
Kemarin saya membaca blog motivasi, disana saya berselancar mencoba mengerti seperti apa hidup yang sudah saya jalani, akan saya bawa kemana hidup yang dititipkan ALLAH kepada saya dan akan dikenang sebagai apa seorang Ade setelah saya berada dibawah lipatan tanah. Hidup adalah perjalanan menuju kematian bukan? katakanlah bahwa hidup adalah mengisi sebuah lembaran lembaran kosong yang bernama buku kehidupan…
Kemudian saya berpikir jika hidup ini adalah lembaran, dan lembaran itu adalah cacatan kehidupan yang akan dikembalikan kepada saya oleh ALLAH di mahkamah ALLAH pada saat saya dihisab nanti untuk saya pertanggung jawabkan, sudahkah saya mengisi nya dengan kebaikan kebaikan, dengan jiwa yang membangun, dengan menjadi manusia bermanfaat bagi banyak orang, dengan menjadi sandaran luka bagi jiwa jiwa yang kering, atau saya malah telah mengisi lembaran hidup saya dengan menyakiti hati orang orang yang mencintai saya, mengecewakan orang lain, bahkan hidup dalam kesombongan, TERSADAR lah saya bahwa saya adalah penulis, bukan penulis blog tapi penulis lembaran kehidupan saya sendiri, jadi bisa dipastikan bahwa kita semua adalah PENULIS BUKU KEHIDUPAN KITA
“De, life is too short to waste, dan hidup ini hanya sekali, jadilah bermanfaat buat sebanyak banyaknya manusia lain, cukuplah begitu De, dan buatlah hidup ini dikenang karena kita bermanfaat,Hidup itu terlalu singkat untuk disia – siakan dengan menjadi bagian dari manusia rata – rata. Manusia yang tidak jelas kemana hendak melangkah”
Jika hidup ini singkat, maka jangan hanya sekedar hidup seperti orang yang hanya numpang lewat saja. Jika memang hanya singgah. Buatlah singgah tersebut menjadi sesuatu yang akan selalu diingat dan dikenang dunia. Karena hidup yang kita jalani kini adalah cerminan akan menjadi apa kita kelak. Makanya buat diri anda pantas dan layak untuk itu untuk dikenang, apa yang saya tulis dibuku kehidupan saya saat ini menentukan akan dikenang sebagai apa jika kelak saya wafat
![]()
Maka isilahlah buku kehidupan kita dengan lembaran lembaran yang berisi tulisan yang indah, yang ketika membacanya kita ingin mengulang lagi kehidupan yang singkat ini bukan menyesal telah hidup didunia yang singkat ini, jadi lah HAMBA YANG MEMBANGGAKAN PENCIPTANYA, stop berlaku yang menyakiti diri sendiri apalagi orang lain, mulai sekarang isilah hanya dengna yang baik baik saja, jangan tunda untuk berbuat baik hingga esok, sekarang bukan nanti.
Karena kita tidak pernah tahu saat dan detik mana napas akan berhenti, bukan?
Buatlah tapak, setidaknya menulis di blog seperti si Ade dan berbagi untuk dikenang ketika kita telah berada dilipatan tanah nanti, jangan berhenti menulis dan teruslah berbagi agar awan terus bergerak dan apa yang kita tulis saat ini dilembaran kehidupan itulah yang akan dikenang oleh orang orang yang akan kita tinggalkan
buat hidup lebih hidup
*A mild mode ON* hahahaha … serasa jadi motivator lagi saya nih !!
eh De, gambarnya bukan lo banget sih
Wah…tulisannya memang penuh motivasi
Numpang mampir dan salam kenal…
Salam hangat & sukses selalu…
waduh…sungguh dari hati jatuh ke hati entri ini ade. Pengubat aku yg malas nulis jua ini. Makasih de.
hmm.. susah deh mo komen apa… saya baca beberapa tulisan sebelumnya,… blog ini tempat bagus buat belajar. teruslah berbagi dan mejadi bermanfaat.. salam
kehidupan ini adalah skenario terbaik dari Allah. Karena semuanya telah tertulis dalam lauhul mahfud
De, mungkin normal jika manusia ingin dikenang baik… Tapi ada lagi yang lebih mengagumkan… Mereka adalah manusia-manusia yang tak ingin dikenal orang… mereka hanya ingin dikenal orang sebagai orang biasa saja, tidak populer, tetapi ternyata kualitas mereka jauh lebih tinggi daripada yang diketahui banyak orang… terkadang mereka baru populer setelah meninggalkan dunia yang kemudian baru diketahui kebaikan2 mereka… terkadang mereka memang sudah terkenal baik namun ketika meninggal, baru diketahui ternyata kebaikan mereka jauh lebih banyak…
Walaupun pada akhirnya mereka dikenang, namun asalnya mereka tak ingin populer, terkadang asalnya juga mereka tak dikenal siapa-siapa dan akhirnya juga tak dikenang siapa-siapa…walaupun mereka luar biasa…
mereka takut riya / sum’ah… mereka ingin amalnya ikhlash karena Allah semata.. bukan karna manusia… bukan karna ingin terkenal.. bukan karna ingin dikenang orang.. tapi hanya karna Allah…
Setiap seseorang beramal, akan selalu ada hal yg menggodanya untuk riya/sum’ah…nmenyeretnya utk jauh dr ikhlash… Setiap orang hendaknya slalu membenahi niatnya agar terus menuju keikhlashan dan terus mempertahankannya sampai ajalnya tiba…
Semoga kita senantiasa ditolong oleh Allah untuk senantiasa ikhlash dalam kehidupan kita…
Teruslah menggedor pintu jiwaku, De, agar aku tetap terjaga untuk melanjutkan perjalanan menulis buku kehidupan ini.
Assalamu’alaikum ade Meutia,
Alhamdulillah ALLAH masih berbaik hati memanjangkan umurku hingga dapat bersilaturahim kembali di kebunmu.
Sekedar mengingatkan bahwa kebaikan-kebaikan yang telah berhasil kita torehkan dalam buku kehidupan, tak lepas pula berkat doa-doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang menyayangi kita (orang tua, suami, istri, anak-anak, ataupun saudara nasab maupun agama).
Maka jangan sia-siakan doa mereka dengan kembali melaksanakan kemaksiatan kepada ALLAH. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang pandai berterima kasih. Amin Ya ALLAH
Wassalamu’alaikum
Salam Takzim
Perjalanan bahasa hidup yang menggelitik jiwa, hingga tak sadar ada tetesan air menetes dari kelopak hitam kala membaca lembaran-lembaran yang tersusun hingga yang menyimak tersanjung
Salam Takzim Batavusqu
hhmmm, mari terus berkarya dan saling berbagi serta saling memberi motivasi hingga titik semangat yang terakhir he2
Salam bahagia, wah…memang sebuah tulisan yang menyangkut inti dari perjalanan yang kita lalui. Mudah-mudahan kita tidak terlena dan mabuk sehingga lupa pada tujuan yang sebenarnya.oke…l.
whoah mbak… kalo tulisanku banyak tip ex nya… ada juga yang dicoretin dikit juga… sebagian pake pensil dulu blom pake bolpen… acak adut deh pikoknya…. yang penting bisa kebaca dulu ma sendiri aja deh… sebagian malah lupa dah nulis apa…. hihihi… biarin lah… seru juga kok…
melangkah dan terus melangkah untuk menciptakan jejak yang semakin baik dan bernilai untuk diri sendiri, orang lain dan alam sekitar.
ikutan comannya om Daiichi bolehkan jeung rindu……….hehehe
salam hangat selalu
Manusia akan dikenang dari kebaikan-kebaikan yang pernah ia perbuat saat masih hidup.
Saat kita masih hidup seperti sekarang inilah sebenarnya kita sedang menulis buku kehidupan kita sendiri.
Tubuh kita adalah pena-nya dan akhlaq keseharian kita adalah hasil goresan tinta yang kita torehkan, apakah menghasilkan tulisan yang bagus dan indah ataukah tulisan yang jelek lagi bikin pusing yang bacanya.
Salah satu nasihat dari Sayyidina Ali Kw.
Mulailah kita untuk membiasakan berbuat baik dalam hidup ini sehingga kebaikan itu akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan itu akan menjadi tulisan indah yang mewarnai hidup kita.
jadi, mbak rindu udah mulai dokumentasiin buku kehidupannya belum?
saya sih, udah mulai nih.. dikit2.. tapi dibikin sedikit fiksi, biar ga terlalu gamblang
Ada suatu hal… itu sudah tersirat di salah satu tulisan di blog ku…
haruskan seseorang menulis buku kehidupannya dengan tujuan ingin dikenang orang lain…
mungkin memang banyak orang seperti itu… tapi aku pernah membaca.. banyak juga orang yang tidak seperti itu… mereka jauh lebih tinggi….entah dapatkah kita menyusulnya…
Senang nya saya berkunjung ke blog Mba Rindu ini.. akan sesuatu yang saya bawa setelah berkunjung.. terima kasih bnayk Mba Rindu.. ^_^
mba tu gambar nya kayanya bagus jd wallpaper motivational.. dpt dr mana yah? nyari yg gede buat wallpaper…
hidup tak cuma sekali
tapi,,,(diselingi koma).
hidup di kandungan bunda hanya sekali,(koma)
hidup di muka bumi cuma sekali,(koma)
hidup di liang lahat sekali saja,(koma)
lalu berakhir di kehidupan yang abadi yaitu alam Akhirat (kayaknya jg “sekali saja”…coz Q blm kesana hwek hwek..)
Sebenarnya Tulisan pokok tentang diri kita sudah terbentuk dalam ikatan kontrak semenjak kita masih dalam kandungan (usia 4 bulan)yaitu tulisan mengenai JODOH, REJEKI, serta MAUT…..yang tak mungkin tertukar dengan orang lain.
Namun lebih dari itu, kita harus melengkapi tulisan/catatan harian yang akan diadministrasikan oleh kedua malaikat(roqib dan ‘atid) yang berwajib dalam membukukan catatan itu…
yaitu tentang amal baik dan buruknya perbuatan kita, tentunya untuk dipertanggungjawabkan di DUNIA dan AKHIRAT.
Sebagai mahluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, kita mempunyai tanggung jawab moral terhadap catatan harian yang telah kita kerjakan….
(jika kita suka berbuat baik, masyarakat sekitar akan merasa nyaman.
Sebaliknya jika kita sering membuat kerusuhan atau menyinggung perasaan, tentunya masyarakat akan benci)
Kemudian sebagai umat Muhammad SAW, yang memiliki tanggung jawab secara agama (di akhirat nanti), catatan itu akan merujuk pada ke-ridha-an Allah SWT untuk menentukan timbangan amal kita…
jadi, secara BIJAK dan DEWASA kita harus memiliki LANDASAN YANG BENAR agar “TULISAN KEHIDUPAN” kita tidak sekedar “oret-oretan” semata.
Semoga kita bisa mengisi kehidupan kita dengan kebaikan kebaikan ya De…
bicara masalah hidup dan kematian, saya ingat skala kehidupan di bumi dan skala kehidupan di akhirat . 1:70.000 mudah2an tidak salah. satu hari di padang makhsyar, 70 000 tahun di bumi. gimana kita yang cuma 50-60-70 tahun di dunia ya? sebentar sekali…
Ternyata hidup di dunia ini. seperti mengerdipkan mata saja….tetapi kadang kita suka lupa promosi pahala yg diobral di bulan ini…bahkan door prize lailatul qadr.
Wah harus kasih komentar apa ya? Materinya yang ditulis baik dan semua komentarnya baik dan bagus… hmmm..
Begini, saya pikir hidup itu harus balance dan tahu bagaimana memposisikan diri. Klo ibadah, ya kita inget mati supaya timbul kekhusuan. Kalo bekerja, inget hidup selamanya agar timbul semangatnya. Menurutku kurang tepat, kalo orang berpikiran hidup di dunia ini sebentar kita tinggal nunggu mati. hmm.. Kalo sebentar, tapi ko lama banget ya.. Mungkin akan lebih bijak kalo berfikir kita jangan sebentar atau lamanya. Tapi, setiap detik, menit dan hari harus ada kebaikan yang kita dapat dan lebih bermanfaat lagi untuk orang lain. Siapa tw dengan umur kita panjang,tambah kebaikan dan bermanfaat.
Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Makanya saya pengen jadi pengusaha, yang bisa menghidupi orang banyak dan membantu mengurangi beban pemerintah tentang penganggur. Kearah situ sedang saya rintis, mudah-mudahan Alloh senantiasa memberikan jalan kearah sana… Amiin
saya doakan smoga ramadhan ini menjadi ramadhan mba yang terakhir sendirian..mudah2an ramadhan depan sudah ada yang jadi imamnya..
———————–
———————-
bukankah mengurus kebun berdua lebih baik daripada sendirian..saya yakin banyak yang mau berkebun dengan mba..hehehe..
semangat terus mbak…
kebahagian merupakan FITRAH bagi setiap ingsan_ kesedihan, ketakutan, kegagalan dan sgala yG terasa kurang menyenangkan adLh pilihan yG kita torehkan dLm lembar kehidupan!!! WAWAHUA’LAM
Hebat-hebat, baru kaliini nemuin blog dengan konten unik, kreatif dan inspirastip. Salute!!!!
Assalamu’alaikum Rindu,
Rindu, benarkah hidup hanya sekali. Menurut saya yang hanya sekali hanyalah MATI, dan karena mati hanya sekali kita harus persiapkan kematian kita agar bisa lebih bermakna untuk hidup yang selanjutnya. Setuju kan rindu……….
“Semua insan rindu akan kedamaian
Damai hati tentram diri
Dalam ridho Illahi
Setiap insan mendambakan kesuksesan
Mulia dunia dan akhirat
Tentu ingin selamat
Beribadah yang benar, tak lupa juga istiqomah
Berahlak baik mulia, idaman setiap manusia
Belajarlah tiada henti
Bekerja keras, cerdas dan ikhlas
bersahajalah dalam hidup
Tak lupa bantu sesamamu
Bersihkanlah hatimu selalu
Ini kiat tuk meraih kesuksesan
Jangan pernah kau tinggalkan
Walau sekedar angan”
Betul sekali De …
Kita adalah penulis buku kehidupan kita …
So …
Mari kita hiasi buku kita dengan kata-kata yang baik …
dengan kejadian-kejadian yang baik …
agar buku kita itu bisa : Happy ending …
Begitu kan De ?
Salam saya
wah postinagn yang ini beda….
selamat menikmati nikmatnya berbagi dengan para duafa ya…
insya allah sore ini saya juga mau buka bareng sama 40 anak jalanan. salam
blue datang tuk mengatakan bahwa blue tak akan pernah bisa melupakan jejek jejakmu jeung
salam hangat selalu
Assalamualikum de’
Saya merasa saya tidak ikut menulis buku kehidupan saya – lha wong buku itu sudah ada sebelum saya ada kok.
Terkadang saya merasa saya memilih lembaran-lembaran di buku kehidupan, tapi kemudian saya berpikir, ah tak mungkin itu saya pilih karena Dia sendiri berfirman “Akulah yang menciptakan dan Aku yang memilihkan”, lalu apa yang harus saya pilih lagi?
Saya hanya senang menonton dari frase kehidupan setiap harinya yang Allah suguhkan pada saya.
_____
nb. De, harusnya menulis buku amal perbuatan karena amalan itulah yang ada didalam buku kehidupan yang Allah rahasiakan.
kalau saya…
menetapkan tujuan hidup (mimpi2)…terus jalani dan perbaiki kesalahan yang ada…terakhir petik hikmahnya dan bagikan pada semua orang…
saya sepakat dengan tulisan Mbak Rindu dan saya rasa tidak jauh dengan yang insya Allah selama ini saya yakini…
saya ingin apa yang telah saya dapat, semua orang bisa merasakan hal (hikmah) yang sama…
kalau kata guru ngaji saya dulu…dulu…sekali. Orang yang masuk surga itu adalah orang yang ketika akan dimakamkan, banyak orang yang ikut mengantar ke pemakamannya…dari sini saya menarik kesimpulan dari pertanyaan berikut: Kenapa jenazah tersebut banyak yang mengantar? Jawabannya: Pastilah karena orang tersebut telah memberikan banyak manfaat untuk sesamanya…Insya Allah kita pun akan mengalami hal yang sama. Amin
Salam,
Tjiliwoeng Dreams
setidaknya catatan kehidupan kita kelak bisa bermanfaat buat orang walau hanya secuil
karena kak ade memang bener2 jd mmotivator bagi pembaca2 “kebun hikmah” ini karena setiap tulisan2 kak ade banyak memberikan motivasi bagi pembacanya khususnya sy
tak terasa 1 tahun sdh sy mengikuti tulisan2 di kebun hikmah ini…dah banyak sekali hikmah dan manfaat yg bisa sy petik dr tulisan2 kak ade
terimakasih ya kak ^_^
Kadang kita seringkali berpikir… Kita TERLALU KECIL untuk melakukan hal besar, pekerjaan kita TERLALU SEPELE untuk menghasilkan karya hebat, Kita BUKAN SIAPA – SIAPA yang suaranya layak untuk didengarkan…
Padahal… itu semua bukanlah hal terpenting…
Bukan besar atau kecilnya PERAN, PEKERJAAN, atau DIRI KITA yang terpenting… Melainkan komitment kita untuk SELALU melakukan YANG TERBAIK lah yang terpenting.
Melakukan yang terbaik adalah WUJUD NYATA dari tanggung jawab kita pada ‘HIDUP YANG HANYA SEKALI’ ini yang di anugerahkan TUHAN YANG MAHA TINGGI pada kita.
Dan tak diragukan lagi, siapapun kita, apapun peran yang kita mainkan di atas dunia ini… kita harus sadar bahwa HARGA SEBUAH KEBESARAN ADALAH TANGGUNG JAWAB…
Hmm… postingan ini sungguh mencerahkan, Mbak Rindu… tapi kok saya merasa ada yang kurang yach… apa yach???
Ah iya… teh nya…teh nya yang kurang… dah habis nih mbak Rindu, habis enak sih… boleh minta lagi
Yap betul sist, hidup hanya sekali, dan terlalu singkat dan berarti jika hanya dihabiskan untuk mengurusi hal-hal yang ga penting
Mari sama2 membangun jiwa, berguna bagi diri dan sesama ^_*
Sekali Berarti, Kemudian Mati..
Manusia Percuma, bila tak berarti..
Asy-Syahid Hasan Al-Banna yg memiliki kapasitas dlm menulis buku ketika ditanya “Mengapa tak Mencetak Buku..?” Bliau menjawab : “Aku lebih senang Mencetak Mujahid..”
Namun perjungannya smpai kini terkenang..
bahkan Pergerakan Islam komtemporer hari ini bnyak menganut pemikiran bliau yg brilian..
Lalu, Mba Rin Mau Cetak buku atau cetak Mujahid…
Nah Lhoo.. Jadi inget, “Perempuan kembalilah kerumah..”
Always Menulis, ntar klo berhenti, aku pasti ‘RINDU….
He…8x
*Coment ke 5 di Kebun Hikmah, namun tak mnenal siapa sang pemilik kebun itu..
aku Mau kritis tulisan Mba, tp ga mungkin di Forum.. YM : deni_ardini
ku nantikan kau dibatas waktu… ^_^
Beberapa hari gk brkunjung,Ada yang beda kunjungn ke kebun hikmah pagi ini,mbak Rindu jd yg prtama coment d blognya sendiri,he he.
Moga mutiara hikmah d blognya tetap indah n jadi inspirasi pengingat jiwa untk semangat menulis kebaikan d buku kehidupan. Tetap istiqamah menjemput malam seribu purnama mbak.
De, mmm … gmana ya ngomongnya … ehemm … itu chapter ‘selesai in kuliah’ bulan september dah tamat apa belom? ^_^
Tiap sesi kehidupan selalu ada pertanggung jawabannya maka jgn biarkan hidupmu dlm ke sia-siaan.
hidup ini akan bermakna, jika kita berani melakukan sesuatu. berani mencoba sesuatu. asal dengan niat yang baik tentunya.
artikelnya menyejukkan mbak
wuaaa cimanggis tu daerah mana ya??? tp boleh ide saur on d road bsama duafa..mudah2an minggu dpn saya ikutan buat..
mbak adee.. bener2 top d blognya.. masyaallah tulisanya selalu saya baca.. bgitu indah makna hidup yg anda jalankan dan gambarkan.. mudah2an ade selalu bs berbagi yah.. berkaah hartanya,, berkah hatinya.. salam kenal..
Assalamulaikum wrwb,,,,
Jadi tersadar ,,, apa ya ” Tulisan ” dalam kehidupan saya ,,, apakah bagus atau carut marut ,,, astagfirullah ,,, ya allah bantulah hamba Mu yang lemah ini ,,,,, jazakillah khair ya ukhti ” Rindu ” ,,,,
Terima kasih yah, sudah selalu berkunjung ke kebun saya, dan sekali lagi saya agak mengurangi kegiatan blogging saya di Ramadhan ini, karena saya takut jika ini adalah Ramadhan terakhir saya
Jadi saya sedang merekonstruksi jiwa saya menjadi Ade yang baru, asikkk !!
Malam ini akan ada sahur on the road untuk 100 duafa di tempat penampungan Cimanggis, ikut yok !!
*kaya artis aja sih lo De, kaya begini disiarin di blog, ntar pahalanya ilang lo* hati nurani saya protes ….
Pada dasarnya kita punya PR, yaitu mengisi diary kehidupan kita dengan hal-hal yang natinya akan menolong ketika hari penghisaban kita telah tiba.