Malam ini saya menghadiri sebuah resepsi pernikahan menemani sahabat saya, Damar :) dia adalah sahabat saya satu komplek rumah, kami besar bersama dan yang istimewa adalah karena mempelai yang berdiri mejadi ratu dipelaminan itu adalah Tia, kekasih sahabat saya ini yang selama 1000 hari bersamanya atau sekitar tiga tahun mereka seperti perangko dan amplop, nempel :) dilingkungan saya, disitu ada Damar maka disitu juga ada Tia :) dan seperti sudah menjadi takdir saya untuk menjadi pundak sahabat sahabat saya yang terluka, dan saya memang selalu ada untuk mereka yang luka, asikkkk !! :) narsisnya kambuh nih Ade :)

Duduk manis menunggu Damar dan saya sudah menyusun sejuta pertanyaan dikepala saya mengapa hubungan mereka kandas? mengapa bisa begitu saja cinta bisa U turn? mengapa gak menikahnya sama Damar? mengapa Tia tega melakukan itu? :) sejuta rasa ingin tahu saya… dan ketika saya nyerocos bak meteor, sahabat saya ini hanya diam seribu bahasa, dan dia hanya menjawab satu kalimat “gak ada kecocokan De, setelah sekian tahun gue dan dia akhirnya kami meyakini satu hal bahwa dengan sifat dasar kita berdua yang sama sama keras, maka menjadi teman saja jauh lebih baik daripada menjadi suami istri” mulai gatel nih kepala saya :) sesimple itukah alasan sepasang merpati berpisah? tapi sudahlah, itu urusannya mereka dan tugas saya malam ini hanya menemani sahabat saya ini sambil membayangkan makanan yang enak enak ditempat pesta nanti :)

Sesampai disana, saya mendapati kondisi sahabat saya mulai berubah, keringat dingin mengucur deras dari keningnya seiring dengan dinginnya tangan sahabat saya ini, ketika saya tanya kenapa dia hanya senyum dan menjawab “ternyata gue gak sekuat yang gue kira De” nah lo, kenapa kita dateng kesini dong kalo gak kuat? dan kami pun bersalaman dengan sang mempelai “Tia, selamat berbahagi yah, gue bahagia liat lo bahagia” duh sahabat saya memang memiliki hati yang terbuat dari baja, kuat banget , kalau saya mungkin sudah mati suri didepan mempelai jika sang mempelai itu orang yang sangat saya cintai !!

Dan tanpa makan dan minum dulu kami pulang, “De, kita pulang gue gak kuat lama lama disini De, membayangkan yang di pelaminan itu laki laki lain dan bukan gue yang memiliki Tia adalah penyiksaan” ehm … ternyata laki laki pun bisa retak juga hatinya :) saya pikir patah hati itu hanya milik perempuan perempuan seperti saya :)  sepanjang perjalanan pulang saya yang menyetir mobil karena sahabat saya berkeringat dingin, bahkan lebih gawat lagi migrennya kambuh, saya mulai berpikir untuk melakukan sesuatu untuk mengobati lukanya :) saya mengajaknya duduk dilapangan basket di komplek kami, duduk dikursi panjang pemain, menonton bulan yang bulat penuh sambil menatap kosong lapangan yang memang kosong :)

Dari isaknya saya tahu lukanya dalam, dari sungai bening yang jebol diujung matanya saya tahu bahwa sahabat saya ini terguncang, dan dari tubuhnya yang menggigil saya tahu bahwa sahabat saya ini marah pada keadaan, saya tahu karena saya pernah berada diposisi Damar saat ini, sama lukanya, sama perihnya, dan sama patahnya…

Saya jadi teringat ucapan guru mengaji saya ketika luka yang sama merontokan jiwa saya dan amarah menggemuruh didada saya yang mulai sesak waktu itu dan beliau  melumerkan amarah saya dengan ucapan “De, mari kita doakan agar kekasih Ade  bahagia dimanapun dia berada, jangan mendoakan selain doa yang akan membuatnya bahagia yah, karena setiap doa akan terbalik kepada kita De, percaya deh

Artinya kalau saya marah dan mendoakan “ya ALLAH, jauhkan dia dari bahagia karena dia sudah menyakiti saya” maka doa itu akan berbalik ke saya dan ALLAH akan menjauhkan saya dari bahagia dan ketika saya ubah doa saya menjadi ”ya ALLAH hamba ridho jika ENGKAU bawa dia dari saya, dan saya mohon dari dasar hati saya yang tulus bahagiakan dia ya ALLAH, bahagiakan dia, sehatkan dia, dan sayangi dia” maka doa itu akan menjadi milik saya dan ALLAH akan membahagiakan saya, menyehatkan saya dan menyayangi saya.

Subhanallah …

Inilah cara ALLAH mendidik saya bahwa doa adalah milik si pemberi doa, apa yang keluar dari mulut mungil saya akan berbalik ke saya :) doa buruk akan menjadi milik saya dan doa baik akan menjadi milik saya, jadi mending doakan yang baik baik, kalau sudah begini mari berterima kasih kepada LUKA karena kita bisa berdoa untuk diri kita sendiri, kalau kita bahagia gimana cara berdoa kita coba? coba deh, masa berdoa untuk diri sendiri mulu, egois lah itu namanya, betul gak? sungguh ALLAH memang luar biasa, catat untuk berterima kasih kepada luka karena dengan luka kita jadi mampu berdoa.

Lalu bagaimana dengan luka yang dihadirkan Tia, bukankah ALLAH tidak pernah membangun syurga diatas penderitaan hambaNYA yang lain? betul dan biarlah itu menjadi urusan ALLAH, ingat loh bukan hak kita untuk membalas setiap luka yang dihadirkan oleh manusia yang lain, apalagi orang yang telah memberi kita keindahan dulu, masa sih kita tega membalas, gak mungkin lah, ALLAH maha mengetahui dan jangan ragu bahwa setiap perbuatan akan dihisab termasuk luka dan retak hati sahabat saya, tapi itu HAK ALLAH dan JANGAN sekali kali mengambil hak ALLAH, diazab nanti :)

Saya jadi teringat ucapan sahabat siti Nurbaya saya “De, gue lebih baik ditinggal nikah daripada ninggalin kekasih gue dan menikah dengan orang lain, seumur hidup gue De, gue dihantui perasaan bersalah dan ternyata gue gak bahagia De” see, ALLAH tidak pernah tidur, ketika kekasih yang ditinggalkan ikhlas dan mendoakan yang baik baik demi kebahagian siti Nurbaya maka selebihnya tangan ALLAH yang membalas, tak ada syurga selama ada yang menderita diatas kebahagian kita koq, as simple as that, berat menurut kita, tapi indah menurut ALLAH.

“Inilah hikmat dari ujian ini ya Dam, dan sumpah gue baru tahu ternyata lelaki juga bisa patah hati :) ” gak sopan lo De, kan gue juga manusia De, bukan malaikat :) yok kita doakan agar semua yang melukai kita bahagia dan selalu dalam lindungan ALLAH, sehat dan yang indah indah lah pokoknya karena doa itu akan berbalik menjadi milik kita :)

Mulai sekarang gak ada lagi doa yang jelek jelek yah, gak ada lagi protes kenapa dia bahagia dan saya yang ditinggalkan tersiksa batin, siapa bilang begitu? kan itu menurut pandangan kita yang sempit sebagai manusia, siapa bilang dia bahagia ninggalin kita kan? doakan saja si dia bahagia di ujung bumi sana, selebihnya kan milik ALLAH :) yakin deh bahwa setiap perbuatan akan terhisab :)

Ya ALLAH sembuhkan luka kami dengan doa doa kami yang tulus ya Rabb, ya nurul qolbu…. ah teryata laki laki bisa patah hati juga :) hahahah … sekarang Damar sudah bisa tersenyum, dan mulai bisa main basket lagi meski masih pake batik, mending main basket daripada mukul tiang ring basket kan Dam?   

Emang laki laki bisa patah hati juga yah? haih Ade, masih gak percaya :)  

 

 

Nayla

 

Hari ini, saya dititipkan seorang bocah centil berumur 5 tahun bernama NAYLA, ”NAY” nama panggilannya, putri dari sahabat saya, ada syurga tersendiri untuk saya bisa bermain dengan bocah secentil saya sewaktu seumur dia :) menemaninya selama seharian memberi saya banyak pelajaran berharga :) 

Ada yang menarik dari perempuan kecil ini, seharian yang ia mainkan adalah boneka gundul yang seperti bayi kecil yang seolah olah anaknya yang harus ia beri susu, gantikan popoknya, beri makan dan minum, meninabobokan dan membacakan buku dongeng apa saja hingga si boneka bayi itu tertidur :) Ada yang lebih menarik lagi dari semua yang Nay mainkan adalah ia sibuk memainkan trolly belanjaannya seolah keluar masuk supermarket sambil menggendong boneka bayinya, kemudian Nay memasak dengan segala alat masak mainannya dan memberi makan boneka bayinya….

Subhanallah …

Ternyata, setiap manusia itu dilahirkan dengan fitranya dan nalurinya sejak kecil bahkan sejak bayi, perempuan dengan naluri keperempuanan seperti Nay yang sejak usia sedemikian kecil dengan naluri menjadi Ibu rumah tangga, menjaga anak, mendongengkan, menina bobokan dan memberi makan dan minum, kemudian memasak dan membereskan rumah, sangat MENYENTUH naluri keperempuanan saya, yang hingga saat ini belum mampu memasak, hahaha :)

Subhanallah ya ALLAH ya Nurul Qolbu [again and again], tak henti saya berguman dan takjub akan apa yang saya lihat seharian ini.

 

Saya jadi teringat ketika sahabat sahabat saya sempat bingung melihat tujuan hidup saya untuk menjadi Ibu rumah tangga yang bekerja dirumah sambil menjaga anak anak, atau bekerja yang bisa sambil membawa anak anak saya ketempat saya bekerja, menjadi guru atau penulis misalnya atau membuka toko one stop shoping for muslimah :)   dan sahabat sahabat saya bilang “kalau kaya gitu sih, gak usah kuliah S2 kali De” dan saya menjawabnya dengan senyum bahwa di jiwa saya terus berkembang bahwa Ibu yang cerdas akan menghasilkan anak anak yang cerdas, itu artinya ijazah kuliah untuk membuat anak anak cerdas bukan? gak sia sia dong :) setuju gak?

Sekali lagi, ini SEMATA MATA PEMIKIRAN SAYA SAJA yah [takut diprotes para perempuan di era global nih :) ]

Saya selalu terpikir bahwa kantor itu bukan tempatnya perempuan, bukan tempatnya seorang Ibu, dengan berbagai alasan misalnya “anak akan mandiri jika Ibu bekerja De”, apa tega anak umur 0-10 tahun harus mandiri? apakah mendidik mereka untuk mandiri dengan meninggalkan mereka? saya sering melihat anak anak yang dititipkan kepada si nenek atau nenek mertua, koq tega yah? bukankah orang tua kita harusnya menikmati saat saat indah bersama cucu di akhir pekan, jadi bukan dibebankan untuk mengganti popok, mengejar ngejar si kecil yang tak mau makan? ya ALLAH … Ibu sudah lelah, janganlah dibebani dengan hal yang melelahkan ini :( sudah lelah mengurus kita sewaktu kita kecil bukan? dan kini kita lelahkan tubuh keriputnya dengan urusan anak anak kita… mau nangis rasanya saya.

Sewaktu saya seumur Nay, saya sangat menginginkan seorang Ibu yang dengan tangan lembutnya akan membelai kepala saya setiap kali saya membutuhkan cinta, menyambut dipintu setiap kali saya pulang sekolah dengan senyum yang termanis didunia, dengan pelukan terhangat diatas bumi ALLAH ini, kemudian menemani saya makan sambil mendengarkan celoteh saya menceritakan isi dunia kecil saya dan kemudian menemani saya bobo sambil bersenandung atau membacakan dongeng dongeng hingga saya terlelap dibobo di pelukan Ibu …. dan ketika saya bangun maka Ibu lah yang pertama kali akan saya cari.

ya ALLAH titp salam untuk Ibu di syurgaMU :(

Lalu ketika untuk alasan sudah sekolah tinggi tinggi masa cuma jadi Ibu rumah tangga De, tegakah saya melepas semua keindahan dunia sebagai Ibu, melihat mulut mungil yang kekenyangan karena makanan yang mereka lahap dari tangan lembut saya, adalah syurga dibanding promosi sebagai manager dikantor yang hanya membuat bangga bos saya, mana lebih berharga? melihat kaki kaki kecil menggeliat menginjak bumi karena saya yang menuntunnya untuk melangkah mungkin adalah imbalan yang pas atas jerih payah saya sewaktu sekolah dulu? apa gaji puluhan juta lebih indah dari kaki kaki kecil ini?

Ah … mungkin rasa ini hanya berlaku untuk perempuan perempuan seperti saya yang tidak dibesarkan oleh seorang Ibu yang melahirkan saya :) mungkin ini hanya untuk perempuan yang cara pandangnya sesederhana saya, menjadi Ibu, karena menurut saya menjadi perempuan itu sangat mudah loh, semua tinggal minta sama suami, kebutuhan jasmani kan tinggal minta sama suami, apalagi kebutuhan batin pasti dikasih lah gak perlu minta :) oopppsss !!!

 

Dan, saya menghayal seandainya semua perempuan berada dirumah mungkin global warming bisa berkurang karena mobil berkurang dijalan, dan perempuan bisa bertaman dirumah :) dan para lelaki sekarang katanya lebih suka istrinya bekerja jadi selevel gitu, emang menjadi Ibu beda level dengan menjadi Ayah yah :)

Bukankah di AlQuran memang tugas lelaki dan perempuan itu berbeda, atau kita sudah berani bilang AlQuran gak up to date lagi tuh di zaman sekarang atau, atau imam dalam rumah tangga telah diambil oleh perempuan sehingga laki laki takut meminta istrinya untuk dirumah bersama para buah hati, berarti gagal dong amanah ALLAH untuk menjadi imam bagi sang suami bukan? 

Bukankah tanggung jawab ini akan dihisab di akhirat nanti? dan kita diamkan hanya karena takut istrinya lari ke pengadilan agama karena gak boleh kerja? lebih takut mana sama azab ALLAH, atau jangan jangan perempuan udah jadi berhala yang disembah para lelaki? atau akhirat bukan lagi tujuan berumah tangga… *sok tahu nih Ade*

 Nauzubilahimindzalik !!

Ah sudahlah, Saya mau main dengan Nay lagi, belajar lagi dari dunia kecilnya yang indah :)

 

*catatan: saya minta maaf untuk para perempuan bekerja, sekali lagi ini hanya khayalan saya, opini pribadi saya dan pasti BANYAK yang gak setujua, I KNOW :) maaf jika ada yang salah dari ucapan saya, tentang perempuan yah, ini refleksi dari NAY dan saya sewaktu kecil, just it is :) no more no less, gak ada maksud menggurui*

 

 

 

Pernahkah terpikir di jiwa kita bahwa bahagia itu sebetulnya ada digenggaman tangan kita?

Iya ditangan saya bukan ditangan siapa siapa, Ayah saya sekalipun bukanlah tempat saya mencari bahagia :) tapi bahagia ada pada sikap saya, SIKAP NEGATIF saya terhadap suatu keadaanlah yang membuat saya tidak bahagia dan sebaliknya. :) mari kita telusuri apa yang membuat jiwa kita keruh kaya air got :)

Ternyata ada banyak hal yang membuat hidup saya tidak nyaman, salah satunya adalah kegemaran saya menyimpan ”memori-memori buruk”, “kenangan kenangan yang menyakitkan” jika otak bisa diibaratkan wadah penyimpanan yang akan kotor ketika kita mengisinya dengan sampah maka pahitlah hidup dan ketika “memori memori yang indah” yang saya izinkan mengisi otak saya maka akan indah, ketika kita mengisinya dengan warna padi yang mulai menguning, bunga mawar yang merekah merah dan photo Nicholas Saputra dengan senyumnya yang khas tersipu sipu :) maka indah tuh hidup saya, tapi ketika yang tersimpan adalah perbuatan tidak menyenangkan terhadapa saya maka keruhlah, sampah isinya otak saya kalau begini dan bayangan bang Nico yang lembut hilang deh :)

Pengalaman-pengalaman buruk, seperti penghinaan, perlakukan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya itu adalah ‘’sampah” yang berpotensi mengotori pikiran. Semakin sering saya menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku saya :)

Karena itu, kalau mau bahagia maka satu syarat adalah membersihkan kepala dari ‘’sampah-sampah” busuk. “Setuju kan sampai disini, lalu caranya gimana De?” :) kalo setuju, saya lanjutkan *motivator mode ON*

Gini caranya: HARUS selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti saya, maka saya akan mencari seribu satu alasan agar saya tidak membenci orang itu, saya harus mencari sejuta alasan untuk menyayanginya agar selalu ada yang indah yang melayang layang dijiwa saya, selalu mengingat kebaikannya dan PANTANG bagi saya mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan. Kan manusia tempatnya khilaf kan? dengan memaafkan dan menyayangi orang yang telah mengambil bahagia saya maka suatu hari orang itu akan mengingat saya sebagai orang yang baik hati dan tidak sombong, orang yang penuh kelembutan dan penyayang :) haih Ade :) serta pandai menabung !!

Jadi, segera lupakan semua perlakuan yang gak nyaman, Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang lain “lihat nih muka gue dicoret coret si itu tuh, jadi gue kaya gini” douh padahal tinggal di bersihin pake tisu basah udah cantik lagi, ALLAH saja maha menutup aib umatnya kenapa juga saya yang cuma manusia sibuk teriak perlakuan orang lain, kan membuka aib sendiri itu namanya bukan? Jadi jika ada yang menghina, memfitnah saya misalnya mending saya belajar bijak untuk segera menghapus, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang tentang perlakukan sahabat saya,

GAK PENTING NIH begini, emang mau apa kalau ALLAH marah dan membuka aib aib kita yang lain dan menghinakan kita, gak mau kan? makanya jangan main main dengan balasan ALLAH deh… :)

”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaahaa [20]: 25-28).

Mintalah kepada ALLAH untuk mengganti hati kita yang penuh sampah dengan hati yang baru yang penuh kasih sayang, hati yang pemaaf, hati yang jauh dari dendam, hati yang mengganti setiap luka dengan doa agar mereka termaafkan dan bahagia :) amin ya ALLAH.

 

Jadi, bahagia itu ada dalam genggaman kita bukan? syaratnya BUANG segala penyakit hati dan hiduplah dengan penuh kasih sayang, ALLAH itu maha lembut, maha penyayang, maha memaafkan :)

Ya ALLAH lembutkan hati saya agar saya dapat mendoakan yang baik baik dan tidak marah :) agar saya terus bisa menjadi sandaran dan tempat kembali bagi semua sahabat saya yang telah membuat saya kehilangan semua yang saya miliki, bahkan yang sedikit saya miliki kemarin tergerus hilang oleh fitnah yang kalian tebar lewat sms, kalau tidak ada sms sms itu mungkin saat ini saya sudah menjadi perempuan yang paling bahagia, tapi bagimanapun kalian adalah sahabat teman teman saya, iya kan Girls? :) we still gank cantik :) haih …

Koq jadi curhat sih saya, gak penting nih De …

Tapi sudahlah, FORGIVE and FORGET :)

 

 

 

When you walk through a storm. Hold your head up high And don’t be afraid of the dark… At the end of the storm Is a golden sky And the sweet silver song of a lark. Walk on through the wind, Walk on through the rain, Tho’ your dreams be tossed and blown… Walk on, walk on With ope in your heart, And you’ll never walk alone, You’ll never walk alone.

[Liverpool mode ON]

Semua pecinta klub sepak bola “Liverpool” tahu lagu mars diatas, termasuk saya :) tapi bukan itu yang mau saya tulis disini, saya ingin mengatakan bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri, karena selalu ada ALLAH, bahkan pada saat semua mahluk dibawah sinar matahari ini meninggalkan kita ada ALLAH yang mendampingi dan berjalan bersama kita termasuk memutuskan apakah ini akan diberi atau tidak, mutlak hak ALLAH.

MAN PURPOSE … ALLAH DISPOSE :)

 

Saya jadi ingat sahabat saya yang cintanya kandas hanya dua minggu menjelang akad nikah :( semuanya sudah ditata sesuai dengan rencana manusia, dan dengan kesombongannya sebagai manusia sahabat saya melupakan tangan ALLAH, “jodoh didepan mata De, gak perlu lagi berdoa sekeras kemarin deh gue, bentar lagi si bunga jadi milik gue, tahajud tinggalin dulu lah, gue musti kerja lebih keras, nyari duit buat nikah“ :) nauzubillahimindzalik, manusia berencana, ALLAH yang menentukan dan ini bukti bahwa sahabat saya TIDAK berjalan sendiri, selalu ada The Invisible Hands yang tidak boleh ditinggalkan meski semua rencana indah didepan mata :) ALLAH maha membolak balikan keadaan.

Maka “Suka TIDAK suka, harus diakui bahwa ALLAH BERKUASA” penuh atas manusia dan seluruh alam ini :) masih berani sombong ketika bahagia digengaman? masih berani sejenak tidak bertahajud karena lelah mengurus kantor? atau masih berani ngotot bahwa ini yang terbaik dan itu bukan yang terbaik menurut ukuran manusia, jadi lupakan lah hati nurani yang penting bahagia, gawat !! :) ehm, semua belum usai, jangan sombong dengan yang kita miliki saat ini, JANGAN deh, besok kita tak pernah tahu…

You will never walk alone, ada ALLAH yang maha membolak balikkan keadaan loh :)

Tulisan diatas jangan lupa ALLAH ketika bahagia digenggaman, sekarang kondisi dibalik, ketika kita sendiri, tidak ada yang menemani, dunia hanya terisi oksigen jadi terasa gak ada pohon dan air gitu :) jangan berkecil hati, again you will never walk alone, kan ada ALLAH yang selalu bersama orang orang sabar dan orang orang yang shalat, katakanlah kepada ALLAH ditengah kesendirian “ya ALLAH, saya tahu bahwa saya tidak sendiri saat ini, ada tanganMU yang penuh kasih sayang mengawasi saya, saya memang merasa kesepian ya ALLAH tapi tidak mengapa kan saya bisa membaca AlQuran dengan lebih khusuk, bisa menangis tanpa malu, bisa marah tanpa ada yang melihat, bisa mengadukan semua suka dan luka” inilah yang saya maksud you will never walk alone, kan ada ALLAH :)

Dan protes sahabat saya “tapi De, kita kan butuh bersosialisali agar we never walk alone kan? gak harus mengurung diri dikamar, bisa mati gaya gue kalo gitu, harus beredar lah gue De, sementara mall rame gitu loh, film di bioskop bagus bagus” hahaha… gak salah mungkin tapi jangan salahin ALLAH yah kalo yang kita lakukan itu ternyata gak baik menurut ALLAH dan dia akan membuktikan bahwa DIA berkuasa untuk memberi peringatan, itu kan juga menunjukan you will never walk alone kan? ada si pemberi peringatan dan maha mengambil bahagia kita. Berani protes?

Jadi pilih mana? will you walk with ALLAH or will you walk with others dan melupakan ALLAH :) kalau saya pilih dua duanya “berjalan dengan manusia untuk menuju ALLAH”  kira kira bisa gak yah? insya ALLAH bisa…

Saya jadi teringat Andri [Andriansyah namanya] sahabat saya sejak kecil yang tidak pernah membiarkan saya berjalan sendiri ketika saya bersedih, meski kami hidup dibelahan bumi yang berbeda namun saya dan dia selalu memantau suasana hati lewat YM, dan dia biasanya hanya datang pada saat saya sedih dan sendiri, saat saya bahagia dengan seseorang pantang baginya datang karena takut mengganggu kebahagian saya dan saya melakukan hal yang sama, menyapanya dan menjadi tissue penghapus airmatanya ketika ia sedih, dan menjauh ketika dia bahagia, saya tahu dimana harus berdiri, gak mau ganggu … karena kita berdua tahu, suatu saat dunia akan terbalik dan kita akan berada disaat yang sedih dan sendiri dan itulah saat kita bertemu :) ah we will never walk alone :)

 

Intinya ketika kita bahagia jangan lupakan ALLAH karena you will never walk alone semua bisa berubah dalam satu kata “KUN” maka terjadilah, berubahlah bahagia menjadi luka dan ketika tidak memiliki siapa siapa jangan gundah juga, akan selalu ada ALLAH yang bersama orang orang yang sabar dengan kesendirian, sabar artinya tidak mengeluh dan tidak menyalahkan ALLAH mengapa kita sendiri karena ALLAH ingin berdua saja dengan kita bukan?

Selamat malam minggu semua … Pilih malam minggu bersama dunia dan atau bersama ALLAH?

Kalo saya BERCITA CITA memilih menghabiskan malam minggu bersama manusia-manusia yang membawa saya kepada ALLAH, membentuk lingkaran, bermain gitar dan bernyanyi mengisi ruang kosong antara bumi dan langit, berteriak lantang bersama bocah bocah centil, mendongeng dan makan dari nasi bungkus bersama anak anak dirumah singgah !!!

Semoga suatu hari nanti saya bisa menjadi rembulan yang menerangi malam malam mereka, sayangi saya ya ALLAH dan berilah saya hidup agar napas saya bermanfaat buat mereka bukan hanya buat saya :)

YOU ARE NOT ALONE, NEVER …. kan ada Ade, eh ada ALLAH :)

 

 

Kemarin saya bertemu dengan sahabat lama, seorang perempuan yang bekerja dengan karir gemilang, gaji besar, cantik dan pandai bergaul, dimata laki laki dia mendekati sempurna [menurut saya loh] karena dia adalah perempuan tangguh yang siap hidup sejajar dengan mahluk bernama laki laki, karena yang saya dengar dari sahabat saya yang laki laki mereka menyukai perempuan mandiri, yang siap hidup tanpa tergantung dengannya, bener gak nih? :)   terus yang ngajarin anaknya mengaji siapa yah nanti, kalo Ibunya ikut berkarier … “Ade …” iya, ampun :)

Iya, sahabat saya ini memang berbeda 100% cara pandang hidupnya dengan saya :) tapi inilah hidup dan inilah perempuan, kami sama tapi beda, hahahaha, anyway I love you sist karena darinya saya belajar dunia yang penuh dengan persaingan dan keluh kesah kantor :) , belajar darinya how to survive ketika persaingan mampu saling menusuk teman hanya untuk menduduki posisi tertentu atau menyikut untuk menggeser posisi tertentu agar tetap hidup dan bekerja …. sungguh hidup yang mengerikan buat saya :)

Dan selama bertemu dua jam, rasanya sahabat saya ini banyak sekali mengeluh. Kemudian saya mulai berpikir mengapa sahabat saya mengeluh, “yang pasti ia mengeluh karena realita hidupnya tidak sama dengan harapannya lah De, gimana sih” iya saya tahu, maksud saya mengapa ia tidak mencoba membuang jauh jauh keinginanannya untuk mengeluh lalu menggantikannya dengan mensyukuri apa yang TIDAK ia miliki, misalnya kalo sekarang ia belum bisa mendapatkan bos yang tidak pilih kasih maka disyukuri aja, kan dengan begitu jadi ia bisa berusaha lebih keras lagi menunjukan kemampuan bekerjanya dan beri pelajaran kepada si boss bahwa pilih kasih itu TIDAK membuat perusahaan ini maju tapi kerja keraslah yang membuat perusahaan ini maju :) bukan begitu yah?

Ah sudahlah, gibah kalo saya teruskan membicarakan sahabat saya ini, jadi lebih baik saya menghisab diri saya sendiri sudahkah saya mensyukuri apa yang tidak saya miliki :) misalnya ketika saya tidak memiliki tubuh yang sehat sempurna maka saya bersyukur karena senyum manis saya, elusan jemari saya dipunggung para sahabat kanker dapat meringankan beban mereka… kalau saya gak sakit kan gak bisa merasalah betapa ngilunya jarum infus kan? betapa gak enaknya muntah setelah makan? atau saya akan sulit mengerti betapa berartinya elusan di punggung.

Ketika saya tidak bisa bekerja di luar seperti sahabat sahabat kuliah saya seharusnya saya bersyukur karena dengan begitu saya punya waktu untuk mengajar mengaji, mengajar gitar, menyelesaikan tugas akhir bahkan menulis buku suatu hari kelak :) dan bahkan ketika bahagia saya terengut oleh keegoisan maka saya bersyukur karena dengan hanya memiliki bahagia yang sedikit tersisa ini maka saya menghargai setiap tetes tetes bahagia yang diberikan ALLAH, yang sedikit ini saya syukuri, saya nikmati karena inilah takaran yang pas dari ALLAH :) ketika ALLAH yang menakar dan kita merasa pas maka tidak ada yang perlu dikeluhkan.

Percaya deh, mengeluh tidak akan mengubah keadaan, tapi bersyukur akan membuat hal hal kecil jadi berarti dalam hidup kita, mensyukuri yang tidak kita miliki itu indah loh karena dengan begitu mengerti bahwa kita hanya hamba, dan ALLAH mutlak berkuasa penuh atas kebahagian kita :)   dan gak sopanlah kita sama ALLAH ketika kita menginginkan yang bukan milik kita kan? bener gak nih ….

Jadi, STOP Mengeluh yah …

Ganti dengan “Alhamdulillah ya ALLAH saya masih memilik ini, Alhamdulillah ya ALLAH saya tidak memiliki yang itu karena saya pasti tidak akan sanggup menjalaninya … selalu dan selalu mengucap ALHAMDULILLAH, ketika kita mensyukuri yang sedikit maka ALLAH akan memberi kita lebih banyak lagi dan lagi dan ALLAH tidak pernah ingkar janji kan? percaya deh, syukuri dulu yang sekarang, besok ALLAH akan memberi lebih :)

 

ya ALLAH berilah saya hati yang jernih, agar saya selalu bersyukur atas yang sedikit yang saya miliki, agar saya merasa berkecukupan ditengah kekurangan, ajari saya ridho dan ikhlas ya ALLAH agar saya tidak mengeluh ketika kebahagian saya tak lagi sempurna :)

Asyyiikkk kan hidup begini, gak cepet keriput, karena cemberut bikin keriput, kan ngeluh pasti cemberut kan, gak ada orang ngeluh sambil senyum senyum bukan?  :) !!

 

 

Saya adalah perempuan yang suka keheningan, sudah lama sekali saya meninggalkan hingar bingar mall, midnight sale, atau sekedar menyeruput secangkir ice cappucinno kesayangan saya di starbuck, karena selama dua tahun terakhir saya menyederhanakan hidup saya dengan menghabiskan malam diatas sajadah, dirumah ALLAH, atau di majlis majlis yang bisa saya temui kapan saja dan dimana saja, karena saya selalu berpikir mungkin sisa hidup saya tidak akan pernah cukup, dan kini waktunya kembali ke ALLAH, berharap cinta dan ampunan bukan? karena saya tidak pernah tahu kapan napas saya akan terhenti :)

Dan sudah lama sekali saya ingin menghabiskan malam saya di masjid At Taa’wun puncak pas dan selama ini saya tidak berani karena tidak ada yang mengantar tapi Alhamdulillah, kemarin ada Adhi [sahabat kampus saya] yang bersedia menemani plus menjadi sopir saya [special thanks to Adhi yang telah meminjamkan jaket hangatnya], iya saya berada disini untuk melabuhkan jiwa saya di masjid alam ini untuk bermuhasabah, bersahabat dengan gemericik air, berteman dengan desauan angin yang sesekali menggigilkan tubuh saya yang kedinginan, iya akhirnya sayapun terbuai malam minggu kemarin, berada diatas sajadah masjid, saat semua hening karena waktu menunjukan pukul 1 pagi hingga subuh tiba :)

Rasanya memang beda, heningnya memang beda, rasanya saya begitu dekat dengan pemilik napas saya saat saya menjatuhkan kening saya yang penuh dengan ego duniawi diatas sajadah dingin, saat saya mengucap ALLAH akbar pada setiap pergantian gerakan tubuh saya pada tahajud saya kali ini, rasanya memang sangat berbeda ketika saya mengangkat tangan, bermunajat, berharap ampunan dan rasanya semakin berbeda ketika hanya isak tangis saya yang terdengar memecah kesunyian antara bumi dan langit di masjid yang berdiri diatara ribuan tanaman teh ini, ah indahnya ALLAH dengan segala rasa ini …

Dan rasa ini semakin berbeda ketika saya mulai mengalunkan ayat ayat cinta ALLAH dari kalam nan indah, rasanya hanya ada suara saya diatas bumi ALLAH ini :) subhanallah, inilah rumahMU ya ALLAH, inilah bumiMU dan inilah hamparan sajadahMU, irhamnna ya ALLAH :) sayangi saya.

Ya ALLAH lihatlah saya hadir ditengah kegalauan yang tak berujung, Allahumma ya ALLAH, ya jal zalali wal ikram, Allahumma ya ALLAH ya Rabbi, ya GharururRahiim, ya Kabir, ya Syakur, ENGKAU lah raja langit dan bumi, ENGKAU yang mengetahui apa yang tersembunyi didada saya yang kini terasa terhimpit, ENGKAU melihat dan menyaksikan, ENGKAU Pengabul semua doa, wahai ALLAH jadikanlah saya kekasihMU hingga tiada lagi hisab, hingga tiada lagi yang mampu menggundah gulakan rasa di jantung hati saya… :)

Coba deh, dan biarkan jiwa kita terbuai oleh dzikir panjang, oleh istighfar tanpa henti dan oleh penyerahan diri total, ingatlah ALLAH diwaktu sibukmu dan ALLAH akan mengingatmu diwaktu hening :) karena kita semua pasti tahu jika kita sedang bahagia saat ini suatu hari akan berganti luka, jika kita sedang terluka maka suatu saat nanti akan berganti bahagia jadi tak ada waktu tanpa mengingat ALLAH, kalo lagi bahagia lupa sama ALLAH nanti ALLAH juga lupa loh sama kita pas lagi luka :)

Saya jadi ingat protes sahabat saya “De, perasaan lo inget gue kalo lagi sedih doang, kalo lagi seneng kemana?”  waduh, coba kalau ALLAH yang protes seperti itu apa gak kalang kabut saya ketika luka nanti dan ALLAH enggan menjawab saya :) kita hanya jiwa, dan jiwa ini yang akan mengantar hidup kita dibumi dan di alam gelap nanti :)

Yok, cari lah ALLAH saat senang dan luka dan terbuailah …. :)

 

*selesai shalat subuh, bisa pesen semangkuk indomie rebus dan wedang jahe loh, again thanks ya Adhi sudah merepotkan “buat elu apa sih yang engga De, jangankan cuma nganter, yang penting elang loe gak manyun ke gue”  loh :) *

  Masjid

Seminggu yang lalu, ketika ALLAH menguji ketahanan fisik saya melalui cintaNYA, ketika saya merasa berada dititik NOL dan kehilangan jiwa saya maka saya akan mencarinya jika tidak di Dharmais maka di panti jompo bisa saya dapatkan jiwa saya kembali, tapi kali ini saya mendatangi seorang Ibu yang sudah mulai sepuh di rumahnya yang asri di ujung Jakarta, iya Ibu ini Ibunya “Restu” sahabat kanker saya yang jiwanya nyaris menyatu dengan jiwa saya dan minggu kemarin saya datang karena mendengar Ibu sedang sakit :)

Assallamuallaikum Ibu” suara saya mengantarkan kehadiran jiwa saya dirumahnya yang hijau ini, “Waallaikum salam Ade” tanpa perlu melihat raga saya Ibu tahu dari suara saya bahwa yang datang adalah saya, mencium punggung tangan Ibu yang mulai keriput, mencium pipi Ibu yang tak lagi berdaging, dan memeluk Ibu adalah syurga tersendiri untuk saya, inilah jiwa yang saya cari, inilah kebeningan syurgawi pada saat jiwa saya kering kerontang, harum wangi tubuh Ibu adalah oksigen untuk paru paru saya :) Ibu …

Seperti biasa kami akan duduk diteras belakang rumah yang rindang, dengan dua kursi kayu, ditemani secangkir teh hangat dan pisang goreng kesukaan saya maka Ibu menemani saya berceloteh tentang Ayah yang sudah sembuh, tentang konser accoustic gitar saya yang sukses menyihir audience, tentang sahabat sahabat saya di dharmais, tentang punggung punggung yang saya hangati dengan jari jemari saya, dan tentang cinta saya yang mengalami ujian terberat … Ibu sesekali tersenyum, sesekali menyapu punggung tangan saya hingga menggenggam erat mencoba mengalirkan kekuatan yang nyaris tak lagi saya miliki, dan Ibu sesekali mengusap air bening diujung matanya melihat beratnya ujian ini, buat Ibu saya adalah Restu.

Ini adalah genggaman hangat tangan Ibu minggu lalu, saat saya berkunjung dan Ibu memang sedang TIDAK sehat dan satu jam yang lalu mas Ridwan [kakak laki laki Restu] mengirim kabar bahwa Ibu sudah TIADA … Innalillahi wa inna illahi rajiun :( SELAMAT JALAN Ibu, masih terngiang ditelinga saya ketika saya usai berceloteh dan Ibu meminta saya memetik gitar milik Restu dan menyanyikan sebuah lagu untuk Ibu, dan Ibu terus berujar “Teruslah bernyanyi De”

Iya, TERUSLAH BERNYANYI Ade … isilah ruang antara bumi dan langit dan buatlah orang orang yang membutuhkan Ade ikut bernyanyi, hapus duka mereka dengan petikan gitar Ade, bernyanyilah…

 

Ya ALLAH, terimalah jiwa tenang Ibu di pangkuanMU dan bangunkan syurga untuk Ibu, kini Ibu bisa berkumpul dengan putri tercintanya, Restu… hal yang selalu ia bisikan ketika memeluk saya bahwa Ibu sangat merindukan Restu, kini rindu itu terobati sudah, suatu saat saya juga akan berkumpul dengan Ibu yang melahirkan saya, PASTI karena kematian itu adalah PASTI, hanya masalah waktu :)

Innallilahi wa inna illahi rajiun:( ALLAH lah tempat kita kembali. ah kangen IBU !!