Beri saya kesunyian

Cinta ALLAH membuat saya melihat tanpa mata … mendengar tanpa telinga … berbicara tanpa kata.

Ya ALLAH … jika boleh saya meminta, saya tidak ingin menangis lagi karena takut saya, saya tidak ingin luka lama itu kembali, saya sangat tidak ingin bersentuhan dengan basahnya darah yang harus saya lap dan keringkan dari hati saya, saya tidak akan sanggup lagi mengucurkan keringat karena trauma saya kembali datang dan datang lagi, saya tidak ingin duduk disudut kamar saya lagi dengan sesak napas yang panjang, saya tidak ingin lagi dan lagi harus bercucuran airmata dengan tubuh menggigil seperti kemarin…

Ya ALLAH, cukuplah luka yang kemarin dan jangan pernah ia datang lagi dalam bentuk kenangan sekalipun, dalam bentuk bayangan berlalupun … saya tidak akan sanggup mengejar matahari sekedar untuk menghangatkan tubuh saya, sekedar mengeringkan sayatan sayatan dihati saya, sekedar menghangatkan lembabnya sajadah saya…

Ya ALLAH, jadikan luka yang kemarin yang terakhir untuk saya … saya hanya ingin memiliki ENGKAU yang tidak akan melukai jiwa dan raga saya, hanya ENGKAU, saya ingin berhujan hujanan dibecek halaman rumah saya untuk menikmati air kehidupanMu, saya ingin berlari diantara pematang sawah milikMU sambil membentangkan tangan saya dan menghirup napas yang ENGKAU pinjamkan, saya hanya ingin merebahkan diri saya diatas sajadahMU, merebahkan hati dijiwa yang sunyi berdua saja denganMU…

Ah saya sangat merindukan ALLAH [meneteskan airmata] … 

irhamnna ya ALLAH, irhamnna !! hanya ENGKAU tempat saya mengadu bukan yang lain, berilah saya kesunyian agar hamba mampu menjadikan diri saya HAMBA :) 

About these ads

19 thoughts on “Beri saya kesunyian

  1. mba rindu… untaian kata yang mba hasilkan di postingan ini, sungguh membuat hati saya menangis…

    saya sangat bersyukur Allah memberikan saya keempatan merasakan luka di hati yang parah, sayatan2 yang dalam, mengucurkan darah, dan sangat sulit untuk dikeringkan..

    luka yang membuat saya memahami, menyadari sepenuhnya, cinta sejati itu hanya miki Allah. hanya Allah yang tidak akan pernah menyakiti kita.. yang mencintai kita dengan tulus…

    Saya mencintaiMu, Allah…

  2. iya, Allah swt pasti mendengar semua ungkapan hati Ade…, Allah swt mungkin juga tersenyum mendengar permintaan hambanya yang baik… :) karena Allah swt senang mendengar permohonan hambanya yang tulus… :)

  3. Selama ajal belum menjemput, ujian dariNYA akan selalu datang menghampiri,
    lebih dekatlah denganNYA,
    semoga Ujian jadi terasa mudah

  4. Ibarat orang yang sedang mendaki menuju puncak gunung, kita memang harus berhenti sejenak, menoleh ke bawah. Memang, kita tidak boleh lupa dengan target kita di puncak sana, tapi tidak ada salahnya berhenti sejenak dan merenungi langkah demi langkah yang telah kita lalui dari bawah sana. Mana yang salah, kita perbaiki, mana yang kurang kita tambahi. Dan yang paling penting bersyukur atas segala rahmatnya, dan mohon kekuatan untuk mendaki sampai ke puncak kesejatian diri. Salam kenal/cari-kunjungi gubug kami.

  5. Ada wise word bilang “You will don’t know where you going, if you don’t know where you’ve been”. Masa lalu (pengalaman) akan mengajarkan kita untuk “meraba”(memprediksi) masa depan kita.

    Kesempatan memang ga datang dua kali, tapi yang namanya kesempatan itu pasti selalu ada.

  6. masa lalu jadikan seperti kaca spion
    dilihat jika diperlukan dan jadikan acuan (biar gak nabrak) untuk maju ke depan :)
    semangat semangat…chayooo…:D

  7. Dihadapan Allah
    kalu ingin menangis ya menangis saja
    kalau luka lama meyergap yaa biarkan saja dan maafkan saja, ketakutan akan luka lama hanyalah bentuk lain pengharapan datangnya luka lama tersebut, obatnya maafkan diri sendiri. Akuilah (hanya di hadapan Allah) ketidakberdayaan, kehinaan, kelemahan diri. Kalau menyadari bahwa kebaikan yang ada pada diri atau orang lain meskipun seberat bolabekel hanyalah semata-mata rahmat dari Allah dan keburukan pada diri/ orang lain walaupun seberat neutron hanyalah semata-mata karena nafsu diri yang tergoda syaiton (syaiton pun menggoda karena ada izin Allah) maka kita merasa seperti bukan siapa-siapa.
    Mungkin karena saya lelaki keindahan selain wanita dan anak-anak adalah kebahagia ikutan maulid simthud durar, shalawat memuliakan nabi, waah senengnya….

  8. hmmm…, ada apa ya?
    ditengah hiruk pikuknya siang, mba Rindu koq merindukan kesunyian?
    hmmm…, cuma mba & ArRahiim yg tahu.
    >>> klo boleh usul nih, & langit nanti malam cerah tanpa mega, mengapa tidak mencoba mendapatkan kesunyian sekaligus bercumbu dg rembulan yg sedang purnama? :)
    >>> mudah-mudahan mba sedikit bisa terhibur malam ini. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s