Siti Nurbaya …

Sudah lama saya berpikir bahwa kisah hidup Siti Nurbaya karya Marah Rusli tidak akan terjadi didunia nyata, abad 21 ini dan ditahun yang berangka kepala dua … ah semoga saya salah menilai tentang pernikahan sahabat saya yang bagai petir dipagi hari, merasuki jiwa saya bersama datangnya embun pagi ini :)

Sebulan ini saya mencari sahabat saya ini karena tidak ada satupun SMS yang masup ke HP saya sekedar mengabarkan keberadaannya atau sekedar berbagi airmata, atau sekedar menertawakan makhluk berburung yang sering hinggap datang dan pergi dalam hidupnya atau tentang saya yang lebih banyak tersenyum daripada berbicara, iya, dia adalah burung beo dalam hidup saya yang kicaunya selalu saya rinduku sebagai pengisi napas saya … dan sejak blognya dibiarkan kosong tanpa nyawa, pagi ini sahabat saya datang dengan cerita yang membuat saya ingin berlari memeluknya, ingin meminjamkan pundak saya untuk menampung airmatanya dan ingin berbagi derita, ah seandainya saya dan dia punya sayap mungkin kami sudah menyeberang selat sunda untuk bertukar pelukan, maafkan saya sist … saya tidak bisa berada disana :(

Sahabat:  “De, sebelumnya maafin gue, gue sudah menikah disini, dan mohon maaf tidak memberi kabar, bukan tidak ingin membagi bahagia, tapi pernikahan ini bukan maunya gue, gue sama sekali tidak bahagia De. Bantu gue untuk keluar De

Saya: “Hah !! koq bisa gitu sist? ya ALLAH, emang elu nikah saya makhluk dari planet mana sih?” [cengeng saya langsung kambuh dan sumpah saya dibuat tidak mampu berkata-kata lagi, gadis yang satu ini terkenal ceria, humoris, penuh dengan cita-cita dan idenya tak habis habis]

Sahabat: “De, sekarang gue gak yakin sama hidup gue sendiri De, gak tahu lagi arahnya kemana. Setiap hari gue cuma nangis dan begadang memandang langit waktu malam, sekarang gue pengen punya sayap seperti keinginan elu De, yang bisa bawa gue terbang keluar dari neraka dunia ini

Saya: “Jangan putus asa sist, kenapa sih kemarin mau nikah saya datuk maringgih gitu? kenapa gak bilang TIDAK? siapa yang maksa?” [seribu pertanyaan di benak saya, menghujam pedih yang saya coba tahan-tahan, takut dibilang cengeng ya De]

Sahabat: “Ceritanya panjang De, sekarang gue masih nangis terus, duh kenapa sih gue ngorbanin hidup gue gini De? gue dosa yah kalau tidak mencintai suami? inikan pernikahan kan De bukan sandiwara”

Saya: Sist, tenang dulu yah. Gak boleh bunuh diri yah, ALLAH maha menyelesaikan semua masalah dengan cara yang terbaik. Ketika kita tak lagi mampu menyelesaikan maka serahkan total kepada ILLAHI, DIA yang memberi cobaan dan DIA pula yang akan mengambilnya, believe me, GOD will never leave you alone, nanti Ade telp yah, sekarang istirahat aja dulu” [sok tahu MODE ON, saya memang sok tahu, padahal kalo saya jadi dia, mungkin saya akan berdoa "ALLAH matikan saja saya"]

Sahabat … badai pasti berlalu, mungkin ALLAH berkenan memberi cinta diantara kalian, atau mengeluarkan kamu dari pelukan datuk maringgih itu, PASTI ada jalan keluar, bukankah didunia ini tidak ada yang abadi, bahagia tidak abadi, apalagi derita PASTI juga tidak abadi.

“Sist … jika saja ada yang bisa saya bantu untuk mengeluarkanmu dari neraka dunia, maka akan saya lakukan agar blog mu kembali berwarna putih tidak gelap, dan kamu bisa menjadi seperti moto di blogmu “just open your eyes and you can see how beutiful life is” :)

Lalu jika cerita hidupmu adalah kisah siti nurbaya, maka saya menerawang dimana Syamsul sang kekasih hati, tahukah dia bahwa bidadarinya telah menikah? ah tak sanggup saya membayangkan betapa luka yang dalam telah mencakar cakar hatinya [saya tahu persis rasa tidak bisa memiliki] :(

About these ads

52 thoughts on “Siti Nurbaya …

  1. pasti sedih sekali,
    masih ada ternyata, seperti ini.
    apa cinta bisa dipaksa?
    ah, seperti tidak punya hati saja.

    sabar ya, mbak. Pastia da hikmah kebaikan dibalik ini semua..

  2. Saya hadir untuk menggenapkan comment ditulisan siti nurbaya ini menjadi 50 :)

    Seluruh comment telah dibaca oleh sahabat saya si SITI nurbaya, terima kasih yah atas segala nasehat dan support.

    Sist … saya akan selalu ada, hubungi saya jika kamu tak lagi mampu menanggung beban yah, jangan nangis lagi loh, “De, easy to talk” iya saya mengerti, seberat apapun pastikan saya akan selalu ada ya sist, I love you my queen :)

  3. Teh Rindu…
    itu teh cerita beneran ato cuma cerita-ceritaan?

    Tapi seiman kan? Baikkan datuknya? Sholeh kan? Klo gitu sih coba buat nerima aja rahasia Tuhan siapa tau datuk itu yg bisa ngebahagiain di akherat

    Klo jahat, tukang mukul, buaya darat, berontak aja Teh, zaman sekarang banyak lembaga perlindungan wanita kok.. :D

    -Turut mendoakan

  4. bersabar en ikhlas aja tuk sahabatnya.

    coz, janur kuning sudah melengkung, apa mau dikata, dikata apa mau, dikata mau apa.
    *halah*

    niatnya dikembalikan bahwasanya dy, menikah karena Alloh, bukan sebab-musabab yang laen. Dan senantiasa berdoa kepada-Nya. Berdoa agar dy bisa tuk belajar mencintai suaminya. Saya kira cinta dapat dibangun. Bukankah dengan berdoa dapat merubah takdir Alloh.

    sepakat dengan mbak syelviapoe3, kalo sang Imam sholeh dan seiman, insyaAlloh ‘selamat’.

    wallahu ta’ala a’lam

  5. cinta berlabel siti nurbaya, masih ada nggak yah.. cerita ini sungguh mengawang ke masa lalu. Tapi jika ada saat ini paling orang bilang … aduuh biyuuung…

  6. Percayalah,…rasa cinta itu perlahan akan tumbuh..seiring waktu.
    Asal kan menikah dengan seorang yang seagama dan bersedia hidup sebgai seorang manusia apa adanya..Insyaallah…segalanya dimudahkan

    Bukalah pintu hati…Just believe
    *kali ini saya serius mode on

  7. Dunia memang tidak selalu berputar sesuai kehendak dan cita cinta kita manusia. Dunia adalah milikNya.

    Sebenarnya ini adalah ujian, dan pastinya sangat berat untuk dilalui. Besarlah jiwa dan hati orang-orang yang bisa menerima ujian dengan kesabaran dan ketabahan.

    Yakinlah, pohon kesabaran akan menumbuhkan bunga-bunga anugerah dan buah-buah hikmah.

    Semoga sahabatmu itu Rin, bisa melewati semua ini dengan baik. Amin.

  8. Tak ada satu kejadian, sekecil apapun, terjadi tanpa kehendak Allah.
    Yang paling penting, adalah ikhtiar..
    Jika sudah sampai di ujung ikhtiar, dalan Allah menghendaki itu terjadi, itulah dia yang disebut taqdir…
    Semoga sahabatnya kuat.. Percayalah selalu ada hikmah dalam setiap kejadian

  9. ..jalani ajah dulu.. dengan ikhlas.. kalo ternyata perlu ‘revisi’, ya nanti ajah.. dalam hidup, ada hal-hal yang kita gak suka meski mungkin penuh kebaikan buat kita, vice versa.. Lagipula, kalo emang gak mau nikah, kenapa gak sebelumnya.. :) .. Btw, apa sih yg dicari dlm hidup..

  10. waduh, kenapa juga hare gene masih ada kawin paksa, yak? mudah2an saja bukan karena paksaan si datuk maringgih, haks… padahal kalau kita lihat fenomena yang terjadi sekarang umumnya bukan kawin paksa, melainkan terpaksa kawin, hiks :lol:

  11. ternyata ada ya yang kaya gitu…
    aku pikir cuma di sinetron doang…
    semoga sobatnya tidak selalu melihat sisi kosongnya saja. bukannya gelas setengah kosong juga bisa disebut setengah isi??
    *uopoooo iki???!

  12. Mungkin masih banyak Siti Nurbaya zaman sekarang, namun mungkin juga sahabatmu tidak berani meyakinkan orangtua untuk menolak sarannya, atau ada hal-hal lain yang tak diungkapkan..
    Apapun pernikahan hendaknya harus dijalani dengan tulus, karena keputusannya melibatkan banyak pihak. Jika ibu tak bahagia, akan kasihan anak-anaknya nanti.

  13. @ hanggadamai : *ambil batu*
    *timpuk kepala si hangga*
    maap ya mbak, mas hangga emang nyebelin cerewet dan bawel…
    numpang nyampah + berantem disini ya mbak
    makasi… ehehehe

  14. Percayalah apa yang dikatakan Allah dalam QS Al Baqarah ayat terakhir:
    La yukallifullahu nafsan illa wus’aha”, “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya”

    Sebagai sahabat, kita tetap harus membantunya dengan memberi dukungan moril, dan doa tentunya.
    Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah.

  15. wah, persoalan yg kompleks… :)
    menurut pendapatku inti persoalannya adalah pernikahan itu bukan kehendak sahabat De. berarti sahabat De menjalani pernikahan dengan terpaksa. hal ini yang membuat ia tidak bahagia. kebahagiaan memang unik bagi masing2 orang, tapi intinya tetap, yaitu seseorang hanya akan bahagia apabila ia melakukan hal-hal yang sesuai dengan suara hatinya. selama seseorang melakukan sesuatu, namun bertentangan dengan suara hatinya, maka akan sulit ia bahagia. ibarat burung yang biasa hidup di alam luas, namun harus hidup dalam sangkar. Lalu bagaimana penyelesaiannya? mungkinkah suaminya bisa diberi pengertian dan penjelasan? mungkinkah suaminya dapat memahami penderitaan sahabat De itu? tapi informasi yang ada terlalu sedikit untuk bisa memberi masukkan bagi sahabat De itu. ya mudah2an, kepribadian suaminya tidak seburuk Datuk maringgih. dan mudah2an si suami bisa diberi pengertian dan pemahaman, sehingga bisa sedikit mengurangi beban sahabat De itu… dan mudah2an segalanya akan menjadi lebih baik. semoga…

  16. seperti nya saya tau sahabat mbak itu [blog nya]..
    saya juga terkejut mendengar kabar tersebut…
    moga aja sahabat mbak bisa menjalani semua itu dengan ikhlas dan tetap sabar [walaupun dgn kadar sabar yg ekstra sekali]
    tisam ya sama sahabat mbak… :)

  17. “just open your eyes and you can see how beutiful life is”

    Yah Moto hidup yang bagus. Adanya kebahagiaan karena ada derita. Kita hidup tak bisa lepas dari ketentuan ini.

    Sabar ya…Suatu saat cinta bisa muncul diantara ketidak nyamanan selama kita memasrahkan hidup kita pada Allah SWT. Alllah pasti menunjukan jalan terbaik.

  18. @ hanggadami : maunyaaa..hahahahaha

    mbak mbak.. semoga si siti tetep semangat buat hidup yg lebih baek.
    hum… emang bnran tuh nikah ama datuk??
    kenapa ga melarikan diri aja kayak romi and juli..halah…

  19. cinta itu datang karena kita ingin..
    kalau kita tidak merasakan cinta ama si datuk maringgi berarti karena kita memang tidak ingin mencintai si datuk..
    emang beneran nikah ama si datuk?weks

  20. mungkin hanya berbeda persepesi saja, menurut saya siti nurbaya menikah atas kemauannya sendiri, dengan mengingat situasi dan kondisi kehidupannya saat itu, dia wanita yang hebat hingga berani menikah dengan pria tak tau malu, jahat, menjijikkan, pantas tuk dibunuh,,,, . maaf keterusan abis emosi sih.
    ( dari mahluk berburung)

  21. setahu saya, Siti Nurbaya menikah karena ‘dipaksa’ keadaan dan rasa sayang pada orang tua, bukan dipaksa oleh orang tuanya. Adakah sahabat mbak juga begitu?

  22. ZZZZZzzz … *membekap diri dengan bantal* malu dilihat bulan yang penuh dari balik jendela itu :)

    MERDEKA … tapi tidak untuk sahabat saya yang kini dipelukan datuk maringgih, ah sungguh neraka duniapun ada [lagu siapa yah?]

  23. Si SITI .. dulu ada seorang sahabat lama yang biasa memanggil saya dengan sebutan “SITI” katanya itu pas untuk saya yang suka memberinya senyum :)

    *narsis MODE ON*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s