Sewaktu saya kecil dulu, saya selalu berpikir bahwa saya adalah malaikat kecil dengan sayap dipunggung saya, dan saya bisa terbang seperti burung yang kerap hinggap di ujung jendela rumah saya sewaktu kecil dulu … kemudian untuk mewujudkan angan angan saya, orang tua saya membelikan saya sapap-sayap mainan berwarna pink [ah betapa bahagianya saya waktu itu], dengan sayap mainan dipunggung saya yang mungil, saya akan berlari keliling rumah saya yang mungil dengan tidak lupa mengepakan tangan saya … dengan tidak lupa menengadah ke langit sewaktu waktu dengan harapan saya bisa menyatu dengan awan dan berada diantara langit biru dan awan putih … I believe I can fly :)

Kemarin [mohon maaf sebelumnya TANPA bermaksud narsis yang akan membuat pembaca blog saya iritasi] ada yang mengatakan ini ke saya “De, loe adalah malaikat buat gue, loe udah menyelamatkan gue dari kegilaan yang nyaris, kehangatan genggaman tangan elu waktu gue nyaris bunuh diri adalah tangan malaikat” berlebihan betul ucapan sahabat saya karena saya jauh dari pengertian malaikat yang terbuat dari nur, yang didalam jiwanya tidak ada nafs.

Kemudian sepanjang jalan dari mengantarkan sahabat saya pulang, saya mulai mengkhayal seperti masa kecil saya dulu.. iya, seandainya saya malaikat dengan sayap, yang pertama ingin saya lakukan adalah terbang mencari ALLAH [jika diizinkan] dan kemudian terbang mencari si dia saya yang tenggelam ditelan bumi, kemudian saya akan terbang lagi mencari dan melihat anak-anak pemulung di bantar gebang, anak-anak yang tidur dirumah kardus di buaran, dan saya akan mengumpulkan mereka untuk mendengarkan dongeng saya tentang bumi … lalu saya akan memeluk mereka satu persatu sebelum saya terbang lagi untuk melihat panti jompo, menengok mereka yang sakit dan mengelus elus punggung mereka sambil berdoa atas kesembuhan mereka dan saya akan terbang lagi dan terbang lagi … :)

Saya tersadar ternyata saya bukan malaikat ketika tiba-tiba mobil saya nyaris menabrak pagar rumah saya, ternyata saya dibumi, sedang berpijak dan berada di dunia yang keras ini … kemudian diruang tempat saya mencari jiwa saya yang hilang dan tempat saya mencari ALLAH, kamar berdinding hijau dan bergordyn hijau muda lembut, saya melemparkan tubuh mungil saya yang lelah diatas tempat tidur, menerawang dan bermimpi menjadi malaikat [tetep] :)

Mungkin dulu saya malaikat tapi dosa-dosa saya telah merontokan bulu-bulu di sayap saya hingga saya tidak mampu lagi mengepak … dan kini saatnya mengembalikan bulu-bulu sayap saya dengan menjadi baik dan baik dan baik, hingga suatu hari saya bisa kembali mengepakan sayap saya dan terbang dari sini ke sana dan dari sana ke sini :)

Ya Rabb .. tuntunlah saya selalu untuk berjalan di rel kereta kebaikanMu agar saya bisa terbang menujuMu dan kita bertemu dalam cahaya yang sesungguhnya karena saya ingin berpulang dalam keimanan terbaik, wahai ALLAH, saya ingin berpulang dalam keadaan khusnul khatimah, agar nisan saya bercahaya, agar wangi melati menutup tanah merah saya, agar hanya kebaikan yang dikenang oleh orang-orang yang saya cintai, mencintai saya, bahkan mereka yang membenci saya..

Irhamnna ya ALLAH … sayangi saya, saya INGIN terbang menujuMu, ingin menjadi Mahdiyah [seperti panggilan sayang sahabat saya untuk saya, terima kasih] menjadi perempuan pilihanMu untuk memasuki syurgaMu dengan buku catatan ditangan kanan saya yang berisi kebaikan kebaikan karena buku kiri saya telah terhapus oleh taubat. Wahai ALLAH, jangan biarkan saya mengulangi kesalahan yang kemarin kemarin setelah Engkau beri petunjuka saya, jadikan taubat saya taubatan nasuhah ya ALLAH, saya hanya manusia yang mudah khilaf, sungguh saya mudah khilaf ya Rabb, penggengam jiwa saya.

Saya ingin mengepakan sayap saya kembali … :)

Malam ini jendela kamar saya terhiasi oleh wajah penuh rembulan, sebentuk bundar berwarna keemasan, bukan kuning tapi jingga atau bukan jingga tapi orange … ah rembulan, apapun warnamu dimata saya kamu begitu indah, menatap saya lembut melalui jendela gelap diujung kamar saya, berharap ada wajahnya menatap saya melalui mata bening rembulan… ciptaan ALLAH yang sempurna sedang menatap saya mesra, mengajak saya bercengkrama tentang malam yang gelap, tentang awan yang mengukir rindu  :)

Jika saja saya sanggup untuk mengepakan sayap saya dan terbang ke awan, untuk memetik rembulan, ah rembulan jangan tatap saya seperti ini, membuat merah merona pipi saya, redupkanlah sedikit saja sinarmu agar saya tak tersipu begini :)

Iya … lalu nikmat ALLAH manalagi yang bisa saya pungkiri, rembulan dengan semburat jingganya malam ini menyapu wajah bening saya dengan guratan halusnya seperti tangan si dia yang pernah terbentang untuk memeluk saya [dulu] … [kini] tak ada lagi, rembulan saya tertelan bumi, menghilang terbungkus tanah merah, terlipat oleh gambar kuning di film kartun yang ganteng milik ”bart simpson” … “LOH, puisinya koq jadi ngelantur De” :)

Ah saya bukan langitjiwa yang pandai bermain dengan kata-kata yang mampu membentuk awan menjadi gambaran wajah, dan mampu membuat puisi indah yang mengacak acak rahim perempuan dan saya bukan pujangga baliazura yang dengan tarian mampu melekukan dunia menjadi gelombang laut, dan dengan sayapnya menerbangkan saya ke langit kelima  …

“De, salah makan yah tadi sore koq jadi romantis gini” :)  

 

Saya tidak tahu darimana saya harus mulai menulis postingan saya kali ini, bahkan untuk memilih judul yang biasanya meluncur deras dari jari jemari saya malah jadi kaku … awalnya judul tulisan ini adalah “untuk republik” tapi koq saya jadi terkesan riya nasionalisme, kan saya sudah janji untuk mengurangi narsisme dari diri saya, karena beberapa kali saya kena kritik :)

Seharian ini, sejak dari jam 7.30 pagi [jam segini baru bangun ya De?] ehm … saya sudah mengantarkan raga saya kerumah dosen pembimbing saya, dosen saya yang satu ini bukan hanya mentor untuk riset dan tugas-tugas kuliah saya, tapi beliau juga mentor untuk kehidupan saya, beliau lah yang menarik tangan saya pada saat saya terjatuh ke sumur lumpur yang nyaris membunuh saya, beliaulah yang ikut menangis bersama saya pada saat saya tidak lagi mampu berkata-kata dan hanya bisa menangis [cengeng...] dan beliaulah yang memberikan saya tangan kanannya untuk menghapus airmata diujung mata saya, terima kasih untuk ibu Ririn, beliau adalah Ibu untuk saya :)

Ah saya jadi lupa bahwa saya sedang ingin meminta sumbang saran teman-teman diteras blog saya [sudah saya gelar tikar diteras belakang rumah nih, silahkan masup, ada teh hangat dan pisang goreng buatan saya] … begini, saya dan SELALU atas bantuan dosen pembimbing saya sedang mendapat proyek besar dari suatu badan anti korupsi yang terkenal itu, untuk membuat proyek sosialisasi nasional atau lebih tepatnya ”Pembentukan budaya anti korupsi” yang dimulai dari tinggkat taman kanak-kanak dan SD hingga SMU … fokus ke tinggat taman bermain sebetulnya, inilah sulitnya  :)

Iya, sudah terbayang bahwa saya akan sangat suka karena saya akan bergelut dengan anak-anak TK, mata indah mereka akan menjadi hujan dimusim kemarau hidup saya, gelak tawa mereka bersimulasi anti korupsi dengan gaya anak-anak TK pasti akan menjadi limpahan berkah yang tidak ternilai … ah anak-anak, rindu gelak tawanya, rindu lembayung merona dimata mereka yang menampar senja, memupuskan impian menjadi kenyatan, membuat yang layu kembali bermekaran, sungguh hidup yang terus mencari pada bumi tempat terpijak  :(

Sebelum saya melantur jauh tentang mata bening dan gemuruh celoteh anak-anak, saya minta tolong untuk memberikan satu konsep mengenai program yang bisa diterapkan untuk membuat mereka mengerti bahwa korupsi itu HARAM dan jangan sentuh sedikitpun…

Semoga ALLAH meridhoi langkah kita  dan niat saya ini … jika gagal itu karena ketidak tahuan saya, jika berhasil itu karena tangan ALLAH … amin Ya ALLAH  :)   

Kemarin sepanjang siang saya menyaksikan kilas selebriti di TV, ada dua gosip atau berita yang mengusik jiwa saya … dua berita yang merapuhkan arti cinta dihati saya dan dua berita ini yang membuat saya mengenal cinta lebih dari yang saya tahu selama ini :(

Berita perpisahan Die (dewi lestari) dan Marchell … TV itu juga menayangkan bagaimana mereka mengagungkan cinta selama lima tahun silam [2003] dan kandas dipertengahan 2008. Iya saat cinta membara jiwa mereka Die mengatakan bahwa “Marchell adalah malaikat untuk saya, oase bagi jiwa saya yang gersang” dan Marchell membalas bahwa “Die adalah obat untuk saya, obat dari segala penyakit jiwa dan raga saya, Die adalah cinta saya” kemudian mereka mengikat janji dihadapan kitab suci mereka disaksikan oleh guru agama [pendeta bahasa mereka], berjanji atas nama Tuhan bahwa hanya kematian yang akan memisahkan mereka, bahwa mereka akan selalu bersama dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat … dan kini setelah lima tahun, cinta berubah menjadi kebencian … toleransi berubah menjadi saling menghujat, lalu dimana cinta?, dimana kasih sayang yang selama ini ada? dan dimana pelukan sayang yang selama lima tahun membakar jiwa mereka? DIMANA? :(

Dan saya TIDAK memiliki jawaban … karena mungkin Die telah menjadi matahari yang tidak mampu menghangatkan buminya Marchell dan Marchell telah menjadi rembulan yang tidak lagi mampu menjadi rembulan yang menerangi malam-malamnya Die :(  

Berita kedua yang membuat saya menangis [lagi, dasar cengeng] adalah berita tante Widyawati yang memperingati ulang tahun ke-58 dengan deraian airmata karena om Sophan tidak lagi bersamanya, dipanggil pulang oleh ALLAH dalam kapasitasnya sebagai manusia yang PASTI berpulang … airmata tanda cinta dan kehilangan terus membanjiri pipi tante hingga menghiasi dagu nya yang runcing dan cantik.. aura kehilangannya dapat saya rasakan, rasa rindunya bahkan menjalari pembuluh darah saya yang juga beku, rasa ingin dipeluk, ingin membelai, rasa ingin diperhatikan terasa bak bulir bulir kehilangan yang tiada ujungnya, saya mengenal sekali rasa yang ini, I have been there and still be there  :(

Ada yang salah dari cinta yang ini? iya .. menurut saya sedikit banyak ada salahnya karena sang tante telah menggantungkan kebahagian kepada selain ALLAH, sehingga begitu om Sophan pergi dunia terasa kiamat [kiamat kubro jika menggunakan istilah patah hati oleh teman metropolitan saya], seharusnya beliau ikhlas … semua pasti pulang bukan?

Dan kembali saya TIDAK menemukan jawaban dari rapuhnya cinta yang dibentuk oleh manusia … dapat hilang seiring dengan waktu, dapat terganti seiring dengan kehilangan dan kedatangan, dapat memudar seiring dengan terbenamnya matahari :( 

Lalu dimana cinta? cinta yang bagaimana yang TIDAK akan memudar dan saling menyakiti? … RAPUH tanpa jawab. Lalu saya berjanji kepada jiwa saya untuk tidak menggantungkan kebahagian saya kepada semua yang masih berada dibawah sinar matahari ALLAH, saya takut kehilangan seperti tante Widyawati dan saya takut terzhalimi oleh cinta seperti Die, saya tidak akan sanggup menjadi rapuh  :(

Iya … saya Rapuh jika bicara soal cinta, dan entah, antara ada dan tiada cinta itu :(

Tapi akan selalu ada cinta dari ALLAH kepada umatnya, dari orang tua kepada anak-anaknya .. ini cinta juga kan namanya? cinta yang tak rapuh oleh waktu, tak terhapus oleh gelombang, tak hilang ditelan masa, tak akan berubah menjadi kebencian …

ah CINTA … kamu seperti pelawak yang hadir untuk menghibur dan pergi karena harus menghibur yang lain juga, hahahahaha   :)

Ditempat saya hening, saya mempunyai seorang sahabat yang “menangis” tersedu-sedu disetiap tahajudnya, disetiap shalat-shalat wajibnya dan disetiap do’a do’a yang ia ucapkan, tidak perduli apakah do’a itu do’a sederhana [menurut saya] maupun do’a yang berat [masih menurut saya] … isak tangisnya terus menggelayut di benak saya, membuat saya iri dengan kedalaman jiwanya, dan jujur saya ingin seperti dia [sahabat saya ini], kemudian saya bertanya kepadanya malam setelah tahajud kami yang panjang, setelah muhasabah kami, dan seperti pembawaannya yang pendiam dan manis, dia hanya menjawab dua kata

De, pada saat saya berdoa, saya menyerahkan seluruh jiwa saya kepada yang berada dihadapan saya, yang maha agung, yang memiliki segala galanya dan pemberi peringatan, terbayang kan De, jika dia marah kepada kita dan DIA akan menegur kita dengan caranya, itulah mengapa saya gemetar setiap kali berdoa dan ingat De, berdoa adalah cara saya melepas rindu kepada ALLAH” :)

Ya ALLAH, selesai mendengar ucapannya, kemudian saya mencoba mengoreksi cara saya berdoa yang seperti kereta express [cepatnya luar biasa], yang tidak jarang kata-kata yang saya gunakan juga kata-kata yang itu itu juga, seperti kaset yang fast forward [basi gak sih?] dan ucapan yang keluar pun kadang seperti pelor dar der dor tanpa makna … hahahah, ALLAH mungkin juga kadang mentertawakan cara berdoa saya yang seperti anak TK, menggangkat tangan lalu komat kamit tidak jelas  :)

Dan, kemarin saya menyelesaikan buku Al Qur’an, the ultimate secret [bagus banget isiinya...] dan karena saya memang dalam proses belajar agama, proses mencari makna hidup maka inilah hasil dari 2 hari hiatus, saya memperoleh pencerahan untuk memperbaiki cara saya berdoa … begini saudara-saudara [gaya dosen mode ON] :)

Bahwa berdoa bukanlah kegiatan fisik tapi menghadirkan jiwa kepada ALLAH, berdialog dengan ALLAH dan mengakui bahwa saya hanyalah hamba. Mulai saat ini saya akan memulai doa saya dengan memanggil nama indah ALLAH dengan cara yang lembut, bukan berteriak toh ALLAH tidak tuli, selembut apapun saya berbisik pasti didengarNya… akan saya jadikan doa-doa saya sebagai ungkapan rasa syukur, rasa takut saya, mana yang saya sukai dan mana yang tidak saya sukai dari perjalanan napas saya, bahkan rasa sepi yang kerap menjalar didarah saya yang merah. Saya akan melibatkan emosi saya, bukan hanya rentetan ucapan bak kereta pelor, dengan saya menghadirkan semua rasa dan jiwa saya, perasaan saya maka saya mengikat jiwa saya kepada sang pemilik jiwa SETIAP saat, tidak hanya pada saat saya bersujud diatas sajadah cinta.

Bak pelangi dengan sejuta warna maka saya mengikatkan jiwa dan pikiran saya kepada ALLAH, sang pemberi yang maha kaya sedangkan saya hanyalah sang fakir, maka saya akan meminta kepada ALLAH. Apapun doa saya seharusnya berisi semua yang bisa semakin mendekatkan diri saya kepada ALLAH, dan janji ALLAH untuk mengabulkan do’a semua yang ingin mendekatkan diri kepadaNYA PASTI akan terkabul …. percaya kan?

Jadi jika saya meminta diberikan mobil itu agar saya bisa pergi ke masjid setiap waktu, jika saya meminta dimurahkan rejeki itu adalah agar saya bisa lebih banyak sedekah, jika saya meminta ALLAH mewujudkan cita-cita saya menjadi penulis itu agar saya dapat menulis ilmu yang mendekatkan pembaca saya kepada ALLAH, jika saya ingin menjadi seorang ahli kimia, IT, akuntan, ahli hukum, psikolog, insinyur atau apapun tujuan napas saya itu adalah agar saya bisa mengamalkan untuk ALLAH, bukan untuk saya … BUKAN.

Semoga doa-doa saya, mulai detik ini akan seindah warna pelangi … merah, kuning, hijau, biru, jingga, ah sejuta rasanya  :)

 

Rajab adalah bulanKU … syaban adalah bulan Rasulullah [saw] … dan Ramadhan adalah bulan umatku .. :)

Kalimat diatas saya dapat dari guru mengaji saya di pengajian Al Azhar saat shalat ashar tadi … begitu agungnya bulan Rajab ini, dimana saya menyimak ada anjuran untuk puasa pada tgl 30 Juli ini atau tanggal 27 Rajab [perbaiki jika saya salah yah], agar saya mendapat ampunan  dan rahmat yang terus saya cari dari pemilik napas saya … dan yang akan saya tuliskan dibawah ini adalah oleh-oleh do’a yang bisa saya dan mungkin kita bisa membacanya selama Rajab.

Buat saya do’a ini sangat berarti … buat saya bulan ini menjadi indah karena saya baru tahu bahwa selain Ramadhan ada bulan lain yang dimuliakan oleh ALLAH, sang pemilik segalanya, sang penegur dengan caranya, yang saya takuti marahNya, yang saya letakan seluruh ibadah saya, hidup dan mati saya hanya untuk NYA. ya ALLAH JANGAN tinggalkan saya pada saat saya terpuruk, meluncur seluruh kekuatan saya.. JANGAN tinggalkan saya yah.

Ini do’anya yah … jika saya salah, ini karena ketidak tahuan saya dan saya tidak bermaksud menggurui, hanya ingin menyampaikan [takut dibilang sok alim ya De? he eh …   :)

Bismillaah ir-Rahmaan ir-Rahiim

Allaahumma innii astaghfiruka min kulli maa tubtu `anhu ilayka tsumma `udtu fiih/wa astaghfiruka min kulli maa ‘arad-tu bihi wajhika fa-khaalathanii fiihi maa laysa fiihi ridhaa-uk/wa astaghfiruka li-ni`amallatii taqawwaytu bihaa `alaa ma`shiiyatik/ wa astaghfiruka minadz-dzunubillati i laa ya`lamahu ghayruka wa laa yath-thali`u `alayhaa ahadun siwaak/wa laa yasa`uhaa illa rahmatuka wa la tunjii minhaa illa maghfiratuka wa hilmuk/laa ilaha illa-Anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Allaahumma innii astaghfiruka min kulli zhulmin zhalamtu bihi `ibadak/Fa innamaa `abdin min `ibaadika aw `amatin min `imaa-ika zhalamtu fii badanihi aw `irdhihi aw-maalihi fa-a`thihi min khazaa’inikal- latii laa tanqush/wa as-aluka an tukrimanii bi-rahmatikal- latii wasi`at kulla syay-in wa laa tuhiinanii min `adzaabika walaa ta`thiinii maa as-aluka fa-innii haqiiqun bi-rahmatika ya arhamar-Raahimiin/ wa shalla-Allahu `alaa Sayyidinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi ajma`iin/wa laa hawla wa laa quwatta illa billahil-`Aliyyil- `Azhiim

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, saya memohon ampun kepada-Mu atas segala kesalahan yang telah saya lakukan. Dan saya memohon ampun kepada-Mu atas segala hal yang tidak Engkau sukai dari saya dan segala hal yang berhubungan dengan saya yang tidak Engkau ridai. Dan saya memohon ampun kepada-Mu atas nikmat yang telah kugunakan untuk menambah ketidakpatuhan saya terhadap-Mu. Dan saya memohon ampun atas segala dosa yang tiada seorang pun tahu kecuali Engkau dan tiada seorang pun yang melihat kecuali Engkau dan tiada yang mencakupi kecuali rahmat-Mu dan tiada yang mengantarkan kecuali ampunan-Mu dan rahmat-Mu. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, dan sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang zalim!

Ya Allah, saya memohon ampun kepada-Mu atas ketidakadilan yang saya lakukan terhadap hamba-hamba- Mu baik laki-laki maupun perempuan yang telah saya sakiti baik fisiknya maupun martabatnya atau dalam kepunyaan mereka yang telah Engkau berikan dengan karunia-Mu yang tak kurang sedikit pun. Saya memohon kepada-Mu, anugerahkanlah saya dengan rahmat-Mu yang mencakup segalanya. Janganlah Engkau hinakan saya dengan hukuman-Mu tetapi berilah apa yang saya minta kepada-Mu, sebab saya sangat memerlukan rahmat-Mu, Ya Allah, Engkau Maha Penyayang di antara semua penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan berkah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT Yang Maha tinggi dan Maha Agung.

Amin ya Rabb … wahai pemilik napas saya, jiwa raga saya, hidup dan mati saya HANYA untuk Engkau. Jika saya menjadi baik itu karena kasih sayangMu dan jika saya salah itu karena ketidak tahuan saya…

 Saya mencintaiMu ya ALLAH :)

Beberapa waktu yang lalu, saya bersilaturahmi dengan ”kakak” perempuan saya [emang punya kakak De?] iya saya mengganggpnya kakak karena dia mengganggap saya adik kesayangannya … saya dan teteh lebih tepatnya berdiskusi tentang hidup, tentang asa, tentang saya lebih lengkapnya … katanya saya tidak boleh cengeng, katanya dia menyayangi saya karena kuatnya saya, karena semangat hidup saya yang menginspirasi dia dan sebagainya dan tidak ingin saya sebutkan … saya takut narsis, atau lebih tepatnya riya dan sombong, karena saya janji pada diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik dengan mengurangi narsisme dalam diri saya yang selama ini melekat lengket dalam diri saya, menjauhkan sombong sejauh yang mampu saya langkahi [dan pasti belum bisa 100% mampu, kan belajar]  :)

Saya ingat kata-kata teteh “De, tujuan hidup Ade apa sih?“, gubrak !! … serasa terlempar bersama air terjun cicurug yang tinggi itu, serasa tertampar, dan serasa masuk kedalam sumur karena tidak punya jawaban yang pasti saat ditanya yang terlintas dalam pikiran saya adalah saya memiliki beberapa cita-cita yang ingin saya capai. Lalu saya teringat ucapan guru mengaji saya bahwa tujuan hidup kita adalah ALLAH dan jalan yang harus ditempuh sudah tertera dalam Al Qur’an maka jadikanlah Al Qur’an sebagai tuntunan hidup atau GPS (Global Positioning Satelite) yang akan memandu layar kehidupan saya untuk terus berlabuh bahkan pada saat gelap gulita sekalipun.

Jadi jika saya mempunyai segumpal asa sebagai tujuan atau cita-cita hidup saya maka saya harus menetapkan langkah-langkah yang harus saya tempuh, plan A hingga plan Z … artinya jika plan A gagal, maka pikirkan plan B, jika langkah itupun gagal maka saya harus menapak dengan plan C hingga plan Z :)

Kembali tertampar bahwa saya terlalu santai dalam mencapai asa saya maka saya akan memulai menyusun GPS untuk hidup saya … untuk mencapai tujuan hidup saya. Misalnya jika saya ingin menjadi penulis maka saya bukan hanya menulis di blog teras saya ini dong, tapi menulis yang lain lalu kirim ke media untuk diterbitkan, jika saya ingin keluar dari semua yang menekan jiwa saya, iya saya harus berdiri dan berjalan dong bukan hanya duduk disudut kamar saya lalu menangis, jika saya ingin cepat selesai kuliah yah mulai riset dong bukan hanya nonton dan kasih komentar ini itu atas hasil riset sahabat saya…

Iya, mulai detik ini saya menguatkan hati untuk menyusun GPS hidup saya untuk sebulan kedepan, dua bulan kedepan, satu semester kedepan, setahun kedepan dan seterusnya …. soal hasil itu milik ALLAH, jika saya sungguh sungguh, ALLAH kan melihat usaha keras saya, pasti doa-doa yang lain hanya tinggal menunggu waktu untuk dikabulkan, amin ya Rabb  :)

Ayo … kita susun GPS (global positioning satelite) hidup kita, agar jelas mau dibawa kemana layar napas kita hingga menghadap mahkamah ALLAH nanti dengan kesiapan yang matang, hidup kan bukan hanya didunia yang fana ini, tapi juga di alam milik ALLAH nanti :)

Saya mulai menyusun … plan A hingga plan Z [saya suka huruf terakhir ini, seperti menunjukan akhir dari perjalanan dan tercapainya cita-cita, bukankah tidak ada lagi huruf setelah huruf Z] halah … :)

Dan jangan lupa jika sudah tersusun GPS napas kita, maka kita harus berdoa, berdoa [memangil ALLAH] bukanlah hanya aktivitas lisan seperti kita membawa daftar belanjaan berupa keinginan ke supermarket, tapi berdoa harus diawali dengan kesadaran bahwa kita sedang berhadapan dengan sang pemilik segalanya … yang tak ada yang tak luput dari penglihatanNya.

Sadarilah kepada siapa kita mengirim seikat bunga asa … ALLAH pemilik segalanya, bukan? buat saya berdoa adalah berhubungan dengan ALLAH, pemilik hidup dan mati saya, begitu kira-kira   :)