Baru saya sadari ternyata separuh dari waktu saya yang 24 jam, saya ditemani oleh satu benda mati yang bak robot bergerak… iya, dia adalah mobil saya. Tak pernah mengeluh ia mengantarkan saya kemana saya ingin, tak pernah lelah ia menemani saya untuk seharian penuh, berjejalan diantara motor dan mobil lain yang tubuhnya lebih besar darinya bahkan ia tidak mengeluh saat panas terik, hujan badai menghantam tubuhnya yang kecil… Terima kasih yah, selama bertahun tahun kamu telah setia menemani saya.
Dia, sang mobil saya juga telah menjadi saksi bisu atas segala keindahan yang pernah tercipta didalamnya, atas cinta yang tumbuh, atas luka yang tergores, atas remuk redam jiwa saya, atas airmata yang mengalir deras saat saya tidak lagi mampu membendungnya… iya, kamulah saksi mati atas hidup saya, atas napas napas saya atas tawa, atas senyum, atas canda, atas cinta, atas pelukan, atas luka, atas luluh, atas pupus. Kamu bak cakrawala yang berwarna warni menghiasi napas saya dan kamu jua pandai menjaga rahasia hidup saya yang bak cakrawala ini… kamulah sayap yang tak pernah patah, yang telah menerbangkan saya saat kaki saya tak lagi mampu menjangkaunya.
Saya ingat bagaimana tubuhmu dihantam truk itu, saya masih teringat bagaimana saya secara tidak sengaja menghantamkan tubuhmu ke pagar rumah karena saya tergesa-gesa dan saya ingat bagaimana dahan pohon telah menghantam atap kepalamu hingga bonyok karena angin kencang menghantam jakarta… itu semua untuk melindungi saya yang didalam agar tidak luka, SEMUA untuk saya.
Sejak dua tahun terakhir ini saya juga menjadikan mobil saya sebagai MUSHOLA saya … disisi kanan dekat kemudi, ada AlQur’an dengan terjemahan yang selalu saya baca jika saya terjebak kemacetan, dilorong sisi bawah dekat AlQur’an itu juga saya menyimpan tasbih yang menemani saya berzikir jika saya sedang kesepian dan dibagasi sisi kiri ada mukena kecil yang selalu mengingatkan saya untuk shalat tepat waktu dan dibagasi belakang tersimpan 1 sajadah mungil untuk saya bersujud. Menyerahkan jiwa dan raga saya dan didalam CD bank saya ada CD Zikir dengan menyebut nama-nama indah ALLAH (asmaul husna) agar saya bisa terus mengingatnya pada saat saya luka maupun pada saat saya tersenyum.
Iya, mobil saya adalah mushola saya… ia adalah sayap cakrawala hidup saya. Terima kasih yah sudah menemani saya terbang dalam lingkaran zikir setiap kita meluncur, ah indahnya zikir di dalam mobil ini
18 Komentar
Hi,
Subhanallah, insyaAllah mbak termasuk golongan “one in a million”, hanya sedikit orang yang punya kemauan seperti ini, dan insyaAllah mobilnya adalah mobil yang barokah.
Btw, “Perempuan Di titik Nol–mengingatkan aku dengan novel karangan Nawal El Sadawi.
Insya Allah ada hikmahnya ko Mba…
benar sekali mas agoy, saya jg tiba2 ingat nama Nawal el Sadawi…tulisan nya memang mengangkat martabat wanita, sayang di Mesir ini banyak di cekal buku2nya. tp tidak semuanya jg si.^,^
mobil hanyalah alat….bersyukurlah kepada yang memberi anda rizki hingga dapat memiliki mobil, semoga rasa syukur terhadapNya tak pernah pupus baik ketika memiliki mobil maupun ketika suatu waktu anda harus berjalan kaki misalnya, karena ada trouble pada mobil anda. Saya juga sedang belajar mensyukuri apa-apa yang telah saya raih maupun apa-apa yang belum saya peroleh hingga saat ini.
–salam–
Aku selalu kagum dan salut terhadapmu de,
biarpun kini, meski sayapmu kini entah dimana, tapi kamu sanggup terus melangkah…
Aku pendukungmu…
jadi inget sama leonardo…
*cium-cium saya leonardo*
Ikutan Tadarus n Sholat jamaah di Mobil Mba ya… *ambil wudhu*
ada saksi bisunya toh??
mantep uey, berarti ntar klo ada apa2 ama mbak, ditanyain ama mobilnya aja yak !!
ha.. keren…
harus tetap ingat Tuhan dimana pun berada..
Penggunaan waktu yang bagus…alangkag indah dan baiknya bila semua orang meniru membaca alquran ketika macet di jakarat…
sip!!
setuju
yang paling penting
pertama harus berani punya keinginan dulu
berani bermimpi…
karna itu sudah berarti kita ndaftar ama Allah SWT wat dapet mobil..
masalah kapan dapetnya..
tinggal nunggu giliran aja
@indra
kaya mau pilkada, dukung mendukung…betul ga Daeng Limpo?
subhanallah…
insyaAllah barakah…
aku sih cuma bikers..
jd yg menunjang motor aku jd “mushalla” adalah mp4 yang menemani telinga ku selama perjalanan dari rumah ke kantor..
Pernah saya membaca kisah seorang tahanan Nazi, yang menulis kepada keluarganya di rumah :
Gembira menceritakan, bahawa ia dipindahkan dari sel yang hanya berupa empat tembok belaka ke sel lain, yang ada jendelanya pada dinding, jauh di atas, hingga ia dapat melihat secarik langit biru di pagi hari, & beberapa bintang di waktu malam.
Baginya ini harta tak terhingga.
Sehabis membaca kisah itu saya menjenguk keluar dari jendela, memandangi seluruh bentangan langit………
Sya sejuta kali lebih kaya daripada tahanan malang itu, tetapi dari kekayaan itu saya tidak menikmati sebutir kecil kegembiraan, dibandingkan apayang diperoleh tahanan itu dari kemungkinannya yang serba terbatas.
Kalau jujur, saya malahan tidak mengalami senang apa-apa.
………………………………………..
Hari ini aku mau bersyukur atas setiap barang kecil apapun juga di dalam hidup :
Motor tuaku yang masih lancar berjalan, *saya belum punya mobil*
Air yang mengalir kalau aku membuka keran,
Lampu yang menyala kalau aku menekan saklar,
Speri bersih di tempat tidur…………
Semoga hatiku akan merasa puas meluap & hampir selalu gembira.
Karena rahasia untuk selalu gembira itu SELALU BERSYUKUR.
… Ko saya menitikkan air mata ya..?
saya kan laki-laki…??,
yang katanya harus kaya mobilmu itu mba…
harus siap berpanas-panas, harus siap dihantam sulitnya kehidupan, harus tetap tenang menerima terpaan ketidaknyamanan, harus siap menjadi tulang punggung semua tanggungannya, harus menjadi penyejuk dalam keluarganya, harus selalu siap menyediakan bahunya sebagai tempat tumpuan bagi isak tangis istrinya…… dan harus-harus yang lainnya tanpa diperkenankan mengeluh….
ahhh entahlah.. apa saya bisa ya…???
subhanallah
Seno(Gumira Ajidarma) harus menambah satu lagi kegiatan penting yang dapat dilakukan di dalam mobil(dalam kumpulan cerpennya adalah bagi penduduk kota Jakarta): beribadah..
ehmmm, ya gitu deh……..
One Trackback/Pingback
[...] biarlah aku hanya mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Quran yang kau baca atau ikut mendengarkan asmaul husna disetiap deru laju mobilmu, ataupun hanya sekedar mendengarkan suara klakson mobilmu, itu sudah [...]