Ada satu waktu yang menjadi waktu favorit saya yaitu saat adzan subuh menggema, karena didalamnya ada kalimat “Ash-shalaatu khairum-minan-nauum, ash-shalaatu khairum-minan-nauum” bahwa shalat lebih baik daripada tidur, ALLAH maha indah itulah yang terbersit di jiwa saya, bahkan cara membangunkan umatNYA pun demikian indahnya kalimat, sangat lembut bahkan masuk ke dalam telinga saya, berdiam sejenak di gendang telinga saya dan mengalir menyusup jiwa saya yang hening…
subhanallah.
Ada satu suara yang menjadi suara favorit saya yaitu suara ustadz Uje di SCTV, lengkingannya halus menyeruak indah menggetarkan, dengan tayangan sekitar Masjidil Haram di layar tipis dihadapan saya sungguh menjadi pemandangan yang indah mengawali napas pagi ini, rugilah mereka yang tidak merasakan indahnya subuh, rugilah yang tidak mampu menikmati hening, dan merugilah mereka yang tetap terlelap saat subuh menggema dan merugilah jika saya tertinggal saat saat terindah menikmati keindahan ALLAH dalam hening nan indah, dan saya sangat menyukai suara saya sendiri saat hening begini, iya saya membiasakan diri mengaji selepas shalat subuh meski satu “Ain” karena saya suka mendengar suara saya saat subuh, nikmatnya tak dapat diungkapkan dengan kata kata …
Saya jadi teringat ketika awal saya memasuki masa remaja, Buya saya selalu membawa saya shalat subuh di surau dekat rumah kami, ketika itu bangun saja saya masih sangat sulit tapi Buya menyapu muka saya dengan air, bukan menyapu tapi mencipratkan air dan memberikan lipatan mukena sambil berkata “Ade, Buya tunggu diteras depan dan kita shalat subuh di surau” kesal waktu itu, rasanya Buya mengganggu saat saat terhangat dibawah selimut dan dari jendela saja masih terlihat bulatnya bulan, tapi Buya harus segera berada di surau karena beliau akan mengumandangkan adzan dengan suara terindahnya …
Dan kamipun akan berjalan dibawah tatapan bulat rembulan, menyapu embun yang menempel di sandal jepit saya, dan menebar senyum kepada sesama jama’ah yang kami temui di sepanjang jalan menuju surau, dan kini setelah saya dewasa saya mengerti mengapa Buya mencipratkan air diwaktu subuh, agar saya jiwa saya merasakan segarnya bumi dan memupuk syukur dengan menikmati indahnya subuh …
Subhanallah … maha indah ALLAH, dan sangat indah diwaktu subuh
![]()
Buya, terima kasih yah atas cipratan air diwajah saya waktu itu dan kini saya terbiasa bangun sebelum subuh, menangi adzan dan mengaji setelah shalat untuk mendengarkan suara subuh, ah sungguh ritual yang sangat indah… coba deh, dan rasakan indahnya bumi ALLAH
yang beda..? pemuda yang melaksanakan shalat subuh,iya dong,kan jarang pemuda subuh-a di mesjid
yang jelas banyak rahmat yang siap menghampiri hambanya yang melaksanakan subuh
menyentuh sekali topik asan subuh
Menyentuh sekali. Saya “tersinggung” karena mulai malas bangun pas suara azdan dari masjid di belakang rumah terdengar kencang.
Terima kasih…
assalamu’alaikum, ijin kopas ke blog saya. terimakasih
Kata Nabi kita Solat subuh berjamaah di masjid itu (bagi lakilaki) setara pahalanya dengan sholat malam semalam suntuk..
Sesekali kita mengambil pelajaran hewan yang selalu bangun subuh dan tidak pernah absent, maka kita manusia malu jika tidak bisa demikian
wah… saya salut sekali ide ini…. terus berjuang. Alhamdulillah saya sempat mampir di blog ini. mudah-mudahan bermanfaat bagi orang lain. Amiin.
aku malu Rin, terkadang aku lalai menunnaikannya…
De…! engkau mengingatkanku akan masalaluku…1991 ketika aku bangun dari mabukku, bersamaan dengan dikumandangkan Azan Subuh seketika itulah… runtuhlah jiwaku, keangkuhanku, sekaligus kesombonganku… betapa tololnya aku… saat itu aku sumpah serapahi diri dan jiwaku… aku pulang, aku minta istriku mencarikan surat yang dikirim ayahku… aku baca pelan dan kuresapi kata demi kata… ternyata mimpi ayahku tentang selamtnya aku dan keluargaku dari kebakaran rumahku dan sebuah kecelakaan sebuah bis hanya aku dan keluargaku yang selamat… Ternyata Azan Subuh ketika aku mabuk itulah Allah menyelamatkan hidupku dan keluargku dari keterpurukan iman. Alhamdulillah… mabukku dan narkobaku dikikis Azan Subuh… taubatku tumbuh… Shubhanallah…Thanks De…!
merinding nih, mba…
eh, eh, kalo saya waktu magrib yang punya sense lebih… soalnya bisa liat ufuk kulon yang dihantam celeret merah… seolah-olah langit retak oleh sangkakala… :’(
kaum yahudi paling takut kalo jamah sholat subuh orang muslim sudah seperti sholat jumaat.kapan itu terjadi???
“SHUBUH” batas akhir gelap menuju ke terang.
Sudah menjadi pemandangan yang sama mungkin di hampir sebagian besar mushola atau masjid di Indonesia, jamaah Subuh berjamaah hanya beberapa shaf (baris) saja. Dan uniknya yang mungkin juga sama di hampir semua masjid/mushola adalah para jamaah Subuh yang mayoritasnya diisi oleh kaum tua, alias mereka yang sudah sepuh.
Kemanakah para pemudanya atau mereka yang masih berusia 40 tahun ke bawah?
Apakah mereka masih asyik terlelap dalam buaian mimpi dan hangatnya kasur serta selimut?
Bangun untuk menegakkan shalat Subuh mungkin memang hal berat dan menjadikannya agak sulit untuk dijadikan kebiasaan oleh sebagian besar dari kita. Tapi kalau saya lihat orangtua yang bahkan untuk shalat saja cuma bisa duduk namun masih merutinkan kebiasaan melaksanakan Subuh berjamaah terkadang membuat hati ini malu. Koq kita yang muda kalah sama yang tua yang sekarang ini nikmatnya sudah dikurangi sedikit demi sedikit.
Kemanakah kita yang masih muda yang masih diberikan nikmat untuk kuat berjalan dan berdiri?
sebuah pengalaman yang indah.. bersama buya…
jadi terkenang juga..
regard.
Shubuh
seindah rangkaian tulisan kakak
subuh… rokaatnya paling pendek, tapi paling sulit untuk dikerjakan!
hanya orang2 yang beruntunglah, yang mampu beranjak dari mimpinya menuju Sang Pencipta!
Ah…bapakku pun sama dg buyamu De, suka mengumandangkan adzan di subuh hari. Suara adzan beliau lah yg membangunkan ku dr nikmatnya dunia mimpi, tdk mudah memang tuk bangun di subuh hari, menjalankan perintah-Nya, saat rasa kantuk masih melekat dan rasa dingin yg menusuk membuat qt menarik slimut tuk melanjutkan tidur hehe.. tp sesuatu yg wajib itu harus dipaksakan agar menjadi rutinitas yg ikhlas tuk dikerjakan dan smua itu butuh niat yang teguh, latihan juga kesabaran. Sehingga kita akan merasakan betapa indahnya suasana subuh itu.
indahnya pagi amank gak bisa diungkapin dengan kata”
kenalin blog baru,
http://reatheryan.co.cc
Dua rakaat sebelum shalat subuh lebih baik dari pada bumi dan seisinya…
Aku sudah pernah membaca sepertinya tulisan ini.Ketika itu 6 oktober 1hari setelah hari ABRI.Subuh itu sampai hari inipu aku tak bisa melupakannya.Karena itulah hari terakhir aku berjumapa dengan ayahanda tercinta ya tepatnya ketika adzan subuh berkumandang.Hari yang menharu biru dalam hidupku.Terima kasih atas tulisannya.mengingatkan aku betapa mulianya subuh hari.Untukmu kawan ada surat untukmu barang kali untukmu.harap membacanya.kuharap kunjungannya terimakasih dari orang yang merindui akan jiwa yang teduh
waktu sebelum subuh waktu yang paling nikmat untuk ibadah dan juga belajar
waktu shubuh setannya byk bgt…susah bgt melek, selimutnya juga berat hehehe..
tp selalu berusaha bangun kuq… ^_^
Subuh…. ?
Seandainya kita tahu keutamaan subuh. Pasti akan kita kejar meski harus merangkak dan diterkam binatang. Seandainya saja…..
subuh itu dingin
suara subuh mengalun indah
Setiap mendekati waktu subuh saya selalu indah, karena ada yang selalu membangunkan dengan suara merdunya….
kalo subuh yang terdengar jelas dari musola 100 meter dari kos, suara adzan khas pak ridwan yang agak fals.. Meskipun fals, adzan lantunan takbir nya tetep terdengar sejuk dan indah melebihi suara emas Pasha ungu
aku datang,Rindu
hehe…..
kunjungan balik dari saya
Umat islam akan jadi kuat klo orang yg sholat subuh jumlahnya sama seperti orang yg sedang melaksanakan sholat jumat…mungkinkah???
Klo aja orang bisa liat malaikat..pasti semua orang mau sholat subuh..karena sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan malaikat…wallahu alam
subuh itu dingin dan ngatuk .. makanya utama
barangsiapa mengerti akan keutamaan sholat isya’ & shubuh berjamaah, niscaya dia akan mendatangi masjid meskipun dengan merangkak — begitu baginda bersabda 14 abad lalu
Insyaallah yang anda sampaikan merupakan hikmah dan petunjuk dari Allah, bukankah Allah berfirman “Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. Alhamdulillah anda diberi nikmat oleh Allah dan menyampaikannya kepada saudara – saudara anda dan menjadi motivasi untuk mengungkapkan nikmat – nikmat yang lain diberikan Allah kepada kita semua. Aku hanya mengingatkan untuk anda dan untuk diriku dan saudara – saudara ku yang lain,hati – hatilah dengan keinginan dan angan yang terpendam dalam diri sendiri hal itu akan menyebabkan kita lupa diri dan mengingkari apa yang yang menjadi kehendak Allah terhadap diri kita.Temukan kelemahan pada diri kita dan tutuplah agar pintu – pintu kelemahan tidak bisa dimasuki oleh setan,tiap – tiap manusia mempunyai kelemahan, sering – sering lah mencari dan melihat diri kita agar kita lebih waspada agar tidak disesatkan oleh setan yang selalu mencari kelengahan pada diri kita.
Semoga Allah memberi petunjuk pada kita semua dan senantiasa melindungi dari diri kita sendiri dan dari setan la’natullah alaih. Amin..
ga mau rugi lagi ah.
suasana subuh emang beda…
ngambil aer wudu sambil dengerin adzan, bumi Allah emang indah, banget malah.
Sebelum aku tahu akan artinya rindu, Terlena ku dibawa nya ke sana
Setelah dia pergi baru aku mengerti, Kutelah jatuh cinta kepadanya
Subuh ini jama’ahnya hanya beberapa gelintir orang..
jika saja banyak yang memenuhi panggilan adzan subuh, umat islam pasti akan segera menuju kemenangan di segala bidang
jadi bertanya kapan itu bisa terjadi?