Sepagian tadi saya duduk didepan notebook dan ketika saya membuka FS [saya tidak berani menglink FS saya yah, karena itu masa lalu yang ingin saya kubur, disana banyak catatan luka], saya membaca message dari teman, lebih dekat dari teman bahkan karena A’a-nya teman saya ini adalah [....] saya, sekarang dia tinggal di Bandung untuk ambil S2 [iya sebagian besar keluarga mereka telah menyelesaikan S2, HEBAT] entah saya kapan akan selesai S2.. Saya terharu selesai membacanya, sungguh saya memang cengeng !! :)

“De, dalam perjalanan hidup-ku ada dua hal yang aku takutkan”

1. Hal pertama yang aku takutkan adalah: Jatuhnya airmata emih (sebutan untuk IBU)

Aku tak tak kuat jika aku melihat airmata emih jatuh di hadapanku. Dikarenakan bagiku airmata ibu itu bagaikan air sungai Gangga yang amat disucikan. Ya, itu aku meanggapnya seperti itu. Entahlah. Tapi itulah yang membuatku merasa damai bila airmata ibuku jatuh saat nanti dalam pernikahanku nanti. Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Emih’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.

2. Hal kedua yang aku takutkan adalah: Kenangan Lamaku

Hal ini yang paling aku hindarkan bila aku sedang menyendiri lalu tiba-tiba terbayang dan terekam dalam benakku sebuah kenangan lama maka aku akan segera jauh-jauh melupakan itu. Sebab kenangan lama bagiku adalah sebuah cambuk yang membuatku tak bisa bangkit menghadapi kehidupan ini.

Saya jadi ingat tulisan Buya HAMKA disalah satu bukunya bahwa Hidup ini bukanlah suatu jalan yang datar dan ditaburi bunga melainkan adakalanya disirami airmata dan juga darah, iya… masa lalu tidak akan meremuk redamkan saya kan?

Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir …  Cukuplah bagi kami Allah, menjadi Tuhan kami dan Dialah sebaik-baik wakil. Dialah sebaik-baik pemimpin dan penolong… irhamna ya ALLAH (sayangi saya)

11 Komentar

  1. “iya… masa lalu tidak akan meremuk redamkan saya kan?”

    saya yakin tidak akan pernah. Masa lalu yang telah terlewati, baik ataupun buruk, berhasil dilewati dengan baik, atau hanya asal terlewati, tapi suatu saat berhasil ngasih kita pembelajaran, TIDAK AKAN PERNAH MEREMUK REDAMKAN siapapun. justru semuanya akan membuat kita lebih kuat. Tahan banting, tidak gampang nyerah!

  2. masa lalu yang buruk membuatmu berjalan lebih tegar.

    Bener ga sih? lagi sok wise nih gw :mrgreen:

  3. Tentu melihat masa silam yang menyakitkan akan membuka luka lama kembali berdarah.

    Tapi berbeda dengan melihat masa silam yang menyenangkan, setiap hari selalu dikenang-kenang.

    Masa lalu adalah tindakan kita sekarang yang akan kita lihat dimasa datang .. jadi buatlah hari ini lebih baik agar di masa depan kita tidak perlu takut melihat ke masa silam.

    Good luck mbak.

  4. Subhanallah! indah banget mbak, kebetulan lagi sedih ni. Makanya, jadi “kena” bgt.

    “Hidup ini bukanlah suatu jalan yang datar dan ditaburi bunga melainkan adakalanya disirami airmata dan juga darah”

    Iya ya mbak, jadi ngerasa bodoh. Slalu berhapan dpt dukungan, makanya mental ini ga siap begitu ada yg ‘mnjatuhkan’.

    Mari mbak sama2 berjuang, “smoga lekas kelar S2-nya” Doain sy lekas kelar S1-nya :)

  5. indahnya penataan kalimatmu
    semoga hari2 ke depan makin berbunga!

  6. tapi jangan salah, terkadang masa lalu itu bisa jadi tolak ukur kita utk maju kedepan… ;)

  7. Masa lalu, hell yeah….

    Masa depan yang panjang masih menunggu di depan mata, perlu energi dan pemikiran yang besar, jangan sia-siakan sisa waktu yang diberikan untuk menyongsong masa depan itu.

    Semangat Diajeng, jangan cengeng…

  8. lihatlah dia (matahari)
    disiang hari matahari menyinari, jika dia didepan kita maka bayang-bayang tubuh kita ada dibelakang , jika dia dibelakang kita maka bayang-bayang tubuh kita berada didepan , jika dia tepat berada diatas kita (pkl 12.00) maka tidak nampak bayangan kita.
    bayang-bayang (masa lalu) tergantung dari diri kita sendiri, apakah akan menghadap cahaya atau membelakanginya atau menunggu dia berada diatas kita.
    Jadi seperti tuan Sancaludira uraikan diatas, jangan menyia-nyiakan waktu untuk larut dengan masa lalu. Kalau sekedar menoleh dan tersenyum padanya mungkin gak apa-apa ya?, tetapi jangan tinggal bersamanya.

  9. ketika berjalan, melihatlah ke depan, sambil sesekali lirik spion untuk melihat keadaan belakang…

    jangan lirik spion terus, bisa nabrak!

    :mrgreen:

  10. Hidupku bagai sebuah puzzle
    Untuk melihat keseluruhan hidupku
    Aku harus bisa merangkaikan setiap potongan puzzle
    Potongan peristiwa hidupku
    Peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi dalam hidupku
    Ya.. seperti saat kita bertemu
    Terjerat aku oleh lentik bulu matamu

    Potongan hidup itu harus kutemukan,
    Kujalani, kusadari dan kuhayati
    Karena itu adalah proses yang membawaku
    Kepada kepenuhan hidupku
    Entah bersamamu
    Atau harus sendiri tanpa dirimu
    Aku harus melaluinya, menyadarinya dan memahaminya
    Agar siap saat kesejatian hidupku itu tergelar

  11. …hik..hik.. terlambatkah saya…??


One Trackback/Pingback

  1. [...] coment untuk ‘Sabda Pagi’-nya perempuan di titik Nol) Saat membaca tulisan yang ini yang ada disini tidak tahan rasanya untuk tidak sedih…Gimana engga, dalam tulisan tersebut [...]

Tulis sebuah Komentar

*
*