Ketika Kematian Menjadi Guru Kehidupan

Tadi pagi dalam perjalanan ke kampus, saya melewati sebuah taman pemakaman umum di selatan Jakarta, dan di pertigaan jalan, mobil saya dihentikan oleh rombongan yang mengusung sebuah jenazah untuk di makamkan di TPU Jeruk Purut ini, persis di hadapan saya raga tanpa jiwa ini berjalan pelan, rasanya seperti dihadirkan oleh ALLAH sebuah slow-motion film akhir dari segalanya, dan saya membayangkan jika raga yang diusung didalam keranda bertutup kain hijau bermerk “innalillahi wa inna illahi rajiun” itu adalah saya :( ah rasanya saya masih belum siap berada disana :( belum siap ….

Sungguh kematian adalah guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang … dan satu hal yang pasti adalah NAPAS INI AKAN BERHENTI, hanya soal waktu … iyah, hanya masalah waktu dan masalah dimana kita akan dijemput.

Lalu masih belum tertamparkah kita ketika kematian ternyata begitu dekat :(

Bicara soal kematian maka teringat oleh saya adalah bicara soal waktu, berapa lama lagikah jatah saya untuk ngontrak dan numpang hidup sementara di bumi ALLAH ini, iya seberapa lama lagi kah? saya teringat ucapan guru mengaji saya “De, jangan jatah waktu terhamburkan sia-sia, jangan sampai ketika ajal menjemput Ade mengatakan, “Ya ALLAH, mundurkan ajal saya sedetik saja. Akan saya gunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.” dan permohonan tinggallah permohonan karena kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan lagi” ah …

Ketika waktu itu datang, saya ingin saya berada pada tingkat keimanan tertinggi sehingga saya bisa ikhlas dan berpulang dengan senyum termanis :) dan saya ingin berada di antara orang orang yang mencintai saya dan saya cintai, dan kematian dengan cara terindah ini pastilah sebuah hasil usaha yang keras dari mulai taubat detik ini juga dan terus Istiqomah hingga ajal menjemput, gak ada syurga yang instant kan? gak ada kenikmatan apapun yang diberikan oleh ALLAH secara instant, gak akan ada :)

Sungguh kematian mengingatkan saya bahwa saya bukan siapa siapa dan bahwa saya tidak memiliki apa apa. Peran yang saat ini saya mainkan akan saya tinggalkan, harta yang selama ini saya kejar kejar sampe lupa shalat akan saya tinggalkan, dan pakaian indah yang sehari hari melekat akan saya gantikan dengan kain kafan yang paling murah harganya…

Iya, ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya ALLAH. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada ALLAH. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah saya berani menyangkal, kenyataan bahwa saya memang bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa ketika kematian datang. Saya hanya hamba ALLAH. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah saya mainkan … dan nama sayapun akan terkubur bersama raga, bumi akan melupakan kita semua pada titik ini bukan?  :)

Ah masih pantaskah kita sombong dengan semua yang kita miliki, masih kah kita lupa untuk shalat ketika meeting, masih sanggupkah kita duduk manis sambil bercengkerama dengan para sahabat di kafe sementara adzan memanggil manggil, masih punya hati nuranikah kita ketika melihat anak anak basah kuyup meraup makanan sisa dari bak sampah milik si kaya, masih kah kita tega memulangkan si fakir ketika tak memiliki uang untuk berobat … dan masih mau dibilang punya perasaan ketika tanpa rasa berdosa kita menyakiti hati orang lain, merendahkan sahabat kita dan ah sudahlah :)

STOP deh menjadi sombong, didepan kita terbentang ladang untuk menolong mereka, dihadapan kita ada pengemis yang mendambakan uang 1000 rupiah, dihadapan kita ada kotak kotak amal yang uangnya akan disalurkan ke panti panti asuhan dan 5000 rupiah kita bisa untuk sepiring nasi dengan lauk pauk, didepan mata kita ada orang berbaju kuning yang membersihkan jalan jalan dan menghargai uang 10.000 kita untuk anak dan istri merek’a dirumah, STOP berperasangka buruk kepada manusia lain [tamparan untuk diri saya nih] dan STOP semua kesia siaan :)

ah sungguh keranda didepan saya telah mengajarkan saya bagaimana saya harus menjalani kehidupan… setiap detik adalah potongan umur kita, jadi sudah lah stop menjadi sombong dengan tidak mau shalat, dengan melalaikan sedekah, dengan tetap tidur pulas dimalam hari, padahal belum shalat isya dengan masuk selimut saat adzan subuh, ingatlah kita masih diberi waktu loh, esok? belum tentu :)

*koq saya jadi emosi gini sih bicaranya :) mungkin kebawa pikiran jika didalam keranda itu adalah saya *

  :)

 

67 thoughts on “Ketika Kematian Menjadi Guru Kehidupan

  1. salam kenal,
    Jujur aja, beberapa hari ini saya sedang merenungi kematian, banyak orang2x yang saya cintai sudah berpulang, hal ini membuat saya berpikir, sewaktu2x kita bisa dipanggil oleh Alloh swt, terima kasih atas artikelnya

  2. Dari khotbah ke II mesjid Al Madani by Husen Ahmad Aprianto bersumber dari Abu Malik, umur 9 thaun Hafiz dan umur 9 juga jadi Imam besar di Nabawi, ada tujuh Indikator kebahagian dan kenikmatan hidup di dunia :
    1. Hati yang senantiasa bersyukur atas semua yang telah ditetapkanNya
    2. Harta yang halal
    3. Suami yang sholeh
    4. or Istri yang sholehah
    5. Anak-anak yang sholeh
    6. Lingkungan yang kondusif
    7. Rezki yang berkah
    Adakah indikasi ini ada disekitar kita? jika sudah mari makin kita tingkatkan, jika belum nyok kita review dan dorong agar indikator ini muncul. Thanks

  3. ass.lam knal bwt pmlik kbn yg sejuk ni.q sring snggah d kbn yg mmuat pnglman hdp kdng mmbntu q dlm hdpi cbaan dr Allah yg q fikir bgt berat tuk q. pernah q berfikir tuk mngakhiri hdp tp saat q baca tulisan kmtian ni q brfikir ya Allah bodoh skali aq bgt bnyk nkmt yg Allah brikan dbndng dgn penderitaan q .thanks y

  4. Ah masih pantaskah kita sombong dengan semua yang kita miliki, masih kah kita lupa untuk shalat ketika meeting, masih sanggupkah kita duduk manis sambil bercengkerama dengan para sahabat di kafe sementara adzan memanggil manggil, masih punya hati nuranikah kita ketika melihat anak anak basah kuyup meraup makanan sisa dari bak sampah milik si kaya, masih kah kita tega memulangkan si fakir ketika tak memiliki uang untuk berobat … dan masih mau dibilang punya perasaan ketika tanpa rasa berdosa kita menyakiti hati orang lain, merendahkan sahabat kita dan ah sudahlah

    bagian yang ini ni yang menyentuh banget..saya jadi sedih mengapa saya begitu congkak sebagai manusia…

  5. Assalamu’alaikum bagi para penanti sang maut

    Terima kasih bu guru atas ketukan di pintu hatiku,
    yang semakin membatu akibat dosa yang menumpuk

    maut bukanlah dibelakangmu
    maut ada didepanmu

    bukalah mata hatimu
    agar maut merangkulmu
    bukan menabrakmu

    born with clean heart
    die with clean heart too (amin ya ALLAH)

    so inggris ni imam, emang tau artinya?

    Wassalamu’alaikum.

  6. Yah, bersukurlah kamu masih diberi kepekaan hati.

    Kalo gw yg dah beberapa kali dikasih mimpi masuk neraka,tetap aja maksiat2 lagi.

    Nampaknya hatiku telah membatu ya allah maafkan hambamu yang bajingan ini
    Ya muhammad berilah syafaatmu di akhirat kelak

  7. slamat malam Ade, slamat menikmati indahnya malam yang menutup hari dengan doa dan ibadah, hari esok kan tiba dengan harapan yang lebih cerah. Jaga kesehatan ya,De..jangan sampe kecapean..khawatir..banyak kegiatan juga gpp asal dijaga kesehatannya…selalu ada doa agar selalu dijaga.. :)

  8. amiin,, mudah2an keinginannya tercapai y teh.. berada pada tingkat keimanan tertinggi (syaratnya cuma satu k’ yaitu dgn bersungguh-sungguh). Oia teh jd inget pesen Rasulullah “orang cerdas adalah yng selalu inget mati”, mudah2an hari’ni bnyak orang yang cerdas karna sdah diingetkan..

  9. hidup didunia ini bisa dikatakan sempurna bila kita telah dilahirkan ,berjodoh , dan kematian……agak serem ya , tapi sebelum ajal menjemput baik kiranya kalau kita selalu rendah diri dan hidup sederhana …iyakan d’ ?

  10. sangat kurang bahkan bisa dibilang tidak ada rasa syukur kita kepada yang telah Menjadikan dari yang tiada menjadi ada, sangat banyak nikmat Allah diberikan kepada hamba-Nya tapi sangat sedikit hamba-Nya yang bersyukur, Ya Allah Ampunilah hamba-Mu yang lemah ini. terima kasih ya mbak atas tulisannya.:)

  11. banyak komentar memang indikasi tulisan bagus. bagaimana kalau jadi calon wapres. kan belum ada wapres perempuan. he..he..he..

  12. malem ini w putar puter bacain tulisan dan comen2 yang mba tulis,,
    berharap da sesuatu yang bisa direnungi,,,

    kalo w she mpe saat ini masih bertanya apa yng terjai setelah kita mati??

    akankah misteri itu terungkap??

    kalo kita mati, apakah akal kita juga mati??

    akal itu apa she? adanya dimana she? apakah di otak ato dihati? apakah akal itu hnya merupakan hasil kerja otak? ato merupakan hasil kerja hati? ato mungkin akal itu hasil perpaduan fikiran antara hati dan otak?

    lantas kemana akal itu setelah orangnya mati?

    andai akal orang itu ikut mati ketika orangnya mati, mungkin misteri kematian selamanya tidak akn pernah bisa terungkap,,

    andai akal orang mati itu tidak mati, mungkin akal orang mati itu bisa kita pindahkan dan dipelajari dan mungkin kita bisa tahu sebenarnya apa yang terjadi setelah dia mati

    sumpah! pertanyaan2 (katakanlah)bodoh itu terus muncul menggelitik dalam benak w, mungkiijn semuanya berasal dari kedangkalan pengetahuan w, dan itu semua membuat w jadi teramat sangat bingung, bimbang dan gelisah,,

    ma’ap ya mba rindu,, mungkin comen2 yang saya tulis agak aneh bahkan mungkin sebagian dari orang menganggapnya sangat aneh bahkan sesat.

    masukan dari semua sangat di harapkan n thx b’4,,
    http://kodokmigren.blogspot.com

  13. assalamu’alaikum…

    terimakasih, haturnuhun, syukron tulisan2 ukhti membuat saya selalu menangis setiap malam,,, dan membuat saya menjadi tenang dan bertekad hidup lebih baek….
    moga Allah SWT selalu menyertai ukhti,,, amien…

    wassalam….

  14. kematian ibarat orang yang baru terbangun dari tidurnya. menghadapi kehidupan yang sesungguhnya….
    salam kenal

  15. Assalaamualaikum wahai srikandi…

    Berkata Imam Ghazali tatkala hampir matinya bermaksud “sekarang aku seperti burung yang sedang keluar dari sarangnya”

    SubhanaLLah…

    Salam hormat

  16. waduh mbak..kalo inget2 kematian saya jadi merinding..masi takut sama ajal..
    kadang walopun tobat..kita tetep ngerasa kurang cukup mengejar ketinggalan itu..

  17. Mbak..
    Semoga setiap orang bisa selalu positive thinking dalam melihat sesuatu…

    dan kematian adalah pelajaran yang memang harus di ketahui oleh Hamba Allah

  18. Ass,Ya ukhti terima kasih telah mengingatkan kematian.Aku teringat ketika subuh itu tahun 6 oktober 1993.Ayahku meningal dunia tepat didepan aku setelah kita talqinkan,setelah nafas terakhir itu,terlantunlah Adzan subuh yang mengharu biru.

    Gelisah rindu ini karena kematian kawan
    tak habis ku menulis kata kata nan indah walau kematiankan datang

    Rindu jiwa yang lusuh ini hanya berharap, Bahwa Allah mengabulkan permintaanku.
    Ya Allah Yaa Rabb,matikan aku dalam keadaan Beriman kepadamu,amin

  19. Yup, sesungguhnya kematian telah menjadi pelajaran dan pertanda bagi yang hidup.

    semoga Allah SWT selalu memudahkan semua urusan kita, begitu juga saat kita dipanggilNYA..

  20. Sehat tidak menjamin sedikit lama hidup di bandingkan dg yg sakit…
    Smua memiliki misteri yg sama,tdk ada seorangpun yg tau kpn ajal akan tiba menjemput..smua manusia berada di pintu kematian..
    Saya setuju ,bhwa kita tdk blh menyia-nyiakan waktu yg tersisa utk bertaubat dan mencari bekal menuju syurga-Nya [Allah s.w.t]
    Ikhlas..ikhlas..ikhlas.. :)

  21. Hmmm… Dalem banget postingannya. Memang kematian selalu memberio pelajaran. Karena itu kita dianjurkan untuk selalu melihat orang yang meninggal. Karena dengan begitu kita akan ingat dengan kematian, dan lebih menghargai kehidupan.
    Salam

  22. Jadi ingat pujian yang diajarkan Guru ngaji dulu. Ma’af berbahasa Jawa:

    “Jo siro bungah-bungah,
    nggonmu urip ono ndunyo…
    Malaikat juru pati,
    lirak-lirik maring siro…”

    Selalu bisa tersentuh dengan lagu itu.

  23. Jadi ingat beberapa waktu lalu ketika dalam doa saya, “Ya Allah jika berita ini benar, maka matikan saya setelah saya lahirkan anak yg saya kandung”dengan harapan bahwa berita yg saya dengar adalah fitnah, namun Allah menunjukkan kebenaran berita ini sebelum saya melahirkan, saya jadi ketakutan, bahwasanya saya belum siap, apalagi anak2 saya yang sangat membutuhkan saya, butuh bimbingan saya, semoga Allah mengampuni saya, dan memberikan saya untuk mendengar kabar baikNya dan mengisi hidup ini dengan baik. Seberat apapun ujian kita hendaknya tak meminta kematian…..(walau sulit) Allah ampuni aku….

  24. Yang mati telah berlalu seiring berjalannya zaman tumbuhlah kehidupan yang baru untuk menyegarkan suasana dunia, bagaimana kita bisa menyegarkan dan menyemarakkan dunia bila hari – hari kita adalah suatu kematian dan tentunya yang dilahirkan adalah kematian yang baru, bagaimana pohon bisa berbuah apabila akar – akarnya mati, mari kita renungkan bahwasannya janganlah hanya karena sesuatu yang mati hati kita ikut mati, segala hal yang didunia itu adalah mati fana, tidakkah kau lihat banyak hati manusia mati karena sesuatu yang mati, benarlah firman Tuhan yang mati mengeluarkan yang hidup, jiwa kita sejatinya yang hidup mati hanya karena sesuatu yang mati. Sudah saatnya jiwa kita yang hidup mengeluarkan sesuatu yang mati yaitu dunia agar kita menjalini hari dengan jiwa yang hidup.

  25. kematian cuma sekali tapi manusia sekarang lebih berpikir…

    JANGAN MIKIR MATI DULU AYNG PENTING NIKMATIN DULU HIDUP DIDUNIA

    ya mungkin saya termasuk yang berpola pikir seperti itu walau terkadang was was dan ketir ketika membayangkan apakah kelak diakhirat nanti saya bisa bertemeu orang yang saya cintai

  26. Assalamu’alaikum Ade..

    Sekarang tulisan-tulisan Ade selalu saya tunggu untuk muncul, berkali-kali halaman ini saya refresh berharap agar ada tulisan baru untuk menguatkan hati saya ini untuk menghadapi cobaan dari Sang Pemegang Nafas..

    Memang kita sebagai Manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah, oleh karena itu kita sebagai manusia janganlah sombong terhadap makhluk lain apalgi terhadap pemilik nafas ini. Kematian memang guru yang baik, belum genap 2bln belahan jiwa saya, ibu dari 2 anak saya dipanggil menghadap-Nya. Banyak rasanya penyesalan yang muncul, tapi sebagai hamba Allah saya harus ikhlas dan masih belajar sampai dengan saat ini. Semoga diberi kekuatan dalam menjalaninya.

    Special thx buat Ade karena tulisan-tulisan di kebun ini yang membantu saya untuk berjalan perlahan dalam bumi ini. Tetaplah istiqomah dan semoga cita-citanya tercapai yah.. Saya akan bantu dengan do’a.. InsyaAllah..

    Wassalamu’alaikum..

    Rindu: mas Rifqi, terima kasih atas kedatanganya [akhirnya datang juga] banyak cerita dari kantor nih hari ini … salam untuk kedua permata hati mas dirumah, saya pernah merasakan apa yang mereka rasakan mas, berjalanlah untuk mereka, insya ALLAH selalu ada senyum indah :) saya akan mendoakan dari jauh juga. Terima kasih yah.

  27. terimakasih pencerahannya ya mbaa..

    Rindu: sist, seneng banget astee dateng lagi, kirain dah lupa sama saya, seperti yang lain :) I love you, and always love you

  28. Kematian memang kan menjemput tanpa seorang pun yg tahu. Seperti temanku yg dg tiba2 dpanggil dlm kcelakaan lalu lintas meninggalkan kluarga, sahabat, kerjaan, harta dan smua yg ia miliki d dunia fana ini. Tp knp hal itu malah membuatku hilang keberanian, padahal tahu yg meninggal tak kan mungkin seperti dlm film2 horor hehe..astagfirullah haladzim…lagi lagi tulisan rindu dpt menyadarkan diriku dr kekhilafan, dan sll memberi pencerahan. Makasih ya…

  29. Siang Ade…
    slamat istirahat yah, jangan kecapean supaya nanti lebih seger lagi untuk beraktifitas, karena banyak kebaikan2 yang menunggu.. :)

    Rindu: makasih ya mas, gak kecapean koq, kan gak ngapa2in ;)

  30. Aku ada karena cinta
    Aku ada karena ridho
    Cinta ada pada Ridho
    Karena cinta bisa mendatangkan keridhoan
    Ridho ada pada cinta
    Karena ridho bisa menimbulkan kecintaan
    Apakah itu cinta……apakah itu ridho……
    ya…..memang benar
    Cinta itulah ridho
    Ridho itulah cinta

  31. Yg jelas kematian telah menghampiri saya…
    Karena penyakit KISTA yg saya derita…

    Tetapi siapakah yg tau kapan datangnya kematian…semuanya masih di dalam misteri

    Tinggal bagaimana kita mempersiapakan diri untuk menyambut kematian.
    Kita harus memilki kesiapan agar selalu tertanam pada diri dengan kesiapan yang tidak di paksakan/terpaksa. Karena terlahirnya diri ini dalam dunia itu karena Cinta Kasih Allah dan kembalinya pun (mati) haruslah dalam Cinta Kasih pula…. Itulah ke Ikhlasan dan ke Ridho’an akan Qudrat Iradat Allah Swt.

    Semuanya sudah di atur oleh Sang sutradara…jadinya kita tinggal menjalani lakon dengan sebaik-baiknya.

    Bukan kah setiap malam kita selalu menghadapi kematian.

    Salam Damai Penuh Cinta di dalam Kasih Sayang Allah untuk kita semua….
    Amiinnn.

  32. Imam Ali ra. mengatakan:

    Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi: (pertama), tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang. (Kedua), tidak diketahui orang yang santun kecuali ketika sedang marah. (Ketiga), tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang membutuhkan.

    Mungkin satu lagi tambahan yaitu, tidak akan mengetahui kenikmatan/kesengsaraan akhirat kecuali oleh mereka yang sudah meninggal.

    Seringkali kita lihat banyak golongan yang tidak mempercayai akan adanya hari akhir, tidak mempercayai akan adanya siksa kubur, tidak mempercayai akan adanya perhitungan amal, tidak mempercayai akan adanya surga dan neraka dan tidak mempercayai akan adanya Tuhan.

    Untuk mengetahui adanya hal-hal di atas tentu kita tidak akan membuktikannya dengan mesti meninggal terlebih dahulu. Kita dikaruniai akal untuk mengambil pelajaran dari mereka yang telah tiada, untuk mengambil pelajaran ketika saudara/teman yang kita temui beberapa menit atau jam lalu masih sehat tapi tiba-tiba kita mendapatkan kabar bahwa dia telah tiada.

    Mengingat kematian membuat kita sadar bahwa Allah Sang Maha Adil itu ada, Allah akan memberikan hambanya balasan atas apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia ini, entah itu baik atau buruk, semuanya tercatat dengan rapi. Astaghfirullah.

    Ya Allah, jadikan kami hamba yang dapat mengambil pelajaran dari mereka-mereka yang telah terlebih dahulu meninggalkan kami.

    “Ya Allah, wahai Yang Maha Kuasa, wahai Yang Maha Menghendaki, wahai Yang Maha Perkasa, wahai Yang Maha Bijaksana, wahai Yang Maha Terpuji, wahai Tuhan, wahai Sang Raja, wahai Yang Ada, wahai Yang Memberi Petunjuk, wahai Yang Maha Memberi nikmat. Limpahkanlah kepadaku rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Memberi Anugerah, dan Engkau memberi nikmat pada hamba-Mu dengan nikmat agama dan nikmat hidayah, menuju jalan yang lurus, jalan Allah yang Dia pemilik apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah hanya kepada Allahlah segala urusan kembali, melalui kemuliaan Nama Agung ini. Amin.”

  33. Pa kbr de?
    Kematian adalah nasehat paling penting saat iman kita mulai turun…….
    semoga kita selalu ingat mati
    *diam sambil menitikan air mata*

  34. Megerikan jika meninggal jika belum siap “berbekal”….semoga saya diberikan waktu yang cukup utuk berbekal ketika nanti dipanggil pulang olehNya….

  35. Bila waktu t`lah memanggil …
    Teman sejati tinggalah amal ….
    BIla waktu t`lah berhenti ….
    Teman sejati tinggalah sepi ….

    ( Opick – Bila Waktu T`lah Berakhir )

  36. Mudah atau sulit itu relatif, tergantung kemapanan hati.

    Jalan instant masuk surga katanya sih mati syahid.

    Sepertinya sudah banyak kenikmatan instant yang kita dapatkan, seandainya kita semua pandai bersyukur. Mata mampu berkedip bukan kenikmatan?

    Tapi semua tergantung sudut pandang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s