Beberapa malam yang lalu, listrik di istana saya mati karena tersambar petir dan gelap gulita seketika menyerang seluruh lorong yang mampu dijangkau oleh kedua bola bulat mata saya … dan lilin adalah pilihan yang selalu saja tepat jika sudah gelap begini… terangnya temaram tidak menyilaukan mata, hangatnya lembut tidak membakar apalagi menyakiti, dan gerak liuk tubuhnya yang kekanan dan kekiri seperti liukan tubuh penari, melenggok lenggok indahnya dan saya suka memandang setiap lekukannya sambil menikmati hangat dan temaramnya
Lilin lilin kecil ini adalah sumber penerang kehidupan, hangatnya yang romantis kerap hadir disetiap tatapan sepasang manusia yang sedang mengalirkan cinta… light candle dinner katanya tapi untuk saya lilin adalah penerang yang indah, bukan hanya sebagai cadangan saat PLN padam, saat saya sedang ingin berbicara dengan alam milik ALLAH maka saya akan mematikan lampu di kamar, dimeja belajar saya, dan menggantikannya dengan lilin diatas meja, yang akan saya tatap dengan mesra
Kemudian saya membayangkan jika saya berjalan didalam kegelapan, didalam kemaksiatan yang kian dimasuki akan kian gelap dunia kita maka arti lain dari lilin adalah cahaya ILLAHI yang akan membawa saya kembali ke jalan yang benar .. dan kemudian saya akan membayangkan jika suatu saat saya berpulang, didalam lipatan tanah akankah datang malaikat dengan membawa lilin lilin kecil dan menyambut saya dengan cahayanya hingga lipatan tanah tidak lagi gelap dan menakutkan
Dan lilin ini adalah keindahan milik ALLAH yang lain, cahanya penerang, apinya mengahangatkan dan yang masup kedalam jiwa kemudian adalah aliran yang menghanyutkan rasa gelisah, subhanallah … sungguh ALLAH tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia sia, sekecil lilin sekalipun
Dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai lilin penerang jalan kita kembali ke ALLAH, cukup lah kegelapan sampai disini, cukuplah segala dosa hingga disini … bukankah setiap gelap akan menghadirkan takut, didalam lipatan tanah tanpa malaikat pembawa lilin ..
ah tak sanggup saya membayangkan
ampuni saya ALLAH dan semoga saya mampu memperbanyak shalat dan dzikir saya sebagai tabungan lilin di alam kedua milik ALLAH
Yok, tunggu apalagi … mulai mengumpulkan lilin yah, biar terang dimahkamah ALLAH nanti
![]()
*sok tahu mode ON*
ya,semakin ramai dengan apa yang anda ciptakan.
apakah anda melupakan sesuatu bahwa lentera jiwa bisa menerangi segumpalan kegelapan.
hallo. salam kenal numpang baca saja ya.. tulisan mbak sangat berguna bagi saya. thanks
ass.. wr wb
… and you live your life like a candle in the wind…
(Lagu Sir Elthon Jhon buat Lady Di)
Tapi pas ini tak tulis buat Ade aja..
wass.. wr wb
hmm.. setelah membaca tulisan Anda.. hati saya menjadi tersentuh dan bergetar.. semoga apa yang saya lakukan ke depan akan menjadi lebih baik.. terima kasih atas tulisan yang membuat saya terinspirasi dan termotivasi…
biarkanlah malam ini aku yang menjaga lilin lilin di kehidupanmu,rin………..di beri akan coklat terus di kasih uang dech! hehehe
salam hangat selalu
segala amal perbuatan sholeh yg Qta lakukan pasti memiliki hikmah yang baik untuk diri Qta…semoga Allah SWT senantiasa memijarkan cahanya pd hati Qta..amin..
Tabungan lilin ? “Disana” nanti nggak ditanya soal lilin *Digeplak*.
Insya Allah kalau kita selalu memegang lilinnya kehidupan, kita nggak akan tersesat jalan.
Btw, selamat Mbak sampeyan mendapat Award.
Pingback: Mendapat Award dan PR | Edi Psw's Weblog
berasa kek judul lagu….
Rindu: kan saya memang romantis kang … lupa yah?
Cahaya lilin kecil itu akan selalu ada dan akan selalu menjadi penerang jalan kita, selagi kita berusaha lepas dari gelap…
Hihihi sm kyk aninta, senyum2 juga baca komen cipto
De, semoga lilin yg menerangi kita sekarang ga akan pernah padam even jalan yg dilalui dirasa telah benar, sometimes it works
Ah Ade..selalu romantis..
mau dong ditularin..*kedip-kedip*
sepakat ma komen ciptoadhisetiawan…hehe..enak ya klo gt… *D’oh ngarep
makin mantebh aja kata-kata yang dpake
wah… co cwitttt…
ehm..ehm.. walau hitungan lilinnya satu-satu saat yaumul hisab.. ada cara indah penuh barokah bertabur keindahan lho D.. menabung lilin berdu’a.. berdu’a dengan suami, kan hasilnya lebih banyak? hayoooo… mau?
ntr lilin itu jadi saksi romantisme keindahan cinta sepasang hamba yang memupuk cinta dan bersama-sama mencari ridha Allah…
amiin
Lilin yang berkorban sampai habis, selalu menerangi hati dan pikiran yang jernih.
lilin…hmm boleh juga, tapi kalo mati lampu…enakan pake emmergency lamp bisa di set mau pengen redup temaram atau lebih terang. Lebih awet pula nyalanya, kalo lilin…cepet abis!Tafakur kita jadi terhenti karena harus nyalain lilin lagi.
lilin lilin kecil itu
adalah aku
hmmm… cukup menyeramkan juga…
jadi inget waktu dulu…,
sering dicereweti sama ibu saya…
kalo ga sholat…, nanti pas udah meninggal masuk kubur, akan gelap gulita…
beliau berkata…, apakah kamu tidak takut…? ketika hanya sendiri dalam gelap dan tidak ada yang lain membantu, maka shalatlah yang jadi penerang dan teman dalam masa itu…
terima kasih kepada mba Rindu untuk kembali mengingatkan kami semua pada teman-teman yang suka usil ini…
[senyum]
wowww……….as alwaysssss, akyu selalu berasa damai kalo maen ke sinih!
MAU BERBAGI LILIN dengan kyuu??
(keabisan lilin di toko nya si engkoh, mode : ON!)
Haiii…
Lilin..
Suatu sosok bentuk putih bersih yang rela berkorban… Meleleh.. Terbakar…Untuk kita..
Suatu pelajaran pengorbanan yang mulia utk kita renungkan..
Salam kenal buat kamu
Saya benar-benar mau menikahi Anda!
Maafkan saya. Saya tidak berkomentar, hanya menikmati nyala lilin saja…
kenapa yang datang di blog ini kok kebanyakan kumbang yach, kok bukan macan.
**detecting wifi signal**
**no signal found**
**left the room**
LILIN…rela melelh demi orang lain….
Lilin kecil bisa menjadi pelita disaat gelapa…tapi lilin juga bisa menjadi petaka jika tidak berhati2…
Candle light dinner, hmmm… jd inget ini,
lilin itu menerangi sekitarnya saat tak ada cahaya lain yang lebih terang… tapi kenapa ya dia menerangi lingkungan nya dengan membakar dan mengorbankan diri sendiri, tidak kah ada cara lain yang lebih baik untuk menyelamatkan lingkungan beserta diri sendiri tentunya…
btw jadi ingat lagu… lilin kecil, menyala disini… ne ne ne kembali lagi….
yuks….sama2 ngmpulin lilin tuk bekal nanti….
dan jgn biarkan lilin2 dlm kehidupan kita habis terbakar ya mba’ rindu…
sip…insya allah…..
Subhanallah.. semoga lilin2 walau kecil selalu menunjukkan jalan lurusnya
Setitik cahaya pada saat gelap tiba, akan terasa indah!
lilin ….
jadi inget ESQ T.T
lilin diibaratkan orang tua,
lilin rela menerangi kita sampai akhir hayatnya .. T.T
thanks udah mampir di blogku, moga tetap slalu bisa saling mengingatkan
http://bahagialah.wordpress.com/
analogi yang pas mbak…
kumpulkan lilin. . . jangan ampe kebakaran yaw . hehe
Kehidupan adalah perjalanan yang panjang…
bentar…aku cari dulu lilinnya..
Mudah²an bisa membawa kita ke jalan Allah..Amin ya rabbal alamin..
lilin itu, menerangi sekitarnya,
tapi membiarkan dirinya habis terbakar…
Mbak rindu mengingatkan saya, nih
Kalo lagi mati lampu kami biasa ngumpul di ruang depan..ditemani cahaya “lampu teplok”. Pintu depan dibuka, sambil rame-rame ngelihat bulan…
Argh…kenapa kalo mati lampu bulan serasa indah, ya..?
untuk gelap yang menyesatkan
saat ini tersesat lagi
berulang kembali dan lagi
seperti akan selalu dan selalu
betapa dungu seperti tak berilmu
tapi begitulah seperti itulah
jalan itu bisa sedemikian temaram
bisa malam tanpa rembulan
atau siang di lorong tertutup
kalaupun cukup cahaya
godaan melambai di persimpangan
kalaupun jalan terlihat lurus
tergoda mencoba belokan
bawa lilin itu, kalau tersesat lagi
temukan jalan kembali dengan cahayanya
bawa lilin itu, karena masa depan
memang selalu gelap buat siapapun
bawa lilin itu
bawa lilin itu
lilin2 kecil,,,walaupun kecil tapi tetap bisa menjadi satu2nya penolong dikala kegelapan begitu pula dengan cahaya Illahi akan membuat hati qta tenteram jika qta menyalakannya kapanpun jua,,,tidak hanya kegelapan yang akan menjadi terang tetapi yang terang pun akan menjadi semakin benderang
salam kenal bwt mba rindu
Lilin dengan cahayan kecilnya itu selalu aja sangat romantis..
Makasih untuk keteduhan ajakannya mengumpulkan lilin2 kecil untuk bekal kita nanti…
Tapi khusus untuk saya mungkin saya harus mencari obor yang agak besar kali De.. agar cukup menerangi saya dari gelap yang kadang sangat pekat akibat banyaknya dosa selama menjalani kehidupan ini…
Akh.. betapa aku manusia yang ternyata lemah sekali…
Tapi setidaknya cahaya lilin kecilmu itu telah memberi petunjuk arah bagiku (dan mudah2an bagi sahabat2 yg lain)kemana harus melangkah dalam gelap..
Makasih ya De..:)
Tapi kita tetap patut untuk berlatih menatap Keagungan-NYA dimana dan kapanpun, walau di tanpa kegelapan.
lilin…
begitu indah jika dirangkai dengan ketulusan hati untuk berniat untuk berubah…tentunya berubah di jalan Alloh.
Sepakat dengan mbak rindu, jika kita kumpulkan lilin itu sebanyak2nya, ibarat kita mengumpulkan cahaya2 Alloh ke dalam hati kita…
Terus semangat ya mbak…
Silaturahim ke blog saya ya
saya tunggu masukan yang mencerahkan hati saya di setiap postingan saya…
Ahhh..ga pertamax lagi…:(
“..dan lilin-lilin kecil…” jah malah nyanyi…(^_^)
Yap lilin merupakan analogi yang cukup tepat buat mendeskripsikan sebuah ketenangan *ko buah ya*
Cahayanya cukup memberi penerangan tetapi tidak menyilaukan. Panasnya menghangatkan tetapi tidak membakar.
Tapi aku tidak berharap memiliki lilin De..
” Aku berharap bisa menjadi lilin untuk semua yang membutuhkan ”
(*Ngarep mode ON*)
lilin itu berbahan bakar minyak wangi, ditaruh dibalik tembok, dan dibalik tembok ada tembok lagi, tapi cahayanya masih menerangi…
Hati yang di isi dengan zikir senantiasa terang benderang mulai dari dunia ini sampai ke akhirat kelak.
Setiap sesuatu yang kotor itu ada pembersihnya dan pembersih hati yang kotor itu dalah ZIKIRULLAH (Mengingat Allah).