Sudah tiga bulan ini saya punya kegiatan baru disalah satu sanggar seni di bilangan Cinere, ada sebuah pendopo ditengah himpitan rumah rumah besar yang berada ditengah pepohonan yang asri, disana saya memiliki sepuluh orang sahabat yang berumur antara 7 tahun hingga 14 tahun, mereka adalah anak anak yang HEBAT yang mengalami keletihan mental akibat permasalahan yang ditimpakan oleh orang orang dewasa, termasuk orang tua mereka, mereka adalah anak anak cerdas yang mencoba berontak dari tekanan yang mereka sendiri tidak mengerti mengapa mereka harus mengalami ini, intinya mereka adalah anak anak korban ketidakharmonisan orang tua mereka dan saya adalah sahabat mereka setiap sabtu sore hingga malam minggu
jadilah saya tempat mereka berkeluh kesah dari menangis hingga memukul mukul tembok yang melukai raga mungil mereka, dan pelukan saya adalah obatnya
Menghabiskan sabtu sore bersama mereka bukan suatu keterpaksaan buat saya karena saya membutuhkan mereka untuk mengajari saya mengobati luka dan mereka membutuhkan saya untuk duduk disebelah mereka sekedar mendengarkan celoteh mereka, bernyanyi bersama dengan petikan gitar saya sambil memandang bintang yang bertaburan meski tanpa rembulan, buat saya bersama mereka saya seperti memasuki dunia yang penuh dengan pelangi, kesepakatan kami adalah “Life is beutifull, no matter what they say”
meski luka mereka masih bisa tertawa, meski lara mereka bisa tersenyum dan mata mereka tetap indah meski airmata menggumpal disana
mereka adalah ladang ibadah saya dan mata kuliah hidup saya
Sejak mengenal mereka ada yang melayang layang dijiwa saya sebagai orang dewasa, mencoba menyelami cara berpikir mereka dan akan terasa betapa hebatnya ketika seorang bocah berumur 10 tahun mampu menghapus airmata saya yang sudah tiga hari tidak mampu saya hapus
dan anak ini mampu mengubah pilu saya menjadi senyum
dahsyat …
Mengingat mereka terpikir di benak saya, seperti apakah wujud tangis kerinduan mereka pada Ibu, pada Ayah yang mengadzani dan mengiqamahi kedua telinga mereka ketika lahir, bagaimana mereka mengobati sepi ketika rasa rindu membuncah dan orang tua mereka berada didua tempat yang berbeda, kalau saya kangen Ibu saya akan datang ke makamnya dan selesai, kangen Ayah tinggal telp dan bisa bertemu, tapi mereka keadaan membuat mereka terbuang, sementara orang tua mereka melanjutkan hidup tanpa memikirkan suara hati mereka
para laskar pelangi ini memang sangat kuat, ah andai hati mereka bisa bicara untuk memberi tahu saya bagaimana mereka memecahkan rindu menjadi tiada
![]()
Mengingat mereka terpikir di benak saya, seperti apakah wujud pembunuh rasa sepi yang mungkin senantiasa hadir di hari-hari mereka? Rasa sepi karena di usia sekecil itu mereka tidak lagi mendapatkan sentuhan kasih sayang dari tangan seorang Ibu bahkan harus berpisah dari Ayah tercinta. Rasa sepi karena ketidakhadiran seorang Ibu yang membangunkan mereka, menyiapkan baju sekolah, menyiapkan sarapan, mengantar mereka ke sekolah dengan lambaian tangan kasih sayang, menemani mereka belajar, dan mendongeng untuk mereka menjelang tidur
iya andai hati mereka bisa bicara, akan saya tanyakan bagaimana rasa sepi mereka berubah menjadi gegap gempita dunia
![]()
Ah tak ada habisnya memikirkan bagaimana mereka melewati semua rasa dihati mereka, mungkin mereka tidak berpikir sedalam benak saya memikirkan mereka, yang mereka tahu adalah malam ini bisa bersama saya, bersenandung riang mengisi ruang hampa dihati masing masing menjadi penuh cinta, berbicara dengan hati masing masing mungkin sudah cukup untuk membekali hari esok, dan buat mereka yang penting adalah malam ini
mereka mungkin tidak berpikir esok akan jadi apa, saya aja yang mikirnya kepanjangan
toh sejauh apapun kita melangkah kita tidak akan bisa melihat esok, bukan? ah andai saya bisa berpikir as simpel as them, masalahnya orang dewasa seperti saya kadang suak menebak nebak hal hal yang diluar kuasa saya untuk melihat, menduga duga yang gak saya tahu, yang akhirnya meluluh lantakan hati saya sendiri, mungkin andai hati saya bisa bicara dia akan mengatakan “De, bisa gak untuk gak membebani gue dengan hal hal yang gak ada, cape tahu” hahahaha
andai hati bisa bicara.
Jadi sebenernya yang bikin saya sedih dan cengeng saya kambuh karena saya sering menghayal hayal yang gak ada lalu saya ada adain dipikiran saya, yang belum tentu terjadi lalu saya masukan dipikiran saya seolah olah itu akan terjadi, bahkan masa lalu yang udah lewat yang harusnya udah sembuh tuh luka saya reload lagi dan masukan ke hati, yah jelas aja hati saya teriak “cape deh De … ” jadi mari belajar meringankan beban hati dengan melepas hal hal yang our beyond, yang pikiran kita sendiri tak mampu menjangkaunya, kalau istilah guru mengaji saya “gak usah mengambil hak ALLAH dengan sok ikut ikutan mengatur hidup kita lah De, ALLAH saya mau yang ini dong, gak mau yang itu, ALLAH kalau bisa begini yah hidup saya, gak mau yang itu lah” hahahah …
manusia memang banyak maunya tapi sedikit ikhtiar apalagi tawakal, jadilah ngatur ALLAH.
Boleh berencana tapi bukan berandai andai, boleh berdoa dan memohon kepada ALLAH tapi jangan marah kalau ALLAH mengambil haknya untuk mengatur hidup kita sesuai rencanaNYA yah, dan jangan ngambek kalau ALLAH belum mengabulkan doa kita saat ini, mungkin esok atau setahun lagi, dua tahun lagi … it’s beyond our mind
![]()
Iya andai hati bisa bicara dia akan teriak “cape deh” sambil meletak punggung tangan di kening
![]()
60 Komentar
emang hati bisa bicara? ya…bisa sangat bisa…emang hati bisa melihat?…ya, bisa dan penglihatannya sangat tajam…emang hati bisa mendengar?..ya bisa sangat bisa sekali…percaya deh hati itu sangat super.
sesungguhnya, setiap manusia dianugerahi hati yang suci, tergantung si manusia ini mengisi nya dengan hal2 yang baik atau tidak. setiap langkah apapun yang kita ambil, tentu semua itu pertimbangan dari hati kita. secara fisik, hati memang ada dalam jiwa, tidak terlihat dia bisa bicara, namun bisa kita rasakan gejolak didalamnya. itu yang disebut “suara” hati
ketika hati tersentuh karena empati, maka cermin hati telah dibersihkan, ketika hati mengingat masa lalu ada hal yang menari-nari dipelupuk mata. aku jadi teringat ketika dulu di cinere ya th 96-99 kami biasa berkeliling, berputar putar dan berhentilah di masjid pondok indah. dan kadang menangis, tertawa . ah sudahlah itu masa lalu.
di ruang rindu… kita bertemu…(letto)
hati memang susah di tebak tak terkecuali hati meuthia,tapi aku yakin seyakin yakinnya kalau rindu adalah cewek yang berhati mulia
seihlas itukah hatimu???
seolah olah kamu menjadi partner bagi mereka yang selalu siap menjadi sandaran airmata dikala duka
sungguh mulia hati meuthia
semoga ALLAH selalu memberikanmu jalan yang terbaik dan selalu memberikan ketenangan jiwa dan raga.
surga adalah tempat selanjutnya,amin amin amin…
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). ayat ini ditujukan bukan pada jasad orang-orang kafir tapi yang Allah sindir adalah pada hati orang-orang kafir.
saat hatimu sedang mensenandungkan suara hati, maka itulah saat hatimu berbicara memberikan fatwa untukmu.
Hati laksana sebuah cermin, ya aku melihat hatiku menangkap cahaya-cahaya Ilahi dan memantulkan cahaya-cahay Ilahi tersebut kedalam raga ini untuk menyentuh nafsa ku.
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (surat 42 ayat 52)
Guruku mengajarkan ku bahwa hati itu adalah akal, namun bila Qulb dan Aql adalah satu kenapa keduanya memiliki nama lain yang jauh berbeda?, dan menurut pemahaman yang aku dapat Hati adalah tempat Akal berada, Akal hidup dalam hati manusia.
Lalu apakah akal itu?, tak lain akal ini adalah ke-Imanan yang Allah telah tanamkan kepada hati kita sejak kita lahir kedunia, bahkan sejak sebelum kita ini disebut manusia didunia.
Mari perhatikan firman Allah swt berikut ini;
Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (surat 49 ayat 14)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (surat 8 ayat 2)
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (surat 48 ayat 29)
karena itulah mari kita syukuri nikmat hati ini dengan banyak-banyak beribadah kepada Allah swt.
Lama gak mampir, jadi terkesima neh…
Kok theme-nya berubah?
Emang di dunia ini gak ada yang abadi….
Saya ingat salah satu pesan almarhum Hamka, salah satu pangkal kesengsaraan manusia adalah terlalu sering berandai-andai. Mengharapkan sesuatu yang tidak ada. Betul kata Ade, kita boleh berencana, tapi tidak berandai-andai. Boleh berdoa, tapi tetap bertawakkal terhadap apa yang Ia berikan dan putuskan.
De, kapan saya mendengar langsung petikan gitarmu? Lho kok saya sendiri berandai-andai, ya?
Ade, mohon ijin share comment disini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih.
SELAMATKAN GENERASI BANGSA
Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.
Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.
MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di pondok ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.
Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.
PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.
salam hormat,
salam karaharjan,
salam asah asih asuh,
salam sih katresnan
selamatkan generasi bangsa
Jayalah NKRI
bukankah cermin hati itu cermin yang paling jernih!
Komentarnya persis postingan :d (pada panjang-panjang banget) kayaknya yang udah bisa posting panjang2, saatnya anda ngeblog deh.
Buat Rindu terus semangat. Itu sajah ….
Atau yang udah ngeblog, lebih serius lagi deh ngeblognya, biar bisa bagi2 ilmu (sorry ada yang ketinggalan)
…salam kenal Mbak dan salam sukses selalu…apa boleh saya minta tuker linknya?…terima kasih sebelumnya…
salam kenal mbak…
saya suka nulis juga tapi masih gak karuan…masih kesana kemari…
boleh dong mbak minta tipsnya..
ditunggu infonya di blog saya atau email juga boleh di echoboys@gmail.com
Andai “buah” Hati bisa berbicara,maka dia akan bilang “cape deh”..
Andai hati bisa bicara, dia akan selalu bilang kamu ‘is beutifull’
Ada salam Non dari kangboed & kang Haniifa
…oh ya nggak papa, terima kasih ya infonya….anyway thx bngt sudah di balas….salam sukses…
adakah hati anak-anak yang terluka itu, menjadikan mereka keras / tegar / sangar. mereka akan bertemu hal dan situasi yang seharusnya belum layak mereka hadapi. dihadapi dengan sedikit apa yang mereka punya dengan dunia pikir mereka. mereka bisa menjadi anak-anak pemberontak. dunia keras yang mereka hadapi menjadikan banyak benih-benih luka yang ditanam. dalam keceriaan mereka, ada luka. bisa dibayangkan apa yang terjadi jika tak ada teguran penuh kasih sayang, nasehat penuh kelembutan, tauladan penuh ketulusan.
apa yang bisa kita buat. dek rindu telah berbuat, dan harus ada rindu rindu yang lain.
kenalkan mereka dengan Allah pemilik jiwa, yang pastinya bisa mendengar kata hati mereka.
Hati memang bisa bicara, namun orang tertentu yang bisa mendengarkan hati tersebut.
hu uh ya…
andai hati bisa bicara sejelas saya berbicara dgn org lain mengenai curahan hati saya.
andai saya bisa mendengar suara hati sejelas mendengar penjelasan dari orang yang saya suka.
andai saya tak terlalu banyak berandai-andai…
memang kebahagiaan sejati adalah berbagi
Barangkali ini kedua kalinya saya mampir diblog anda. Saya tidak tahu apa yang menggerakan pikiran dan hati saya, serta menuntun jari untuk membuka blog ini.
Mungkin karena isi yang rindu atau siapapun anda terasa indah dalam penyampaian dengan kata yang lembut, santai…
Saya coba bayangkan sejenak sebelum mengomentari tulisan “seandainya hati bicara”, saya pikir seandainya saja benar dan kejadian, mungkin “malu yang kita rasakan”, Kata Nabi : “Ada segumpal daging didalam diri, bila daging itu jelek, maka jelek pulalah seluruh diri kita, jika segumpal daging itu baik, baik pulalah seluruh diri kita, itulah qolbu/hati”
“Allah tidak melihat wajahmu, tidak melihat hartamu, tetapi yang dilihat adalah hatimu”
Titik sentral pada diri manusia adalah hatinya masing-masing. Bukan dalam pengertian hati (lever) seperti dalam pemahaman kedokteran, dan juga bukan dalam arti jantung (sebagai istilah ilmiah bagi qolbun)…
Melainkan qolbu, atau hati/jantung dalam istilah maknawi atau kias…
Seorang peneliti pernah menyelidiki, jantung manusia yang jahat dengan jantung manusia yang baik, tidak ada bedanya secara phisik..sebab memang bukanlah baik jantungnya secara fisik yang menjadi tolok ukurnya…
Di dalam hati manusia, Imam Ghozali pernah menjelaskan bahwa ada yang disebut Khotir, atau lintasa hati. Sebab jamak, maka disebut khowatir (khawatir bhs Indonesia), lintasan-lintasan hati.
Disederhanakan oleh Imam Ghozali bahwa lintasan hati itu ada 4 macam :
1. Lintasan hati yang berasal dari Allah
2. Lintasan hati yang berasal dari Malaikat
3. Lintasan hati yang berasal dari hawa atau keinginan jasmani dan
4. Lintasan hati yang berasal dari Iblis..
Manakah diantara lintasan-lintasan itu yang sering mendorong hati kita untuk berbuat sesuatu?
apakah lintasan yang positif ? (dari Allah atau Malaikat ?)
dan apakah lintasan yang negatif (dari hawa atau iblis) yang mendorong hati kita untuk berbuat sesuatu?
Bagian yang tidak mudah, keahlian yang tidak mudah yang sekarang ini jarang sekali orang bisa memilah-milah lintasan2 hatinya…
Tampaknya Baik belum tentu sumbernya lintasan hati itu dari Allah, dan tampaknya buruk belum tentu sumber lintasan itu dari Iblis…
“Mungkin yang menurut kamu baik, belum tentu baik bagi Allah dan yang menurutmu tidak baik, mungkin itu baik menurut Allah”
AKAL adalah alat dari pada hati…letaknya BUKAN di OTAK…AKAL ada di dalam hati, tetapi ALAT yang dipakai sebagai sarana memang adalah otak.
Setelah dari dorongan hati, akal tergerak, maka yang awal dipakailah sarana otak sebelah kanan, yang berbicara tentang intuitif, firasat, imajinasi, dll, dan setelah menggunakan otak sebelah kanan, mulailah diproses/digunakan otak sebelah kiri, yang runtut, ilmiah, logis, urut, dll.
Demikianlah yang terjadi dikala seorang anak belum akil baligh, dorongan hati dan penggunaan otak kanan yang dominan. Sedangkan setelah terkena pendidikan ilmiah, maka mulailah pelatihan terhadap otak sebelah kiri dilakukan. Bertahun-tahun kemudian, setelah penggunaan otak kiri yang dominan, maka fungsi otak kanan mulai jarang dipakai..sehingga “suara hati” semakin tertutup oleh pemikiran2 yang logis dan ilmiah..
Sekian dulu kali ya, Insyalloh dilanjutkan kembali lain waktu… mata ini rasanya ingin terpejam. Tapi sebelumnya : boleh tidak saya tahu alamt rindu, sekedar ingin silaturahmi… maaf. Boleh alamtnya di kirim via email di taufiq.susanto@gmail.com …. terimakasih Wass
wah, ganti theme ya……
saya jadi terinspirasi sesuatu setelah membaca blog ini..makasih
Andai hati bisa bicara….
kdng ada gunanya jga kita mngkhyal, menyentuh dan bicara dg hal2 yg tak mampu kita jangkau dg ke 2 tangan kitA dan mulut kita apa yg sbnarnya kita ingin, dan alam simulakrum memberi kita kmdhan itu untuk mnjangkau semua itu…
Andai hati dpt bicara, adakah lagi sebuah senyum menjenguk hati yg sedih..???
uhhh ..
tulisan dkau yang ini mengapa terasa ‘berat’ ya?
kemampuan saya menangkap makna kata kata tiba tiba saja menjadi bebal .. di baca bolak balik .. scroll up .. scroll down gak ngerti ngerti juga …
Helepp!!
Ohhh … tiba tiba saja hati saya berbisik ” … Ikhlas”
Ahh sok tau deh … *sambil gebukin hati sendiri*
Tapi akhirnya saya mulai mikir ” … mungkinkah benar ini tentang ikhlas?”
Pantas aja gak ngerti ngerti .. karena Ikhlas masih ngumpet entah di sudut diri sebelah mana.
“De, ini postingan tentang apa sih? emang benean tentang ikhlas? Help!” serius tanya sambil memandang Hati yang babak belur gara gara digebukin barusan.
Andai hati bs bicara,kan kutanya perasaan apakh yg kini mndera.. Lg bingung saya. Akhir2 ini postinganny ttg hati ya de? Sip hrs hati hati saya..
lembutnya hatimu sahabat.. ringannya langkah dan kakimu membantu sesama… barakallahu…
Hidup itu terlalu singkat hanya untuk panjang angan2,kadang jiwa itu perlu istirahat layaknya tubuh.
Diamkan jiwa kita jangan berpikir apa – apa sebut asmaNya.. Allah .. Allah hingga jiwa kita tenggelam..
Terlalu banyak pikiran kita berbicara
Terlalu banyak raga kita melangkah
Terlalu banyak hati dan jiwa kita dibebani dengan masalah dunia ..
Diam dengan khusyu’ itu saja ..
Sebuah sabtu sore dan malam minggu yang penuh makna dan berbicara seperti indahnya kerlip bintang yang bertaburan..
Life is beautifull..
themeny kok berubah sih mba Rindu? saya g suka *soalnya theme lama mb Rindu sama ma theme blog saya. hehehe.
Becanda kok mba, walo theme berubah tapi bunga2 akan trus bermekaran di kebun ini. ^_^
Semoga hati bisa menuntun kita semua mba…
Plagi bentar lagi Ramadhan…
Semoga Lebih baik…
Assalamualaikum wrwb ,,,,
selalu rindu berteduh di kebun ini ,,, selalu rindu berlama – lama di kebun ini ,,,, selalu rindu dengan suasana di kebun ini ,,, terimakasih ya allah ,, terimakasih ,,,
Note : sepertix tema blog yang lalu lebih sejuk di pandang ,,, maaf
Assalamualaikum wrwb ,,,,
selalu rindu berteduh di kebun ini ,,, selalu rindu berlama – lama di kebun ini ,,,, selalu rindu dengan suasana di kebun ini ,,, terimakasih ya allah ,, terimakasih ,,,
Note : sepertix tema blog yang lalu lebih sejuk di pandang mba rindu ,,, maaf
rindu….yang penuh inspirasi,
Kunjungilah blog mas x aja mau ngasih komentar
Bru blajar jg..
Mksh sblmnya….
Panjang angan-angan akan berdampak kurang baik terhadap mental kita. Hal ini dikarenakan ketika kita berangan-angan terlalu tinggi secara tidak sadar kita telah menetapkan suatu sasaran yang belum tentu kemampuan dan sumber daya yang kita miliki mampu meraihnya dan ketika ternyata kita gagal meraihnya maka kita menyalahkan diri sendiri atas kegagalan itu.
Menuntut kesempurnaan dari diri sendiri atau orang lain hanya akan menciptakan standar yang tidak mungkin dan justru menciptakan pemikiran negatif yang mengarah pada kritik pada diri sendiri, ketidakpuasan, frustasi, kebencian dan sikap masa bodoh.
Untuk itu jadilah seseorang yang realistis, berpikir dan bertindak pada saat ini juga dengan mengoptimalkan kemampuan yang ada tanpa berpikir untuk berharap dan menjadi seseorang yang perfeksionis dan berangan-angan tentang sesuatu yang belum jelas kapan itu akan terjadi.
Buatlah segalanya menjadi mudah dan sederhana untuk kita. Tak perlu membuat sesuatu terasa sulit, terlebih jika sesuatu itu baru akan terjadi di masa yang akan datang.
Wahai Dzat Yang Maha Penolong setiap orang yang merana, yang menyeru kepada-Nya. Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan doa orang yang sengsara. Wahai Dzat Yang Maha Bijaksana terhadap setiap orang yang bersalah dan durhaka. Wahai Dzat yang mencukupi setiap orang yang lebih mementingkan-Mu daripada dunianya. Aku memohon kepada-Mu untuk dapat mencapai sesuatu yang tidak dapat aku gapai tanpa pertolongan-Mu, dapat menolak sesuatu yang tidak dapat aku menolaknya melainkan dengan kekuatan-Mu dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang penuh sejahtera dan kesejahteraan yang penuh dengan kebaikan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di atas semua yang berbelas kasih.
jeung rindu……….doa kan blue tetap tabah yah
soalnya aku harus ke bogor karena abang ayah ( yang sayang banget sama aku ) telah meninggal. doakan blue sabar dan selamat sampai disana yah………
salam hangat selalu
Rindu nambahin ya klo sy lbh suka theme yg lama,soalny theme yg ini bwt sy lbh fokus liat gambar akhwat dsamping,drpd tulisanny.. Jd lbh extra jaga hati ni hati
ini cuma skedar komentar pribadi,smua kmbali k yg punya kebun,bebas brexpresi kok. Maaf klo ad salah..
hatiku sudah berbicara dalam rindu hatimu
andai hati bisa berbicara.?,pastinya dia akan ngedumel melihat keinginan keinginan kita yang begitu banyaknya dan mungkin berlebihan…
salam kenal mbak..baru tahu blog ini dari blognya temen.bagus banget tulisanya ..salut tuh.
siang jeung….
blue seang u selalu menghangatkan persahabatan semua sahabat bloger
trims
salam hangat selalu
Tapi, sayang hati tdk bisa berbicara ya hehehe.. knp nangis lagi bu ? jangan ada air mata lagi dong… keep smile..
oh ya, kemaren daku ke masjid yg ada di puncak.. hmm namanya apa ya..
sungguh takjub saya melihatnya..
tulisan yang menarik sekali… salam kenal…
mampir aja mas
kalo hati bisa bicara, mungkin hati saya udah teriak2 ga keruan karena kesel banget sama keadaan
hati selalu berbicara… hati selalu membicarakan kebaikan (tentang yang menyenangkan dari Allah) hati selalu mengingatkan, jangan dilawan karena akan membuatmu sedih, akan membuatmu terluka. hati selalu berbicara, tidak secara terbuka tetapi disalurkan ke akal, bila pikiranmu mengikuti senanglah diri ini, bila ditentang akan timbul keragu-raguan. padahal kita tidak boleh ragu(bimbangkan?)…
Mulailah dengan bismillah…. mulai dengan senyum… mulai dengan hati…
ah, ngomongin kebab jadi laper
kau memang baik
Sahabat, makasih atas doanya selama ini
Insyaallah ini hari terakhir saya tuk bedrest
Dan esok bisa kembali beraktifitas
Sesungguhnya orang tua itu bukan hanya mereka yang melahirkan dan mengadzani teliga kita tapi lebih dari tu adalah mereka yang memberikan kasih sayang kepada kita.
Semoga Mbak rindu terus memberikan kasih sayang dengan keikhlasan dan menjadi orang tua mereka
wuih yang komen banyak banget, semuanya dah di komenin
hehehe
Yang penting tidak lari dari permasalahan. De U termasuk orang yang banyak melobangi langit untuk jalanmu menuju singgahsanaNya.
Waduh De’ …
Beredarnya udah bukan di seputaran At Taqwa lagi …
Udah jauh sampe cinere nih …
Salam saya
Waaaah.. maju dan semangat terus yaa.. mbake yang baik
Salam Sayang
Wah kl msle hatiku bs bicara,plg hatiku dah g mo ama aq lg plg mbak.hehehehe
Andai hati bisa berbicara mungkin ga akan ada kebohongan mba didunia ini.
“like this”
^^
Sebetulnya dengan ber”tafakur” insya allah kita bisa melatih hati kita agar dapat berbicara. karena hati adalah raja, yang harus menguasai nafsu dan akal pikiran kita…hati yang terlatih dengan tafakur akan membisikan nur illahi yang menuntun kita kepada keridloan-Nya…
Baca-baca nih…De, aku menikmati tulisanmu yang menurutku memang sangat indah
Andai hati bisa bicara?
Saya bahkan tidak tahu lagi apa yang akan keluar dari hati saya De, sejuta maafkah? seribu gundah kan? atau sekedar membuat Ade tahu bahwa kita sebenarnya tidak mampu memaafkan diri kita sendiri ketika kita melukai seseorang yang tersulit adalah memaafkan diri sendiri bukan memaafkan orang yang kita lukai.
Kuliah sudah selesai De? pertanyaan klasik yah.
One Trackback/Pingback
[...] Andai Hati Bisa Berbicara Sudah tiga bulan ini saya punya kegiatan baru disalah satu sanggar seni di bilangan Cinere, ada sebuah pendopo ditengah himpitan rumah rumah besar yang berada ditengah pepohonan yang asri, disana saya memiliki sepuluh orang sahabat yang berumur antara 7 tahun hingga 14 tahun, mereka adalah anak anak yang HEBAT yang mengalami keletihan mental akibat permasalahan yang ditimpakan [...] [...]