Senja ini saya berjanji bertemu dengan sahabat lama saya, seorang perempuan cantik yang tingginya melebihi rata-rata perempuan, yang selalu berambut pendek, yang selalu bercelana jeans ketat dan berkaos seadanya, yang bersepatu sport … sahabat saya yang selalu ingin tahu bagaimana kabar saya sebulan ini, setahun ini, dan selama bertahun tahun dia sering sekali menghapus hujan diujung mata saya, tak jemu dia mendengarkan cerita saya yang itu itu saja kejadiannya, dan tak jenuh ia melihat betapa cengeng saya tidak jua usai dari sejak dia mengenal saya hingga saya berada dihadapannya saat ini. Ika nama perempuan cantik ini :)

Tapi Ika yang saya kenal dulu telah berubah, sekarang ia telah berhijab, telah melaksanakan rukun islam yang kelima [tahun lalu ia naik haji bersama kakaknya], ia telah mengganti gaya tomboynya dengan kerudung panjang menutup dadanya… celana panjangnya tak lagi ketat, ah cantiknya sahabat saya ini, satu detik, sekian menit, empat jam sudah saya bercengkrama menanyakan kabarnya dan ia menanyakan kabar saya … “De, elu lebih dewasa sekarang” ehm, itu komentarnya. Jam 18.55 kami berpisah di di starbuck setiabudi building karena ia harus pulang, dan saya baru tersadar bahwa saya belum shalat magrib, astaga … berlari saya menuju mushola di basemen gedung setiabudi yang panjang ini. Masih ada waktu … 5 menit menjelang isya :(

Dimushola ini hanya saya sendiri [ruang perempuan terpisah oleh sekat dari ruang shalat lelaki] … salam terakhir dirakaat ke-tiga selesai, lega rasanya. Namun beberapa detik kemudian terdengar seorang lelaki mengumandangkan adzan isya [ehm...] … jadi saya putuskan untuk shalat isya dulu disini. Bukan waktu shalatnya yang istimewa dijiwa saya tapi suara merdu yang mengumandangkan adzan itu yang membuat bulu roma saya berdiri.

Iya, suara imam itu menggoda telinga saya tanpa saya lihat sosoknya … ya ALLAH terima kasih sudah meletakan jiwa saya dimushola ini, dan terima kasih sudah memperdengarkan suara indah dibalik tirai pemisah ini… kemudian dia memimpin shalat isya di mushola yang sepi ini,  suaranya menggelegar indah bak deburan ombak, suaranya lembut bak tiupan angin di pegunungan, suaranya mendinginkan hati saya baik  kabut yang tiba-tiba turun, bacaan  Al fatihah dan surat kecil lainnya baik dawai gitar, bak suara seruling ditengah sawah di Indramayu sana, bak lambaian rumput yang berayun ayun, baik suara burung menyambut embun,  …. ah sepanjang shalat tak terasa telah mengalir hujan deras diujung mata saya [dasar cengeng, gitu aja nangis...] :)

iya, seandainya dirumah saya ada imam yang seperti ini … seandainya suara indahnya dapat saya bawa pulang … seandainya saya bisa mendengarkan suara ini membacakan ayat ayat Al Quran kapan saja saya inginkan :)

Saya sedang bermimpi atau sedang merindukan si dia .. saya pastikan saya sedang bermimpi karena saya tidak ingin menggantungkan kebahagiaan kepada si dia, dan sepanjang perjalanan pulang ditemani gerimis langit saya terus bermimpi .. hingga tiba-tiba ada yang menyeruak lubuk hati saya yang paling dalam, mengiris iris merahnya hati saya, membawa angan saya terbang ke awan dan bermimpi memeluk awan [seandainya waktu bisa berulang...], sudahlah !!  :)

De, hidup bukan untuk berangan angan tapi berpijak dibumi dan membangun harapan … aku tahu kamu kuat bahkan sangat kuat“ jadi teringat pesan kang Tara, beberapa purnama yang lalu :)

YOU WILL NEVER WALK ALONE …. moto Liverpool :)

 

34 Komentar

  1. lagi nyari imam ya sis? :mrgreen:

  2. Ehm … Chic, komengmu jam 1:04 pagi. Mimpi yah? :)

    Vio bisa jadi imam saya gak?

  3. salam terakhir dirakaat ke-empat selesai, lega rasanya.
    —————
    ehmmm… ???
    sejak kapan sholat maghrib ada rokaat keempat mbak? ;)

    peace…

    yakin deh, you will get your imam…

    Rindu: Sudah saya ralat mas, mohon maaf terburu-buru karena postingannya menjelang pagi, terima kasih kritiknya… ZZZZzz
    :)

  4. sip2…

    Rindu: makasih … tahajud yok, mau jadi imam saya. Halah :) Gak penting De !!

  5. wahh.. baru mau tulis ajakan itu… tapi teringat, tahajjud lebih baik sendiri-sendiri (kalo gak salah)..

    salamin ya, kepada kekasihmu yang kau temui di tahjjudmu.. :)

  6. semoga ALfatihah terus mengalir membasahi relung jiwa ..

  7. hiks..
    boleh nitip absen ga malam besok? :-)

  8. waaaa kek-nya pada begadang yak semalem :p

  9. mari kita jalan bersama-sama
    biar tercapai moto

    “You’ll never walk alone” :)

  10. Ass,,,Salam Kenal

    Bersama Meraih Kemenangan, Pererat tali silahturahmi…
    http://sidikprasojo.wordpress.com

    Jazakumullaahu khairan katsiiraa.

  11. You’ll never walk alone,,cos you walk with your shadow…:)

    *salam kenal ya*

  12. jadi g’ mimpi ya mba”’, jm berapa tidur nya,, halah ko’ g’ nyambung ya

  13. selalu saja ada nilai2 spiritual yang dituturkan dg lembut dan menyentuh. mbak rindu memang layak menrrima predikta sebagai motivatir spiritual di kompleks blogsophere ini. siip!

  14. tapi bukan ketemu dengan saya khan Ukhti ??? wah , aku kabur ajaaaaa

  15. Lebih baik diawali dengan mimpi daripada berujung mimpi.. :D

    Menurut Anatole France: “To
    accomplish great things, we must not only act, but also dream; not only
    plan, but also believe..” :)

  16. Ya Allah berilah jodok yang terbaik untuk saudariku ini. Sayangilah dia karena engkalulah Ar Rahman Ar Rahim.

    Rindu: Irhamnna ya ALLAH, semoga saya selalu dalam limpahan kasih sayangnya. Mas Arif mohon maaf commentnya masuk ke spam dan terhapus :)

  17. penggemar liverpool ya?
    :D

  18. semua bisa berawal dari mimpi kok…

  19. “suaranya menggelegar indah bak deburan ombak, suaranya lembut bak tiupan angin di pegunungan, suaranya mendinginkan hati saya baik kabut yang tiba-tiba turun, bacaan Al fatihah dan surat kecil lainnya bak dawai gitar, bak suara seruling ditengah sawah di Indramayu sana, bak lambaian rumput yang berayun ayun, baik suara burung menyambut embun”

    hal ini mengingatkanku pada suara-suara yang membuatku terharu. terakhir aku mendengar doa dari seorang ulama dari syiria yang disiarkan langsung melalui TVRI pada acara pembukaan International Conference of Islamic Scholars (ICIS III)di Jakarta. aku hanya melihatnya melalui televisi, tetapi suaranya sungguh meresap dalam hati, suara yang sangat murni, suara yang membuat pendengarnya terharu. kulihat tak sedikit para peserta yang berkaca-kaca matanya saat doa dipanjatkan beliau. selesai membacakan doa, beliau dipeluk dan di cium pipinya oleh mantan menteri agama, Tarmizi Taher. kulihat Bp. Tarmizi Taher juga berkaca-kaca matanya. entalah, tapi menurutku, orang yang dengan kata-katanya mampu menyentuh hati yang terdalam sehingga membuat orang lain terharu dan berkaca-kaca matanya, aku rasa memiliki kedekatan yang sangat pada Allah swt. subbhanallah…, andai saja suara-suara seperti beliau bisa didengar setiap hari, sebagaimana siaran berita, aku yakin, akan terjadi banyak perubahan dalam masyarakat. sayang…, ya sayang…, ternyata suara-suara seperti itu masih sulit sekali ditemui disekitar kita…, aku hanya bisa berharap, semoga… akan lebih banyak lagi suara-suara murni, yang tak setitikpun ternodai oleh kepentingan pribadi yang bermunculan di bumi pertiwi…, semoga…

  20. Salam
    Duh sepertinya de sedang jatuh cinta *koment OOT*

    Rindu: engga sist, saya janji untuk TIDAK jatuh cinta lagi karena saya tidak berani untuk kehilangan ….

  21. slmt mlm,Rindu

  22. maap yak :)
    kamu emang gak pantes masuk Blogroll,
    tapi lebih pantes saya buat RSS,
    itu lho di bawahnya blog roll blog ku ada RSS blog Rinduku :)
    jadi biar bisa lihat update blog mu :)

  23. waduh..repot banget mau nulis komentar harus login dulu..tp gak apa2.
    Emily, jadi teringat seseorang.
    Jazakallah khairan

  24. bila hati RINDU menikah *kayak judul buku jadinya*

    jangan hanya sekedar berujung mimpi ya…

  25. setuju sama komen pak sawali.. good mba rindu, keep going !!

  26. oalah de.. begitu kamu kasih link di blogmu, blogku jadi ada lonjakan pengunjung :D .
    Sorry de belum bisa baca-baca blog lagi nih. Blogku sendiri juga lambat diupdate:(

  27. sudah cukup sering saya mendengar alunan indah khas azan yang seperti mbak rindu dengar dan ceritakan, namun bukan merupakan hal yang biasa bagi saya untuk meneteskan air mata ditengah tengah alunanya, saya merindukan masa itu..! masa itu lagi.. :(

  28. yah..mudah2an Allah mempertemukan nya kemabali
    amin….

  29. suaranya ga bisa di download ya…

    ga lama lagi pasti dipertemukan oleh sang imam *yakin pasti ada satu untukmu*

  30. Mudah-mudahan dapat imam seperti yang diidamkan ya Rin.

  31. mbak rindu sangat lembut yaa tulisan-tulisannya.. :)

  32. wah pencarian seumur idup tuh, kalau nyari jodoh hehehe selamat ‘bersabar’dehh :)

  33. sumpah mbak, itu bukan saya yg adzan lho.

  34. Hidup memang bukan angan-angan, tapi angan-angan yang berhasil diwujudkan merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita seperti pebulu-tangkis yang mengangkat tinggi2 piala Uber-nya ditengah sorotan penonton. :)


Tulis sebuah Komentar

*
*