Bulan

Beberapa hari yang lalu listrik dirumah saya tiba tiba padam, pekat tiba tiba, gelap, kelam, tak ada satupun yang mampu saya lihat bahkan untuk mencari senter saja yang tempatnya sudah saya hafal, saya harus terjatuh dua kali menabrak kursi dan kepentok meja *lebay nih De*,  ah sungguh tiada daya dan upaya bola mata ini tanpa setitik cahaya yang ALLAH berikan :)  mau marah rasanya, tapi marah sama siapa yah? PLN kan emang udah biasa byar pet :) dan bisa dipastikan sebagai manusia biasa, bibir mungil saya akan spontan mengeluh, dan nyerocos bak meteor ”gimana sih nih PLN, mati mulu padahal bayar gak pernah boleh telat :) ” dan jawaban PLN pasti “emang gue pikirin lo mau gelap keq, mau gak punya Ac, bodo” lepas tanggung jawab deh kalau sudah begini, ah gak mau ngomongin PLN nanti salah bicara bisa kena setrum loh De :)

Daripada marah marah ke PLN yang jelas jelas gak mau denger saya marah mending saya nikmati gelap ini, takutkah saya dengan kegelapan? saya bukan perempuan yang takut dalam kegelapan, saya kadang menikmati gelap ini, setidaknya ketika saya membuka jendela ada bulan yang tersenyum indah ke saya, ada bintang yang bertaburan di langit yang kelam, dan ini sekaligus menyadarkan saya betapa maha besar ALLAH yang telah menciptakan gelap, gelap ini membuat alam bercerita banyak tentang kebesaran ALLAH bukan? ada rembulan, ada suara angin, ada gemericik daun, ada bintang bertebaran, ada suara jangkring :) coba kalau ada listrik maka bisa dipastikan saya akan sibuk menikmati keindahan lelaki lelaki ganteng pemain sinetron di TV, coba kalo listrik ada saya akan sibuk menjelajah dunia maya, berselancar lewat layar mini netbook saya, coba kalau ada listrik telinga saya akan tersumbat dengan musik buatan manusia yang membuat patah hati saya semakin terasa :( maka mari mensyukuri matinya listrik !! ALLAH memang sangat luar biasa menciptakan gelap.

Dan ini pula salah satu alasan mengapa blog saya berbackground hitam, karena didalam hitam semua warna akan terlihat jelas, biru ya biru, merah ya merah, putih ya putih… gak akan jadi samar :) hitam itu JUJUR bukan?

Read more, Gelap :)

i-love-my-computer

Kemarin saya mendapat teguran dari ALLAH, notebook saya, dunia kecil yang selama dua tahun mengajarkan saya banyak hal, menemani saya dibanyak peristiwa raib berpindah tangan jika tidak ingin dikatakan dicuri :( dan jujur, sepanjang perjalanan napas saya ada satu kata yang sangat tidak saya sukai, yaitu kata berpisah, perpisahan, kepergian dan semua yang tidak akan lagi menyatukan saya dengan keberadaan, padahal hidup ini hanya tiga kata TIADA-ADA-TIADA, seharusnya saya mengerti ini, namun selalu saja ada yang menyesakan dada ketika itu terjadi, selalu saja ada yang membuat saya termenung berjam jam, berhari hari bahkan, seharusnya saya tahu semua yang saya miliki adalah titipan ALLAH yang bisa lenyap dari gengaman saya setiap waktu ALLAH kehendaki :( *ah dasar lo aja gak kurang hati hati De* iya, ini pelajaran pertama yang di tohok oleh hati nuarni saya, bukannya menghibur malah marah :)  

Jangan lagi bicara perpisahan De, nanti cengeng lo kambuh” ok, deal !! tapi kali ini saya kehilangan sesuatu yang selama dua tahun bersama saya, disitu ada saya disitu ada dia, menemani saya kuliah, presentasi, belajar dewasa, bahkan dia yang memperkenalkan saya pada dunia luar, dunia yang tak sanggup saya lihat dengan bola mata belo saya :) dia memperkenalkan saya dengan sahabat baru [pacar juga ya De? :) haih...] :) dan dia juga yang selama dua tahun menemani saya belajar mengenal ALLAH lewat situs situs keIslaman, dia teman saya dikantin belakang kampus, ditaman taman yang sejuk, yang tak pernah lelah, tak mengeluh  meski jari jemari nakal tanggan saya terus mengelitik tuts hitamnya, setiap kali berhadapan dengannya tak pernah lelah dia memperkenalkan saya dengan hal hal yang baru, membantu saya merangkai kata, menulis dan mengisi kebun hikmah saya … ah saya kehilangan notebook kesayangan saya yang telah dua tahun menjadi pendamping saya :( sungguh saya tersadar betapa saya sangat kehilangan justru setelah dia pergi.

Lanjut baca gak? :) *nunggu diclick*

cinta dan doa

Ini hanya sebuah catatan, ehm… catatan patah hati !! jika mendengar kata itu pasti yang terlintas dibenak saya dan pasti kita semua adalah tentang cinta yang kandas, tentang cinta yang putus sampai disini saja, tentang perpisahan, tentang airmata yang berlinang, tentang perihnya hati seperti tersobek sobek, berdarah darah, teriris iris, dan semua yang menyebabkan dunia serasa mengalami kiamat kubro, kata nya “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati” hahahha :) apa iya sih patah hati seperih itu lukanya :) *tanya aja sama diri lo sendiri De* untuk yang kesekian kalinya hati nurani saya menjerit kejepit :)

Hati sanubari saya kadang berputar putar menari nari mencari jawaban kenapa sih cinta yang putus itu diberi judul patah hati, apa tidak ada istilah lain yang lebih indah gitu, misalnya “reinkarnasi cinta” atau “metamorposis hati” atau “kepompong basi” hahaha… pokoknya jangan pake istilah hati yang patah lah, padahal kan sebenarnya gak separah itu bukan? tapi sudahlah, toh apapun istilahnya tetap saja putus kan? jadi gak penting lagi istilah yang penting adalah bagaimana ketika cinta itu kandas, ketika cinta itu tak lagi tersambung, ketika cinta itu tidak lagi mau menjadi milik saya, dan ketika si dia tak mau lagi menjadi tempat penitipan hati saya :)

Jika begini keadaannya maka patah hati sama dengan atau identik dengan airmata, apa iya? gak juga, patah hati itu identik dengan hikmah, coba lihat catatan saya dibawah ini:

Lanjutin gak yah bacanya? click for more read…

burung-cantik

Masih ingat beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis “Bulan Terbelah” iya, tentang poligami, yang saya bisa pahami dan yakini adalah bahwa semua yang ada didalam AlQuran adalah BENAR adanya, dan sebagai hamba saya tidak sepatutnya mempertanyakan mengapa ALLAH menurunkan ini yang menurut sebagian perempuan sesuatu yang menyakitkan dan menurut sebagian lagi sebagai ladang ibadah, pasti setiap yang tertulis didalam AlQur’an memiliki maksud yang baik, itu yang ada dibenak saya :) karena tak ada yang buruk didalam ayat ayat itu, jadi saya tidak mungkin memilih hanya ayat ayat yang enak enak saja yang saya ambil kan? kemudian meninggalkan ayat ayat yang gak enak, pilih pilih gitu, gak deh :)

Begini ceritanya, di pengajian minggu di AlAzhar kemarin ALLAH mempertemukan saya dengan seorang perempuan yang baru saja mengikhlaskan suaminya menikah lagi, iya, perempuan yang masih sangat muda, berwajah ayu dan manis ini begitu ringannya menjalakan hidup “suami kita kan bukan milik kita De, dia adalah milik ALLAH jadi kalau ALLAH berkehendak memberikannya kepada perempuan lain masa saya berani bilang tidak, bukan hak saya untuk menghalangi suami saya bahagia Ade, cinta adalah ketika kita bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia De, iya kan?” jujur, speechless saya mendengar ucapannya sementara diluar sana bergerombol perempuan sampe demo demo sekedar mengumbar keegoisannya untuk menolak hukum ALLAH dengan spanduk “hari gini mau dimadu?” waduh :) bahkan ada yang ekstrim adalah mereka menyebut poligami sebagai “pemuas nafsu belaka” gampang yah menuduh emang :)

Lanjutin gak yah bacanya? click for more read…

Judulnya agak ekstrim De? :) gak juga sih, baca dulu deh, rasanya sih engga:) emang tulisan ada rasanya?

Mawarputih

Selama sebulan terakhir ini saya menemani seorang perempuan muda yang dititipi ALLAH kanker paru paru, banyak pelajaran yang saya dapat ketika bersamanya, Anita namanya, perempuan berusia 26 tahun, perempuan muda nan cantik yang sedang berjuang antara hidup dan mati, “Nita, yang kuat yah” hanya itu yang selalu saya bisikan ketika airmatanya mulai berlinang.

4 minggu mendampingi Anita, saya belajar satu hal bahwa saya adalah milik ALLAH, ALLAH lah yang berhak mengatur hidup saya dan saya tidak perlu ikut campur, subhanallah :) dan setiap pemilik pasti akan menjaga apa apa yang dimilikinya dengan sebaik baiknya kan? jadi tidak perlu ikut campur, cukup terima dan jalankan dengan senang hati karena DIA yang maha tahu.

Kalau saya ikut campur mengatur yang bukan milik saya, kira kira marah gak si pemiliknya, pasti marah kan? dan ketika pemilik hidup saya adalah ALLAH kemudian saya ikut sibuk mengatur maunya ini dan gak mau yang itu, lama lama ALLAH akan marah, hamba yang satu ini maunya apa sih? gawat deh !!

Lanjutin gak yah bacanya? click for more read…

telaga

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan dari seorang sahabat saya “De, pernah gak merasa hidup ini koq hampa yah? hidup ini koq kosong yah? hidup ini koq gelisah, bahkan gue merasa sepi ditengah keramaian De” intinya sahabat saya ini merasa tidak bahagia hidupnya, kosong kaya mati tapi hidup :) kemudian saya mulai bertanya kepada hati nurani saya, pernahkah saya merasa hidup saya kosong seperti sahabat saya ini, dan hati nurani saya menjawab tanpa basa basi “PERNAH banget lah De, lo kaya gitu:) tapi itu dulu, sekarang gak lagi kan? iya, karena sekarang saya mengerti arti dari hidup ini, arti dari bahagia ini dan itu dan arti siapa saya, karena dengan mengenal diri saya maka saya mengenal pencipta saya, bukan begitu? :)

Dulu saya pikir bahagia itu adalah semua yang berada diluar diri saya, ketika saya naek angkot ke kampus maka saya berpikir pasti bahagia kekampus bawa mobil sendiri, ternyata TIDAK, dulu saya pikir pasti bahagia banget deh pake BlackBerry ketika HP saya hanya HP standard, ternyata TIDAK, dan bodohnya saya juga pernah berpikir pasti bahagia punya kekasih yang ganteng dan wangi seperti Nicholas Saputra, setelah saya memiliki meski gak mirip tapi memang ganteng banget :) ternyata bahagia itu lenyap bak embun tertelan matahari ketika si dia ternyata melukai saya … artinya bahagia itu akan sirna seiring dengan saya memiliki apa yang saya pikir bisa membuat saya bahagia, ah sungguh semua sumber kebahagiaan yang berasal dari LUAR diri saya adalah SEMU, ada umurnya dan akan cepat sekali berlalu.

Lanjutin gak yah bacanya? click for more read…

berdoa

Dulu, kerap kali terlintas didalam benak saya “kenapa yah koq ALLAH tidak juga mengabulkan doa saya, apa sih susahnya memberikan saya yang itu” bahkan beberapa kali dalam perjalanan napas saya, saya merasa bahwa ALLAH hanya mendengar doa saya, menampung permohonan demi permohonan saya tapi tidak menjawab doa saya, ah saya telah berburuk sangka kepada ALLAH padahal sebagai hamba harusnya saya yakin bahwa ALLAH maha mengabulkan semua doa, termasuk doa doa saya tentunya dan ALLAH tidak pernah ingkar janji ketika DIA mengatakan akan mengabulkan semua doa dengan syarat saya yakin bahwa DOA ini PASTI terkabulkan, dan bukan hanya yakin tapi melalui proses yang benar tentunya, :)

Iya, semua ada prosesnya dong apalagi doa, dan sebagai manusia tentu ilmu saya tidak akan sampai untuk sekedar mengerti bagaimana ALLAH memproses doa saya dan memang bukan hak saya untuk tahu kan? yang terpenting adalah YAKIN dan percaya bahwa tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH lalu mengapa harus meragukan, mengapa harus khawatir tidak dikabulkan, mengapa meragukan kemampuan ALLAH mengabulkan doa doa saya, ah sungguh hamba yang kurang sopan saya nih :( nauzubillahimindzalik.

Lanjutin gak yah bacanya? click for more read…