Malam ini saya menghadiri sebuah resepsi pernikahan menemani sahabat saya, Damar
dia adalah sahabat saya satu komplek rumah, kami besar bersama dan yang istimewa adalah karena mempelai yang berdiri mejadi ratu dipelaminan itu adalah Tia, kekasih sahabat saya ini yang selama 1000 hari bersamanya atau sekitar tiga tahun mereka seperti perangko dan amplop, nempel
dilingkungan saya, disitu ada Damar maka disitu juga ada Tia
dan seperti sudah menjadi takdir saya untuk menjadi pundak sahabat sahabat saya yang terluka, dan saya memang selalu ada untuk mereka yang luka, asikkkk !!
narsisnya kambuh nih Ade
Duduk manis menunggu Damar dan saya sudah menyusun sejuta pertanyaan dikepala saya mengapa hubungan mereka kandas? mengapa bisa begitu saja cinta bisa U turn? mengapa gak menikahnya sama Damar? mengapa Tia tega melakukan itu?
sejuta rasa ingin tahu saya… dan ketika saya nyerocos bak meteor, sahabat saya ini hanya diam seribu bahasa, dan dia hanya menjawab satu kalimat “gak ada kecocokan De, setelah sekian tahun gue dan dia akhirnya kami meyakini satu hal bahwa dengan sifat dasar kita berdua yang sama sama keras, maka menjadi teman saja jauh lebih baik daripada menjadi suami istri” mulai gatel nih kepala saya
sesimple itukah alasan sepasang merpati berpisah? tapi sudahlah, itu urusannya mereka dan tugas saya malam ini hanya menemani sahabat saya ini sambil membayangkan makanan yang enak enak ditempat pesta nanti
Sesampai disana, saya mendapati kondisi sahabat saya mulai berubah, keringat dingin mengucur deras dari keningnya seiring dengan dinginnya tangan sahabat saya ini, ketika saya tanya kenapa dia hanya senyum dan menjawab “ternyata gue gak sekuat yang gue kira De” nah lo, kenapa kita dateng kesini dong kalo gak kuat? dan kami pun bersalaman dengan sang mempelai “Tia, selamat berbahagi yah, gue bahagia liat lo bahagia” duh sahabat saya memang memiliki hati yang terbuat dari baja, kuat banget , kalau saya mungkin sudah mati suri didepan mempelai jika sang mempelai itu orang yang sangat saya cintai !!
Dan tanpa makan dan minum dulu kami pulang, “De, kita pulang gue gak kuat lama lama disini De, membayangkan yang di pelaminan itu laki laki lain dan bukan gue yang memiliki Tia adalah penyiksaan” ehm … ternyata laki laki pun bisa retak juga hatinya
saya pikir patah hati itu hanya milik perempuan perempuan seperti saya
sepanjang perjalanan pulang saya yang menyetir mobil karena sahabat saya berkeringat dingin, bahkan lebih gawat lagi migrennya kambuh, saya mulai berpikir untuk melakukan sesuatu untuk mengobati lukanya
saya mengajaknya duduk dilapangan basket di komplek kami, duduk dikursi panjang pemain, menonton bulan yang bulat penuh sambil menatap kosong lapangan yang memang kosong
Dari isaknya saya tahu lukanya dalam, dari sungai bening yang jebol diujung matanya saya tahu bahwa sahabat saya ini terguncang, dan dari tubuhnya yang menggigil saya tahu bahwa sahabat saya ini marah pada keadaan, saya tahu karena saya pernah berada diposisi Damar saat ini, sama lukanya, sama perihnya, dan sama patahnya…
Saya jadi teringat ucapan guru mengaji saya ketika luka yang sama merontokan jiwa saya dan amarah menggemuruh didada saya yang mulai sesak waktu itu dan beliau melumerkan amarah saya dengan ucapan “De, mari kita doakan agar kekasih Ade bahagia dimanapun dia berada, jangan mendoakan selain doa yang akan membuatnya bahagia yah, karena setiap doa akan terbalik kepada kita De, percaya deh”
Artinya kalau saya marah dan mendoakan “ya ALLAH, jauhkan dia dari bahagia karena dia sudah menyakiti saya” maka doa itu akan berbalik ke saya dan ALLAH akan menjauhkan saya dari bahagia dan ketika saya ubah doa saya menjadi ”ya ALLAH hamba ridho jika ENGKAU bawa dia dari saya, dan saya mohon dari dasar hati saya yang tulus bahagiakan dia ya ALLAH, bahagiakan dia, sehatkan dia, dan sayangi dia” maka doa itu akan menjadi milik saya dan ALLAH akan membahagiakan saya, menyehatkan saya dan menyayangi saya.
Subhanallah …
Inilah cara ALLAH mendidik saya bahwa doa adalah milik si pemberi doa, apa yang keluar dari mulut mungil saya akan berbalik ke saya
doa buruk akan menjadi milik saya dan doa baik akan menjadi milik saya, jadi mending doakan yang baik baik, kalau sudah begini mari berterima kasih kepada LUKA karena kita bisa berdoa untuk diri kita sendiri, kalau kita bahagia gimana cara berdoa kita coba? coba deh, masa berdoa untuk diri sendiri mulu, egois lah itu namanya, betul gak? sungguh ALLAH memang luar biasa, catat untuk berterima kasih kepada luka karena dengan luka kita jadi mampu berdoa.
Lalu bagaimana dengan luka yang dihadirkan Tia, bukankah ALLAH tidak pernah membangun syurga diatas penderitaan hambaNYA yang lain? betul dan biarlah itu menjadi urusan ALLAH, ingat loh bukan hak kita untuk membalas setiap luka yang dihadirkan oleh manusia yang lain, apalagi orang yang telah memberi kita keindahan dulu, masa sih kita tega membalas, gak mungkin lah, ALLAH maha mengetahui dan jangan ragu bahwa setiap perbuatan akan dihisab termasuk luka dan retak hati sahabat saya, tapi itu HAK ALLAH dan JANGAN sekali kali mengambil hak ALLAH, diazab nanti
Saya jadi teringat ucapan sahabat siti Nurbaya saya “De, gue lebih baik ditinggal nikah daripada ninggalin kekasih gue dan menikah dengan orang lain, seumur hidup gue De, gue dihantui perasaan bersalah dan ternyata gue gak bahagia De” see, ALLAH tidak pernah tidur, ketika kekasih yang ditinggalkan ikhlas dan mendoakan yang baik baik demi kebahagian siti Nurbaya maka selebihnya tangan ALLAH yang membalas, tak ada syurga selama ada yang menderita diatas kebahagian kita koq, as simple as that, berat menurut kita, tapi indah menurut ALLAH.
“Inilah hikmat dari ujian ini ya Dam, dan sumpah gue baru tahu ternyata lelaki juga bisa patah hati
” gak sopan lo De, kan gue juga manusia De, bukan malaikat
yok kita doakan agar semua yang melukai kita bahagia dan selalu dalam lindungan ALLAH, sehat dan yang indah indah lah pokoknya karena doa itu akan berbalik menjadi milik kita
Mulai sekarang gak ada lagi doa yang jelek jelek yah, gak ada lagi protes kenapa dia bahagia dan saya yang ditinggalkan tersiksa batin, siapa bilang begitu? kan itu menurut pandangan kita yang sempit sebagai manusia, siapa bilang dia bahagia ninggalin kita kan? doakan saja si dia bahagia di ujung bumi sana, selebihnya kan milik ALLAH
yakin deh bahwa setiap perbuatan akan terhisab
Ya ALLAH sembuhkan luka kami dengan doa doa kami yang tulus ya Rabb, ya nurul qolbu…. ah teryata laki laki bisa patah hati juga
hahahah … sekarang Damar sudah bisa tersenyum, dan mulai bisa main basket lagi meski masih pake batik, mending main basket daripada mukul tiang ring basket kan Dam?
Emang laki laki bisa patah hati juga yah? haih Ade, masih gak percaya

