Nayla

 

Hari ini, saya dititipkan seorang bocah centil berumur 5 tahun bernama NAYLA, ”NAY” nama panggilannya, putri dari sahabat saya, ada syurga tersendiri untuk saya bisa bermain dengan bocah secentil saya sewaktu seumur dia :) menemaninya selama seharian memberi saya banyak pelajaran berharga :) 

Ada yang menarik dari perempuan kecil ini, seharian yang ia mainkan adalah boneka gundul yang seperti bayi kecil yang seolah olah anaknya yang harus ia beri susu, gantikan popoknya, beri makan dan minum, meninabobokan dan membacakan buku dongeng apa saja hingga si boneka bayi itu tertidur :) Ada yang lebih menarik lagi dari semua yang Nay mainkan adalah ia sibuk memainkan trolly belanjaannya seolah keluar masuk supermarket sambil menggendong boneka bayinya, kemudian Nay memasak dengan segala alat masak mainannya dan memberi makan boneka bayinya….

Subhanallah …

Ternyata, setiap manusia itu dilahirkan dengan fitranya dan nalurinya sejak kecil bahkan sejak bayi, perempuan dengan naluri keperempuanan seperti Nay yang sejak usia sedemikian kecil dengan naluri menjadi Ibu rumah tangga, menjaga anak, mendongengkan, menina bobokan dan memberi makan dan minum, kemudian memasak dan membereskan rumah, sangat MENYENTUH naluri keperempuanan saya, yang hingga saat ini belum mampu memasak, hahaha :)

Subhanallah ya ALLAH ya Nurul Qolbu [again and again], tak henti saya berguman dan takjub akan apa yang saya lihat seharian ini.

 

Saya jadi teringat ketika sahabat sahabat saya sempat bingung melihat tujuan hidup saya untuk menjadi Ibu rumah tangga yang bekerja dirumah sambil menjaga anak anak, atau bekerja yang bisa sambil membawa anak anak saya ketempat saya bekerja, menjadi guru atau penulis misalnya atau membuka toko one stop shoping for muslimah :)   dan sahabat sahabat saya bilang “kalau kaya gitu sih, gak usah kuliah S2 kali De” dan saya menjawabnya dengan senyum bahwa di jiwa saya terus berkembang bahwa Ibu yang cerdas akan menghasilkan anak anak yang cerdas, itu artinya ijazah kuliah untuk membuat anak anak cerdas bukan? gak sia sia dong :) setuju gak?

Sekali lagi, ini SEMATA MATA PEMIKIRAN SAYA SAJA yah [takut diprotes para perempuan di era global nih :) ]

Saya selalu terpikir bahwa kantor itu bukan tempatnya perempuan, bukan tempatnya seorang Ibu, dengan berbagai alasan misalnya “anak akan mandiri jika Ibu bekerja De”, apa tega anak umur 0-10 tahun harus mandiri? apakah mendidik mereka untuk mandiri dengan meninggalkan mereka? saya sering melihat anak anak yang dititipkan kepada si nenek atau nenek mertua, koq tega yah? bukankah orang tua kita harusnya menikmati saat saat indah bersama cucu di akhir pekan, jadi bukan dibebankan untuk mengganti popok, mengejar ngejar si kecil yang tak mau makan? ya ALLAH … Ibu sudah lelah, janganlah dibebani dengan hal yang melelahkan ini :( sudah lelah mengurus kita sewaktu kita kecil bukan? dan kini kita lelahkan tubuh keriputnya dengan urusan anak anak kita… mau nangis rasanya saya.

Sewaktu saya seumur Nay, saya sangat menginginkan seorang Ibu yang dengan tangan lembutnya akan membelai kepala saya setiap kali saya membutuhkan cinta, menyambut dipintu setiap kali saya pulang sekolah dengan senyum yang termanis didunia, dengan pelukan terhangat diatas bumi ALLAH ini, kemudian menemani saya makan sambil mendengarkan celoteh saya menceritakan isi dunia kecil saya dan kemudian menemani saya bobo sambil bersenandung atau membacakan dongeng dongeng hingga saya terlelap dibobo di pelukan Ibu …. dan ketika saya bangun maka Ibu lah yang pertama kali akan saya cari.

ya ALLAH titp salam untuk Ibu di syurgaMU :(

Lalu ketika untuk alasan sudah sekolah tinggi tinggi masa cuma jadi Ibu rumah tangga De, tegakah saya melepas semua keindahan dunia sebagai Ibu, melihat mulut mungil yang kekenyangan karena makanan yang mereka lahap dari tangan lembut saya, adalah syurga dibanding promosi sebagai manager dikantor yang hanya membuat bangga bos saya, mana lebih berharga? melihat kaki kaki kecil menggeliat menginjak bumi karena saya yang menuntunnya untuk melangkah mungkin adalah imbalan yang pas atas jerih payah saya sewaktu sekolah dulu? apa gaji puluhan juta lebih indah dari kaki kaki kecil ini?

Ah … mungkin rasa ini hanya berlaku untuk perempuan perempuan seperti saya yang tidak dibesarkan oleh seorang Ibu yang melahirkan saya :) mungkin ini hanya untuk perempuan yang cara pandangnya sesederhana saya, menjadi Ibu, karena menurut saya menjadi perempuan itu sangat mudah loh, semua tinggal minta sama suami, kebutuhan jasmani kan tinggal minta sama suami, apalagi kebutuhan batin pasti dikasih lah gak perlu minta :) oopppsss !!!

 

Dan, saya menghayal seandainya semua perempuan berada dirumah mungkin global warming bisa berkurang karena mobil berkurang dijalan, dan perempuan bisa bertaman dirumah :) dan para lelaki sekarang katanya lebih suka istrinya bekerja jadi selevel gitu, emang menjadi Ibu beda level dengan menjadi Ayah yah :)

Bukankah di AlQuran memang tugas lelaki dan perempuan itu berbeda, atau kita sudah berani bilang AlQuran gak up to date lagi tuh di zaman sekarang atau, atau imam dalam rumah tangga telah diambil oleh perempuan sehingga laki laki takut meminta istrinya untuk dirumah bersama para buah hati, berarti gagal dong amanah ALLAH untuk menjadi imam bagi sang suami bukan? 

Bukankah tanggung jawab ini akan dihisab di akhirat nanti? dan kita diamkan hanya karena takut istrinya lari ke pengadilan agama karena gak boleh kerja? lebih takut mana sama azab ALLAH, atau jangan jangan perempuan udah jadi berhala yang disembah para lelaki? atau akhirat bukan lagi tujuan berumah tangga… *sok tahu nih Ade*

 Nauzubilahimindzalik !!

Ah sudahlah, Saya mau main dengan Nay lagi, belajar lagi dari dunia kecilnya yang indah :)

 

*catatan: saya minta maaf untuk para perempuan bekerja, sekali lagi ini hanya khayalan saya, opini pribadi saya dan pasti BANYAK yang gak setujua, I KNOW :) maaf jika ada yang salah dari ucapan saya, tentang perempuan yah, ini refleksi dari NAY dan saya sewaktu kecil, just it is :) no more no less, gak ada maksud menggurui*

 

 

 

85 Komentar

  1. Pertamax diblog sendiri …

    Kebun sudah bersih saya sapu, bunga baru sudah saya tanam di sudut dekat kolam ikan yang penuh ikan warna merah dan kuning.

    Alhamdulillah … mumpung sepi, duduk dikursi panjang kebun hikmah, ambil gitar dan bernyanyi bersama alam :) sambil nunggu sms or call, kali aja ada yang RINDU :) hahahaha.

    *bekep mulut mungil sendiri, gak boleh berharap lebih De* :)

  2. ups..pertamax :) sebetulnya sy punya pikiran seperti ini, tp entar di protes :(
    jd biar sesama perempuan aja yg ngomong :)
    ttg NAY bikin nelangsa aje :)

    Rindu: telat mas, saya yang pertamax … MAAF, pintu kebun udah ditutup malam ini :) seiring dengan komen saya, hahahha, canda dink !!

  3. hehe..pertamax dikebun sendiri :)

    Rindu: saya memang penuh kejutan mas … RINDU gitu loh :) dah ah, mau mendongengkan Nay, dan membuatnya bobo di pelukan saya, subhanallah.

  4. Salam…
    Aku hanya ingin menyapa, selagi aku bisa. aku hanya ingin berbuat, selagi sempat. aku hanya ingin merajut, selagi belum lanjut. aku hanya ingin berujar, selagi belum samar.
    hayalan yang indah itu telah melupakanku untuk memeluk mimpi. mimpi menjadi seorang bapak yang bijak suatu kelak, menjadi bapak yang arif dimata Syarif. Mimpi menjadi seorang anak dengan tawa Nayla kecil yang centil.
    Kaulah perempuan yang sekali ingin aku katakan, untukmu setengah dimataku.
    “maaf nGlantur…
    “semoga ada cinta untukku Mama…

    Rindu: puisi untuk istrinya koq ditaruh disini mas… :)

  5. women is women, please …

    Rindu: man is man … please, kita memang beda, makanya fungsi kita juga beda beda :) piiisss

  6. semuanya merupakan pilihan,, perempuan pasti bisa menentukan mana yang terbaik.. :)

    Rindu: life is just a matter of choiches dan jadikanlah AlQuran sebagai pedoman setiap kali kita hendak memilih, agar ALLAH ridho :) setuju gak kang?

  7. Di kelompok bermain “kebun hikmah”, Nay dan kawan-kawan belajar bernyanyi, menari dan melompat. Dan saat istirahat, “ayo semua kumpul!” bu guru memanggil. Semua duduk rapi.
    “Cape tidak?”,
    “Tidak bu guru?”, wah semangatnya anak-anak, kalau urusan bermain memang mereka jagonya, tidak ada lelahnya. (Bu guru kalah deh tenaganya, “tetap tersenyum bu”)

    Sambil memakan bekal yang dibawa, teman Nay nyeletuk, “bu guru, mamah dan ayah kalo pagi pergi naek motor, nyari ‘encis’ buat beli susu”.
    “Pasti mamah dan ayah sayang kamu Didi”, sahut bu guru.

    “Anak-anak kalau sudah selesai, yuk kita berdoa bersama”

    Bis mil llah hir Roh ma nir Rahimm

    “Ya Allah, segala puji bagi Engkau yang merezekikan kami makanan ini, tambahkan kebaikan bagi kami di dunia dan diakhirat nanti, dan ya allah ampuni kedua orang tua kami, sayangilah mereka”

    al ham du li llah hi rob bil al laminnnn

    Rindu: saya membayangkan kebun hikmah saya ini jadi TPA, dimana suara lantang anak anak mengaji itu mampu memecah kesunyian antara langit dan bumi :)

  8. mbak ade
    blajar masak bareng yuk mbak ..
    hhehehe ..

    Rindu: sipp … masak di kebun saya aja, biar kalo ada yang dateng bisa kita sediain makanan enak enak :)

  9. Mba Rindu, aku memiliki buah hati yang baru beranjak 4 bulan, Afif Azmi Wiratmoko namanya…

    Ayah dan Bunda nya Afif bekerja, jdi Afif di Asuh oleh kakak ipar saya serta di pantau Mbah Uti dan Mbah Kung nya, namun setiap sabtu minggu pasti waktu Ayah sama Bundanya Full untuk Afif….

    Afif itu lucu, manis dan Cerdas mba….

    Mohon Doanya semoga Afif Jadi Anak yang Sholeh… Amin….

    Rindu: dititip disaya yah suatu hari nanti, mau belajar dari Afif, nanti kalo rejekinya sudah berlimpah, Bunda suruh kembali kerumah ya mas, kasihan Afif tidak besar ditangan Bunda… saya soalnya merasakan besar ditangan tante, om, kakek, nenek dan bukan itu yang saya inginkan kalo boleh protes :)

  10. pilihan yang terbaik adalah pilihan yang tepat menurut Allah…

    Rindu: dan cara memilih yang benar itu ada di Al Quran mas … semua udah ada plate formnya :) setuju gak?

  11. Jika kita memandang dengan iman dan islam..aku setuju banget dengan angan2 Ade. Hanya terkadang sebagai seorang calon imam RT, ada rasa keraguan bisa ga..bisa ga..menjadi single player bagi RT kita..

    Rindu: ALLAH shomad … ALLAH tempat bergantung mas, kalo niatknya baik untuk penerus agama, ALLAH pasti bantu, dan ALLAH tidak pernah ingkar janji :)

  12. Assalamu’alaikum mba Ade….
    tersentuh banget dgn tulisan mba Ade…
    Kasih ibu adalah salah satu pondasi dari rumah kebahagiaan. Hampir setiap orang termasuk saya menempatkan kebahagiaan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan sebenarnya..

    Dari keluarga yang bahagia, sejatinya akan terlahir pola pribadi yg bahagia…dan Peran Perempuan sebagai Ibu sangat besar dalam pembinaan anak anaknya.
    Keberhasilannya membina anak anaknya menjadi pribadi muslim yg unggul akan menjadi pilar lahirnya masyarakat yang baik…

    Rindu: iya sist, karena orang orang besar lahir dari Ibu Ibu yang mengurus mereka dengan penuh cinta bukan penuh harta :) begitu kira kira.

  13. Assalamu’alaikum Mbak Meutia

    Menurut saya sebagian besar perempuan yang bekerja bukan karena keinginannya tetapi karena keharusan untuk menutupi biaya hidup yang tidak cukup mengandalkan dari ayah ataupun suami yang bekerja.(ini sepertinya hanya terjadi di perkotaan ya imam…? sebagian besar iya, tetapi di desa pun juga ada seperti ibu yang pergi berdagang ke pasar)

    Mari kita doakan agar para SUAMI dan AYAH diberikan kecukupan rejeki bagi keluarganya oleh yang MAHA KAYA sang pemilik langit, bumi dan seisinya, agar tidak ada lagi Ibu, Istri, ataupun anak perempuan yang bekerja di luar rumah. Amin Ya Robbal Alamin.

    ku berharap akan tiba waktunya bagi para wanita menjadikan RUMAH sebagai ISTANAnya dan ia menjadi RATU di ISTANAnya sendiri. Amin Ya ALLAH

    Semoga ALLAH mengabulkan doa kita semua.

    Wassalamu’alaikum

    Rindu: iya mas, saya setuju pasti karena faktor ekonomi, tapi gimana kalo konsepnya dibalik, misalnya seberapapun yang diberikan oleh suami yah dicukup cukupin yang penting buat anak anak, toh rejeki bukan soal besar kecil nya tapi soal cukup dan berkahnya :) kecuali memang sang Ibu harus menghidupi anak anak nya sendiri ini SANGAT beda dengan yang saya bicarakan, yang dalam konteks ada sang imam dirumah :)

  14. @Rindu: dititip disaya yah suatu hari nanti, mau belajar dari Afif, nanti kalo rejekinya sudah berlimpah, Bunda suruh kembali kerumah ya mas, kasihan Afif tidak besar ditangan Bunda… saya soalnya merasakan besar ditangan tante, om, kakek, nenek dan bukan itu yang saya inginkan kalo boleh protes :)

    InsyaAllah bisa seperti yang mba saran khan…..
    hm… mba, doanya kok lum di aminin :D

    Rindu: amin ya ALLAH …. [maaf ketinggalan saking semangatnya nyuruh Bunda pulang kerumah] :)

  15. banyak kekejian di dunia ini, yg mungkin salah satu penyebabnya adalah banyaknya perempuan berkeliaran dgn liar di luar rumahnya..
    _salam anget_

    Rindu: no comment … kenapa harus memakai bahasa “keliaran” setiap perempuan keluar rumah pasti ada tujuan tujuan yang baik bukan? :) saya gak suka pemakaian kata “keliaran” :(

  16. untuk posting ini aku ga bs komen banyak hanya setiap manusia itu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya.
    dan kepemimpinan seorang laki2 dan perempuan berbeda, laki2 adalah memimpin seluruh isi rumah, perempuan memimpin anak2nya, ukhti lebih tahu dari pada joko, assalamu’alaikum buat ukhti dan may ( barokallahufiikum )

    Rindu: setiap napas akan diminta pertanggung jawaban kan, maka itu jadikan AlQuran sebagai pedoman biar gak salah mimpin, gak salah milih, gak salah mengarahkan, barusan saya liat iklan di TV tentang seorang Ibu yang sedang membuatkan susu untuk si kecil, inilah syurganya perempuan, bukan dimeja kantor dan di plototin bos yg minta kita segera menyelesaikan kerjaan … ya ALLAH, saya selalu ingin menangis melihat fenomena ini, saya sangat ingin punya Ibu.

  17. Tugas wanita (isteri) yang pertama dan utama yang tidak diperselisihkan lagi adalah mendidik generasi-generasi baru dan peran wanita ini tidak bisa digantikan oleh laki-laki. Tugas ini memang begitu berat karena menyangkut kepada masa depan umat tetapi Allah telah menyiapkan kaum wanita agar dapat melakukannya.

    Sebuah syair terjemahan dari penyair Hafizh Ibrahim asal Mesir:

    Ibu adalah madrasah, lembaga pendidikan
    Jika Anda mempersiapkannya dengan baik
    Maka Anda telah mempersiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.

    Sedangkan untuk wanita bekerja menurut Syekh Qardhawi hukumnya adalah jaiz (boleh), yang bahkan bisa menjadi Sunnah atau Wajib pada kondisi-kondisi tertentu.

    Jika memang ada di antara kaum wanita pembaca blog ini seorang isteri pekerja maka tidak perlu berkecil hati, karena anda pun tetap akan dapat meraih rahmat dan ridho Allah walaupun mesti membagi waktu antara bekerja dan mengurus rumah tangga.

    1. Niatkan langkah kaki anda ketika pergi bekerja untuk mencari ridho Allah.

    2. Tanamkan di dalam pikiran bahwa meskipun anda bekerja, tapi kewajiban terhadap suami dan anak tetap yang pertama dan yang utama.

    3. Camkan di dalam pikiran bahwa anda bekerja untuk ‘membantu’ suami. Tidak perlu memaksakan secara berlebihan baik secara fisik dan pikiran atas pekerjaan yang dilakukan.

    4. Tetap menjaga diri dan kehormatan ketika melangkahkan kaki keluar dari rumah untuk pergi bekerja.

    Rindu: mas, manusia itu hanya dibekali satu raga dan satu jiwa … silahkan dicermati apakah seorang hamba yang bernama perempuan sanggup menjalani kedua fungsinya dalam satu waktu? katanya perempuan itu multi task De? mungkin, mari kita lihat berapa banyak anak anak yang mendambakan Ibu mereka ada disetiap waktu [seperti Ade kecil] dan berapa sering ia merintih sekedar untuk meminta dibacakan dongeng, ketika Ibu sampe rumah jam 7 malam dan pergi jam 6 pagi, berapa waktu yang disiapkan untuk anak. Ini bukan masalah mengecilkan hati perempuan bekerja tapi seberapa kita mampu menjalankan fungsi sebagai Ibu pada saat pikiran kita di laporan keuangan kantor. apa kita tega membiarkan anak anak kita didera rasa yang kosong padahal dia punya pilihan untuk bersama Ibunya. JADI, think for some children yang Ibunya bekerja, dipaksa menjadi SUPER KIDS, tega? masih sanggup bicara soal kehormatan? pikiiran membantu suami sementara semua nya cukup? gak masuk akal saya yang sederhana … :(

    Yes, life it just a matter of choices, kenapa tidak memprioritaskan memilih berdasarkan kodrat, KECUALI sang imam tak lagi mampu menafkahi jatuhnya wajib bekerja karena anak anak harus makan, tapi ketika semua terpenuhi, DIMANA HATI NURANI PEREMPUAN yang membiarkan anak anaknya dibesarkan oleh alam :( saya TIDAK Sanggup membayangkan si kecil menangis di depan pintu menunggu Ibu pulang

    *tertunduk dan menitikan airmata* berlebihan kah saya? gak juga, saya pernah menjadi anak kecil yang merindukan Ibu …

    Ketika kita setuju tugas perempuan adalah menjadi pendidik bagi anak anak, maka bekerja di kantor bukan pilihan, kita bukan superwoman, gak akan maksimal

  18. Rindu.. saya 100% sependapat denganmu. wanita takdirnya di rumah. Perempuan yang sholehan dan pintar adalah permata berharga dalam keluarga, modal terbesar dari seorang suami dan investasi yang tak akan pernah berhenti dipanen oleh masyarakat.

    (Ehmm.. ada satu hal yang masih mengganggu pikiranku rindu, tentang panggilan jiwa.. ya.. bagaimana jawaban tentang “seorang perempuan yang panggilan jiwanya menjadi “orang-orang” yang berada di “luaran”..bukan orang-orang “rumahan”? Apakah ia harus “mematikan” panggilan jiwanya.. sedangkan masyarakat membutuhkan dakwahnya??? Ya.. tidak semua perempuan seberuntung istri panglima perang di jaman Nabi, beliau dapat menuangkan panggilan jiwanya, menjadi pengatur strategi perang, karena sang suami mau mendengarkan ide-idenya dan melaksanakan di medan perang. (terbukti dengan ide-idenya peperangan dapat dimenangkan). Ya Rindu saya belum menemukan jawabannya.. walau saya sering banyak bertanya pada ustadz dan ustadzah…

    Rindu: akhirnya ada juga yang 100% setuju dengan pendapat saya, mengenai panggilan jiwa? panggilan jiwa atau egoisme perlu dipertanyakan lagi, saya takut salah mengartikan panggilan jiwa nih :)

    Bekerja lah ditempat yang bisa membawa anak anak, dakwalah dimajlis yang bisa sambil mendidik anak anak, jadilah madrasah untuk anak anak, keluarkan dan gunakan kecerdasan perempuan untuk anak anak, yang penting JANGAN tinggalkan anak anak, karena ini amanah ALLAH, dan tugas seorang perempuan. Sekali lagi ini pendapat saya pribadi, dan untuk saya anak anak adalah syurga, celotehnya adalah nyanyian terindah, dan ketika anak anak sehat pasti suami akan bangga memiliki istri yang tidak pernah meninggalkan anak anak, salah yah saya?

  19. @ Rindu

    Memilih antara bekerja maupun tidak bekerja untuk beberapa wanita memang merupakan sebuah pilihan. Idealnya memang wanita (isteri) hanya mengurus rumah tangga saja tapi kondisi kehidupan ini tidak semuanya bisa berlangsung seideal seperti apa yang kita harapkan.

    Sepasang suami isteri dengan tiga orang anak yang sedang bersekolah tiba-tiba diterpa musibah. Perusahaan tempat suaminya bekerja mengadakan perampingan (PHK) dan suaminya termasuk di dalamnya. Rumah tangga mereka mengalami cobaan karena anak-anak mereka masih membutuhkan biaya pendidikan sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan lain karena sang Bapak sudah tidak bekerja lagi. Meskipun sang Bapak sudah mencoba memasukkan lowongan pekerjaan di perusahaan lain tetapi tetap saja belum diterima bekerja. Sang istri tentu tidak bisa berdiam diri saja, meskipun sejak menikah dia sudah berhenti bekerja tapi dia masih punya ijazah kursus menjahit dan dengan modal itu dia melamar ke sebuah pabrik konveksi. Tak lama kemudian istrinya diterima bekerja sedangkan sang suami masih belum mendapatkan pekerjaan baru.

    Ilustrasi cerita di atas adalah gambaran bahwa terkadang ‘pilihan’ untuk bekerja itu memang harus dilakukan oleh sebagian kaum wanita.

    Pekerjaan yang banyak dilakukan oleh kaum wanita bukan hanya bagi mereka yang bekerja di kantor, kalau ke Tangerang kita bisa lihat para buruh pabrik wanita dengan upah yang kecil rela untuk berdiri seharian dalam pekerjaannya seperti memasang kancing baju atau lain-lain, dan itu mereka lakukan guna menambah penghasilan keluarga karena umumnya suami mereka juga sama-sama buruh pabrik yang penghasilannya hanya sebesar UMR (sekitar 1 jt/bulan). Dan penghasilan 1 jt/bulan apakah ideal dalam kehidupan sekarang ini?

    Dan oleh sebab itulah secara syara, Syekh Yusuf Qardhawi menyebutkan hukumnya wanita bekerja itu jaiz (boleh), dan bisa menjadi Sunnah atau juga Wajib menurut kondisi-kondisi tertentu.

    Rindu: untuk yang kesekian kali mas, selama imam tidak bisa memenuhi kewajiban adalah menjadi wajib bagi istri bekerja, tapi konteks yang saya tulisankan adalah pada kondisi semua terpenuhi dan si perempuan masih bekerja… let’s talk about hati nurani, saya bukan perempuan yang gemar debat mas, biarkan saya belajar dengan pilihan saya untuk dirumah dan membesarkan anak anak dengan tangan saya sendiri … sekali lagi ini pendapat saya PRIBADI, bukan dengan maksud menggurui. discuss closed :)

  20. Perempuan, Kembalilah Kerumah

    * Juli 1, 2009 – 11:14 pm
    * Ditulis dalam Kata tanpa makna

    Nayla

    Hari ini, saya dititipkan seorang bocah centil berumur 5 tahun bernama NAYLA, ”NAY” nama panggilannya, putri dari sahabat saya, ada syurga tersendiri untuk saya bisa bermain dengan bocah secentil saya sewaktu seumur dia :) menemaninya selama seharian memberi saya banyak pelajaran berharga :)

    Ada yang menarik dari perempuan kecil ini, seharian yang ia mainkan adalah boneka gudul yang seperti bayi kecil yang seolah olah anaknya yang harus ia beri susu, gantikan popoknya, beri makan dan minum, meninabobokan dan membacakan buku dongeng apa saja hingga si boneka bayi itu tertidur :) Ada yang lebih menarik lagi dari semua yang Nay mainkan adalah ia sibuk memainkan trolly belanjaannya seolah keluar masuk supermarket sambil menggendong boneka bayinya, kemudian Nay memasak dengan segala alat masak mainannya dan memberi makan boneka bayinya….

    Rindu: koq copy paste gini sih … bukan komen :)

  21. ade nya imut banget..persis pemilik kebun ini hihih

    Rindu: :) mirip yah?

  22. buat saya perempuan tetaplah sejatinya seorang wanita yang harus dicintai dan dilindungi apapun dia kondisinya

    Rindu: iya, perempuan hanya butuh dicintai … :) jangan disakiti yah mas, JANGAN.

  23. Assalamualikum,

    De…kali ini gak ada yang bisa aku haturkan cuma sebuah doa saja sebagai rasa setuju dan terimakasih atas tulisanmu tentang IBU kali ini, kalau (andai saja)boleh bersujud (oleh ALLAH) selain kepada Allah didunia ini maka aku akan bersujud dikaki IBU sebagai haturan rasa syukur kepada Allah dan terimakasih tiada tara dan hingga:

    ” Allahu Robbi, Tuhanku yang maha pengasih dan penyayang, Engkaulah sumber segala cinta yang kami rasa, dengan segala kehinaan aku sebagai hambaMu maka aku meminta untuk saudaraku, karena Engkau menyuruh aku untuk meminta hanya pada Mu.”

    “Allahu Robbi, Maha raja ku yang Maha Pengasih aku mohon dengan segala cinta dan kasih sayang yang telah Engkau tunjukan pada Ku maka limpahkanlah kembali pada saudara ku RINDU dengan limpahan rahmad, kasih sayang dan cinta Mu yang abadi.”

    “Allahu Robbi, dengan rahmad kasih sayang Mu aku memohon tuntunlah selalu saudaraku RINDU dalam bimbinganmu, anugerahkan kepada saudaraku karunia rezeki Mu yang melimpah ruah dan menjadi barokah bukan hanya bagi RINDU tapi juga bagi semua mahkluk Mu melalui tangan saudaraku RINDU, anugerahkanlah kepada saudaraku RINDU seorang suami yang tulus mencintai saudaraku RINDU karena cinta MU bukan karena RINDU sendiri, anugerahkanlah kepada saudaraku RINDU seorang suami yang dapat menjadi seorang IMAM yang hanif bagi RINDU dan anak-anak nya kelak sehingga dapat membawa mereka meraih tiket Jannah Mu kelak.”

    “Allahu Rabbi, Tuhanku yang selalu menjaga diriku, aku mohon dengan keperkasaan Mu jagalah diri saudaraku RINDU dalam keperkasaan Mu dari marabahaya ahli fitnah didunia, dan dengan kelembutan MU maka jagalag hati dan Jiwa saudaraku RINDU tetap istiqomah dijalan MU”
    Ridhoi perjuangan dan perjalanan kami dalam menegakan kembali Qur’an dan Sunnah kekasih MU Rosul akhir zaman Muhammad saw.

    Robanna fidunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqinah adzabanar.

    Rindu: saya terharu dan menitikan airmata membaca doa diatas, belum ada satu manusiapun mendoakan saya seindah seperti diatas, semoga ALLAH memberikan balasan yang setimpal buat sang pemberi doa …. amin ya ALLAH, kondisi saat ini saya hanya berani tawakal, harapan saya sudah pupus seiring kepergiaan sang mimpi dari jiwa saya, kini ALLAH sedang inginkan saya hanya mencintaiNYA saja. semoga ridho agar ALLAH memberi sedikit saja dari sejuta nikmat miliknya untuk saya miliki sebelum ajal menjemput, ya ALLAH jika cinta itu ada kembalikanlah semua yang indah yang pernah saya miliki dan beri saya kesempatan sebelum ENGKAU memanggil saya…

  24. ade, mimpiku adalah menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan Ais dgn cinta, yg tinggal di rumah dan keluar hanya mengantar anak sekolah…

    tp kenyataannya?takdir yg tengah Allah titipkan utk saya adlh menjadi ibu yg HARUS bekerja meninggalkan permata hati saya satu2nya dirumah..bersama nenek & kakeknya..*semoga Allah merahmati mama dan papa yang lagi2 hrs berkorban utk saya*

    de, mas Jafar benar, kadang mjd ibu yang bekerja bukan lagi pilihan, namun keharusan…dan bukan berarti kami bermaksud “menelantarkan” anak ataupun mengurangi kasihsayang kami..sekali2 tidak…Allah Maha Tahu betapa keras kami berusaha melimpahkan semua perhatian & kasihsayang di waktu2 kami yg “sedikit” itu…

    Semoga Allah masih memberikan saya kesempatan menjadi ibu spt yg saya impikan..aamiin..

    take care sist…

    Rindu: sist, first I LOVE YOU always … masih ingat mimpi saya kalau saya punya anak laki2 saya akan memberinya nama MALIQ agar ia bisa jadi imam, dan saya ingin ais bisa jadi imam untuk ibunya yang kini harus bekerja karena imam yang sesungguh telah ingkar janji dan pergi, I will do the same untuk membersarkan MALIQ kelak, dengan bekerja jika Ayah nya tak ada lagi diantara kami [ah sungguh mimpi yang indah...] :)

  25. saya rindu ma tulisan rindu, tp bingung mo calling k mana… ups… jaga hati yo!!!/*ups kena marah pak ustad*/

    Moga jodoh saya dan teman2 seperti yg tergambar di atas, ga harus S2(klo pun S2 ga nolak) yg terpenting cerdas dalam mendidik anak dan keluarga… amiin

    Rindu: amin ya ALLAH … lelaki baik untuk perempuan yang baik mas, dan ALLAH tidak pernah ingkar janji. itulah makanya kita harus terus berbenah, terlalu banyak dosa saya, kita dan kita semua :(

  26. Saya setuju mbak Rindu, perempuan yang bekerja di luar, selama imamnya sudah mencukupi, akan lebih banyak madhorotnya. Alhamdulillah selama 8 tahun ini aku membina RT, istri di rumah dengan 4 anyakku, mereka jadi keurus dan mudah diarahkan semuanya.
    Btw, aku lupa masa kecilku bu. :roll:

    Rindu: cukup dan berkah itu bukan masalah berapa lembar yang dibawa pulang tapi seberapa ikhlas sang perempuan menerima nafkah ini :)

  27. Rindu, bang Jafar katakan memang benar, terkadang cerita kehidupan sebuaha keluarga bergulir di rel yang terjal, sehingga kadangkala perang seorang ayah dalam mencari nafkah harus ditunjang oleh istrinya.

    aku masih ingat betapa pengorbanan ibunda saya dahulu saat aku masih kecil, saat bapak dulu sempat sakit dan dirawat di rumah sakit, betapa ibu rela keliling kampung berjualan telur ayam demi menopang kehidupan kami.

    memang keadaan ideal seorang istri adalah tanggung jawab terbesarnya adalah mendidik anak, namun terkadang roda nasib bicara lain, menurut saya bila kondisi yang dialami oleh ibunda saya dahulu mungkin nilai pahala yang diberikan oleh Allah bisa senilai JIHAD di medan perang, bahkan lebih.

    Bila seorang suami bekerja dan pulang membawa nafkah untuk keluarganya saja oleh Allah itu dinilai senilai pahala Jihad, maka bila itu dilakukan oleh seorang istri demi membela kehormatan dan keberadaan hidup keluarganya maka saya rasa hal itu lebih besar nilainya.

    namun hal itu akan lain nilainya bila seorang istri lebih memilih bekerja diluar (memaksa) untuk menjadi wanita karir daripada mengurusi keluarganya (terutama anaknya) maka itulah awal mulai celakanya sebuah keluarga.

    Budaya Barat yang buruk menghembuskan angin modernisasi, wanita-wanita dihembuskan suara untuk meminta kesetaraan (bahkan lebih) dibanding lelaki (baca: suami), padahal menurut Al Quran nilai seorang suami selalu lebih dari istri karena seorang suamu (harusnya) selalu dapat menjadi IMAM dan Pelindung bagi istri dan anak-anak mereka.

    Islam sejak dahulu kala telah memuliakan wanita, lalu yang mana lagi akan dituntut oleh arus modernisasi saat ini untuk dituntut lebih? apakah itu bukan sama saja dengan menuntut hawa nafsu belaka, celaka, sungguh celaka mereka yang menjadikan hawa nafsunya menjadi TUHAN nya.

    Rindu: setuju kang, dalam konteks sang imam mendapat kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, maka istrinya yang bekerja, tapi dalam konteks sang suami dapat memenuhi kebutuhan, bekerja dengan baik maka hawa napsu yang bermain, rejeki adalah masalah cukup dan berkah bukan masalah banyak karena tak akan pernah cukup :)

  28. selamat sore sahabatku nyang terbaik
    blue selalu menghargai u selalu menjadi wanita yg mendekati kesempurnaannya sang hati dan jiwa yang bersih
    salam hangat selalu

    Rindu: sore Blue, terima kasih yah sudah selalu mendoakan dan menghargai saya sebagai perempuan :)

  29. perempuan sangat bersahaja dan apabila selalu menjalankan perintahNya…salam D3pd ^_^ V

    Rindu: amin ya ALLAH semoga semua niat baik selalu berhulu dan bermuara ke ALLAH hingga selamat dunia akhirat, bukankah tujuan kita hidup untuk selamat dunia akhirat kan mas?

  30. betapa Allah Maha besar

    Rindu: iya ALLAH akbar … no doubt :)

  31. Setuju perempuan lebih baik dan lebih mulia di rumah mendidik anak-anak generasi penerus masa depan… :D

    Rindu: amin ya ALLAH, semoga niat baik selalu dalam lindungan ALLAH :)

  32. mbak rindu bisa main gitar ya ??

    Rindu: harusnya sih begitu mas … :)

  33. De,

    saya seperti melihat sosok Rabiah Adawiyah yang memutuskan untuk hanya mencintai-Nya dan tidak memberi peluang seorang lelaki pun hadir dalam hatinya. Ah, saya tidak setuju Ade mengikuti jejak Rabiah. Betapapun, menikah adalah sunnah yang dicontohkan Rasul, kekasih Allah tercinta. Menjadi ibu, mengasuh anak, menemani suami adalah tugas hebat yang sayang sekali untuk dilewatkan.

    Semoga sang imam itu kelak akan Allah kirimkan untukmu, De.

    Rindu: sahabat saya bilang kalo mau cari imam di masjid mas, saat shalat berjamaah :) hahahaha, doain aja mas, semua yang indah akan kembali lagi, amin ya ALLAH.

  34. ehm… cara pandang emansipasi wanita dari sudut yang berbeda

    Rindu: saya memang beda :P

  35. kondisi saat ini saya hanya berani tawakal, harapan saya sudah pupus seiring kepergian sang mimpi dari jiwa saya,

    Saya mengerti beratnya melepas sesuatu yang sudah dalam genggaman, sungguh terasa menyakitkan, dan obatnya hanya satu ikhlas, ikhlas, dan ikhlas(katanya satu imam,kok malah tiga yang disebut), moga ALLAH menguatkan hatimu mengarungi cobaan ini.

    ALLAH sudah kasih info bahwa manusia itu diciptakan berpasang-pasangan, maka janganlah bersedih dan takut untuk bermimpi kembali, karena bang Nicholas Saputra pasti sedang menunggu mbak apakah di dunia ini atau nanti di surgaNYA kelak (kok bang Nicholas disebut-sebut sih imam? itukan cuma perumpamaan dan pastinya ALLAH akan berikan mimpi yang terindah untuk mbak) , mimpi itu hanya bisa dibayar dengan kesabaran dan istiqomah di jalanNYA.

    komentarnya sok tau nih imam….

    Rindu: saya tidak lagi berani berharap mas, bahkan bermimpi saya tidak berani lagi, semuanya untuk saya MENAKUTKAN, ALLAH sedang mengajarkan saya arti luka dan dilukai, semoga ALLAH juga yang memiliki obatanya di akhirat nanti, bumi buat saya terlalu menakutkan, toh hidup hanya persinggahan bukan?

  36. Nay sepantar Zemima anak sy,semalam saat membaca tulisan ini membuat sy menjadi sedih,raut muka Zemima bermain dipelupuk mata sy.Kontan ini membuat sy jd gak bisa tidur.

    Konyolnya tanpa sy sadari ini membuat dia jatuh sakit, pas besoknya sy telp (dgn suara serak) dia bilang “pa Emi mau sama papa..” hmm..(ada sesuatu dlm dada ini yg terasa sangat sakit,ketika mendengar suara kecilnya)sy pancing dia cerita,setelah kurang lebih 30 menit kami ngobrol dia sudah terdengar ceria lg..Alhamdulillah, dan dia mau makan lg,mau minum susu lg..Alhamdulillah ya Allah.

    Maaf yah,sy jadi curhat nih :)

    Tulisanmu dahsyat banget..

    Rindu: saya ikut sedih mas … dulu sewaktu saya kecil dan Ayah saya harus dinas maka saya dititipkan di Buya [kakek] dan jika seminggu Ayah pergi, maka seminggu pula saya sakit, katanya kangen Ayah :)

  37. mungkin perlu ada gerakan “perempuan kembali ke rumah ” mbak rindu,untuk mengabdi dan memberi kasih sayang kepada suami dan anak-anak nya .

    Rindu: setuju, nanti saya akan menulis satu buku judulnya “PEREMPUAN KEMBALILAH KERUMAH” gimana mas?

  38. Wooooow.. mbaaaak makin mantaaaaabs surantaaaaaabs
    Salam Sayang

    Rindu: waduh … ini maksudnya apa yah? :P

  39. Nay? salam kenal Non.
    Sejak kecil sudah ditinggal Ibu? Insya Allah Ibumu bahagia mempunyai putri yang shalehah sepertimu :)
    Cepet pinter masak ya!
    Salam & sukses!

    Rindu: iya, kebetulan Ibu saya pergi sejak saya bayi mas … makanya gak ada yang ngajarin masak :)

  40. Andai..para wanita mau menurunkan egonya..mengikuti kodratnya, mau mengenali dirinya sendiri,mau mengenali Tuhannya.Mau memahami esensi tulisan Rindu ini..

    Maka anak-anak, tidak harus kesepian,tidak harus merintih.Anak-anak tidak butuh hanya sekedar materi,mereka butuh sentuhan,butuh belaian,butuh kasih sayang,butuh cinta seorang ibu.

    Taman bermain yang dibangun dirumahmu, tidak akan banyak membantu..jika itu dibangun dengan keegoisan.

    Tempatkan hadits “Surga dibawah telapak kaki ibu” pd proporsi yg benar.Bukan dijadikan tameng untuk menguasai anak-anaknya.Ya Allah..banyak orang yg berilmu..tetapi tidak mengerti hakikat ilmu itu sendiri.

    Padahal ilmuMu,telah Engkau beri dalam diri kami masing-masing.Beri kami kemampuan mengenali diri kami agar kami bisa lebih memahamiMU ya Rabb.

    Maaf ya De..tulisannya jd negalantur :( *dalam derain air bening*

    Rindu: perempuan itu selain memiliki akal juga memiliki perasaan yang sangat tinggi, sehingga ketika ia memilki kekuasaan untuk melakukan sesuatu dia bisa berhasil dengan ego dan rasa itu tadi, dan lelaki hanya punya akal, makanya agak kalah ketika perempuan mulai merengek rengek minta disamakan derajatnya dengan laki laki, ini yang namanya ego …. dan ketika perempuan has a power, she can everything termasuk meninggalkan anak anaknya untuk mengejar ego bekerja, gak mau kalah sama laki laki alasannya, nauzubullahimindzlik :( saya sedih melihat ego bermain diatas naluri, sekali lagi ini dalam konteks suami mampu menjadi imam dan memenuhi semua kebutuhannya dan anak anak yah.

  41. Al-Quran itu tidak pernah ketinggalan zaman justru Alquran itulah yang menjaga zaman :D

    btw utk masalah google adsenses, itu insyaAllah halal mba karena kedua belah pihak tidak ada yg merasa di rugikan dan di dalamnya terdapat power sharing dimana advertise yg tampil akan sesuai dengan isi dari blog anda jd saling menguntungkan(blog bisa jadi ajang promosi usaha), ingat mba..Islam itu mengajarkan kita utk saling membantu dan berlomba dalam kebaikan

    Rindu: boleh juga tawarannya, uang nya bisa untuk mengisi kotak kotak amal di masjid masjid kan? kalo gitu ajarin saya dong mas :)

  42. Saya setuju dengan pendapat mbak,…. namun alangkah lengkapnya jika wanita mampu memerankan peranannya dengan baik

    Rindu: perempuan pasti mampu menjalankan perannya sebagai Ibu karena memang secara naluriah itu tugas dan amanah yang diberikan ALLAH kepada perempuan mas :) eh mas, kemana aja baru muncul lagi? ehm…

  43. Mmm…anak yang cantik dan manis :)

    Rindu: iya, kaya tante Ade … :) *narsis mode on*

  44. @ dodi
    eh..kok larinya ke adsense sih :)
    btw sy setuju dengan dodi, Insya Allah halal,ini semacam bisnis periklanan kok,kalo kt menyewakan space utk iklan.. why not :)

    Rindu: :) masih gak ngerti sama adsense

  45. =======
    Nay cantik.. pipinya merah gitu :)

    Btw, cepat belajar masak sama si mbok De.. supaya suaminya nanti betah di rumah n makin sayang.. ;)
    =======

    Rindu: Ehm… mimpi aja saya gak berani :) buat saya semua menakutkan sekarang.

  46. ah, tante saya s2 juga membesarkan anak dirumah koq mbak^_^’

    kasihan juga kalo perempuan ‘banyak’ yang kerja, ntar laki2nya pengangguran n susah menafkahi keluarga.hihi

    hoho..semangat rontok? sabar2 mbak, ayo semangat lagi mbak, buruan wisuda, haha..ntar tak ke depok deh minjem toga nya..

    Rindu: iya harus cepet lulus nih :( semangatnya lagi kelaut, sampe dosen pembimbing saya marah marah, “jangan kebanyakan ngeblog dong De, tugas akhir diselesain” hahahaha.

  47. moga Allah ketemukan Ade jodohnya lelaki yang bertanggungjawab,sebenarnya semua wanita yang beriman itu inginnya menetap di rumah, namun….kiranya alam rtgga itu x selalunya indah De……

    ada insan solehah ttp jodohnya lelaki yg tidak pernah tahu erti tjawab….

    Rindu: iya, kadang memang pendzaliman itu justru ada disekitar kita ya sist … laki laki memang mahluk yang sulit dimengerti :)

  48. salut aku ama mbak rindu,

    emang pendidikan sang bunda membantu menunjang perkembangan si buah hati, tapi menagapa masih banyak wanita yang egois akan ketinggian pendidikannya hanya tau cara memenuhi kebutuhan anak dengan mengengedepankan status sosialnya dimasyarakat. Apakah mbak rindu mempunyai pola pikir seperti itu terhadap sang buah hati dari warisan orangtua, pendidikan formal, bimbingan sang suami atau yang lainnya.

    Semoga pandangan mbak rindu ini dapat mendorong istiku tercinta dalam mengasuh anak2 ku, menuju mimpi2 orang tuanya, Amiiiin

    Rindu: pandangan ini dilatar belakangi hidup saya yang tidak dibesarkan oleh Ibu yang melahirkan saya mas, bukan atas paksaan siapapun, dan karena saya sangat mencintai anak anak, jadi saya sangat ingin sisa hidup saya nanti saya ada dihadapan mereka, membersarkan dengan ikhlas dan tulus demi ALLAH, anak adalah ladang ibadah, itu menurut saya. Insya ALLAH nanti istrinya mas bisa dirumah juga, amin ya ALLAH.

  49. imut juga… pasti seimut ibunya.. :)

    Rindu: kirain kaya tante Ade :) GR

  50. Hhmm….Begitu ya Mbak….
    Sangat baik sekali jika seorang isteri di rumah atas kehendaknya sendiri….
    Jadi tidak ada yang merasa dirugikan dan merugikan bukan…

    Salam semangat Bocahbancar…….

    Rindu: kalo buat saya sammina waato’na untuk mengikuti perintah ALLAH mas, saya dengar dan saya laksanakan bukan untuk ditawarkan dulu, kalo mau syuku gak mau ya udah… marah gak ALLAH kalau apa yang dia anjurkan ditawar tawar? :)

  51. De…, lihat foto nay aku jd ingat ponakan “shifa” yg skrg dah 1bln tgl bersama ibuny cz ibuny cuti melahirkan. Ak jd kangen shifa sl dari bayi dia tinggal di rumahku d urus ibuku sl ortuny pd kerja.

    Aku spendapat dgn ade insaallah nanti lw aku pnya anak aku kan rawat sendiri n ga bakalan d titip2 wlpn ke nenekny. Sl ak sering sedih lw lihat shifa nangis pingin ikut ortuny kerja n lihat pengalaman yg terjadi di sekitarku. Menurutku kebersamaan bersama anak2 sangat menyenangkan n alhamdulilah lewat kesukaanku pd anak2 kini telah aku salurkan, yaitu dgn mendirikan PAUD Nurul iman yg sy kelola. Lw ade pingin lihat altivitas anak2 saya bisa d lihat d http://www.paudnuruliman.wordpress.com

    Rindu: iya, saya juga sedih banget ketika semua orang tua mengejar materi, dan kebutuhan dasar anak anak tak terpenuhi, rasanya mau nangis :)

  52. huwaa…. baru k sini lagi. ternyata sekarang RINDU sudah memoderasi blog. sip2.

    owh iya, aq seneng nulis de. n bisa dapat inspirasi dr mana aja. aq gi nulis buku dan ngambil satu sosok tokoh cerita yang terinspirasi darimu. hehehe. ni linknya http://ivanbatara.wordpress.com/2009/05/07/prolog-wanita-embun-pagi/

    jangan minta royalti ya kl bukunya ntar booming. hahaha. cayyoo nuliss ^_^

    Rindu: yang penting mas, setiap kali kita mengutip atau mendapat inspirasi dari sumber karya orang kita WAJIB mencantumkan sumber, karena kan akan dihisab oleh ALLAH nanti di mahkamah agungNYA kan? apapun itu akan dihisab, mencuri sekecil apapun.

  53. 1. anakku namanya nayla
    2. kasian emang sering dititip-titipin
    3. andai mamanya mau kusuruh berenti kerja
    4. mamaku sendiri provokator supaya istriku kerja
    5. it sucks!

    Rindu: istighfar yo mas, dan ikhtiar untuk membuat istri kembali ke Nayla, kan dia juga pasti punya hati nurani kan? kalau perempuan kehilangan hati nurani itu artinya mas harus tegas, kan mas imamkan dirumah? mintalah kepada ALLAH untuk memberi kekuatan menjalankan amanah sebagai imam, kalau istri gak nurut juga berarti hilang hati nuraninya… kalau sudah begini kembalikan ke ALLAH apakah diteruskan yang terbaik atau sebaliknya, apapun pilihan kembalikan dari awal dan akhir ke ALLAH … gimana mas? sok tahu yah saya :)

  54. saya percaya betul bahwa mendidik generasi tidak sekedar tanggunjawab ibu, tapi jg ayah..

    saya yakin betul, bahwa masa golden age yang terbaik adalah anak banyak bersama ortunya..

    saya sendiri salut betul kalau ada perempuan yang bisa menjadi IRT full..tapi apa ini keharusan?

    beberapa perempuan butuh ruang lain untuk aktualisasi, karena bekerja bukan semata masalah uang..ada lho malah yang dipaksakan jd IRT full malah ndak nyaman dan justru jadi tidak sehat, kesian anaknya jg kan? nah berikutnya adalah masalah hati nurani, sejauh mana mampu memagari diri sehingga anak tidak terbengkalai, atau selama aktualisasi, anak jg harus tetap mendapatkan lingkungan yang kondusif..seperti dititipkan di mbak ade misalnya? :)

    Rindu: Ibu bisa bekerja di rumah mas, bisa menulis dan mengajar gitar seperti saya :)

  55. @ eoin..maaf yah,mungkin sy melihatnya agak berbeda.Tapi benar kata Rindu “istigfar dan ikhtiar”.Persoalannya kadang menjadi imam tidak sesederhana seperti yg terlihat.Maaf yah,Rindu sangat brilian mengulas dari sudut pandang Rindu ttg wanita berbekal jalan hidup Rindu yg minus dr sisi ini(tp inilah ilmu yg diperlihatkan Allah melalui seorang Rindu,so..ini karunia yg harus disyukuri/bukti bahwa Allah memang mencintai Rindu).Tapi kalau berbicara mengenai imam mungkin Allah jg memberi kesempatan kepada hambaNya yg lain,sesuai kapasitas dan pengalamannya.

    Menjadi Imam dalam keluarga/rumah tangga,berbeda dgn menjadi imam di tingkat RT/RW.Persoalannya pendekatan menjadi imam dalam keluarga “suka tdk suka” hati harus lebih dikedepankan.Jadi persoalannya tidak pada tegas atau tidaknya seorang imam dalam hal ini.Ada banyak hal rumit yg terlibat disini,yg tentu saja bisa dibuat sederhana, ttp bagaimana kalau seluruh makmum didalamnya justru “meng-sabotase?”..sabotase yg bukan berlandaskan kodrat(pendekatan agama) tapi berdasarkan kepentingan?..

    Mungkin ikhtiar Nabi Nuh,dalam mengambil keputusan saat Beliau memutuskan berlayar akan lebih mengena dalam pendekatan imam dalam “persoalan ini”.

    Ujungnya sy setuju dgn Rindu kembalikan segalahnya kepada Allah.

    Rindu: penjelasan yang indah mas … ilmu buat kita semua :)

  56. iya mbak, urusin skripsinya atuhh

    Rindu: bukan skripsi mas … :) more than that.

  57. Istri bekerja karena kebutuhan eksistensi, meskipun pendapatan suami sudah mencukupi. Secara personal saya berpikir bahwa menentukan prioritas mana yang penting dan mana yang mendesak adalah penjelasan dari pilihan menjadi FTM (Full Time Mother) atau ibu berkarir.

    Rindu: ketika suami mapan, eksistensi perempuan harus sebagai istri dan ibu bukan lagi wanita karier, jika masih butuh eksis diluar, itu namanya EGO dan NAPSU, dan ketika napsu dikedepankan maka tunggulah peringatan ALLAH.

  58. Mau jadi wanita pekerja.. boleh aja, asal tetap ingat kodratnya sbg wanita, ada anak, ada keluarga dan jg ada suami yg pasti memerlukan peran seorang wanita.

    Mau jadi wanita yg mencurahkan seluruh atau sebagian waktu untuk anak/keluarga dengan menjadi wanita “rumahan”… juga boleh

    Semua itu adalah pilihan bagi wanita, lebih suka pake kata wanita drpd perempuan..kayaknya lebih bgm gitu… :)
    dan semua pilihan punya konsekuensi masing2, baik untuk urusan di dunia atau urusan di akhirat nantinya

    Postingan yg menarik.. :)

    Rindu: sayangnya kita hanya manusia mas, yang gak bisa meletakan otak dengan dua fungsi ditempat yang berlainan dalam satu waktu :) jadi tetap harus memilih untuk mendapat hasil maksimal

  59. Jadi membayangkan…. Nisa jadi Ibu rumah tangga… :D

    ^_^

    Rindu: saya juga jadi kepingin, eh jadi membayangkan :)

  60. mba ade ,…
    tiba-tiba jd berpikir kenapa nggak da kuliah jurusan “ibu rumah tangga” yak :)
    klo dipikir2, mungkin bnyak yang terlalu menyepelekan pekerjaan yang satu ini, pdahal.. urusan diluar bisa repot klo rumah tangga gak terurus :)

    Rindu: hahaha, di SMU dulu ada mata pelajaran keputrian mas, mungkin emang pada dasarnya saya udah pengen kali … hahahhaa, apa sih?

  61. @ afwan auliyar “urusan diluar bisa repot klo rumah tangga gak terurus”..ini dia Bro :) *intinya*

    Kalo misal,Ente atau ane..bekerja jd sopir angkot.Trus nyetir dengan kepala yg “tuing..tuing..” mikirin setoran..mikirin istri “manyun” sambil bertolak pinggang “ngapain aja lo kok gak bawa pulang duit?!”.. padahal nih kepala lg babak belur,habis digebukin orang,karena nyenggol mobil orang :) apes..apes..nyari anduk basah untuk konpres kepala..eh gak nyadar kalo dipake buat kompres malah kain pel basah..ampun dah :)

    Coba kalo dibalik,” Rumahku istanaku”..sambil bersiul-siul nyetir nih kite..dapat duit seribu..duaribu,Alhamdulillah..trus narik lagi dengan “tanpa beban” Alhamdulillah..Alhamdulillah terus..apa gak penuh juga tuh duit dikantong?…biar kate ngelawatin warung “remang-remang”…pasti deh yg muncul duluan tuh Alhamd…eh Astagfirullah :) .. pasti deh yg kepikiran pengin balik cepat kerumah..karena sudah berapa jam belum cium kening istri :( setuju gak Bro :)

    Rindu,sorry yah biar tambah rame aja :)

    Rindu: silahkan diskusi mas, saya mau buat teh hangat dulu yah, rame nih kayanya kebunnya :)

  62. pada dasarnya mmg sebaiknya perempuan ada di rumah, tp itu tergantung dr masing2 pribadi itu sendiri. aQ pribadi pengennya bs punya full time buat keluarga, klopun hrs kerja, insya Allah yang tidak membuat sy terpsah lama dgn calon suami & calon anak2…amin…..

    Rindu: amin ya ALLAH, harus siap kehilangan ya sist, jangan jadikan cinta BERHALA :)

  63. *merenung*

    Rindu: *menangis* :(

  64. ujuan hidup saya untuk menjadi Ibu rumah tangga yang bekerja dirumah ===>> wow…
    cita2 yg luar biasa, berbahagialah
    salut buat anda
    c u…

    Rindu: cita cita saya memang sederhana kang … dan sesederhana itulah saya :)

  65. de yang rindu dengan dikau sudah pasti ada. syukurlah akupun rindu dengan sahabat2. Apalagi sama si dia .

    Kadang2 aku hanya memeluk kucingku dan ku usap dia dan kusapa puss udah makan belom lalu kugendong-gendong. kadang dia tidur di kakiku. wah aku pokoknya seneng banget sama kucingku itu. kadang kalo baru sampe rumah ehh kucingku yang nyambut.

    ternyata fitrah binatang seperti itu ya.
    Gimana dengan orang yang kucintai ya?

    Rindu: :)

  66. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) .(QS. An-Nisa’(4):34).

    Rindu: amin ya ALLAH, dan peliharalah kami dari api neraka ya ALLAH, lindungi kami dari setan dunia :)

  67. Bekerja bisa di mana saja, begitu pula halnya dengan perempuan bekerja, semua harus dilakukan hanya untuk ALLAH, jalani sebagai ibadah..kalau yang terpikir kantor bukan tempatnya perempuan, wajar saja karena kita boleh bebas berfikir dan sampaikan pemikiran itu kepada ALLAH sebagai do’a niscaya pasti didengar, hanya ALLAH yang Maha Mengabulkan do’a hambanya..

    Salam buat nay yang manis… :)

    Rindu: iya, saya [insya ALLAH] akan menjadikan ALLAH selalu sebagia tempat bersandar bahkan ketika saya menginginkan hal hal yang kecil sekalipun :)

  68. Semoga cepat kembali yuah… :)
    Amiin.. ;)

    Salam silaturahim…

    Rindu: amin ya ALLAH :)

  69. salam kangen dulu buat Ade..

    Ade.. impian atau khayalan Ade itu juga khayalanku dulu, tetapi perjalanan ternyata memaksa aku untuk mendiri De, Subhanallah saat-saat genting aku sdh diterima jadi PNS, padahal daftarnya ogah-ogahan.. kenyataan hidup menjauhkan aku dari khayalan itu…tapi ya tetep, gak bisa ninggal anak-anak untuk praktek malam hari..

    Rindu: mbak, saat kita diuji untuk hidup tanpa imam, maka wajib bagi kita untuk bekerja, kita berdoa yah, semoga ALLAH meringankan semua yang berat menurut kita, dan indah menurut ALLAH.

  70. cita2 kita sama sederhananya mbak.,,,

    Rindu: iya sist, sederhana tapi luar biasa karena anak anak adalah syurga untuk perempuan :)

  71. Wanita itu bagaikan intan berlian yang tak ternilai harganya.

    Dengan kemiluannya yang sangat indah membuat intan berlian itu semakin cantik dan menawan, maka peliharalah….kemilauan itu agar semakin terawat dalam keagungan dan kecantikannya dengan membawa sifat2 yang baik pada dirinya. Menjaga diri dari hal-hal yang menyalahi Qodratnya sebagai wanita, dan memelihara diri senantiasa dalam kebaikan2. Itulah Wanita yang Sholehah sebagai Perhiasan yang lebih mulia dari pada dunia dan segala isinya.

    Rindu: amin ya ALLAH, jadikan saya mutiara untuk suami saya kelak … amin ya ALLAH, saya mohon ampun atas segala dosa yang telah melunturkan kemilau saya ya ALLAH, saya mohon ampun :(

  72. hehe…. masak terinspirasi d katakan mencuri mba. wah2.

    dr pada saya ntar di cekal di akhirat. sy ganti aja dah, deskripsi cerita saya.

    “saya terinspirasi ibu saya, berarti saya mencuri dari beliau dunk” ^_^

    Rindu: terinspirasi beda dengan mengutip mas, yang saya maksud adalah mengutip tanpa mencatumkan asal tulisan itu loh, ngerti gak?

  73. iya saya ngerti. maaf mba, dari awal comment juga saya sudah bilang kl saya terinspirasi. sekali lagi maaf.

    Rindu: :) terima kasih atas pengertiaannya ya mas … makasih :P

  74. very good posting, boleh aku copy untuk notes di fes buk ku untuk membuka hati seseorang, trims pencerahannya

    Rindu: silahkan di copy, asal menuliskan penulisnya ya mas Ben, takut salah mengartikan nanti :)

  75. wah..wah bagus bener tulisannya, jadi merenung nih coz aku juga lagi bagus-bagusnya di karirku ‘lom punya baby sich tapi ntar mungkin kalo udah mo punya pengennya brenti karir coz for me family is everything. apalagi kalo punya baby……Skarang lagi merintis dulu karir sampingan biar bisa jadi utama. VISIT MY BLOG please.

    Rindu: makasih pujiannya, insya ALLAH bisa kembali ke rumah ya mba, menjadi madrasah untuk anak anak dan menjadi hiasan untuk suami, amin ya ALLAH :)

  76. Ya allah tumbuhkanlah 1000 wanita seperti ini dalam setiap detikMU agar sayap-sayap seorang lelaki dapat dikepakkan ke penjuru dunia dalam menyampaikan agamaMU “Sebaik-baik Jihad seorang wanita/Ibu adalah dirumah”

    Rindu: amin ya Rabb … kita berdoa ya mas :)

  77. bagus untuk menjadi artikel

    Rindu: iya emang bagus koq … saya aja gak percaya saya bisa menulis gini :)

  78. Satuju de, perempuan memang tempatnya di rumah …. Bahkan utk sholat sekalipun baiknya dirumah (hadits nya lupa nih). Selamat buat teman2 yang berani melepas profesi nya untuk mengikuti suami tugas kerja di luar negeri, untuk menjaga dan mendidik anak2 di rumah. Subhanalloh ….

    Rindu: amin ya ALLAH, saya seneng banget kalau ada perempuan yang mau menjadikan dirinya madrasah untuk anak anaknya mbak, insya ALLAH akan semakin tinggi kesadaran perempuan yah :)

  79. mbak ade, saya perempuan lho bukan mas-mas
    kedua, saya tergelitik dengan posting ini dan komen2 mbak ade, nah daripada saya kepanjangan komen disini, saya buat posting sendiri..
    http://saat-melangkah.blogspot.com/2009/07/jadi-perempuan-itu-susah-kah.html

    Rindu: aduh maaf yah, sulit bagai saya membedakan para komentator diblog saya kalau identitasnya gak jelas, misalnya gak ada photo, jadi semua saya panggil “mas” hahhaha payah nih Ade :) nanti saya mampir ke blog mbak yah, insya ALLAH.

  80. Menjadi Ibu rumah tangga dimana hanya mengurus suami dan anak anak adalah pekerjaan mulia, jadi hanya wanita mulia yang sanggup melakukannya dan perempuan yang tidak mulia akan memilih jalan sebaliknya.

    Dan setelah sekian tahun mengenal Ade, saya tahu seberapa besar keinginannnya untuk menjadi Ibu yang dirumah.

    NO FUTURE COMMENT

    Rindu: Dan keinginan saya TIDAK pernah berubah dari tahun ketahun mas … yang berubah adalah dengan siapa mimpi ini ingin saya wujudkan :) gitu kali yah? *mendadak lugu*

  81. bingung say jadinya. pada dasarnya saya setuju sama sampeyan, tapi yang saya lakukan sekarang suami istri sama-sama nenteng cangkul, kalo ndak berat juga untuk nyicil rumah, nabung buat biaya pendidikan si kecil, beli ini itu, mumet saya…

    Rindu: rupiah memang gak ada ujungnya kang? tapi hidup butuh prioritas ternyata, mana yang lebih prioritas? nenteng cangkul dan anak anak dibesarkan oleh alam atau turunkan cangkul dan anak anak bisa terkekeh bercanda dengan Ibu? dan rupiah bisa dicari kemudian, ALLAH tidak menutup mata untuk mereka yang berjalan di rel yang benar, begitu bukan?

  82. Ass.Wr.Wb.
    Subhanallah…

    Rindu: maha suci ALLAH …

  83. ga berani ngomong ah, takut salah…..

    Rindu: iya deh, diem aja kalo gitu … :)

  84. Ana kagum sekaligus takjub.

    Rindu: terima kasih … :)

  85. slm kenal ya De….

    pgnku jg krja d rmh de’ spt ibuku blg “suksesny prmpuan d nilai saat dy brhsil mnyuguhkan secawan teh kedamaian utk klrga, bukan jabatan d ktr”
    pi pngalamanku mmbuatku ga brniat utk berhenti krj d luar rmh…utk jaga2 jk sesuatu trjadi pd klurgaku, aq akan mampu brdiri tegak utk anakku..aq mampu mmberiny khidupan yg layak apabila lelaki prtma dlm hdpny yg hrsny mnjagany prgi krn 1 alasan…
    Itu yg trjdi pdku dulu de..saat lelaki prtama dlm hdpku yg shrsny mnjagaku prgi mninggalkan aq n bunda utk hal yg baru..

    Rindu: sist, saya mencoba mengerti isi komen kamu, yang penuh singkatan ini tapi ternyata saya tidak mampu mengerti, saya memang agak kesulitan membaca tanpa ada huruf vokal diantara konsonan, jadi mohon maaf saya tidak dapat membalas sebagaimana mestinya yah :( *sedih*


Tulis sebuah Komentar

*
*