Beberapa hari yang lalu saya diundang oleh sahabat sahabat metropolitan saya untuk makan malam bersama di salah satu resto Jepang langganan kami [dulu] di Plaza Indonesia, tempat yang mewah dan makanan yang super lezat, terbayang lambung saya akan sangat gembira nanti …
Saya datang terlambat dan makanan sudah siap, ketika saya sangat lapar dan hendak menyantap makanan kesukaan saya tiba tiba ada seorang lelaki yang berdiri tegak dan kemudian membungkuk di sebelah saya dan pipinya nyaris mendekati pipi saya. iya, ia adalah manager resto ini … “mbak, maaf saya ingin memberitahu bahwa makanan di resto kami tidak 100% halal, dan yang mbak pesan ini 100% berisi minyak B” dan gubrakk, rasanya isi perut saya langsung menolak makanan kesukaan saya ini [dulu] …
Alhamdulillah ada sang lelaki berjas hitam tadi, yang mau berbaik hati memberitahu saya bahwa makanan yang nyaris tenggelam di lambung saya tidak halal. Iya, ia memperingati saya karena busana muslimah saya, karena jilbab yang menutupi indahnya mahkota saya, karena blues panjang menutupi lekuk tubuh saya dan karena rok semata kaki yang menjuntai menutupi tubuh perempuan saya.
Alhamdulillah, terima kasih ya ALLAH hijab saya telah melindung saya dari sesuatu yang ENGKAU haramkan, seandainya saya masih berpakaian seperti sahabat sahabat disebelah saya ini, rasanya mustahil sang manager itu tahu apakah saya muslim atau bukan [bukan begitu?]
Ah indahnya berhijab … kalau tidak, pastilah makanan itu telah membakar lambung saya di dunia dan akhirat nanti, terima kasih ya ALLAH.
Kemudian ditengah perjalan pulang, tak henti saya mengucap syukur atas pakaian saya yang menurut sahabat sahabat saya “gak modis De“, dan biasanya akan saya jawab “tapi loe tahu kan bahwa hijab ini wajib untuk perempuan?” dan mereka akan mengatakan “iya tahulah, tapi kan hari gini gitu loh De” … iya hari gini masih telanjang [I just keep in my mind], sok alim nanti kalo saya debat, riya nanti kalo saya merasa lebih cantik dengan pakaian saya yang gak modis ini, hahahha…
Saya jadi teringat ketika saya mengendarai mobil saya tanpa membawa STNK dan SIM karena dompet saya tertinggal, setiap kali saya melihat polisi maka saya akan bergetar ketakutan karena saya tahu hukuman apa yang akan saya terima jika saya tidak membawa surat surat itu … lalu setelah tahu hukumannya mengapa saya meningalkan surat surat penting itu, iya kan? iya apa iya? :)
Rasanya ini sama dengan tahu bahwa jilbab itu wajib tapi masih saja saya berani berkeliaran dengan kaos seadanya dan celana jeans ketat, rasanya seperti nantangin ALLAH yah waktu itu … saya tahu tapi pura pura tidak tahu, saya takut ALLAH marah dan menghukum saya dengan pakaian saya yang seadanya tapi saya tutup telinga saya dengan mencari pembenaran bahwa baik gak musti berjilbab koq De !!
Ya ALLAH saya ingin terus melangkah … menjadi penulis eh menjadi lebih baik maksud saya, menjadi bintang yang menghiasi malam, menjadi seroja yang tak biasa, menjadi matahari yang menghangatkan siang, dan menjadi embun yang menyejukan :)
[koq kaya lyric lagu DEWA yah.. ]
Salute buat sang lelaki berjas hitam, managernya kali mbak Ade ya? thanks
Lelaki berjas Hitam tadi lantas minta no hp Ade tidak?
^_^
Keep on track ya ….
Rindu: waduh, gak tuh mas.. apa saya balik lagi aja kesana yah buat nitipin no HP
Kalo saya mungkin ga kebagian jatah apapun di resto itu De, karena B, S, A, I dan semua yg punya darah saya usahakan tak menikmatinya. Tetaplah pada prinsipmu De, sejauh itu tidak menyakiti siapapun why not??
..semua yg indah akan dibalas dgn yg indah2 pula.
Gud luck. De
kebanyakan jilbaber sekarang malah terlalu modis, atas Rapet bawah mleketet (Ketat Banget : Red)…. otomatis yang ngliat pada kebawah semua, whehehehehhe.
mudah2an ade ngga ya…
Rindu: rok saya panjang semata kaki, blus/kaos saya melebihi pinggul dan menutupi lekuk itu dan jilbab saya terurai panjang menutupi dada mas … jadi insya ALLAH tidak telanjang
Saya salut kary resto tsb, mengatakan kejujuran
sungguh mulia niat lelaki itu mbak…
niat baik yang tulus…
gimana cabarnya,jeung rindu? sibuk ya?
sudah teramat malam banget saat aku menyapamu,rindu.
sukses dan semangat okey!
salam hangat selalu
Moga mahkota itu bukan hanya menjaga D dari sesuatu yang haram aja.. tapi bisa lebih menjaga hati D untuk lebih mencintai dan mencintai Sang Khalik.. amiin
btw uhhhh…tuh manager kalo sampe nempel sengaja di pipi D… gara2 mo ngingetin makanannya… huhhh… C jitak langsung klo didepannya tuh…. wekekeke…
enak aja maen selenong ama Seroja yang lagi berseri… he..he..
baiklah dik
kuturuti saranmu
Mode adalah satu hal yang membuat aku capek; Ikuti, ikuti, ikuti terus. Sekali mangkir terceburlah tidak bisa mengikuti lagi..
Mudah-mudahan bukan karena komentar itu Ade berjilbab tapi karena Allah SWT.
Assalamu’alaikum dek..kok gak pake jilbab…
Dimuat September 27, 2008 pada 11:03 pm di Aku adalah…
One Comment on “Lebaran, Kriminalitas, dan Kecelakaan”
Rindu Says:
September 28, 2008 at 2:03 pm e
ada yang selalu membuat saya rindu jika pulang kerumah adalah photo Ibu [ah kangen Ibu]
dan semoga bukan hanya hijab yang melekat di badan, tapi tutur kata, sopan santun, dan tata kerama pergaulan jugax baik ya mbaks….itu akan sempurna!
ya, terus melangkah aja…
Kisah mbak Ade mudah²an menjadi inspirasi wanita muslimah yang akan menggunakan jilbab agar hatinya semakin mantap.
Soal makanan 2B itu, saya pernah punya kisah. Waktu saya tanya, apakah restoran ini halal. Si penjual bilang halal. Trus ketika saya tanya, apakah disini tersedia daging babi. Dijawab oleh penjual .. ada!!! OMG.
Wiihh… sayah pun pernah hampir salah pilih menu tapi alhamdulillah waiternya baik dia memberitahu saya menu yang saya pilih bahan baku nya dari B2 itu karna melihat mahkota saya juga….
Alhamdulillah yach buat wanita seperti qt ini terhindar dari sesuatu yang dikharamkan n’ jadi pelindung diri qt
Teruslah bertahan…. kalau orang bilang hijabmu itu nggak modis, maka Tuhan akan punya penilaian berbeda. Percayalah, penilaian Tuhan pasti lebih berharga.
*Halah serius banget nih*
hmm.. ya.. ya.. ya..
Teman-temanku pernah mengalami hal yang sama di warung bakso (katanya terkenal enak di Jakarta). Teman-temanku diingatkan oleh pelayannya.
Minta ijin ngopy tulisan ini untuk kusebarkan ke teman-teman kantor ya mbak…!
Rindu: kalau ngopi tulisan ini silahkan asal tidak menyebut nama restonya … saya khawatir sang manager kehilangan pencaharian jika saya sebut resto itu, karena itu bukan resto fastfood, bukan pula resto menengah, tapi resto mewah sangat, yang sekali makan bisa habis Rp.100ribu/orang, makanya saya nunggu traktiran
yaaah.. gw suka banget tuh chicken teriyaki nya..
Jangan pernah ragu ukhti
teruslah melangkah di jalanNYA
terus melangkah jangan berhenti berkisah tentang indahnya hikmah….
dah lama gak mampir ke sini. Eh dah makin “menggila”. Alhamdulillah. Makin mantap saja tulisannya mbak. Istiqomah ya..
Sebetulnya sejak pelanggan datang, manager sudah memberitahu.
Saya ingat dalam perjalanan naik Qantas tahun 2004, saat menengok sulungku yang kuliah di Aussie, saat itu sang kapten pilot menjelaskan bahwa makanan yang disajikan adalah halal….karena mereka tahu penerbangan itu adalah penerbangan int’l. Demikian juga saat naik KLM….semua makanan dinyatakan halal.
Tak semua muslim berjilbab kan?
finally, tulisannya disunting jg.
Padanan kata ‘Lelaki’ memang lebih baik dr yg dulu, yg terkesan ‘nakal’. (perspektif pribadi)
Berarti malam itu, lambungnya gk jadi sorak2 bergembira ya?
Btw, emang di restonya gk ada tulisan/info ttg makanan yg disajikannya? Secara, mayoritas masyarakat INA khan muslim. Kl tdk ada, berarti penipuan thd konsumen namanya… Bs diadukan ke YLKI or MUI brgkali. Waduh
perlindungan untuk jiwa yang lemah
melangkah
dan teruslah
kaki ini menempuh
tak perlu lelah
pastikan arah
tetap istiqomah
rintangan yang tak ramah
dan tak senyaman rumah
tak perlu membuat marah
semua hanya agitasi murah
ndu, laen kali kalo ada yang bilang gitu.,lu bilang aja lagi “ini tandanya gw sayang sama lo..biar lo ga terjerumus”. Biar temen lu itu bertanya2 apa maksud dari omongan lu..heheheh
sapa tau temen lu jadi tersentuh hatinya..
gw baru tau kalo rindu agak latah ya…?
Lihat aja di alinea terakhir…pas berdo’a..
salut bagi wanita yang menjaga hijab….
ukhti ade…semoga allah selalu membukaan jalan lewat hijab mu..aminn…biarlah mereka tertawa karena hijabmu…doakanlah mereka agar mengikuti jejakmu..:) amiin
@rindu
maaf juga… bila mengingatkan di depan publik seperti ini…berhubung saya tidak tahu bagaimana mengirim private message… mohon di-delete saja komen saya sebelumnya, karena pesannya sudah tersampaikan…
akhwat secara bahasa berarti saudara perempuan, dalam konteks ini adalah saudara seiman… semua muslimah layak disebut akhwat…
semoga kita bisa istiqomah
narsis… narsis… hwehe.
(^_^)v
musti ati2 kl makan di resto2. biar aman, cari yg dah punya sertifikasi halal dr mui.
untung msh di indonesia, jd ada yg ngasih tau.
Lambat start niy, jadi capek juga ngejarnya
*Jadi ?…. gimana kesimpulannya, kejadian ini pernah juga saya alami.
Gapapa khan ? Dosakah ?
Gak bisa koment saya….
Subhanallah.. Sungguh saia terharu akan tindakan pria yg sudah mengingatkan itu..
Jujur saia menitikkan air mata stelah membaca postingan ini..
Hmmm padahal baru tadi ke PI, nyari buku. Selisih beberapa hari hehehehe.
tidak salah kan kalau aku rindu untuk selalu melihat rindu?
salam rindu
eshape
[makasih telah memberi pencerahan di blogku]
Saya mengikuti perkembangan Rindu, Tetap Istiqomah ya…
Subhanallah…
Pertama, tulisan yang apik De…
Bagus sekali…
Mengungkap fakta yang sangat indah… inilah rahasia mengapa wanita itu perlu menutup aurat… supaya kita ‘berbeda’ dari ‘mereka’. JIka kita menjaga agama Allah maka Allah akan menjaga kita..
Kedua, salut buat lelaki berjas hitam itu… Sungguh seorang ksatria…
akan ku dukung semua keinginan dan cita citamu itu,rindu.
asal kamu mau terus jujur dalam melangkahkan sosokmu pada setiap batang hari harimu.
selamat malam serta salam hangat selalu
lagi2 kata subhanallah selalu keluar dari mulut saya..
semoga tetap istiqomah yah..
Rindu: subhannallah untuk semua keindahan milik ALLAH … makasih ya mas, telah tanpa lelah datang ke teras saya dan membuat tapak.
teruslah melangkah dengan jilbab itu, mbak rindu. jilbab membuat tampilan perempuan muslim jadi lebih memesona seperti mengandung aura yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata *halah*
perhiasan dunia…
Ah. Matahariku.
Sekarang, biarlah engkau berlari
Bukanlah menghindar, namun hanya bergulir
Dalam laju ratusan kilometer per jam
Membubuhi lara yang lalu pada bara aspal
Meraungkan jeritku pada Rembulan melingkupi
wah berkah sekali ya jilbabnya…
Hm… Rasanya ‘hari gini’ justru pakai jilbab bukan lagi masalah besar (setidaknya dinegara ini) dan justru seperti pengalaman yang kamu rasakan, rasanya akan secara langsung merubah banyak hal dari perilaku sebelum dan setelah berjilbab. Bisa percaya atau tidak disamping melindungi pemakainya dari banyak hal yang dilarang (seperti pengalaman kamu itu De), menggunakan jilbab sering kali membuat orang menjadi lebih cantik lho… Cantik wajahnya yang jadi terfokus dan cantik perilakunya (karena pastilah akan lebih islami), cantik hatinya (mudah2an, dengan izin Allah)…
Wow, saya sangat mengapresiasi petugas di restoran itu… Subhanallaah.
Kalau ke sana lagi, sampaikan salam dari uncle ya De! *Hihihi…8x*
Alhamdulillah…selamatt… salam kenal rindu..
wahhh pengalaman yang seru sekali….kemana niy…kok harus ninggalin blog lama banget…sempetin nulis dong mbak….
Rindu: saya tidak kemana mana mas, saya akan tetap membiarkan jari jemari saya menari diatas tuts hitam milik notebook saya ini … I am not going anywhere kata orang sana
yaaaaah mampir deh, mau ikutan makan, eh baca2.
Manajer restoran itu sungguh seorang yang luar biasa, yang sudah bersedia untuk jujur pada konsumennya…
Apa yang mbak Rindu alami kali ini, rasanya sangat pantas untuk direnungkan kita semua. Apa yang terjadi, apa yang mbak Rindu alami… benar – benar merupakan sebuah contoh kecil yang bener – bener nyata dan tak terbantahkan betapa Allah Ta’ala melindungi hamba – hamba yang di Kasihi-Nya. “Orang – orang yang dekat dengan Tuhan nya adalah orang – orang yang beruntung “(Ari Ginandjar).
Hmm… terlepas dari itu semua…. ^_^ Saya tunggu karya tulisnya yang luar biasa…. semoga bisa menghasilkan karya – karya yang monumental di masa mendatang. Ditunggu karya nya ^_^
Sincerely;
Rizal
NB : Wow.. semoga sukses n apa yang mbak Rindu cita – citaken,yang mbak kejar, yang di fokuskan saat ini. Keep Focus on your Priority (duh… si bolang… belagu pake Inglese nih ha ha…)
Saya mah… ^_^ senang aja berkunjung kemari… untuk di Blog saya sih… asalkan sobat gw Thevemo mau berkunjung aja gw dah seneeng banget… Yang lain sih, berkunjung hukum nya Boleh
Kl Thevemo sih… Sunnah Muakkad.. ^_^
Sukses untuk mu… Mbak Rindu
Saya kagum sama petugas restoran tersebut …
Apapun yang dianutnya …
Bravo …
Salam saya De’
amin…syukur lah g jadi y mbak..hhh..aQ jd ikutan lega dech..
menjadi bintang yang menghiasi malam menjadi seroja yang tak biasa
menjadi matahari yang menghangatkan siang
dan menjadi embun yang menyejukan
what a nice guy he is…
Alhamdulillah…, hijab membawa berkah, rahmah dan perlindungan…
semoga selalu istiqamah, dan selalu berada dalam limpahan rahmah ArRahmaan ArRahiim
Teman teman, saya minta maaf yah jika saya jarang berkunjung ke blog teman teman, karena ada 2 target harus saya kejar dalam dua bulan ini … bimgingan tugas akhir yang harus selesai dan pembuatan website untuk sahabat kanker.
Untuk info, saat ini anak anak disana sudah mulai nulis tentang kata jiwa mereka, dan ada yang sudah membuat coretan dengan krayon sebagai bagian dari menulis jiwa mereka.
Semoga ALLAH memudahkan yah …. terima kasih untuk semua, jika ada salah saya mohon maafkan saya yah
with Love
RINDU a.k.a Ade
mode berkembang zaman kok. satu saat juga mungkin aja jilbab juga jadi modis. makanya ajak2 yang lain juga.
^_^ Saat hijab “fisik” telah terjulur. Maka hijab “ruhiah” akan dibuka. Disaat itulah kita akan menemukan Rabb kita.