Terima Kasih Kebun Hikmah

Terima Kasih Kebun Hikmah


Assallamuallaikum sahabat, Para Pencari Tuhan dan sahabat pengunjung setia kebun hikmah Senja ini saya pamit dari blog yang telah membesarkan saya ini, blog yang telah menemani perjalanan hidup saya selama kurang lebih 6 tahun (2008-2014), menjadi penampung airmata saya, menjadi coretan gelak tawa saya, dan kini saya hijrah ke kebun baru yang insya Allah lebih bermanfaat, terutama untuk saya, blog baru ladang hijrah saya menjadi lebih baik, menjadi manusia dewasa yang mampu mentertawakan luka … Dan terima kasih untuk 1,797,167 Hamba ALLAH yang sudah berkunjung ke blog saya selama kurun waktu 6 … Continue reading

Milad Dan Blog Baru = Hidup Baru


Tempat jam 12 malam, HP saya berisik dengan ring telp dan tang tung tang tung bunyi whatsapp, ah bahagianya hidup ketika masih ada yang masih ingat kapan saya terlahir di bumi Allah ini, iya hari ini berkurang umur saya, hari ini berkurang kesempatan saya untuk memperbaiki diri, semakin jauh dari dunia dan semakin dekat kepada akhirat, kira kira begitu makna ulang tahun untuk saya :) :) Dan kali ini saya tak akan menulis banyak karena ini akan jadi tulisan terakhir di blog ini, blog yang setelah sekian lama menjadi hamparan luka saya, menjadi talangan airmata … Continue reading

Seroja …

Seroja …


“Hanya pemuda sederhana. Yang kecemerlangannya muncul lewat senandung yang ia hafalkan, terlihat dalam cahaya yang terpancarkan dari sepasang mata. Kecemerlangan yang terlihat bagai matahari perlahan muncul, atau menghilang di kaki langit” Tulisan ini saya buat karena saya tahu dia akan membacanya, bulan April ini adalah tahun kenangan buat saya, mengenang April 2008, iya  saya punya seseorang yang selama 6 tahun tahun hadir dalam hidup saya, dia tidak pergi meninggalkan saya meski kadang saya tinggalkan, dia hadir saat sejuta luka menusuk bahkan saat badai menerpa hidup saya, bahkan tsumani menghantam saya, dia ada tepat disamping saya, mengulurkan tangannya untuk membangunkan saya, memapah saya untuk berjalan dan bahkan berlari bersamanya, meski kadang saya berlari lebih cepat darinya dan meninggalkannya dibelakang, dia tetap ada menunggu hingga … Continue reading

Perempuan Dan Perhiasan Dunia

Perempuan Dan Perhiasan Dunia


Reblog dari Catatan Mas Herry Cahyadi, thanks to remind me!! mari kita simak tulisan indah ini sebagai pengingat para Lelaki dan sebagai pembelajaran untuk kita para calon istri dan istri :) Seringkali saya cukup jengah membaca beberapa artikel yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dan saya merasa hal itu sangat keterlaluan. Laki-laki dan perempuan itu sama, yang membedakan adalah level ketaqwaannya.  Namun, dalam teorinya, selalu ada penafsiran yang keliru dan cenderung fallacy(sesat … Continue reading

Langitku Bukan Langitmu

Langitku Bukan Langitmu


“Tahu, mengapa kita tak boleh terlalu senang berlebihan saat dikaruniai kenikmatan? Agar kita menjaga yang lain untuk tetap bersyukur.. Karena, tak semestinya kita menjadi perantara orang untuk kufur nikmat.. Yang hamil, menjaga perasaan orang yang belum hamil.. Yang sudah menikah, menjaga perasaan orang yang belum menikah.. Yang kaya, menjaga perasaan orang yang miskin.. Yang sempurna … Continue reading

Rasa Itu Bernama “Cinta”

Rasa Itu Bernama “Cinta”


Didalam cinta ada tiga hal yang selalu tumbuh, Rindu. Senang. Lalu khawatir alias takut kehilangan. Ketiganya menyatu. Bermula dari kebaikan yang disampaikan, lalu merasuk ke dalam hati. Dan sebagaimana lazimnya cinta, kebaikan orang itu selalu saja melintas berlari di kepala. Berharap agar kebaikan-kebaikannya kita rasakan lagi. Seperti mata air yang segar, jernih airnya, mengalir, menderas, … Continue reading

Tuhan, Maaf Kami Sibuk !

Tuhan, Maaf Kami Sibuk !


Sering bahkan terlalu sering kita mendengar kata “bahagia“, dan seberapa sering kita temukan bahwa mereka yang sedang berbahagia, lupa siapa yang memberinya kebahagiaan, hingga Allah kembali menegurnya dengan luka, saya mau share sedikit, hari Sabtu lalu ditemani seseorang (ehm .. ehm ..) saya nonton film RUSH, menceritakan tentang perjalanan karier dan kehidupan Niki Lauda, pembalap F1 era tahun ’70 an, ada satu kata yang cukup jleb buat saya yaitu “Bahagia itu melemahkan … ” awalnya agak membingungkan dengan kata melemahkan bukankah setiap orang ingin bahagia? bukankah tujuan dari … Continue reading