Kemarin saya nonton film Kungfu Panda, lucu karena sepanjang film semua dibuatkan terbahak-bahak, bukan hanya tertawa … bukan, bukan lucunya yang ingin saya tulis diteras saya ini, tapi apa yang mereka rebutkan yaitu sebuah kitab kosong, lembaran tanpa isi.
Lalu jadi saya teringat obrolan saya dengan sahabat, beberapa waktu yang lalu, abang ini mengatakan bahwa saya harus belajar mengisi setiap yang kosong dalam hidup saya dengan isi … mengisi jiwa yang negative menjadi jiwa yang positive, begitu kira-kira
Sepanjang perjalanan pulang dari menonton itu, terus bergelayutan didalam jiwa dan dibenak saya, bagaimana saya mengartikan kalimat “mengisi yang kosong dan mengosongkan yang berisi” atau “isi adalah kosong dan kosong adalah isi” … semakin membingungkan yah? iya, saya juga bingung dibuatnya. Tapi mencerna ucapan sahabat saya bahwa “saya harus mengosongkan jiwa saya, hati dan pikiran saya dari pikiran negative, dari rasa ingin memiliki yang berlebihan, dan mengisinya hanya dengan hal-hal yang menenangkan jiwa saya, hanya yang positive.
Masih bingung saya, sungguh saya masih belum mengerti … lalu saya mencoba flash back ke masa lalu saya yang telah saya isi dengan keinginan-keinginan, yang telah saya isi dengan angan-angan, saya isi dengan mimpi-mimpi yang ajaib, lalu saya akan bersedih dan merasa menderita jika ternyata hidup yang saya miliki tidak seperti mimpi-mimpi saya … iya, saya melakukan kesalahan dengan merasa diri saya kosong, padahal isi.
Isi adalah memiliki kemampuan untuk keluar dari segala keterpurukan, Isi adalah memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan, Isi adalah memiliki kekuatan untuk memperbaiki diri, Isi adalah memiliki keinginan untuk bangkit dari jatuh, berdiri dan berlari … isi adalah yakin bahwa saya bisa [kaya iklan yah...]
Kosong adalah bicara hasilnya, karena itu adalah urusan ALLAH, bukan urusan saya karena akal saya tak akan mampu mencapai misteri yang akan terjadi dalam hidup saya satu detik kedepanpun saya tidak punya gambaran, apalagi esok, lusa, bulan depan.
Jadi akan saya isi gelas jiwa saya dengan hal-hal yang positive dan saya kosongkan gelas jiwa saya dari hasilnya karena itu mutlak milik ALLAH … janganlah saya sebagai manusia ikut-ikutan merasa diri saya TUHAN bahwa esok saya akan begini dan akan begitu, bahwa saya akan bahagia jika memiliki ini dan itu, dan menderita jika tak bisa memiliki ini dan itu … saya sok tahu, belum tentu punya ini dan itu saya bahagia, dan belum tentu juga saya menderita jika tak bisa memiliki ini dan itu, saya hanya manusia yang seharusnya CUKUP menikmati hidangan ALLAH dihadapan saya bukan yang dimeja sebelah, itu bukan hidangan untuk saya :)
Iya, emangnya saya siapa sok ikut mengatur ALLAH bahwa hidup saya harus selalu indah dan tidak mau menderita, ah saya malu pada ALLAH…
23 Komentar
Nah, gini dong disuguhi gelas…
*maaf, klo komentar ga pernah serius…
Eh mbak yu… temenku, deasy, yang punya amalthealibrary nanyain gimana bisa kontak mbak yu dalam rangka follow ap sumbangan buku buat perpustakaannya. Dia sedang ga bisa nge-blog…
Setiap dibaca tulisan2 mbak,…hati mjd damai,..dg berusaha berada pada titik nol,..saat keinginan telah mengendarai kita, bersiaplah binasa.
Kungfu Panda udah yak
klo gitu nonton Hulk sama
Sex and The City
ada lebih banyak lagi nilai moral yang bisa diambil…
Setelah membaca tulisan2 mu….ada rasa bersalah, ada rasa gerah, ada rasa sedih, ada rasa gembira, ada rasa….damai…..Sebuah ungkapan hati yang dirangkai dengan kata2 indah….sungguh penuh makna…di tunggu tulisan2 berikut
Isi hanya bisa dalam keadaan kosong dan kosong baru bisa diisi. Artinya, jika dalam keadaan penuh, memang punya isi, tapi tidak dapat mengisi hal yang baru.
Untuk mengisi hal² yang baru, maka mesti dikosongkan dulu dan baru isi lagi. Sehingga, orang yang sudah ber’isi’ cenderung sulit menerima ‘isi’ baru yang lainnya.
Mungkin itu inti ceritanya mbak. Btw .. di Balikpapan belum ada Studia 21 huaaaaa
Yup, mengosongkan gelas memang lebih mudah daripada mengosongkan pikiran. Jika pikiran kosong… cepat anda isi, dan pastikan isinya lebih baik daripada yang anda buang!
woops… ternyata ada yg nyebut saya disini
Luarbiasa kamu menafsirkannya seluas itu. Film kungfu Panda itu mencerminkan hal2 yg kita kejar mati2an selama ini, dan setelah mendapatkannya ternyata rasanya hanya gitu2 saja, bahkan ada yg merasa hampa saat sudah mendapatkan apa yg diimpikannya.
Kenapa bisa hampa? Karena kebanyakan orang melupakan indahnya proses untuk mencapai hal tersebut melainkan hanya memimpikan indahnya setelah mencapai finish. Setelah mencapai finish ternyata apa yg dibayangkan tidak sesuai dgn yg didapat. Itulah yg disebut “berisi adalah kosong”.
buat saya sih : punya mimpi, keinginan, harapan, cita cita, itu semua baik adanya.
namun kebahagiaan saya tidak tergantung pada apa yang tidak saya miliki alias masih berupa impian, masih berupa keinginan, masih berupa harapan, masih berupa cita cita.
kebahagian saya terletak pada bagaimana saya menikmati dan mensyukuri apa yang ada pada saya, baik itu hal yang menyenangkan ataupun bahkan hal yang tidak menyenangkan.
so, buat saya, jangan takut bermimpi, jangan takut berjuang mengejar mimpi, jangan takut gagal, dan menikmati dan mensyukuri apa yang ada
bukanna itu ajarannya si biksu tong.?
Film Kungfu Panda sangat menarik, membuat orang terpingkal-pingkal, namun juga sarat nasehat dan pengetahuan.
Mengisi kekosongan…yang penting harus percaya, dan karena percaya, sebagaimana diibaratkan,sang guru percaya atas takdir bahwa sang naga adalah Po (Panda). Setelah percaya baru guru Shifu bisa mengisi kekosongan Panda dengan ilmu, dan pemberian ilmunya tak bisa disamakan dengan Macan atau Viper…tapi didasarkan atas sifat dan tipe Panda, yang sangat menyukai makanan. Disitulah sebetulnya peran seorang guru, bagaimana dia bisa mengisi gelas kosong dengan berbagai ramuan minuman, sesuai dengan kompetensi masing-masing orang, atau sesuai dengan bentuk dan jenis gelas tsb.
mmm… kosong adalah isi, isi adalah kosong, teringat dengan film monkey king :p
pembahasan yg bagus mbak. semoga gelas jiwanya penuh dg sesuatu yg mengarah ke jalan Allah
belon nonton kungfu panda..
kynya menrik film nya… ntar coba cari ahh
thx
gelas jiwa….? bola mata…. hati sungai….. ah. apalagi…
itu filosofi zen ya kalo enggak salah..
Gelas jiwa, sedikit isi sarat makna!
mBak Yu Rindu! emangnya U apa? emangnya U…. begini aja…
Tirulah Allah
Meskipun tidak bisa menjadi Allah
Jadilah sembilanpuluh sembilan
Jangan jadi yang ke seratus, emangnya tahu yang ke seratus? pingin tahu yang ke seratus! tanya sama yang Punya Sembilanpuluh Sembilan.
seperti sebuah pikiran. harus di isi dengan hal yang positif dan membesarkan
Jaga jiwa ini ya Allah ….
Jaga dari segala pikiran yang batil.
Amin …
intinya sih, kalo masih penuh nggak bakalan bisa diisi, soalnya bakal tumpah.
waduh dalam juga pemikiran mbak Rindu yach.
Karna saya belum nonton kungfu panda, jadi gak bisa komentar tentang isi dan kosong yg mungkin tersirat dari film tersebut.
Tapi bicara soal hidup… DIA, yg empunya kehidupan ini, tidak pernah menjanjikan hidup yg selalu manis dan indah…
Tetapi DIA menjanjikan, bahwa bersama DIA, kita tidak akan pernah benar2 terjatuh… Dan bersama DIA, segala kesusahan kita akan ditanggung oleh-NYA, sehingga kita tidak lagi merasakan berat beban kita.
Bersama Dia, masa depan kita adalah masa depan yang cerah, karena Rancangannya atas hidup kita, adalah rancangan damai sejahtera dan sukacita.
Yang DIA butuh hanya hati yang terus bertahan untuk percaya, even ketika jalan yg kita tempuh penuh dengan kerikil2 tajam.
Dengan begitu, kita akan selalu menikamati hidup ini, selalu riang,.. and always be grateful… Karena tahu, bahwa pada akhirnya… segala sesuatu selalu berbuah MANIS bila bersama DIA.
Sering kali kita mengejar MIMPI
Seolah – olah impian itu adalah TARGET
Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR
Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI
Hidup adalah untuk IBADAH
Ibadah itu bukanlah BERMIMPI
Karena ibadah adalah hidup HARI INI
Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI
Masa depan adalah MISTERI
Masa lalu adalah HISTORI
Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN
MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
http://fusion-kandagalante.blogspot.com