Dulu saya sering sekali mencari alasan susah mencari badan amil zakat dan sedekah yang bisa dipercaya… padahal uangnya juga gak seberapa tapi seribu alesan buat saya untuk melalaikan cinta ALLAH, yang terhampar dan hanya tinggal saya jemput saja … alesan aja sih :)

Padahal kasih sayang ALLAH yang maha Rahman dan Rahim itu terhampar dimana mana bukan? kalau hanya ingin menyalurkan sedekah yang tidak banyak coba deh lihat itu ada didepan rumah saya, ditangan pengemis yang datang mengetuk rumah saya sekedar untuk mengisi perutnya yang lapar, yang mungkin anak si pengemis dirumah yang telah kena busung lapar kan?

Sedekah itu bisa dikotak amal yang ada disetiap masjid masjid yang saya kunjungi, sedekah bisa diselipkan ditangan tangan mungil anak yatim piatu di panti yang saya lewati, bisa diletakan diatas meja tamu sang pemilik rumah jompo untuk sekedar membeli obat jika sang nenek atau kakek disana sakit… atau diberikan kepada anak anak yang ikut mendorong gerobak sampah yang tiap hari diperlihatkan ALLAH didepan mata saya … ah malu rasanya jika mata saya yang normal tidak mampu melihat hamparan cinta ALLAH  :)

Mungkin ALLAH sering mentertawakan saya jika saya sibuk mencari badan amil zakat sementara didepan gedung itu ada seorang penyapu jalanan berbaju kuning yang tua renta dan saya tidak melihat dengan mata yang ALLAH titipkan … ALLAH pasti marah jika saya masih saja mencari alasan tidak percaya apakah mereka betul betul miskin dan pura pura mengemis sementara dari pakaian saja sudah jelas terlihat mereka duafa, pakaian mereka beda dengan pakaian saya, seharusnya mata saya dapat melihat bahwa uang Rp.1000 adalah setitik air dipadang tandus untuk mereka :)

Iya, saya jadi ingat ucapan guru mengaji saya ”De, ALLAH mencintai orang orang yang suka bersedekah, jika ALLAH sudah mencintai hambaNYA, tidak ada persoalan yang tidak terselesaikan dan tidak ada doa yang tidak terkabulkan juga tidak ada dosa yang tidak terampuni dan ingat De, jangan sekali kali berani meninggalkan ALLAH [melalaikan shalat] yang telah memberi Ade telinga yang mampu mendengar dan mata yang mampu melihat” … nikmat yang mana lagikah yang bisa saya ingkari jika sudah begini ….

ALLAH tidak pernah ingkar janji … jadi jika selama ini saya hanya diam saja tanpa sedekah, itu namanya saya lagi mimpi untuk dicintai ALLAH, berharap menjadi air dipadang tandus tapi gak sedekah, gimana sih De? ampun jiwa  :)  

48 Komentar

  1. Membaca kata-kata penuh HIKMAH usai makan siang sungguh begitu indah …

  2. Belajar ‘memberi tanpa pertimbangan’ kali ya De …

  3. De, jangan sekali kali berani meninggalkan ALLAH [melalaikan shalat] yang telah memberi Ade telinga yang mampu mendengar dan mata yang mampu melihat”

    nambah ya De …. ” Hati yang mampu mencinta …..”

  4. setuju mas BanNyu, memang santapan raga di siang hari akan lebih lengkap bila ditambah santapan jiwa…

    Sering terasa berat mengulurkan tangan untuk pengemis di pinggir jalan, dengan alasan mereka hanya malas kerja dsb, padahal mungkin memang diantara mereka (atau juga sebagian besar) memang benar2 membutuhkan…

    makasih Rindu..

  5. “Setitik air di padang tandus”..bisa disamakan dg “setitik cahaya di dlm kegelapan” ga yah…??? *ling lung mode on*
    Sekarang harus getol beribadah ahhhhh…buat bekel akherat… Amin

  6. sebiji gandung yang kita berikan akan dibalas sekarung roti!

  7. waduh…, merasa tertampar nih… :(

    belum sanggup jadi titik air di padang tandus. baru dapat menjadi uap air yang belum mengembun. uap air ini masih perlu pergi ke tempat yang lebih tinggi supaya dapat mengembun.

    masih perlu banyak belajar… :)

  8. Be Strong ya de…believe me, Ade sudah berikan yang terbaik..
    Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Ade…aamiin

  9. setiap sudut bumi adalah kebesaran-Nya.
    setiap langkah kakimu adalah ladang amal.
    setiap tarikan nafasmu…bersyukurlah…

    De…tetep catat ya, aku fans mu yang pertama…

  10. Masya Allah, begitu banyak momentum yang mengingatkan saya untuk berbuat yang satu itu.. benar-benar indah, makasih mbak rindu..

  11. memberi itu adalah sebuah proses menuju ikhlas….tapi sulitttt

  12. memberi dan berbagi..
    semoga hati ini selalu ikhlas melakukan keduanya.

  13. “Seseorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal di antara dia dengan Tuhannya tidak ada juru bahasa. Kemudian ia melihat ke kanan, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Ia melihat ke kiri tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya; dan ia melihat ke depan, tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Maka hindarilah oleh kalian siksa api neraka walaupun dengan bersedekah saparuh biji kurma”

    Setitik air dipandang tandus buat mereka yang membutuhkan saat ini ya DE.. tpi insy4JJI menjadi setitik air juga saat dihadapkan siksa api neraka

    DE.. ADE.. trus yang romantis itu gimana?

  14. mulai sekarang harus banyak2 sedekaaah. . . . *untuk saia sendiri*

  15. Antara bebas memberi dan selektif memberi, bukan mencari 1000 alasan untuk memberi, tapi memikirkan ketika kita memberi itu sia sia……

    Rindu: untuk ALLAH tidak ada yang sia sia mas … Rp.1000 untuk ALLAH gak berat kan? jangan liat siapa yang kita beri tapi lihat niat kita untuk ALLAH, tabungan akhirat gitu loh :)

  16. ada juga yg lebih praktis, pake ATM…. anyway, sedekah itu gak penting jumlahnya, tp ketulusannya itu lho..

  17. Secara praktis Zakat adalah kewajiban (ada takaran minimumnya) dan Sedekah bisa sukarela. Namun keduanya adalah jika dijalankan dengan ikhlas sungguh luar biasa dampaknya bagi yang memberi/mengeluarkan (dan tentu saja bagi yang menerimanya).

    Ini adalah sistem yang dirancang oleh yang merancang Manusia. Bukan sekedar merupakan jaring pengaman sosial bagi yang kurang beruntung, tapi juga jaring pengaman kehidupan yang lebih baik bagi yang memberikan.

    Pasti akan percaya jika telah mengalami dan merasakan, jangan berhitung dengan Allah, maka Ia juga tak akan berhitung dengan kita. Coba deh, lakukan pengeluaran zakah dan sedekah dengan ikhlas dan rutin dan rasakan keajaiban Allah.. :)

  18. Sedekah bisa dilakukan kapan saja

  19. waduh… menohok…
    iya, seringkali niat nya pengen bersedekah, tapi pertimbangan nya buanyak bgt… sampe akhirnya ga jadi aja…
    manusia… manusia…

    btw, salam kenal…

  20. sudah tugas kita untuk membantu hak mereka..
    karena pada harta kita ada hak mereka

  21. nona,tersenyumlah dengan sejuta keikhlasan saat mencari amil zakat, nona hebat. salam hangat selalu

  22. Yap. Terkadang hal kecil bagi kita bisa begitu besar bagi makhluk lain. Jadi wajar bila tuhan juga berkata, “orang yang paling baik adalah orang yang paling berguna bagi orang-orang lainnya”.

    Seperti kerja otak yang bekerja sama. Saling membelit memberi informasi. Seperti itu pula esensi manusia hidup. Saling membelit, membagi harta dan pengetahuan bagi yang membutuhkan.

    Nice message sista :D

  23. jangan lupa bersedekah buat diri sendiri juga.

  24. lha posting ini kan jga sedekah bagi yang membaca..

  25. Alhamdulillah………

  26. sedekah bisa dilakukan dimana saja n kapan saja.. asal ada niat ya sist…

  27. subhanallah saya lagi2 kagum atas kebesaran Allah yang diberikan kepada rindu utk menggugah orang-orang dengan tulisannya ;)
    kasih sayang Allah itu selalu diberikan sayang kita yang selalu mengingkari :)

  28. Saya cuman gak yakin dengan judulnya. Seharusnya, setitik air di padang tandus kan tidak berarti apa-apa. Yang berarti kan segalon air di padang tandus ;) . Tapi jadinya, kalimat “bahwa uang Rp.1000 adalah setitik air dipadang tandus untuk mereka” bisa diartikan berbeda. Mungkin saja kan kalimat itu jadi berarti bahwa Rp1.000 memang tidak berarti apa-apa buat mereka. Bukankah uang seribu sekarang memang sudah tidak berarti apa-apa? Jadi kalimatnya bisa menjadi sekaligus sindiran, “mbok ya kalo mau membantu jangan ngasih seribu gitu loh. Ngasih lah ya minimal Rp5000 ato berapa kek, asal bisa buat beli nasi sama lauknya.”

    “lo kan, kalo dikumpulin jadi banyak”

    “la ya wong niatnya kan bukan untuk menganjurkan mereka untuk rajin menabung toh? tapi untuk memberi segalon pasir di tengah padang pasir toh? ato memang sampean memang inginnya hanya ngasih setetes? biar mereka penasaran gitu?”

    “lo kok gitu sih? nggak kok”

    “ya wis, saya juga ngerti kok, setetes air di padang pasir kan cuman perumpamaan… ya kan?”

    “hehehe.. iya mas”

  29. ralat: segalon pasir seharusnya segalon air… hehe mangap

    “ah mas ini, mangap aja sendiri.”

  30. ralat: bukan setitik air di padang pasir ya, tapi setitik air di padang tandus..

    “hehe, maap mas dah malem, waktunya tidur la ya malah kutak ketik ke sana ke sini toh. jadi aja salah terus”

    nuwun diapunten

  31. Terimakasih mbak Ade.

  32. subhanallah…

  33. Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah… :)
    Kalo gak ada duit senyum aja de… Tapi lebih baik lagi sambil senyum sambil memberi 1000. “Lebih baik memberi banyak tapi ikhlas daripada memberi sedikit tapi tidak ikhlas.”

  34. memang nyaris tidak ada alasan lagi buat kita untuk tidak berbagi…

    UANG YANG KITA PAKAI
    UNTUK BERBAGI
    ITU JUGA PUNYA SIAPA?

  35. sedekah tidak menyebabkan miskin, sedekah malah menambah uang kita…bener ga sih…?

  36. membaca judul di atas, mengingat kan saya pada sebuah tayangan di metrotv yang menjeritakan kadal epinda di gurun di saudi arabia, begitu cerdasnya menyiasati ketidak adaan air di gurun…

    :)

  37. bikin saya pengen ‘pulang’

  38. setelah kita memberi kepada si lemah, ternyata…

    PAHALA YANG KITA DAPAT
    DARI BERBAGI
    ITU JUGA DARI SIAPA?

  39. Mudah2an semua org berpikiran sm dgn Ade..
    Saya kl lg makan di warung pinggir jalan sebenernya suka sebel kl ada pengemis yg masih muda, segar bugar, tp kerjanya meminta2, mksd saya mbok ya cari uang dgn cara yg laen aja, mulung sampah, nyuci pakaian org laen, etc… tp ya beginilah negara kita..
    menurutku disinilah gunanya badan amil zakat, mengkoordinir org2 yg menyumbangkan sebagian dr kekayaannya di jalan yg benar, yg semestinya berhak menerima..
    gmn kl nyumbangnya cm sedikit? ehmm… kl saya ditumpuk dulu deh supaya banyak trus tiap tahun disalurin ke yg bener (saya serahin ke ibu buat dibagikan ke tetangga2 yg ga mampu)

  40. Tulisan yg sangat menyentuh.
    Memberi tidak harus selalu yang serba wah. Yang penting, ikhlas. Memberi bisa dilakukan pada orang-orang di sekeliling kita yang memang memerlukan tanpa pandang bulu.

  41. weitsss SETUJUUUUU 10 jempol!!!! (pinjem jempol tetangga mode : ON!)

    hmmmmm damainya kalo lg nongkrong di sini!

    Rindu: makasih sist .. jangan bikin pipi saya tambah merah dong, kan malu dilihat orang. Love you !!

  42. Ah, memberi dengan berharap akan diberi ? :D

  43. duh, jadi malu…
    saya ngga terlalu sering sedekah,
    malah sering sudzhon, astagfirullah :|

  44. Memberi adalah tanda kekayaan…
    Kekayaan bukan terletak pada pada banyaknya harta..

    *no link PLEASE … [maaf ya mas]*

    Salam.

  45. sedekah adalah transaksi kita dengan ALLAH

  46. jd ingat2 kata2 dalam laskar pelangi
    ‘hiduplah untuk memberi sebanyak2nya..bukan untuk menerima sebanyak2nya’
    hehe *msh demem Laskar Pelangi khan? :P

  47. Makasih telah mengingatkan “jujur aku suka pilih-pilih dalam hal satu ini”

  48. dengan menuliskan kata-kata ini, sudah merupakan sedekah tersendiri buat si penulisnya. semoga kita selalu di jalan-NYA
    amien


Tulis sebuah Komentar

*
*