Yang Hilang, Tak Akan Terganti …

Tulisan ini adalah catatan kecil sahabat masa kecil saya, yang sedikit saya ubah agar tulisan ini berjiwa sama dengan tulisan tulisan jiwa saya yang lain…

Hari 1 [pertama] : Tahajud saya tetinggal, dan saya begitu sibuk akan dunia saya. Hingga zuhur saya,  saya selesaikan saat ashar mulai memanggil, dan sorenya saya lewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib, padahal suaranya begitu menggetarkan di ujung telinga saya, tapi saya tulikan telinga saya, dan saya lewatkan masjid yang memanggil saya dengan niat saya lakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara kuliah selesai, atau setelah berita di televisi itu habis karena penyiarnya kecapean :)

Hari 2 [kedua]: Tahajud saya tertinggal lagi, dan hal yang sama saya lakukan sebagaimana hari pertama … belum juga tersadar saya bahwa hari ini napas masih dititipkan kepada saya, ah hamba macam apa yah saya ini :( bahkan ketika seorang pengemis tua renta mengetuk ngetuk kaca mobil saya, saya masih saja asyik bersenandung mengikuti jazz tunes dari audio mobil saya yang terhormat itu, lupakah saya bahwa melalui pengemis itu ALLAH memberikan ladang ibadah :(

Hari 3 [ketiga]: saya lalai lagi akan tahujud saya, alarm berbunyi dan saya matikan lagi karena butanya hati saya, ketika Novie meminjamkan novel best seller [twilight] yang lebih dari 200 halaman, dalam waktu tidak lebih dari satu hari saya telah selesai membacanya, tapi enggan sekali saya membaca Al-qur’an walau cuma satu juzz, Al-Qur’an yang 114 surat, hanya surat surat pendek yang  mampu saya hapal itupun hanya satu dua tiga dan empat saja… dan ketika sahabat saya bertanya tentang novel tadi betapa mudah dan lancarnya saya berceloteh bak meteor menceritakan isi dari 300 halaman, bahkan ingat kata perkata yang diucapkan Bella [pemeran di novel itu] :)

Hari 4 [empat]: Kembali saya lalai lagi akan tahajud saya, saya lebih suka tidur, bernaung didalam selimut hangat dan AC yang kian menenggelamkan saya dalam kesejukan dunia, lelap karena sorenya saya dan sahabat sahabat kampus saya asik bercengkrama di taman suropati menteng sekedar membicarakan velg mobil kami masing masing, sebegitu mudahnya saya berceloteh padahal bada magrib tadi betapa sulitnya saya merangkai kata-kata untuk saya panjatkan saat berdoa … tidak bisa sepuitis ketika saya berkirim sms cinta ke Nicholas Saputra bahkan :)

Hari 5 [kelima] : Kembali saya lupa akan tahajud saya, saya pilih shaf paling belakang saat shalat jama’ah hari ini dan saya sering sekali mengeluh saat imam sholat memilih membacakan surat surat panjang dan kelamaan bacanya karena memang sudah sepuh, padahal betapa dekat jaraknya saya dengan televisi dan betapa nikmat, serunya saat perpanjangan waktu sepak bola Chealsea melawan Liverpool kemarin malam, perpanjangan waktu pertandingan yang semakin seru dan saya tidak mengeluh :)

Hari 6 [ke enam] : saya semakin lupa akan tahajud saya, saya habiskan waktu di mall, tempat bowling dan  bioskop bersama sahabat sahabat saya demi memuaskan nafsu mata dan perut saya sampai puluhan ribu tak terasa keluar, saya lupa, sewaktu di perempatan lampu merah tadi saat wanita tua mengetuk kaca mobil saya, hanya uang lima ratus rupiah saya berikan itupun tanpa menoleh kepadanya :(

Hari 7 [ke Tujuh]: Bukan hanya tahajud saya tapi shubuh saya pun tertinggal, bermalas malasan ditempat tidur saya menghabiskan waktu, selang beberapa saat dihari ke-7 ini juga, saya tersentak kaget mendengar kabar sahabat saya kini telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam saya bersamanya, dan malam tadi dia dengan misscallnya mengingatkan saya tentang tahajud …

Kematian !  kenapa saya baru sekarang saya gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap sayap nya selalu mengelilingi saya dan kematian bisa hinggap kapanpun dia mau … hanya masalah waktu, esok, lusa, minggu depan :(

Dari hari ke hari, bulan dan tahun yang wajib jarang saya lakukan apalagi yang sunah, kurang mensyukuri walaupun ENGKAU tak pernah meminta, berkata kuno akan nasehat Ayah saya, padahal keringat dan airmatanya telah terlanjur menetes untuk saya :(

Wahai ALLAH andai ini merupakan satu titik hidayah, walaupun iman saya belum seujung kuku hitam, saya hanya ingin detik ini hingga nafas saya yang saat nanti tersisa, Tahajud dan sholat saya meninggalkan bekas, saat aku berpindah dari satu shalat ke shalat yang lain, saat itu saya ingin tak ada lagi lalai yah ALLAH :)

Amin wahai pemilik napas saya, beri saya kesempatan malam ini dan seterusnya, dan jauhkan saya dari lalai hingga napas ini ENGKAU ambil, agar hamba dapat menghadap dan berdiri di mahkamah keadilanMU dengan penuh senyum karena hamba tahu bekal apa yang hamba bawa :)

Erwin, terima kasih atas catatan kecil untuk saya malam ini :)

 

32 thoughts on “Yang Hilang, Tak Akan Terganti …

  1. Pingback: kuliinternet » botd 14 feb

  2. selama ini sesungguhnya kita menemukan Allah, karena ibadah yang selama ini kita kerjakan hanya dilakukan dengan santai saja yang disebabkan kita tidak sadar dengan ujian serta cobaan Allah kepada kita, sadarkah kita, sesungguhnya Allah maha tau apa yang diperbuat hambanya didunia fana ini. shalat menegakkan kita dalam ucapan dan perbuatan. Jazakallah.

  3. Bagus Banget tulisanya…
    ayoo jadikan BUKU aja …
    ato malah sudah terbit nih..

    lam kenal sama penulis nya…

    semoga kita bisa bertemu di dunia ini…

    kalo gak ketemu di akhirat ya mbak..

    tapi dimana yaa…

    Surga ato NERAKA …

    ayoo tingkatkan amal biar bisa ketemu di Surga bersama Rasululah..

  4. Sebuah tulisan yang menggugah de… Sebuah tulisan yang sebenarnya untuk mengingatkan diri pribadi… subhanallah di tulis ade jadi lebih indah…

    Semoga bisa membuat kita semua rindu kepada Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang… Amien….

    Sukses buat ade….

  5. ass.. wrwb..
    lama mau nulis…
    bingung..
    spechless kayaknya..
    moment of truth..
    ga wis..
    makasaih tulisannya..
    wass.. wrwb

  6. akankah kesadaran timbul jika dihadapkan pada hilangnya yang kita cintai di dunia ini. akankah kesadaran hilang lagi saat yang kita cintai didunia ini hadir kembali, memenuhi pikiran dan hati. smoga kita slalu dalam kesadaran, bersanding dengan yang Maha Cinta.
    Salam.

  7. Memang mendebarkan jika tidak mensegerakan shalat setelah adzan…kalao2 nanti jadi ketinggalan karena kesibukan dunia, mungkin seharusnya jadi pertanyaan untuk diri sendiri “apakah ini cara Allah untuk tidak ingin ketemu dengan saya?”..hiiii ngeriiii……

    kalo dipikir2 ngantri depan loket bioskop yang loketnya belum buka, bisa kita bela2in supaya dapet tempat duduk yang enak didalam stidio….kenapa kita juga ga melakukan hal yang sama untuk ngantri di shaf-shaf mesjid sebelum adzan dikumandangkan, supaya dapet tempat yang enak juga di hadapanNya nanti…..

    “koq cuma dipikir2 sih? dikerjain donk??..gmn sih?? “kata Ade sambil melipat tangan..

    “hehehe..iya,De…iya… ”
    *manggut2, sambil garuk2 kepala*

  8. hmm..
    ALLAH menciptakan jin dan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepadaNYA,,
    dan semuanya akan kembali kepadaNYA jika ALLAH menghendakinya..

    kita hidup di dunia ini diibaratkan hanya mampir untuk minum atau menyeberang jalan..
    waktu kita di dunia hanyalah sedikit..

  9. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna.

    Sebelum ajal datang, sebelum waktu senggang hilang, semoga kita diberi kekuatan tuk selalu mendekatkan diri dan tak bosan menghadap pada Yang Maha Penyayang…ALLAH SWT.

    Tak perlu ikut-ikiutan rayakan hari kasih sayang (valentine day) yang bukan tuntunan dari ISLAM.

  10. Carilah Allah Di semua penjuru alam akan kau temuakan Dia ada dalam hatimu dan Dia begitu penuh kasih padamu , semoga Rahmat dan Hidayah selalu kita dapatkan dalam setiap langkah kaki kita Amien….

  11. kita dalam kondisi yang sama mbak
    akhir-akhir ini kondisi saya juga tengah terpuruk
    jiwa saya terasa kering dan keruh
    tak ada ketentraman disana
    semua tampak semu
    tapi alhamdulillah, setelah sebuah peristiwa aneh terjadi pada diri saya, mutiara kecil ini perlahan kembali menemukan cahayanya.
    semangat!!!

  12. Akh De.. kau sering membuatku malu (pada diri sendiri).. Karena masih seringnya aku tak menyegerakan dan bergegas saat mendengar panggilanNYA.
    Dan, kau pasti tersenyum dan berkata (dalam hati) “katanya cinta padaNYA..?”
    Hm.. :)

    Very good and inspiring posting De… Thank you.

  13. Assalamu,alaikum.
    Sdriku, yang saya cintai karena Alloh, Semoga Alloh SWT menyayangimu dan menjadikan dirimu sebaik-baik wanita yg akan menemuiNYA kelak bersama para mujahidah.. dan insya Alloh hari ini adalah hari terbaikmu bukan..
    “oh iyah jika kita mengawali dengan senyum maka yg lainpun pasti akan tersenyum karena dunia ibarat cermin yg akan mantulkan bayangan kita”….

    Sekedar berbagi kiat, mudah2 an bermanfaat dan bukan bermaksud mengajari, atau menggurui. walau begitu saya juga kuatir, jangan2 saya ini ibarat mengajari angsa berenang yah..sedangkan saya orang yg baru belajar mencitaiNYA, baru belajar bangun malam, baru belajar berdakwah.. Saya juga tdk mengerti kenapa Alloh menghendaki saya nulis di sini, biasanya saya berbagi artikel dengan mengirim email hanya keorang dlm email address saya. mohon maaf jika tdk berkenan.

    KIAT AGAR DAPAT MELAKUKAN SHALAT TAHAJJUD

    [1]. Mengetahui keutamaan shalat Tahajjud dan kedudukan orang yang melakukannya di sisi Allah Ta’ala serta segala apa yang disediakan baginya berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, bagi mereka disediakan Surga.

    Allah Ta’ala bersaksi terhadap mereka dengan kesempurnaan iman, dan tidak
    sama antara mereka dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Shalat Tahajjud
    sebagai sebab masuk ke dalam Surga, ditinggikannya derajat di dalamnya, dan
    shalat Tahajjud merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih serta kemuliaan
    bagi seorang Mukmin.

    [2]. Mengetahui perangkap syaitan dan usahanya agar manusia tidak melakukan
    shalat malam.

    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai seorang laki-laki yang tidur hingga datang waktu fajar,

    “Itulah seseorang yang syaitan telah kencing di telinganya -atau beliau
    bersabda- di kedua telinganya.” [HR Bukhori-Muslim]

    ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda

    “Wahai ‘Abdullah, jangan kamu menjadi seperti si fulan, dahulu ia biasa
    melakukan shalat malam, kemudian meninggalkannya” [HR Bukhori-Muslim]

    [3]. Menjaga dan menggunakan waktu dengan effektif serta Banyak mengingat mati.

    Hal ini dapat memberi semangat untuk beramal dan dapat menghilangkan rasa
    malas, berdasarkan hadit dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, “Apabila berada di pagi
    hari, janganlah engkau menunggu waktu sore. Dan apabila berada di sore hari,
    janganlah engkau menunggu waktu pagi. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum
    datang waktu sakitmu, dan pergunakan waktu hidupmu sebelum datang
    kematianmu.” [HR Bukhori]

    [4]. Tidur di awal malam agar memperoleh kekuatan dan semangat yang dapat membantu untuk melakukan shalat Tahajjud dan shalat Shubuh.

    [5]. Bersungguh-sungguh mengamalkan adab-adab sebelum tidur.

    Yaitu, dengan tidur dalam keadaan suci, apabila masih mempunyai hadats
    hendaklah ia berwudhu’ dan shalat sunnah dua raka’at, membaca dzikir
    sebelum tidur, mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu ditiupkan serta
    dibacakan padanya surat al-Ikhlaash, al-Falaaq, dan an-Naas. Kemudian usaplah
    dengan kedua tangannya itu seluruh anggota badan yang dapat dijangkaunya
    (lakukan hal ini tiga kali). Jangan lupa juga membaca ayat Kursi, dua ayat
    terakhir dari surat al-Baqarah, dan membaca do’a sebelum tidur.

    Dia juga harus melakukan berbagai sebab yang dapat membangunkannya untuk shalat, seperti meletakkan jam WEKER di dekat kepalanya atau dengan BEPESAN kepada keluarganya atau temannya atau tetangganya untuk membangunkannya. misalnya jam 2.30 A tlp ke B, B ke C, C ke D dan seterusnya.. sehinggga kita menjadi ahli tahjjud bersama.

    [6]. Memperhatikan sejumlah sebab yang dapat membantu untuk melakukan shalat
    Tahajjud.

    Yaitu, dengan tidak terlalu banyak makan, tidak membuat badannya lelah dengan melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat, bahkan seharusnya ia mengatur pekerjaannya yang bermanfaat, tidak meninggalkan tidur siang karena itu dapat membantu bangun di malam hari. walau hanya 10 menit saja..

    [7]. menjauhi dosa dan maksiyat. Disebutkan dari Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah beliau berkata, “Selama lima bulan aku terhalang untuk melakukan shalat malam karena dosa yang aku lakukan.”

    Selamat mencoba yah…Insya Alloh kita akan menjadi ahli tahajjud semuanya…
    Wassalamu`laikum.
    Al-Hubb Fillah wa Lillah,

  14. “Sesungguhnya orang yang berakal dan cerdik pandai itu tidak akan lepas dari empat waktu, yaitu: Waktu dimana ia menghadap Tuhannya. Waktu dimana ia membuat perhitungan atas dirinya. Waktu dimana ia pergi menemui para teman yang menunjukkan aib-aib dirinya dan waktu dimana ia memisahkan diri dari kelezatan hidup yang halal.”

    Orang yang berakal adalah mereka yang mempergunakan seluruh waktu hidupnya di dunia untuk meraih akhirat.
    Setiap nafasnya, setiap kedipan mata, setiap suara yang masuk, setiap kata yang terucap, setiap gerak langkahnya merupakan realisasi dari pemanfaatan kecerdikan dia sebagai sarana meraih kebahagiaan akhirat.
    Dan itulah sebabnya kegiatan berpikir (tafakur) tentang bukti kebesaran Allah, tentang anugerah Allah, tentang ancaman Allah, tentang janji Allah dan tentang kekurangan diri sendiri dapat menyadarkan kita tentang beberapa hal yang salah satunya adalah betapa cepat waktu di dunia ini berlalu sedangkan belum banyak bekal yang sudah kita bawa untuk negeri akhirat yang kekal.

    “Ya Allah, kami tidak mengetahui berapa lama lagi sisa umur yang Engkau berikan kepada kami, kami tidak mengetahui berapa lama lagi Engkau titipkan jasad yang ada pada kami, kami tidak mengetahui berapa lama lagi Engkau membiarkan kami melihat cahaya mentari, untuk itu, berikanlah petunjuk dan hidayah kepada kami agar dapat memanfaatkan sisa waktu hidup kami di dunia yang fana ini. Ya Allah jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur atas segala karunia nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami terutama nikmat umur dan nikmat sehat. Wahai yang Maha Mendengarkan doa, tuntun dan bimbinglah kami untuk mengisi sisa hidup kami dengan beribadah kepada-Mu dan berbuat kebaikan kepada sesama.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s