Tadi malam sepanjang perjalanan dari kampus menuju rumah indah saya, tak henti-hentinya saya berdzikir dengan harapan gundah dihati saya akan sirna, genangan diujung mata saya tak akan mengalir menjadi tangis, sesak didada saya tak akan menjadi isak … Pergilah resah, jangan hinggap dijiwa saya terlalu lama karena saya tak akan sanggup menanggungnya :(

Iya, malam ini saya kehilangan jiwa saya yang kuat, saya kehilangan arah saya yang pasti, dan saya kehilangan pengangan saya yang selama ini begitu kuat menggenggam jiwa saya … Jiwa, jangan retaskan kekuatan yang beberapa purnama ini telah saya miliki, dan jangan hempaskan saya ke luka yang lama, luka yang belum kering menggores hati saya :(

Dan saya tahu kemana saya harus mencari jiwa saya yang hilang … sesampai dirumah, mushola kecil saya adalah tempat saya menemukan jiwa saya, tempat saya meletakan hati saya, tempat saya menempatkan kepala saya yang berisi resah diatas sajadah, tempat saya mengembalikan resah kepada yang menggenggam jiwa saya, dan disinilah saya dengan mengais kasih ILLAHI dengan sepasrahan yang utuh, tak tersisa… iya, disinilah … di mushola kecil saya ini, berkostum mukena, berhiaskan tasbih, ditemani Al Qur’an dan terus menyebut nama indahnya, berharap ketenangan.

Ya Allah
Saya tidak tahu apa yang terbaik untuk saya
Tunjukkan saya … suluhi saya dengan pelita hidayahMu
Untuk mengobati resah dan luka saya
Untuk dapat kembali mendekap cintaMu
Engkau sebaik tempat mengadu
Engkaulah yang Maha Mengetahui bisikan hati
Limpahkan ketenangan dalam hati saya
Amin…Ya Rabbal alamin

Mungkin saya gelisah karena kerinduan saya pada dia yang tak pernah ingin kembali … sebegitu rindukah saya pada dia? hingga resah begini menyiksa … lalu bagaimana rindu saya pada DIA [ALLAH] yang tidak pernah meninggalkan saya dan akan terus ada untuk saya :(

Ah … tidak sepatutnya rindu ini membawa jiwa saya, PERGILAH … jangan racuni saya dengan sesuatu yang fana, dan PERGILAH … saya hanya ingin mengisi ruang rindu saya dengan rindu kepada ILLAHI, pelipur lara saya dan sumber bahagia saya. Irhamna ya ALLAH … tukarlah hati saya dari hati yang gelisah dengan hati yang tenang, agar saya dapat khusu merindukanMu.  

PERGILAH resah dan bawa serta gundah gulana …. dan jangan kembali :)

22 Komentar

  1. Resah dan gundah gulana itu biar oom pikul, buang jauh dan tak kembali. he..he..

  2. biarkan ia kembali sist. karena ia juga guru kita.

  3. yup pergilah jauh2
    dan biarkan hanya ketetapan hati yang tertinggal :)

  4. Salam
    Sini Rin, kupinjamkan bahuku, jadilah sahabatku karena sering kurasakan hal seperti itu, dan akupun perempuan hanya mampu menggenangkan air mata, tanpa suara :(

  5. mengadulah kpdNya.

  6. mengadulah kpdNya :D

  7. jangan dipikirkan, karena gelisah pasti akan kembali bila dipikirkan..

  8. ndu…
    cari kesibukan laen, semakin km sibuk
    km akan memikirkan kesibukanmu itu

    setuju saya dengan mba chic…
    and keep smile..okay :D

  9. Wah, hebat benar mbak.

  10. wah…ngusir saya nih ceritanya :)

  11. aminnn…

  12. Jangan bersedih karena qada telah ditetapkan, takdir pasti terjadi, lembaran kehidupan telah dilipat. Kesedihan akan menghentikan putaran waktu memutar jarum jam ke masa lalu. Ibarat orang yang mengurai pintalan kain menjadi benang, ibarat orang yg menulis di atas air.
    Jangan bersedih Diajeng, sebab usia Diajeng yg sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan hati, maka jangan habiskan usia dalam kesedihan, jangan boroskan malam-malam dalam kecemasan, jangan berikan menit-menit waktu utk kegundahan :-D

  13. Dan aku berlindung kepadanya demi kebeningan hati
    amin

  14. Berserahlah kepada Nya

  15. mengapa ketika berusaha untuk melupakannya malah jadi semakin merindukannya?

    yahh…

    mahasuci Allah yang telah membolak-balikan hati

  16. Wah… berarti belum bisa mengosongkan yang berisi ya…, gpp, cobalah lagi. :)

  17. kalo ga ada resah gundah gelisah, kita ga akan merindukan ketenangan…
    :)

  18. kerinduan memang terkadang membuat kita resah
    maha suci allah tempat mencurah kan rasa keluh kesah .

  19. kerinduan akan masa lalu yang indah (bersama dia), tidaklah salah …. tetapi kerinduan akan masa-masa indah yang akan datang lebih penting untuk diraih dengan hati yang damai dan penuh suka cita ….
    masa lalu hanya melengkapi masa kini dan masa yang akan datang.

  20. terima kasih kpd penulis blog..krn kata doa yg diucapkan membuat hati sy bersemagat bliq..x tau knp sy terbca blog nier dlm keadan hati yg suram x tau arah tujuan..inilah dinamakn petunjuk n takdir..jazakillah..assalamualaikum wth

  21. g nyangka… saya g sendiri…

    kuserahkan semua pada ALLAH karena aku g sanggup………..

  22. dalam termenung dan kesedihan:

    ’sungguh…kebahagaian memiliki wujud dan asal yang berbeda2… tetapi demi ALLAH hakikatnya datang dari DIA

    semoga kita diberikan kebahagian dunia dan akhirat-NYA..

    sesungguhnya ALLAH mempunyai skenario yang sangat hebat dan tidak terduga…

    yang dapat kita lakukan hanyalah bersyukur dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya….’

    aguss


Tulis sebuah Komentar

*
*