Hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa berpadu …
Dikamar saya ada satu cermin besar, diletakan dikamar sebagai tempat berhias, setiap hari cermin ini selalu saya bersihkan agar saya dapat melihat diri saya dengan jelas tentunya, agar pipi saya terlihat lebih cabi, agar bibir saya terlihat lebih mungil, agar pakaian saya pas warnanya dan agar jilbab yang menutupi seluruh rambut saya ini cantik terlihat
kemudian ketika ada satu warna bekas bedak yang lupa saya bersihkan maka jika saya biarkan akan mengering, dan yang terjadi kemudian adalah saya tidak lagi dapat melihat dengan jelas apakah saya cantik atau tidak, apakah jilbab saya sudah rapi atau masih belum pas
karena cerminnya kotor, gak jelas gitu.
Dan begitulah hati menurut saya, HATI Adalah CERMIN. Ketika satu kesalahan saya biarkan, kemudian dosa dan kesalahan kedua saya lupakan dengan alasan ntar aja lah minta maafnya, ntar aja lah tobatnya, kemudian satu titik itu menjadi menggumpal, berkarat, menghitam maka jangankan bercermin, karena saya mungkin tidak lagi bisa membedakan mana diri saya yang sebenarnya dan mana yang kotoran, secara jiwa saya tidak lagi tahu mana yang benar dan mana yang salah
dan saat itu segala nasehat mungkin sudah tak lagi masuk ke hati saya, tertutup oleh dosa dosa yang berbuah kesombongan untuk mendengar nasehat kan?
Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah apa sih yang bisa membuat hati gak bening, ini menurut saya [tolong koreksi jika saya salah] adalah ketika saya membiarkan lidah dan perbuatan saya menyakiti hati orang yang mendengar dan terluka dalam, hati keruh ketika saya berjanji tidak saya tepati, berkata saya mungkin berdusta, melihat sahabat bahagia saya iri, melihat sahabat sedih kita bersorak nyukurin dan penyakit hati yang paling parah yang mungkin saya biarkan ada adalah membiarkan diri saya terhujam amarah tanpa berniat untuk meminta maaf atau memaafkan kesalahan orang lain … nauzubillahimindzalik
Terbayang gak, hati dengan semua penyakit ini, mana bisa dijadiin cermin?
yang ada hitam deh tuh hati gak merah lagi…
Dan kemudian yang harus saya lakukan adalah membersihkan setiap titik, baru 1 titik sudah saya bersihkan agar tak berkarat hati saya, ketika dosa kecil saya buat kemudian saya mohon ampun kepada ALLAH dan meminta maaf, ketika dosa besar saya lakukan saya bertobat, ketika sahabat saya bahagia saya tidak iri tapi ikut bahagia, ketika sahabat saya luka saya tidak nyukurin tapi meminjamkan pundak untuk tempatnya menangis dan mengobati lukanya dengan seyum manis, ketika berjanji saya tepati, ketika berkata saya jujur, dan ketika marah saya berwudhu bukan mencari kambing hitam dari kesalahan saya dan ketika saya secara sadar telah membuat orang marah, maka saya akan segera minta maaf, karena siapa tahu habis marah ajal saya tiba, kan belum sempet minta maaf kan? :)
Nah inilah hati yang jernih, terlihat kan? hati yang jernih akan jelas terlihat dari pembawaan raga saya, karena hati adalah cerminan jiwa yang terlihat kasat mata secara raga, kemudian semua orang yang berada disekitar saya akan dapat bercermin juga karena beningnya hati saya ketika menolong sahabat saya yang mau bunuh diri karena putus cinta, ketika mengusap punggung mereka yang tidak mau minum obat di dharmais atau ketika saya memetik gitar dengan dikelilingi oleh anak anak jalanan ditempat penampungan …
inilah hati yang tercermin lewat raga… ketika hati saya keruh yang terlihat pasti wajah yang kusam karena gak bisa senyum tertindih oleh gundah gulana yang menjadi akibat dari penyakit hati itu sendiri, yang terlihat kemudian adalah salah arah, salah mengambil keputusan karena hati gak tenang ketika bekerja dan seterusnya
Jadi hati memang hanya berisi sepotong daging berwarna merah, tapi FUNGSINYA menyangkut seluruh segi kehidupan, rusak hati maka rusaklah seluruh kehidupan saya, ketika luka saya nyaris tidak mampu melakukan kegiatan harian saya ini adalah bukti bahwa hati mempengaruhi seluruh hidup saya, ketika hati saya gundah, insomnia saya kambuh dan rusaklah raga saya karena kelelahan … ah HATI memang luar biasa
![]()
ya ALLAH, bersihkan hati saya dari penyakit penyakit hati agar bening hati ini pada saat detik detik kepulangan hamba ya ALLAH, agar hamba dapat melihat syurgaMU pada saat malaikat menjemput, agar ringan sakaratul maut hamba ya ALLAH, beningkan hati hamba ya ALLAH agar tak ada lagi hati hati yang merasa hamba lukai dan membuat guncangan sakaratul maut hamba begitu pedih karena maaf belum hamba terima dari mereka yang telah terlukai hatinya oleh hamba wahai Rabb …
*MAAFKAN segala kesalahan saya yah, agar tak ada lagi luka hati jika ESOK bukan lagi milik saya, tolong maafkan saya yah …. *
64 Komentar
Memang sulit seeh agar cermin kita tak ternoda, kadang kala aku melihat cermin malah bukan di cermin tapi di setiap postingan sahabat-sahabat kita termasuk engkau de, sebab aku jarang ngaca dan berhias diri. kalo mau ke undangan ato acara baru ngaca itu juga kalo lagi inget.
semoga kita tidak termasuk dalam katagori orang munafik amien
kalo menurut saya sih cermin tuh ada dua, yang pertama adalah hati kita yang kedua mungkin sahabat terbaik kita…
tapi terserah deh..
Memang begitulah adanya jeng, jadi ingat diri sendiri.
kira2 cermin ku bagaimana rupanya ya ????
” Dan Allah Jadikan pendengaran, penglihatan, dan HATI , agar kamu bersyukur “, An Nahl 78
Bercermin lah, untuk bersyukur…..
sungguh mulia nya hati mu rindu
seandainya semua orangseperti kamu mungkin tak ada lagi sunami atau bencana alm yang menyiksa kita,heee
dan mungkinkiamat akan lebihlama lagi
klau bisa di bilang mungkin hati kamuini sebenig embun dan sehalus sutra.andai saja calon pendamping saya mempunyai hati seperti kamu
doakan ya smg aku bisa mempunyai pendamping hidup sepertikamu
rindu,kata kata mu ibarat cahaya yang menerangihati ku
suerrrr…
Tentang hati disebutkan bahwa:
Subhanallah, Allahuakbar, Maha Suci Allah dan Maha Besar Allah yang telah menciptakan ‘hati’.
Semakin bersih hati manusia maka akan semakin mudah bagi cahaya Ilahi untuk memasukinya sedangkan jika hati manusia kotor maka akan sulit bagi cahaya Ilahi untuk memasukinya.
Allahumma nawwir qulubana binuuri hidayatika, kamaa nawwartal ardha binuurisy-syamsika, abadan, abadan birahmatika yaa Arhamar Rahimin
Ya Allah terangilah hati-hati kami ini dengan cahaya hidayahMu seperti Engkau terangi dunia ini dengan cahaya matahariMu buat selama-lamanya dengan rahmatMu, Wahai Pengasih paling mengasihani antara semua pengasih
wah jadi teringat cermin dikamar yg kusam dan kotor…jadi kalo saia bercermin maka saya akan liat muka saya yg gak jelas jadi semakin ganteng…tapi kalo cermin itu bersih maka akan memperlihatkan muka saya yg asli yaitu…gak jelas wkwkwkwk….
btw cermin sejati itu diri kta atau rahsa sejati kita yg menjadi cermin dari nur illahi
Bicara tentang cermin saya teringat bahwa kita sebenarnya berbicara tentang dua orang, yang satu asli sedangkan yang satunya lagi imitasi setidaknya untuk sementara waktu (whatever)!
Tapi kita dalam hidup sebenarnya adalah wujud dari 3 orang yang berusaha menyatukannya menjadi 1 orang.
1. kita (1 orang) dalam pandangan kita sendiri.
2. Kita (1 orang) dalam pandangan manusia.
3. Kita (1 orang) dalam pandangan Sang Pencipta.
Dan jika salah satu dari kita yang merupakan 3 orang masih memiliki grafik hidup yang masih mengarah ke negatif dari 3 kepribadian di atas … Percayalah! manusia biasanya jarang BAHAGIA.
@ papyrusz
Maaf yah
btw..pendekatan Anda tentang cara pandang kt terhadap diri sendiri,cara pandang sesama manusia atau cara pandang Tuhan terhadap kt sebagai mahlukNya..sepertinya membingungkan deh…
semoga cermin hatiku senantiasa bersih, tanpa prasangka negatif terhadap sesama
cermin bisa membuat kita sadar bahwa kita telah banyak berdosa akan segala hal..
cermin membuat kita sadar kita bukanlah kesempurnaan tapi pusat segala kesalahan…
tapi kehidupan harus tetap kita jalani..
dengan segala kekurangan kita mencoba untuk menggapai Ridho-Nya…
amien….
salam semangat….
aku terlanjur untuk mengatakan bahwa semoga hatimu adalah cermin tuk langkah langkahmu,jeung blue pernah melihat bintang disini..sedang berkedip dalam hangatannya pagi
salam hangat selalu
hati hati selalu lah hati hati. jgn saling melukai….
hmm..Hati-hati jaga Hati..gt khan de?
=======
HATI (dan juga jiwa) adalah tempat diri (raga) untuk meminta fatwa.
=======
=======
Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah HATI.’” (HR. Bukhori)
=======
wah..designnya berubah nih yah..:) gitu dong..kan enak tuh di sapa dengan senyum simpulnya,ama yg punya kebun
sorry OOT neh
HATI…. engkau akan membuatku dalm dua hal ; dan menentukan tempat peristirahatan terakhir dan abadi disana
Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan. Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup di dunia, betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia, dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari. Allah ta’ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)
Seorang penyair berkata,
كل ابن أنثى وإن طالت سلامته
يوما على آلة حدباء محمول
Setiap manusia, betapa pun panjang umurnya
Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda
Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah jalla wa ‘ala agar seluruh amalan mereka dihisab. Allah ta’ala berfirman,
وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ
“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.” (QS. Al Baqarah: 281)
Hari yang sering terlupakan, hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat. Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya. Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, baik yang muda maupun yang tua, yang terpandang maupun yang hina. Itulah hari kiamat, pertemuan yang telah dijanjikan.
Namun sebelum itu, ada waktu di mana setiap manusia berpindah dari kampung yang penuh tipu daya menuju kampung abadi sesuai dengan amalannya. Pada waktu itu, manusia akan melayangkan pandangannya yang terakhir kali kepada anak dan kerabatnya, dirinya akan memandang dunia ini untuk kali yang terakhir. Di saat itulah, tanda-tanda sekarat akan nampak di wajahnya. Muncul rasa sakit dan tarikan nafas yang teramat dalam dari lubuk hatinya.
Di waktu itu, manusia akan mengetahui betapa hinanya dunia ini. Di waktu itu, dirinya akan menyesali setiap waktu yang telah disia-siakannya. Dirinya akan memanggil, “Wahai Rabb-ku!”,
رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minuun: 99-100)
Di waktu itulah, kebinasaan dan kematian akan menjemputnya. Malaikat maut akan menghampirinya seraya memanggil dirinya. Duhai! Apakah yang akan dia serukan? Seruan menuju surga ataukah seruan menuju neraka?!!
Ketahuilah, sesungguhnya pengasingan yang hakiki adalah pengasingan dalam lahad tatkala diri diliputi kain kafan. Tidakkah anda membayangkan bagaimana anda diletakkan di atas dipan, tiba-tiba tangan para handai taulan mengguncang tubuh anda (agar anda tersadar). Sekarat semakin keras anda alami dan kematian menarik ruh anda di setiap urat. Kemudian ruh tersebut kembali menuju kepada Pencipta-nya. Alangkah dahsyatnya kejadian itu!
Para keluarga pun datang dan menyalati anda, kemudian menurunkan jasad anda ke dalam kubur. Sendirian, tanpa seorang pun yang menemani. Ibu dan bapak tidak lagi menemani, saudara pun tidak ada yang akan menenangkan.
Di sanalah seorang akan merasakan keterasingan dan ketakutan yang teramat sangat. Dalam sekejap, hamba akan berpindah dari kampung yang hina menuju negeri yang dipenuhi kenikmatan jika dirinya termasuk seorang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal yang shalih. Atau sebaliknya, dia akan menuju negeri kesengsaraan dan dipenuhi azab yang pedih, bila dirinya termasuk seorang yang buruk amalnya dan senang mendurhakai Sang Pencipta jalla wa ‘ala.
Sisi kehidupan dunia yang menipu telah dilipat, dan nampaklah di hadapan hamba ketakutan di hari kebangkitan. Hiburan dan kesenangan berlalu, dan yang tersisa hanyalah kelelahan (di hari berbangkit). Dalam sekejap, lembaran hidup seorang tertutup, entah lembaran hidupnya diwarnai dengan kebaikan atau sebaliknya diwarnai dengan keburukan. Timbul dalam hati, penyesalan terhadap hari-hari yang telah dilalui dalam keadaan lalai dari mengingat Allah dan hari akhir.
Demikianlah, dunia dan seisinya berlalu dan berakhir sedemikian cepatnya. Dan sekarang dirinya menghadapi tanda-tanda kesengsaraan di depan matanya. Ruhnya kembali kepada penciptanya dan berpindah menuju kampung akhirat dengan berbagai keadaannya yang begitu menakutkan. Dalam sekejap, dirinya kembali menjadi sesuatu yang tidak dapat disebut. Dalam sekejap, seorang singgah di awal persinggahan akhirat dan menghadapi kehidupan yang baru. Entah itu kehidupan yang bahagia, atau kehidupan yang mengenaskan. Wal ‘iyadzu billah.
Terdapat kubur yang penghuninya saling berdekatan dan berbeda-beda tingkat keshalihannya, itulah kubur yang didiami oleh penghuni yang senantiasa merasakan kenikmatan dan kesenangan.
Ada pula kubur yang terletak di lapis terbawah dan dipenuhi siksaan yang teramat pedih. Penghuninya berteriak, namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya. Dirinya meminta agar dikasihani, namun tidak seorang pun yang mampu memenuhi permintaannya.
Kemudian, dirinya akan menemui hari yang telah dijanjikan. Suatu hari, ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit dan seluruh makhluk di Padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Suatu hari, yang pada hari itu seorang tidak mampu menolong orang yang dikasihinya sedikit pun.
Tatkala malaikat penyeru memanggil, keluarlah seluruh mayit dari kubur menuju Rabb-nya dalam keadaan bertelanjang kaki, tak berbaju dan tidak berkhitan. Mereka tidak lagi memiliki pertalian nasab, juga kemuliaan, tidak pula kedudukan dan harta.
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلا يَتَسَاءَلُونَ . فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ . وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ . تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ
“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keberuntungan. Barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” (QS. Al Mukminuun: 101-104).
hati akan menentukan akan dimanakan kita nanti, dengan hati pula kita akan merasakan kenikmatan atau kesengsaraan
Pada hari itu, Allah mengumpulkan seluruh umat, baik yang terdahulu maupun yang datang kemudian. Di hari itu, kecemasan dan kesabaran tercerai berai. Pada hari itu, berbagai catatan amal disebar dan dipancanglah berbagai timbangan amal. Di hari itu, seorang akan lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, juga dari istri dan anaknya. Hari di mana seorang pelaku maksiat (kafir) menginginkan, jika sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab hari itu dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya serta kaum kerabat yang telah melindunginya di dunia.
Wahai Saudara Tercinta
Wahai anda yang bermaksiat kepada Allah. Bayangkanlah dirimu berdiri di antara para makhluk, lalu anda dipanggil, “Manakah gerangan fulan bin fulan? Mari bergegas ke hadapan Allah!” Engkau pun menggigil ketakutan, kedua kaki dan seluruh tubuhmu gemetar ketakutan. Raut wajahmu pun berubah dan dirimu diliputi kegelisahan, kebingungan dan kerisauan yang hanya Allah-lah mengetahui (keadaanmu).
Bayangkanlah dirimu berdiri di hadapan Sang Pencipta langit dan bumi, sementara hati dan anggota tubuhmu ketakutan, dengan pandangan tertunduk lagi hina. Tangan anda memegang catatan amal yang berisikan segala amalan anda yang rendah lagi hina. Anda pun membacanya dengan lidah yang kelu dan hati yang kacau. Dirimu pun merasa malu terhadap Zat yang senantiasa berbuat baik kepadamu dan selalu menutup aibmu.
Maka jawablah! Bagaimanakah anda akan menjawab, ketika Dia bertanya kepadamu tentang suatu kesalahan yang merupakan dosa terbesarmu? Bagaimanakah anda akan berdiri di hadapannya dan sanggupkah engkau memandangnya? Bagaimana hati anda sanggup menahan perkataan-Nya yang mulia serta berbagai pertanyaan dan teguran-Nya?
Bagaimana jika Dia mengingatkan terhadap segala bentuk penentanganmu terhadap-Nya, kemaksiatan yang anda lakukan, kurangnya perhatian terhadap larangan dan pengawasan-Nya terhadap dirimu? Bagaimana jika Dia mengingatkan akan lemahnya perhatianmu untuk menaati-Nya di dunia?
Apa yang akan anda katakan jika Dia bertanya kepadamu, “Wahai hamba-Ku, mengapa engkau tidak memuliakan-Ku?! Apakah engkau tidak malu kepada-Ku?! Apakah engkau tidak merasa bahwa Aku mengawasimu?! Bukankah Aku telah berbuat baik dan memberikan nikmat kepadamu?! Apakah yang telah memperdayakanmu sehingga berbuat durhaka kepada-Ku?
maaf terlalu panjang uraian ini dan tak punya arti
Assalamu’alaikum wr wb
Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua anggota jasad, ketahuilah dialah hati.” (HR. Bukhori)
Wa’alaikum salam wr wb
Dewi Yana
Bener De’, hati adalah cermin, sahabat dan saudara kita juga cermin bagi kita.
wahh wahhh wahhhh … ternyata rumah si rindu ganti cat yaa … baru tau .. niii …
numpang baca dolo yaa ….
salam buat “Makhluk berburung”
hati BERFUNGSI dalam segi kehidupan ini.
lalu apa yang disebut hati itu juga Qolbu atau Nurani mba ?
Sayapun.. menanti kehalusan budimu sahabat untuk memaafkanku juga… Sebagai sahabat saya tak cukup untuk memperhatikanmu.. maafkan
saya sudah terlalu jauh daripada-Nya dan sekarang hatiku begitu resah mengenangkan takdir diri ini.bagaimana saya boleh menghindarinya.ketika gembira saya langsung tak ingat Allah swt tapi bila saya dah sedih dan resah begini baru saya sedar begitu jauh saya daripada-Nya…
Kalau aku kemari…rasanya sulit untuk memberi komentar lho…terlalu asyik membaca tulisanmu dan juga yang berkomentar
Kita bicara, dan ketika itulah hati kita meresapinya
harus hati-hati dalam bertindak biar hati kita bening terus
wuidih…klo sudah bicara hati, berat euy
fitrah hati seorang insan adalah baik jadi sebenarnya kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.
http://www.dodi.ind.ws/?p=123
btw templatenya baru ney??ehmm…bagus tapi touch-nya jadi ada yang hilang
, yang template lama bagus tuh combine colournya keren(gelap dan terang)
hati adalah cermin yang berisi apa saja di dalamnya…
Mohon komentarnya ya di Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Wew lama tidak silaturahmi kesini udah ganti tampilan rupanya, lebih keren dan fresh..
Yang aku tahu hati selalu jujur, yuk semua bercermin pada hati masing-masing.
assalamualaikum…
aduh boleh tuker link nih..
blognya dah saya add di web saya..
terimakasih..
Bersih-bersih, menjaga kebersihan hati sebersih mungkin dari segala yang mengotorinya, walau setitik noda sekalipun…
tiada aku karena aku tiada dan aku adalah hati yang engakau cari2 tapi samapai hai ini aku tiada tahu tentang aku..
lebih didalemin lagi dan lagi pasti aku tahu saipa aku.
hehehe.. Hati adalah pancaran RUH.. bersinar di alam sana.. bagaikan titik titik cahaya putih berkilauan.. yayaya.. Hati yang penuh kelembutan CINTA.. frekwensi yang halus ruaaarrr biasaaaaaa
Salam Sayang
http://kangboed.wordpress.com/2009/05/06/hati-ibarat-cermin/
Waaaahhh.. ganti themenya yaaaa.. hehehe.. kereeeenxxxzzz
Salam Sayang
apakah ganti theme termasuk hasil dari bercermin.
saat gelap, ada tulisan yg terang.
harus penyesuaian kembali saat masuk disini.
mungkin nanti akan berubah lagi.
Suasana hati berubah, themes pun ikut berubah..
Tp lbh keren lho mbk
Buat Farid yang ingin tau cara pendekatan filosofi tentang manusia dan bahagia, bisa baca di:
http://www.papyrusz.co.cc/2009/07/filosofi-manusia-dan-bahagia.html
Maaf jika saya posting link lainnya, saya hanya ingin berbagi dengan cerita dengan pecinta blog Indonesia sebuah kisah nyata sedih yang menakutkan, karena banyak hikmah yang bisa kita ambil. Buat rindu saya minta maaf, kalau tindakan saya tidak tepat di waktu dan tempat yang tidak tepat pula.
http://www.papyrusz.co.cc/2008/10/kisah-nyata-menyedihkan.html
@ papyrusz
Jadi yang Papyrusz maksudkan adalah:
1.Bagaimana kt memandang diri kt,baik kekurangan maupun kelebihan kt (secara proporsional) akan mempengaruhi kebahagiaan kita.
2.Mengimbangi pandangan orang lain terhadap diri kt,secara benar (ditempat semestinya/proporsional),jg mempengaruhi kebahagiaan kt.
3.Kt harus mengikuti kodrat kt(jalan/koridor) sebagai manusia yg telah ditentukan Tuhan terhadap kt.Jelas mempengaruhi kebahagiaan kt.
Hmm..masuk akal, intinya kt harus mengenal diri kita sendiri secara benar yah
Hadits pendukungnya dari komen Papyrusz sebelumnya ini kali yah
# Man ‘Arafa Nafsah Faqad ‘Arafa Rabbah (Barang siapa yang mengenal dirinya maka telah mengenal tuhannya).
# Man Wadha’a Rafa’ahullah, Wa man Tarafa’a faqad Wadha’ahullah (Barangsiapa yang merendahkan diri maka akan diangkat oleh Allah, dan barang siapa yang mengangkat2 dirinya (sombong) maka akan dijatuhkan oleh Allah).
Hmm..Salut Sufi..
You’ve Got Me, Farid! Salam kenal
semoga Allah selalu mengaruniai kita kebeningan hati, sehingga apa yang kita lakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah, bukan karena ingin pujian atau imbalan dari makhluk.Seperti apa hati kita bisa terlihat dari apa yang kita ucapkan & apa yang kita lakukan kepada makhluk Allah yg lain, dan Cermin diri kita adalah orang2 yg setiap hari ada bersama kita!!
wah suasana kebunnya baru ya De?????
Assalamu’alaikum Kak Meutia
Jika HATI adalah cermin maka objeknya adalah seluruh anggota tubuh kita yang berdiri didepan cermin, jika cermin sebening air, maka jerawat sekecil apapun akan tampak, sedangkan jika cermin buram dan kotor, bisul sebesar buah sawo pastilah tak akan terlihat jelas (ini hanya sekedar perumpamaan)
Semoga ALLAH memudahkan kita semua untuk senantiasa menjaga kebeningan HATI. Amin Ya ALLAH.
Sudah Beningkah HATI kita???
Wassalamu’alaikum
suasana kebun baru, tp koq suasananya lebih nyaman yg sebelumnya…
Assalamu ‘alaikum wr wb.
Maafin deh sebelumnya, tapi sepertinya keinginanmu bukanlah dari hatimu. Mungkin perlu seseorang yang arif yang dapat menunjukkan hatimu yang sebenarnya. Ekspresimu masih berputar-putar pada dualitas bahkan paradox.
Semoga waktumu masih cukup, dan Allah pun mencukupkan waktumu.
Wallahushshomad wasalamu ‘ala Rasulahu wa alihi.
Wasalamu ‘alaikum wr wb.
‘
Salam Kenal Juragan..
Sebuah renungan yang mengena di jiwa sehingga air mata terkadang tak sanggup untuk tak menetes..
Salam Perubahan..
Salam Anak Bangsa..
@ Namaku Imam.
“maka jerawat sekecil apapun akan tampak”..tapi Rindu bening lho
tanpa jerawat haha (becanda)
WAAAAKAAKAAKAKAK.. MBAKE RINDUUUU.. IKUTAN BERCERMIN SEBENTAR YAAAAAAA
SALAM SAYANG
ahh .. doa kan saya .. yg sedang berjuang untuk menemukan dan membersihkan ‘cermin’ ini
Assalamu’alaikum.Hm…Tampilane ganti y mbak.hehehe saya kira saya slh buka blog,tnyata tampilane ganti
dan ketika saya bercermin ada satu perasaan dalam diri saya….
antara bangga dan tidak…tapi ketika melihat kehidupans ekarang…saya ternyata seharusnya beryukur..bener kata orang dibalik sebuah kekurangan justru kita menyimpan sebuah kelebihan
(seperti biasa paling akhir meyuyu koment disini)
Terakhiiirrrrrr
Hati memang menjadi penentu perilaku kita.
Tapi apakah hi sini “hati” = “liver”?
Wah, bisakah hatiku dilihat seperti itu
hati berbanding lurus dengan aura
hati yang gunda maka awan kelabu yang tampak
hati yang bening,bak mentari yang bersinar dikala pagi
sinarnya memberi kehangatan pada pengunjung kebun hikma
semoga hati mbak rindu tetap bening sebening kristal.
i miss u too, sist…
damang?
setelah sekian lama tidak mambaca tulisan kakak, dan saya pun rindu dengan tulisan2 kakak yang kan memberikan hikmah untuk saya….wahhhh sudah ganti template juga ni
makin keren templatenya
De..tulisanmu selalu sarat hikmah dan sering menjadi inspirasi..tetap semangat yah
*kita ada disini untuk saling mengingatkan & saling melengkapi*
hati adalah cermin, dan kepala adalah komandan untuk menjalankan dan mengerti cerminan ituh..
Wajah adalah cermin hati…Ab lihat wajah rindu = hatinya bersih tapi masih kehilangan diri (belum ketemu siapa diri rindu sebenarnya).
Hati adalah segumpal darah tempat bersemayamnya pahala dan dosa…
Sehingga ada yang berpendapat bahwa surga dan neraka itu adanya di hati….
Hati yang bersih adalah hati yang tidak di isi dengan dendam, iri,benci, hasad,ujub/bangga diri, hasut,ghibah/mengumpat/gosip dan buruk sangka….
Ciri hati yang bersih : jarang bermimpi kala tidur dan tidak pernah melihat jin/hantu ketika sadar…
Karena Jin tidak akan berani menampakkan diri pada orang yang berhati bersih…
Lumayan bagus c,tp kok ganti lg mbak tampilane?tampilan yg lama lg y
Jika Lautan di jadikan Tintanya dan pohon2 yg ada di muka bumi dijadikan pena, maka tak akan cukup menuliskan ilmu allah. Konon katanya hati yang bersih itulah yang bisa memantulkan ilmu allah, hati ibarat cermin, pabila dia kotor, maka Nur Illahi takkan terpantul…namun jika cermin itu bersih mengkilap, maka ia akan memantulkan Nur Illahi…
Assalamualaikum mba ade, salam kenal…
Thanks for sharing ya, di saat2 kegundahan hati yang sedang saya alami saat ini, di atas2 usaha yang saya lakukan untuk mengobati luka yang begitu dalam yang saya alami, saya menyadari kalo hati saya sama sekali belum bersih, masih banyak noda2 hitam berkumpul, saya ingin membuatnya menjadi bening, bagaimana caranya?