Setiap kali terbangun di pagi hari, saya selalu mengucap “Alhamdulillah, hari ini ALLAH masih menitipkan napas di jiwa saya” dan “Alhamdulillah bahwa semua masih seperti ketika saya tinggal ketika hendak tidur semalam“, bantal ini masih ada, kamar ini belum berubah menjadi makam yang gelap dan jendela disudut kamar masih ada, yang ketika saya buka akan terasa hembusan angin dingin menyapu wajah saya :) ah sungguh nikmat ALLAH yang manakah yang hendak saya pungkiri ketika saya masih bisa menikmati napas ini dan melihat kaki saya masih berpijak dibumi ALLAH :)

Lalu masih patutkah saya mengeluh tidak punya ini dan tidak diberi itu oleh ALLAH, sementara saya lupa bersyukur bahwa saya tidak terbangun di dalam makam yang gelap dan tidak dibangunkan oleh malaikat yang hendak meminta buku catatan kelakuan saya selama tinggal di bumi ALLAH. Iya engga?  terbayang gak kalau kita bangun tidur terus gak bisa pipis apa gak kesakitan, kita bisa pipis karena kasih sayang ALLAH loh, jadi terima kasih ya ALLAH :)

Iya, masih berani apa saya mengeluh? sangat tidak sopan ketika saya mengeluh sama ALLAH tentang mimisan yang gak berhenti sementara ALLAH memberi saya mata indah yang sempurna melihat pagi, kaki yang bisa berjalan kekampus, tangan yang bisa memegang setir mobil, mulut mungil yang bisa makan nasi goreng tanpa kecap kesukaan saya, ah sangat gak pantes dan gak sopan sama ALLAH kalau saya mengeluh tentang kehilangan demi kehilangan yang lain kan :)bersyukur De, belajar mensyukuri yang sedikit yang kita miliki“  kalimat yang indah titipan seseorang :) cuma mimisan kan De, udah merasa ALLAH gak sayang, bandingkan dengan jantung yang berdetak didalam, paru paru yang mampu menarik oksigen dan hati yang penuh gelombang kerinduan :) indah kan? STOP NGELUH, ALLAH gak butuh keluhan kita, bahkan gak butuh ucapan terima kasih karena DIA maha kaya, jadi gak guna tuh ngeluh !!

Lalu pernahkah saya membayangkan ketika esok tidak datang untuk saya, saya tertidur panjang dan dibangunkan oleh malaikat yang hendak meminta pertanggung jawaban saya, pasti akan banyak sekali pertanyaan dibenak saya saat itu dan saya tidak mungkin lagi kembali ke bumi ALLAH nan indah ini, bukankah menyesal diakhirat adalah sebuah kesia sian bukan?

Jika hari esok tak pernah datang lagi, tak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk meminta ampunan atas lautan dosa yang belum sempat terhapus hari ini, kemarin, sepekan yang lalu, setahun lalu, dan bertahun-tahun yang lalu. Bayangkan bagaimana jika ALLAH tak berkenan membukakan mata saya setelah sepanjang malam tertidur? bagaimana jika tulisan ini adalah tulisa terakhir saya di blog ini, karena esok saya tak lagi dititipi napas, udah minta maaf belum saya atas kata yang terangkai salah, atau mungkin melukai seseorang? ehm, dalem …  

Ketika esok harinya ruh ini melihat seluruh keluarga, sahabat sahabat saya, kekasih saya, anak anak didharmais, murid murid gitar saya, pak Ali tukang tape uli langganan saya menangisi jasad diri saya yang terbujur kaku berkafan putih, pernah terpikir gak? bekal amal apa yang sudah saya tabung selama ini jika esok tak datang lagi? sementara shalat saya masih sekedar menjalankan kewajiban, dzikir saya belum langgeng, jilbab saya masih kadang dibuka tutup, kadang masih bergujing, kadang masih ke mall dengan sahabat saya yang bukan muhrim, kadang masih bercanda tanpa tahu apakah sahabat saya tersinggung, kadang ini dan kadang itu …. :)

Bagaimana jika matahari esok tak lagi dapat saya lihat karena saya telah masuk ke liat lahat, padalah masih ada janji yang belum sempat saya tepati, masih belum sempat meminta maaf kepada orang-orang yang mungkin pernah tersakiti hatinya oleh lidah dan tindakan saya, sudahkah saya meminta keikhlasan mereka atas semua yang tak mampu saya penuhi, atas ketidak mampuan saya membuat mereka bahagia, dan saya telah menyakiti mereka tanpa sempat meminta maaf  :( ya ALLAH saya tak sanggup membayangkan seberapa lama hisab saya dijembatan sirotol mustakim ketika maaf belum terucap apalagi dimaafkan oleh mereka yang mungkin saya lukai hatinya :(   dan janji janji dengan Ayah yang belum saya penuhi, lulus kuliah ya De? he eh … janji janji dengan kekasih yang belum sempat terwujud tapi napas tak lagi dititipkan.

Nauzubillahimindzalik…  

 

Mulai pagi ini yok kita ucapkan “Alhamdulillah” atas nikmat esok yang masih menjadi milik kita dan sambung silaturahmi agar tak ada luka yang akan kita tinggalkan jika esok tak akan datang lagi untuk kita :) dan maafkan saya jika esok saya tidak lagi mampu menulis disini, barangkali ALLAH mensudahi esok untuk saya yah …

Dan sejuta tanya ketika esok tak datang, sudahkah saya memenuhi janji  janji saya dan meminta keikhlasan untuk meridhoi ketika ajal saya tiba dan saya ternyata belum mampu membayar hutang janji, sudahkah saya mengeluarkan hak fakir yang ada didalam gaji saya sebelum saya menabung, sudahkah saya meminta maaf kepada orang orang yang mungkin pernah saya dzalimi, sudahkah saya meminta keridhoan Ayah atas segala cinta yang begitu indah untuk membesarkan saya, dan sudahkah saya memohon ampunan dengan bersungguh sungguh kepada ALLAH atas segala dosa dosa… :)

ah ternyata saya BELUM siap ketika esok tidak lagi menjadi milik saya :(

 

 

54 Komentar

  1. Alhamdullilah,dan ternyata bisa pertamax..
    sholat tahajud dulu ach,nanti dilanjut comennya.

    Rindu: alhamdulillah, begitu bangun tidur langsung buka blog saya mas … ucapkan Alhamduillah, bahwa malam ini masih bisa bertahajud dan bisa membaca blog RINDU :)

  2. Fabiayyi Aalaa Irabbikuma Tukadzdziban..

    Rindu: artinya mas? :P

  3. Assalamualaikum wrwb …

    Alhamdulillah ,,, segala puji hanya bagi allah ,,, alhamdulillah ,,, ya allah udah mengenalkan ” Kebun Hikmah ” ini ,, semoga ” Kebun Hikmah ” ini selalu mendapat ridho Mu ya Allah ,,, agar selalu dapat menebar hikmah untuk yang ” singgah ” ke kebun ini ,,, barakallahu ,,, ( Mode ” Merenungi isi postingan ukhty Rindu ini” ON ) ….

    Rindu: amin ya ALLAH, beri saya hidup yang bermanfaat ya ALLAH, agar saya bisa terus berbagi disini … amin ya qhaffur.

  4. ya ALLAH jadikanlah hambamu sebagai salah satu umat yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah engkau berikan
    jangan butakan mata kami terhadap anak yatim
    jangan tulikan telinga kami terhadap rintihan fakir miskin
    jangan biarkan kesombongan menyelimuti hati kami
    hanya kepadamu hamba mohon ampunan,dan hanya kepadamu hamba kelak akan kembali…
    terima kasih kepada mbak rindu atas postingan yang meyirami qolbu,sekali lagi terima kasih

    Rindu: makasih yah sudah melengkapi tulisan saya … :) semoga ALLAH ridho.

  5. semoga kita bisa menyediakan bekal yang cukup untuk hari esok yang akan datang..

    Rindu: amin ya ALLAH …

  6. sesungguhnya orang yg cerdas/dzakiy adalah orang yg bnayak mengingat kematian…

    Rindu: insya ALLAH, kita golongan orang yang cerdas/Dzaki yah, amin ya ALLAH

  7. assalamualaikum,
    terima kasih atas pencerahannya, yang selalu mengingatkan siapa diri ini dibumi ini,.. untuk apa kita hadir dan berpijak, dan sudahkah kita tunaikan janji kita pada sang pemilik. moga penulis dan pembaca selalu diberikan pencerahan agar hari2 yang akan dijalani menjadi bermanfaat, semoga ridho ALLAH SWT selalu menyertai…amin..

    Rindu: kita hanya debu dibumi ini mas, dan napas ini hanya titipan, bersiaplah jika sedetik kemudian diambil oleh pemiliknya? sementara saat itu kita tidak berada ditempat yang benar? kita mungkin sedang didampingi oleh non muhrim kita, dan kita mungkin sedang berpijak ditempat yang tidak disukai ALLAH … ya ALLAH, saya masih sering berada disana, masih berdua duaan dengan sahabat saya yang bukan muhrim saya untuk makan nasi goreng atau ketoko buku, ampuni hamba ya ALLAH …

  8. Bergidik baca ini mba…

    Ampuni hamba ya Rabb………..

    Rindu: bergidik itu apa sih artinya mas? :) *bingung*

  9. entahlah…
    hanya bs merenung, bs jd esok hari tak mampu kutemui…
    tak ada yg mustahil bagi 4jj1, mgkn saat ini qta sehat, tp esok hanya Dia yg tahu. bs jd saat ini sakit parah, bs jd esok 4jj1 memberikan kesembuhan. tak ad yg mustahil bg Dia, jd jgn putus harapan selagi msh ad waktu untuk berharap… meskipun hanya sedetik waktu tersisa untk berharap.
    maaf klo salah.

    Rindu: dua minggu yang lalu saya menjenguk mamahnya temen saya yang sakit keras [ginjalnya bocor] tapi sore ini saya menerima kabar, justru Ayahnya yang berpulang ke rahmatullah … :) inilah hidup, dan napas pasti akan berhenti, hanya masalah waktu.

  10. Ya Allah ampuni hamba-MU ni.. :-( .
    Salam..

    Tulisan-tulisan dikebun hikmah ini slalu membuat saya khabisan kata-kata (ga ngerti gt mksdnya Cin?) Bkn.. Tp,tiap mampir ke kebun hikmah ini,baca tulisannya,terdiam,terpaku,terpana.. Merenung deh,jadi jarang ngisi komen..:-). Trima ksih ya Sist,slalu mngingatkan.

    Rindu: sama ya sist … jika tulisan disini mengingatkan kita kepada ALLAH itu datangnya pasti dari ALLAH, jika ada yang salah dari tulisan disini, itu pasti datangnya dari saya, manusia yang kadang khilaf :)

  11. Assalamu’alaikum Kak Meutia

    Saya pernah bermimpi “ruh saya keluar dari jasadnya dan bisa memandangi diri saya sendiri secara langsung”, dan tidak lama kemudian saya pun terjaga.

    Sejak Mimpi itu, saya merasa takut, karena selalu terlintas pertanyaan di benak saya “KAPANKAH mimpi tersebut menjadi nyata?”. Saya membayangkan, sendirian di makam yang cuma berukuran 1×2 meter apakah mampu..? dan dosa-dosa saya yang menggunung, apakah mampu saya menahan siksa atas dosa tersebut..?

    Semoga di sisa waktuku, dirimu dan diri kita semua dapat menyadari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat dan segera mampu memperbaikinya . Amin ya ALLAH.

    Dan semoga kita dapat tersenyum di saat kematian datang menjemput.

    Wassalamu’alaikum

    Rindu: semog mimpi itu menjadi pemicu untuk terus membersihkan diri yah, karena manusia memang tempatnya khilaf dan serunya kita gak tahu apakah besok kita masih bernapa atau tidak :)

  12. pagi yang menantang

    selamat datang pagi…
    setelah lelap dalam tidur…
    setelah syarafku mengendur…
    setelah asa duniaku..sesaat terkubur…
    setelah segala problem..tak kentara…
    hanya bergerak lambat dalam alam bawah sadarku…
    setelah nafsu..seakan mati…
    tak berkutik…untuk mempengaruhi jiwaku..yang rapuh…..

    selamat datang pagi…
    apakah angkau akan membangunkan lelap tidurku….
    apakah engkau akan menegangkan kembali…kendur syarafku
    apakah engkau akan menggali kembali asa duniaku…
    apakah engkau akan menampakkan kembali problemaku…

    selamat datang pagi…
    apakah engkau juga akan menghidupkan kembali nafsuku…

    sungguh jika aku boleh memilih…
    sungguh jika aku boleh meminta..
    kan kupinta tidak ada engkau…pagi…

    aku…
    aku…yang rapuh selalu takut bila engkau tiba…
    aku ingin…namun…aku sadar…
    kehadiranmu adalah ujian bagiku…
    akan kukalahkan engkau …pagi…

    mana tunjukkan padaku….
    mana kekuatanmu ..pagi…

    mana dia..
    ketegangan syarafku…
    asa duniaku…
    problematikaku….
    dan nafsu-nafsuku….
    mana dia….

    akan ku kalahkan engkau…pagi….
    akan kukalahkan…

    sehingga diwaktu malam aku dapat tersenyum..
    aku kalahkan ketegangan syarafku..
    aku kalahkan asa duniaku…
    aku kalahkan problemaku…

    dan…
    akan kukalahkan nafsu..nafsuku…

    baiklah…
    akan kubuktikan….
    sebab aku diciptakan oleh Rabbku…
    dengan ujian darinNYA…
    dengan datangnya engkau…pagi…

    Rindu: puisinya panjang yah …. saya paling gak bisa nih bikin puisi, prosa jadi cuma bisa nulis doang :)

  13. siang jeung…….
    blue kembali mencoba menerima kodratnya
    salam hangat selalu
    wah jika esok tak ada ku harap engkau selalu memegang niat muliamu untuk selalu menjadi HambaNya………

    Rindu: siang juga Blue, kondrat baik dan buruk diterima dengan ridho ya Blue … ikhlaskan seperih apapun, nanti ALLAH akan menghibur :)

  14. “Ketika Esok Tak Datang”…yah Gelap :) *bingung..sambil garuk-garuk kepala* :)

    Rindu: gelap !!! douh pasti gelap banget yah ketika kita terbangun di bawah tanah itu :)

  15. artikelnya tetap berbau kerinduan..
    sangat konsisten sekali.. nice :)
    salam buat keluarga…

    Rindu: saya memang RINDU dan bikin rindu semua pembaca blog saya … hahaha, GR banget sih De, ampun !!

  16. like this…like this…

    alhamdulillahirobbil’alamiin…

    Rindu: :)

  17. Astagfirullah , ketika manusia terbangun dengan keasliannya tidak mengingat Allah maka ketika bagun tidur sebenarnya kita telah menghitung ketidak bersukuran kita. Ya Allah maafkan diri ini yang belum maksimal mengejakan semua perintah dan laranganmu.

    De maaf ya kalo kata membuatmu salah paham. Maafkan

    Rindu: cukup ucapkan satu kata ketika membuka mata “Alhamdulillah” dan hal sesimple ini pun jarang bisa dilakukan oleh kita mas :)

  18. waktu kian habis memakan jatah umur kita, sesuatu yang sangat berharga tapi kebanyakan manusia melupakannya.

    aku tidak tahu kapan maut menjemputku, bahkan aku tidak tahu apakah Allah meridhoi ku mati dalam keadaan apa….ah, akhir yang kujelang tiada berani kupastikan…aku hanya hambaMu ya Allah, aku mengharap surga Mu tapi aku pasrah dengan segala kehendak Mu karena memang bukan amalan ku yang menghantarkan ku pada Diri Mu.

    Rindu: Saya sedang belajar untuk mencari ridho ALLAH … doakan saya mampu mencapai titik itu ya mas :) doakan.

  19. @ mas kawanlama 95, bukan menghitung ketidak bersyukuran kita, tapi tepatnya saat kita bangun setiap hari maka kita harus sadar betapa banyak rahmad Allah untuk kita dan betapa kurangnya syukur kita pada Allah, karena itu mari kita sama-sama memperbaiki diri.

    Rindu: waktunya memperbaiki diri … ya ALLAH beri kami kekuatan untuk terus menjadi lebih baik, dan cabutlah napas kami pada saat khusnul khotimah :)

  20. Hm… merenung….

    Semoga tiap hari saya memikirkan ini…

    bahwa esok tak mesti datang…

    Rindu: siapkan bekalnya sist, esok mungkin tak akan ada lagi …

  21. jangankan esok hari detik kemudian kita tidak tahu apakah kita masih akan menemuinya atau tidak..

    http://senyum-ku.blogspot.com/2009/06/jika-kematian-datang-tiba-2-siapkah.html

    Rindu: iya mas, betul sekali … no matter how far we come, we still cant see tomorrow [Status YM someone that I Love, ah kangen] :)

  22. malam jeung
    q datang menyapamu
    salam hangat dalam 2 musimnya blue

    Rindu: malam Blue … waallaikum salam :)

  23. assalamu’alaikum

    Perlu diketahui bahwa beriman kepada takdir ada empat tingkatan:

    1. Beriman kepada ilmu Allah yang ajali sebelum segala sesuatu itu ada. Di antaranya seseorang harus beriman bahwa amal perbuatannya telah diketahui (diilmui) oleh Allah sebelum dia melakukannya.

    2. Mengimani bahwa Allah telah menulis takdir di Lauhul Mahfuzh.

    3. Mengimani masyi’ah (kehendak Allah) bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah karena kehendak-Nya.

    4. Mengimani bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu. Allah adalah Pencipta satu-satunya dan selain-Nya adalah makhluk termasuk juga amalan manusia.

    ukhti aku belajar dengan keadaan biar setiap waktu siap, pikiran, hati, lidah, sampai kita mau apa aja, karena ukhti tau bahwasannya semua udah diatur.

    “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang akan aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud).

    di mana janin yang sudah ditiupkan ruh di dalam rahim ibunya akan ditetapkan mengenai 4 hal: (1) rizki, (2) ajal, (3) amal, dan (4) sengsara atau berbahagia.

    “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 4). Ibnu Abbas mengatakan, “Pada malam lailatul qadar, ditulis pada ummul kitab segala kebaikan, keburukan, rizki dan ajal yang terjadi dalam setahun.” (Lihat Ma’alimut Tanzil, Tafsir Al Baghowi)

    kita mulai dengan bismillah……. dan kita akhiri alhamdulillah semoga Allah selalu membimbing kita pada ketaatan dan tidak tergelincir kedalam kemaksiatan sehingga kita meninggal dalam keadaan beriman kepadaNya maaf agak banyak tulisannya…. sekali lagi joko minta maaf….

    Rindu: alhamdulillah, saya suka ketika komen mampu melengkapi tulisan tulisan saya, semoga kita bisa memberi manfaat yang lebih yah :)

  24. Dimulakan dengan Bismillah, Insya Allah akan diakhiri dengan Alhamdulillah :) Tp patut juga tuh dicoba, dimulakan dengan Alhamdulillah ketika bangun pagi … tapi Bismillah lagi tetep.

    Rindu: selalu ada dua kata itu mas … SELALU :P

  25. Syukur adalah ‘perbuatan’ yang paling sering saya lupakan

    Rindu: kalau gitu mulai di ingat ingat lagi mas … dan mulai bersyukur lagi yah, insya ALLAH diberi lebih jika kita pandai bersyukur yang sedikit. amin ya ALLAH :)

  26. Tak kenal maka tak sayang

    Ungkapan di atas sering disebutkan oleh sebagian kita untuk menyatakan bahwa agar bisa menyayangi seseorang/sesuatu maka terlebih dahulu kita harus mengenalnya dengan baik.

    Ungkapan di atas juga bisa dikaitkan dengan tulisan ‘Ketika Esok Tak Datang’ atau berhubungan dengan syukur nikmat.

    Suatu ketika kita diberikan cobaan sakit mata, rasanya pasti tidak enak karena mata menjadi perih, berair dan pas sujud dalam shalat terasa mau copot. Ketika kita sakit mata baru terasa oleh kita betapa enak dan nikmatnya mata yang sehat/tidak sakit. Selain itu muncul tekad yang kuat untuk menjaga agar mata tidak mudah terkena debu.

    Suatu ketika kita diberikan cobaan sakit gigi, rasanya mungkin sakit tidak ketolongan sampai-sampai ada lagu dangdut khusus tentang sakit gigi. Yang ada di benak kita ketika sakit gigi adalah betapa enaknya jika kita tidak pernah merasakan sakit gigi. Selain itu muncul tekad yang kuat untuk rajin memelihara kesehatan gigi.

    Suatu ketika kita diberikan cobaan flu, hidung mampet, kepala pusing, badan pegal2. Yang terbayang dalam pikiran kita adalah kita terbebas dari flu dan bebas beraktivitas. Selain itu muncul tekad yang kuat untuk memelihara kesehatan ketika sehat, rajin berolahraga, cukup istirahat dan minum vitamin.

    Akan selalu ada ‘penyesalan’ sekaligus ‘tekad yang kuat’ ketika kita diberikan cobaan atau ketika salah satu nikmat yang ada pada kita dicabut untuk sementara dari diri kita. Penyesalan muncul karena nikmat yang hilang sementara itu ternyata begitu berharga bagi kita dan tekad yang kuat muncul karena kita tidak ingin nikmat itu akan hilang lagi di lain hari dari diri kita.

    Rindu: ketika saya kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup saya, saya SANGAT ingin mengembalikannya kang, namun saya tahu itu TAK akan pernah kembali … lalu apa yang harus saya lakukan? agar saya tetap bersyukur meski tak ada lagi “itu” dalam hidup saya, bingung yah? :)

  27. @ Antawirya :)

    Teman sy salut dengan semangatmu,keliantanya Ente punya
    motivasi diri yang sangat tinggi.Jarang ada orang seperti Ente.
    Biasanya orang seperti ente sangat sulit dikalahkan..misal, dalam
    suatu kompetisi.

    Namun yg sy tidak mengerti..berani kali awak (Ente) “Nantang Pagi”..

    “akan ku kalahkan engkau…pagi….
    akan kukalahkan…”

    Seperti yg kt tahu,Bumi ini berputar di porosnya artinya ada siang ada malam.
    Dan sudah tentu ada pagi sebelum datang siang..jadi berarti pagi itu kan gerak alam ini,
    (Sunatullah)…tetapi tetap dengan berbaik sangka “kalo boleh sy memohon..tolong jangan lakukan itu”…karena bila itu awak lakukan,kasian kami-kami ini…karena itu berarti kiamat bagi kami :) dan esensi tulisan Rindu ini benar-benar terjadi terhadap kami “Ketika Esok Tak Datang..” artinya kan kiamat dong.. :)

    Atau mungkin ini hanya sekedar khiasan…artinya sebetulnya yang Awak(Ente) tantang adalah hawa nafsu Awak sendiri (nafsu apapun itu namanya)…kalau memang ini yg Awak maksudkan,menurut saya sih..gak usah “pagi yang ditantang”..kalo ngikutin sunnah Nabi,Beliau cuman bilang bahwa “musuh terbesarmu adalah hawa nafsumu sendiri”..nah kalo ngikutin petuah pendeta Saolin…”taklukkan dirimu sebelum menaklukan orang lain”..nah lo sy juga jd bingung nih :) maaf ya Teman, mungkin Awak bisa kasih penjelasan.Terima Kasih.

    Rindu: selamat diskusi … :)

  28. betul sobatku, kadang kita terlena dengan kesibukkan dunia yang fana ini, hanya sedikit waktu kita sisihkan utk Sang Pencipta..Kalo sudah begini hanya mohon ampun ke pada-Nyalah kita meminta…Ok salam kenal sobatku

    Rindu: iya, dunia memang melenakan koq mas, sungguh … dan kita harus menyeimbangkan kali yah? :P

  29. Salam CINTA DAMAI dan KASIH SAYANG

    Rindu: salam sebangsa dan setanah air dan seiman …. apa sih De? :P

  30. Ta’ajjabtu ilaik…tulisan teteh bagus2! :-)

    Rindu: makasih ya sist … besok besok jangan puji saya lagi yah, saya TAKUT :)

  31. Bersyukur adalah nikmat yang tiada tara..

    Makasih mba.. Tulisannya inspiratif bgd… ;)

    Rindu: alhamdulillah, semoga ada manfaat dari tulisan ini ya kang, yang indah datangnya dari ALLAH :P

  32. alhamdulillah

    Rindu: amin ya ALLAH … :) terima kasih ALLAH.

  33. malam jeung.
    pa cabar?
    semoga iman di jiwa dan hatimu semakin bertambah
    salam hangat selalu

  34. subhanallah,
    makasih de,
    telah mengingatkan saya,
    yang sering kadang lupa bersyukur dengan apa-apa yang telah diberikan-Nya dengan malah mengingat apa-apa yang tidak diberikan-Nya

    Rindu: semoga kita menjadi umat yang selalu bersyukur, bahkan mensyukuri yang tidak kita miliki sekalipun mas … makasih udah mampir :)

  35. mhn maaf br nemu blog secantik ini belakangan…

    bener klo kt ‘bersyukur’ akan ditambah lg nikmat2 yg lain
    bersukurlah dulu sebelum meminta (berdoa) itulah knp Allog SWT meletakkan surat Alfatihah di posisi terdepan dlm Alqur’an,,

    sedikit cerita rekan sekantor..
    dia,,dpt musibah mata sblh kanan kena ketapel org yg tdk bertanggung jawab (agak sedeng),,dimana bola matanya akhirnya rusak tdk berfungsi & hrs dibuang,,
    beberapa bulan berlalu diputuskanlah ganti dg kornea imitasi (lupa namanya),,tp apa yg terjadi?
    ybs sangat kesakitan beberapa hr krn kornea tsb klo digerakan sakit akibat tdk bs mengeluarkan air mata,,,,,,
    ybs baru sadar klo nikmat Alloh SWT yg bernama ‘air mata’ saja sangat besar sekali,,
    mata yg kiri bisa menangis tp yg kanan tdk,,
    krn nikmat Alloh SWT =’air mata’ blm keluar,
    tobat & tahajud yg dia lakukan slm ini tdk terasa klo doa2 yg tulus slm ini justru sampai mengeluarkan air mata,,air mata kelopak mata kanan yg selama ini ybs dambakan..subhanalloh,,,,,
    terus.. sudahkah kita berterima kasih.. sudahkah kita bersyukuuuuurrrr… jika nikmat ALLAH itu meliputi HIDUP kita selama 24 jam disini… hmm.. sesungguhnya nikmatKU yang mana lagi yang kau dustakan…

    Rindu: terima kasih mas, sharingnya … yang sedikit menurut kita, tapi sangat besar ketika kita syukuri yah, semoga kita menjadi hamba hamba yang mampu bersyukur hanya kadang kita manusia ketika bahagia lupa saya ALLAH mas, sehingga menggunakan segala raga untuk mendzalimi diri sendiri :)

  36. Ingat Dua hal:

    Pertama,
    Man ‘Arafa Nafsah Faqad ‘Arafa Rabbah(Barang siapa yang mengenal dirinya maka telah mengenal tuhannya).

    Kedua,
    Man Wadha’a Rafa’ahullah, Wa man Tarafa’a faqad Wadha’ahullah (Barangsiapa yang merendahkan diri maka akan diangkat oleh Allah, dan barang siapa yang mengangkat2 diringa (sombong) maka akan dijatuhkan oleh Allah).

    Rindu: merenung …. :)

  37. Alhamdulillah…nyampek juga di sini.
    Alhamdulillah..Masih bisa ngeblog. :)

    Rindu: alhamdulillah … masih ada blog, media tempat bersilaturahmi dan mencari cinta ALLAH melalui silaturhmi ini ya kang :P

  38. Alhamdulillah…masih bisa “jumpa” ma yang punya blog :)

    Rindu: alhamduilllah, kang humor masih mau memberi komen di blog saya yang sederhana ini, makasih ya kang :)

  39. Semoga Allah memberikan ketaqwaan dan keteguhan.

    Rindu: amin ya ALLAH … amin.

  40. ketika esok tak kan datang … ada saatnya waktu memang harus berhenti, kan?

    De,yang paling aq khawatirkan adalah … pada saat saat menjelang waktu berhenti tidak ada dirimu … eeee … :D

    maksudnya tidak ada orang yang menemani … paling nggak untuk membantu ‘menunjukkan’ jalan pulang yang bener.

    Rindu: mas, guru mengaji saya bilang “bersilaturahmilah agar ketika ajal kita tidak sendiri” artinya jangan pernah memutus silaturahmi kepada orang yang melukai hati kita sekalipun, karena kita tidak pernah tahu, mungkin saat ajal dialah yang akan membimbing kita mengucap sahadat … kita tidak pernah tahu, maka itu jangan memusuhi siapapun termasuk yang melukai kita, karena mungkin dialah yang dikirim ALLAH menemani saat saat akhir kita kan? :)

  41. otak saya ga sanggup mencerna

    Rindu: kalo gitu ucapkan istighfar … :)

  42. @ Rindu

    Sesuatu yang terjadi di masa lalu tentu tidak akan pernah bisa diubah lagi dan seperti itulah hukum ‘alamnya’. Jika kita kehilangan sesuatu yang teramat berharga di masa lalu maka ikhlaskanlah.

    Ikhlas akan berimplikasi kepada beberapa hal, pertama dia sadar bahwa segala sesuatu itu (yang berwujud materi) akan hilang dan di situlah bukti semua yg berwujud materi dalam hidup ini bersifat sementara, kedua dia sadar bahwa dirinya itu insan yang lemah dan butuh pertolongan Allah, ketiga dia sadar semua yang sudah terjadi adalah ’setingan’ dari Allah, keempat dia sadar bahwa apa yang sudah terjadi itu adalah yang paling ‘tepat’ buat dia dan kelima dia sadar untuk selalu berprasangka baik terhadap semua qadha dan qadhar Allah yang menimpanya.

    Jadi jangan bersedih tatkala hilang sesuatu yang berharga di masa lalu kita karena insyaAllah Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik buat kehidupan kita hari ini dan hari esok. Masa lalu bisa tetap kita kenang tapi jangan ikut dijadikan sebagai penambah beban kehidupan saat ini. Kita hidup untuk masa sekarang bukan dari bayang-bayang masa lalu.

    Rindu: iyah, masa lalu adalah paket dalam hidup kita yang tak akan pernah luruh meski kita telah melangkah jauh, bahkan bentakan guru sewaktu kecil akan menjadi cinta yang luar biasa jika kita bawa ke masa sekarang, kaya lagu Jacko ‘one day in your life’ semua kenangan tak akan hilang, yang bisa kita lakukan adalah membawa keindahannya untuk ikut merangkai hari ini dan hari hari kedepan … ah berat menurut kita, indah menurut ALLAH.

  43. subhanallah…tiada yang menduga bidadari bumi siapakah orangnya!!

    Rindu: subhanallah, jangan puji saya mas … :)

  44. mbak rindu untuk balasan coment blog sedekah ada yg salah ketik kelihatannya.

    Rindu: waduh, nanti saya liat lagi yah … :)

  45. kadang saya mikir juga seperti yang sampeyan tulis itu mbak, kira-kira masih berapa jatah waktu saya, adakah firasat yang bakal saya rasakan sebelum waktu saya tiba, yang semacam itulah. dan kayaknya saya blom siap kalo dipanggil, aduh gimana ini, takut…

    Rindu: siap gak siap, napas akan berhenti mas… jadi mending siapin diri deh :)

  46. Alhamdullillah..
    Kalau BELUM berarti akan menuju SIAP..

    Rindu: siap gak siap suatu hari kita akan terbangun di makam yang gelap mas … :)

  47. terima kasih ya Allah yang masih memberikan kita nafas dipagi hari. pasti dapet award lah postngannya bagus2 kok sabar juga milik umat kok

    Rindu: wah award darimana yah? :)

  48. alangkah mulia nya hati mu

    sungguh sangat beruntung jika seseorang mendaptkan kekasih seperti kamu,engkau lah idaman seorang lelaki yang soleh.
    jujur,setelah aku membaca semuanya tentang artikel kamu hatiku langsung tersentuh,yang semulanya hati ini selalu mberontak dengan keadaan dan takdir,sekarang seperti ada cahaya ditengah tengah langkahku.seakan cahaya itu menyinari kegelapan yang slama iniakurasakan,seakan akan ALLAH memberikan petunjuk jalan lewat dirikamu.

    terimakasih ya ALLAH engkau tlah memberikan petunjuk hati lewat dunia maya.
    terimakasih rindu kamu telahmemberikan cahaya dalam kegelapan.semoga apa yang tlah kamu tuliskan dalam blok kamu ini tidak jauh berbeda dengan apa yang ada dalam hati kamu.
    semoga ALLAH selalu melindungi dalam setiap langkahmu
    dan selalu di jauhkan dari mara bahaya,amin…
    sukses slalu rinduku…

    Rindu: terima kasih mas, terima kasih atas segala pujiannya yang indah, tapi sungguh saya masih belajar menulis disini mas :)

  49. Yah…bersiap-siaplah terus, :)

    Rindu: siapkan diri, jagalah hati jangan kau nodai [Aa Gym mode on] :P

  50. Terimakasih YaALLah

    Untung saya masih bernafas
    He

    Rindu: Alhamdulillah…

  51. @farid
    karena itu berarti kiamat bagi kami :) dan esensi tulisan Rindu ini benar-benar terjadi terhadap kami “Ketika Esok Tak Datang..” artinya kan kiamat dong.. :)

    Atau mungkin ini hanya sekedar khiasan…artinya sebetulnya yang Awak(Ente) tantang adalah hawa nafsu Awak sendiri (nafsu apapun itu namanya)…kalau memang ini yg Awak maksudkan,menurut saya sih..gak usah “pagi yang ditantang”..kalo ngikutin sunnah Nabi,Beliau cuman bilang bahwa “musuh terbesarmu adalah hawa nafsumu sendiri”..nah kalo ngikutin petuah pendeta Saolin…”taklukkan dirimu sebelum menaklukan orang lain”..

    makasih atas komentarnya…
    sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah bahaya dari nafsu itu sendiri…
    kalau saya petuah yang dipegang adalah kenalilah dirimu maka kau akan kenal Tuhanmu…

    Rindu: gak tahu musti jawab apa? makasih yah sudah melengkapi tulisan saya disini mas, sungguh saya masih belajar :)

  52. ya, saya paham.
    sepertinya saya akan duduk lebih lama di depan komputer saya untuk membaca tulisan-tulisan indah Anda.

    Rindu: silahkan mas, jangan lupa shalat yah jangan keterusan baca blog saya :)

  53. Subhanallah mba, tulisannya bagus sekali, boleh saya minta untuk di share ke yang lain mba…
    makasi ya… :)

    Rindu: Silahkan sist … selama mencantumkan sourcenya yah, kan kita belajar menghargai hak cipta kan? :)

  54. Sip mba, source nya di cantumakan kok, jazakillah yah… :)

    Rindu: makasih yah :)


Tulis sebuah Komentar

*
*