Seminggu yang lalu, ketika ALLAH menguji ketahanan fisik saya melalui cintaNYA, ketika saya merasa berada dititik NOL dan kehilangan jiwa saya maka saya akan mencarinya jika tidak di Dharmais maka di panti jompo bisa saya dapatkan jiwa saya kembali, tapi kali ini saya mendatangi seorang Ibu yang sudah mulai sepuh di rumahnya yang asri di ujung Jakarta, iya Ibu ini Ibunya “Restu” sahabat kanker saya yang jiwanya nyaris menyatu dengan jiwa saya dan minggu kemarin saya datang karena mendengar Ibu sedang sakit
“Assallamuallaikum Ibu” suara saya mengantarkan kehadiran jiwa saya dirumahnya yang hijau ini, “Waallaikum salam Ade” tanpa perlu melihat raga saya Ibu tahu dari suara saya bahwa yang datang adalah saya, mencium punggung tangan Ibu yang mulai keriput, mencium pipi Ibu yang tak lagi berdaging, dan memeluk Ibu adalah syurga tersendiri untuk saya, inilah jiwa yang saya cari, inilah kebeningan syurgawi pada saat jiwa saya kering kerontang, harum wangi tubuh Ibu adalah oksigen untuk paru paru saya
Ibu …
Seperti biasa kami akan duduk diteras belakang rumah yang rindang, dengan dua kursi kayu, ditemani secangkir teh hangat dan pisang goreng kesukaan saya maka Ibu menemani saya berceloteh tentang Ayah yang sudah sembuh, tentang konser accoustic gitar saya yang sukses menyihir audience, tentang sahabat sahabat saya di dharmais, tentang punggung punggung yang saya hangati dengan jari jemari saya, dan tentang cinta saya yang mengalami ujian terberat … Ibu sesekali tersenyum, sesekali menyapu punggung tangan saya hingga menggenggam erat mencoba mengalirkan kekuatan yang nyaris tak lagi saya miliki, dan Ibu sesekali mengusap air bening diujung matanya melihat beratnya ujian ini, buat Ibu saya adalah Restu.
Ini adalah genggaman hangat tangan Ibu minggu lalu, saat saya berkunjung dan Ibu memang sedang TIDAK sehat dan satu jam yang lalu mas Ridwan [kakak laki laki Restu] mengirim kabar bahwa Ibu sudah TIADA … Innalillahi wa inna illahi rajiun
SELAMAT JALAN Ibu, masih terngiang ditelinga saya ketika saya usai berceloteh dan Ibu meminta saya memetik gitar milik Restu dan menyanyikan sebuah lagu untuk Ibu, dan Ibu terus berujar “Teruslah bernyanyi De”
Iya, TERUSLAH BERNYANYI Ade … isilah ruang antara bumi dan langit dan buatlah orang orang yang membutuhkan Ade ikut bernyanyi, hapus duka mereka dengan petikan gitar Ade, bernyanyilah…
Ya ALLAH, terimalah jiwa tenang Ibu di pangkuanMU dan bangunkan syurga untuk Ibu, kini Ibu bisa berkumpul dengan putri tercintanya, Restu… hal yang selalu ia bisikan ketika memeluk saya bahwa Ibu sangat merindukan Restu, kini rindu itu terobati sudah, suatu saat saya juga akan berkumpul dengan Ibu yang melahirkan saya, PASTI karena kematian itu adalah PASTI, hanya masalah waktu
Innallilahi wa inna illahi rajiun …
ALLAH lah tempat kita kembali. ah kangen IBU !!
48 Komentar
Mari kita baca 1x AlFatihah untuk Ibu Fatimah binti Muhammad Salim yah, agar selalu ada doa yang mengiringi kepulangan Ibu.
Terima kasih yah …
Innalillahi wa inailaihi rajiun. Turut berduka cita atas meninggalnya Ibunda dari Restu.
Semoga beliau mendapat tempat terbaik di akhirat sana
AlFatihah untuk Ibu..
untukmu Ibu Fatimah binti Muhammad Salim *Innalillahi wa inailaihi rajiun* teriring untaian AlFatihah..melalui syafaat Kekasih Allah Nabi Muhammad S.A.W.Amiin ya Rabb.
Innallilahi wa inna illahi rajiun….
Iya, mbak rindu…
kita panjatkan doa…
Al-fatihah…
Innallilahi wa inna illahi rajiun
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un
mari bersama…Alfatihah..
Semoga Almarhumah mendapat rahmat dan karunia yang besar dari Allah SWT..
Oya De..kenapa harus mendengarkan nyanyian? kenapa tidak suara Al Quran yang diperdengarkan sebagai bekal bagi orang yang sedang sakit? …
Ya . semua akan mengatakan itu.
nnalillahi wa inna ilaihi roji’un
Semua akan kembali kepadaNYA
*Ade…Nyanyian galau..hehe
Galau memang akan berakhir indah..
sangat mengharukan sekali semoga beliau dijadikan penghuni surganya …amin..! thanks
Alhamdulillah…akhirnya Ade kembali muncul ditengah kita…selamat ya..sebarkan ilmu lewat medi ini ya…jangan berhenti lagi karena bermanfaat..
Iya de’..Galau, senang, bahagia, duka etc.. hanya masalah hati..hmm..
Kadang bising terasa hening, pun sebaliknya..
iya de’, kadang aku merasa kosong…belum tidur??
Nyanyian Rindu..
*Rama Diandri
Ada Rindu Penuh Hikmah
Dalam Rinai Senyum, Dia Terpaku..
Melepas Ikhlas dalam Tulus
Menuju Harapan Tak Pernah Pupus
Rindu Itu Diam..
Entah Apa yang Terekam
Diam Bukan Berarti Bungkam..
Rindu Coba Jalani Duka dengan Lapang
Adakah Rindu-rindu Lain?
Rindu Hanya Satu…
Hanya Rindu di Kebun Hikmah
Dia Melaju, Lewati Asa Tak Bertepi
Selamat Malam Rindu…
Arga Makmur 20/6/09
ya, teruslah bernyanyi.
“subhanallah! subhanallah!”
v(^_^)
wah..tulus..patutla rindu selalu dirindui
Turut berduka cita mbak Ade,
mungkin bisa membantu jika mengingat bahwa IBU pulang ke rumah yang jauh lebih baik, lebih indah, lebih hangat dan lebih penuh cinta kasih.
Teruslah bernyanyi mbak Ade..
walau perih hati…
walau hancur jiwa…
Terus… teruslah bernyanyi
agar nyanyian indah itu menghibur jiwamu, juga kenangan akan almarhum IBU
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, smoga kita selalu siap kapanpun kita akan dipanggil menghadap sang pemilik nafas, dan ketika datang waktu itu kita dalam keadaan Jiwa dan hati kita Mengingat Allah,hanya masalah waktu.Alhamdulillah kamu da nulis lagi
Innallilahi wa inna illahi rajiun..
Tiada terasa mata mulai lamur pandangan menjadi kabur.
Keindahan yang dulu tampak kini lenyap seiring berjalannya waktu.
Lembar – lembar buku kehidupan telah tertulis tanpa terasa usia yang beranjak senja.
Masih terasa kenikmatan dunia dulu yang telah tereguk kini hilang musnah digilas oleh sang waktu.
Kehidupan didunia tiada abadi,diri akan berlalu seperti debu tertiup angin hilang tiada bekas.
Masih terasa gairah masa muda yang dulu terkecap kini tiada bisa kembali padanya.
Hidup hanya sepenggal kisah yang pasti berakhir seiring ketuaan yang menyapa menjadi gerbang datangnya sang maut.
De kalau ada waktu aku pengen belajar banyak dari kamu, gimana cara untuk memotivfasi orang2 yang qt cintai agar selalu ingat dan sabar dalam manghadapi ujian sakit atau bahkan untuk bisa menikmati anugerah berupa sakit ini untuk semakin mendekat kepada Allah,
ini untuk ibuku De, aq pengen beliau menghadapi ujian sakitnya dengan sabar dan selalu dekat dengan Allah. makasih sebelumnya De tolong kirim lewat E-mail ya De, nich alamatnya retizahra@yahoo.com
Turut berduka cita ya, semoga amal ibadah beliau di terima di sisinya, Amin
innalillahi wainailahi rojiun ..
semoga amal baiknya d terima dan d balas oleh Nya
*Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun…
Kita makhlukNya “Dari tiada…
Ada…
Kembali tiada…
Dan akan di ‘adakan’ kembali…”
dan ‘DIA’ selalu ada…,
abadi… Untuk selamanya…
Dia mengidupkan Dia juga yang mematikan. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah biha ya Allah biha~…
Ya Allah bi khusnil khatimah…, ya Allah sebagaimana anugrah khusnul khatimah kepada para kekasihmu, jadikanlah akhir hidup kami ini khusnul khatimah…, “La hauLa waLa Quwwahta iLLa biLLahiL aLiyyiL adziim. . . .”
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun…
Semoga amal ibadahnya di terima oleh Alloh SWT. amin…
innalillahi wainailahi rojiun …
“itu lah bukti, bahwa Allah masih mencintainya” Dialah yang Maha Mengambil dan Maha Mengembalikan
Keep Smille and semangat teruuzz…
Innalillahi wa inailaihi rajiun……
hanya Fatihah teriring salam buat baginda Rasullullah SAW…..
semoga ibunda restu berada dt4 terbaikNYA….
Assalamu’alaikum Mbak Meutia
Teriring sebait doa semoga Bunda Fatimah dilapangkan kuburnya, Diterima semua amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan dijauhkan dari siksa api neraka. Amin ya ALLAH.
Jangan bersedih ya mbak Meutia, mari berdoa agar ALLAH pertemukan kita kembali dengan orang-orang yang kita cintai di surga-NYA kelak. Amin
Wassalamu’alaikum
Innalillah…
Ikut berduka cita..
Semoga diterima di sisiNYA
Amin
innalillahi wainna ilaihi rojiuun
semoga segala amal ibadahnya di terima di sisi-Nya.. amien
Doa untuk Ibu Fatimah binti Muhammad Salim:
Salah satu hikmah yang Allah Swt. berikan kepada manusia dari mereka yang meninggal yaitu untuk mengambil pelajaran bahwa suatu saat nanti manusia yang masih hidup pun akan meninggal dan diperlakukan, diurus, diratapi, dikafani, dishalatkan, diiringi, dimasukkan ke dalam lubang kubur dan lalu ditinggalkan sendiri di dalamnya sedang yang mengiringi mereka kembali kepada aktivitas hidup yang rutin mereka kerjakan.
Semoga pelajaran yang Allah Swt. perlihatkan kepada kita itu dapat membuat kita sadar bahwa dunia dengan segala kenikmatannya ini hanyalah sementara dan bahwa kita semuanya nanti akan kembali ke asal, yaitu menghadap Allah Swt.
innallillahi wainna ilaihi rojiuun
Hanya Ingin Mengingatkan …
Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali :
1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2.. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan
“Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah”, supaya kamu dapat menjawab pertanyaan2nya.
ya, truskan menyanyi seraya berdoa. de
turut berduka cita
innalillahi wainnaillaihi rojiun..saya itu kalo hati sedang galau..salah satu obatnya adalah berkunjung ke blog ade..teruslah petik gitarnya dan bernyanyilah..amiin…
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang… syukuuuur akhirnya mbake rindu sudah kembali..
selamat malam jeung?
semoga kebaikan dan kesehatan selalu dilimpahkan oleh Alloh pada kehidupanmu
salam hangat selalu
gimana cabar mas harsanya?
titip salam ya
Innalillahi wa inailaihi rajiun. saya turut berduka cita atas meninggalnya Ibunda dari Restu. membaca postingan ini saya jadi sedih inget sama bapa saya yang lagi sakit.
semangad trus ya mbak,,,, jgan pernah menyerah,,,,
baru berkunjung mbak..
turut berduka cita,
maaf baru bisa doakan sekarang
Wah…selamat yach atas kelulusannya dalam ujian kemarin.
Angsa putih kini telah berenang lagi ketengah telaga, dan tepian kosong mesti ada yang ngisi…. heem… dunia selalu berputar…kemarin angsa putih yang menepi dan tibalah sekarang giliran si bebek yang menepi..walah..tolong do’ain juga yach!!
Ceritamu selalu mengharukan, menjadi inspiratif bagi semua orang, untuk lebih bermoral… hehehe keep the good work
wah u mau nyanyi bareng sama blue tidak,jeung Rindu…….
salam hangat selalu
Setiap denting suara gitar itu mampu memberi arti tersendiri bagi almarhumah, oleh sebab itu beliau memintanya untuk terus melantunkan keindahan itu karena juga dibarengi oleh nyanyian dari hati yang tulus…
Innallilahi wa inna illahi rajiun …
sungguh kematain tidak ada yg tahu kapan datangnya…
Innalillahi wa inailaihi rajiun…
Aku Turut Berduka Cita….De
Wah, ngelihat gambar masjid puncaknya aja jadi adem.. Ikut berduka cita ya mbak. mudah-mudahan tetap sabar, soalnya hidup itu cukup lama tapi juga ndak lama-lama amat kok. cukuplah..salam.