Pagi tadi saya menyambangi makam Ibu… sudah lama saya tidak mengunjungi Ibu, bukan karena lupa, bukan itu tapi karena waktu saya terasa habis tertelan oleh kesibukan dunia yang bak roda mobil saya, tak ada lelahnya berputar mengelilingi dunia, ah tak ada lelahnya. Dan pagi ini saya memaksa jiwa saya untuk datang kerumah Ibu, untuk mengatakan bahwa saya sehat Ibu, untuk melepaskan rindu yang membuncah, untuk mengirim do’a agar Ibu tidak kesepian disana, agar Ibu tidak berada ditempat yang gelap, agar selalu ada cahaya dirumah Ibu, agar Ibu bahagia disisi pemilik napas… Ibu, ini saya, anak Ibu yang terus belajar untuk hidup, belajar untuk dewasa… :)

Ibu … ini saya, datang dengan tampilan yang berbeda, jika kemarin saya datang hanya berkerudung yang mudah lepas, kali ini saya sudah berjilbab yang melekat, menutup penuh kepala saya, jika kemarin saya selalu datang dengan celana jeans, kini saya memakai rok panjang yang menjurai hingga ujung mata kaki saya… sekarang saya sudah secantik Ibu yang kecantikannya hanya dapat saya nikmati lewat photo, saya secantik ibu bukan? :)

Ibu … ini saya, datang dengan segenggam anggrek merah yang akan saya letakan dipoci kosong didepan nama Ibu, saya juga membawa sebotol air mawar untuk mengharumkan tanah merah, tertutup rumput hijau, dan saya juga membawa serpihan melati dan bunga mawar merah untuk saya taburkan disepanjang tubuh Ibu yang terlipat tanah, yang bernisan nama indah Ibu, bertuliskan tanggal kepulangan Ibu yang sama persis dengan tanggal kehadiran saya kedunia ini… Ibu terima kasih atas keikhlasan Ibu untuk bertukar napas dengan saya, dan kini saya disini… bersimpuh dijasad Ibu yang terlipat tanah, tertutup papan. Ibu … saya memang tidak bisa lagi melihat jasad Ibu, tapi jiwa Ibu lekat dijiwa saya, darah Ibu terus mengalir didalam tubuh saya dan membuat. membangun hidup saya. 

Dan saya mulai meletakan anggrek merah, menyiram airmawar, membersihkan rumput-rumput yang nakal dan terus tumbuh, kemudian menaburkan serpihan melati dan mawar merah… duduk dan membuka  dan membaca Surat Yassin yang saya bawa dari rumah, membacanya untuk Ibu, membawa Al Fatihah juga untuk Ibu… Ibu, saya kangen untuk meletakan kepala saya dipangkuan Ibu, sambil menceritakan bahwa kemarin saya jatuh cinta, bahwa kemudian kami berpisah, bahwa kuliah saya hampir selesai, bahwa saya kini meletakan jiwa saya pada titik NOL, untuk memperoleh angka 100 hingga ujung napas saya nanti, dan kita dapat berkumpul untuk mencairkan rindu, tunggu saya disana ya Ibu.

Ya ALLAH, titip salam untuk Ibu … terimalah do’a do’a saya untuk meringankan kesalahan Ibu, untuk menghindari Ibu dari siksa kubur, untuk meletakan jiwa Ibu dipangkuanMu wahai ALLAH… semoga saya termasuk anak yang shalihah, agar tidak ragu bagiMu untuk mengabulkan doa-doa saya.

Amin ya ALLAH …. anggrek merah ini untuk Ibu, mengiring rindu saya :(

27 Komentar

  1. amin…

    mengingatkanku pada seseorang yg juga kupanggil Ibu dan jatuh koma dipelukanku, dan kini juga hanya dapat kusambangi dengan cara yg sama.
    :(

  2. semoga doa mu didengar oleh Ibumu di sana…

    nahh kan…ketahuan juga pernah patah hati :)

  3. wah ternyata harus login biar bisa komeng
    mudah2an doa anak yang sholeh didengar oleh Allah yah mbak, sesuai dengan janji-Nya
    :)

  4. Membaca tulisan mbak membuat saya terharu..
    mungkin saya lebih beruntung karena masih punya ibu dan masih bisa berbakti padanya.
    semenjak peristiwa hp hilang itu, ibu ga pernah telp aku lagi. Padahal, nomor baru udah tak beritahu. saya sempat berprasangka buruk ma ibu. Jadi nyesel.

    Oh ibu, jadi pengen telpon..

  5. btw mbak, judulnya kurang anggrek tuh :D

  6. Doa anak shaleh, membuat sang ibu jadi lebih bahagia disana

  7. ingin ku dekat dan menangis di pangkuan mua

    agar aku tertidur bagai masa kecil dulu

  8. semoga ibu disana bahagia, dilapangkan dan diterangkan kuburnya karna selalu didoakan oleh anaknya yang shalehah ya, rindu :)

  9. amiiinn…. (speechless)

  10. rindu.., saat ini ibu sudah tidak membutuhkan bunga lagi. ibu hanya butuh doa tulus suci dari seorang anak yang sholeha, karena doa itu adalah jembatan bagi ibu dan itu tidak akan terputus hubungannya meski duniamu dan ibu telah berbeda.

  11. Amin ya Allah ….

  12. Apakah hatimu terbentuk dari puisi?

  13. semoga segala doa diterima, amin!

  14. aku benar benar rindu
    pada rindu yang berhati salju
    yang lagi rindu sama ibu
    rindu oh…rindu

  15. Ya, ketika kerinduan itu datang. Dan kita tak bisa saling pandang. Hanya doa yang mampu mempertautkan.

  16. ibu…
    hiks…maafin anakmu ini…padahal engkau masih ada…
    maafkan anakmu ini yang terlalu menyibukkan diri untuk mencari jati diri…
    kutelepon besok pagi bu…

  17. amiiinn….

  18. Yang terbaik untuk orang tua yang sudah meninggal adalah do’a dari anak sholeh. Aku juga sudah lama tidak ke pusara Abah…:-(

  19. Mbak Rindu,
    Aku mo pamit dulu dari pergulatan di dunia MAYA ini. Ada PEARJALANAN yang harus aku selesaikan.
    Sepurone nek ono tindak-tandukku sing KURANG AJAR karo sampeyan yoh Mbak..??.

    Nuwun..lanjut dan terusin olehmu MBABAR KAWERUH ” ASAH, ASIH lan ASUH ” karo sapodho-padhane makhluk yoh Mbak.

    Wuuuuuuzzz…Plaaaaaaaazzz..Plaaaaaaaazzzz…

  20. amin
    semoga tetap indah selamanya

  21. Hikss…aq jadi inget ibuq yang telah menghadapNya juga :-(
    Dah lama aq ga’ ziarah
    Dah lama di luar kota soalnya…

  22. Seperti biasa, kalimat-kalimat Mba Rindu mengalir dengan begitu indah dan menyentuh hati…
    Aku jadi kangen ma Ibuku nih, Mba. :)

  23. Kalo saya nangis bukan berarti saya ketularan cengengnya rindu nih…. tapi siapa juga yang ga terharu baca tulisan ini?

  24. Subhanalllah.. indah sekali setiap bait kata-katanya, pasti setiap pembaca akan hanyut di dalamnya..
    Insya Allah semua do’a rindu di kabulkan Allah SWT amin..

    Ya, memang sudah sepantasnya surga itu berada ditelapak kaki ibu & wajarlah jika Ridho seorang ibu adalah ridho Allah SWT..
    tiada apapun yg pantas kita berikan kepada Ibu selain bakti dan do’a yang tulus, semoga setiap Ibu selalu mendapat kasih dan berkah ALLAH SWT dunia maupun akhirat..amin .. amin

  25. Berbahagialah seorang ibu mendengarkan doa dari anaknya yang sholeh. Semoga doamu dikabulkan oleh Allah swt, dan semoga ibu diringankan siksa kuburnya, serta diterima segala amal baiknya. Amien.

  26. sampe merinding ngebacanya..

  27. ^_^ Perlukah saya ikut-ikutan memberikan komentar ditulisan ini?

    Sejak beberapa hari kemarin, saya merenung. Melihat kembali komentar2 saya yang nyangkut di “rumah” ini. Ah.. rasanya gak pantas tulisan-tulisan Rindu disandingkan dengan komentar2 remeh-temeh saya.

    Duh.. maafkan saya yach…! Terlebih untuk komentar yang memberikan pujian diluar batas. Mudah-mudahan Rindu terbebas dari penyakit Riya yang timbul karena pujian dan sanjungan itu.

    Saya sudah berazzam dalam hati, untuk sekedar membaca tulisan-tulisan Rindu saja. Terlalu mahal kalo harus dikotori dengan komentar tdk berbobot. Terlalu berlebihan jika sekedar memberikan pujian. Toh, saya yakin Rindu tidak membutuhkannya. Kalau pun harus berkomentar, maka saya mewajibkan diri saya untuk memberikan komentar yg bukan basa-basi. [iklan banget ya Rin?]

    [Loh... kok jadi curhat yach?]

    Teruslah berkarya ya! Hingga nafas terakhir terhembus agar bisa mereguk nikmatnya pertemuan dengan-Nya.

    Besok, insyaAllah hari terakhir blogging saya. Rehat dulu sejenak. Bermesra di mesjid tercinta. Meninggalkan pekerjaan, kuliah dan segala macemnya. Ingin mengobati dulu penyakit “wahn”. Sekali lagi mohon maaf untuk komentar2 yg tidak bermutu.

    Boleh request gak? Kalo boleh sih, saya minta dikirimin tulisannya Rindu selama saya off. Hehehe… sok kenal banget…! Kalau memberatkan, tidak usah. ^_^

    Saya turut mendoakan Rindu beserta keluarga [bukan disini, dan tidak perlu disini tentunya]. Oia.. jika ada yang mau ngunduh animasi yang saya buat tentang “Ibu” bisa di download di sini

    Terakhir, met menyempurnakan Ramadhan yang tinggal separuh lagi. Mudah-mudahan kita berhasil mendapat gelar yang terbaik. “TAQWA”.


One Trackback/Pingback

  1. Oleh segenggam rindu untukmu « journey of life pada 17 Jun 2008 jam 1:45 am

    [...] dengan teman-teman yang masih terjaga juga. Maksain diri buat jalan-jalan, eh…..ketemu link ini. Entah kenapa tiba-tiba ada keinginan membaca sampai selesai. Menikmati kata demi kata yang [...]

Tulis sebuah Komentar

*
*