Suatu Senja …

Masih di senja dengan hujan yang mendebur debur bak ombak yang setiap cipratannya begitu keras menghantam kaca mobil saya dan wiper saya pun harus bekerja keras untuk membuat semuanya terlihat indah dan putaran roda mobil saya akan membawa saya pulang dengan selamat … :)

Masih di senja dengan hujan yang mampu menghidupkan romantisme saya … dan ada satu CD yang lama tidak saya dengar karena memang tidak ingin saya dengar lagi, karena saya tidak ingin luka itu kembali menggoyak ngoyak hati saya yang rapuh, iya lagu itu lagu “terima kasih cinta” song by AFGHAN, lelaki muda yang smart looking, hahhahaha.. lagu ini memiliki syair yang sempurna untuk mereka yang berharap maaf dan dimaafkan oleh kekasih tapi kali ini saya replesikan syair ini dalam kecintaan saya kepada ALLAH :)

Tersadar didalam sepiku, setelah jauh melangkah, cahaya kasihMU menuntunku, kembali dalam dekap tanganMU … Terima kasih CINTA untuk segalanya, KAU berikan lagi kesempatan itu, tak akan terulang lagi semua kesalahanku yang pernah menyakitiMU … TanpaMU tiada berarti, tak mampu lagi berdiri … :)

Ya ALLAH setelah napas saya dimasa lalu saya isi dengan semua khilaf, ENGKAU terima saya kembali dengan niat setulus hati saya untuk kembali, dan kini semuanya terasa indah setelah saya menutup aurat, setelah saya dengan segenap hati mencoba menjauhkan semua laranganMU dan mencoba memberikan yang terindah dalam menjalankan perintah perintahMU … terima kasih atas cintaMU ya ALLAH, kini saya yakin bahwa ENGKAU adalah sebaik baik tempat kembali.

Ya ALLAH … sifat romantis yang ENGKAU titipkan pada saya, menjadi kewajiban saya untuk saya kembalikan padaMU, bukankah setiap titipan akan dikembalikan, romantisme ini hanya untukMU ya Rabb, bukan yang fana itu :)

Allahumma inni asaluka salmatin fiddin, wa afiatan fil jasad, wa ziyaadatan fil ilmi, wa barakatan firizqi, wataubatan qoblal maut, warahmatan indal maut, wamaghfiratan ba’dal maut, Allahuma hawin alaina fi sakaratul maut, wanajatan winannaar wal afwa minal hisab … amin ya ALLAH.

:) terima kasih juga untuk semua yang terindah disini, hari ini saya merasa sangat bersyukur memiliki teras blog ini dengan semua sahabat yang ada disini.. saya yang bukan siapa siapa :)

ah tak ada habisnya rasa terima kasih saya pada semua, terima kasih …

[koq kaya pidato perpisahan De? engga lah…] :)

 

About these ads

56 thoughts on “Suatu Senja …

  1. ass.. wr wb
    loh, yang bener tu ‘wanajatan winannaar’
    kadung aku dulu belajarnya ‘wainnjati winannar’. salah dong berarti,
    nasib dah, salah sendiri ga bisa basa arab
    …..
    ‘…dan nikmat Alloh yang manakah yang kamu dustakan’ ya, mbak
    thanks..
    wass.. wr wb

  2. Bismillah…
    Terkadang ampe nangis kalo ngingat kasih sayang Allah. Pa lagi klo baca surat Ar-Rahman usai shalat subuh. Berderai-derai deh!

  3. jadi typenya kayak afgan D? kalo kayak modelnya Dhoni Ada Band gak mau? he..he..

    iya..iya… amiin D… semoga semua romantisme hanya teruntuk Allah.. dan semua romantisme ama pasangan didunia ini semoga jadi sarana buat lebih mencintai Allah.. amiin

  4. kini mulai ada
    di blog yang penuh rasa rindu
    tapi ga apa ya
    namanya juga hati dan pikiran manusia
    berbeda dan selalu berbeda

    semoga bisa diterima dengan lapang dada
    sehinga bisa berguna untuk saling melengkapi

    membuat hidup lebih berwarna
    sampai lengkap semua warna
    dan kita meraih harmonisasi
    perpaduan meriah sejumlah warna
    dan kita menemukan keindahan yang sempurna

  5. trimakasihku…, kuucapkan…, pada rinduku yang tulus…
    tulisan yang berguna… slalu dituliskan…
    terimakasihku oh rindu… :)
    hihi… :)

    @entie: gw pikir kritikan loe bagus. tapi loe juga gak bisa bersikap seolah hendak memaksakan kehendak ke Ade dunks…

    “yg penting tulisan bisa berguna buat orang ….kya masjid….gak semua masjid bangunan nya bgus de , tapi lihat kegunaannya de ,dya ttp jadi rumah ibadah yang indah buat kita!!!!”

    hehe… setahu gw tulisan Ade udah cukup berguna, dan bahkan bagi sebagian yang lain amat-amat berguna. omong2 tentang “kegunaan”, hal ini sangat relatif dan subjektif, tergantung pada masing2 pembaca dunks. you boleh aja mengkalaim seolah sebuah tulisan ga berguna. tapi belum tentu bagi yang lain. ok? salam and peace… :)

  6. begitulah manusia…
    sering kali kita tertipu dengan kefanaan dunia…
    terlupa dengan syukur kepada Yang Maha Kuasa…
    Allahumma inni asaluka salmatin fiddin, wa afiatan fil jasad, wa ziyaadatan fil ilmi, wa barakatan firizqi, wataubatan qoblal maut, warahmatan indal maut, wamaghfiratan ba’dal maut, Allahuma hawin alaina fi sakaratul maut, wanajatan winannaar wal afwa minal hisab … amin ya ALLAH.

    amiin…, ikut berdoa juga…
    semoga kita selalu istiqamah dalam berdoa dalam keseharian kita…

    suatu fajar…, di paris van java…
    [senyum] :)

  7. suatu senja

    bisa membunuh bila itu senjata
    bisa bercerita bila itu senjarah
    bisa bernostalgia bila ketemu teman senjaman
    bisa masuk penjara kalau dia senjahat
    bisa hidup bersama kalau senjalan

  8. Alhamdulillah..
    bertambah lagi orang yang sadar akan kebesaran dan kemurahan Allah SWT. semoga kita semua selalu dalam rahmat dan hidayahnya.
    Amin yaa rabbal alamin..

  9. nikmat itu bisa dirasakan ketika kita pernah terhimpit. contohnya sehat, sehat bisa dirasakan nikmatnya ketika kita telah merasakan sakit.
    Sama halnya dengan kita, kita bisa merasakan betapa Allah sangat sayang pada hambanya ketika seorang hamba tersebut mendapat cobaan dari Allah dan tentu sadar bahwa hikmah dari cobaan tersebut itu begitu besar.
    Tetap semangat aja yah…..
    dan Selamat telah masuk dalam lingkaran hidayah Allah.
    Sungguh Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.

  10. Ehm..Ga pernah bisa jadi yang “Pertamax”.
    Gw juga setubuh..opsss..!! Setuju ma mbak entie. Gw jg bukan orang yang selalu comment di blog ini, tapi insyaAllah gw selalu baca artikel di blog ini.
    Dan dari blog ini yang “agak” gw ga suka justru bagian coment. Maaf sebelumnya, karena dari sekian banyak comment hanya sedikit commen yang sifatnya membangun, selebihnya hanya sekedar absen aja…*mungkin comment saya jg termasuk yang ga mutu*
    Tapi yang jelas tetap nulis..
    Buat mba “endu”, bener kata mbak entie, tulisannya ga harus selalu indah. Kata-kata yang sederhana tapi mudah dipahami itu lebih manfaat kayaknya, jadi ga perlu tangga untuk baca artikel yang ditulis dengan bahasa langit…*itu sih lo aja To yang emang lemot* :)

  11. tadinya gw suka pas baca tulisan loe pertama kali … tapi pas baca “bertabur kejora” dan ada note untuk coment yg agak gimana bkin loe jadi gimana gt , ehmmmmm jadi aneh gw bacanya !!!!klo mau jadi penulis yh …loe hrus bisa terima semua kritikan pedas, gw tahu semua orang pasti bahagia bgt klo bisa ngelewati masa tobatnya , menggunakan jilbab dan mencintai DYA dengan taat, menjalankan perintahnya dan jauh dr semua larangannya, gw insyaAllah pernah berada di titik itu !!!tapi harusnya tulisan loe bs jadi motivator de buat orang , bukan cm menikmati kehidupan loe doank yg penuh dengan kata2 indah …..!!nulis kata2nya gak hrus indah , yg penting tulisan bisa berguna buat orang ….kya masjid….gak semua masjid bangunan nya bgus de , tapi lihat kegunaannya de ,dya ttp jadi rumah ibadah yang indah buat kita!!!!soory klo agak kasar , lanjut nulis aja lagi de, ttp bgus kok !!!

  12. masih di musim yang ini
    bukan musim yang lalu

    musim yang rajin memberi banjir
    musim yang masih membuat air tidak bermanfaat
    musim yang membuat kuatir hidup

    musim yang menghadirkan romantisme
    yang disebarkan Tuhan
    yang memesona sebagian
    yang harus dikembalikan

  13. Abang pernah mendengar ceramah agama, bahwa dalam Islam tidak dianjurkan MEMINTA maaf tapi sangat dianjurkan MEMBERIKAN maaf. Cukup membingungkan juga. Tapi setelah abang pikir, jika kita semua mudah memberikan maaf, mungkin ‘kekisruhan’ akan tidak berlarut² ya.

    Sama seperti antara hak dan kewajiban. Jika kita semua melaksanakan kewajiban maka hak orang lain akan tertunaikan sehingga tidak ada lagi kita mendengar orang yang menuntut hak-nya.

  14. Tanpa disadari sebenernya Allah udah mencintai kita sejak kita lahir.

    Susahnya itu menjaga kecintaan kita sama Allah…biar konsisten gitu…kadang kadang mo sholat aja masih ditunda karena kerjaan, lg di jalan, atau apalah.

    Mungkin kalo aku gak salah (ntar aku cek lagi deh)…buat referensi aja surat at taubah ayat 24…soalnya baru baca kemaren….bahwa kecintaan kita sama Allah harus nomor satu dibanding kerjaan, keluarga, istri atau suami sekalipun loh, dll.

    Mudah2an cinta abadi kita semua hanya pada Allah saja

  15. suatu senja yang begitu padat kata, puitis, memukul-mukul relung hati tuk semakin mengingat akan kebesaran Ilahi.

  16. Kita memang patut terus bersyukur atas sekian banyak jalan-NYA lalu kita diberi satu jalan untuk mengenal dan mencintai-NYA dengan segenap hati. Berapa banyak hamba-hamba-NYA yang belum juga diberi kesempatan, sibuk berputar2 di kemaksiatan.

  17. Salam ..

    ungkapan yang paling enak di rasakan hanyalah Cinta …bagi yang baru kesandung asmara

    kita bersujud mendapatkan cinta yang tulus takkan pernah menyakiti apalagi mengkianati ….:)

  18. haih…afgan…
    betul,ndu…setuju!
    hanya Dia yang patut dicintai untuk segalanya, karna hanya Dia-lah yang tidak pernah ingkar atas semua janjiNya…Maha Kaya, Maha Baik, Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Maha Segalanya Yang Baik….

  19. Pingback: Review kebun hikmah » afwan.net

  20. Hm… Mengembalikan Romatisme yang dititipkan Allah, tentu boleh2 aja.. karena emang Dia yang menciptakannya untuk hadir sementara waktu dalam jiwa…
    Tapi membaginya untuk sesama (jika hal itu memberikan kebahagiaan bagi orang lain) tentunya juga akan menjadi berkah yang patut disyukuri dan dinikmati..
    Gak semua orang lho bisa dapat kesempatan (memiliki jiwa romantis) itu..

    Makasih yaa De.. atas senyuman dan tatapan mata hatimu bagi saya (dan mungkin pembaca Blogmu yang lain..) yang tertuang dalam setiap kata penuh makna(menurut saya) sangat romatis itu… :)

  21. Menghiasi diri dengan balutan syukur kepada Alloh akan menabahkan nikmat iman kita kepada Alloh…
    Teruslah bersyukur kepada Alloh. Teruslah mencintai Alloh disisa umur hidupmu… Tulisan ini semoga menjadi refleksi bagi saya yang masih banyak dosa ini… Do’akan saya semoga saya bisa meraih cinta Alloh…
    aamiin

  22. Cinta kepada-Nya sebaiknya jangan pas kalau sedang “patah hati” saja… karena belum tentu Dia mau menerima “cinta” yang seperti itu… [kata-kata untuk diriku sendiri Switch ON].

    Dia memang selalu memberikan petunjuk dan pertolongan…
    Jadi ingat, ketika dulu sering malas shalat berjama’ah (maklum masih muda belia), maka Mbah (grandmother) saya tercinta selalu memanggil-manggil dari mushala agar saya datang dan shalat di depan jama’ah yang ada [tobat Switch ON].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s