Sewaktu saya kecil dulu, saya selalu berpikir bahwa saya adalah malaikat kecil dengan sayap dipunggung saya, dan saya bisa terbang seperti burung yang kerap hinggap di ujung jendela rumah saya sewaktu kecil dulu … kemudian untuk mewujudkan angan angan saya, orang tua saya membelikan saya sapap-sayap mainan berwarna pink [ah betapa bahagianya saya waktu itu], dengan sayap mainan dipunggung saya yang mungil, saya akan berlari keliling rumah saya yang mungil dengan tidak lupa mengepakan tangan saya … dengan tidak lupa menengadah ke langit sewaktu waktu dengan harapan saya bisa menyatu dengan awan dan berada diantara langit biru dan awan putih … I believe I can fly :)

Kemarin [mohon maaf sebelumnya TANPA bermaksud narsis yang akan membuat pembaca blog saya iritasi] ada yang mengatakan ini ke saya “De, loe adalah malaikat buat gue, loe udah menyelamatkan gue dari kegilaan yang nyaris, kehangatan genggaman tangan elu waktu gue nyaris bunuh diri adalah tangan malaikat” berlebihan betul ucapan sahabat saya karena saya jauh dari pengertian malaikat yang terbuat dari nur, yang didalam jiwanya tidak ada nafs.

Kemudian sepanjang jalan dari mengantarkan sahabat saya pulang, saya mulai mengkhayal seperti masa kecil saya dulu.. iya, seandainya saya malaikat dengan sayap, yang pertama ingin saya lakukan adalah terbang mencari ALLAH [jika diizinkan] dan kemudian terbang mencari si dia saya yang tenggelam ditelan bumi, kemudian saya akan terbang lagi mencari dan melihat anak-anak pemulung di bantar gebang, anak-anak yang tidur dirumah kardus di buaran, dan saya akan mengumpulkan mereka untuk mendengarkan dongeng saya tentang bumi … lalu saya akan memeluk mereka satu persatu sebelum saya terbang lagi untuk melihat panti jompo, menengok mereka yang sakit dan mengelus elus punggung mereka sambil berdoa atas kesembuhan mereka dan saya akan terbang lagi dan terbang lagi … :)

Saya tersadar ternyata saya bukan malaikat ketika tiba-tiba mobil saya nyaris menabrak pagar rumah saya, ternyata saya dibumi, sedang berpijak dan berada di dunia yang keras ini … kemudian diruang tempat saya mencari jiwa saya yang hilang dan tempat saya mencari ALLAH, kamar berdinding hijau dan bergordyn hijau muda lembut, saya melemparkan tubuh mungil saya yang lelah diatas tempat tidur, menerawang dan bermimpi menjadi malaikat [tetep] :)

Mungkin dulu saya malaikat tapi dosa-dosa saya telah merontokan bulu-bulu di sayap saya hingga saya tidak mampu lagi mengepak … dan kini saatnya mengembalikan bulu-bulu sayap saya dengan menjadi baik dan baik dan baik, hingga suatu hari saya bisa kembali mengepakan sayap saya dan terbang dari sini ke sana dan dari sana ke sini :)

Ya Rabb .. tuntunlah saya selalu untuk berjalan di rel kereta kebaikanMu agar saya bisa terbang menujuMu dan kita bertemu dalam cahaya yang sesungguhnya karena saya ingin berpulang dalam keimanan terbaik, wahai ALLAH, saya ingin berpulang dalam keadaan khusnul khatimah, agar nisan saya bercahaya, agar wangi melati menutup tanah merah saya, agar hanya kebaikan yang dikenang oleh orang-orang yang saya cintai, mencintai saya, bahkan mereka yang membenci saya..

Irhamnna ya ALLAH … sayangi saya, saya INGIN terbang menujuMu, ingin menjadi Mahdiyah [seperti panggilan sayang sahabat saya untuk saya, terima kasih] menjadi perempuan pilihanMu untuk memasuki syurgaMu dengan buku catatan ditangan kanan saya yang berisi kebaikan kebaikan karena buku kiri saya telah terhapus oleh taubat. Wahai ALLAH, jangan biarkan saya mengulangi kesalahan yang kemarin kemarin setelah Engkau beri petunjuka saya, jadikan taubat saya taubatan nasuhah ya ALLAH, saya hanya manusia yang mudah khilaf, sungguh saya mudah khilaf ya Rabb, penggengam jiwa saya.

Saya ingin mengepakan sayap saya kembali … :)

30 Komentar

  1. salam
    Wah De..sungguh menyentuh..setiap insan pastinya ingin begitu, berusaha tak terjerumus lubang yang sama, menjadi khusnul khatimah saat menjelang akhir kehidupan..Amin atas doa2nya. Semangat De!!!! :)

  2. Jadi inget lagu anak2 jadul, “Andaikan Aku Punya Sayap”. Masih pada inget? :)

  3. @nenyok

    tadi belum selesai loh tulisan saya, jadi malu sudah ada yang comment, makasih yah sudah selalu bersama saya.

    @ghifar

    Yang saya tahu waktu kecil lagu “pesawatku” yang dinyanyiin Memes :)

    *** ah saya baru sadar ternyata ini postingan saya yang ke-100 di teras blog saya ini, dibuku harian saya yang sederhana ini ***

    Terima kasih yah untuk semua yang sudah menemani saya dan semoga ALLAH memuliakan kita semua, juga untuk yang telah meninggalkan saya, maafkan kesalahan saya jika blog saya melukai dan membuat iritasi :)

  4. Manis, lemah lembut tutur kata dan baik budi bahasanya.

  5. Mungkin kamu sudah punya sayap, namun tidak pernah berani untuk mengepakkannya?

  6. wew.. mikir jadi malaikat :mrgreen:
    huebat!
    *waktu kecil mikirnya andai aku seorang samurai terhebat di dunia*

    *korban manga*

  7. ndu…
    Mahdiyah apaan yak??

    *bener-bener ndak tahu*

    Rindu: katanya sih mahdiyah berarti “perempuan yang di ridhoi ALLAh” ah semoga saya :) mas Sigit, makasih yang sudah datang ke blog saya … *tersipu*

  8. kata 2 nya sempurna,
    bahanya nya menajubkan,
    pesan yang di sampaikan luar biasa,

    saya datang kesini tuk duduk menemani mu
    ceritakan kisah mu,
    curah kan isi hatimu,

    hehhe…

  9. yang mulia adalah “malaikat” yang tidak bersayap…karena sayapnya sudah diberikan kepada makhluk yang membutuhkan pertolongannya…”…kehangatan genggaman tangan elu waktu gue nyaris bunuh diri adalah tangan malaikat”…
    ukhti..sayapmu telah kaum berikan kepada sahabatmu agar dia kuat menjalani hidup..

  10. Subhanallah, semoga kerinduan kita padaNya, menjadikan kita tetap lurus untuk mencari ridlo-Nya ya sist…

  11. kaya judul lagunya Robert Sylvester Kelly :D
    Ini da’wa yg benar2 menyentuh hati mba.. Tulisan yg seperti ini gampang menyentuh siapa saja tanpa merasa digurui.
    Membaca tulisan ini, terbayang orang2 yg mendapat rahmat, hidyah dari Allah, seperti ini ketentraman kepasrahan dan iklas
    jiwan mereka :)

  12. waaaa…
    kata mahdiyah dapet drmana yak?
    jadi curiouos
    googling ahhh…

    thanx juga ndu sdh dateng k blog saya :)

  13. tetep juga hehehe bagus juga mimpinya masih kebawa sampe dewasa :) jarang loh yg kayak gitu (atau sy aja yg ngak tau :) )

  14. sungguh
    semakin lama semakin aku kaji isi postinganmu
    rasanya kau memang wanita yang amat berharga

    salut padamu sahabat
    semoga sukses dunia akhirat :)

  15. jadi malaikat ? waah, lebih enak jadi manusia… ada tantangannya..

    kayaknya Dia gak usah dicari deh.. dia ada di mana-mana, gitu kan ?

  16. aihhh.. paragraph terakhirnya…
    ikutan dooonkkk… ^_^
    reuni di surga yah…
    ok…! ^_^

  17. Setiap manusia tidak lepas dari dosa maupun kesalahan. Yang terpenting adalah usaha untuk memperbaikinya.

    Rindu tidak perlu megepakkan sayap, karena sebenarnya kamu sudah terbang …

  18. kita punya kesempatan lebih mulia daripada Malaikat,

    malaikat baik, taat karena ga punya nafsu..

    kita manusia diberi nafsu, dan bisa taat.. maka….
    lebih keren tuh…

  19. seandainya saya malaikat.
    emmm…mau apa ya??
    nolong org miskin yg sakit, mungkin

  20. Makanya banyak aturan jangan bawa mobil saat ngantuk. Dilarang ngelamun….resikonya ya….tabrakan. Ughrthg….

    Bicara tentang kehilafan, kita adalah manusia, no body perfect (woalah klise ya..)

  21. kepakkan sayapmu, kejar cita-cita dengan cinta dan kasih sayang, dan ketika lelah, sayap terlipat, mata terpejam dengan damai.

  22. hmm… seandainya saya punya sayap juga…

  23. Saiap saia dimana..?

  24. Malaikat yang saya kenal tidak mempunyai sayap, tapi dia bisa terbang….

  25. ehm, mahdiyah.

    sahabat itu emang pintar memberi nama atawa julukan…selalu. :)

  26. Ooo, berarti asal mula “sayapku” itu berawal dari sini ya, De?

    Baru tahu nih.

  27. Hm…mungkin kalo mbak Rindu mau…bisa jadi BiDadari di Surga.. :)
    Ini bener lho…
    Hm…Sudah pernah baca buku
    “Agar Bidadari Cemburu Padamu”

    BUku yang keren…

  28. nice post mba..

  29. Rindu: katanya sih mahdiyah berarti “perempuan yang di ridhoi ALLAh” ah semoga saya :) mas Sigit, makasih yang sudah datang ke blog saya … *tersipu*

    Mahdiyah bukannya berarti Perempuan yg diberi Hidayah?

  30. Dalam berbagai kesempatan Ade mungkin udah menjadi sang “malaikat” bagi beberapa orang…


Tulis sebuah Komentar

*
*