Judul ini saya ambil dari buku yang baru saja selesai saya baca “Kemuliaan Muslimah Penggenggam Bara Api” sebuah buku yang saya dapat setelah tenggelam dalam pusaran buku di QBook Kemang selama 2 jam , buku setebal 70 halaman ini menggugah sisi perempuan saya, membuat saya merenung sekaligus bersyukur atas hijab yang sejak beberapa bulan lalu menutupi mahkota indah saya dari tatapan nanar penuh dunia… iya, saya berubah dan terus berubah yang insya ALLAH menjadi semakin baik di mata ALLAH bukan yang lain, karena saya tidak membutuhkan pujian dari semua yang masih bernaung dibawah matahari milik ALLAH
bagi saya [jika ALLAH mengizinkan] cukuplah hanya ALLAH … toh pujian tidak akan menambah kecantikan yang ALLAH titipkan pada saya dan tidak pula pujian itu akan mengurangi kecantikan saya [narsis mode ON]
Setelah membaca buku ini hati saya terasa sesejuk embun yang menggelayut dan jatuh menyirami tanah yang tandus, rasanya tak ada yang jauh lebih indah dibandingkan sebuah jamuan syurga, sebuah jaminan syurga bahkan bagi para perempuan yang senantiasa bermahkotakan hijabnya dan menjaga prilakunya, akhlaknya, tidak tanduknya, kesuciannya, bahkan menjaga semua yang keluar dari mulut mungilnya… karena satu helai saja rambut terlihat oleh yang bukan muhrimnya maka tak akan ada lagi jaminan syurga untuk saya, nauzubillahimindzalik…
Ya ALLAH saya tak sanggup berkata, karena saya yang dulu adalah saya yang meniadakanMu dengan berpakaian seperti perempuan jahiliyah, dan kini wahai ALLAH tak sanggup saya letakan lagi kata terima kasih ya ALLAH telah menuntun saya kembali dengan hijab ini, kini semua lebih indah karena fisik saya hanya untuk muhrim saya bukan yang lain, rugi deh kalo sampe saya menjadikan diri saya setan bagi yang mahkluk itu
Wahai permata yang tersimpan, Mutiara yang terlindungi, Wahai pendidik generasi, Pencetak orang-orang besar, Nasehat terdalamku ini kupersembahkan untukmu, Kubalut ia dengan ruhku, Kukeluarkan nasehat dan arahan ini dengan tulus, Kupinta ALLAH Ta’ala agar menjaga dan melindungimu dari segala kebenaran Menjadikanmu terberkahi dalam jiwa …
(DR. Muhammad bin ‘Abdirrahman al-’Uraifi) Penulis buku ini
Subhanallah, maha suci ALLAH yang telah memuliakan perempuan perempuan yang mengikuti perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, lalu masih ada lagikah yang kita tunggu selain mensegerakan mencari cinta ALLAH, masih adakah yang kita nanti jika kita bisa mengemis cintaNYA sekarang, masih belum takutkah kita akan datang masa dimana ALLAH akan menurunkan peringatanNYA akan kelalaian kita sebagai perempuan, kelalaian untuk mewajibkan diri kita menurut aurat …
Dan masih beranikah kita menantang ALLAH dengan terus membangkang dan membuka aurat ini … ya ALLAH kami [perempuan] kadang sangat mencintai dunia, masih ada diantara kami yang takut tidak mendapatkan pekerjaan jika berhijab, lupakah ia bahwa ALLAH yang memberi rejeki bukan boss itu, dan bukankah kita bisa bekerja di tempat yang bisa menerima pakaian ALLAH ini, bahkan masih ada diantara kami yang takut berhijab karena kekasih dunianya takut tak jadi melamar, duh perempuan
mengapa menerbitkan sejuta alasan untuk ALLAH padahal ALLAH tidak pernah mencari alasan untuk menitipkan napas kepada kita pagi ini, tidak juga mencari alasan mengapa mata kita pagi ini masih bisa melihat, kaki masih bisa berjalan, masih ragukah bahwa ini karena cintaNYA? :)
Lalu, apalagi yang ktia tunggu untuk berhijab … menunggu esok, kalo esok ada untuk kita, kalo tak lagi bernapas? sebegitu yakinkah kita esok masih ada napas, bukankah hanya masalah waktu jika napas ini akan terhenti dan ALLAH menggenggam semua napas kan? …
Lalu, apalagi yang kita tunggu untuk berhijab, menutup yang tak perlu dilihat, apa kita menunggu hingga keciantikan ini diporak porandakan oleh ALLAH atau kita memilih untuk tetap dijaga kecantikan kita oleh ALLAH melalui hijab ini ….
Atau kita menunggu hingga tanah menutup kita? gitu kali yah …
ggggrrrrrrrr !!
Jadi, alasan apalagi yang akan kita namakan toleransi untuk membangkang ALLAH, tanyakan hati nurani masih beranikah kita menjual syurga yang dijanjikan ALLAH dengan syurga dunia? saya sih gak mau … saya ingin syurga sebelum syurganya ALLAH, jadi dapet keduanya…
amin ya ALLAH
*koq saya jadi emosi gini sih …
wudhu dulu deh meredam bara api di dada saya*
Perubahan suatu bangsa dimulai dari generasi muda dan yg mendidik generasi muda adalah wanita yg ada dalam keluarga (ibu)….
Kebahagiaan seorang lelaki adalah ketika mendapat wanita yg dapat menyejukkan hati..menentramkan batin…insyaAllah itu impian ku sebagai laki2..dan impian setiap laki2…
tapi kok aneh ya yg comment banyak laki2nya mank yg pake kerudung laki2 ya..heeeeee….yg cewek jarang yg baca kali yee..apa males baca …heeee
Insya ALLAH neng rindu selalu diberi rahmat dan lindungan dari ALLAH S.W.T Amien,,,
Alhamdulillah…
Semoga menjadi muslimah sejati
“karena saya dulu adalah perempuan yang meniadakanmu seperti perempuan jahiliyah” perempuan jahiliyah???? maksudnya gimana ini mba, berarti yang belum diberi hidayah dan belum pake jilbab adalah perempuan jahiliyah?? hmmmm tampaknya musti berhati-hati kaenya menulis diblog yang bisa dibaca orang banyak bu:D
Semoga Allah senantiasa merahmai mbak Ade..
Thanks
boleh pinjam bara apinya De…?
wah bagus nih tapi mau tahu cara akses internet paling murah lihat di sini http://idequ.wordpress.com/kebijaka/akses-internet-paling-murah/
Kok tumben ini belum ada posting baru.
Ku tatap rindu dengan segudang tanya, nyata dan tidak belum begitu jelas mewakilinya, sekedar wajah terpamang dalam maya… tapi dengan segudang tanyapun selalu saja membuat hatiku kembali ke rumahnya, karena dalam gelap ruang yang kau cipta ada cahaya keindahan penyejuk kehidupan.
Mampir bentar ne De… dah lama gak maen see u…
Assalamualaikum…
Alhamdulillah..
Dah lmayan lma ngikutin tlsan mba rindu, insyaALLAH mengingatkan dan saling menguatkan…
Wanita berhijab..
Subhanallah..
Jaminan surga dunia mba, ketika dy berhijab qaga dan jiwax..
Ketika dy menCinta maka ALLAH Cintax yg paling agung…
Yang akan men Cinta kami” pria karena cinta kepadaNYA…
Thank’s ALLAH Thank’s mba n teman2x yg ngecomment, mga qta smua terus saling mengingatkan dan menguatkan…
waahh…
hebat banget tulisannya mbak…
aku minta ijin buat ngLINK dsini yaa…
plissssss….
KEEP POST deh mbak…
rin…………satukanlah hati kita berdua tuk menikmati perjalanan bloger kita. Ok
salam hangat selalu
malam mingguanya bareng siapa?
Semoga bara api itu dingin dengan air wudhu…
salam silaturahim…
hatricknya nih
maap yah mbak, agak asal nih
maklum belum minum obat
yg pertama enggak serius
sekarang serius nih..
belajar dimana yah biar anti panas gitu
hihihi
duh apa gak panas tuh
ini debus yah
hehehe
bagus sekali tulisannya, ajarin donk..?
Lama tak berkunjung ke sini. Rindu juga dengan pengalaman spiritual ini!
luar biasa sekali goresan2nya……
salut buat mba’nya…..salam kenal
Ya Allah, kepunyaanMU segala yang ada di bumi dan di langit. jiwa ini milikMu. dan ia akan kembali pula di pangkuan-Mu. maka perkenankan jiwa ini untuk mempercantik akhlaknya, melebur kesombongannya, menemukan cinta sejatiNya. izinkan ia bermetamorfosis. setelah indah laik kupu-kupu, jiwa itu tak malu untuk memandang wajahMu. INsyaAllah. Amin
kisah yang menarik.
“Tidaklah kebaikan itu sempurna kecuali dengan tiga hal : menganggapnya rendah (tidak berarti apa-apa), menutupinya dan mempercepatnya. Sesungguhnya jika engkau merendahkannya, ia akan menjadi agung. Jika engkau menutupinya, engkau telah menyempurnakannya. Jika engkau mempercepatnya, engkau akan dibahagiakannya.”
(Al-Imam Ja’far Ash-Shodiq)
alhamdulillah..
sudah pakai. doakan semoga istiqomah ya, mbak..
Nak ingat, pujian yg ditanggapi tinggi bisa meruntuhkan hijab kita dengan keangkuhan. Tetaplah istiqomah dalam berbagi.
Assalamu’alaikum wahai penggugah hati,
tarian jiwamu kali ini mudah-mudahan banyak dibaca, diresapi lebih dalam oleh kaummu wahai generasi hawa, yang telah ALLAH tinggikan derajatnya.
Wassalamu’alaikum
menjaga aurat emang perlu, tapi jangan lupakan budaya setempat, jika dahulu kala idayu karamatih, masih bertelanjang sebatas dada “itu dah biasa, sejamannya”.karena memang tidak ada niat, untuk berseronoh.
Namun sekarang alangkah lebih indahnya jika “action” dari setiap langkah kita juga ada protect “aurat” nafsu kita untuk merusak lingkungan, serta bertanggung jawab.
tidak punya malu dalam hal jiwa lebih buruk jika di bandingkan tidak malu dengan jasmani.
hei terlalu panjang dan membosankan comment saya..hehehe
jangan pernah menilai wanita itu cantik dari luarnya saja tapi yang paling utama nilai kecantikan wanita dari hatinya, not face, muka hanya lah penutup yang bisa bersih, maupun kotor.
Saya hanya mengutip perkataan seorang sufi wanita
“ Tuhanku! Jika kami menyembahMu karena takut kepada api neraka, maka masukkanlah kami ke dalamnya!. Dan jika kami menyembahMu karena mengharapkan surga, maka jauhkanlah kami darinya. Akan tetapi jika kami menyembahMu karena kecintaan kami terhadapMu, maka abadikanlah KeindahanMu dengan kami!”
Kecantikan seorang wanita adalah suatu gambaran bahwasannya Allah itu Maha Indah.
Kecantikkan wanita/ Kecantikan di Dunia ini tiada yang abadi.
Hanya yang memiliki kecantikan itulah yang lebih cantik dari yang tercantik.
Dan kecantikkan_Nya lebih kekal serta tidak ada yang dapat menyamai_Nya.
Karena itu bersyukurlah kita semua hanya kepada Allah, dan hanya kepada Alllah lah kembali segala sesuatu pujian karena kita sebagai hamba_Nya tidak memiliki apa-apa,semuanya hanyalah milik dan kepunyaan Allah SWT.
Salam damai penuh cinta di dalam Rahmat dan Ridho Allah SWT
Alhamdulillah..
Akhirnya hari ini kutemukan bidadari yang turun menyejukkan jiwa.
Keep your body..
Asw.
Luar biasa…Aq pikir susah menemukan akhwat seperti mbak di Jakarta,krn sudah terpatri di otak klo Jakarta tu akhwatnya gak bener…Tapi Alhamdulillah masih ada akhwat yang seperti mbak…Terus mantapkan n bagikan pengalaman mbak ke teman-teman yang lain juga…Jangan ragu utk terus berhijab…
Wsw.
Rindu rasanya lama ga baca untaian kata di blog ini.
Bersyukurlah wahai wanita berhijab semoga selalu dalam perlindunganNya,
jadi teringat lagunya Bimbo : “Aisah Adinda Kita”
kunjungan silaturrahmi aza deh….
[assalamu'alaikum]
duh..
resensinya begitu agamis..indah banget sist.. jadi pengen baca..
Kandungan makna didalamnya sangat besar, yang mengingatkan kita semua untuk bercermin diri bukan hanya untuk kaum hawa tetapi untuk seluruh umat di Bumi ini
Salam, kita semua masih tetap kudu berhati-hati, Mbak. Tak terkecuali kyai sekalipun, keharusan berhati-hati tidak beda dengan begundal jalanan macam manapun.
TQ.
Islam itu agama yang damai, Hukum ALLAH hukum yang damai, Aturan ALLAH aturan yang damai, mau ikut ga ……?
Nah sekarang Setan menyesatkan, Hukum setan menyesatkan, aturan setan menyesatkan, mau ikut ga…….?
Wanita Muslim cirinya berjilbab
Hukum memakai jilbab bagai wanita muslim wajib.
Sudah menjadi aturan ALLAH wanita muslim itu harus mengenakan jilbab.
Hanya manusia yang berbikir saja dan merekalah yang merindukan kedamaina yang mau mengikuti apa-apa yang sudah menjadi ketentuan ALLAH, jadi klo mau dapet pendamping yang damai yang suka dengan apa ya…..simpulkan sendiri-sendiri aja deh.
kayasi kesimpulannya Pria soleh mencari wanita solehah, Wanita solehah mencari Pria soleh.
Nyambung gasi..he.ee..ee.sambungin lah.
‘maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan’ demikian kalimat yang selalu diulang-ulang di surat Ar-rahman
**ikutan emosi seperti Ade**
cantik…
baca doang ga beli, ya? hwehe
v(^_^)
berhijablah dgn istiqomah. dan yg lebih penting, jangan asal menutup. tapi jangan pula memperlihatkan lekuk tubuh penuh benjolannya. hoho
Waa…cocok nih kalo cewek yang baca…
Bisa tergugah hatinya..
Assalamu`alaikum..
Ketika seorang Lelaki melihat wanita ada bebarapa kemungkinan ;
Nafsunya mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akalnya mengatakan wanita
Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hatinya mengatakan wanita cantik
atas dasar akhlaknya dan kesolehahannya. Maka berbahagialah jika anda menjadi wanita solehah, sesungguhnya wanita solehah lebih mulya dari lelaki yang soleh, karena perjuangan yang sangat beratnya untuk menjadi solehah. Ia ibarat mentari yang menyinar, bagai pewangi yang mengharumkan, menjadi pendorong & pembimbing kejalan Alloh untuk anak2 dan suaminya.
oh iya tidak hanya menutup aurat saja yah, ciri yang lain juga diantaranya
ADALAH YANG BERKATA BENAR, DAN BUKANNYA HANYA MEMBENARKAN KATA-KATANYA..cantik wajah saja tidak cukup lho.pepatah mengatakan.
“Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa”
Wassalamu`alaikum
Ya Allah…bantulah diriku ‘tuk jadi baik.
Amin.
^_^ barakallah…
nikmat paling besar adalah nikmat mendapat tuntunanNya. Mesti ada syukur, karena limpahan karuniaNya. dan mesti ada sabar untuk tetap bisa istiqomah.
Tetap jaga hati. Dan selalu melihat gerak-gerik hati. Ada kalanya sesuatu yang kita lihat adalah air, hanyalah fatamorgana semata.
Maaf ya.. saya jadi kayak tausyiah beginih. Selamat memaksimalkan hari jumat ini dengan amalan terbaik.
Benar Ade, dengan berbagai alasan sebagian dari kita masih membuka aurat dan tak mengerti dan tak mau mngerti bahwa perintah berhijab itu wajib seperti wajibnya seorang muslimah melakukan sholat..
salut
banyak perempuan enggan berjilbab karena kepentingan dunia.
tapi banyak juga perempuan berjilbab menjauha dari mereka yang tidak.
kapan-kapan pinjamin dong mbak….di Padang kagak banyak buku yang kayak gitu….
jadi pengen baca bukunya nech mbak,,
Alhamdulillah saya udah berhijab sejak sma…
Bukankah benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta
disimpan ditempat yang teraman dan terbaik…?? Sudah pasti intan tidak akan dibiar terserak bukan?
Lagi2 nomor sekian puluh.:(.Assalamualaikum kak rindu
dilihat dari sudut pandang apapun wanita berhijab jelas lebih cantik,bagus,sopan.Baik hati.:D
mbak ade,,postnya berkena banget,,
walo gue bukan perempuan,,tetep aja,,
o iya,,
buat yg belom tw,gue dah pindah ke http://finyster.co.cc ,,jadi kalo mw ke blog gue jangan klik nama kahfinyster di komen gue,,klik link yg finyster ajah,,okeh??
datengin yah,,
so wonderful….
Hmm, karena mas Hanif mempertanyakan kenapa seneng banget bisa nomer 1, nomer 2, dst…
Ini saya ngulang jadi nomer 19.:-)
Alhamdulillah… Kok saya kek cium2 bau surga ya disini.. Keep fighting y sis, emang utk awal2 amat berat.. Maju terus pantang mundur!
bACA POSTINGAN SAYA JUGA YA TENTANG TIPS MENGURANGI MAKSIAT YANG DISEBABKAN OLEH MATA LAKI2.
salam kenal mbak,
semoga qta selalu istiqomah,
sedih juga melihat temen2 yang melepaskan hijabnya karna seribu satu alasan…,
yuuk ajak orang disekeliling qta berhijab..
thanks mbak, buat postingan ini..
jadi bahan masukan sekaligus bahan cerminan buat saya, lebih2 saya punya dua adik perempuan…
*lah? apa hubungannya?
Mmm… mmm… rasanya sulit bagi saya untuk memberi sebuah komentar yang pas untuk tulisan ini. Tapi yang jelas, tulisan ini sangat mengalir dengan apa adanya… dan tulisan ini juga keluar dengan tulus dari lubuk hati yang terdalam. Subhanallah.
wahhhh, jadi malu berkunjung
, mengena banget tulisannya …
Salah satu sebab seorang wanita untuk mulai atau tetap mengenakan hijab adalah adanya rasa malu dalam dirinya.
Rasa malu yang muncul baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia yang bukan mahramnya.
Seorang wanita yang sudah menggunakan hijab (benar-benar hijab) tentu menyadari bahwa ia malu seandainya tidak mentaati perintah Allah untuk menutup sebagian tubuhnya dan tidak melanggar perintah Allah agar ia tidak mempertontonkan bagian tubuhnya kepada yang tidak berhak melihatnya.
Dan seorang wanita yang sudah menggunakan hijab (benar-benar hijab) tentu menyadari bahwa ia malu kepada manusia seandainya ada bagian anggota tubuhnya yang dipandangi oleh orang yang tidak berhak dengan tatapan penuh nafsu dan angan-angan yang membuat orang yang melihatnya mengkhayal terlalu jauh. Dan ia juga malu seandainya apa yang ia buka tersebut ternyata dapat menimbulkan ‘dosa’ karena mereka yang tidak berhak ikut memandangnya.
Malu adalah pakaian orang bertaqwa dan berhijab adalah pakaian bagi wanita muslimah
yakinilah sesuatu niscaya akan itu menenangkanmu nice post…………
waduh, aQ jd g enak hati, malu…blm make jilbab..
hijab diri menghijabi hati.
Dik, ada email di blogku
hanya kepada Allah SWT yang patut dipuji dan kepadaNya kita bersyukur akan segala nikmat..
Mbak…
*mau memuji tapi gak jadi*
bersyukur dan terpujilah wahai engkau wanita…
salam dari bali ya.
Tak ada alasan apapun untuk membangkang kepada Allah kecuali kepura-puraan
Wew, baca aja udah bikin deg-degan.
Kenapa ya orang-orang di atas seneng banget bisa menjadi no 1, no 2 atau no 3? Kadang g habis pikir? he he he
Kata sahabatku wanita yang ingin berjilbab itu jangan menunggu kelakuan diri menjadi baik atau solehah, memakai jilbab itu seperti sholat. Untuk mencapai sholat yang khusuk kita harus terus berusaha untuk sholat. Bukan dengan meninggalkannya. Begitu juga dengan jilbab, dengan berjilbab seorang wanita muslim diharapkan memperbaiki akhlaknya secara bertahap sehingga menjadi baik. Allah kan melihat prosesnya, bukan hasilnya. Betul tidak?
Hm.. entah kenapa, kadang susah jika pendekatan keimanan atau logika menjadi alasan melakukan suatu tindakan.. Mungkin karena ada ‘unsur suka ngeyel’ yg sudah terpaket dalam satu kemasan dalam jiwa dan hati kita yaa..
Berbahagialah wanita2 yang mendapat petunjuk dan sesungguh menjadi sangat dan lebih cantik setelah berhijab..
ademmmm…
kok selalu dulu..duluan yo.., why..
Nomor loro.:-)
nomer siji iki mbak…