah sungguh semua sumber kebahagiaan yang berasal dari LUAR diri saya adalah SEMU, ada umurnya dan akan cepat sekali berlalu.
“Jadi kebahagiaan itu bukan apa apa yang diluar diri kita kan De? gitu kan maksud lo?” Iya, betul sekali
Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat harus punya ini dan itu, Saya tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia karena ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi, dalam kondisi apapun” jadi saya pasti akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki uang banyak didompet, walaupun hidup saya tidak seperti yang saya rencakan, idamkan, impikan. Semua itu tidak akan mengganggu saya karena saya tidak menempatkan kebahagiaan saya diluar sana. Bahagia ada didalam diri saya, bukan tergantung dengan benda, dengan manusia lain sekalipun, Bagaimana? setuju gak dengan pendapat saya?
![]()
Kalo kata guru mengaji saya ”De, bahagia itu adalah BERSYUKUR dengan apa apa yang kita miliki dan apa apa yang tidak kita miliki, kita tidak akan selalu mendapatkan apa apa yang kita inginkan kan De, maka berbahagialah dengan apa apa yang kita miliki“ asikkk, ustadz saya ini memang gaul luar biasa
saya kadang fokus pada apa apa yang tidak saya miliki, terus aja mikirin kapan yah punya uang banyak, kapan yah digonceng motor sama pangeran, kapan yah punya kekasih yang baik hati dan menerima saya apa adanya [haih...], punya ini dan itu
padahal setelah punya juga gitu gitu aja koq, “jadi maksud lo gak boleh punya angan angan gitu ya De” bukan gak boleh, tapi ketika semua fokus hanya tertuju ke angan angan itu dan membuat kita gak bahagia, uring uringan, gak tenang, kosong lah, hampalah hidup … kira kira pantas gak kita begitu, mikirin yang gak mikirin kita, mending mensyukuri apa yang kita punya kan
punya uang sedikit yah gak apa apa yang penting masih bisa sedekah sehari Rp.10.000,- cuma bisa makan tempe hari ini yah gak apa apa, orang yang makan daging setiap hari juga belum tentu bahagia koq
gak punya pacar kaya Nicholas Saputra yah biasa aja, toh jadi pacarnya juga belum tentu bahagia bukan? *kalau ini kayanya bahagia De* hahaha… gak lah, jangan menggantungkan bahagia pada manusia, nanti kecewa !!! sip
Bodoh gak sih ketika saya menjual bahagia saya untuk memikirkan semua yang tidak saya miliki? sementara yang saya pikirkan seperti mobil, uang, blackberry dan si ganteng itu gak mikirin saya koq
jadi mulai sekarang luruskan pengertian bahwa bahagia adalah bukan yang berada diluar sana tapi yang berada didalam sini, didalah sepotong daging bernama jiwa yang ketika ia bahagia maka bahagialah seluruh raga, ngikutin hati kan raga ini
![]()
Saya tenang ketika saya sibuk memperbaiki diri sendiri bukan memikirkan bagaimana orang lain harus sebaik saya, saya bahagia ketika saya menjadikan ALLAH sandaran hati saya, tempat saya meminta kasih sayang, tempat saya memohon dengan linangan airmata, saya bahagia bermunajat menumpahkan isi hati saya pada saat saya tahajud, saya bahagia melihat senyum manis kaum duafa dipinggiran jalan ketika menerima uang Rp.10.000,- dari dompet saya, saya bahagia ketika saya mampu membantu sahabat saya keluar dari masalah yang menghimpit dan melihatnya kembali tersenyum, saya bahagia tanpa syarat kepemilikan diluar sana.
“Tapi hidup kan gak selalu bahagia De, kadang sedih boleh kan?” boleh lah kita manusia toh, tapi sedih kan hanya sewaktu waktu, sedih apa sih? kehilangan kekasih kan gak setiap hari kita kehilangan kekasih kan? masa sedihnya sepanjang hidup
difitnah orang? direndahkan orang? disepelekan? gak dianggap? dimaki dosen pembimbing? kan gak setiap hari juga hal itu terjadi paling hanya satu dua kali seumur hidup, masa gak bahagia terus karena mikirin itu, mending maafkan dan lupakan, ALLAH maha membalas, gitu aja koq repot
Sekarang saya mulai berpikir lagi, jadi apa yah hubungan antara judul yang saya ambil dengan tulisan saya tentang bahagia ini
duh Ade, kenapa sih pagi pagi udah gak konek … sarapan dulu gih, sepiring nasi goreng tanpa kecap dan segelas teh manis hangat buatan sendiri
Setelah itu mandi ya De … mandi engga yah? mandi engga, mandi engga? ngitung kancing :) cantik cantik koq bau asem *hati nurani kembali nimbrung tanpa diundang* sungguh hati memang tak pernah dusta.
101 Komentar
Nyalain petromaks dulu deh.
Seringkali kita memang berfantasi tentang kebahagiaan dengan ukuran-ukuran yang kita ciptakan di luar diri kita sendiri. Saat fantasi itu menjadi realita, ternyata kebahagiaan tak jua didapat. Banyak keinginan sering jadi sumber kesengsaraan.
wew..artikel anda benar2 menjadi tamparan keras bagi saya, untuk sadar dan bangun dari tatapan yang selalu melihat impian dan ambisi. saya terkadang lupa, bagaimana cara membahagiakan diri sendiri dan hanya fokus bagaimana memenuhi hasrat dan keinginan. Tapi apa yang anda tulis, memang betul setelah kita mendapatkan sesuatu kebahagiaan pun tak kunjung menghampiri.Hanya ambisi untuk lebih dan lebih lagi. Terima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat ini.
2 thumbs up 4 u.
menata hati untuk bahagia adalah kunci meraih kebahagiaan
Setuju De, bahagia terletak di hati yang tidak banyak angan-angan, hati yang mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita dan meyakini apa yang kita terima adalah pemberian terbaik buat kita.
Pada orang tertentu, malah tidak ada lagi kata senang dan susah, karena semua kondisi baginya sama saja, yang semestinya memang terjadi pada dirinya, dan dia terima dengan rasa yang sama… syukur dan ikhlas.
Makasih ya De dah berbagi di pagi ini. Mau juga kalau dapet bagian sarapan pagi nasi gorengnya
secara perlahan bolong2 hati tertimbuni.
terimakasih telah berbagi…
indahnya…
nuhun gusti.
lama ga berkujung ke sini
saya teh rajin berkunjung…
pas giliran mo kirim komen, jaringanny ngambek.
mungkin saya perlu BB juga kali ya.
Jadi,maksud si ade adalah hati nuraninya ga pernah dusta saat bilang bahwa si ade cantik.
-ikutan ga nyambung, soalny ga kebagian nasi gorengnya sih-
Memang tidak ada patokan khusus untuk menimbang rasa bahagia. Kumaha hate nu ngajalankeun….Bahagia tidak dapat dipaksa-paksa
bahagia adalah di hati, penerimaan dengan ikhlas tak perlu memandang yang lain sebagai yang lebih
Ass..,
Mau nanya, kemaren tu da yang bilang ma saya, ” Kalau kita sayang (cinta) sm seseorang, belum tentu seseorang tu nge balas sayang sm kita, Tapi kalau kita sayang (cinta) sm Allah, PASTI Allah akan balas sayang nya ke kita. Kalau menurut mbak gmn???
waaah segernya menikmati telaga hati…
‘bahagia melihat orang lain tersenyum dan bersyukur atas bantuan kita’
dengan kata ‘orang lain’ artinya kebahagian bisa datang dari luar diri kita…
tidak dapat dibayangkan kalau kita berpandangan bahwa kebahagian hanya datang dari dalam diri kita..
maka kita bisa menjadi seorang terisolir
dan menyalahi kodrat kita sebagai mahluk sosial…
tidak dapat dibayangkan pula kalau berfikir bahwa kebahagain hanya datang dari luar, mungkin selamanya kita tidak akan bahagia kalau sesuatu itu belum kita dapatkan..kita bisa menjadi orang yang gelisah…serakah..tidak peduli haram atau halal..naudzubillah
pada dasarnya kebahagian datang dari mana saja, tidak bisa dipisahkan antara dalam, luar dan yang memberikan kebahagian itu yaitu ALLAH..
ade, atau siapapun dirimu yang aku kagum jujur, semua memang akan bermuara pada satu
‘Alqur’an dan Alhadist’,yang mengatur agar hidup kita bahagia di dunia dan akhiratNYA.., yang menurut ade surat cinta dari ALLAH .. yah komunikasi dengan DIA melalui surat-surat itu..
’sesungguhnya kebenaran datang dari ALLAH’. kesalahan datang dari saya yang bodoh…
aguss
ada yang missunderstanding euuuh :]
telaga hati yang penuh makna..
salam,
Wah. Kalo telaga itu udah ada di hati,di dalam diri, maka gak perlu cari2 telaga lagi buat dapatkan kedamaian dan cinta. Tapi saya juga berharap dapet telaga alkausar
hari ini sy bahagia banget melihat telaga di gambar itu De
bening banget..sejuk banget..indah banget,gimana rasanya yah
duduk dirakit bambu apa ada itu..sambil makan nasi goreng tanpa kecap?
benar De,hati memang tidak pernah bohong.Kadang hati nurani suka nimbrung tanpa diundang
Makasih artikelnya mbak. Mungkin dari artikel ini saya sedikit tau apa yang sedang ku rasakan
Wah yg ini bwt sy terngiang2 untaian katanya…
Buat hidup lbih bersyukur pda Allah, maka bahagia dan hidup lebih indah…
‘contemplating..’
^^
Bahagia adalah kondisi perasaan jika manusia dapat hidup tenteram, yang akan dicapai jika segala masalah kehidupan dapat diatasi dengan ketenangan dan kesabaran yang berguna untuk melakukan analisa tentang apa yang sebenarnya terjadi, memilah persoalan dengan jernih tanpa menyalahkan apapun.
Bahagia akan dicapai jika hati, akal pikiran dilatih dengan tekun, terus menerus untuk tenang dan sabar dalam mengatasi persoalan hidup. Latihan dengan ketetapan hati yang kuat untuk ingat kepada Allah sebagai inti dari ibadah adalah tindakan yang harus dijalankan.
salam kenal aja deh dulu, baru pertama kalinya saya mengunjungi blog yang kalem ini
Membaca tulisannya seakan-akan aku terbawa di situasimu, seakan-akan mengingatkanku bahwa Allah ada di titik terdekatku, di urat nadiku… btw, tulisannya bagus, ini bukan pujian, tapi kata hati yang paling dalam…
Subhanalloh, aku jadi larut dalam kata-katamu… semoga yang kau tulis adalah dirimu dan Allah tetap menjaga dirimu begitu, Amiin…
Sedih kan kadang bisa dinikmati…
Kadang kita seneng tapi sebenernya hanya kelihatan seneng.
Menurutku sih.
assallaumaullaikum…
bahagia itu manakala sseorang bisa bersykur ke Alloh tatkala mendapat kebaikan2 atau nikmat. dan bisa bersabar tatkala ditimpa keburukan2 atau masalah. bisa ikhlas, dzikrulloh,artinya seseorang itu di katakan bahagia manakala ia bisa mengapliksikan dzikrullh dlm setiap geraknya. fi qoulin ukhro ada nilai ibadah di stiap geraknya…
Bahagia itu ketika hati mau bersyukur!
itu telaga dimana mbak…?
ko bagus banget….!!!
sebagus Nama Penulis dan Tulisannya..
mungkin sudah taqdir mbak jadi seorang penyair….
Very good progress.
Ini adalah langkah maju. Tidak hanya berputar-putar saja. Keep going.
Sebuah pepatah Cina berkata tentang cara mendapatkan kebahagian :
Kalau anda ingin bahagia selama 1 jam,tidurlah..
Kalau anda ingin bahagia selama 1 bulan, menikahlah..
Kalau anda ingin bahagia selama 1 tahun, milikilah banyak warisan…
Kalau anda ingin bahagia seumur hidup, berbuatlah kebajikan kepada orang lain sebanyak mungkin…
Ya, dengan memberi saya kira kita tidak hanya membawa berkat dan kebahagiaan pada orang lain, tetapi juga pada diri kita sendiri,..
Thanks atas lawatan kamu ke blog saya.
Salam sejahtera selalu,
ai..ai..aii, aku bahagia lihat komentar-komentar blogger di kebunnya ade…ehm, bahagia banyak yang mengenal bahagia itu menckupkan diri dengan bersyukur, lebi bahagia mungkin bila yang menjadi kabinet indonesia bersatu adalah saudara-saudaraku yang ada dikebun hikmah ini.
aduh gak nyambung ya dee – komen kali ini?, ah udah gak pa ya!
Oh ya. Saya juga harus bawakan seikat mawar untukmu nih.
Maafkan, ini bahasa bunga.
Artinya :
Biarkanlah semua yang sudah dilalui sebagai sesuatu yang kita tinggalkan. Yang sedang kita alami pun akan segera berakhir dan kita tinggalkan juga. Karenanya, walaupun sejuta rasa telah dan sedang kita alami, relakanlah semua itu sebagai anugrahNya untuk mengantarmu kepadaNya.
Demikianlah mawar, berjuta rasa di antara pesona keindahan dan ketajaman durinya, akan segera berlalu begitu saja dalam semusim.
*Wah…*
wadhuh……..mau komentar koq sudah terlambat, yang di atas komentnya dah dibalas. Tapi ya ndak papalah, daripada tidak sama sekali.
Begini ya……”Aku tahu rizkiku sudah ditetapkan Allah, maka aku akan tenang, karena rizkiku tak akan dicuri orang lain. Dan aku tahu, amalan orang lain tak akan diberikan kepadaku, maka akan aku sibukkan diriku untuk beramal.” Betul kan De’.
Dengan selalu melihat ke bawah, memperhatikan orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kita, Insyaallah rasa syukur akan timbul. Dari rasa syukur itu kebahagiaan di hati akan tersemai…
Salam kenal,
Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap
Baru kan terasa bila hilang
Apa yang diburu timbul rasa jemu
Bila sudah di dalam genggaman
Dunia ibarat air laut
Diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir
Panas yang membahara disangka air
Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
Dilihat ada ditangkap hilang
Tuhan ceraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Karena di situ tidakku mampu
Mengumpul dua cinta
Hanya cinta-Mu kuharap tumbuh
Dibajai bangkai dunia yang kubunuh
(saujana)
“kebahagiaan” sebuah kata yang di sulit di artikan seperti halnya arti “cinta”.
tp gue bahagia membaca tulisan ini…
tulisan yang sangat bagus, selamat mengawali awal pekan dengan kesuksesan.
Kebahagiaan yang hakiki tidak bisa diukur oleh kekayaan atau kemewahan semata, tetapi kebahagiaan yang hakiki hanya dimiliki oleh seseorang yang hatinya bersih dari penyakit hati…
karena berharap pada yang fana maka kebahagian itu tak kan diproleh, gitu de maksudnya?
Setuju banget Ade,
bahagia itu pusatnya ada di dalam diri ini.
Jika kita bahagia maka orang2 di sekeliling kita bahagia.
Jika kita bahagia, maka apapun keterbatasan yang ada maka kita dpt mengucap syukur.
Jika kita bahagia, maka ketika kesedihan melanda kita bisa menyikapinya sebagai ujian bagi iman kita.
Salam, EKA
kak ade : “Bahagia ada didalam diri saya, bukan tergantung dengan benda, dengan manusia lain sekalipun, Bagaimana? setuju gak dengan pendapat saya?
”
setuju banget kak ade
—————————– alaisa kadzalik,ya de..
thx ya sist…ade bener, gmn bs bahagia klo melulu mikirin yg ga kita punya…lama2 kt bs jd kuffur nikmat..naudzubillah…
makasiy ud mengingatkan ya de…hmmm, mesti bersyukur niy, py sahabat spt ade…take care sist ^__^
Maaf bu, baru ninggalin jejak lagi..:D
Telaga Hati hmm.. yups jangan gantungan kebahagian kita terhadap manusia..
betul..betul..betul.. kalau ada yg menyakiti kita, lebih baik maafkan dan lupakan. biarkan allah yg membalasnya
=======
Makin dalem tulisannya..apa mungkin karena hasil muhasabah diri yg makin kontinyu?
Gak konek mungkin karena blm mandi kali. Kalo badan bersih, segar dan wangi.. pikiran juga ikutan seger, jadi konek deh (*sotoy mode ON*)
Btw, uli goreng dan roti-rotian gak disebut de? tar naganya ngambek lho..
=======
lautan hati
kebahagiaan akan sulit datang jika kita berkiblat pada kekayaan harta,bersyukur itulah kiblatnya dengan begitu tingkat sedih dan mengeluh tidak akan bersemayam dalam hati.setuju de,jika hati adalah yang mengatur raga.
lam kenal.
Ade, tulisanmu membuat sebuah cermin di depan hidup ikhwan.
-
Benar de.. Telaga Hati & Kebahagiaan, Hati yg kehausan spanjang hari mgkn kan brbahagia ketika mdptkn kesegaran sbuah telaga. Seperti orang puasa, mndapatkan 2 kebahagiaan, ktika berbuka, & ktika di akhirat nanti.
Setiap orang mgkn brbeda2 mmandang kbahagiaan, Fir’aun mgkn mrasa bahagia itu dg kkuasaan, Qorun mgkn mrasa bhgia itu dg harta, Iblis mgkn mrasa bhgia itu paling tinggi diantara hamba Allah yg lain, Abu Lahab mgkn mrasa kan bahgia jika dpt mmpertahankan adat bapak2nya yg sesat, namun mereka berakhir tak bahgia.
Ssorg mgkn mrasa bahgia ktika mempunyai istri yg dia cintai, rumah, kendaraan yg bagus, anak2 yg taat, teman2 yg baik, pengikut yg setia. Namun smua itu sbenarnya adl ujian. Sbagaimana orang lain diuji dg keadaan yg sebaliknya.
Para Nabi adl orang2 yg paling berat ujiannya, tapi mereka adl org2 yg paling bahagia. Ingatlah bagaimana Nabi Adam diuji, Nabi Nuh, Nabi Ibrohim, Nabi Ayub, Nabi Yunus, Nabi Sulaiman, dan lainnya. Mereka bahagia karna mereka mengenal Allah dg benar dan dekat kpd-Nya dg taat dan sabar, jg syukur, berusaha, berdoa, tawakkal, berbaik sangka kpd Allah.
wah, kepanjangen nih komennya…udah dulu ah.. maaf..maaf..maaf…
Assalamualaikum wrwb …
Kata ipin upin ,,, betul .. betul .. betul .. mang kebahagiaan itu ada nya di sini ( di hati ) bukan yang di luarnya ,,, Barakallahu untuk yang memelihara kebun ini ,,
Kebahagiaan itu tidak bisa ditakar dalam sebuah hitungan yang pasti.
Ketika seorang yang memiliki mobil mewah melintasi persimpangan jalan dimana tukang ojek berkumpul, dalam hatinya dia melihat bahwa para tukang ojek itu begitu bahagia karena mereka bercanda dengan kawannya tanpa beban, makan dengan lahapnya dan selalu terlihat tersenyum. Beda dengan dia yang hidup dengan waktu, hidup dibatasi oleh aturan yang begitu banyaknya dan selalu pusing oleh pekerjaan atau usahanya.
Sedang para tukang ojek beranggapan bahwa yang duduk di mobil mewah tentu bahagia karena punya mobil bagus, ada sopirnya juga, punya uang banyak. Sangat jauh nasibnya dibandingkan mereka yang prinsipnya adalah hari ini mau makan apa, jarang berpikir hari esok akan seperti apa/gimana. Padahal anggapannya itu boleh jadi salah besar karena dia hanya melihat dari sisi yang lain, sisi luarnya saja.
Kebahagiaan bukan terletak pada apa yang kita pandang tapi pada apa yang kita rasakan karena indera untuk merasakannya pun bukan ‘indera luar’ tapi ‘indera dalam’.
Orang lain boleh menganggap bahwa memancing adalah hobi yang membosankan tapi tidak bagi orang yang memiliki hobi memancing. Orang lain boleh menganggap bahwa makan nasi goreng harus pake kecap tapi tidak bagi orang yang hobi nasi goreng tanpa kecap.
Satu sifat yang dapat menggiring kepada kebahagiaan adalah bersikap dermawan. Seorang yang dermawan hidupnya ditegakkan justru lebih banyak untuk memberi daripada mengambil. Karena orang yang dermawan prinsip hidupnya dalam meletakkan kebahagiaan adalah bukan pada kepemilikan hartanya. Juga bahagia bukan karena mengambil banyak, tapi memberilah yang mereka pentingkan dan dapat membahagiakan mereka.
suatu saat nanti blue berharap agar telaga hati yang tulus dan xuci akan selalu mengisi hari harimu disana jeung rindu..
salam hangat selalu
siapa sih yang tak mau menjadi bagian telaganya di hatimu jeung rindu……….hahaha lariiiiiiiiii
salam hangat selalu
duduklah mendekat jeung rin
biar telaga di hati kita akan tetap sejernih air telaga itu sendiri……..
salam hangat selalu
kita lestarikan telaga di hati kita yuk jeung………walah walah….lari takut ada mas Nug
salam hangat selalu
genggaman tasbih berada di tanganmu saat blue melihatmu duduk di telaga sambil memakai baju kerudung nan cantix
salam hangat selalu
__salamsoreerinduu^^__
__jadisering berinteraksi sama hatinya sendiriii??gituuh jdnya…kokbisa^^__
__tapi darisituuh justru keluar tulisan2 baik…kamu banget kayaknya__
__bahagiaituuh alhamdulillah__
__alhamdulillah…__
Rindu: duduk ditepi telaga itu, sambil memetik gitar ditemani secangkir teh hangat dan pisang goreng buatan si mbok, inilah syurga sebelum syurgaNYA ALLAH … ah sungguh untuk bahagia memang tanpa syarat, meski tak memiliki apa2 dan siapa2 kita mustinya bisa bahagia
setuju gak mas? ini kata hati nurani saya yang gak pernah dusta itu.
Relatif sih De, Ade bisa bahagia karena si mbok masih suka buatin teh hangat dan pisang goreng,tapi kalo si mbok sudah enggak membuat teh ama pisang goreng lagi utk Ade,hati nurani Ade akan berontak lagi deh
gimana pendapat Ade?..:)
Jadi ke sampiren rupanya
Sebuah kutipan tentang makna kebahagiaan:
Tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi berbahagia.
Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan, bagi diri sendiri dan bagi sebanyak mungkin orang lain.
Yup..setuju @ kang Jafar
intinya kebahagiaan itu tidak perlu dicari..tapi harus diciptakan,dengan begini mestinya dalam kondisi apapun kita bisa bahagia
De,teh hangatnya mana neh
hidup akan lebih terasa bahagia jikalau kita mau mensyuluri apa yang telah diberikan Nya ya Teh..
-salam- ^_^
Salam ade.. maf super telat nih br sempat berkunjung..
*berKomen.
Kebahagiaan,kesedihan,keceriaan adalah..
suatu KEBIASAAN yang timbul dari pengaruh pikiran dan hati untuk merespon sgala yg terjadi baik dr luar maupun dr dlm diri seseorang…
Dan kebahagiaan itu bersifat RELATIF…Yg bs dipahami dg uji coba berikut ini:
1.sediakan tiga buah ember A, B, C…
2.ember A diisi air es,
ember B diisi air biasa
ember C diisi air hangat
3.Secara bersamaan Masukkan tangan kiri ke ember A, tangan kanan ke ember C(biarkan beberapa saat)
4.Kemudian angkat kedua tangan,dan secara bersamaan masukkan kedua tangan ke ember B…
5.Monggo dipun cobi… He he he
jadi bijaksanalah…Kebahagiaan itu berbeda2 utk masing2 orang dan sulit utk diuraikan dg kata2(mungkin air di sungai nil takkan cukup jk di jadikan tinta utk mendefinisikan tentang kebahagiaan)
kecuali dg mengalaminya sendiri…Coz itu adl anugrah dr Allah Swt.
Mmhh…Bendol ngerti neh. Jadi kesimpulannya…dah mandi belom?
hehe…..
Hemmm………
“Syukuri apa yang ada”
“Hidup adalah anugerah”
Seringkali kebahagiaan diukur dengan standard2 nafsu kita sebagai manusia biasa. Sungguh artikel yang sangat mengena dan inspiratif. Salam kenal mba
sebenernya kan ade udah tau dari dulu, cuma sekarang jadi makin mengerti.. ^_^
Sepertinya Adem nih kalau nyebur ditelaga..
Semoga terapinya berjalan sesui harapan ya De..Insya Allah, Amin..
Menurut Rasulullah S.A.W, Kita harus berbuat adil kepada siapapun (termasuk alam dan sekitarnya) dan juga berbuat adil untuk diri kita sendiri.
Jadi kepentingan diri sendiri dan keluarga juga perlu diperjuangkan De.Kalau harus menepi menepilah dulu untuk kesembuhan Ade.Jangan terlalu memaksakan diri.Doa ini selalu bersamamu De. (Maaf yah komen ini terkesan OOT).
Assalamualaikum de, Telaganya sangat sejuk, airnya dapat membuat para pembaca menjadi adem dan semoga dapat memperoleh kebahagian yang seseunguhnya, wassalam,
Setuju: jangan menggantungkan bahagia kepada manusia, bisa kecewa..
Hanya pada Allah-lah kita bergantung, dan takkan pernah mengecewakan…
wah inspiratif banget buat saya… menambah spirit baru buat hidup saya…
salam kenal ya de…
artikel kehidupan yang menarik, sebuah kesederhanaan berfikir akan membawa kebahagiaan yan gak bisa di tukar apapun…
bahagia adalah apabila kita bisa tersenyum manis saat melihat orang lain bahagia dan tersenyum manis saat melihat diri kita saat bercermin.
halo mbak ade…
apa kabar???
semoga hati kita bisa setenang telaga ya
postingan yg asik utk dibaca. salam kenal
kalau guru ngaji saya bilang untuk menimbulkan hati supaya bisa bahagia dalam menjalani hidup ini dengan memperbanyak dzikir betul ?
dah lama gak nengok ke sini nih…
fotonya menambah hati jadi teduh,
jadi ingat sebuah syair lagu :
bila hati kian lapang
hidup susah tetap senang
walau sulit menghadang
dihadapi dengan tenang
tapi bila hati sempit
segalanya jadi rumit
seakan hidup terhimpit
lahir batin terasa sakit
jadi inget bukunya pak erbe sentanu, soal bahagia itu soal hati soal rasa meber benul sekalehhh.
yg makan daging tiap hari juga belom tentu bahagia nah betol itu, yang g makan tiap hari gimana coba.. ?
)
)
*semprulll ngerusak aja disini aqu*
hik…hik….cantik tapi bau asem gimana ya ?
=======
yg pasti baunya gak enak.. hehehe..
piss Ade *salam 2 jari*
=======
TERAKHIRRRRRR (seperti biasa telat)
saya selalu takut jika hati ini terlalu sesak dengan perasaan dengki dan iri hati karena disinilah pangkal berbagai penyakit hatid an bathin…
mungkin kita kurang bersyukur….
mohon diamankan teh posisi terakhir ini hehehe
Nice Pic… jadi inget Lido n Sampireun
Menyapa sahabat “blog walking” semoga selalu dilimpahkan rahmat dan kasih sayang dari Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
subhanalloh, masih ada juga perempuan yang sholehah
blog walking salam kenal dari blogger karangayar
Memang kebahagiaan tidak dapat di ukur dari apa yang kita terima tetapi apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.
Sukses ya….
sekedar renungan… semoga bermanfaat bagi kita semua..
——————————————————
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri
karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia
juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada
disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi
kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya
sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya
bertanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah
denganku…?”
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia
menolak untuk menikah dengannya.
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk
surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata
saya.”
——————————–
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat
status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana
keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap
siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan
di saat yang paling menyakitkan.
——————————–
Hidup adalah anugerah
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar -
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu -
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu -
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu,..
Ingatlah perjuangan ibu yang antara hidup dan mati saat melahirkanmu
Saudaraku
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak,
tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang
membersihkan atau menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang
tinggal di jalanan.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang
menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain -
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus
menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu -
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena
engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan jangan lupa
bersyukur dan bersujud mengharapkan Rido Nya.
NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, SEAKAN AKAN HIDUP ABADI
BERDO’A DAN IBADAH LAH SEAKAN AKAN MATI BESOK
-==========================
http://www.forumbebas.com/
assalamu’alikum
terima kasih buat sekian banyak tulisannya… banyak hal yang bisa saya renungkan dari sini…
wassalam
maaf br bls de
biasa sibuk cari kehidupan
maaf atas komen saya..
perbedaan adalah sunnatullah
ya ALLAH, semoga kami semua selalu diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat-MU
]
[do'a sy tiap abis sholat
goes_102003@yahoo.com-fb,ym)
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi.. pokoknya saya ngabsen dulu yaaaa.. masih banyak tugas keliling maklum habis istirahat tugas banyak yaaaa.. harap di persorry..
salam sayang
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
gambarnya ciamik
perempuan…perempuan.
kebahagiaan hanya akan didapat apabila kita merasakan kedamaian atas segala hal dalam kehidupan ini.
Jika anda tidak merasakan kedamaian dalam setiap langkah kehidupan anda..maka semakin jauh kebahagiaan itu menghampiri kita.
Jadi? hiduplah dalam kedamaian….jangan membohongi hati nurani,jujurlah pada diri sendiri….niscaya kedamaian akan datang beriringan dengan kebahagiaan…
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. Dan kehidupan Dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (Lihat Q.S Al Hadid : 20)
hi…hi…hi…mbak rindu (mbak lagih…kesannya udah tuwir,maap salah lagih dewh ) abis bingung mau bilang apaan…..um…ka rindu( cie…kaka emang mau punya adik kayak gw ) pokoknya…..kebahagiaan itu` ketika kita tidak sedih (nya heuheuh atuwh)camkan itu !!! *muka di sangar-sangarin* (naon deui..gag jelas)wakakakakaka…..canda ka..dah ah sekarang orientasi kita bukan pada apa yang kita inginkan tapi proses yang baik menuju keinginan kita, yang akan membuat kita jadi mahluk bahagia….walau kadang membopong nenek yang tidak bisa jalan dan membuat punggung kita encok…bahkan dapat membuat kita bahagia setengah mati(asal jangan mati beneran)karena kita sudah mampu menjalankan peran kita sebagai seorang cucu.meski kadang kita dipandang sok tau……di mata mereka(nenek dan aki kita)he…he…he….
“bahagia itu adalah BERSYUKUR dengan apa apa yang kita miliki dan apa apa yang tidak kita miliki” ini kalimat dalam bgt maknanya ya de,…
)
terkadang manusia berat hatinya untuk bersyukur atas apa yg tidak dimilikinya.
semisal “hutang” jarang bgt manusia yg bersyukur `tidak memiliki` hutang, apalagi mengeluh krn `tdk punya` hutang yg banyak,… hehehe
sepertinya jeng ade ini fans beratnya nicolas saputra ya..? namanya sering muncul di kebunnya..
saya doakan deh semoga jodohnya mirip sm nico yg bisa menjadi imam yg baik dlm keluarga ade…
Tulisannya bagus banget…thanks ya
thanks atas infonya….sungguh tread yang paling bagus..yang pernah aku lihat…semangat….
membaca tulisan ini bagaikan nostalgia beberapa tahun silam saat menemukannya:)
kebahagiaan adalah sumbu roda yg berputar di tengahnya (sifatnya kedalam dan konstan dalam putaran apapun tak berubah posisinya) ,sementara semua yg kita pikir akan mendatangkan kebahagiaan,itu hanyalah bagian dari roda yg berputar itu(keluar dan berubah2 sesuai posisinya di lingkaran roda itu)
nah yg diluar ini sebenarnya bukan bahagia,tapi senang… tapi banyak manusia yg tidak mampu membedakannya. dipikirnya kalo lagi bete belanja bisa bikin bahagia,padahal cuma senang sesaat saja yg didapat:)
bahagia itu sekarang!!
“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present ” – master oogway in kungfu panda
za sangat t’tarik dgn crt ato tulisan p’ Achmad Alfauzi…bner2 jd pelajaran b’harga bwt sya…terima kasih…dan sy sangat b’ syukur Allah swt mengingatkan hal tu melalui anda…