<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sabda pagi</title>
	<atom:link href="http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/</link>
	<description>Perempuan di kebun HIKMAH</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 16:51:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Terlambatkah saya&#8230;.?? (sebuah coment untuk &#8216;Sabda Pagi&#8217;-nya perempuan di titik Nol) &#171; Green Idea</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-432</link>
		<dc:creator>Terlambatkah saya&#8230;.?? (sebuah coment untuk &#8216;Sabda Pagi&#8217;-nya perempuan di titik Nol) &#171; Green Idea</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 12:08:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-432</guid>
		<description>[...] coment untuk &#8216;Sabda Pagi&#8217;-nya perempuan di titik&#160;Nol)    Saat membaca tulisan yang ini yang ada disini tidak tahan rasanya untuk tidak sedih&#8230;Gimana engga, dalam tulisan tersebut [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] coment untuk &#8216;Sabda Pagi&#8217;-nya perempuan di titik&nbsp;Nol)    Saat membaca tulisan yang ini yang ada disini tidak tahan rasanya untuk tidak sedih&#8230;Gimana engga, dalam tulisan tersebut [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: denibudhisantana</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-426</link>
		<dc:creator>denibudhisantana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 09:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-426</guid>
		<description>...hik..hik.. terlambatkah saya...??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;hik..hik.. terlambatkah saya&#8230;??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tomyarjunanto</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-410</link>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:02:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-410</guid>
		<description>Hidupku bagai sebuah puzzle
Untuk melihat keseluruhan hidupku
Aku harus bisa merangkaikan setiap potongan puzzle
Potongan peristiwa hidupku
Peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi dalam hidupku
Ya.. seperti saat kita bertemu
Terjerat aku oleh lentik bulu matamu

Potongan hidup itu harus kutemukan,
Kujalani, kusadari dan kuhayati
Karena itu adalah proses yang membawaku
Kepada kepenuhan hidupku
Entah bersamamu
Atau harus sendiri tanpa dirimu
Aku harus melaluinya, menyadarinya dan memahaminya
Agar siap saat kesejatian hidupku itu tergelar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hidupku bagai sebuah puzzle<br />
Untuk melihat keseluruhan hidupku<br />
Aku harus bisa merangkaikan setiap potongan puzzle<br />
Potongan peristiwa hidupku<br />
Peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi dalam hidupku<br />
Ya.. seperti saat kita bertemu<br />
Terjerat aku oleh lentik bulu matamu</p>
<p>Potongan hidup itu harus kutemukan,<br />
Kujalani, kusadari dan kuhayati<br />
Karena itu adalah proses yang membawaku<br />
Kepada kepenuhan hidupku<br />
Entah bersamamu<br />
Atau harus sendiri tanpa dirimu<br />
Aku harus melaluinya, menyadarinya dan memahaminya<br />
Agar siap saat kesejatian hidupku itu tergelar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deteksi</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-400</link>
		<dc:creator>deteksi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 07:20:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-400</guid>
		<description>ketika berjalan, melihatlah ke depan, sambil sesekali lirik spion untuk melihat keadaan belakang...

jangan lirik spion terus, bisa nabrak!

:mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika berjalan, melihatlah ke depan, sambil sesekali lirik spion untuk melihat keadaan belakang&#8230;</p>
<p>jangan lirik spion terus, bisa nabrak!</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: daeng limpo</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-396</link>
		<dc:creator>daeng limpo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 05:35:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-396</guid>
		<description>lihatlah dia (matahari)
disiang hari matahari menyinari, jika dia didepan kita maka bayang-bayang tubuh kita ada dibelakang , jika dia dibelakang kita maka bayang-bayang tubuh kita berada didepan , jika dia tepat berada diatas kita (pkl 12.00) maka tidak nampak bayangan kita. 
bayang-bayang (masa lalu) tergantung dari diri kita sendiri, apakah akan menghadap cahaya atau membelakanginya atau menunggu dia berada diatas kita.
Jadi seperti tuan Sancaludira uraikan diatas, jangan menyia-nyiakan waktu untuk larut dengan masa lalu.  Kalau sekedar menoleh dan tersenyum padanya mungkin gak apa-apa ya?, tetapi jangan tinggal bersamanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lihatlah dia (matahari)<br />
disiang hari matahari menyinari, jika dia didepan kita maka bayang-bayang tubuh kita ada dibelakang , jika dia dibelakang kita maka bayang-bayang tubuh kita berada didepan , jika dia tepat berada diatas kita (pkl 12.00) maka tidak nampak bayangan kita.<br />
bayang-bayang (masa lalu) tergantung dari diri kita sendiri, apakah akan menghadap cahaya atau membelakanginya atau menunggu dia berada diatas kita.<br />
Jadi seperti tuan Sancaludira uraikan diatas, jangan menyia-nyiakan waktu untuk larut dengan masa lalu.  Kalau sekedar menoleh dan tersenyum padanya mungkin gak apa-apa ya?, tetapi jangan tinggal bersamanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sancaludira</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-391</link>
		<dc:creator>sancaludira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 03:55:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-391</guid>
		<description>Masa lalu, hell yeah....

Masa depan yang panjang masih menunggu di depan mata, perlu energi dan pemikiran yang besar, jangan sia-siakan sisa waktu yang diberikan untuk menyongsong masa depan itu.

Semangat Diajeng, jangan cengeng...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masa lalu, hell yeah&#8230;.</p>
<p>Masa depan yang panjang masih menunggu di depan mata, perlu energi dan pemikiran yang besar, jangan sia-siakan sisa waktu yang diberikan untuk menyongsong masa depan itu.</p>
<p>Semangat Diajeng, jangan cengeng&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Okta Sihotang</title>
		<link>http://rinduku.wordpress.com/2008/04/14/sabda-pagi/#comment-388</link>
		<dc:creator>Okta Sihotang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 13:51:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinduku.wordpress.com/?p=46#comment-388</guid>
		<description>tapi jangan salah, terkadang masa lalu itu bisa jadi tolak ukur kita utk maju kedepan... ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi jangan salah, terkadang masa lalu itu bisa jadi tolak ukur kita utk maju kedepan&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
