Didalam perjalanan napas saya ada satu manusia yang menyerupai malaikat hadir dalam hidup saya, ada satu sosok yang begitu kuat namun lembut, ada satu karakter yang begitu menempel dalam jiwa saya dan ada satu sosok lelaki yang telah menjaga saya seumur napas saya, yang tanpa nya saya tak akan menjadi manusia seperti sekarang ini, iya beliau adalah Ayah saya … seorang lelaki yang bak malaikat yang telah menjadi sumber dari segala sumber tapak saya selama ini dan beliau bukan hanya menjadi Ayah untuk saya namun juga Ibu bagi saya, Ayah adalah sosok tak tergantikan dalam perjalanan hidup saya, terima kasih ya Ayah telah membesar kan saya dengan begini indahnya :) terima kasih ya Ayah, terima kasih.

Ayahlah yang menggantikan popok saya yang basah oleh ompol karena tak ada tangan lembut Ibu untuk si kecil Ade, Ayahlah yang mengajarkan saya menapak kan kaki kecil saya lalu belajar melangkah dan kemudian berlari, beliau selalu hadir ketika saya jatuh, terpeleset bahkan tak mampu berdiri lagi, Ayah yang mengeringkan keringat saya ketika saya demam, menggantikan kaos saya yang basah oleh keringat, mengompres kening saya ketika demam, mengelap mimisan saya bahkan muntah yang kerap keluar dari perut saya yang tak bisa masuk makanan, Ayah pula yang menggendong saya ketika saya pingsan dan harus berlari menyusuri lorong rumah sakit untuk mengejar dokter di ICU itu dan …

Iya, tak akan sanggup tinta dilautan menulis betapa Ayah adalah segalanya untuk seorang saya :) terima kasih ya Ayah, terima kasih.

Masih teringat ketika hari pertama saya ke sekolah, dengan menjinjing tas mungil di punggung, dan saya tidak berani melangkah ke gerbang sekolah namun tiba tiba Ayah menggenggam jari jemari saya erat sambil berkata “nak, disana ada taman bermain yang indah, ada guru yang dipanggil Ibu dan ada Ayah tidak akan pergi jauh, jadi jangan takut“, masih teringat ketika saya terjatuh dari sepeda ketika untuk pertama kali saya menggayuh dengan kaki yang salah, dan Ayah tidak memarahi saya tapi malah tertawa terbahak bahak sambil memeluk saya dan berucap “belajar itu harus jatuh dulu nak, agar kita tahu bagaimana cara yang betul“, iya dan masih teringat ketika saya pertama kali khatam AlQuran di usia 5 tahun, Ayah menghadiahi saya AlQuran katanya agar saya tambah giat mengaji, ehm…

Dan ketika saya patah hati, Ayah lah yang ikut saya diduduk dipojok kamar sambil ikut menekan kaki ke dada dan tanpa berkata kata Ayah akan memeluk saya sambil membisikan “betapa indahnya cinta jika pernah merasakan sakit yang begini kan De” Ayah pasti gak pernah patah hati deh :) terima kasih ya Ayah, terima kasih.

Tak pernah terlintas oleh saya ketika suatu hari nanti Ayah akan pergi meninggalkan saya atau saya yang lebih dulu pergi meninggalkan Ayah, pasti sepi sekali bumi ALLAH ini, tak akan ada lagi lelaki sesabar Ayah mendengarkan saya berceloteh, mendengar saya berkicau tanpa jeda, lelaki yang tidak meninggalkan saya ketika saya salah, lelaki yang menjaga saya dari hantaman hidup yang keras ini, dan lelaki yang sosoknya begitu sempurna dimata saya, karena Ayah bukan hanya Ayah tapi juga Ibu untuk saya, bahkan Ayah merelakan meninggalkan keinginan duniawinya agar tak terbagi kasih sayangnya untuk saya :)

Aaahhh, tak akan ada usainya berceloteh tentang Ayah, dan kini Ayah terbaring sakit, tubuh kekarnya tidak lagi mampu menapak, tergeletak di ruang ICU tanpa mampu mengelak, napasnya terbantukan oksigen, dan inipun masih belum mampu menghapus senyum manisnya untuk putri tunggalnya, dari tatapannya saya tahu Ayah begitu mencintai saya dan tak ingin terpisah dulu, dari genggaman tangannya saya tahu bahwa Ayah sangat ingin bersama saya seperti kemarin kemarin …

Ya ALLAH, kalau boleh saya meminta JANGAN bawa Ayah saya pulang seperti ENGKAU membawa Ibu pulang pada saat saya masih sangat membutuhkannya, karena Ayah adalah satu satunya yang saya miliki saat ini … tanpanya saya akan sendiri, tanpanya saya tidak akan tahu kemana lagi harus bersandar ketika airmata saya tumpah :(

Masih terngiang ketika suatu hari saya menempelkan kepala saya dipundak Ayah, dan tiba tiba Ayah menggeser pundaknya lalu spontan saya berkata “berat ya Ayah, ada kepala Ade di bahu Ayah?” dan Ayah menjawab “Tidak nak, justru akan tambah berat ketika tak ada lagi kepala Ade di bahu Ayah, bersandarlah” dan saya menyandarkan kepala saya sambil menikmati usapan lembut di ubun ubun saya, hingga tertidur  :)

Ayah … cepet sembuh yah, jangan tinggal Ade sendiri yah :( ya ALLAH beri Ayah sembuh :(

 

69 Komentar

  1. de, assalamualaikum.Wr.wb.

    Saudaraku selalu saja engkau membuat hati ini bergeluruh mengenang Ayahandaku. dan sepertinya akupun koment pertama dengan tentang subuh. de, sabar ya ,emang ade lagi di situ nemeni ayah juga?

  2. de ayahandakupun tak pernah marah,sedikitpun. walau ia seorang militer.Aku teringat ketika aku diminta untuk ngaji karena pada saat itupun aku bandel tak mau ngaji. sang ayah hanya memegang jemariku dan aku seperti kesetrum dan hanya bisa mengikuti ayahku ke Mushola dekat rumahku.

  3. de, yang tak terlupakan saat ini adalah ayahku sosok yang luar biasa ,dia adalah penolong rakyat kecil,banyak orang yang dia tolong.kebiasaanya ayahku letika ia datang ke suatu kota .pasti yang ditanya dan disingahi adalahid Masjid.

    de kado terindah untukku dimalam yang hening ini

    semoga Ayahandamu cepat sembuh dan diberi keikhlasan serta diamouni dosa-dosanya Amien

  4. Ketika hati ini telah tertaut. Ayahmu pun Ayahku. Jangan kau teteskan air mata, karena air mata ini akan terus menetes karenamu. Begitu dekatnya, sampai tak rela seandainya yang kita cinta pergi meninggalkan kita. Dari sini aku hanya bisa berdo’a untuk ayah semoga lekas diizinkan oleh-Nya untuk menatap wajah ayu adinda dan bercengkrama dengan segenap cinta. Dan do’aku juga untukmu, semoga Dia menginjinkanmu untuk selalu setia menemani sang ayah, bersama canda dan gemerencing tawa.
    Sabar dulu ya,,, Tuhan sekarang igin engkau mendekati-Nya dari sisi hati yang berbeda.
    Salam dariku, semoga kita dipertemukan.

  5. semoga doa tulusmu didengar dan saya juga ikut berdoa semoga lekas pulih kembali..amin.

  6. membaca tulisanmu tanpa terasa jatuh air mataku, begitu besar cinta itu semoga Allah SWT memberi kesembuhan dan kekuat untuk ayah Ade.

  7. Teriring doa untuk Ayah Ade,
    Semoga Alloh SWT memberikan kesehatan dan kekuatan. Amin

  8. Syafakallah ,,,,,

  9. semoga cepat sembut mbak…

  10. Semoga cepat sembuh, sakit adalah anugerah Tuhan yang juga harus di syukuri…

  11. semoga cepet sembuh yah
    q jadi iri kalau kakak dapet ayah sesempurna itu
    yang sabar yah ka’….

  12. Syafakallah ,,,,,tulisannya sangat menyentuh hati, teringat ketika alm ayahanda saya sebelum berpulang ke Rahmatullah beliau minta dicium dikeningnya….YA Allah bahagiakanlah mereka ditempat yang mulia amin

  13. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan pada beliau, bisa berkumpul bercengkrama lagi

  14. syafakallah, semoga sang ayah diberi kesembuhan segera

  15. Salam surga untuk ayah.

  16. Janji, pasti ayah akan sembuh dan baik-baik saja.
    Saya berdoa untuknya, saya pernah mengalami hal spt ini. Berat tapi saya yakin ade pasti kuat.

  17. Semoga Ayah Ade cepet sembuh ya De.. Ayah aku juga sakit ginjal kronis.. tapi alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan gak cuci darah.

  18. semoga ayahnya cepat sembuh ya mba…
    semoga diberikan yang terbaik ma ALLAH…
    aamiiiiin…

  19. Semoga ayah Ade cepet sembuh..Semua saudara yang berkunjung di kebun Hikmah pasti akan bantu dengan do’a. Yang sabar ya,Sist..

  20. smoga Ayah diberi kesembuhan, ade sabar ya..

  21. Turut mengirim do’a agar Bapak Anda diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah S.W.T… Amiinnn…

    Sungguh jalinan kasih dan sayang antara anak dan orangtua yang sungguh memesona… : )

  22. semoga ayahnya lekas diberi kesembuhan, saya jadi teringat org yg saya sedang berusaha mengenalnya, sejak kecil dia ditinggal Ayahnya, umur 4 tahun. Tak pernah merasakan kasih sayang Ayahnya. Tapi Ibunya mengambil peran seorang Ibu dan Ayah sekaligus, sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang baik, sebagaimana mereka yang dibesarkan dengan Ibu dan Ayah komplit. Ahh… mengingatkan saya juga untuk lebih sayang pada Bapak di rumah, yang masih cukup sehat, meski mulai sakit-sakitan …

  23. Ass..
    Membaca tulisanmu ini membuat sy teringat ayahanda tercinta yang telah satu tahun meninggalkan sy dan ketiga saudara sy.. sakit memang ketika melihat orang yang kita sayangi n kita cintai tergolek lemah karna sakit yang mendera.. bersabarlah dan percayalah bahwasannya Allah akan memberikan yang terbaik untuk ayahanda ade..

    Sy turut mendoakan kesembuhan untuk beliau..

  24. Min…sembuhlah Ayah…tersenyum kembali…

  25. Smoga Allah mengabulkan smua doa2 anda.
    AMIN

  26. Semua Penyakit Datang dari Allah Dan Allah pulalah yang menyembuhkannya, Semoga Lekas Sembuh Atas ijin Nya

  27. Semoga ayah Ade segera sembuh dan diberi kesabaran atas semua cobaan …

  28. semoga Allah menggugurkan segala dosa, perantaraan sakit ini.buat mba rindu sabar ya…

  29. dari Medan, saya mendoakan agar Ayah ukhti cepat sembuh ya

  30. deeply touched !
    ade
    S E M A N G A T !
    .
    Allah sayang kepdamu dan juga ayahmu :D

  31. semoga cepat sembuh, sabar yah..

  32. semoga ayahnya cepet sembuh ya

  33. mudah2an cepet sembuh,
    kita gak akan pernah tahu rasanya sehat jika kita gak pernah sakit
    tapi klo udah di ICU repot nya juga ya…

    yg pasti harus tabah :)

  34. Saya jg merasakan hal yg sama ketika ayah saya dirawat de, lumayan lama hampir 1 bln, rasanya sedih bgt dan kdg datang pikiran negatif yg membuat saya ketakutan, saat itu saya hanya mencoba bersabar, tabah dg trz mnerus memohon kpdNya untuk kesembuhan beliau. Kesedihan itu berubah jd sst yg sangat membahagiakan begitu ayahku kembali sembuh. Smoga ayahmu cepet sembuh ya de..amien..

  35. Ketika kita lapar, maka makan akan terasa nikmat. Ketika kita lelah, maka istirahat terasa menyegarkan. Dan ketika kita sakit maka kesehatan adalah adalah kenikmatan yang luar biasa. kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan memohonkan kepada yang maha kuasa agar diberikan semua itu. Saya atas nama saudara sesama, memohonkan semoga Ayahandanya diberikan kesembuhan. Amiin…

  36. “Puncak iman itu ada empat perkara, yaitu: sabar dalam menerima keputusan Allah, ridha menerima takdir, ikhlas bertawakkal dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt. (semata)”

    Semoga Allah memberikan kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan yang menghadang.

    Semoga Allah memberikan kekuatan untuk melalui semua ujian yang datang.

    Semoga Allah Yang Maha Penyembuh memberikan kembali kesehatan dan kebugaran yang sempurna kepada ayahnya.

  37. jadi pengen pulang… :( . ceritanya menyentuh.

  38. aku sempat terhenyak dan ingat betapa aku tak pernah lagi bertemu dengan ayah…Ya Allah berilah kesehatan kepada Ayahanda Ka Rindu…Amien

    -salam- ^_^

  39. slalu berdo’a tuk ade & ayah.

  40. “Dan tak ada cobaan diluar batas kemampuan saya” ini yang menguatkan saya selama ini, bahwa ALLAH menyaksikan setiap usaha saya untuk menerima ujian demi ujian, hempasan demi hempasan, keterpurukan demi keterpurukan, fitnah demi fitnah.

    Saya ridho ya ALLAH, Saya ikhlas, dan saya bertawakal atas segala keputusanMU atas perjalanan hidup saya, karena saya hanya Hamba …

    Dan beri saya kekuatan untuk mencapai derajat sabar yang lebih tinggi ya ALLAH, agar saya kuat melewati semua ini.

    Sungguh tak ada ujian diluar batas kemampuan saya, terima kasih untuk semua doanya yah…

    wassallam
    Ade a.k.a RINDU

  41. Sabar dan terus berdo’a,semoga Ayahnya cepat sembuh.Amiin..

  42. Semoga AYAH mba Rindu di beri kesembuhan oleh Allah….. Aminnnn.

  43. semoga cepeat sembuh…….amin.

  44. Assalamu’alaikum mbak Meutia

    Seperti kata mbak di artikel-artikel sebelumnya,

    ALLAH memberikan HANYA yang kita BUTUHKAN dan BUKAN yang kita INGINKAN, apakah itu berupa kesenangan, kesedihan, kemudahan, kesulitan, sehat, sakit, kaya, miskin, cantik, tampan dan masih banyak lagi pasangan keadaan yang ALLAH titipkan kepada kita.

    Semoga ALLAH luaskan HATI kita untuk memahami HIKMAH dibalik semua titipan ALLAH tersebut.

    Obat yang paling mujarab bagi ayahanda mbak Meutia yang sedang sakit adalah SENYUM TERBAIK PENUH KEIKHLASAN dari putri tercintanya.

    Semoga ALLAH mengabulkan doa kami dan mbak Meutia agar Ayahanda tercinta diberikan HADIAH TERBAIK atas kesabaran beliau dalam menerima titipan sakit ini. Amin Ya ALLAH

    Wasalamu’alaikum

  45. hhhmm ah setidaknya saya bangga menjadi seorang ayah walau tak pernah sempurna….

    moga cepet sembuh buat ayahnya

  46. mba, tolong baca email saya di email Mba Ade i*****ful@yahoo.com
    Makasih…

    Rindu: sist, kapan kirim emailnya, barusan saya check gak ada :)

  47. Semoga Allah memberikan kesembuhan buat Ayah Ade. Amin..

  48. Semoga Ayahnya cepat sembuh ya De… :)

  49. mbak, mudah2an ayahnya cepet sembuh ya..

  50. MBA KESEDIHANMU SAMA PERSIS DENGAN KESEDIHANKU SAAT INI,KARENA
    AYAHKU JUGA LAGI SAKIT,TABAH YACH KITA SAMA SAMA BERDOA SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK BUAT AYAHMU DAN AYAHKU,AMIN

  51. Kebetulan ayahku juga Ultah, hehehe….. Cepat sembuh untuk si om yah

  52. Ya Allah berilah kesembuhan kepada ayahnya Ade..Amin.

  53. Semoga ayahmu lekas sembuh ya De

  54. mbak, T.T cepat sembuh ayah!

  55. Sabaaaar dan tawakaaaal yaaa.. Semoga AYAH mba Rindu di beri kesembuhan oleh Allah….. Aminnnn.

  56. aku hanya mengingatkan sampean dan saudara2 semua hati – hati dengan perkataan dan do’a,banyak tulisan mbak memang menyentuh para pembacanya,tentang “nikmatnya ujian”,”tulus”,”lembutkan saya”,”melepas genggaman dunia”,tiap perkataan yang keluar dari lisan maupun tulisan pasti diuji,semoga Allah meneguhkan hati dan perkataan kita semua,semoga Allah tidak menjadikan hati ingkar kepada – Nya.

    - Ketika kita mengatakan “Nikmatnya Ujian” Allah akan terus memberi ujian sebab kita telah mengatakan nikmat

    - Ketika kita mengatakan “Tulus” Allah akan memberikan kejadian agar kita bisa tulus.

    - Ketika kita mengatakan “melepas genggaman dunia” sungguh Allah akan menguji apakah benar hati kita bisa lepas dari genggaman dunia.

    Dan begitu juga perkataan yang lain.
    Hati – hati semua ujian itu akan ditimpakan kita apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tulis.
    Alqur’an dalam surat Al-Baqoroh : 286 memberi kita contoh dalam berdo’a :

    “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
    Semoga Allah meneguhkan apa yang menjadi do’a,perkataan dan tulisan sampean.
    Hati – hati tiap perkataan dan tulisan kita akan mendapatkan ujian.
    Semoga Allah memberi kesembuhan pada ayah sampean.

  57. saya jadi tratap-tratap teringat bapak saya sendiri. semoga ayah sampeyan cepet sembuh mbak, yang ridho sama cobaan ini

  58. @ mas Achmad Al Fauzi,
    Betul mas. Terima kasih sdh mengingatkan.

    @ mbak Ade,
    Tulisannya begitu menyentuh, saya jg jadi lebih teringat ayah yg kebetulan jg sedang sakit.

  59. Sama dengan yang lain aja deh…. jadi sedih

  60. saya trenyuh dan hampir berlinang De…, bagaimanapun juga saya seorang ayah dari putri saya yang sudah beranjak dewasa…, saya hanya bisa berucap.., kesembuhan ada dalam diri.., maka berikan semangat dan sugesti ya putriku.., semoga engkau kuat untuk menerima ini, karena niscaya Allah tidak akan memberikan beban dimana hambanNya tidak sanggup untuk memikul.., sembuh..,

    salam sayang seorang ayah..,

    Rahayu..,

  61. semoga ayahmu lekas sembuh ya mba. aku tahu gimana rasanya saat ayah yang kita cintai sakit. perasaan yg sama, saat 2 th lalu ayah saya terbaring di RS. alhamdulillah sekarang kembali sehat.
    semoga demikian juga dengan ayah mba :)

  62. T.T berbahagialah kalian yang masih dan pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Bersegeralah kalian yang belum menyayangi ‘dengan benar’ kedua ortu.
    mbak moga2 ayahnya cepat sembuh n mbak dibimbing “sang kekasih” untuk menjalani episode2 kehidupan berikutnya.

  63. Tiap kali saya membaca untaian kata-kata yang Anda susun menjadi kalimat2 blog ini,hati saya tenggelam dalam lautan haru…Semoga ayah Anda cepat sembuh. Tulisan tentang ayah ini membawa saya terbang ke kenangan kepada ayah saya yg telah meninggal belasan tahun lalu…

  64. luar biasa. sederhana tapi sangat menyentuh… Semoga Ayahnya lekas sembuh…

  65. subhanallah..
    semoga ayahnya cepet sembuh ya, mbak..
    jadi pingin pulang dan meluk bapak yang dulu juga pernah ditinggalin Ibu..

  66. semoga ayahanda segera diangkat segala sakitnya.. kembali bisa tersenyum & memeluk Ade… >:D<

    amin…

  67. Teringat kesedihan yang melingkupi ketika mama saya sakit disini
    dan mbak rindu turut berdoa bagi kesembuhannya.

    Skr pun saya memohonkan hal yang sama :)
    Semoga lekas sembuh ya mbak.
    Amin

  68. makasih ya de dah mewakili postingan ini dah mewakili perasaan saya.saya bisa merasakan apa yang ade rasakan. semoga ayah kita cepat sembuh.

  69. Assalamu’alaikum….
    Sabar ya de…
    Allah menyayangimu dan ayahmu doakanlah ayah de.. jangan hanya meratap dan menatap.. doa anak sholeh akan langsung didengar allah insyaallah amin,,,,
    untuk ayahandaku dan ibundaku tercinta di rumah yang sabar ya… ananda menyayangimu semoga allah menghapus semua dosamu dan menerima segala amal ayah………
    AYAH & bunda I MISS U SO MUCH..


Tulis sebuah Komentar

*
*